Modul 1 Makhluk Hidup

15  324  23 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM

IPA DI SD PDGK4107 MODUL 1

MAKHLUK HIDUP

A. KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP 1. Ciri-ciri Umum Makhluk Hidup

a. Hasil Pengamatan

N o

Nama Makhluk Hidup

Ciri-ciri Makhluk Hidup *)

1 2 3 4 5

bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, perlu makan, tumbuh, dan berkembang.

 Tumbuhan melakukan gerak, akan tetapi tidak semua dapat

diamati dengan jelas. Tumbuhan yang mudah diamati geraknya yaitu daun putri malu dan gerak tidur berbunga kupu-kupu menjelang senja hari.

 Semua tumbuhan melakukan gerak yaitu gerak tumbuh akar dan batang. Gerak lainnya yaitu gerak reaksi terhadap rangsang misalnya gerak batang dan daun karena cahaya mengikuti/mengarah ke matahari.

 Gerak pada hewan dan tumbuhan berbeda. Jika hewan dapat bergerak organ di tempat maupun gerak berpindah tempat, maka gerak pada tumbuhan tidak menimbulkan perpindahan tempat (kecuali tumbuhan bersel tunggal)

Tabel 1.1.

Hasil Pengamatan ciri-ciri makhluk

(2)

 Hewan dan tumbuhan sama-sama melakukan pernafasan. Pada tumbuhan oksigen masuk melalui stomata dan lentisel (tumbuhan tidak punya organ khusus), sedangkan oksigen masuk ke dalam tubuh hewan melalui organ pernafasan khusus.

 Hewan dan tumbuhan memerlukan makan dan air, hanya saja saja berbeda bentuk dan prosesnya. Tumbuhan makan dengan melakukan fotosintesis, sedangkan hewan memakan bentuk yang sudah jadi.

 Hewan dan tumbuhan sama-sama tumbuh dan berkembang,

bertambah ukuran tinggi dan besar maupun beratnya. c. Kesimpulan

Makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang. Kelima ciri ini pasti melekat pada makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan meskipun ada sedikit perbedaan misalnya proses bergerak dan bernafas.

d. Jawaban Pertanyaan

1) Ya, tumbuhan juga bergerak dan bereaksi terhadap rangsang. Gerak tumbuhan yaitu gerak taksis (gerak pindah tempat seluruh tubuh pada tumbuhan bersel satu), gerak nasti (gerak sebagian tubuh, tidak ditentukan arah datangnya rangsang), gerak tropisme (gerak sebagian tubuh, dipengaruhi arang datangnya rangsang). 2) Persamaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan yaitu

bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang

Perbedaan ciri kehidupan hewan dan tumbuhan:

 Tumbuhan :

- Reaksi terhadap rangsang lambat/terbatas, umumnya menetap atau bergerak sebagian tubuh.

- Tidak memiliki alat pernafasan khusus, mengambil dan mengeluarkan gas secara pasif

- Menyusun zat-zat makanan sendiri.

- Tumbuh kembang berlangsung selama hidupnya, ada daerah tumbuh tertentu. Bentuk tubuh menyebar dan bercabang. Jumlah bagian tubuh tak tentu.

 Hewan :

- Memiliki alat pernafasan khusus. Mengambil dan mengeluarkan gas secara pasif

- Reaksi terhadap rangsang cepat, simultan, aktif dan dapat berpindah tempat

- Makan makhluk hidup lain.

- Tumbuh kembang terjadi dalam masa tertentu, serempak pada semua bagian tubuh. Jumlah bagian tubuh tertentu/pasti.

2. Gerak Pada Tumbuhan

a. Hasil Pengamatan

1) Seismonasti dan Niktinasi

N Jenis sentuhan Reaksi daun putri malu Keterangan

Tabel 1.2.

(3)

o pada daun putrimalu

1 Halus Daun menutup perlahan Waktu cukuplama

2 Sedang Seluruh daun menutup Waktu agak cepat

3 Kasar Seluruh daun dan tangkai menutup Waktunyacepat

N

o Pot putri malu

Reaksi daun putri malu

Mula-mula ½ jam kemudian

1 Disimpan di tempatterang Membuka Tetap membuka

2

Ditutup dengan penutup yang kedap cahaya

Membuka Menutup

2) Geotropisme

Jeni s po

t

Pengamatan hari ke

Keterangan

1 2 3 4 5 6 7

A

Batang tumbuh tegak

B

Batang membelok ke atas menuju cahaya matahari Gambar 1.2.

Reaksi daun putri malu

Tabel 1.3.

Hasil Pengamatan Niktinasi

Gambar 1.3.

Reaksi putri malu di tempat terang & kedap cahaya

Tabel 1.4.

(4)

b. Pembahasan  Seismonasti

Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan karena adanya rangsangan berupa getaran. Daun putri malu akan menutup bila disentuh. Perlakuan sentuhan yang berbeda, pengaruhnya juga berbeda. Jika sentuhan halus, proses menutupnya lambat. Bila disentuh dengan sedang, reaksinya agak cepat menutup. Dan jika disentuh dengan kasar akan dengan cepat menutup daun dan tangkainya. Reaksi ini terjadi akibat perubahan tiba-tiba dalam keseimbangan air yang terjadi pada bantal daun yang kehilangan tekanan air sehingga daun maupun tangkai mengatup.

 Niktinasti

Niktinasi (nyktos/ malam) merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap, sehingga disebut juga gerak tidur. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak “tidur” daun-daun tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam persendian daun.

Pengamatan niktinasti pada tumbuhan putri malu, dengan menyimpan putri malu di tempat terang atau terbuka dan membandingkannya dengan putri malu yang diletakkan di tempat tertutup atau kedap cahaya. Pada tumbuhan putri malu yang berada di tempat kedap cahaya, daun-daun putri malu tersebut mulai mengatup. Hal-hal yang menyebabkannya sama seperti yang terjadi pada saat gerak tidur pada tumbuhan putri malu.

 Geotropisme negative

Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Jika arah geraknya menuju rangsang disebut geotropisme positif, misalnya gerakan akar menuju tanah. Jika arah geraknya menjauhi rangsang disebut geotropisme negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

Pada pengamatan percobaan, pot A mengalami pertumbuhan batang secara normal menuju ke atas. Pada pot B yang diletakkan horizontal pertumbuhan batang membelok dari horizontal menuju arah vertikal secara bertahap selama 7 hari. Hal ini terjadi akibat gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

c. Kesimpulan

 Sentuhan halus pada daun putri malu menyebabkan gerak menutup daun dengan pelan. Sentuhan sedang menyebabkan gerak menutup daun dengan agak cepat. Sentuhan kasarmenyebabkan gerak menutup daun dengan cepat.

Gambar 1.4.

(5)

 Tumbuhan putri malu yang berada di tempat kedap cahaya, daun-daun putri malu tersebut mulai mengatup. Sedangkan tumbuhan putri malu yang berada di tempat terang, daunnya tetap membuka.

 Tujuan putri malu mengatupkan daunnya ialah sebagai alat untuk

pertahanan diri dan hewan-hewan yang akan mengkonsumsinya dan untuk melindungi simpanan airnya dan penguapan yang dikarenakan oleh angin.

 Kacang tanah dalam pot yang diletakkan horizontal, batangnya akan membengkok ke atas dan menjauhi tanah. Peristiwa ini disebut geotropisme negative.

d. Jawaban Pertanyaan

1) Leguminosae atau polong-polongan (Leguminosaceae) seperti bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) dan daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). Daun-daun tersebut akan menutup pada malam hari dan akan membuka kembali jika matahari terbit.

2) Pada percobaan di atas,

Niktinasti : gerak daun putri malu dipengaruhi rangsang dari cahaya

Seismonasti : gerak putri malu dipengaruhi rangsang sentuhan 3) Pada percobaan geotropisme di atas sekaligus membuktikan

(6)

3. Respirasi pada Makhluk Hidup

a. Hasil pengamatan

1) Respirasi memerlukan uadara (oksigen)

Respirom eter

Keadaan air berwarna pada respirometer, 5 menit:

Perta

ma Kedua Ketiga Keempat Kelima

A 1,5 cm 2,6 cm 5 cm 6 cm 7,1 cm B 2 cm 4,2 cm 6,5 cm 8 cm 8,5 cm C tetap tetap tetap tetap tetap

2) Respirasi menghasilkan karbondioksida

Botol

percobaan Kondisi mula-mula

Kondisi akhir percobaan

A Jernih Jernih

B Jernih Keruh

C Jernih Jernih

b. Pembahasan

1. Reaksi respirasi memerlukan udara (oksigen)

 Pada respirometer A terdapat kecambah yang memerlukan proses respirasi. Udara tidak dapat berjalan cepat karena ukuran tumbuhan masih kecil (kecambah).

 Pada respirometer B, belalang memerlukan udara untuk respirasi. Oksigen yang masuk berjalan dengan cepat karena belalang memerlukan oksigen lebih banyak daripada kecambah.

 Pada respirator C, tidak terjadi jalannya air warna karena tidak

terdapat makhluk hidup di dalamnya. Hal ini membuktikan tidak ada respirasi.

2. Respirasi menghasilkan karbon dioksida (Co2) Tabel 1.5.

Hasil pengamatan respirasi memerlukan udara (oksigen)

Gambar 1.5.

Respirometer sederhana

Tabel 1.6.

Hasil pengamatan respirasi menghasilkan karbondioksida

Gambar 1.6.

(7)

Botol yang diberi label A, B, dan C berisi endapan air kapur sirih mula-mula dalam keadaan jernih. Ketiga botol diberi sedotan limun (1) dan (2) dengan posisi yang berbeda. Dengan menghirup udara dari botol A menggunakan sedotan limun (1) dan dihembuskan

 Respirasi pada makhluk hidup memerlukan oksigen

Pada hewan respirasi terjadi lebih cepat dan aktif, sedangkan pada tumbuhan respirasi terjadi lambat dan pasif.

 Hasil respirasi dari makhluk hidup adalah Co2

Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan air kapur sirih yang dihembuskan nafas berubah dari jernih menjadi keruh.

d. Jawaban Pertanyaan

1) Guna kapur sirih dalam percobaan respirasi memerlukan oksigen adalah untuk mengidentifikasi bahwa dalam respirasi benar-benar memerlukan oksigen.

2) Pergerakan tetesan pewarna pada respirometer

a. Tetesan pewarna (eosin) berjalan pelan karena makhluk hidup (kecambah) respirasinya lamban. Kecambah lebih sedikit

B. KEGIATAN PRAKTIKUM 2 : SIMBIOSIS 1. Simbiosis Parasitisme

Pihak yang dirugikan Pihak yang diuntungkan

Jenis

(8)

1 Benalu Jambu air makananDiambil Benalu Mendapatmakanan

2 Alamanda manggaPohon makanannDiambil

ya Alamanda

Mendapat makanan

3 Tali Putri Jarak makanannDiambil

ya Tali putri

Mendapat makanan 4 Kutu Kucing darahnyaDihisap Kutu Mendapatmakanan 5 Kutu Manusia darahnyaDihisap Kutu Mendapatmakanan

b. Pembahasan

Benalu (Loranthus, suku Loranthaceae) adalah sekelompok tumbuhan parasit yang hidup dan tumbuh pada batang (dahan) pohon tumbuhan lain. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Biji tumbuhan ini pada buahnya menghasilkan getah seperti lem berbentuk jeli yang lengket.

Penyebaran tumbuhan ini terjadi dibantu oleh burung, apabila burung memakan buah dan bijinya lalu mengekskresikan pada dahan pohon, bijinya yang lengket akan menempel pada dahan pohon selanjutnya akan berkecambah dan benalu muda mulai tumbuh.

Pada pohon jambu ari, pohon mangga, pohon jarak, benalu dan tali putri sebagai pohon parasit akan memperoleh makanan dari pohon inangnya (pohon tempat benalu/taliputrihidup). Kutu yang ada pada kucing akan menghisap darah kucing dan kutu yang ada pada rambut manusia akan hidup dengan cara menghisap darah manusia.

c. Kesimpulan

Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup hidup yang bersifat parasit akan mendapatkan keuntungan dan akan merugikan merugikan pihak yang lain. Sebagai contoh yang mudah di temukan adalah benalu pada pohon mangga dan pada pohon-pohon lainnya, putri malu pada inangnya, kutu akan mendapatkan makanan dari kucing/hewan lain yang dihinggapinya, kutu akan menghisap darah pada kepala manusia atau cacing akan memakan makanan yang ada dalam perut manusia.

d. Jawaban Pertanyaan

1) Apakah hubungan kutu anjing dengan anjing merupakan hubungan parasitisme karena dalam hal ini kutu mendapatkan makanan yang banyak dari anjing sedangkan anjing dirugikan yaitu rusaknya bulu pada anjing.

Gambar 1.7.

(9)

2) Di antara hubungan parasitisme menyebabkan kematian pada inangnya tentu ada, contohnya, pada tumbuhan mangga apabila benalu didiamkan maka dia akan memakan tumbuhan inangnya sehingga tumbuhan tersebut akan layu,kering dan mati.

2. Simbiosis Komensalisme

a. Hasil Pengamatan

N

o Jenis hubungansimbiosis

Pihak yang diuntungkan Jenis makhluk

hidup yang

1 Tumbuhan Pakudan Pohon Jati TumbuhanPaku Mendapattempat

hidup Pohon Jati

2 Pohon ManggaAnggrek dan Anggrek

Mendapat tempat

hidup Pohon Mangga

3 Ikan Remora danIkan Hiu RemoraIkan

Terhindar

4 Pohon Sirih PohonMangga Sirih

Pohon sirih menyerap makanan dari inangnya karena tumbuhan paku dapat membuat makanan sendiri.

 Anggrek yang hidup dengan cara menempel pada pohon mangga tidak menyerap makanan dari inangnya karena anggrek dapat membuat makanan sendiri.

 Dalam hubungan ikan remora dan ikan hiu, ikan remora bisa

berada di sekitar ikan hiu agar terhindar dari bahaya musuh dan bias mendapatkan makanan sisa ikan hiu tanpa mengganggu ikan hiu.

Tabel 1.8.

Hasil pengamatan simbiosis komensalisme

Gambar 1.8.

(10)

 Sirih yang hidup dengan cara menempel pada pohon mangga merugikan pihak lain.

Contohnya: anggrek yang ditanam dua, tiga, atau lebih pada satu pohon mangga juga dapat menghambat pertumbuhan pohon mangga atau berkurangnya produktivitas buah mangga.

3. Simbiosis Mutualisme

diuntungkan Pihak II yangdiuntungkan Jenis

(11)

b. Pembahasan

Dalam Tabel Diatas hubungan antara hewan Dan Tumbuhan,Saling Menguntungkan dan tidak Saling Merugikan. Jadi keduanya sama-sama diuntungkan.

c. Kesimpulan

Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua spesies yang hidup bersama dan saling menguntungkan.

d. Jawaban Pertanyaan

Contoh simbiosis mutualisme dalam tubuh manusia yaitu :

1) Bakteri Eschereria coli yang hidup di kolon (usus besar) manusia, berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12, dan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah.

2) Bakteri Bacillus brevis, Bacillus subtilis, dan Bacillus polymyxa menghasilkan zat antibiotik

C. KEGIATAN PRAKTIKUM 3 : PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

1. Pertumbuhan dan perkembangan Tumbuhan

a. Hasil Pengamatan

1 2 0 Akar mulai keluar

2 4 3 Akar mulai memanjang dan batang

mulai terlihat

3 3 2 Kulit biji mulai terbuka

4 6 4,3 Akar terus memanjang dan batang bertabah tinggi

5 6,6 12 Daun kecil mulai tumbuh dan kulit biji mulai terlepas

6 6,6 20 Biji mulai terbuka dan batang bertambah tinggi

7 6,6 22 Batang bertambah tinggi dan terlihat tegak

8 6,6 25 Akar mulai bertambah banyak

9 7,9 29 Daun mulai bertambah lebar dan banyak

10 7,9 31 Daun bertambah banyak

11 7,9 35 Daun bertambah banyak, batang bertambah tinggi

12 8 37 Akar bertambah panjang dan batang lebih tinggi

13 8 39 Akar tetap tetapi batang bertambah tinggi

14 8,2 40 Batang bertambah tinggi

Tabel 1.10.

(12)

b. Pembahasan

Setelah kacang direndam maka mulai di masukan ke dalam botol yang telah disiapkan,

Pada hari pertama akar mulai terlihat tumbuh, hari berikutnya akar mulai memanjang dan batang mulai tumbuh. Setelah beberapa hari batang mulai meninggi dan daunpun mulai terlihat. Pada hari ke 12 batang akan terlihat tinggi namun tidak terlalu kokoh dan daun mulai bertambah banyak. Pada hari ke 14 batang mulai tinggi dan daun bertambah lebar.

c. Kesimpulan

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan kacang yang telah direndam selama semalam kemudian kacang disisipkan ke dalam botol yang telah di beri kertas saring dan air secukupnya akan mulai tumbuh dan lama-kelamaan air akan mulai kering karena terhisap oleh kecambah yang mulai tumbuh, kecambah tumbuh normal akan tetapi tidak terlalu kokoh mungkin dikarenakan kekurangan cahaya matahari dan nutrisi yang terdapat pada media tanam kurang seimbang.

d. Jawaban pertanyaan

1) Akar kecambah kacang hijau mulai tumbuh pada hari ke-1. 2) Tidak, akar akan melingkar disekitar/didalam botol.

2. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

a. Hasil Pengamatan

Ha ri ke

Waktu

pengamatan Kejadian/ perubhan

1 Rabu, 05.30 WIB

Bentuk seperti bercak-bercak berwarna putih

2

Rabu, 14.30 WIB

Lonjong, panjang ± 0,5 s.d 1 mm, berwarna krem bergerak seperti cacing tapi lambat

Tabel 1.11.

Hasil pengamatan pertumbuhan dan perkembangan lalat buah

Gambar 1.10.

(13)

3

Kamis, 05.30 WIB

Lonjong, ukuran ± 2 s.d 2,5 mm warna krem agak gelap bergerak seperti cacing mulai lincah mulut berwarna gelap

4

Kamis, 22.00 WIB

Lonjong, panjang ± 3 s.d 5 mm warna putih kekuningan agak gelap bergerak seperi cacing agak gesit warna hitam pada mulut sangat jelas

5

Jum’at 8.30 WIB

Bentuk lonjong memendek, warna putih bening, letaknya pada dinding terbentuk setelah larva instar 3 sudah tidak aktif lagi

6

Sabtu, 05.30 WIB

Lonjong, kecoklatan tidak aktif bergerak lebih besar disbanding ukuran prapupa menempel didinding toples

7

Minggu, 05.30 WIB

Bentuk seperti lalat parental, warna abu-abu ukuran lebih kecil

pergerakannya belum selincah lalat parental

8 Senin, 5.30 WIB

Lalat dewasa, bentuk masih ukuran kecil.

b. Pembahasan

Lalat buah adalah lalat yang biasanya menghingggapi buah yang sudah busuk, mempunyai kontruksi tiga bagian tubuh utama yaitu, kepala, throraks, dan apdomen. Metamorphosis lalat buah termasuk sempurna

c. Kesimpulan

1. Fase pertumbuhan lalat buah : telur-larva instar I-larva instar II-larva instar III-prepupa-pupa-imago.

2. Lama perubahan telur tergantung kondisi lingkungan, suhu, pencahayaan, kepadatan dan ketersediaan makanan.

d. Jawaban Pertanyaan

Gambar 1.11.

(14)

1) Lalat buah meletakkan telurnya pada hari pertama.

2) Pupa terjadi pada hari kelima, sedangkan lalat dewasa pada hari terakhir.

3. Perkembangbiakan Tumbuhan 3.1 Struktur Bunga

a. Hasil Pengamatan

b. Pembahasan

Bunga terdiri atas beberapa bagian yaitu tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, putik dan benang sari. Tangkai bunga menghubungkan bunga dengan batang. Kelopak bunga mebungkus mahkota bunga, ketika bunga masih kuncup. Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga yang berwarna indah. Benang sari merupakan alat kelamin jantan. Putik merupakan alat kelamin betina.

c. Kesimpulan

Bunga disebut lengkap bila memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik.

d. Jawaban pertanyaan

1) Benang sari yang kami amati ada 5 benang sari

2) Benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan sedangkan putik merupakan alat kelamin betina.

3.2 Perkembangan eseksual (vegetative) alami

a. Hasil pengamatan

14 Gambar 1.11.

Morfologi bunga sepatu

Gambar 1.12.

Sayatan vertical bunga sepatu

(15)

No Perkembangbiakan aseksualNama tumbuhan dan jenis

Gambar tumbuhan dengan

Perkembangbiakan aseksual

1 Cocor bebek

2 Jahe

3 Bawang merah

4 Stroberi

5 Tumbuhan paku

b. Pembahasan

Cocor bebek, berkembang biak dengan tunas, jahe berkembang biak dengan akar tinggal, bawang merah

berkembang biak dengan umbi batang, stroberi berkembang biak dengan geragi dan tumbuhan paku berkembang biak dengan spora.

c. Kesimpulan

Perkembangan secara vegetative alami merupakan perkembangbiakan tumbuhan tanpa melibatkan bantuan manusia, antara lain dengan tunas, akar tinggal, umbi lapis, umbi batang, dan geragi.

3.3 Perkembangan aseksual (vegetative) buatan pada tumbuhan

a. Hasil pengamatan 1.Menempel

No. Kondisi tempelan hari ke:

0 Keadaan awal

1. Masih pada posisi awal belum adaperubahan Tabel 1.13.

(16)

2. Mulai terlihat adanya perubahan pada posisiawal tepel 3. Mata tunas mulai merekat

4. Mata tunas semakin merekat erat 5. Mata tunasmulai tumbuh mengencang 6. Mata tunastumbuh semakin mengencang 7. Mata tunas tumbuh semakin mengencang 8. Mata tunas tumbuh semakin mengencang 9. Mata tunas tumbuh semakin mengencang 10. Tunas tumbuh, tanaman atas dipotong

2. Menyambung

No. Kondisi tempelan hari ke:

1. Tidak ada perubahan 2. Tidak ada perubahan 3. Tidak ada perubahan 4. Tidak ada perubahan 5. Tidak ada perubahan 6. Tidak ada perubahan

7. Mulai mengalami pertumbuhan 8. Mulai mengalami pertumbuhan 9. Mulai mengalami pertumbuhan 10. Sambungan menyatu dengan kuat

3. Mencangkok

N

o. Kondisi tempelan hari ke:

0 Belum ada perubahan 1. Masih dalam penyesuaian

Gambar 1.13.

Menempel (okulasi)

Tabel 1.14.

Menyambung (enten)

Tabel 1.15.

Mencangkok

Gambar 1.14.

(17)

2. Agak sedikit merekat

3. Mulai menyatu dengan batang lama 4. Mulai terlihat titik akar baru

5. Kambium menyatu dengan kedua batang 6. Terlihat akar kecil dengan jumlah sedikit 7. Akar baru Nampak jelas

8. Akar mulai agak kuat dan kokoh 9. Menungguh akar kuat

10

. Siap dipotong dan dipindahkan pada hari ke-21

b. Pembahasan

Hasil dari menempel ,menyambung, dan mencangkok memiliki sifat yang kurang lebihnya sama dengan induknya akan tetapi hasil dari cangkokkan dari akar pohon kurang kokoh. Dari ketiga vegetative buatan tersebut membuatnya tidak dibutuhkan biaya/ peralatan yang banyak.

c. Kesimpulan

Menempel, menyambung, dan mencangkok adalah cara tepat untuk megembangbiakan tumbuhan dan tidak

membutuhkan waktu yang banyak. d. Jawaban Pertanyaan

1) Pada percobaan okulasi sebaiknya diolesi dengan vaselin agar menyambung

2) Setelah tunas tumbuh tanaman bawah harus dipotong karena untuk mempercepat pertumbuhan.

3) Tunas batang mengalami pertumbuhan pada hari ke 7

4) Sambungan tersebut sudah menyatu dengan kuat pada hari ke 10

5) Sayatan dikeringkan selama 6-12 jam dengan tujuan untuk mempercepat/ atau merangsang proses pertumbuhan 6) Cangkokan mulai tumbuh pada minggu ke 3 (hari ke 21),

perakaran cukup banyak dan siap disemaikan pada hari ke 25

Gambar 1.15.

Figur

Tabel 1.4.Pengamatan hari keHasil Pengamatan geotropisme negatif
Tabel 1 4 Pengamatan hari keHasil Pengamatan geotropisme negatif. View in document p.3
Gambar 1.2.Reaksi daun putri malu
Gambar 1 2 Reaksi daun putri malu. View in document p.3
Tabel 1.6.Hasil pengamatan respirasi menghasilkan karbondioksidaKondisi akhir
Tabel 1 6 Hasil pengamatan respirasi menghasilkan karbondioksidaKondisi akhir. View in document p.6
Gambar 1.5.Respirometer sederhana
Gambar 1 5 Respirometer sederhana. View in document p.6
Gambar 1.7.Simbiosis Parasitisme
Gambar 1 7 Simbiosis Parasitisme. View in document p.8
Tabel 1.8.Hasil pengamatan simbiosis komensalismePihak yang diuntungkan
Tabel 1 8 Hasil pengamatan simbiosis komensalismePihak yang diuntungkan. View in document p.9
Tabel 1.9.Hasil pengamatan simbiosis komensalisme
Tabel 1 9 Hasil pengamatan simbiosis komensalisme. View in document p.10
Gambar 1.9.Simbiosis Mutualisme10
Gambar 1 9 Simbiosis Mutualisme10. View in document p.10
Gambar 1.10.Gerak pertumbuhan kecambah
Gambar 1 10 Gerak pertumbuhan kecambah. View in document p.12
Tabel 1.11.Hasil pengamatan pertumbuhan dan perkembangan lalat
Tabel 1 11 Hasil pengamatan pertumbuhan dan perkembangan lalat. View in document p.12
Gambar 1.11.
Gambar 1 11 . View in document p.13
Gambar 1.11.
Gambar 1 11 . View in document p.14
Gambar tumbuhan
Gambar tumbuhan. View in document p.15
Gambar 1.13.
Gambar 1 13 . View in document p.16
Tabel 1.14.
Tabel 1 14 . View in document p.16
Gambar 1.14.
Gambar 1 14 . View in document p.16
Gambar 1.15.
Gambar 1 15 . View in document p.17

Referensi

Memperbarui...