• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Supply Chain Management Bawang Merah di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Supply Chain Management Bawang Merah di Kota Medan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

139

DAFTAR PUSTAKA

Anatan, L., dan Ellitan, L. 2008. Supply Chain Management, Teori dan Aplikasi. Alfabeta. Bandung.

Anonymous, 2016. Manfaat Bawang Merah Kandungan dan Gizinya. Available at http://daunbuah.com/manfaat-bawang-merah-dan-kandungan-gizinya/ Diakses tanggal 16 November 2016

Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan, 2016. Medan dalam Angka 2016. Badan Pusat Statistik kota Medan. Medan

BPS, 2013. Bawang Merah dalam Angka. Available at http://bps.go.id

BPS Provinsi Sumatera Utara, 2011. Konsumsi Bawang Merah Sumut. Available at http://sumut.bps.go.id

BPS, 2015. Survei Angkatan Kerja Nasional – Medan dalam Angka 2016. Badan Pusat Statistik Kota Medan. Medan.

Chopra, S., and Meindl, P. 2001. Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operations. New Jersey – Prentice Hall. Jersey: Prentice Hall

Cooper dan Emory, 1996. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit Erlangga: Jakarta. Damayanti, Nadia G. 2009. Analisis Supply Chain Management Brokoli (Brassica

oleracea L) (Studi Kasus pada Perusahaan RODEO Fresh Vegetables and Fruits, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang). Universitas Brawijaya. Malang.

Dewa, K. S, Sumaryanto, Swastika. 2012. Rantai Pasok Beras di Indonesia (Kasus Provinsi Jabar, Kalbar, dan Kalsel). Bunga Rampai Rantai Pasok Komoditas Pertanian di Indonesia. IPB Press.

Dinas Cipta Karya Kota Medan, 2015. Medan dalam Angka 2015. Badan Pusat Statistik Kota Medan. Medan

Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan, 2015. Medan dalam Angka 2015. Badan Pusat Statistik Kota Medan. Medan.

Forman E., Selly M.A. 2002. Decision by Objectives (How to Convince Others That You Are Right). World Scientific Pub Co Inc, Singapore. 


Hero, Purba. 2011. Ketersediaan Rantai Pasokan Bahan Baku dalam upaya penunjang Bisnis Berkelanjutan. Available at

http://heropurba.blogspot.co.id/2011/12/ketersediaan-rantai-pasokan-bahan-baku.html

(2)

140

Indrajit dan Djokopranoto, 2005. Strategi Managemen Pembelian dan Supply Chain. Grasindo. Jakarta.

Irianto, H dan Mardikanto, T. 2011. Metoda Penelitian dan Evaluasi Agribisnis. Jurusan/Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS.

Krajewski, Lee J., Larry P. Ritzman, 2004. Operations Management 7th Edition. New Jersey – Prentice Hall.

Kurniawan, R.D, Suwandari, Ridjal. 2014. Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain) Komoditas Cabai Merah Besar Di Kabupaten Jember. Berkala Ilmiah Pertanian x(x): x-x

Marimin, M. dan Magfiroh, 2010. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor: IPB Press.

Medan Bisnis, 2015. Areal Pertanian di Kota Medan. Available at http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2015/02/12/146568/areal-pertanian-di-kota-medan-terjepit/#.WRBLrFKB33A

Negi, Saurav dan Anand, Neeraj. 2014. Supply Chain Efficiency: An Insight from Fruits and Vegetables Sector in India. Available at

http://dx.doi.org/10.12660/joscmv7n2p

Pujawan, I Nyoman. 2010. Supply Chain Management. Edisi Kedua. Guna Widya. Surabaya.

Rachmat, M, Hayati, M, Rahmaniar, D. 2012. Rantai Pasok Kentang (Studi Kasus di Kabupaten Garut Jawa Barat). Bunga Rampai Rantai Pasok Komoditas Pertanian di Indonesia. IPB Press.

Rahayu E. dan Nur Berlian VA, 1999. Bawang Merah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahayu, E dan N. Berlian. 1998. Bawang Merah. Cetakan IV. Penebar Swadaya, Jakarta.

Republika, 2016. Bulog Sumut Gelontorkan 800kg Cabai dan Bawang Merah.

Available at

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/06/02/o8591i348-tekan-harga-bulog-sumut-salurkan-800-kg-cabai-dan-bawang-merah Rukmana, R. 1994. Bawang Merah Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen.

Kanisius, Yogyakarta.

Saaty, T. Lorie. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin, Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks. Pustaka Binama Pressindo.

(3)

141

Said, A.I. 2006. Produktivitas dan Efisiensi Dengan Supply Chain Management. PPM. Jakarta.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1995. Metode Penelitian Survai. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial. Jakarta.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

USDA Nutrient Database, 2016. Gizi Bawang Merah. Available at http://racikanobatku.blogspot.co.id/2012/08/kandungan-manfaat-bawang-merah-untuk-kesehatan.html Diakses tanggal 16 Desember 2016

Van der Vorst, I.G.A.I. 2006. Performance Measurement in Agrifood Supply Chain Network: An Overview. In:Quantifying the agrifood supply chain. Springerl Kluwer. Dordrecht.

Yuniar, Apriyanti Roganda. 2012. Analisis Manajemen Rantai Pasok Melon di Kabupaten Karanganyar. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain) Suwar-Suwir di Kabupaten Jember , Desy Intan Purnama Sari, 081510601006, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Manajemen rantai pasokan (Supply Chain Management) adalah sebuah sistem yang melibatkan proses produksi, pengiriman, penyimpanan, distribusi dan penjualan produk dalam

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) Terhadap Loyalitas Konsumen Swalayan Maximart Thamrin

Supply Chain Management sebagai manajemen rantai pasokan atau manajemen organisasi yang saling berkaitan dan saling berintegrasi satu sama lain baik dengan

Supply Chain Management sebagai manajemen rantai pasokan atau manajemen organisasi yang saling berkaitan dan saling berintegrasi satu sama lain baik dengan

Green Supply Chain Management (GSCM) atau manajemen rantai pasok hijau adalah pengintegrasian pemikiran yang terkait dengan lingkungan ke dalam manajemen rantai

- Ekonomi India didasarkan pada pertanian dan ada potensi besar untuk melayani pasar domestik atau global melalui berbagai penambahan nilai, pengembangan rantai

Koordinasi diantara petani, tengkulak, distributor dan pedagang sangat penting untuk mewujudkan kelancaran supply chain. Di Kota Medan koordinasi yang ada terbatas