Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

13 

Teks penuh

(1)

107 LAMPIRAN

Lampiran 1. Pengalaman Pada Saat Penelitian di Lapangan

Pada saat awal saya datang ke lokasi Pabrik Gula Kwala Madu, saya memperkenalkan diri dan mengutarakan apa maksud dan tujuan saya kepada petugas security yang sedang berjaga di meja piket, kemudian beliau mengarahkan saya ke ruang SDM / Humas Pabrik Gula Kwala Madu, maka saya langsung bergegas menemui pegawai yang berwenang dalam menerima surat permohonan penelitian.

Setelah semua administrasi saya penuhi, untuk lebih memantapkan tujuan penelitian saya, maka saya menemui kepala tata usaha ( KTU ) yang bernama pak wagirin, beliau ini kebetulan kenal dengan orang tua saya dan ternyata sebelumnya ayah saya telah berpesan kepada beliau bahwa saya sebagai anaknya akan melakukan penelitian skripsi di lokasi Pabrik Gula Kwala Madu ini, sehingga beliau sudah mengetahui maksud dan kedatangan saya ke ruangan kerjanya. Setelah beliau membaca proposal penelitian saya, pak wagirin sebagai KTU mengarahkan saya untuk menemui beberapa karyawan pimpinan yang berwenang serta yang fungsinya di Pabrik Gula Kwala Madu relevan dengan kepentingan penelitian saya, karyawan pimpinan yang dimaksud antara lain sebagai berikut :

- Pak Yandri lubis : Kepala dinas laboratorium

- Pak Khairul hidayat : Kepala dinas pengolengolahanahan

(2)

108

Beliau-beliau ini dianggap mampu untuk menjawab data yang saya butuhkan walaupun sebenarnya pasti masih ada kemungkinan informan bertambah sesuai kebutuhan data yang akan saya ambil. Pak yandri adalah kepala laboratorium yang membawahi langsung IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ) di PGKM sehingga dianggap pihak yang langsung bersentuhan dengan lingkungan hidup.Lalu setelah itu saya pulang karena memang niat saya untuk mengambil data sudah dikalahkan oleh rasa letih saya mengendarai sepeda motor dari Kota Medan selama 1,5 jam menuju ke kawasan PTPN 2 unit kebun kwala madu.

Keesokan harinya, pada tanggal 1 Mei 2015, pukul 10.00 WIB saya sampai di parkiran kantor PGKM, saya pun bergegas menemui security di lobby kantor PGKM tersebut dan sepertinya beliau sudah bisa menebak maksud dan kedatangan saya hingga sebelum saya mengutarakan maksud dan tujuan saya, akhirnya beliau mengarahkan saya ke pos security utama yang terletak tepat di depan timbangan tebu, saya lihat banyak sekali plang-plang di areal pintu masuk PGKM ini dengan isi tulisan yang tampaknya menarik dan sesuai untuk bahan dokumentasi skripsi saya, sehingga saya pun meminta kepada salah seorang security yang sedang berjaga di pos tersebut untuk mengambil foto dengan menggunakan kamera yang saya bawa dari rumah untuk dokumentasi lapangan.

(3)

109

komputer laboratorium PGKM, sementara itu di salah satu sudut ruangan tampak pria yang menyuruh saya duduk di kursi yang berada tepat di depan meja kerjanya. “ duduk dek, kamu mahasiswa USU yang mau penelitian disini ya ? “ Tanya pak yandri, “ iya pak, bapak sibuk nggak sekarang ini pak ? aku pun balik bertanya kepada beliau, kemudian pak yandri dengan lugas menjawab “ silahkan dek, saya kebetulan nggak sibuk kok hari ini “.

Berdasarkan pedoman pertanyaan yang saya tulis pada lembar kuesioner berjenis pertanyaan terbuka, sehingga jawaban yang diperoleh diharapkan dapat menjadi lebih luas.Selanjutnya saya pun mulai bertanya kepada pak yandri dengan pertanyaan yang saya pedomani dari kuesioner yang sudah saya persiapkan sebelum ke lokasi penelitian ini. Dialog yang sempat saya catat tersebut antara lain sebagai berikut :

( S adalah saya / penulis dan pak Yadalah informan saya yang bernama pak yandri lubis )

S :“ Apa saja fungsi dan peran unit laboratorium PGKM ini pak? “

Pak Y : “Unit laboratorium ini bertanggung jawab terhadap proses produksi, kualitas produksi, pengelolaan limbah dan kualitas bahan baku “.

S :“Dalam unit laboratorium ini, berapakah jumlah karyawan yang pekerjaannya di bawah pengawasan anda? “

Pak Y : ”di unit yang saya pimpin ini jumlah karyawan seluruhnya lebih kurang 64 orang, jumlah itu sudah mencakup para mandor dan operator “.

S : ” Bagaimana dengan sub unit yang ada di unit laboratorium ini pak? “

(4)

110

S : “ Diantara beberapa unit atau dinas yang ada di PGKM ini, menurut bapak unit manakah yang bersentuhan langsung dengan penduduk dan lingkungan setempat? “

Pak Y : “ Sebenarnya semua unit disini bersentuhan langsung dengan lingkungan tetapi yang paling langsung berhubungan dengan kelestarian lingkungan setempat ya unit laboratorium ini dek, karena kolam limbah PGKM yang pembuangannya ke kolam irigasi Desa sambirejo adalah dibawah tanggung jawab saya sebagai kepala dinas laboratorium PGKM.

S : “Pak, saya ingin tahu fungsi dari tiap sub unit dibawah naungan unit laboratorium ini ? “

Pak Y : “ Oke akan saya jelaskan secara garis besarnya saja, sub unit timbangan berfungsi menimbang tebu yang masuk ke PGKM lalu diangkut ke cane yard, setelah itu tebu masuk ke bagian penggilingan dan diproses di bagian pengolahan, lalu setelah proses tebu diolah menjadi gula barulah memasuki proses pengepakan di gudang gula “.

S :“Sewaktu saya membaca surat kabar dan browsing berita dari internet, saya pernah membaca tentang penghargaan yang diterima PGKM tentang pengelolaan lingkungan hidup dari kementrian lingkungan hidup. Apakah kabar tersebut memang benar pak ? “

(5)

111

S : “Apa yang mendorong perusahaan melakukan tindakan yang berkaitan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup setempat pak? dan apakah ada acuan dan pedoman dalam melaksanakannya ? “

Pak Y :“Selain karena menghargai hak penduduk setempat dalam mempertahankan lingkungan yang baik, ada juga peraturan dari pemerintah yang disebut ‘ Wajib ISO ‘

( terlihat pak yandri mencari sebuah dokumen di lemari kerjanya, dan ketika aku baca cover depan dukumen tersebut bertuliskan ( DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN INTEGRASI ISO 14001 : 2004 dan SMK 3 )

“ Coba kamu baca-baca dokumen ini, kemungkinan besar data yang kamu perlukan bisa terjawab kalo kamu pahami isi dokumen ini, lihat daftar isinya dulu “

Setelah saya melihat isi dokumen tersebut, saya pun berniat untuk melanjutkan wawancara kepada informan yang direkomendasi oleh pak yandri, informan tersebut bernama pak surya aditama yang merupakan salah satu asisten di PGKM.Mengapa pak yandri merekomendasi saya sebagai peneliti untuk mewawancarai pak surya aditama?jawabannya yakni karena pak surya aditama ini adalah asisten PGKM yang juga ditunjuk sebagai sekretaris program ISO untuk unit PGKM. Selanjutnya saya pun bergegas menemui pak surya aditama di ruang dinas pengolahan yang berada di lantai 2 tepat di atas ruang laboratorium PGKM.

(6)

112

masih muda sudah jadi asisten, gumamku dalam hati. Berikut dialog antara saya dengan pak surya :

( S adalah saya / penulis dan pak S adalah informan saya yang bernama pak Surya aditama )

S :“Siang pak, apakah benar bapak adalah pak surya aditama yang menjadi sekretaris ISO di unit PGKM ini ? “.

Pak S :“Iya benar, kebetulan saya lagi nggak sibuk kok, kalo mau nanya-nanya silahkan dek, oh iya kamu dari universitas mana ? “.

S : “Saya dari jurusan antropologi sosial USU pak, kebetulan tema saya tentang CSR di bidang lingkungan hidup pak. oh iya pak saya mau nanya nih pak, indikator apa saja yang digunakan perusahaan dalam menilai kualitas lingkungan ? “.

Pak S : “Sebenarnya ada cukup banyak indikator yang dinilai oleh pemerintah, khususnya pihak yang berwenang dalam menilai kondisi lingkungan hidup seperti kementrian lingkungan hidup, tapi sertifikat seperti proper biru itu sudah bisa jadi acuan dalam menilai apakah proses produksi suatu perusahaan membahayakan lingkungan atau tidak membahayakan lingkungan.”

S : ” Kalau saya boleh tahu proper biru itu apa pak ? “.

Pak S : “ Proper biru adalah sertifikat yang diberikan oleh kementrian lingkungan hidup terhadap perusahaan yang dapat meminimalisir dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh proses produksi dan paska produksi, seperti misalnya limbah B3 ( Bahan Beracun dan Berbahaya ), berarti dengan adanya proper biru, menandakan perusahaan dapat mengendalikan pencemaran lingkungan tersebut. “

(7)

113

Pak S : ”Limbah cair, limbah padat seperti blotong dan abu boiler. Namun seluruh limbah tersebut sudah diproses sehingga dampak buruknya dapat diminimalisir dan tidak mengganggu masyarakat yang tinggal di kawasan PGKM ini “.

S :“ saya penasaran dengan istilah blotong, kalo saya boleh tahu blotong itu apa ya pak? “.

Pak S : “ Blotong adalah sisa endapan proses pemurnian nira tebu. Jika diolah, blotong ini bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk begitu juga dengan abu boiler ”.

S :“Apakah hanya bapak sendiri yang menjadi sekretaris ISO disini ? “

Pak S :Di unit PGKM ini sendiri yang menjadi sekretaris ISO ada 3 orang yaitu, Pak Yandri Lubis, Pak Yudho Guntoro dan saya sendiri.

S :“ bagaimana kondisi aktual penerapan ISO di PGKM ini ? “

Pak S : “ISO 9001 mengenai mutu produksi sudah diraih oleh unit PGKM ini, karena dahulu pernah diadakan survailance oleh tim audit eksternal yaitu dari tuv nord “.

S : ”Apakah ada resiko yang ditanggung PGKM jika hasil survey tersebut tidak memuaskan atau terdapat penyelewengan dalam penerapannya ? “.

Pak S : “ Sudah pasti ada, jika sertifikat ISO ditarik maka sertifikat SNI juga beresiko untuk ditarik maka dampaknya PGKM tidak dapat memasarkan produk gula nya, sementara itu ISO 14.001 masih dalam tahap penerapan “.

(8)

114

Keesokan harinya, saya pun kembali mengunjungi Pabrik Gula Kwala Madu dikarenakan data yang saya kumpulkan masih terasa kurang. Sesampainya di Pabrik Gula Kwala Madu saya langsung menuju ruang kerja pak yandri di laboratorium PGKM dan syukur saja ternyata pak yandri ada di ruang kerjanya dan kebetulan beliau juga tidak sibuk.

( S adalah saya / penulis dan pak Yadalah informan saya yang bernama pak yandri lubis )

S : “ Pagi pak, saya mau lanjutkan wawancara yang kemarin pak, soalnya masih ada pertanyaan di daftar pertanyaan yang saya buat yang kemarin belum sempat saya tanyakan ke bapak “.

Pak Y : ”Silahkan, apa itu pertanyaannya biar saya jawab semampu saya “.

S :“Menurut bapak bagaimana respon masyarakat di sekitar PGKM ini mengenai kegiatan bina lingkungan yang dijalankan oleh ihak PGKM ini?

Pak Y :“Mereka ( masyarakat ) menyambut baik setiap kegiatan yang kami upayakan di lingkungan PGKM ini, hal itu Nampak pada saat momentum tertentu, misalnya pada saat acara kenduri giling, para anak yatim beserta para kepala desa di lingkungan Pabrik Gula Kwala Madu ini tampak hadir dalam acara-acara yang diadakan oleh Pabrik Gula Kwala Madu ini, bahkan kepala dusun / lingkungan pun juga Nampak hadir “.

S :“Bagaimana pandangan bapak mengenai isu kerusakan lingkungan yang sedang mengemuka saat ini ?

(9)

115

lingkungan hidup sehingga semua perusahaan perlu berpartisipasi tanpa terkecuali untuk mengikuti peraturan tentang lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh kementrian lingkungan hidup “.

S :“ Adakah upaya yang dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar ?

Pak Y : “kegiatan PKBL itu saya rasa sudah cukup mewakili upaya itu, air untuk irigasi, fasilitas umum, dan bantuan terhadap masyarakat miskin itu semua saya kira pantas mereka dapatkan, karena dengan adanya pabrik gula di lokasi ini bukan untuk merugikan mereka, melainkan untuk mensejahterakan mereka, apalagi ada prinsip PKBL BUMN yang harus dijalankan.”

S : “Apakah unit PGKM ini menyediakan sumber daya manusia untuk kepentingan desa sekitar PGKM ini pak ?”

Pak Y : “Tentu saja ada, PGKM menyediakan guru ngaji, bilal mayit, imam masjid dan guru Taman Kanak-kanak untuk kepentingan masyarakat di desa sekitar PGKM ini.”

S : “Apakah ada kendala dalam menjalankan Program Kemitraan bina lingkungan ini pak ?”

Pak Y : “Tentu saja ada, tetapi hal itu lebih bersifat materil daripada yang bersifat teknis.”

S : “Maksud anda seperti apa itu pak ?”

(10)

116

S : “Apakah ada tindakan khusus dari PGKM untuk merespon permasalahan itu pak ?”

PakY : “Kami ( PGKM ) telah membuat permohonan anggaran, tetapi pernah suatu waktu tidak direalisasikan oleh pusat.”

S :”Selain itu pak, kendala apa lagi yang ada di dinas laboratorium ini ?khususnya secara teknis ?”

Pak Y : “Para operator di laboratorium ini menurut saya sering kurang paham mengenai pekerjaannya sehingga menurut saya mereka perlu mengikuti training khusus, saya kira hal tersebut disebabkan minimnya pelatihan untuk mereka”

S : “Apakah masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar PGKM ini pernah komplain mengenai permasalahan limbah yang mengganggu lingkungan mereka”

(11)

117

S :“Selain hal tersebut pak, apakah ada hal lain lagi yang membuat masyarakat terganggu ?

Pak Y : “Dulu masyarakat juga pernah komplain terhadap emisi udara yang dihasilkan PGKM, katanya mengganggu kebersihan udara di lingkungan tempat tinggal mereka, untung saja masalah tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak PGKM yakni dengan cara memperbaiki mesin di stasiun boiler, hal ini desebabkan mesin-mesin di ruang boiler yang sangat berpengaruh terhadap kualitas udara sehingga pihak yang berkaitan dengan stasiun boiler wajib rutin mengecek kondisi mesin-mesin tersebut, apakah masih layak dipakai atau tidak.”

S : “Bagaimana dengan kondisi limbah cair disini pak ?”

(12)

118 Lampiran 2. Dokumentasi

Gambar 1 : Plang kantor Kebun / Gambar 2 : Plang penanda batas wilayah Pabrik Gula Kwala Madu Kebun Kwala Madu

(13)

119

Gambar 5 : Peneliti berpose di depan Gambar 6 : Seorang bocah yang sedang pos penjagaan PGKM mencari jamur blotong

Figur

Gambar 1 : Plang kantor Kebun /
Gambar 1 Plang kantor Kebun . View in document p.12
Gambar 3 : Salah satu rumah dinas asisten
Gambar 3 Salah satu rumah dinas asisten . View in document p.12
Gambar 7 : Plang yang berada di halaman
Gambar 7 Plang yang berada di halaman . View in document p.13
Gambar 6 : Seorang bocah yang sedang
Gambar 6 Seorang bocah yang sedang . View in document p.13

Referensi

Memperbarui...