• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANGGARAN DASAR LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ( LPM )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANGGARAN DASAR LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ( LPM )"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Anggaran Dasar Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) merupakan dokumen penting yang mendasari operasional lembaga ini dalam konteks pemberdayaan masyarakat. Dalam era globalisasi dan demokrasi, keberadaan LPM sangat relevan untuk menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen LPM dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, tangguh, adil, dan makmur. Dengan memperhatikan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, LPM berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Relevansi ini menjadi penting dalam proses administrasi dan tata kelola lembaga.

II. Struktur Organisasi

Struktur organisasi LPM terdiri dari berbagai tingkatan, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat hingga LPM Desa/Kelurahan. Setiap tingkatan memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang jelas, yang diatur dalam Anggaran Dasar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengambilan keputusan dan kebijakan yang diambil sesuai dengan aspirasi masyarakat. Proses pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah, yang mencerminkan prinsip demokrasi dan partisipasi. Dengan adanya struktur yang jelas, LPM dapat menjalankan fungsi administrasi secara efektif, termasuk dalam hal pelaporan dan akuntabilitas.

III. Kedaulatan dan Azas

Kedaulatan LPM berada di tangan anggota dan dilaksanakan dalam Musyawarah Nasional. Prinsip ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama, yang penting dalam konteks administrasi lembaga. Selain itu, LPM berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang menjadi landasan moral dan hukum dalam setiap tindakan dan kebijakan. Ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan norma yang berlaku, serta menekankan tanggung jawab LPM dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.

IV. Fungsi dan Tujuan

LPM memiliki fungsi yang jelas, seperti meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah. Tujuan ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek sosial dan budaya. Dalam konteks administrasi, fungsi ini sangat relevan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dengan demikian, LPM berkontribusi pada proses pengambilan keputusan yang lebih inklusif dan partisipatif.

V. Keanggotaan dan Kewajiban

Keanggotaan LPM terdiri dari anggota biasa dan luar biasa, dengan hak dan kewajiban yang berbeda. Anggota biasa memiliki hak untuk memilih dan dipilih, sedangkan anggota luar biasa dapat memberikan saran dan usulan. Kewajiban anggota untuk mematuhi Anggaran Dasar dan menjaga nama baik organisasi sangat penting dalam menjaga integritas lembaga. Dalam konteks administrasi, hal ini menunjukkan pentingnya komitmen individu dalam mendukung tujuan bersama dan menghindari konflik kepentingan.

VI. Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan dalam LPM dilakukan berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Jika mufakat tidak tercapai, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. Proses ini mencerminkan prinsip demokrasi dan transparansi dalam administrasi. Selain itu, aturan mengenai kuorum juga diatur dengan jelas, memastikan bahwa keputusan yang diambil memiliki legitimasi. Dalam praktiknya, ini penting untuk memastikan bahwa semua suara didengar dan dipertimbangkan, sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan keinginan mayoritas.

VII. Penutup

Anggaran Dasar LPM merupakan dokumen yang sangat penting dalam mengatur administrasi dan tata kelola lembaga. Dengan struktur yang jelas, prinsip kedaulatan, dan proses pengambilan keputusan yang demokratis, LPM dapat berfungsi secara efektif dalam pemberdayaan masyarakat. Penerapan prinsip-prinsip ini dalam praktik administrasi akan membantu LPM mencapai tujuannya dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga. Oleh karena itu, penting bagi seluruh anggota untuk memahami dan mematuhi ketentuan yang ada dalam Anggaran Dasar.

Referensi

Dokumen terkait

Musyawarah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat di Desa Aek Song-Songan diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali. Di dalam musyawarah yang dilakukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat

“Impian Moni” unt uk siswa Sekolah Dasar kompetensi anggaran pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) m engembangkan komik edukasi “Impian Moni” sebagai media

unt uk dapatmengel ol a pembel aj ar an dengan bai k,di ant ar anya menet apkan apa yang i ngi n di l akukan,kapan dan bagai manacar amengi mpl ement asi kan pembel aj ar an,

Dalam upaya t erwuj udnya pemahaman dan persepsi yang sama unt uk pelaksanaan kegiat an Fasilit asi Pemberdayaan dan Kelembagaan Pet ani Tanaman Tahunan dan Pelat ihan

Dengan demikian pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan

Oleh sebab itu, penulis mengangkat penelitian dengan judul “Pelaksanaan Fungsi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam Pembangunan di Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan

Jurnal Pendidikan Tambusai 11245 Tugas dan Tanggung Jawab Lembaga Pemberdayaan Masyarakat LPM Berdasarkan Perda no 54 THUN 2013 Studi Di Desa Sumberagung Jatirejo Mojokerto

Wewenang dan Pertanggungjawaban Pengurus melaksanakan semua hal-hal yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi sosial An-Nahdliyah dan