ASKEP KPD, PARTUS LAMA, DAN PARTUS
PREMATURUS
Pertemuan 4
Definisi Ketuban
Fisiologi Ketuban
1. Selaput ketuban atau Amniokorion
Selaput ketuban terdiri atas 2 lapisan besar, amnion dan korion. Amnion adalah membran janin yang paling dalam dan berdampingan langsung dengan cairan amnion (Likuor Amnii).
2. Cairan Ketuban (Likuor Amnii)
ASUHAN KEPERWATAN
KETUBAN PECAH DINI (KPD)
DEFINI
SI
Ketuban Pecah Dini (KPD) atau Ketuban
Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) sering
disebut dengan
Premature Repture Of The
Membrane
(PROM) didefnisikan sebagai
pecahnya
selaput
ketuban
sebelum
Klasifiasi KPD
•
Klasifikasi
Menurut POGI tahun (2014), KPD diklasifikasikan menjadi 2
kelompok, yaitu, KPD preterm dam KPD aterm.
•KPD Preterm
Ketuban pecah dini preterm adalah pecahnya ketuban yang terbukti dengan vaginal pooling, tes nitrazin dan, tes fern atau IGFBP-1 (+) pada usia<37 minggu sebelum onset persalinan. KPD sangat preterm adalah pecahnya ketuban saat umur kehamilan ibu antara 24 sampai kurang dari 34 minggu, sedangkan KPD preterm saat umur kehamilan ibu antara 34 sampai kurang dari 37 minggu.
•KPD Aterm
Etiologi Menurut
Sulistyowati (2013),
sebab-sebab terjadinya ketuban
pecah dini antara lain:
1.Faitor maternal
2.Faitor uteroplasental
3. Faitor fetal
4.Faitor Resiio
Ciri-ciri tanda ieluar air ietuban
pecah
•
Keluar secara tiba-tiba dari liang vagina
dalam jumlah banyak maupun sedikit
•
Tidak dapat dihentikan
•
Cairan ketuban bisa warna putih agak
keruh mirip air kelapa muda karena
bercampur dengan lanugo atau rambut
halus pada janin
PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI
PENATALAKSANAAN
• Bila anak belum viable (kurang dari 36
minggu),
penderita
dianjurkan
untuk
beristirahat di tempat tidur dan berikan
obat-obat antibiotika profilaksis, spasmolitika, dan
roboransia dengan tujuan untuk mengudur
waktu sampai anak viable.
PENANGANAN
PERSALINAN
DALAM KPD
•
Partus spontan
•
Ekstrasi vakum
•
Ekstrasi
forceps
•
Embriotomi
bila anak
sudah
meninggal
•
Seksio sesarea
bila ada
indikasi
obstetrik
KOMPLIKASI
Pada anai:
•
IUFD dan IPFD,
Asfksia, dan
prematuritas
Pada ibu:
•
Partus lama,
dan infeksi,
antonia uteri,
perdarahan
postpartum,
PEMERIKSAAN PENUNJANG
•
Pemeriksaan Laboratorium
•
Pemeriksaan Ultrasonograf
(USG)
•
Pemeriksaan dalam
•
Pemeriksaan dengan
Asuhan Keperawatan pada Ketuban
Pecah Dini (KPD)
Lanjutan...
•
Pola aktiftas sehari-hari
•
Makan dan minum
•
Eliminasi
•
Istirahat atau tidur
Lanjutan...
Pemeriksaan Laboratorium
Cairan yang keluar dari vagina perlu diperiksa
warna, konsntrasi, bau dan PHnya.
-Tes lakmus (tes nitrazin), jika kertas lakmus
merah berubah menjadi biru menunjukkan
adanya air ketuban (alkalis).
-Mikroskopik (tes pakis), dengan meneteskan air
ketuban pada gelas objek dan dibiarkan kering,
pemeriksaan mikroskopik menunjukkan
gambaran daun pakis.
Pemeriksaan Ultrasonograf (USG)
Diagnosa Keperawatan
•
Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan
dengan ketuban pecah dini
•
Risiko tinggi trauma maternal berhubungan
dengan disfungsi persalinan
•
Cemas berhubungan dengan kehilangan
kehamilan
•
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan
dengan kontruksi uterus
Dx: Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan
dengan ketuban pecah dini.
Tujuan : memperlihatkan kemajuan
tanpa terjadi komplikasi infeksi
Kriteria Hasil :
•
Cairan amnion ibu tidak menyengat
•
Hindari pemeriksaan pervagina
•
Observasi drainaseamnitik teradap
Dx: Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan
dengan ketuban pecah dini.
Intervensi:
•
Kaji Kondisi Ketuban
•
Pantau tanda-tanda infeksi
•
Dengarkan DJJ
•
Kolaborasi pemberian Antibiotik
Rasionalisasi :
Risiko tinggi trauma maternal berhubungan dengan
kerusakan tindakan pada persalinan
Tujuan: Adanya pembukaan kelahiran di akhiri tanpa
komplikasi maternal.
Kriteria hasil :
•
Persalinan normal
•
Tidak ada komplikasi
Rencana tindakan :
•
Mengkaji frekuensi kontraksi uterus
Risiko tinggi trauma maternal berhubungan dengan
kerusakan tindakan pada persalinan
Rasionalisasi :
•
Untuk mencegah terjadinya komplikasi
•
Tindakan yang dapat mendorong
aktivitas uterus
•
Untuk mengetahui waktu kelahiran
•
Untuk mengetahui pemasukan dan
ASUHAN KEPERAWATAN
PARTUS LAMA (
Prolonged Labor
)
Persalinan umumnya pada
primigravida
(kehamilan
pertama) berlangsung dalam
waktu 18-20 jam dan pada
multigravida
12-14
jam.
Persalinan yang lebih dari 24
jam pada primi, dan lebih dari
18 jam pada multi disebut
dengan partus lama.
DEFINIS
I
ETIOLOGI
Pada dasarnya fase laten memanjang dapat disebabkan oleh:
•His tidak efisien (adekuat)
•Tali pusat pendek
•Faktor jalan lahir (panggul sempit, kelainan serviks, vagina,
tumor)
•Kesalahan petugas kesehatan memastikan bahwa pasien sudah
masuk dalam persalinan (inpartu) atau belum
Pada prinsipnya persalinan lama dapat disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu:
Pada prinsipnya persalinan lama dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan
yaitu power, passage, dan passanger.
-Power (kekuatan)
-Passage (jalan lahir)
-Passenger (janin dan plasenta)
-Faktor psyche (psikis)
PATOFISIOLOG
I
KOMPLIKASI
Bagi Ibu:
Infeksi intrapartum
Ruptur uteri
Cincin retraksi
patologis
Pembentukan
vistula
Cedera otot dasar
panggul
Bagi Janin:
Kaput
suksedaneum
Molase pada
PENATALAKSANAA
N
•
Pasang infus Ringer
Laktat atau NaCl 0,9%
(guyur 1 kolf dan tetes
cepat pada kolf
berikutnya)
•
Deksametason 10 mg (2
ampul) secara intravena
•
Pemberian antibiotika
•
Ceftriaxone 1
gr/intravena (
skin test
)
•
Cefotaxime 1-2
gr/intravena (
skint test
)
•
Pasang oksigen 2-3 liter
per menit
PEMERIKSAAN
PENUNJANG:
•
MRI
Asuhan Keperawatan pada
Partus Lama
Anamnesis dan gejala klinis
Usia ibu, riwayat menstruasi, riwayat
kehamilan, riwayat persalinan,
pernapasan cepat, terdapat edema
culva, serta bising usus yang
Asuhan Keperawatan pada Partus
Lama
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
- Ibu tampak takut, gelisah, cemas, dan syok
- Kesadaran bervariasi mulai dari composmentis sampai koma
- Kaji tanda-tanda vital
- Hasil pemeriksaan umum (Tb >145 cm, deformitas pada tulang
panggul)
Palpasi
- Terdapat nyeri pada abdomen
- Perut membesar dan tampak kembung
- His lemah
- Gerak janin tidak ada
- Janin mudah diraba
Auskultasi
- Terdapat bising usus yang meningkat
Lanjutan...
Pemeriksaan dalam
- Terdapat tanda infeksi intrauterin (lokia berbau,
berwarna keruh, tampak bercapur mekonium, dan
edema vulva)
- Terdapat edema porsio dan bagian terendah janin
sulit di dorong ke atas
- Pada janin mengalami asfksia sampai terjadi
kematian dalam rahim
- Suhu rektal >37,5
oC
Auskultasi
- Terdapat bising usus yang meningkat
Asuhan Keperawatan pada
Partus Lama
Diagnosa Keperawatan
- Resiko tinggi cedera terhadap maternal
berhubungan dengan perubahan tonus otot/ pola
kontraksi, obstruksi mekanis pada penurunan janin,
keletihan maternal
- Resiko tinggi cedera terhadap janin berhubungan
dengan persalinan yang lama, hipoksia/asidosis
jaringan
Dx: Resiko tinggi cedera terhadap maternal
berhubungan dengan perubahan tonus otot/pola
kontraksi, obstruksi mekanis pada penurunan janin,
keletihan maternal
Intervensi:
•
Kaji pola kontraksi uterus secara manual
atau secara elektronik
Rasional: Disfungsi kontraksi
•
Catat kondisi serviks. Pantau tanda
amnionitis. Catat peningkatan suhu atau
jumlah sel darah putih, catat bau dan
warna rabas vagina.
•
Rasional: Serviks kaku atau tidak siap
tidak akan dilatasi, menghambat
penurunan janin/kemajuan persalinan.
Terjadinya amnionitis secara langsung
•
Catat penonjolan, posisi janin dan
persentasi janin
- Rasional: Indicator kemajuan persalinan ini
dapat mengidentifkasi timbulnya
penyebab persalinan lama.
•
Tempatkan klien pada posisi rekumben
lateral dan anjurkan tirah baring atau
ambulasi sesuai toleransi
•
Anjurkan klien berkemih setiap 1-2 jam.
Kaji terhadap kepenuhan kandung
kemih diatas simpisis pubis
–
Rasional:
Kandung kemih penuh dapat menghamb
at aktivitas uterus dan mempengaruhi
penurunan janin.
•
Bantu dengan persiapan untuk seksio
caesaria sesuai indikasi
–
Rasional: melahirkan sesaria segera
Dx: Resiko tinggi cedera terhadap janin
berhubungan dengan persalinan yang lama,
hipoksia/asidosis jaringan
Kriteria hasil:
•
Menunjukkan denyut jantung janin (DJJ)
dalam batas normal dengan variabilitas
baik, tidak ada deselerasi lambat.
Intervensi :
•
Kaji DJJ secara manual atau elektronik.
Rasional:
•
Mendeteksi respon abnormal, seperti
variabilitas yang dilebih-lebihkan,
bradikardia dan takikardia yang mungkin
disebabkan oleh stress, hipoksia,
Perhatikan tekanan uterus selama istirahat dan fase kontraksi melalu
kateter tekanan intrauterus bila tersedia
Rasional:
Tekanan istirahat lebih besar dari 30 mmHg atau tekanan kontraksi
lebih dari 50 mmHg menurunkan atau mengganggu oksigenasi
dalam ruang intravilos.
Identifikasi faktor-faktor maternal seperti dehidrasi, asidosis,
ansietaas atau sindrom vena kava.
Identifikasi faktor-faktor maternal seperti dehidrasi, asidosis, ansietaas
atau sindrom vena kava
Rasional:
Kaji malposisi dengan menggunakan maneuver Leopold
dan temuan pemeriksaan internal (lokasi fontanel dan
sutura cranial ). Tinjau ulang hasil ultrasonografi
Rasional:
Menentukan pembaringan janin, posisi dan persentasi
dapat mengidentifikasi factor-faktor yang memperberat
disfungsional persalinan.
Biarkan klien memilih posisi tangan dan lutut atau posisi
sim lateral pada sisi berlawanan dimana oksiput janin
diarahkan bila janin pada posisi OP
Rasional:
Posisi ini mendorong pemutaran anterior dengan
Siapkan untuk kelahiran caesarea
Rasional:
Melahirkan pervagina dari bokong
dihubungkan dengan cedera pada
kolumna vertebralis janin, pleksus
brakialis, klavikula, dan sutura otak,
Dx: Koping individual tidak efektif berhubungan dengan krisis
situasi, kerentanan pribadi, harapan/persepsi tidak realistis,
ketidakadekuatan system pendukung
Tujuan: Mengidentifikasi/menggunakan teknik koping efektif
Intervensi:
Tentukan kemajuan persalinan. Kaji derajat nyeri dalam hubungannya
dengan dilatasi/ penonjolan.
Rasional:
Persalinan yang lama yang berakibat keletihan dapat
menurunkan
kemampuan klien untuk mengatasi/mengatur kontraksi.
•Kenali realitas keluhan nyeri/ ketidaknyamanan
Rasional:
Ketidaknyamanan dan nyeri dapat disalahartikan pada
kurangnya
kemajuan yang tidak dikenali sebagai masalah
Tentukan tingkat ansietas klien dan pelatih. Perhatikan
adanya frustasi
Rasional:
Ansietas berlebihan meningkatkan aktivitas adrenal/
pelepasan katekolamin, menyebabkan ketidakseimbangan
endokrin.
Berikan tindakan kenyamanan dan pengubahan posisi
klien. Anjurkan penggunaan teknik relaksasi dan
pernapasan yang dipelajari
Rasional:
Menurunkan ansietas, meningkatkan kenyamanan, dan
membantu klien mengatasi situasi secara positif.
Berikan informasi faktual tentang apa yang terjadi
Rasional:
DEFINISI
ASUHAN KEPERAWATAN
PARTUS PREMATURUS
Partus
Prematurus
adalah
persalinan
(pengeluaran)
hasil
ionsepsi
pada
iehamilan
28-36
minggu; janin dapat
hidup
tetapi
prematur, berat janin
antara
1000-2500
- Hipertensi
- Perkembang
an janin
terhambat
- Solusio
Plasenta
- Plasenta
previa
- Kelainan
rhesus
- Diabetes
ETIOLOGI
- Aktivitas
Uterus
- Rasa tidak
nyaman
- Sekret
vagina
FAKTOR RISIKO PARTUS
PREMATUR
- KEMATIAN JANIN
- PERDARAHAN
INTRAVENTRIKULER
- SINDROM GAWAT
PERNAFASAN
- INFEKSI
- HIPOGLIKEMIA
- HIPOTERMIA
- RETINOPATI
PREMATURITAS
KOMPLIKASI PARTUS PREMATURUS•
Sindroma gawat janin
•
Ketidakmatangan pada system
saraf
•
Rentang terjadinya perdarahan
otak atau serangan apneu
•
Intoleransi pemberian makanan
•
Retinopati dan gangguan
penglihatan atau kebutaan
(fbroplasia retrolental)
•
Displasia bronkopulmoner
•
Penyakit jantung
•
Jaundice
•
Infeksi atau septicemia
•
Anemia
•
Hipoglikemia/ Hiperglikemia
•
Perkembangan dan partumbuhan
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
•
Ultrasonograf
: Pengkajian getasi (dengan berat
badan janin 500 sampai 2500 gram)
•
Tes nitrazin
: menentukan KPD
•
Jumlah sel darah putih
: Jika mengalami
peningkatan, maka itu menandakan adanya
infeksi amniosentesis yaitu radio lesitin terhadap
sfngomielin (L/S) mendeteksi fofatidigliserol (PG)
untuk maturitas paru janin, atau infeksi amniotik.
•
Pemantauan eleitronii
: memfalidasi aktiftas
Penyebab terjadinya kelahiran bayi prematur belum diketahui
secara jelas. Data statistik menunjukkan bahwa bayi lahir
prematur terjadi pada ibu yang memiliki sosial ekonomi rendah.
Kejadian ini dengan kurangnya perawatan pada ibu hamil
karena tidak melakukan antenatal care selama kehamilan.
Asupan nutrisi yang tidak adekuat selama kehamilan, infeksi
pada uterus dan komplikasi obstetrik yang lain merupakan
pencetus kelahiran bayi prematur. Ibu hamil dengan usia yamg
masih
muda,
mempunyai
kebiasaan
merokok
dan
mengkonsumsi alkohol juga menyebabkan terjadinya bayi
prematur. Faktor tersebut bisa menyebabkan terganggunya
fungsi plasenta menurun dan memaksa bayi untuk keluar
sebelum waktunya. Karena bayi lahir sebelum masa gestasi
yang cukup maka organ tubuh bayi belum matur sehingga bayi
lahir prematur memerlukan perawatan yang sangat khusus
untuk memungkinkan bayi beradaptasi dengan lingkungan luar.
ASUHAN KEPERAWATAN
PARTUS PREMATURUS
Riwayat Menstruasi:
Yang dinyatakan adalah HPHT untuk menentukan tafsiran persalinan,
siklus,
bau, warna, dan apakah nyeri waktu haid, serta kapan mendapat haid
pertamakali
•Riwayat penyakit kehamilan: Kemungkinan dari kasus bayi prematur
selama kehamilan ibu pernah mengalami keadaan seperti diabetes
maternal, penyakit hipertensi dalam kehamilan dan terjadi gangguan
pembuluh intrauterin
•Riwayat Kehamilan ini: Yang dikaji adalah HPHT untuk emnentukan
usia kehamilan
Diagnosa Keperawatan
•
Aktiftas intoleran berhubungan dengan
hipersensitivitas otot / seluler.
•
Ansietas, ketakutan berhubungan
dengan krisis situasional, ancaman yng
dirasakan atau aktual pada diri dan
janin.
•
Nyeri akut atau ketidaknyamanan
Intervensi
•
Diagnosa : Aktiftas intoleran berhubungan
dengan hipersensitivitas otot / seluler.
Tujuan :
•
Menurunkan tingkat aktiftas.
Intervensi Rasional
•
Jelaskan alasan perlunya tirah baring,
penggunaan posisi rekumben kiri/miring dan
penurunan aktiftas. Tindakan ini ditujukan
•
Berikan tindakan kenyamanan seperti
gosokan punggung, perubahan posisi, atau
penurunan stimulus dalam ruangan
(misalnya lampu redup) Menurunkan
tegangan otot dan kelelahan serta
meningkatkan rasa nyaman.
•
Kelompokkan aktivitas sebanyak mungkin,
seperti pemberian obat tanda vital dan
pengkajian. Meningkatkan kesempatan
•
Berikan periode tanpa interupsi
untuk istirahat/tidur. Meningkatkan
istirahat, mencegah kelelahan, dan
dapat meningkatkan relaksasi.
•
Berikan aktivitas pengalihan, seperti
membaca, mendengarkan rasio dan
menonton televisi atau kunjungan
dengan teman yang dipilih atau
keluarga. Membantu klien dalam
•
Diagnosa : Ansietas, ketakutan berhubungan
dengan krisis situasional, ancaman yng
dirasakan atau aktual pada diri dan janin.
•
Tujuan :Mengungkapkan pemahaman situasi
individu dan kamungkinan hasil akhir.
Intervensi Rasional
•
Orientasikan klien dan pasangan pada
lingkungan persalinan. Membantu klien dan
orang terdekat merasa mudah dan lebih
•
Anjurkan penggunaan teknik relaksasi
Memungkinkan klien mendapatka
keuntungan maksimum dari periode
istirrahat, mencegah kelelahan otot dan
memperbaiki aliran darah uterus.
•
Anjurkan pengungkapan rasa takut dan
masalah. Dapat membantu menurunkan
ansietas dan merangsang identifkasi
perilaku koping.
•
Berikan sedatif bila tindakan lain tidak
•
Diagnosa : Nyeri akut atau ketidaknyamanan
berhubungan dengan kontraksi otot dan efek
obat-obatan.
•
Tujuan :
Melaporkan ketidaknyamanan
menjadi minimal dan terkontrol.
•
Intervensi Rasional:
–
Percepat proses penerimaan dan lakukan tirah
baring pada klien, dngan menggunakan posisi
miring kekiri. Posisi miring kekiri memperbaiki
aliran darah uterus dan dapt menurunkan
•
Tinjau ulang teknik relaksasi Membantu
menurunkan persepsi klien tentang
ketidaknyamanan dan meningkatkan
rasa kontrol.
•
Berikan analgesik sesuai indikasi
Analgesik ringan menurunkan
Apa Itu Vakum?
Indikasi Vakum
•Ibu yang mengalami kelelahan tetapi masih mempunyai kekuatan untuk mengenjan •Gawat janin yang ringan
•Toksemia gravidarum •Ruptur uteri mengancam
•Untuk mempersingkat kala II pada ibu-ibu yang tidak boleh mengenjan lama, seperti ibu-ibu yang menderita anemia, vitium kordis, tuberkolosis paru, asam bronkial, dan lain-lain.
Persalinan dengan indikasi tersebut dapat dilakukan dengan ekstrasi vakum dengan catatan persyaratan persalinan pervaginam memenuhi. Syarat untuk melakukan ekstrasi vakum adalah:
•Pembukaan serviks lengkap •Penurunan kepala janin •Selaput ketuban sudah pecah
Teknik Pemasangan Ekstrasi Vakum (VE)
1. Posisi lithotomi
2. Masukkan mangkuk vakum melalui introitus vagina secara miring dan pasang pada kepala bayi dengan titik tengah mangkuk pada sutura sagitalis ± 1 cm anterior dari ubun-ubun kecil dan menjauhi ubun-ubun besar.
Cara:
Dengan mempergunakan jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri, labia mayora disisihkan ke kiri dan kekanan. Mangkok dimasukkan ke dalam vagina dalam posisi agak miring. Setelah mangkuk diletakkan pada bagian terbawah kepala, dilakukan periksa dalam untuk mengetahui:
•Apakah mangkuk telah benar letaknya
4. Dilakukan penghisapan dengan pompa
penghisap, dengan tenaga -0,2kg/cm2. Tenaga
vakum : -0,7 s/d -0,8kg/cm2, dengan waktu
6-8 menit
terbentuk kaput suksedanum
artifisialis.
5. Periksa ulang apakah ada bagian jalan lahir
yang terjepit
6. Bersamaan timbulnya his, ibu mengejan
mangkuk ditarik searah sumbu panggul
7. Ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri menahan
mangkuk, tangan kanan melakukan tarikan.
7. Traksi dilakukan terus selama ada his,
ibu disuruh mengenjan dan mangkuk
ditarik searah dengan arah sumbu
panggul
8. Kepala janin dilahirkan dengan
menarik mangkuk ke arah atas. Tangan
kiri penolong menahan perineum.
Forceps
Cunam
akan
dipasang
melintang
kepala
danmelintang panggul :
Pemasangan daun sendok
kiri
pada sisi kiri panggul
ibu ; Jari telunjuk dan
tengah tangan kanan
dimasukkan vagina. Ibu
jari diarahkan keatas.
Daun sendok diluncurkan
3.
Tangan kanan dikeluarkan
dan sendok kiri yang telah
terpasang dipegang oleh asisten
4. Dengan cara yang sama, daun sendok
kanan ditempatkan disamping kanan
kepala anak
Pemasangan sendok kanan : Sendok kiri yang sudah terpasang dipegang oleh asisten (atau ditahan dengan kelingking tangan kiri). Ibu jari , jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan menuntun pemasangan sendok
5. Dilakukan reposisi sendok cunam bilamana diperlukan untuk
memudahkan penguncian cunam:
Penguncian :
Masing-masing tangan memegang
tangkai cunam. Kedua ibu jari saling berdekatan
diatas gagang cunam. :
Kunci harus dipasang tanpa paksaan, bila perlu
dapat dilakukan reposisi daun sendok untuk
Traksi Percobaan
; Tangan kiri mencekap
cunam diatas kunci ; Telunjuk kanan
digunakan untuk mengetahui apakah kepala
anak ikut tertarik saat melakukan traksi
3. Setelah traksi percobaan menunjukkan bahwa pemasangan dan penguncian cunam sudah dilakukan dengan benar, maka tindakan ini dilanjutkan dengan traisi defnitif.
Traksi definitif : Tangan kanan ditempatkan dileher cunam dekap
dengan kepala janin. Tangan kiri operator disebelah distal tangan
kanan.
Arah traksi yang sesuai dengan jenis klasifkasi ekstraksi cunam ; Pada cunam out-let, arah traksi adalah elevasi tangkai cunam
Melakukan ekstraksi kepala dengan tangan kanan sambil menahan perineum dengan tangan kiri agar tidak regangan perineum yang berlebihan
1.
Melakukan
ekstraksi kepala dengan tangan kanan sambil
menahan perineum dengan tangan kiri agar tidak regangan
perineum yang berlebihan
2. Persalinan tubuh anak lebih lanjut dilakukan seperti
pertolongan persalinan presentasi belakang kepala seperti
biasanya.
Sectio Caesarea
Kelahiran caesar adalah
melahirkan janin melalui
insisi pada dinding perut
dan dinding uterus.
Tujuan
caesar adalah untuk
menyelamatkan kehidupan atau kesehatan ibu dan janinnya; dimana kelahiran caesar dapat menjadi pilihan terbaik untuk kelahiran ketika terdapat bukti-bukti komplikasi pada ibu atau janin.
Indikasi Kelahiran Caesar
Definisi
Indikasi
•Panggul sempit
•Disproporsi sefalopelvik: yaitu ketidakseimbangan antara ukuran kepala dan ukuran panggul
•Ruptura uteri mengancam •Partus lama
•Partus tak maju •Distosia serviks
Tahap Sectio Caesar
1. Anesthesi Pada Sectio Caesaria
Pembiusan adalah upaya untuk menghilangkan
rasa sakit dan nyeri pada
waktu menjalani operasi. Seperti pada tindakan
pembedahan lainnya, bedah sectio
2. Ada dua jenis sayatan operasi, yaitu sayatan melintang dan vertikal.
Apapun jenis sayatannya, operasi caesar berlangsung sekitar 45 – 60 menit, tetapi
proses melahirkan bayi sendiri hanya berlangsung 5 – 10 menit. ( Kasdu Dini,
2003).
1) Sayatan melintang
Dalam istilah kedokteran, sayatan ini disebut secarea pfannenstiel orang
awam lebih akrab mengenal sebagai sayatan bikini atau horizontal. Sayatan
pembedahan dilakukan di bagian bawah rahim (SBR), dimulai dari ujung atau
pinggir selangkangan diatas batas rambut kemaluan sepanjang sekitar 10-14 cm. .
2) Sayatan vertikal
Disebut juga dengan operasi caesar clasik atau sectio caesaria cosporal.
Sayatan dibuat secara vertikal atau mediana, tegak lurus mulai dari tepat di bawah
Menyedot Cairan Ketuban
Saat lapisan kulit yang tersayat sudah sampai
rahim, maka dokter akan melakukan
suctioning
Kepala Bayi Diangkat
Nah, pada proses ini dokter akan
mengangkat bayi keluar dari dalam
rahim. Biasanya bagian yang diangkat
pertama kali adalah leher yang
Mengeluarkan Semua Bagian
Tubuh Bayi
Dokter mungkin akan melakukan
manuver atau mengoyangkan
tubuh bayi agar bisa dikeluarkan
dari dalam lahir. Setelah kepala,
bagian tubuh lain pun diangkat.
Pada saat itu, mungkin kamu akan
merasakan ada sesuatu yang
bergoyang pada bagian perut.