• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci.) IX (1): ISSN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci.) IX (1): ISSN:"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Pertumbuhan berat dan panjang               benih gurami  bastar, bluesafir,              dan bule
Tabel 3. Kisaran kualitas air masing-masing perlakuan selama penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Rerata waktu untuk sampai postlarva gurami bule paling lama dibanding kedua subspesies lainnya, karena gurami bule mempunyai rerata, diameter telur yang paling besar,

Peubah yang diamati berupa laju pertumbuhan spesifik ikan, konsumsi pakan harian, efisiensi pakan, rasio efi siensi protein, retensi protein, retensi lemak, komposisi

Pengamatan selama pemeliharaan dilakukan setiap hari, meliputi suhu air dengan termometer maksimum- minimum dan pengamatan gejala eksternal KHV yang muncul pada ikan uji

Hasil pembedahan terhadap isi usus larva ikan klon menunjukkan bahwa larva ikan klon mulai makan artemia pada umur 6 hari yaitu pada panjang total 6 mm dengan

Laju pertumbuhan lebar karapas dan bobot rajungan pada bulan pertama yang meningkat cukup tajam disebabkan pemberian pakan bulan pertama tiga kali lebih banyak

Hasil pengukuran laju transmisi uap air edible fi lm dari gelatin nila merah pada penelitian ini dengan penambahan variasi konsentrasi asam palmitat dapat dilihat pada Gambar

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan jenis bahan baku pembuatan selai tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kadar serat kasar selai, baik selai yang terbuat dari

(2001) menyatakan bahwa tangkapan yang diperbolehkan (total allowble catch, TAC) seharusnya adalah 80% dari maksimum potensi lestari, maka hasil penelitian dari potensi tangkapan