• Tidak ada hasil yang ditemukan

geomorfologi plateaun karst1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "geomorfologi plateaun karst1"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

GEOMORFOLOGI DAN GEOLOGI FOTO

GL3222

(2)

Plain

dan

Plateau

?

Plain (Dataran):

Morfologi datar dengan kemiringan <5 - 10o, umumnya

berada di tepi laut; mempunyai bidang perlapisan horisontal.

Plateau:

Morfologi pegunungan berpuncak datar/hampir datar, kemiringan <5 - 10o, dibatasi sekelilingnya oleh

jurang-jurang terjal hampir tegak; umumnya berada di tengah daratan/benua; dengan kemiringan perlapisan

(3)
(4)

Plateau

• Dulu disebut juga “dataran tinggi” (secara

geografis)

Di negeri

arid

/iklim kering, dikenal

beberapa terminologi morfologi:

1. Plateau

2. Mesa

3. Butte

(5)
(6)

Grand Canyon, USA

Kaibab Plateau

Mesa

(7)

Stereopair Morfologi

Plateau Tererosi (dissected plateau) (Tahap dewasa)

(8)
(9)

Hasil Interpretasi Foto Udara Morfologi Plateau Tererosi

(10)

Karangbolong Karst Mtn

Kebumen

Purworejo

(11)

Hotel Candisari Karanganyar

Gombong Town

(12)

Karst berasal dari bahasa Slavia krs: daerah gersang

berbatu-batu di pegunungan Kaukasus, sebelah timur dari Laut Adriatik. Oleh Cvijic dipelajari dan makalahnya ditulis dalam bahasa

Jerman, dengan istilah karst

Karst

Bahasa Indonesia

bisa “Kars”

Tapi…

(13)

Karst

Morfologi yang dicirikan oleh bentuk-bentuk

muka bumi khas yang dicirikan oleh

proses pelarutan batuan

(14)

Kriteria karst ideal

menurut Thornbury (1989)

1. Terjadi pada batuan tersingkap ke permukaan yang mempunyai daya pelarutan (umumnya batu gamping; bisa terjadi pada dolomit dan kapur/chalk tapi tidak sebaik pada batu gamping). Umumnya batu gamping murni 80- 98% CaCO3 .

2. Batuan bersifat padat (dense), terkekarkan intensif, dan berlapis-lapis tipis.

3. Adanya lembah yang mengerosi (entrenched valley) yang mencapai lapisan bawah batuan yang

mempunyai sifat-sifat tersebut di atas, sehingga air tanah bisa menyusup masuk dan mengalami sirkulasi sehingga terjadi proses pelarutan yang baik.

(15)

Morfologi karst

1. Minor karst landforms

:

small-scale solutional

features

karren (pada permukaan batu

gamping berupa alur-alur dengan dimensi

dalam mm

cm, panjang 15

20 m); dengan

bentuk khas misalnya “

solution pits, facets,

flutes, runnels

2. Major karst landforms

: Eksokars positif (karst

residual hills) dan negatif (dolina, uvala, polje,

dry valley)

(16)

Gejala-gejala karren di Singkapan batugamping Formasi Rajamandala Di Pasir Pawon, Citatah

(17)

Beberapa istilah bukit-bukit karst

Pepino hills

(Puerto Rico)

Chocolate hills

(Filipina)

Cone karst

Conical hills

Sinoid hills

Kegelkarst

(Lehman, 1936)

Kerucut

karst

(Gunung Sewu)

Cockpit karst

(Karangbolong, Cuba)

Tower karst

mogote - haystack hills

karst menara

(Karangbolong, Sawahlunto,

(18)

Balazs Karst Hill Classification

ratio d/a (diameter / height).

Yangzhou t Type, d/a < 1,5. Organos Type, d/a 1,5 – 3.

Gunung Sewu Type, d/a 3 – 8. Tual Type, d/a > 8.

Sawahlunto, Sumbar Karangbolong, Jateng

(19)
(20)
(21)

Lembah karst

Sinkholes (dolina, uvala)

Polje

(22)
(23)
(24)
(25)

Terbentuknya Gua: Zona Vados

atau

(26)
(27)
(28)
(29)

Resurgence (tempat keluarnya sungai bawah tanah) di kawasan karst

(Kalikarag, Peg. Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah)

Sungai bawah tanah di kawasan karst (Gua Cipicung, Buniayu, Sukabumi Selatan, Jawa Barat)

(30)
(31)

Speleotem (hiasan gua)

Straw (Stalaktit

(32)
(33)
(34)

Bentuk muka bumi:

1.Perbukitan/Plateau Karst

2.Bukit/Perbukitan/Kubah/Kerucut Karst (Konikal, Sinoid, Pepino)

3.Bukit/Perbukitan Menara Karst (Mogote) 4.Lembah Dolina

5.Lembah Uvala 6.Lembah Polje 7.Lembah Kering 8.Dataran Karst

Referensi

Dokumen terkait

Batu Gamping Klastik (TQI), terdiri dari : kalkarenit, kalsirudit dan batu gamping koral: Satuan batuan ini diperkirakan berumur Pliosen Akhir hingga Pliosen Awal dengan

Dengan rata-rata nilai porositas batu gamping sebesar 9,09% maka batuan tersebut termasuk pada golongan batu gamping yang buruk karena terdapat cukup banyak

Batuan sedimen (kebanyakannya telah termetamorf) yang dominan ialah batuan klastik berusia Karbon-Perm dan juga Jura-Kapur, manakala batuan karbonat (batu kapur) pula berusia

Batu gamping termasuk batuan sedimen. Batu gamping ini dapat diklasifikasikan salah satunya adalah klasifikasi dunham yang membahas tentang pembagian

Berdasarka hasil pengamatan struktur lapisa batuan di Desa Sandrego yang tampak pada bekas pengerukan tambang pasir tersusun atas batu pasir, batu gamping,

Dengan rata-rata nilai porositas batu gamping sebesar 9,09% maka batuan tersebut termasuk pada golongan batu gamping yang buruk karena terdapat cukup banyak

Bahan dasar kapur adalah batu kapur atau dolomit , yang mengandung senyawa kalsium karbonat (CaCO3), sehingga kapur dapat dimanfaatkan sebagai material stabilisasi

Jenis batu lain juga dapat digunakan sebagai media filter dalam sistem CW adalah batu kapur, batuan sungai, dan jenis batuan lainnya sesuai dengan kondisi geografis pada