a. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014, Tambahan Lembaran a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 36 ayat
(6) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, perlu diatur mengenai syarat, tata cara pengangkatan dan pemberhentian, kode etik dan kode perilaku, dan pengawasan terhadap tugas dan tanggung jawab asisten Komisi Aparatur Sipil Negara; b. bahwa Peraturan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara
Nomor 3 Tahun 2015 tentang Syarat Dan Tata Cara Pengangkatan Dan Pemberhentian Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Asisten KASN sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan orgamsasi, sehingga perlu dicabut dan diganti;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara tentang Syarat, Tata Cara Pengangkatan Dan Pemberhentian, Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Asisten Komisi Aparatur Sipil Negara;
KETUA KOMISI APARATUR SIPIL NEGARA, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Mengingat Menimbang
NOMOR ~ TAHUN 2020 TENTANG
SYARAT, TATA CARA PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN, SERTA TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Dalam Peraturan Komisi ini yang dimaksud dengan:
1. Komisi Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat KASN adalah lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik, dibentuk untuk menciptakan Pegawai ASN yang profesional dan berkinerja, memberikan pelayanan secara adil dan netral, serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa.
2. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat Pasal 1
BAB I
KETENTUAN UMUM
PERATURAN KETUA KOMIS! APARATUR SIPIL NEGARA TENTANG SYARAT, TATA CARA PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN, SERTA TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ASISTEN KOMIS! APARATUR SIPIL NEGARA.
MEMUTUSKAN: Negara Nomor 5494);
b. Peraturan Presiden Presiden Nomor 118 Tahun 2014 tentang Sekretariat, Sistem dan Manajemen Sumber Daya Manusia, Tata Kerja, Serta Tanggung Jawab dan Pengelolaan Keuangan Komisi Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 242);
c. Keputusan Presiden Nomor 55/M Tahun 2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Komisi Aparatur Sipil Negara;
d. Peraturan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor 2 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Aparatur Sipil Negara;
( 1) KASN dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya di ban tu oleh Asisten KASN.
(2) Asisten KASN sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) diangkat dan diberhentikan oleh ketua KASN berdasarkan persetujuan rapat anggota KASN.
Pasal 3 BAB II
SYARAT DAN TATA CARA PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN
Ruang Lingkup Peraturan ini meliputi:
a. syarat dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian; b. fungsi, tugas dan tanggungjawab;
c. kode etik dan kode perilaku; dan d. ketentuan penutup.
Pasal2
ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
3. Asisten Komisi Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat Asisten KASN adalah pejabat yang dapat berasal dari PNS maupun Non-PNS, yang diangkat dan diberhentikan oleh Ketua KASN untuk memberikan dukungan teknis substansi kepada KASN dalam menjalankan fungsi, tugas dan kewenangannya.
4. Tim pemeriksa adalah tim yang dibentuk atas perintah Ketua KASN untuk melakukan penulusuran data dan informasi atas dugaan pelanggaran kode etik dan kode perilaku yang dilakukan oleh Asisten KASN.
Untuk dapat diangkat sebagai Asisten KASN, seseorang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. warga negara Republik Indonesia;
b. berusia paling rendah 35 (tiga puluh lima) tahun dan paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun;
c. sehatjasmani dan rohani;
d. dapat berasal dari PNS maupun non-PNS yang memiliki kualifikasi akademik paling rendah strata dua (S2) di bidang administrasi negara, manajemen publik, manajemen sumber daya manusia, psikologi, kebijakan publik, ilmu hukum, ilmu pemerintahan, dan/ atau strata dua (S2) dibidang lain yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia;
e. memiliki rekam jejak, integritas dan moralitas yang baik;
f. tidak pernah dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana;
g. tidak pernah melakukan perbuatan tercela;
h. tidak merangkap dalam jabatan negeri, anggota partai politik, serta profesi lainnya; dan
1. lulus seleksi terbuka dan/ atau uji kompetensi secara kompetitif.
Pasal 5
(1) Asisten KASN berada di bawah dan bertangungjawab kepada Anggota KASN sesuai dengan bidang dan wilayah tugasnya.
(2) Jumlah Asisten KASN disesuaikan dengan kebutuhan. (3) Penambahan jumlah tenaga Asisten KASN terlebih
dahulu mendapat persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
(1) Pengisian jabatan Asisten KASN yang lowong
dilakukan melalui seleksi terbuka dan/ a tau uji
kompetensi secara kompetitif dengan menggunakan persyaratan, kualifikasi dan standar kompetensi yang
setara dengan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi
Pratama.
(2) Proses seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan oleh Panitia Seleksi yang terdiri dari
paling banyak 45% unsur internal dan paling sedikit 55% unsur eksternal, yang dibentuk dan ditetapkan
oleh Ketua KASN.
(3) Pelaksanaan seleksi terbuka pengisian jabatan
Asisten KASN, dilaksanakan melalui tahapan seleksi
administrasi, penulisan makalah, assessment,
presentasi dan wawancara, serta penelusuran rekam
jejak, integritas, dan moralitas calon Asisten KASN.
(4) Pelaksanaan uji kompetensi pengrsian jabatan
Asisten KASN, minimal dilaksanakan melalui
wawancara, serta penelusuran rekam jejak,
integritas, dan moralitas calon Asisten KASN.
(5) Hasil pelaksanaan seleksi terbuka dan uji kompetensi
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaporkan oleh
Panitia Seleksi kepada Ketua KASN, serta proses
pengangkatannya dilakukan melalui persetujuan
Rapat Anggota KASN dan dituangkan dalam
Keputusan Ketua KASN.
(6) Calon Asisten KASN yang telah ditetapkan dalam
Keputusan Ketua KASN sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) mengucapkan sumpah menurut agama atau
mengucapkan janji dihadapan Ketua KASN.
(7) Sumpah / janji sebagaimana dimaksud pada ayat (6)
berbunyi sebagai berikut:
"Demi Allah, saya bersumpah:
Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Asisten KASN, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun
1945, negara dan pemerintah;
Bahwa saya, akan mentaati segala Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas Asisten KASN yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat KASN, serta akan senantiasa megutamakan kepentingan negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan;
Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan;
Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara, pemerintah, dan KASN".
(8) Bagi calon Asisten KASN yang beragama Kristen, pada akhir sumpah/janji ditambahkan frasa yang berbunyi: "Kiranya Tuhan menolong saya".
(9) Bagi calon Asisten KASN yang beragama Hindu, frasa "Demi Allah" sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diganti dengan frasa "Om Atah Paramawisesa".
( 10) Bagi calon Asistem KASN yang beragama Budha, frasa "Demi Allah" sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diganti dengan frasa, "Demi Sang Hyang Adi Budha". ( 11) Bagi calon Asistem KASN yang beragama Khonghucu,
frasa "Demi Allah" sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diganti dengan frasa, "Kehadirat Tian di tempat yang Maha Tinggi dengan bimbingan rohani Nabi Kong Zi, Dipermuliakanlah",
( 12) Bagi calon Asistem KASN yang berkepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa selain beragama Islam,
(1) Asisten KASN wajib menunjukkan dedikasi, loyalitas,
profesionalisme dan kinerja dalam pelaksanaan
fungsi, tugas dan tanggung jawabnya kepada Anggota KASN dan organisasi.
(2) Asisten KASN dapat diizinkan untuk mengikuti
seleksi pengisian jabatan atau mutasi kepegawaian
pada instansi pemerintah lainnya apabila telah
melaksanakan tugas sebagai Asisten KASN minimal 2
(dua) tahun.
(3) Proses penerbitan izin sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), terlebih dahulu dengan mengajukan
permohonan persetujuan kepada Anggota KASN yang
menjadi atasan langsung Asisten KASN.
(4) Apabila permohonan sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) disetujui oleh Anggota KASN selaku atasan
langsung, selanjutnya proses permohonan dimaksud
disampaikan kepada Ketua KASN.
(5) Ketua KASN menandatangani surat izin bagi Asisten
KASN untuk mengikuti seleksi pengisianjabatan atau
mutasi kepegawaian pada instansi pemerintah
lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (4), apabila
telah mendapatkan pertimbangan dan persetujuan
dari Anggota KASN sesuai mekanisme pengambilan keputusan.
(6) Penerbitan surat izm sebagaimana dimaksud pada
ayat (5) maksimal diberikan sebanyak 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.
(7) Apabila Asisten KASN mengajukan permohonan
untuk mengkuti seleksi pengisian jabatan atau
Pasal 7
Kristen, Hindu, Budha, dan Khonghucu, frasa "Demi
Allah" sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diganti
dengan kalimat lain yang sesuai dengan
Asisten KASN diberhentikan karena :
a. tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada
Pasal 5 huruf a, huruf d, huruf e, huruf f, dan huruf g; b. melanggar Peraturan Perundang-undangan;
c. tidak mencapai target kinerja yang diperjanjikan;
d. mengundurkan diri;
e. berusia 60 (enam puluh) tahun; f. meninggal dunia; atau
Pasal 8
mutasi kepegawaian pada instansi pemerintah lain
lebih dari 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun, maka
Asisten KASN yang bersangkutan dianggap
mengundurkan diri dari jabatannya.
(8) Asisten KASN yang melaksanakan tugas belum
mencapai 2 (dua) tahun, dapat mengajukan
permohonan ijin untuk mengikuti seleksi pengisian
jabatan atau mutasi kepegawaian pada instansi lain, apabila dalam kondisi urgen atau mendesak.
(9) Kriteria kondisi urgen atau mendesak sebagaimana
ayat (8) antara lain kondisi umur, alasan kesehatan,
alasan keluarga, dan pertimbangan lainnya yang
disampaikan secara tertulis kepada Ketua KASN.
( 10) Keputusan pemberian IJm a tau persetujuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (8) dan ayat (9)
dilakukan melalui Rapat Anggota KASN.
( 11) Asisten KASN yang sedang dalam proses pemeriksaan
atas dugaan pelanggaran disiplin dan/atau kode etik
dan kode perilaku, tidak dapat diizinkan untuk
mengikuti seleksi terbuka pengisian jabatan di
instansi pemerintah lain.
(12) Asisten KASN dijatuhi hukuman disiplin dan/atau
sanksi pelanggaran kode etik dan kode perilaku, tidak
dapat diizinkan untuk mengikuti seleksi terbuka
( 1) Dalam hal Asisten KASN diperiksa karena dugaan sebagaimana dimaksud pada pasal 9, maka prosedur pemeriksaan dilakukan terlebih dahulu oleh Pengawas Internal dan/ atau Tim Pemeriksa sebelum dibahas dalam Ra pat Anggota KASN.
(2) Susunan keanggotaan Pengawas Internal dan/ a tau Tim Pemeriksa berasal dari unsur internal dan apabila diperlukan dapat melibatkan unsur eksternal. (3) Susunan keanggotaan Pengawas Internal dan/ atau
Tim Pemeriksa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan melalui Surat Tugas yang ditandatangani oleh Ketua KASN a tau W akil Ketua KASN.
(4) Proses pemeriksaan dilakukan melalui penelusuran data dan informasi, meminta keterangan kepada para pihak yang mengetahui dan sumber informasi lainnya yang akurat.
Pasal 10
Asisten KASN dapat diperiksa oleh pengawas internal dan/atau Tim Pemeriksa karena dugaan:
a. melanggar sumpah dan atau mencemarkan nama baik KASN;
b. melanggar pelaksanaan nilai dasar ASN, kode etik dan kode perilaku pegawai KASN;
c. melanggar disiplin yang ditentukan oleh KASN dan/ a tau yang diatur oleh ketentuan Peraturan Perundang-undangan; dan
d. tidak melaksanakan tanggung jawab dengan baik. Pasal 9
g. berhalangan tetap secara terus menerus le bih dari 3 (tiga) bulan karena sakit sehingga tidak dapat melaksanakan pekerjaan.
(1) Basil pelaksanaan tugas Pengawas Internal dan/atau Tim Pemeriksa disusun dalam bentuk Berita Acara
Basil Pemeriksaan (BAP) serta Laporan Basil
Pemeriksaan (LBP) dan disampaikan kepada Ketua
KASN.
(2) Berdasarkan BAP dan LBP tersebut sebagaimana
dimaksud pada ayat ( 1), apabila pelanggaran yang
ditemukan tidak diperlukan sanksi berupa
pemberhentian, maka Pengawas Internal dan/ a tau
Tim Pemeriksa dapat merekomendasikan sanksi
administratif kepada Ketua KASN berupa : a. teguran lisan;
b. teguran tertulis; dan
c. pernyataan tidak puas secara tertulis.
(3) Apabila hasil pemeriksanaan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) menurut Pengawas Internal dan/atau
Tim Pemeriksa perlu pemberian sanksi berupa
pemberhentian, maka Pengawas Internal dan/ atau
Tim Pemeriksa menyerahkan hasil pemeriksanaan
kepada Ketua KASN untuk dibahas dalam Rapat
Angota KASN.
(4) Basil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Asisten KASN berhak mengajukan pembelaan diri secara tertulis.
(5) Rapat Anggota KASN sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) dapat memutuskan sanksi berupa :
a. pemberhentian dengan hormat tidak atas
permintaan sendiri;
b. pemberhentian tidak dengan hormat; atau
c. sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada
ayat (2).
(6) Pemberhentian Asisten KASN sebagaimana dimaksud
pada ayat (5) ditetapkan melalui Keputusan Ketua
KASN.
Asisten KASN mempunyai tanggung jawab yakni: a. menaati sumpah/janji sebagai Asisten KASN;
b. menjalankan fungsi dan tugas dengan sebaik-baiknya, jujur, tertib, dan cermat;
c. mentaati ketentuan jam kerja;
d. menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik; e. memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada
masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing; Pasal 14
Fungsi dan Tugas Asisten KASN sebagaimana tercantum pada Pasal 19 sampai dengan Pasal 24 Peraturan Ketua KASN Nomor 2 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Aparatur Sipil Negara
Pasal 13
( 1) Dalam melaksanakan tugas dan wewenang KASN
dibantu oleh Asisten KASN.
(2) Fungsi dan Togas Asisten KASN dibagi berdasarkan kelompok kerja bidang pengawasan dan wilayah, yakni: a. asisten KASN Pengawasan Bidang Penerapan Sistem
Merit;
b. asisten KASN Pengawasan Bidang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi; dan
c. asisten KASN Pengawasan Bidang Penerapan Nilai Dasar, Kode Etik, Kode Perilaku ASN dan Netralitas ASN.
Pasal 12 BAB III
(2) Ketentuan mengenai Nilai Dasar ASN, Kode Etik dan
Kode Perilaku Pegawai KASN sebagaimana
diberlakukan di lingkungan KASN yang ditetapkan
(1) Asisten KASN wajib melaksanakan dan mentaati
Nilai Dasar ASN, Kode Etik dan Kode Perilaku
Pegawai dalam pelaksanaan tugas pekerjaan di
lingkungan KASN.
Pasal 15 BAB IV
KODE ETIK DAN KODE PERILAKU ASISTEN KASN
f. bersikap dan bertingkah laku sopan terhadap
masyarakat, sesama pegawai KASN, terhadap atasan,
terhadap pelapor, dan terhadap penyelenggara lembaga
negara dan lembaga pemerintahan lainnya;
g. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain di
lingkungan KASN;
h. bertindak dan bersikap tegas, tetap adil dan bijaksana
terhadap bawahannya;
1. menjaga kerahasiaan data dan informasi KASN sesuai
dengan Peraturan Perundang-undangan
J. mengamankan dan memelihara fasilitas dan asset
kantor dengan sebaik-baiknya;
k. menjaga nama baik organisasi KASN;
1. menjalankan tugas dan bertanggungjawab kepada
KASN, sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab; dan
m. menyusun laporan kinerja pelaksanaan tugas secara
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal
't,\
Agustus 2020Peraturan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara ini mulai
berlaku pada tanggal ditetapkan. Pasal 17
Pada saat Peraturan Ketua KASN ini mulai berlaku,
Peraturan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor 3
Tahun 2015 ten tang Syarat Dan Tata Cara Pengangkatan
Dan Pemberhentian Serta Tugas Dan Tanggung Jawab
Asisten KASN, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 16
BABV
KETENTUAN PENUTUP