BAB II KONSEP UMUM TENTANG SEWA-MENYEWA (IJARAH)
Teks penuh
Dokumen terkait
Berbicara mengenai masalah sewa menyewa (ijarah) ini, banyak hal-hal yang menyebabkan ulama berbeda pendapat khususnya tentang akad sewa menyewa yang dikarenakan
1) Objek ijārah harus diketahui secara jelas, baik itu jenisnya, kadarnya ataupun sifat dari objek sewa menyewa tersebut, sehingga tidak terjadi perselisihan di belakang hari.
membahas hukum sewa-menyewa uang dirham dan dinar. Dalam madzhab Mlaiki, terdapat perselisihan pendapat. Ibn al-Qasim berpendapat tidak boleh menyewakan barang tersebut, dan hal
“IMPLEMENTASI AKAD IJARAH PADA SEWA MENYEWA PETANI TAMBAK UDANG INDRAMAYU PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH”, Kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah dapat
Sanksi diputuskannya hubungan sewa menyewa sebelum berakhirnya jangka waktu sewa menyewa bagi pemilik bila tidak menyerahkan rumah kepada penyewa dalam keadaan
Dalam hal perjanjian sewa menyewa, risiko mengenai barang yang dijadikan objek perjanjian sewa menyewa dipikul oleh pihak pemilik barang (yang menyewakan), sebab
(4) Apabila terdapat hal-hal berupa hambatan, rintangan, dan/atau klaim dari pihak ketiga sehubungan dengan sewa menyewa Rumah berdasarkan Akad ini, maka Pihak Pertama
Pelaksanaan perjanjian sewa-menyewa tanah yang dilakukan di Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko yaitu dengan menyerahkan lahan tanah dalam keadaaan kosong tanpa tanaman apapun di