• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Strukt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Faktor yang Mempengaruhi Strukt"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS PENGARUH AKTIVA BERWUJUD, UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN LIKUIDITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL

PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BM

Lita Christina Fakultas Ekonomi

Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Internasional Batam

ABSTRAK

Perusahaan sebagai suatu badan hukum yang beroperasi sesuai dengan kebijakan perekonomian tidak hanya berorientasi untuk mencapai laba maksimal, akan tetapi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik untuk mempertahankan keberadaan perusahaan ditengah persaingan ketat juga turut menjadi orientasi penting yang perlu dicapai oleh perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat menggunakan analisis struktur modal untuk mengetahui kinerja perusahaan dari segi aspek pendanaan yang menggunakan debt to equity ratio sebagai indikator pengukuran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal terdiri dari aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas.

Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kausal komparatif yang menyatakan hubungan sebab akibat antar dua variabel sesuai dengan fakta kejadian yang sudah terjadi (ex post facto). Penelitian ini menggunakan sampel lima periode (2007-2011) dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Saham Malaysia (BM) sebagai objek penelitian.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel aktiva berwujud dan variabel profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Saham Malaysia (BM). Disamping itu, hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh antara dua variabel lainnya seperti: variabel ukuran perusahaan dan variabel likuiditas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Saham Malaysia (BM).

Kata-kata kunci: struktur modal, aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, likuiditas.

PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan zaman yang membawa dampak globalisasi bagi kehidupan kita, banyak hal yang berubah dan melahirkan hal-hal baru dalam berbagai aspek kehidupan kita, khususnya dalam sektor perekonomian. Perkembangan dalam sektor perekonomian ditandai dengan lahirnya perusahaan-perusahaan baru yang selalu berusaha untuk memenuhi keanekaragaman kebutuhan manusia, yakni dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, sampai dengan kebutuhan tersier.

(2)

2

Napa dan Muljadi (dalam Yuniati, 2011) mendefinisikan perusahaan sebagai suatu entitas yang beroperasi dengan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi, umumnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian laba maksimal, tetapi juga berusaha meningkatkan nilai perusahaan dan kemakmuran pemilik, serta untuk menghindari risiko kebangkrutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus melakukan perencanaan struktur modal yang tepat, sehingga sumber dana yang tersedia dalam perusahaan dapat dikelola dengan tepat.

Terdapat dua alternatif yang dapat digunakan perusahaan dalam struktur modal perusahaan, yakni: sumber dana dari dalam yang berasal dari laba ditahan ataupun depresiasi dan sumber dana dari luar yang berasal dari para kreditur yang menjadi hutang bagi perusahaan yang terdiri dari hutang, saham biasa, dan saham preferen (Kolasinski, 2010). Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk untuk melakukan analisis mengenai struktur modal perusahaan pada perusahaan-perusahaan negara Malaysia dengan judul: “Analisis Pengaruh Aktiva Berwujud, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Likuiditas terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BM.”

KERANGKA TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

Perencanaan struktur modal menjadi faktor kritis dalam menjamin keberlangsungan dari suatu perusahaan, serta untuk mencegah risiko terjadinya kebangkrutan. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa peneliti sebelumnya, salah satunya adalah penelitian yang telah dilakukan oleh Sabir dan Malik (2012) menggunakan variabel independen (aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas) dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi variabel dependen (struktur modal) dengan menggunakan debt equity ratio pada sampel perusahaan negara Pakistan dari periode 2005 sampai dengan 2010. Dimana hasil penelitian menunjukkan profitabilitas memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal, sedangkan tiga variabel lainnya seperti: aktiva berwujud, ukuran perusahaan, dan likuiditas memiliki pengaruh signifika positif terhadap struktur modal.

Model penelitian yang telah dilakukan oleh Caglayan (2011) menggunakan variabel independen (aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan pertumbuhan) dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi variabel dependen (struktur modal) dengan menggunakan debt equity ratio pada sampel perusahaan negara Turkish dari periode 2003 sampai dengan 2007. Dimana hasil penelitian menunjukkan aktiva berwujud, ukuran perusahaan, dan profitabilitas memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal, sedangkan pertumbuhan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap struktur modal.

Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur modal yang menunjukkan proporsi penggunaan hutang pada suatu perusahaan. Berikut terdapat beberapa definisi dan penjelasan tentang struktur modal: Gitman (dalam Martan, 2010) menyatakan bahwa bahwa struktur modal perusahaan menggambarkan perbandingan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri yang digunakan oleh perusahaan. Terdapat definisi lain dari Riyanto (dalam Wardani, 2012) tentang struktur modal yang menyatakan bahwa pemilihan susunan kualitatif pada sisi aktiva akan menentukan struktur kekayaan perusahaan, sedangkan pemilihan susunan kualitatif pada sisi pasiva yang terdiri dari hutang dan modal akan menentukan struktur keuangan dan struktur modal perusahaan. Kartadinata (dalam Nurita, 2012) mendefinisikan secara jelas pengertian dari struktur modal dengan menyatakan perbedaan antara struktur keuangan dengan struktur modal.

Berdasarkan pada penelitian-penelitian sebelumnya, maka rumusan hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut:

(3)

3

H2: Terdapat pengaruh secara signifikan antara ukuran perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BM.

H3: Terdapat pengaruh secara signifikan antara profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BM.

H4: Terdapat pengaruh secara signifikan antara likuiditas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BM.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang bersifat kuantitatif, yaitu menggunakan data yang disajikan dalam bentuk angka-angka. Jenis data yang digunakan adalah data panel yang merupakan gabungan data time series dan cross section. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunduh data sekunder dari Bursa Malaysia dengan kriteria pemilihan sebagai berikut:

a. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Saham Malaysia (BM).

b. Perusahaan manufaktur yang telah menyajikan laporan keuangan untuk 5 tahun terakhir, yakni dari tahun 2007 sampai dengan 2011.

c. Laporan keuangan perusahaan yang menyajikan laporan keuangan untuk 5 tahun terakhir yang telah diaudit dan berakhir pada bulan Desember.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah struktur modal yang dihitung dengan debt to equity ratio (DER). Dimana debt to equity ratio mencerminkan besarnya proporsi hutang yang digunakan perusahaan dalam struktur modal perusahaan. Rumus perhitungan DER dapat diformulasikan sebagai berikut:

Sumber: Ellili dan Farouk (2011).

Aktiva berwujud merupakan rasio yang membandingkan aset tetap perusahaan terhadap total aset. Dimana rasio aktiva berwujud menunjukkan besarnya aset tetap yang digunakan oleh perusahaan. Rumus perhitungan aktiva berwujud dapat diformulasikan sebagai berikut:

Sumber: Najjar dan Petrov (2011).

Ukuran perusahaan menyatakan besar kecilnya perusahaan dilihat dari besarnya nilai ekuitas, penjualan, dan total aset. Penelitian kali ini menggunakan analisis perbandingan antara dua negara yang menyajikan laporan keuangan perusahaan dalam mata uang yang berbeda, sehingga perhitungan ukuran perusahaan menggunakan fungsi logaritma (Ln) supaya terjadi keseragaman hasil perhitungan meskipun menggunakan data dengan dua jenis mata uang yang berbeda. Rumus perhitungan ukuran perusahaan dapat diformulasikan sebagai berikut:

Sumber: Najjar dan Petrov (2011).

Profitabilitas merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total aset perusahaan. Dimana rasio return on asset (ROA) dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengefisiensikan penggunaan total aktiva perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Rumus perhitungan profitabilitas dapat diformulasikan sebagai berikut:

Sumber: Najjar dan Petrov (2011).

Aset Tetap Total Aset Aktiva Berwujud =

Ukuran Perusahaan = Ln (Total Aset)

Laba Bersih Total Aset ROA =

(4)

4

Likuiditas merupakan rasio perbandingan antara total aset lancar terhadap total hutang lancar. Dimana rasio ini menunjukkan tingkat likuiditas perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk menutupi hutang perusahaan. Rumus perhitungan likuiditas dapat diformulasikan sebagai berikut:

Sumber: Najjar dan Petrov (2011).

Statistik deskriptif merupakan metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugusan data sehingga memberikan informasi yang berguna. Informasi-informasi dari data uji dengan menggunakan metode statistik deskriptif seperti minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi (Nugroho, 2005).

Uji hipotesis menggunakan teknik regresi berganda karena model regresi dalam penelitian ini terdiri dari lebih dari 1 (satu) variabel independen. Metode regresi berganda berguna untuk menganalisis pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen (Nugroho, 2005). Analisis penelitian ini bertujuan memprediksi tingkat pengaruh dari variabel aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas terhadap struktur modal.

Uji F dilakukan untuk menguji pengaruh semua variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Jika tingkat probabilitas < 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksikan variabel dependen atau dapat dikatakan variabel independen secara keseluruhan memberikan pengaruh pada variabel dependen (Nugroho, 2005).

Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing–masing variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen. Jika probabilitas lebih kecil atau sama dengan 0,05 maka variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika probabilitas lebih besar atau sama dengan 0,05 maka variabel independen mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel dependen (Nugroho, 2005).

Uji koefisien korelasi determinasi (adjusted R2) dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain (Nugroho, 2005).

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di BM periode 2007-2011. Jumlah populasi perusahaan yang terdaftar di BM sebanyak 843 perusahaan. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 245 perusahaan (1.225 data observasi) disajikan pada Tabel 1 di bawah ini:

Tabel 1

Jumlah Perusahaan Malaysia yang Dijadikan sebagai Sampel

Keterangan Jumlah

Perusahaan yang terdaftar di BM 2007-2011 843 perusahaan

Perusahaan yang tidak memenuhi kriteria (598) perusahaan

Perusahaan yang dijadikan sampel 245 perusahaan

Total data selama periode 5 tahun 1.225 data

Total data outlier (578) data

Total data setelah outlier 647 data

Sumber: Data sekunder diolah (2012).

Hasil pengolahan statistik deskriptif (BM) atas data-data tersebut disajikan pada Tabel 2 di bawah ini:

(5)

5 Tabel 2

Statistik Deskriptif (BM)

Model N Minimum Maksimum Rata-Rata Standar Deviasi

Struktur Modal (DER) 647 0,04257 0,94011 0,40310 0,21590

Aktiva Berwujud 647 0,00347 5,37628 0,31778 0,26708

Ukuran Perusahaan 647 14,76986 23,07853 18,80354 1,33717

Profitabilitas 647 -1,60410 1,42587 0,02858 0,14915

Likuiditas 647 0,12338 10,91901 3,17948 2,01468

Valid N (listwise) 647 Sumber: Data sekunder diolah (2012).

Berdasarkan hasil uji F untuk model regresi (BM) diperoleh nilai F sebesar 443,031. Nilai signifikansi model regresi (BM) adalah sebesar 0,000. Karena model memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa model regresi tersebut dapat digunakan untuk memprediksi variabel struktur modal, atau dapat dikatakan aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas berpengaruh terhadap struktur modal. Hasil uji F untuk model regresi disajikan pada Tabel 3 di bawah ini:

Tabel 3 Hasil Uji F (BM)

Negara F Sig. Kesimpulan

Malaysia 443,031 0,000 Signifikan

Sumber: Data sekunder diolah (2012).

Berdasarkan hasil uji t model penelitian pada perusahaan Malaysia yang terdaftar di BM seperti yang terpapar pada Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai t dari variabel aktiva berwujud sebesar -2,330 dengan nilai signifikansi dari variabel aktiva berwujud sebesar 0,020. Nilai t dari variabel ukuran perusahaan sebesar 15,427 dengan nilai signifikansi dari variabel ukuran perusahaan sebesar 0,000. Nilai t dari variabel profitabilitas sebesar -5,315 dengan nilai signifikansi dari variabel profitabilitas sebesar 0,000. Nilai t dari variabel likuiditas sebesar -36,276 dengan nilai signifikansi dari variabel likuiditas sebesar 0,000. Hasil uji t membuktikan bahwa variabel aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas memiliki nilai signifikansi dibawah 0,05 sehingga semua variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal (DER).

Aktiva Berwujud -0,040 -2,330 0,020 Signifikan

Ukuran Perusahaan 0,055 15,427 0,000 Signifikan

Profitabilitas -0,167 -5,315 0,000 Signifikan

Likuiditas -0,081 -36,276 0,000 Signifikan

Sumber: Data sekunder diolah (2012).

Persamaan regresi yang terbentuk berdasarkan hasil uji t (BM) pada Tabel 4 untuk model regresi adalah sebagai berikut:

Struktur Modal = -0,356 – 0,040 Aktiva Berwujud + 0,055 Ukuran Perusahaan - 0,167 Profitabilitas - 0,081 Likuiditas + e

(6)

6

pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal. Hal ini berarti setiap peningkatan nilai variabel aktiva berwujud sebesar 1% akan menurunkan nilai struktur modal sebesar 0,040%.

Variabel ukuran perusahaan memiliki koefisien regresi sebesar 0,055 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap struktur modal. Hasil ini membuktikan bahwa setiap peningkatan nilai variabel ukuran perusahaan sebesar 1% akan meningkatkan nilai struktur modal sebesar 0,055%.

Variabel profitabilitas memiliki koefisien regresi sebesar -0,167 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel profitabilitas memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal. Hasil ini membuktikan bahwa setiap peningkatan nilai variabel profitabilitas sebesar 1% akan menurunkan nilai struktur modal sebesar 0,167%.

Variabel likuiditas memiliki koefisien regresi sebesar -0,081 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel likuiditas memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal. Hasil ini membuktikan bahwa setiap peningkatan nilai variabel likuiditas sebesar 1% akan menurunkan nilai struktur modal sebesar 0,081%.

Tabel 5 di bawah ini menyajikan perbandingan tingkat signifikansi dan pengaruh dari setiap variabel independen terhadap variabel dependen pada sampel yang diteliti di Malaysia.

Tabel 5

Hasil Uji t Model Regresi di Malaysia

Variabel Malaysia

B Sig Keterangan

Aktiva Berwujud -0,040 0,020 Signifikan Ukuran Perusahaan 0,055 0,000 Signifikan

Profitabilitas -0,167 0,000 Signifikan

Likuiditas -0,081 0,000 Signifikan

Variabel dependen: struktur modal (DER).

Berdasarkan hasil uji t negara Malaysia pada Tabel 5 di atas, dapat dilihat bahwa variabel aktiva berwujud perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BM, variabel aktiva berwujud perusahaan di Malaysia memiliki koefisien regresi sebesar -0.040 dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,020. Nilai tersebut menunjukkan bahwa aktiva berwujud perusahaan-perusahaan Malaysia memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal (DER) perusahaan-perusahaan tersebut. Variabel kedua, ukuran perusahaan-perusahaan untuk perusahaan-perusahaan-perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BM memiliki koefisien regresi sebesar 0,055 dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ukuran perusahaan perusahaan-perusahaan Malaysia memiliki pengaruh signifikan positif terhadap struktur modal (DER) perusahaan-perusahaan tersebut. Variabel ketiga, variabel profitabilitas perusahaan di Malaysia memiliki koefisien regresi sebesar -0,167 dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan-perusahaan Malaysia berpengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal (DER) perusahaan-perusahaan tersebut. Kemudian variabel terakhir, variabel likuiditas perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BM, variabel likuiditas perusahaan di Malaysia memiliki koefisien regresi sebesar -0,081 dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan-perusahaan Malaysia berpengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal (DER) perusahaan-perusahaan tersebut.

(7)

7 Tabel 6

Hasil Uji Koefisien Determinasi (BM)

Negara R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate (e)

Malaysia 0,857 0,734 0,732 0,11168606

Sumber: Data sekunder diolah (2012).

Hasil uji koefisien determinasi (adjusted R square) pada Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,732. Hal ini menunjukkan bahwa 73,20% dari variabel dependen (struktur modal) pada perusahaan Malaysia yang terdaftar di BM dapat dijelaskan oleh variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yakni: aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas; sedangkan sisanya sebesar 26,80% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar dari variabel-variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini.

KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN REKOMENDASI

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Variabel aktiva berwujud pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BM memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan yang memiliki aktiva berwujud yang tinggi, pada umumnya sudah memiliki pengembalian yang stabil untuk dijadikan sebagai sumber dana internal sehingga perusahaan tidak membutuhkan sumber dana eksternal (Caglayan, 2011). Hasil penelitian yang membuktikan bahwa variabel aktiva berwujud memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mazhar dan Nasr (2006), Mazur (2007), Abor (2008), Olayinka (2011), dan Duca (2012). Namun hasil penelitian ini, tidak konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Shen (2008), Buvanendra (2009), Chikolwa (2009), Ning dan Liu (2009), Afza dan Hussain (2011), dan Khan (2012). Dengan demikian, aktiva berwujud dapat dijadikan sebagai salah satu faktor yang digunakan untuk memprediksi besarnya struktur modal yang digunakan oleh perusahaan di negara Malaysia.

Variabel independen ukuran perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BM memiliki pengaruh signifikan positif terhadap struktur modal perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan besar membutuhkan dana yang banyak, sehingga perusahaan yang besar cenderung menggunakan proporsi hutang yang tinggi (Sabir dan Malik, 2012). Hasil penelitian yang membuktikan bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap struktur modal konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sabir dan Malik (2012). Namun hasil penelitian ini, tidak konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Khan (2012), dan Akhtar et al. (2012). Dengan demikian, ukuran perusahaan dapat dijadikan sebagai salah satu faktor yang digunakan untuk memprediksi besarnya struktur modal yang digunakan oleh perusahaan di negara Malaysia.

Variabel profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BM memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan cenderung lebih memprioritaskan untuk menggunakan sumber dana internal (laba ditahan yang diperoleh dari laba bersih) dalam perencanaan struktur modal ketimbang menggunakan sumber dana eksternal (Frank dan Goyal, 2008). Hasil penelitian yang membuktikan bahwa variabel profitabilitas memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Abor (2008), Chikolwa (2009), Janbaz (2010), Olayinka (2011),

dan Bauer (2012). Namun hasil penelitian ini, tidak konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ramlall (2009), Rafique (2011), Sayeed (2011), Kebede (2011), dan Abdullah (2011). Dengan demikian, profitabilitas dapat dijadikan sebagai salah satu faktor yang digunakan untuk memprediksi besarnya struktur modal yang digunakan oleh perusahaan di negara Malaysia.

(8)

8

investasi kedepannya, yang akan menghindarkan perusahaan dari kemungkinan terjadinya kelebihan dana perusahaan, sehingga perusahaan dengan rasio likuiditas yang tinggi cenderung memiliki hutang yang rendah dalam perencanaan struktur modal perusahaan (Tamulyte, 2012). Hasil penelitian yang membuktikan bahwa variabel likuiditas memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ghatak (2011), Paydar dan Bardai (2012). Namun hasil penelitian ini, tidak konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan olehIbrahim dan Masron (2011), Taleb dan Shubiri (2011), dan Yusop et al. (2012) yang membuktikan likuiditas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal.

Dengan demikian, likuiditas dapat dijadikan sebagai salah satu faktor yang digunakan untuk memprediksi besarnya struktur modal yang digunakan oleh perusahaan di negara Malaysia.

Adapun keterbatasan sampel dalam penelitian ini, yaitu hanya terbatas pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Malaysia, terdapat banyak perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan untuk dijadikan sampel, periode penelitian yang sempit, serta minimnya literatur-literatur pendukung yang didapatkan mengenai pengaruh aktiva berwujud, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas terhadap struktur modal. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk penelitian berikutnya adalah agar dapat memperluas populasi penelitian dan dapat mengumpulkan lebih banyak teori-teori pendukung yang dapat dijadikan sebagai pembanding dalam rangka pengambilan kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah. 2011. Capital Structure and Debt Maturity: Evidence from Listed Companies in Saudi Arabia. Qatar: Qatar University.

Abor. 2008. Determinants of the Capital Structure of Ghanaian Firms. The African Economic Research Consortium. Legon: University of Ghana Business School.

Afza dan Hussain. 2011. Determinants of Capital Structure Across Selected Manufacturing Sectors of Pakistan. International Journal of Humanities and Social Science. Volume 1, Number 12, Page 254-262.

Akhtar, Hussain, dan Mukhtar. 2012. The Determinants of Capital Structure: a Case from Pakistan Textile Sector (Spinning Units). 2nd International Conference on Business Management. Islamabad: National University Of Modern Languages.

Aldo. 2012. RIM : Memilih Malaysia Lebih Masuk Akal Dibanding Indonesia. [Online]

http://www.teknoup.com/news/12703/rim-memilih-malaysia-lebih-masuk-akal-dibanding-indonesia. Diakses tanggal 19 Mei 2012.

Bauer. 2012. Determinants of Capital Structure Empirical Evidence from The Czech Republic. Czech Journal of Economics and Finance. Volume 54, Page 1-21.

Buvanendra. 2009. Capital Structure Determinants: Eviedence from Manufacturing and Services Sector Companies in Sri Lanka. Journal. Sri Lanka: University of Colombo.

Caglayan. 2011. An Empirical Investigation on The Determina nts of Capital Structures of Turkish Firms. Middle Eastern Finance and Economics. Issue 9, Page 35-42.

Chikolwa. 2009. Determinants of Capital Structure for A-REITs. Digital Repository. Australia: Queensland University of Technology.

Duca. 2012. What Determines The Capital Structure of Listed Firms in Romania. Journal. Romania: The Bucharest University. Journal. New Zealand: The University of Waikato. Ellili dan Farouk. 2011. Examining The Capital Structure Determinants: Empirical Analysis of

Companies Traded on Abu Dhabi Stock Exchange. International Research Journal of Finance and Economics. Issue 67, Page 82-96.

Frank dan Goyal. 2008. Profits and Capital Structure. Hongkong: University of Science and Technology.

(9)

9

Ibrahim dan Masron. 2011. Capital Structure and The Firm Determinants: Evidence from Small and Medium Enterprises (SMEs) in Malaysia. 2011 International Conference on Economics, Trade and Development. Volume 7, Page 25-28.

Janbaz. 2010. Capital Structure Decisions in The Iranian Corporate Sector . International Research Journal of Finance and Economics. Issue 58, Page 24-31.

Kebede. 2011. The Determinants of Capital Structure in Ethiopian Small Scale Manufacturing Cooperatives. Thesis. Arabian: Addis Ababa University.

Kertiyasa. 2012. IMF: Kondisi Ekonomi Global Belum Aman. [Online] http://economy.okezone.com/read/2012/02/27/213/583268/imf-kondisi-ekonom i-global-belum-aman. Diakses tanggal 19 Mei 2012.

Khan. 2012. The Relationship of Capital Structure Decisions with Firm Performance: a Study of The Engineering Sector of Pakistan. International Journal of Accounting and Financial Reporting. Volume 2, Number 1, Page 245-262.

Kolasinski. 2011. Subsidiary Debt, Capital Structure and Internal Capital Markets. Washington: University of Washington Business School.

Malau. 2012. Wow, Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Gapai 5,8 Persen. [Online] http://www.tribunnews.com/2011/11/19/wow-pertumbuhan-ekonomi-malaysia-gapai-58-persen. Diakses tanggal 19 Mei 2012.

Martan. 2010. Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan, Faktor Ekstern, Faktor Intern terhadap Kebijakan Struktur Modal dan Nilai Perusa haan. Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Mazhar dan Nasr. 2006. Determinants of Capital Structure Decisions Case of Pakistani Government Owned and Private Firms. Journal. Pakistan: Islamabad.

Mazur. 2007. The Determinants of Capital Structure Choice: Evidence from Polish Companies. International Atlantic Economic Society 2007. Volume 13, Page 495–514.

Najjar dan Petrov. 2011. Capital Structure of Insurance Companies in Bahrain. International Journal of Business and Management. Volume 6, Number 11, Page 138-145.

Ning dan Liu. 2009. Empirical Research of the Capital Structure Influencing Factors of Electric Power Listed Companies. International Journal of Marketing Studies. Volume 1, Number 1, Page 43-49.

Nugroho. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik. Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Nurita. 2012. Analisis Pengaruh Profitabilitas, Firm Size, Non Debt Tax Shield, Dividen Payout Ratio dan Likuiditas terhadap Struktur Modal. Semarang: Universitas Diponegoro. Olayinka. 2011. Determinants of Capital Structure: Evidence from Nigerian Panel Data . African

Economic and Business Review. Volume 9, Number 1, Page 1-16.

Paydar dan Bardai. 2012. Leverage Behavior of Malaysian Manufacturing Companies a Case

Observation of the Industrial Sector’s Companies in Bursa Malaysia. International Research Journal of Finance and Economics. Issue 90, Page 55-65.

Rafique. 2011. Effect of Profitability & Financial Leverage on Capital Structure: a Case of Pakistan’s Automobile Industry. Economics and Finance Review. Volume 1, Number 4, Page 50-58.

Ramlall. 2009. Determinants of Capital Structure Among Non-Quoted Mauritian Firms Under Specificity of Leverage: Looking for a Modified Pecking Order Theory. International Research Journal of Finance and Economics. Issue 31, Page 83-92.

Sabir dan Malik. 2012. Determinants of Capital Structure A Study of Oil and Gas Sector of Pakistan. Pakistan: Foundation University Islamabad.

Sayeed. 2011. The Determinants of Capital Structure for Selected Bangladeshi Listed Companies. International Review of Business Research Papers. Volume 7, Number 2, Page 21-36. Shen. 2008. The Determinants of Capital Structure in Chinese Listed Companies. Journal.

Australia: University of Ballarat.

(10)

10

Tamulyte. 2012. The Determinants of Capital Structure in the Baltic States and Russia. Electronic Publications of Pan-European Institute. (diakses tanggal 19 Mei 2012). Electronic Publications of Pan-European Institute. United Kingdom: Pan-European Institute.

Wardani. 2012. Pengaruh Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, da n Operating Leverage terhadap Struktur Modal pada Perusahan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jakarta: Universitas Gunadarma.

Yuniati. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004-2009. Jurnal Ekonomi. Semarang: Universitas Diponegoro.

Gambar

Tabel 1 Jumlah Perusahaan Malaysia yang Dijadikan sebagai Sampel
Tabel 3  Hasil Uji F (BM)
Tabel 5 Hasil Uji t Model Regresi di Malaysia

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian skripsi telah dilaksanakan selama satu bulan di balai desa Dersalam Bae Kudus.Dengan materi pokok penelitian adalah untuk mengetahui perhitungan

Berdasarkan pembahasan di atas, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pocket book berbantuan GeoGebra dengan pendekatan Pendidikan

Salah satu upaya penaggulangan Demam Berdarah adalah dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk yakni dengan kegiatan 3M Plus. Adapun yang di maksud 3M Plus

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang menggunakan website www.w3schools.com dengan siswa yang menggunakan metode

Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 faktor yang paling berperan dalam peningkatan angka kejadian sectio caesarea di RSUD Liun Kendage Tahuna pada tahun 2013, diantara

Sehubungan dengan pelaksanaan pelelangan PENGA DA A N PERA LATA N PRA KTEK DA N PERA GA SISWA SD pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Bima Tahun

Tingkat penghasilan warga di Perumahan BMP adalah tinggi sebanyak 52% dengan memilih air minum galon bermerek sebanyak 24% dikarenakan faktor kualitas air minum yang

THE ENGLISH TEACHERS’ PERCEPTION AND IMPLEMENTATION ON COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) METHOD:1. A CASE STUDY AT SMA