KULIAH ICD KE 4
PERANGKAT KERAS
• Perangkat keras : komputer
– mikro hingga super
– Single task dan single user hingga multi task & multi user – Perangkat Keras Utama
– Ada dua macam perangkat keras yang digunakan : komputer khusus yang sudah dilengkapi pengolah citra kecepatan tinggi dan komputer biasa yang dilengkapi dengan perangkat lunak pengolahan citra.
– Perangkat Keras Penunjang
– Dalam sistem pengolahan citra sangat memerlukan alat-alat penunjang seperti : Alat penginput citra (pembaca CCT, CD ROM, dll), alat Konversi Analog Dijital (Scanner, Digitizer, dan
– Secara umum konfigurasi terdiri dari 6 subsistem :
• Subsistem komputer
• Subsistem masukan video • Subsistem Keluaran video
• Subsistem Kontrol proses interaktif • Subsistem Penyimpan berkas citra
SUBSISTEM KOMPUTER
• bersifat multiguna
• Dilengkapi alat masukan dan keluaran
data
• Berupa alat penyimpan dan pembaca pita
magnetik , disk
• Alat pencetak
• Terminal-terminal yang digunakan untuk
komunikasi antara pemakai dan sistem
SUBSISTEM MASUKAN
VIDEO
• Digunakan untuk memasukkan data citra
dijital
– Citra dijital berasal dari perekaman data PJ secara dijital, foto, video, TV yang berbentuk data analog tetapi sudah dikonversi kedalam bentuk dijital.
– Citra dijital merupakan besaran numerik yang menyatakan tingkat keabuan atau warna
SUBSISTEM KELUARAN VIDEO
• Keluaran dalam bentuk cetak file, cetak
gambar plotter atau suatu bentuk
peragaan monitor video spt TV
• Jenis layar peraga yg cocok adalah jenis
layar peraga raster – setiap titik
SUBSISTEM KONTROL
PROSES INTERAKTIF
• Terdiri dari perlatan yg digunakan u
komunikasi antara pemakai dengan mesin
• Berupa terminal dan papan kunci untuk
memasukkan suatu karakter atau trackball
• Tablet – petunjuk posisi pada layar peraga
SUBSISTEM PENYIMPAN
BERKAS CITRA
• Dapat berupa disk berukuran besar (virtual
memory)
SUBSISTEM PERANGKAT
KERAS KHUSUS PENGOLAH
CITRA
• Processor – video dijital yang akan
melakukan proses secara paralel
terhadap piksel citra
• Bagian memori citra dari beberapa array
atau beberapa susunan piksel atau lebih
• Bagian rutin u proses zooming,crolling
• Bagian kontrol keluaran video u
PERANGKAT LUNAK
• Konfigurasi :
– 1. modul proses berkas masukan dan keluaran – 2. modul filtering & koreksi radiometrik
– 3. modul proses registrasi citra & koreksi geometrik – 4. modul klasifikasi citra
– 5. Modul perhitungan statistik – 6. Modul operasi matematik
– 7. Modul proses pembuatan laporan & peragaan scara grafis
MODUL PROSES BERKAS
MASUKAN & KELUARAN
• Berfungsi sebagai :
– proses pemindahan berkas citra dari alat penyimpan di luar processor (CCT) ke disk memori komputer atau sebaliknya
– Pemindahan berkas dari memori ke memori – Proses pemindahan & penyimpanan data
masukan berbentuk gambar ke memori citra – Mengatur proses peragaan citra pada monitor
Modul filtering &
koreksi radiometrik
• Guna u peningkatan kualitas citra
• Dilakukan dengan menggunakan LUT
untuk peningkatan kontras
• Proses filtering u meredam gangguan /
memperjelas bagian informasi
Modul proses registrasi &
koreksi geometrik
• Gunanya u proses registrasi
penggabungan 2 citra atau lebih secara
spasial (mosaicking)
• Registrasi dilakukan dengan cara
interpolasi berdasarkan titik kontrol yang
diketahui koordinatnya melalui koreksi
geometrik
Modul klasifikasi citra
• Terdiri dari fasilitas:
– penyusun kunci interpretasi/ pembentukan sampel set latihan (training sample)
– Pengelompokkan data
– Perhitungan statistik setiap kelas atau
pengelompokkan pola dari obyek yang sama – Penggambaran diagram ruang
– Pemberian label pada penyusun kunci interpretasi
Modul perhitungan statistik
• Berfungsi u menghitung nilai statistik citra
– Harga rata-rata, – standar deviasi,
– varian & covarian matrix
– Matrix korelasi vektor eigen value & eigen vektor
– Pembuatan histogram dari distribusi pixel – Pembuatan diagram (scattered diagram)
Modul operasi matematika
• Meliputi :
– Bersifat aritmatik (kali, tambah, kurang, rasio, akar, negatif)
– Logik (and, or, not, xor)
• And – suatu lokasi yang mempunyai kriteria gabungan (A dan B)
• Or – suatu lokasi yang dapat masuk kriteria A or dapat masuk kriteria B
• Not – yang diketahui A yg lain bukan A
• And & not – lokasi yg punya kriteria gabungan yaitu antara salah 1 kriteria yg diketahui (A) dgn salah 1 bukan kriteris yg
Modul proses pembuatan laporan
dan peragaan secara grafis
• Terdiri dari :
– Fasilitas proses konversi data raster ke vektor atau sebaliknya
– Proses yang dapat dilakukan : garis kontur, sumbu tengah, penyempurnaan bentuk
poligon hasil klasifikasi citra dijital dengan gambar grafis yg bersifat deskriptif untuk disajikan dalam 1 gambar
Citra dijital
• Merupakan representasi dua dimensi dari suatu obyek di dunia nyata
• Bentuk analog (FU atau peta foto) atau dijital
(citra satelit yg merupakan hasil rekaman sistem sensor)
• Dalam bentuk raster, matrix, grid 2 dimensi,
setiap elemennya disebut pixel (picture element) yg diketahui nilai kordinatnya & nilai
intensitasnya (radiasi elektromagnetik) diwakili suatu nilai atau bilangan bulat DN
Pra pengolahan data PJ
• Pra-pengolahan data inderaja dijital biasanya mengikuti prosedur Bagan 1, mencakup rektifikasi (pembetulan atau koreksi-koreksi) dan restorasi (pemugaran atau pemulihan) citra.
• Rektifikasi (pembetulan) dan restorasi (pemulihan/ pemugaran) citra merupakan prosedur operasi agar diperoleh data yang sesuai dengan aslinya. Citra hasil rekaman sensor penginderaan jauh mengalami berbagai distorsi yang disebabkan oleh gerakan sensor, faktor
media antara, dan faktor obyeknya sendiri, sehingga perlu dibetulkan atau dipulihkan kembali. Prosedur
operasi ini biasa disebut operasi pengolahan data awal
(pre-processing operations) atau pra-pengolahan citra,
DATA INDERAJA DIJITAL (CCT) Baca CCT PRA-PENGOLAHAN DATA DIJITAL Koreksi
Radiometrik Atmosferik Geometrik
Citra Komposit Warna
Penajaman Citra
Membaca citra dijital
• Satelit orbit polar merekam permukaan bumi dengan arah lintasan U-S disebut path
• Perekaman data tersebut mempunyai lebar siaman
(scanning)berbeda-beda. Landsat 180 km, SPOT 60 km • Lintasan satelit daerah Indonesia u Landsat menurut
sistem WRS (world reference system) dibagi menjadi 32 path yaitu path100 hingga 131
• SPOT menurut sistem GRS (Grille de Reference SPOT) dibagi menjadi 120 path (K) – 255-356
• Lintasan satelit JERS-1 : 88 path – 45-132, karena lebar scanning JERS-1 75 km
• Penyajian data satelit agar lebih mudah
pengolahan dan distribusinya dipotong
dengan ukuran sama dengan lebar
scanning.
• Landsat 185 x 185 km
• SPOT 60 x 60 km
• Potongan area dalam 1 path disebut row.
Path/row untuk Landsat
• KJ untuk SPOT
• Path/row u Landsat misal Landsat Jakarta
adalah LS path/row 122/64
• Setiap unsur citra disebut pixel dan
memiliki kordinat (<Y) pada ruang diskrit
yang menyajikan suatu sampling kontinue
dari permukaan bumi
• Nilai pixel disebut intensitas citra atau
derajat keabuan
– Suatu nilai pixel pada citra spektral memiliki lebih dari 1 derajat keabuan. Masing-masing derajat keabuan dihbngkan ke suatu
spektrum band
– Pixel menyajikan suatu nilai spasial dr energi elktromagnetik atau fenomena permukaan
Format data
• Format dalam susunan BIL (band
interactive by line) dan BSQ (band
sequential) dan file terpisah
• Penyajian format citra tunggal dapat
disajikan sebagai matrix 2 dimensi,
multispektral matrix n dimensi
Format terpisah
• AAA
BBB
CCC
• AAA
BBB
CCC
• AAA
BBB
CCC
BIL
• U grup operator stasiun bumi Landsat
(LGSOWG = landsat ground station
operational working groups)
• AAABBBCCC, AAABBBCCC, AAABBBCCC • Kelebihan : sesuai u transfer data dari sensor
ke bumi, tidak memerlukan buffer u
penyimpanan data pd satelit, jika stasiun bumi tsb sedang beroperasi mentrasmisikan
BSQ
• U grup operator stasiun bumi Landsat
(LGSOWG = landsat ground station
operational working groups)
• AAA AAA AAA BBB BBB BBB CCC CCC CCC • Kelebihannya : merupakan bentuk u
penggunaan ketika kita memerlukan pada
pengolahan citra band tunggal, seperti matching citra, koreksi geometrik dan pengolahan khusus
PIXEL INTERLEAVED
• Digunakan PCI berbentuk :
• ABC ABC ABC ABC ABC ABC ABC ABC ABC • Kelebihannya : sesuai u operasi didasarkan atas