• Tidak ada hasil yang ditemukan

metode strategi pembelajaran ekspositori. doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "metode strategi pembelajaran ekspositori. doc"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

12. STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI

1.Pengertian Strategi Pembelajaran Ekspositori

Istilah ekspositori berasal dari konsep eksposisi yang berarti memberi penjelasan. Dalam konteks pembelajaran, ekspositorii merupakan strategi yang dilakukan guru untuk mengatakan atau menjelaskan fakta-fakta, gagasan-gagasan dan informasi-informasi penting lainnya kepada para pembelajar. Metode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan. Siswa mengikuti pola yang ditetapkan oleh guru secara cermat. Penggunaan metode ekspositori merupakan metode pembelajaran mengarah kepada tersampaikannya isi pelajaran kepada siswa secara langsung.1

Dalam Direktorat Tenaga Kependidikan “ Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Dalam strategi ini materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pelajaran seakanakan sudah jadi. Karena strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakan strategi ”chalk and talk”.

Strategi Pembelajaran Ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seseorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi secara optimal. Roy Killen (1998), menamakan strategi ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct

1 M. Chalish, 2011. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, (Jakarta : PT Bumi Aksara), hlm 124.

Nama : Muhammad Rusdil Fikri NIM : 11140162000033 Kelas : Pendidikan Kimia 3A

(2)

instruction). Oleh karena strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses berturut maka, sering juga dinamakan istilah strategi “Chalk and Talk”. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademis (academic achievement) siswa. Metode pembelajaran yang sering digunakan untuk mengaplikasikan strategi ini adalah metode kuliah atau ceramah.

Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori, yaitu : 1. Persiapan (preparation)

Langkah ini berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan persiapan adalah :

 Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif

 Membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar

 Merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa

 Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka2

Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam strategi ekspositori, langkah persiapan merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi ekspositori sangan tergantung pada langkah persiapan. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan, diantaranya adalah :

 Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif

 Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai

 Bukalah file dalam otak siswa. 3

2. Penyajian (presentation)

Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Yang harus dipikirkan oleh setiap guru dalam penyajian ini adalah bagaimana agar materi

2 Wina Sanjaya, 2011, Strategi Pembelajaran;berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media) hlm. 159

(3)

pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu, ada bebarapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksaan langkah ini diantaranya yaitu :

 penggunaan bahasa

 Intonasi suara

 Menjaga kontak mata dengan siswa

 Menggunakan joke agar kelas tetap hidup dan segar melalui

penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu. 3. Korelasi (correlation)

Langkah Korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. Langkah korelasi dilakukan tiada lain untuk memberikan makna terhadap materi pelajaran, baik makna untuk memperbaiki struktur pengetahuan yang telah dimilikinya, maupun makna untuk meningkatkan kualitas kemampuan berpikir dan kemampuan motorik siswa.

4. Menyimpulkan (generalization)

Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti dari materi pelajaran yang telah disajikan. Menyimpulkan berarti pula memberikan keyakinan kepada siswa tentang kebenaran suatu paparan. Dengan demikian, siswa tidak merasa lagu lagi akan penjelasan guru. Menyimpulkan bisa dilakukan dengan beberapa cara :

 Mengulang kembali inti-inti materi yang menjadi pokok persoalan

 Memberikan beberapa pertanyaan yang relevan dengan materi yang

telah disajikan4

2. Karakteristik Strategi Pembelajaran Ekspositori Terdapat beberapa karakteristik ekspositori, diantaranya :

(4)

1. Strategi ekspositori dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara verbal, artinya bertutur secara lisan merupakan alat utama dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu sering orang mengidentikkannya dengan ceramah.

2. Biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berfikir ulang.

3. Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi itu sendiri. Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.5

3.Mengajar Secara Ekspositori

Kegiatan belajar yang bersifat menerima terjadi karena guru menggunakan pendekatan mengajar yang bersifat ekspositori. Baik pada tahap perencanaan maupun pada tahap pelakasanaan mengajar, dalam pendekatan ini guru berperan lebih aktif, lebih banyak melakukan aktivitas dibandingkan dengan siswa-siswanya. Guru telah mengelola dan mempersiapkan bahan ajaran secara tuntas, lalu menyampaikan kepada siswa. Sebaliknya, para siswa berperan pasif, tanapa banyak melalukan kegiatan pengolahahan bahan, karena menrima bahan ajaran dari guru.

Metode mengajar yang biasa dilakukan dalam pengajaran ekspositori, adalah metode ceramah dan demonstrasi.

a. Metode Ceramah

Dalam merencanakan pengajaran dengan metode ceramah, hal yang perlu dipersiapkan dengan seksama oleh guru adalah bahan ajaran. Sesuai dengan topic atau pokok bahasan, bahan ajaran dipilih dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan dan kemampuan siswa, disusun secara sistematis dan rinci, dilengkapi dengan cotoh-contoh dan pertanyaan. Dalam pelaksanaan mengajar, guru menceramahkan

(5)

atau menyampaikan bahan ajaran sesuai dengan sistematika yang telah disusun. Untuk memperjelas bahan, guru dapat memberikan contoh-contoh atau menerangkan dengan alat peraga. Agar para siswa berperan lebih aktif, kegiatan ceramah dapat diselingi dengan Tanya-jawab. Contoh-contoh dan pertanyaan yang akan diajukan guru hendaknya ditulis dalam program/rencana pengajaran.

b. Metode Demonstrasi

Metode ini dapat digunakan sebagai metode mengajar tersendiri untuk mengajarkan sesuatu bahkan ajaran yang memerlukan peragaan, atau sebagai metode pelengkap dari metode ceramah. Untuk menerapkan pokok bahasan cahaya, umpamanya, g uru mengadakan demonstrasi dengan cermin dan kaca pembesar. Untuk memperjelas perbedaan suara beberapa jenis burung, guru mendemonstrasikan suara beberapa burung. Demonstrasi tidak hanya dilalukan oleh guru, tetapi para siswa bisa diminta untuk mendemonstrasikan sesuatu. Hal-hal yang akan didemonstrasikan oleh gur maupun oleh siswa hendaknya ditulisakan secara rinci di beberapa rencana pengajaran. 6

4.Konsep Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi pelajaran secara optimal. Strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakan istilah “calk and talk” Terdapat beberapa karakteristik strategi ekspositori :

a. Strategi ekpositori dilakukan dengan cara menyampaiakan materi pelajaran secara verbal, artinya bertutur secara lisan merupakan alat utama

(6)

dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu sering orang mengidentikannya dengan ceramah.

b. Biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep terentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berpikir ulang.

c. Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri. Artinya setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan. 7

Strategi pembelajaran ekspositori akan efektif manakala :

a. Guru akan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang akan dan harus dipelajari siswa.

b. Apabila guru menginginkan agar siswa mempunyai gaya model intelektual tertentu,misalnya agar siswa bisa mengingat bahan pelajaran,sehingga ia akan dapat mengungangkapkannya kembali manakala diperlukan.

c. Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan cocok untuk dipresentasikan,artinya dipandang dari sifat dan jenis materi pelajaran memang materi itu hanya mungkin dapat dipahami oleh siswa manakala disampaikan oleh guru,misalnya materi pelajaran hasil penelitian berupa data-data khusus.

d. Jika ingin membangkitkan keingintahuan siswa tentang topic tertentu. e.Guru menginginkan untuk mendemonstrasikan suatu teknik atau prosedur,biasanya merupakan suatu teknik atau prosedur tertentu untuk kegiatan praktik.

f. Apabila seluruh siswa memiliki tingkat kesulitan yang sama sehingga guru perlu menjelaskan untuk seluruh siswa.

g. Apabila guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemampuan rendah.

(7)

h. Jika ligkungan tidak mendukung untuk menggunakan strategi yang berpusat pada siswa,misalnya tidak adanya sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

i. Jika tidak memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.8

5.Kelebihan dan Kekurangan Strategi Pembelajaran Ekspositori

A. Kelebihan Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori merupakan strategi pembelajaran yang

banyak dan sering digunakan. Hal ini disebabkan strategi ini memiliki beberapa

kelebihan, di antaranya:

 Dengan strategi pembelajaran ekspositori guru bisa mengontrol urutan

dan keluasan materi pembelajaran, ia dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.

 Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila

materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.

 Melalui strategi pembelajaran ekspositori selain siswa dapat

mendengar melalui penuturan (kuliah) tentang suatu materi pelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).

 Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini bisa digunakan untuk

jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.

B. Kekurangan Strategi Pembelajaran Ekspositori

(8)

Di samping memiliki kelebihan, strategi ekspositori juga memiliki kekurangan, di antaranya:

 Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap

siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi lain.

 Strategi ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu

baik perbedaan kemampuan, perbedaan pengetahuan, minat, dan bakat, serta perbedaan gaya belajar.

 Karena strategi lebih banyak diberikan melalui ceramah, maka akan

sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis.

 Oleh karena gaya komunikasi strategi pembelajaran lebih banyak

terjadi satu arah (one-way communication), maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan materi pembelajaran akan sangat terbatas pula. Di samping itu, komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru. 9

Kesimpulan (Pendapat Pribadi tentang Strategi Pembelajaran Ekspositori)

Metode Ekspositori Adalah Metode Pembelajaran Yang Digunakan Dengan Memberikan Keterangan Terlebih Dahulu Definisi, Metode pengajaran ekspositori merupakan kegiatan mengajar yang berpusat pada guru. Metode Ekspositori sama seperti metode Ceramah dalam hal terpusatnya kegiatan kepada guru sebagai pemberi informasi (bahan pelajaran).

Guru pada metode Ekspositori dominasinya banyak berkurang, karena tidak terus menerus berbicara. Ia berbicara pada murid pada awal pelajaran, menerangkan materi dan contoh soal dan pada waktu-waktu yang diperlukan saja. Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mengerjakan soal latihan dan bertanya kalau tidak mengerti.

Dan pada umumnya guru lebih suka menggunakan metode ceramah dengan dikombinasikan dengan metode tanya jawab. Metode ceramah banyak dipilih karena mudah dilaksanakan dengan persiapan yang sederhana, hemat waktu dan tenaga.

(9)

Terdapat beberapa karakteristik strategi ekspositori:

1. Strategi ekpositori dilakukan dengan cara menyampaiakan materi pelajaran secara verbal. 2. Biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi. 3. Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliknya, Strategi Pembelajaran Ekspositori banyak digunakan pada proses pembelajaran disekolah dari tingkat dasar, hingga tingkat atas, maka sebaiknya dalam melaksanakan strategi ini guru perlu persiapan yang matang baik mengenai materi pelajaran yang akan disampaikan maupun hal lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran.

Berdasarkan materi yang ada, dapat disimpulkan bagaimana SPE dapat berjalan secara efektif jika: 1. Guru akan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang akan harus dipelajari siswa. Biasanya, bahan-bahan baru diperlukann untuk kegiatan-kegiatan khusus seperti kegiatan pemecahan masalah.

2. Materi pelajaran yang akan disajikan merupakan materi yang cocok untuk disajikan secara ceramah. Selain itu, guru juga telah menguasai materi tersebut;

3. Jika ingin membangkitkan motivasi dan rasa keingin-tahuan siswa, guru dapat menggunakan pancingan dan sugesti-sugesti positif;

4. Apabila seluruh siswa memiliki kesulitan yang sama, sehingga guru perlu menjelaskan untuk seluruh siswa

 Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran ekspositori, diantaranya : a. Berorientasi pada tujuan

b. Prinsip komunikasi c. Prinsip kesiapan d. Prinsip berkelanjutan

 Prosedur Pelaksanaan Strategi Ekspositori, diantaranya : a. Rumuskan tujuan yang ingin dicapai

b. Kuasai materi pelajaran dengan baik

c. Kenali medan dan berbagai hal yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran  beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori, yaitu:

(10)

Daftar Pustaka

Chalish, M. 2011. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Direktorat Tenaga Kependidikan. 2008. Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. Jakarta: Depdiknas.

Ibrahim, R dan Nana Syaodih. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran;berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:

Kencana Prenada Media

Referensi

Dokumen terkait

4 Coffee, Tobby’s, namun, ada juga kedai kopi yang berasal dari Indonesia yaitu Maxx Coffee (PT. Maxx Coffee Prima).. Di antara semua coffee shop yang penulis sebutkan di

Kustodian Sentral Efek Indonesia announces ISIN codes for the following securities :..

Pengendalian Mutu Sertifikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh BNSP untuk memastikan bahwa proses sertifikasi kompetensi kerja yang dilakukan oleh LSP atas

Pertama-tama, penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ” ANALISIS

Segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan akan diatur dalam Surat Perjanjian (Kontrak) dengan ketent uan bahwa apabila dikemudian hari terdapat

Berdasarkan hasil penelitian dan teori di atas, peneliti berasumsi bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang

Kotoran ayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap (P) Tersedia Tanah dan Kalium (K) dapat dipertukarkan sedangkan Rock Phosphate tidak memberikan pengaruh yang

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul Strategi Peningkatan Mutu Layanan