• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBAT PADA SALURAN PERNAFASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "OBAT PADA SALURAN PERNAFASAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

• Nasal Decongestan

– Systemic, direct & indirect adrenergic agonist

• pseudoephedrine

– Topical, alfa-agonist

• Oxymetazoline, naphazoline, phenilephrine

• Antihistamins :

CTM (Chlor Tyramin Maleat)

• Antitusive

– Central

• Opiate : codein, noscapine, dextromethorphan • Nonopiate : carbetapentane, caramiphen

– Peripher : benzonatate

• Expectorant :

gliseril guaiacolate

(3)

Dekongestan sistemik

Pseudoefedrin

• Vasokonstriksi pembuluh darah mukosa

menurunkan kongesti hidung

(4)

Dekongestan topikal

Oksimetazolin, nafazoline, fenilefrin

• Vasokonstriksi pembuluh darah mukosa

menurunkan peradangan dan sumbatan

pada hidung

• Efek samping

– Rebound congestion – Irregular heartbeat – Headeache

(5)

Antihistamin

CTM

• Mencegah histamin bekerja pada reseptor

H-1

• Mencegah stimulasi refleks bersin

• Efek antimuskarinik menurunkan sekresi

lendir dan meningkatkan dilatasi bronkus

• Efek samping:

– Paralisis gerakan cilia – Efek antikolinergik

(6)
(7)

Antitusif

Kodein

• Menekan batuk, analgesik

• Kelemahan:

– Rasa pahit

– Mual & muntah

– Menurunkan peristalsis konstipasi

– Adiktif, euforia

(8)

Antitusif

Noskapin, dekstrometorfan

• Menekan batuk, tidak adiktif, kurang

menurunkan peristalsis

• Kelemahan:

– Tidak seefektif kodein

(9)

Antitusif

Carbetapentane, caramiphen,

chlorphedianol

• Dosis kecil pada pediatrik yang

dikontraindikasikan menggunakan opiat

• Kelemahan:

(10)

Antitusif

Benzonatate

• Menurunkan sensitivitas reseptor batuk

perifer

• Kelemahan:

– Confusion

(11)

Ekspektoran

Gliseril Guaiacolate

• Merangsang iritan-reseptor di lambung, sebabkan

stimulasi parasimpatik pada saluran cerna dan saluran nafas

• Sebabkan sekresi mukus yang encer • Meningkatkan gerak cilia

• Kelemahan : gangguan gastrointestinal penggunaan pada anak ?

• Obat lain:

– Saponin (radix polygalae, radix primulae) – Obat Emetik (radix ipekak, emetin)

– Amonium klorida, Kalium iodida

(12)

Mukolitik

Bromheksin & metabolitnya (ambroksol)

• Menguraikan mukus: meningkatkan hidrolisis

lisosoma & stimulasi kelenjar mukus

• Ambroksol merangsang produksi surfaktan,

(13)

Mukolitik

• Asetil sistein :

– Menguraikan mukus: memutus ikatan disulfida

protein

• Karbosistein:

(14)

Obat-obat penyebab kelainan saluran nafas

• Batuk : ACEi (kaptopril dll)

• Serangan asma:

– Reaksi anafilaksis obat

– Beta antagonis / simpatolitik

– Kolinomimetik (pilokarpin, piridostigmin) – Salisilat

– Pentamidine nebulized – Propafenone

(15)

Obat-obat penyebab kelainan saluran nafas

• Acute pulmonary oedema / adult respiratory

distress syndrome

– Beta agonis iv

– Cytosine arabinoside – HCT

– Nalokson

– Analgesik narkotik – Salisilat

(16)

Obat-obat penyebab kelainan saluran nafas

• Emboli pulmonal

– Kontrasepsi oral

• Lupus like syndrome

– Hidralazine – Fenitoin

– Prokainamide

• Interstitial pneumonia & fibrosis

– Amiodarone

(17)

Obat-obat penyebab kelainan saluran nafas

• Depresi nafas

– Alkolhol

– Antidepresan – Antihistamin

– Analgesik narkotik

– Hipnotik sedatif (barbiturat & benzodiazepine)

• Efusi pleura & fibrosis

(18)

Obat-obat penyebab kelainan saluran nafas

• Infiltrasi akut & eosinofilia

– Nitrofurantoin

• Infiltrasi eosinofil kronik

– Aspirin - Naproksen

– Bleomisin - Penicillamine

– Carbamazepine - Penisilin

– Chlorpromazine (CPZ) - Fenitoin

– Garam emas - Procarbazine

– Imipramine - Sulfasalazine

– Methotrexate - Sulfonamide

Referensi

Dokumen terkait

1.Perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap efek daun afrika dalam menurunkan kadar glukosa darah untuk mencari dosis optimal yang dapat meningkatkan aktivitas sekresi

Dalam peresepan AINS, hal yang terpenting adalah pertimbangan efek terapi dan efek samping yang berhubungan dengan mekanisme kerja sediaan obat ini, terutama pemberian

Dalam keadaan normal tubuh akan mempertahankan hipoglikemia dengan cara menurunkan sekresi insulin dan meningkatkan sekresi glukagon, epinefrin, hormon pertumbuhan dan

• Obat anti hipertensi diuretik mungkin menurunkan kadar potasium (kalium) dalam tubuh yang dapat menyebabkan efek samping rasa lelah, lemah, atau kram pada kaki. Namun, beberapa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara kepatuhan minum obat dan efek samping pengobatan, menyiratkan bahwa efek samping

Antikolinergik inhalasi bekerja dengan cara memblok efek penglepasan asitelkolin dari saraf kolinergik pada jalan nafas yang dapat menimbulkan bronkodilatasi

Norepinefrin dan epinefrin, keduanya disekresikan ke dalam darah oleh medula adrenal, dan efek perangsangannya pada organ spesifik seperti paru adalah dilatasi pada bronkus

Laporan praktikum ini mengkaji efek penghambatan antara obat kolinergik (mengeluarkan) dan antikolinergik (menghambat), yang menyebabkan vasokontriksi pada kelenjar ludah