• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN & PENGENDALIAN PRODUKSI TIN 4113

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERENCANAAN & PENGENDALIAN PRODUKSI TIN 4113"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN &

PENGENDALIAN PRODUKSI

(2)

Pertemuan 4

• Outline:

– Sistem Persediaan

– Indenpendent Demand Inventory Models (1)

• Referensi:

– Elsayed, A. Elsayed. Analisis and Control of Production

System, Prentice Hall International, 1994.

– Smith, Spencer B., Computer Based Production and Inventory Control, Prentice-Hall, 1989.

– Tersine, Richard J., Principles of Inventory and Materials

Management, Prentice-Hall, 1994.

– Wiratno, S. E., Lecture PPT: Independent Demand Inventory Model, IE-ITS, 2009.

(3)

Persediaan

• Persediaan / Inventory:

A stock of goods

An idle resources that has economic value

1/3 dari aset perusahaan manufaktur

Ada pada banyak titik pada rantai pembelian /

(4)
(5)
(6)

Persediaan

• Sebab munculnya persediaan:

Supply dan demand sulit disinkronisasikan dengan

tepat.

Disebabkan oleh: time factor, discontinuity factor,

(7)

Persediaan

• Fungsi persediaan:

– Working stock (cycle / lot size stock)

– Safety stock (buffer / fluctuation stock)

– Anticipation stock (seasonal / stabilization stock)

– Pipeline stock (transit stock / work in process)

• External: on trucks, ships, railcars, pipeline

• Internal: being processed, waiting to be processed, being moved

(8)

Biaya dalam Sistem Persediaan

Pemasok Produsen Distributor Pengecer Pelanggan

Ongkos bahan baku, inventori Ongkos produksi, inventori Ongkos inventori Ongkos transportasi Ongkos transportasi Ongkos transportasi Ongkos transportasi Ongkos inventori

INVENTORY COST:

1. Purchase cost

2. Order / set up cost

3. Holding / carrying cost

4. Stockout cost

(9)

Permasalahan Inventori

INVENTORI

DETERMINISTIK PROBABILISTIK UNCERTAINTY

- Demand diketahui secara pasti - Demand tidak memiliki variasi (S=0) - Dibagi menjadi: 1. Deterministik statik 2. Deterministik dinamik

- Fenomena demand tidak diketahui secara pasti

- Ekspektasi, variansi, dan pola distribusi kemungkinannya dapat diprediksi (S0)

- Persoalan utama menentukan berapa Safety Stock

- Metode pengendalian inventori:

1. Fixed Order Quantity 2. Fixed Order Interval

- Ketiga parameter populasinya tidak

diketahui secara lengkap (pola distribusi

kemungkinannya tidak diketahui)

(10)

Sistem Persediaan

• Jenis sistem persediaan:

– Perpetual >>> Independent

– Periodic >>> Independent

– Material Requirement Planning >>> Dependent

– Distribution Requirement Planning >>> Dependent

– Single order quantity

(11)

Metode Q vs Metode P

Stock tersedia

Demand

Hitung posisi stock

Posisi stock  ROP

Yes No

Pesan sebesar EOQ

terima Stock tersedia

Demand Stock > demand No Yes terima Backorder/Lost sale

Perioda review tercapai No

Yes

Tentukan posisi stock Tentukan order quantity

Max.stock – stock position

Pesan sebesar Q

(12)

Permasalahan

Kebutuhan material ABC untuk tahun depan (D)

sebanyak 1.000 unit. Untuk mendapatkan barang

tersebut dibeli dari seorang pemasok dengan harga

barang (p) sebesar Rp. 10.000,-/unit dan ongkos pesan

(k) sebesar Rp. 1.000.000,- untuk setiap kali melakukan

pesanan. Jika ongkos simpan barang (h) sebesar Rp.

2.000,- /unit/tahun. Bagaimana cara mengatur

pengadaan material ABC yang paling ekonomis?

(13)

Alternatif Solusi Praktis

1. Membeli langsung 10.000 unit (Q=10.000 unit)

2. Membeli barang dua kali untuk setiap pembelian

sebesar 5.000 (Q=5.000 unit)

3. Membeli barang empat kali untuk setiap pembelian

sebesar 2.500 (Q=2.500 unit)

4. Membeli barang sepuluh kali untuk setiap pembelian

sebesar 1.000 (Q=1.000 unit)

(14)

Pendekatan dan Solusi Terbaik

 Tetapkan dulu kriteria performansinya

 Dalam situasi deterministik statis tidak ada resiko

kekurangan barang (tingkat ketersediaan pelayanan

100%)

 Alternatif solusi terbaik dicari dengan kriteria

minimasi ongkos inventori total

 Ongkos inventori total/tahun = Ongkos beli

barang/tahun + Ongkos pesan/tahun + Ongkos

simpan/tahun

(15)

Pendekatan dan Solusi Terbaik

 Untuk Q=5.000 unit

Time Inven tory Lev el Average Inventory (Q*/2) 0 Minimum inventory Order quantity = Q (maximum inventory level) Usage Rate

(16)

Pendekatan dan Solusi Terbaik

 Ongkos inventori total untuk berbagai alternatif

Cara dan Ukuran Pengadaan Ongkos

Beli Ongkos Pesan Ongkos Simpan Ongkos Total

Satu kali pembelian

f = 1, q = 10.000 100 1 10 111

Dua kali pembelian

f = 2, q = 5.000 100 2 5 107

Empat kali pembelian

f = 4, q = 2.500 100 4 2.5 106.5

Lima kali pembelian

f = 5, q = 2.000 100 5 2 107

Delapan kali pembelian

f = 8, q = 1.250 100 8 1.25 109.25

Sepuluh kali pembelian

(17)

Order quantity Annual Cost Optimal Order Quantity (Q*) Minimum total cost

Pendekatan dan Solusi Terbaik

(18)

Formulasi Masalah

Permasalahan dapat dinyatakan ke dalam 2 (dua)

pernyataan dasar yaitu:

1. Berapa jumlah barang yang akan dipesan untuk

setiap kali pemesanan dilakukan (economic order

quantity)?

2. Kapan saat pemesanan dilakukan (reorder point)?

(Menurut Wilson dalam model deterministik tidak ada permasalahan yang berkaitan dengan safety stock sebab tidak ada unsur ketidakpastian)

(19)

Asumsi – Asumsi (1)

1. Permintaan barang selama horison perencanaan diketahui

dengan pasti dan akan datang secara kontinyu sepanjang waktu dengan kecepatan konstan

2. Ukuran lot pemesanan tetap untuk setiap kali pemesanan 3. Barang yang dipesan tidak bergantung pada jumlah barang

yang dipesan/dibeli dan waktu

4. Ongkos pesan tetap untuk setiap kali pemesanan dan ongkos simpan sebanding dengan jumlah barang yang disimpan dan harga barang/unit serta lama waktu penyimpanan

5. Tidak ada keterbatasan, baik yang berkaitan dengan kemampuan finansial, kapasitas gudang, dan lainnya

(20)

Asumsi – Asumsi (2)

Dengan ke-4 asumsi pertama maka perubahan posisi

inventori barang di gudang dapat digambarkan sebagai

berikut:

Time Inventory Level 0 Q m=1/2Q

(21)

Asumsi – Asumsi (3)

Dalam keadaan biasa terdapat hubungan sebagai

berikut :

SOP = SOH + SOO

SOP : stock on potition

SOH : stock on hand

(22)

Formulasi Model

Berdasarkan atas pendekatan dan asumsi di atas maka

untuk menyelesaikan permasalahan inventori secara

implisit, Wilson menggunakan kebijakan dan

mekanisme inventori. Selanjutnya secara matematis

Wilson memodelkannya dengan menggunakan

(23)

Komponen Model

1. Kriteria Performansi

● Meminimumkan ongkos inventori total yang terdiri dari : ongkos pemesanan, ongkos simpan (ongkos

pembelian konstan)

2. Variabel Keputusan

● Economic order quantity ● Reorder point

3. Paramater

● Harga barang per unit

● Ongkos setiap kali dilakukan pemesanan ● Ongkos simpan/unit/periode

(24)

Formulasi Model Matematis

T D Q Stock Level Time

Q = D.T

Jumlah stock masuk dalam siklus sama dengan jumlah stock keluar dalam siklus

(25)

Formulasi Model Verbal

 Ongkos inventori per siklus secara verbal dinyatakan

dengan

component

cost

Holding

component

cost

Reorder

component

cost

Unit

cycle

per

cost

Total

(26)

Formulasi Model Matematis

 Unit cost component

 Reorder cost component

 Holding cost component

= unit cost (UC)

number of units ordered (Q)

= UC x Q

= reorder cost (RC)

number of orders (1)

= RC

= holding cost (HC)

average stock level (Q/2)

time held (T)

= HC x Q x T

2

(27)

Formulasi Model Matematis

 Total Cost = Fixed Cost + Variable Cost

sehingga

UC

D

VC

TC

2

Q

HC

Q

D

RC

VC

D

UC

FC

(28)

Formulasi Model Matematis

 Nilai optimal dari TC diperoleh dengan,

 Panjang siklus optimal (T

0

):

 

HC

D

RC

Q

HC

Q

D

RC

dQ

TC

d

2

0

2

0 2

HC

D

RC

HC

D

RC

D

D

Q

T

0

1

2

2

0

(29)

Formulasi Model Matematis

 Nilai optimal dari VC jika dilakukan substitusi pada

Q

0

adalah:

2

2

2

2

2

2

0 0 0

D

HC

RC

D

HC

RC

HC

D

RC

HC

D

RC

HC

D

RC

Q

HC

Q

D

RC

VC

D

HC

RC

VC

0

2

(30)

Formulasi Model Matematis

 Nilai optimal TC adalah:

(

)

2

0 0

Q

HC

D

UC

D

HC

RC

D

UC

VC

FC

TC

(31)

Formulasi Model Matematis

Q0 TC0 Cost Order Quantity, Q Unit cost component Reorder cost component Holding cost component Total cost

(32)

Formulasi Model Matematis

 Dari grafik di atas maka dapat ditentukan,

sehingga

Variabel cost = 2 x Reorder cost component

= 2 x Holding cost component

0 0 0 0

2

Q

HC

VC

Q

D

RC

VC

(33)

Contoh Soal

Sebuah perusahaan membeli 6000 unit item setiap tahun dengan harga $30 per unit. Ongkos pemesanan sebesar $125, ongkos

simpan $6 per unit per tahun. Bagaimana kebijakan inventori yang terbaik? unit 500 6 6000 125 2 2 *        HC D RC Q bulan 1 tahun 083 . 0 6 6000 125 2 2       HC D RC T per tahun 3000 $ 6000 6 125 2 2         RC HC D VC per tahun 183000 $ 3000 6000 30      UC D VC TC 083 . 0 *   D Q T

(34)

Validitas Model EOQ (Wilson)

 Pengaruh perubahan lead time (asumsi ke-3)

 Pengaruh perubahan discount (asumsi ke-4)

(35)

Perubahan Lead Time

 Lead time jarang sekali sama dengan 0

 Bagaimana jika lead time nya konstan sebesar

LT satuan waktu?

Lead time (LT) < cycle time (T)

(36)

Perubahan Lead Time

 LT < T

Waktu pemesanan dilakukan LT satuan

waktu sebelum inventori habis atau setelah

(T–LT) satuan waktu sejak barang yang

dipesan tiba

Jika lead time konstan, posisi inventori tidak

tergantung pada besar kecilnya lead time

Formula Wilson tidak mengalami perubahan

(37)

Perubahan Lead Time

Reorder point = lead time demand

= lead time x demand per unit time

= LT x D

(38)

Perubahan Lead Time

 LT > T

ROP diartikan sebagai stock on position

(bukan sebagai stock on hand)

Jika dinyatakan dalam stock on hand maka

harus dikurangi dengan stock on order yang

belum datang

Formula Wilson tidak mengalami perubahan

(39)

Perubahan Lead Time

Reorder point = lead time demand – stock on order

= (LT x D) – (n x Q

0

)

(40)

Contoh

Permintaan suatu item diketahui tetap sebesar 1200 unit per tahun dengan ongkos pesan $16 dan ongkos simpan $0.24 per unit per tahun. Tentukan kebijakan inventori apabila lead time konstan (a) 3 bulan, (b) 9 bulan, (c) 18 bulan

unit 400 24 . 0 1200 16 2 2 *        HC D RC Q bulan 4 tahun 33 . 0 *    D Q T 200 100 0) sehingga time cycle dari kurang bulan 3 ( unit 300 * *                Q n D LT ROP Q n D LT ROP n LT D LT ROP C b a

(41)

Perubahan Harga (Discount)

Kondisi dimana diberikan discount untuk

pembelian dalam jumlah tertentu

Unit cost component menjadi variable cost (VC)

Titik minimum (optimal) dari setiap kurva TC

untuk masing-masing nilai UC

i

dengan nilai

holding cost yang ekuivalen dengan interest

rate (I)

i

UC

I

D

RC

Q

i

2

0

(42)

Perubahan Harga (Discount)

UC1 UC2 UC3 UC5 Qa Qb Qc Qd Order Quantity Unit cost 0 Order Quantity

Unit cost Lower limit Upper limit UC1 0 Qa

UC2 Qa Qb UC3 Qb Qc UC4 Qc Qd

(43)

Perubahan Harga (Discount)

Upper

Curve Valid Lower Curve Valid Neither Curve Valid

Total Cost Order Quantity Qa Qb 0 UC1 UC2

(44)

Perubahan Harga (Discount)

Total Cost Order Quantity Qa 0

Total Cost with UC1

Invalid Range of Curve

Valid Range of Curve

(45)

Perubahan Harga (Discount)

UC1 UC2 UC3 UC4 UC5 Order Quantity Qa Qb 0 Qc Qd Total Cost

(46)

Perubahan Harga (Discount)

UC1 UC2 UC3 UC4 UC5 Order Quantity Qa Qb 0 Qc Qd Tota l Cos t

(47)

Perubahan Harga (Discount)

Order Quantity Qa 0 Qb Qc Tota l Cos t Optimal cost

(48)

Perubahan Harga (Discount)

Order Quantity Qa 0 Qb Qc Tota l Cos t Optimal cost

(49)

Start

Take the next lowest unit cost curve

HC D RC

Q0  2 

Calculate the minimum point

Is this point valid

Calculate the cost of the valid minimum

Compare the costs of all the points considered and select

lowest Calculate costs at

break point to the left of valid range

Finish No

(50)

Contoh Soal

Permintaan tahunan sebuah item sebesar 2000 unit dengan ongkos pesan $10 dan ongkos simpan 40% dari harga per unit. Harga item tersebut tergantung jumlah pemesanan, yaitu:

 < 500 : $1  500 – 999 : $0.80   1000 : $0.60

Bagaimana kebijakan pemesanan yang optimal?

$1 $0.8 $0.6 Order quantity Un it cost 500 1000

(51)

Contoh Soal

Taking the lowes cost curve

 UC= 0.6, valid jika Q=1000 atau lebih 

 Hitung total ongkos pada titik batas pada ongkos terendah

Taking the next lowest cost curve:

 UC = 0.80, valid jika antara 500 sampai 1000  2 . 408 6 . 0 4 . 0 2000 10 2 * 0    

Q  Invalid karena tidak lebih dari 1000

per tahun 1340 $ 2        HC Q Q D RC D UC TC  titik A 6 . 353 8 . 0 4 . 0 2000 10 2 * 0    

(52)

Contoh Soal

 Hitung total ongkos pada titik batas pada ongkos terendah

Taking the next lowest cost curve:  UC=1.00 valid jika Q kurang 500

 Hitung total ongkos pada titik batas pada ongkos terendah

 titik B per tahun 1720 $ 2        HC Q Q D RC D UC TC 2 . 316 1 4 . 0 2000 10 2 2 * 0        i UC I D RC Q per tahun 49 . 2126 $ 2      UC D RC HC D TC  titik C

(53)

Contoh Soal

UC1=$1 UC3=$0.8 UC5=0.6 Order Quantity 500 0 1000 Tota l Cos t

Valid minimum Invalid minimum

316.2 353.6 408.2 A = $1340 B = $1720 C = $2126.49

(54)

Perubahan Kedatangan Pesanan

Bila kedatangan pesanan tidak terjadi serentak

tapi secara uniform

Disebut juga dengan Economic Production

Quantity (EPQ) atau Economic Manufacturing

Quantity (EMQ)

Asumsi: tingkat demand lebih rendah dari

tingkat produksi/replenishment. Jika sebaliknya

maka tidak ada inventori yang dimiliki

(55)

Perubahan Kedatangan Pesanan

Time Inve ntor y Level

A

PT DT T

Q

(56)

EMQ – Single Item

 Perbaikan model EOQ yang biasanya digunakan oleh perusahaan manufaktur dengan tujuan untuk

meminimumkan total ongkos (ongkos setup dan ongkos simpan produk) dengan menentukan ukuran batch

produksi ekonomis

 Asumsi bahwa seluruh lot tiba secara serentak pada

model EOQ direlaksasi menjadi kedatangan lot memiliki laju tertentu, misalkan P unit per satuan waktu

 Lot produksi ekonomis ditentukan dengan cara mencari ukuran lot yang meminimalkan total ongkos setup dan ongkos simpan

(57)

Profil Inventori EMQ

Q 0 P P-D D t t1 tp IMax

(58)

EMQ – Single Item

 Ongkos setup

 Ongkos simpan

 Inventori maksimum = (P – D)tp dengan tp=Q/P

 Rata-rata inventori = (IMAX – IMIN)/2 = (Q – 0)/2=Q/2

Q D S  

P Q D P HC 2   

(59)

EMQ – Single Item

 Total Ongkos

Economic manufacturing quantity (Q*) dapat dicari

dengan turunan pertama terhadap Q sama dengan nol

P Q D P HC D Q S D UP Q TC 2 ) (       

 

P D

P HC D S Q P D P HC Q D S dQ Q TC             2 0 2 * 2 VC FC

(60)

EMQ – Single Item

Jika Q* disubstitusikan ke persamaan TC(Q) maka

diperoleh

 Panjang production run optimum  Production reorder point (ROP)

Jika N adalah hari operasi per tahun, maka

P D P D HC S Q VC( *)  2     P Q*  N DL ROP  ) ( ) (Q* UP D VC Q* TC   

(61)
(62)

Contoh

Permintaan sebuah item sebesar 20,000 unit per tahun

(1 tahun = 250 hari kerja). Tingkat produksi sebesar 100 unit per hari, dan lead time 4 hari. Ongkos produksi per unit $50, ongkos simpan $10 per unit per tahun, dan ongkos setup $20 per run. Tentukan EMQ, jumlah produksi berjalan per tahun, reorder point, dan total ongkos tahunan minimum!!

80

 

N R

Demand per hari

632 80 100 100 10 20000 20 2 2 *          D P P HC SD Q 6 . 31 632 20000 *    Q D

(63)

Contoh

unit 320 250 4 20000    N LT D ROP 264 . 1001 $ 25000 20000 25000 2 632 10 632 20000 20 20000 50 2 ) (              P D P Q HC Q D S D UP Q TOC

(64)

EMQ – Multi Items (1)

 Proses produksi intermiten multi produk menggunakan equipments secara bersama berdasarkan rotasi

 Panjang siklus produksi secara keseluruhan merupakan waktu untuk memproduksi satu urutan produk secara lengkap

 Permasalahan penjadwalan multi produk dapat

diselesaikan dengan menentukan jumlah siklus tahunan (m) yang meminimumkan total ongkos seluruh famili item  Logic EMQ-multi item sama dengan EMQ-single item

 Tingkat inventori maksimum untuk item i

(65)

EMQ – Multi Items (2)

Asumsi-asumsi:

 Tingkat permintaan dan tingkat produksi konstan  No backorders

 Tingkat produksi lebih besar atau sama dengan tingkat permintaan  kapasitas produksi dapat memenuhi

demand

 Ongkos setup tidak tergantung urutan produksi (produk yang dikerjakan)

(66)

EMQ – Multi Items (3)

 Dengan m adalah jumlah siklus (production runs) per tahun, maka

Q

i

=p

i

t

pi

= D

i

/m

. Jika terdapat

n

item, maka inventori rata-rata untuk item

i

 Jika stockouts tidak diijinkan, total ongkos tahunan dapat diformulasikan

i i i i pi i i mp D d p t d p 2 2   

Total ongkos tahunan = Ongkos produksi + Ongkos setup + Ongkos simpan

         n i i i i i i n i i n i i i p d p D HC m S m D UP m TC 1 1 1 2 1 ) (

(67)

EMQ – Multi Items (4)

 Variabel keputusan m dapat dicari dengan turunan pertama terhadap m sama dengan nol

Sehingga dapat diperoleh,

0

2

1

)

(

1 2 1

  n i i i i i i n i i

p

d

p

D

HC

m

S

m

m

TC

     n i i n i i i i i i S p d p D HC m 1 1 * 2

(68)

EMQ – Multi Items (5)

 Ukuran production run untuk produk i yang diberikan dapat ditentukan dengan persamaan

 Jika nilai m* disubstitusikan ke persamaan TC(m), maka

Model dapat digunakan jika

*

m

D

Q

i

i

 

   

n i i n i i i n i i i i i i n i i i

S

m

D

UP

p

d

p

D

HC

m

D

UP

m

TC

1 * 1 1 * 1 *

2

1

  n i i i p D N 1

(69)

Contoh

Tentukan siklus produksi untuk kelompok produk dalam tabel di bawah dengan asumsi 250 hari kerja per tahun.

Berapakah total ongkos tahunan minimum

Product Annual Demand Unit Production Cost Daily Production Rate Annual

Holding Cost Setup Cost

i Di Pi pi HCi Si 1 5000 $6 100 $1.60 $40 2 10000 $5 400 $1.40 $25 3 7000 $3 350 $0.60 $30 4 15000 $4 200 $1.15 $27 5 4000 $6 100 $1.65 $80 hari 210 100 4000 200 15000 350 7000 400 10000 100 5000 1      

n i i i p D < 250 hari

(70)

Contoh

  i i i i p R -r p Product Daily Production Rate Demand Rate Col. 4 x Col. 5 Setup Cost i pi di HCi Si 1 100 20 4.000 $1.60 6.400 $40 2 400 40 9.000 $1.40 12.600 $25 3 350 28 6.440 $0.60 3.864 $30 4 200 60 10.500 $1.15 12.075 $27 5 100 16 3.360 $1.65 5.544 $80 40.483 $202

10 ) 202 ( 2 40483 2 5 1 5 1 *     

  i i i i i i i S d p D HC m

(71)

Contoh

Ukuran production run untuk masing-masing produk adalah

Qi=Di/m* hari 21 100 400 200 1500 350 700 400 1000 100 500 1      

n i i i p Q Product i Di m* Q i 1 5000 10 500 2 10000 10 1000 3 7000 10 700 4 15000 10 1500 5 4000 10 400

(72)

Contoh

Karena production time per siklus 21 hari (kurang dari run

time per siklus), maka setiap siklus terdapat slack 4 hari

 

189040 $ 202 ) 10 ( 2 24000 60000 21000 50000 30000 2 1 1 *          

  n i i n i i i D m S UP m TC 1 2 3 4 5 1 2 5 1 1  p Q 2 2 p Q 3 3 p Q 5 . 7 4 4  p Q 5 5 p Q Slack time 25 *  m N

(73)

Metode Runout Time (ROT)

 ROT merupakan suatu heuristik sederhana untuk

menghitung urutan produksi untuk suatu group (family)

dari item-item yang diproduksi pada equipment yang sama

 Aturan keputusannya adalah menjadwalkan item yang

pertama kali diproduksi adalah item dengan ROT terendah dan item-item yang berikutnya menurut kenaikan ROT

i

i

ROT

i

item

for

period

per

demand

item

of

position

inventory

current

(74)

Contoh

Gunakan data pada tabel di bawah ini. Apakah tersedia kapasitas produksi yang cukup jika periode perencanaan mingguan 90 jam? Item Standard hours per unit Production lot size (units) Demand forecast per period (unit/week) Current inventory position (units) Standard hours per lot size A 0.10 100 35 100 10 B 0.20 150 50 120 30 C 0.30 100 40 130 30 D 0.20 200 60 100 40 110

(75)

Contoh

Item Current inventory position (units) Demand per period (unit/week) ROT (weeks) (b)/(c) Sequence (a) (b) (c) (d) (e) A 100 35 2.86 3 B 120 50 2.40 2 C 130 40 3.25 4 D 100 60 1.67 1 Sequence ROT (weeks) Lot size (units) Machine hours per lot size

Remaining capacity (hours) D 1.67 200 40 50 B 2.40 150 30 20 A 2.86 100 10 10 C 3.25 100 30 -20

(76)

Metode Aggregate Runout Time (AROT)

 AROT menjadwalkan produksi item dalam suatu family untuk menghindari shortage item.

 AROT mengatur lot size produksi didasarkan pada level inventori (current) dan alokasi kapasitas untuk menjamin feasibilitas kapasitas

 Penjadwalan dilakukan untuk setiap item sehingga inventori untuk setiap item akan dikurangi pada waktu yang sama jika produksi dihentikan pada akhir periode

                    family in the items all for period per forecasted hours machine period planning the during available hours machine total familiy in the items all for hours machine in inventory AROT

(77)

Metode Aggregate Runout Time (AROT)

Item Standard hours per unit Demand forecast per period (units/week) Machines hours for demand forecast (Col.2) (Col.3) Current inventory position (units) Inventory machine hours (Col. 2) (Col. 5) A 0.10 35 3.5 100 10.0 B 0.20 50 10.0 120 24.0 C 0.30 40 12.0 130 39.0 D 0.20 60 12.0 100 20.0 Total 37.5 93.0

weeks

88

.

4

5

.

37

90

93

AROT

(78)

Metode Aggregate Runout Time (AROT)

Item Demand forecast per period (units/week) AROT (weeks) Gross requirements, (Col.2) (Col.3) (units) Current inventory position (units) Lot size (Col. 4) (Col. 5) (units) A 35 4.88 171 100 71 B 50 4.88 244 120 124 C 40 4.88 195 130 65 D 60 4.88 293 100 193 Item

Standard hours per

unit Lot size (units)

Machine hours required (Col. 2) (Col. 3) Remaining capacity (hours) A 0.10 71 7.1 82.9 B 0.20 124 24.8 58.1 C 0.30 65 19.5 28.6 D 0.20 193 38.6 0

(79)

Metode Aggregate Runout Time (AROT)

 AROT menyesuaikan lot size agar tidak terjadi shortage dan kapasitas sebesar 90 jam digunakan seluruhnya

 AROT tidak berusaha melakukan efisiensi lot size, tetap hanya mengalokasikan 90 jam sedemikian sehingga inventori setiap item akan run out secara pasti dalam 4.88 minggu jika produksi dihetnikan setelah periode perencanaan

4.88 60 / 193) (100 : D 4.88 40 / ) 65 (130 : C 4.88 /50 124) (120 : B 4.88 35 / 71) (100 : A e runout tim demand) kly size)/(wee lot inventory (current : Item          

(80)

Pertemuan 5 - Persiapan

• Tugas Baca:

(81)

Referensi

Dokumen terkait

Semua penderita stroke perdarahan intraserebral dengan peningkatan tekanan intrakranial yang telah dikonfirmasi dengan CT-scan kepala dan dirawat di ruang Rawat Inap Terpadu

perkembangan teknologi bisa menjadi ancaman global termasuk terhadap Indonesia yang terkait dengan penyebaran berita palsu / hoax. Perilaku penyebaran hoax

kualitas tanah sebagai media pertumbuhan mangrove di Pantai Alasdowo Kabupaten Pati dengan Pantai Mangunharjo Kota Semarang sebagai sumber belajar biologi tingkat

Hasil analisis ragam menunjukkan penambahan feses ternak dan bahan perekat yang berbeda mempengaruhi (P&lt;0,01) ketahanan benturan dan terdapat interaksi antara

PLN (Persero) Area Malang untuk meningkatkan keterlibatan kerja dan kualitas kinerja karyawan seperti Sheldon dan Elliot (1998) yang menemukan bahwa motivasi otonomi diprediksi

Budaya dalam suatu perusahaan biasanya bertujuan untuk mengatur para karyawan agar dalam setiap apa yang dikerjakan tidak melenceng dari tujuan awal yang ingin

Pada subbab ini akan dicari plant diperumum G(s) dari suatu model dinamik plant P dan beberapa fungsi bobotnya... Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa plant diperumum G terdiri

Untuk pekerjaan bangunan gedung, biasanya material diterima di lokasi kerja dalam keadaan siap dicampur, siap dirakit, atau siap dipasang, sehingga tidak ada tahap pekerjaan