• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Beberapa Konsentrasi Kalium Nitrat Terhadap Viabilitas Benih Kopi Arabika (Coffea ArabicaL) dan Robusta (CoffearobustaL)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Beberapa Konsentrasi Kalium Nitrat Terhadap Viabilitas Benih Kopi Arabika (Coffea ArabicaL) dan Robusta (CoffearobustaL)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1. Bagan penanaman pada bak kecambah

Ukuran bak kecambah (a x b) = 30 cm x 22 cm Jarak antar kecambah dalam barisan (c) = 3,5 cm

Jarak antar kecambah dalam kolom (d) = 2,5 cm a

b

c

(2)

Lampiran 2. Bagan Percobaan

(3)

Lampiran 3. Jadwal Kegiatan Penelitian

No Kegiatan Penelitian Minggu ke-

1 2 3 4 5 6 7 8 9

1. Persiapan Benih X

2. Persiapan Media Perkecambahan X 3. Aplikasi Perlakuan Perendaman

Potassium Nitrat (KNO3)

X

4. Pengecambahan Benih X

5. Pemeliharaan Tanaman

Penyiraman X X X X X X X X X

6. Pengamatan Parameter

Persentase Kecambah Tumbuh X

Laju Perkecambahan X X X X X X X X X

Uji Daya Kecambah X

Indeks Vigor X X X X X X X X X

Bobot Segar Kecambah X

(4)

Lampiran 4. Foto penelitian

Pengambilan Benih Kopi Potassium Nitrat (KNO3)

Benih Kopi Perbedaan benih kopi: A. robusta, B. arabika

(5)

Aquades sebagai bahan pelarut Perendaman benih kopi dengan KNO3

Penanaman Benih Kopi Benih yang telah ditanam pada bak kecambah

(6)

Lampiran 5.Data pengamatan persentase kecambah tumbuh benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

(7)

Lampiran 7.Transformasi data arcsin √ppengamatan persentase kecambah tumbuh benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

Lampiran 8.Daftar sidik ragam transformasi data arcsin √ppengamatan persentase kecambah tumbuh benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

(8)

Lampiran 9.Data pengamatan laju perkecambahan benih kopi pada perlakuan beberapajenis kopi kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

(9)

Lampiran 11.Data pengamatan persentase kecambah normal benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

(10)

Lampiran 13.Transformasi data arcsin √p pengamatan persentase kecambah normal benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

Lampiran 14.Daftar sidik ragam transformasi data arcsin √p pengamatan persentase kecambah normal benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

(11)

Lampiran 15.Data pengamatan persentase kecambah abnormal benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

(12)

Lampiran 17.Transformasi data √Y + 0,5 pengamatan persentase kecambah abnormal benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi potassium nitrat (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

Lampiran 18.Daftar sidik ragamtransformasi data √Y + 0,5 pengamatan persentase kecambah abnormal benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

(13)

Lampiran 19.Data pengamatan persentase kecambah tidak tumbuh benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

(14)

Lampiran 21.Data pengamatan indeks vigor benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

(15)

Lampiran 23.Transformasi data √Y + 0,5 indeks vigor benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

(16)

Lampiran 25.Data pengamatan bobot segar kecambah benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi potassium nitrat (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

(17)

Lampiran 27.Data pengamatan bobot kering kecambah benih kopi pada perlakuan beberapa jenis kopi dan konsentrasi (KNO3) yang berbeda

Perlakuan Blok Jumlah Rataan

1 2 3 4

Referensi

Dokumen terkait

Perkecambahan benih kopi terdiri dari 2 tahap yaitu fase serdadu dimana keadaan bibit tanaman baru berumur 12 bulan di persemaian ditandai oleh kotiledon masih tertutup

Pengaruh Suhu dan Lama Perendaman Benih Terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.).. Universitas Gadjah

Dormansi pada benih dapat berlangsung selama beberapa hari, semusim, bahkan sampai beberapa tahun tergantung pada jenis tanaman dan tipe dari dormansinya (Sutopo, 2012). Dormansi

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai perlakuan pematahan dormansi pada benih kopi Arabika (Coffea arabica L.) dengan lama pemanasan

Faktor Yang Mempengaruhi Viabilitas Benih .... Lapisan Kulit Tanduk

Okulasi adalah metode perbanyakan vegetatif lain yang dapat digunakan pada tanaman kopi, Teknik ini dilakukan dengan menyiapkan pucuk dari pohon induk unggul dan batang bawah berupa

Penanaman Sebelum melakukan penanaman terhadap benih kopi, dilakukan perlakuan dengan merendam benih kopi menggunakan larutan KNO3 sesuai dengan konsentrasi dan lama perendaman yang

Analisa Sidik Ragam Panjang Akar pada Perlakuan Berbagai Konsentrasi KNO3 dan Lama Perendaman Terhadap Viabilitas Benih Kopi Robusta Keterangan : ** : berbeda sangat nyata * : berbeda