• Tidak ada hasil yang ditemukan

BLN 2012 MEMAKNAI TATA PERAYAAN EKARISTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BLN 2012 MEMAKNAI TATA PERAYAAN EKARISTI"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

MEMAKNAI TATA PERAYAAN EKARISTI

Dalam kerangka mendalami Ekaristi sebagai sakramen paling utama dalam peribadatan Gereja, kita telah membahas beberapa terbitan yang berusaha menjelaskan kekayaan teologis, spiritual serta manfaatnya untuk pengembangan iman dan hidup rohani Umat beriman.

Melalui edisi kali ini kami secara khusus mengajak anda sekalian untuk memahami lebih dekat tetapi sekaligus lebih mendalam mengenai ritus demi ritus perayaan Ekaristi. Kami menyadari bahwa masih banyak orang kurang memahami dengan baik bagian demi bagian perayaan Ekaristi sehingga kurang mampu memanfaatkan kesempatan perjumpaan dengan Allah secara lebih kaya dalam komunikasi dialogal yang lebih mendalam dan lebih mesrah.

Pembahasan mengenai TPE ini kami bagi dalam 4 pekan dan kebetulan sangat cocok dengan TPE yang terdiri dari 4 bagian yaitu, Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi (Kurban Syukur), yang diawali dengan Ritus-ritus Pembuka dan diakhiri dengan Ritus-ritus Penutup.

Untuk memudahkan pertemuan-pertemuan dalam kelompok selama empat kali dalam satu bulan maka pokok bahasan kami mengalir dari awal sampai akhir. Dengan cara demikian kami berharap bahwa secara bertahap menurut kenyataan struktur perayaan, Umat perlahan dibawa ke dalam rana pemahaman yang berkesinambungan.

Besar harapan kami bahwa edisi kali ini mendapatkan perhatian yang luas karena metode yang dipakai bukan sekedar

(2)

baik. Segala kritik dan saran akan kami tampung dengan penuh penghargaan demi penyempurnaan di lain kesempatan.

Komisi Liturgi KWI.

PERTEMUAN PERTAMA

Ritus-Ritus Pembuka.

Lagu Pembuka:

PS n.664, MB n.299, Yubilate n.187.

Tanda Salib dan Salam:

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

Amin.

Semoga Allah, Bapa yang berbelaskasih mencurahkan Roh-Nya ke atas kita semua agar kita pantas sehati dan sesuara bersama Yesus bersyukur atas segala kebaikan yang kita alami dalam hidup sehari-hari.

Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar:

Dalam percakapan dengan perempuan Samaria di sumur Yakub, Yesus menegaskan bahwa Allah Bapa menghendaki kita

mengabdi kepada-Nya dalam Roh dan Kebenaran, artinya, dalam Roh Kudus dan dalam Yesus Kristus, Sang Sabda Kebenaran

sejati. Dalam pertemuan ini kita diajak melihat perayaan Ekaristi sebagai perayaan yang dipimpin oleh Kristus dalam kekuatan Roh Kudus yang mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus serta yang menyempurnakan segala doa-doa dan

(3)

Marilah kita mempersiapkan diri untuk mendengarkan Sabda Tuhan.

Hening sejenak.

Doa Pembuka:

Allah Bapa yang berbelaskasih, dalam Kristus, Sang Sabda

Kebenaran, Engkau menunjukkan jalan bagi kami untuk mengenal kehendak-Mu, dan dengan demikian hidup kami sehari-hari

diusahakan selaras dengan kehendak-Mu. Kami mohon utuslah Roh-Mu yang kudus ke tengah kami yang berhimpun disini agar kami lebih mudah memahami Sabda Yesus, Putra-Mu dan tahu menghayatinya dalam tingkah laku kami dengan penuh

cintakasih. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan bertahkta bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

Amin.

Injil : (Yoh. 4:19-26)

Marilah kita berdiri untuk mendengarkan Injil suci menurut Yohanes.

19. Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 20.Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” 21. Kata Yesus

(4)

itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

25. Jawab perempuan itu kepada-Nya:”Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” 26. Kata Yesus

kepadanya:” Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Terpujilah Kristus.

Pujian Sabda:

PS n. 369, MB n. 633, Yubilate n. 228.

Atau:

Mazmur 148

Ulangan: Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi Pujilah Tuhan di surga,*

Pujilah Dia di angkasa raya!

Pujilah Tuhan, semua malaikat-Nya,* Pujilah Dia, seluruh bala tentara-Nya. Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

Pujilah Dia segala bintang yang gemerlapan! Pujilah Tuhan, langit yang tertinggi* Dan segala air di atas langit!

Hendaknya semua memuji nama Tuhan;*

Tuhan memberi perintah, maka terciptalah semuanya.

(5)

Pujilah Tuhan di bumi,*

Naga lautan dan segenap samudra raya, Api dan hujan es, salju dan kabut,*

Angin badai, yang melaksanakan firman-Nya. Pujilah Tuhan, gunung-gemunung dan segala bukit,* Pohon buah dan segala pohon kayu,

Binatang liar dan segala ternak,*

Binatang melata dan burung bersayap.

Pujilah Tuhan, para raja di bumi dan segala bangsa,* Para penguasa dan segala suku di dunia;

Para pemuda dan pemudi,* Kaum tua beserta anak-anak.

Hendaknya mereka memuji nama Tuhan;* Sebab hanya nama Tuhanlah tinggi luhur.

Walaupun kemegahan-Nya mengatasi langit dan bumi,” Namun Tuhan sudi meningkatkan kekuatan bangsa-Nya. Pujilah Tuhan, semua sahabat-Nya,*

Hai Israel, umat yang dekat pada-Nya. Kemuliaan……

Pendalaman Materi:

Ritus-ritus Pembuka berfungsi mempersiapkan Umat beriman yang sedang berhimpun bersama untuk mengarahkan hati dan pikiran kepada Allah yang hadir dan memimpin perayaan Ekaristi. Kita menyambut imam sebagai “alter Christus” sebab ia berperan membawakan pribadi Kristus sebagai pemimpin perayaan.

(6)

kita sekaligus juga mau membina kekompakkan bersama sebagai anggota Tubuh mistik untuk menyatu dengan Kristus yang adalah Kepala Tubuh mistik itu. Jadi, kita bersama dengan Kristus hendak merayakan Ekaristi untuk memuliakan Allah Bapa di surga.

Altar adalah simbol Kristus yang berkurban demi ketaatan kepada Bapa-Nya, oleh karena itu imam datang dan mencium altar.

Ekaristi dibuka dengan tanda Salib, tanda kemenangan Kristus; diucapkan dengan suara lantang, bahkan sebaiknya dinyanyikan untuk menegaskan arti keseluruhan misteri kurban syukur yang akan dirayakan. Salam dan kata Pembuka oleh imam maksudnya membantu kita mengenai apa tema perayaan berdasarkan isi Injil dan bacaan lainnya yang akan kita dengarkan bersama, sekaligus merupakan ajakan bagi seluruh Umat untuk mengikuti perayaan ini dengan iman dan hati terbuka, siap sedia membarui diri

selaras kehendak Tuhan berkat puncak pertemuan dengan Allah Tritunggal dan berkat menikmati sumber dari dari dua meja santapan yaitu santapan Sabda dan santapan kurban.

Persiapan pribadi paling pantas dan layak kalau dilaksanakan dengan ritus Tobat yang mengungkapkan sikap mengakui segala kesalahan dan dosa. Kalau selama Masa Paskah lebih dianjurkan ritus pemercikan air suci sebagai tanda pembaruan janji baptis, sebab kita berada dalam sukacita kemenangan Salib atas dosa dan kejahatan yaitu kegembiraan Paskah selama 50 hari.

Absolusi merupakan ungkapan permohonan agar Allah yang

Mahakuasa mengampuni kita. Tidak sama dengan absolusi dalam sakramen Pengakuan dosa yang bersifat tindakan sakramental penegasan bahwa Allah menghapus semua dosa di pentobat.

(7)

dengan ajakan: Marilah berdoa, lalu hening sejenak. Janganlah diisi keheningan itu dengan pengumuman mengenai intensi-intensi Misa sebab itu berarti memecahkan konsentrasi Umat untuk berdoa sendiri di dalam hati sebelum diwakilkan oleh Imam dalam Doa Pembuka. Setelah Umat menjawab dengan aklamasi ‘Amin’ selesailah sudah Ritus-ritus Pembuka, dan ketika lektor mulai memaklumkan Sabda dari Bacaan Pertama maka kita memasuki Liturgi Sabda.

Diberi kesempatan untuk sharing dan tanya-jawab seperlunya:

Pada bagian ini lebih baik para peserta mengungkapan

pengalaman pribadi dalam menghayati ritus-ritus Pembuka ini dalam kerangka saling memperkaya penghayatan iman akan kehadiran Allah yang begitu istimewa dan bagaimana kita harus memahami dan menyelaraskan diri sepantasnya melalui sikap, tata gerak, bernyanyi, berdoa mohon pengampunan dan

memuliakan keagungan Tuhan.

Doa-doa Permohonan: dilaksanakan secara spontan.

Bapa Kami: untuk melengkapi doa-doa permohonan.

Doa Penutup: dapat didoakan bersama-sama.

Allah, Bapa kami yang mahaagung. Engkau sendiri telah

mengutus Yesus Putra-Mu dan Roh Kudus supaya kami sungguh dapat beribadah kepada-Mu dalam Roh dan Kebenaran.

Terimakasih ya Bapa, Allah yang bijaksana dan berbelaskasih. Kami mohon semoga setiap kali merayakan Ekaristi kudus, kami senantiasa mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam keheningan doa pribadi supaya ketika menyongsong kedatangan Putra-Mu dalam perarakan masuk untuk memimpin seluruh perayaan Ekaristi, hati kami sudah terarah kepada-Mu; pikiran dan

(8)

kami sungguh pantas berperan-serta bersama Kristus, Pemimpin kami dalam kesatuan sebagai anggota Tubuh Mistik-Nya. Dengan demikian nama-Mu sungguh kami muliakan karena kesatuan mistik yang suci ini. Engkaulah Tuhan yang kami sembah. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Amin.

Nyanyian Penutup: PS n. 435, MB n. 299, Yubilate n. 332

PERTEMUAN KEDUA

L I T U R G I S A B D A

Lagu Pembuka: PS n.322, MB n.170, Yubilate n.488

Tanda Salib dan Salam:

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

Amin.

Semoga Allah, sumber kebijaksanaan hidup hadir bersama kita di dalam pertemuan ini agar kita mendengarkan dan memahami kehendak-Nya dalam sinar terang ilahi.

Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar:

Dalam perjalanan ke Emaus, dua murid mengalami bahwa hati mereka berkobar-kobar ketika bercakap-cakap dengan Yesus yang tidak mereka kenal. Yesus menjelaskan segala yang tertulis dalam Kitab Suci tentang Dia. Mata mereka terbuka dan

(9)

Dalam Bacaan yang akan kita dengar, saya mengajak anda untuk melihat salah satu dasar dari Kitab Suci tentang Liturgi Sabda yang dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi. Tuhan Allah sungguh hadir dan berbicara dengan kita di dalam Liturgi Sabda. Ia

berbicara melalui suara lektor dan imam, dan kita mendengarkan-Nya dan menanggapi pembicaraan-mendengarkan-Nya.

Marilah kita hening sejenak untuk mempersiapkan diri sebab Tuhan pun hendak berbicara kepada kita dalam pertemuan bersama ini.

Hening sejenak.

Doa Pembuka:

Ya Allah, Bapa yang mahabijaksana dan penuh cintakasih. Engkau senantiasa berbicara kepada kami teristimewa di dalam perayaan Liturgi. Kami sangat merasa terangkat karena berkat

pembaptisan kami semua menjadi anak-anak kesayangan-Mu. Kami menyadari bahwa seringkali kami lengah dan kurang menyadari kehadiran-Mu dan pembicaraan-Mu dengan kami

melalui lektor ketika bertugas. Semoga Roh Kudus-Mu senantiasa membantu kami agar lebih berkonsentrasi selama Liturgi Sabda; dan selanjutnya dengan penuh semangat menanggapi

pembicaraan-Mu baik dalam Mazmur Tanggapan, Alleluya, bait pengantar Injil, dalam mendengarkan homili, maupun ketika

mengucapkan Kredo dan Doa Umat. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

Amin.

I n j i l : (Luk. 24:13-15.27-31).

(10)

13.Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14. Dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 27. Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. 28. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya:”Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan

memberikannya kepada mereka. 31. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan

Terpujilah Kristus.

Pujian Sabda:

PS n.366, MB n.635, Yubilate n. 551

Atau:

Mazmur 30

Ulangan: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku.

Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau membebaskan daku,* Dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.

(11)

Dan Engkau telah menyembuhkan daku.

Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan,* Nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihi-Nya,* Persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus. Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,* Semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.

Semasih aku sejahtera, aku berkata,* Aku takkan goyah untuk selama-lamanya.

Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman,*

Kini Kaupalingkan wajah-Mu dari padaku, maka tak berdayalah aku. Kepada-Mu ya Tuhan, aku berseru,*

Tuhanku kasihanilah aku.

Apa gunanya bagiku, jika nyawaku dicabut?* Apa gunanya, jika aku turun ke liang kubur?

Dapatlah debu memuliakan Dikau,* Atau mewartakan kesetiaan-Mu? Dengarlah ya Tuhan, kasihanilah aku,* Tuhan jadilah penolong bagiku.

Ratapku Kaujadikan tarian gembira,+ Pakaian kabungku Kautanggalkan,* Pakaian pesta Kaukenakan padaku.

Maka aku bernyanyi bagi-Mu dan takkan diam lagi,* Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.

(12)

Pendalaman Materi:

Iman Gereja Katolik akan kehadiran Allah dalam setiap perayaan Liturgi sangat jelas diungkapkan melalui konstitusi Liturgi,

Sacrosanctum Concilium (SC) n. 7 a.l. ‘Ia hadir dalam Sabda-Nya, sebab Ia sendiri bersabda bila Kitab Suci dibacakan dalam

Gereja.’ (bdk. Luk.4:21).

Oleh karena itu lektor pun disebut sebagai ‘jurubicara Allah’ (Vigesimus quintus annus n.7): ‘Kristus hadir dalam Sabda-Nya sebagaimana dimaklumkan di tengah Umat beriman, yang –diulas dalam homili- harus didengarkan dalam iman dan dipadukan

dalam doa. Semua ini harus ditopang oleh keanggunan buku dan tempat yang ditentukan untuk pewartaan Sabda Allah, dan oleh sikap pembaca yang didasari oleh kesadaran bahwa seorang pembaca adalah jurubicara Allah di hadapan saudara-saudarinya.’

Tugas lektor sangat luhur. Kita pun diminta bersikap hormat dan penuh perhatian ke mimbar dan mendengarkan Sabda Allah dengan penuh iman bahwa Allah kini sedang berbicara dengan Umat sekalian yang hadir. Lalu kita pun diajak menanggapi Sabda Tuhan dalam cara yang lebih dianjurkan, berasal dari tradisi

Gereja awali yaitu setiap kali ayat-ayat dibawakan oleh

pemazmur dan kita semua menyanyikan atau mengucapkan refrein. Isi mazmur lebih merupakan sikap iman kita yang

meng’amin’i Sabda Allah itu. Lalu Tuhan berbicara lagi melalui bacaan kedua. Sesudah itu kita berdiri dan dengan penuh semangat menyanyikan Alleluya, Bait Pengantar Injil, untuk

menyambut Sabda Yesus sendiri melalui Injil-Nya. Alleluya harus dinyanyikan, tidak boleh diucapkan saja (PUMR n.62 dan 63 c)

(13)

Tiga unsur pokok dalam homili ialah menjelaskan ayat-ayat Kitab Suci yang barusan dibacakan; dihubungkan dengan situasi

kongkrit Umat yang hadir; lalu diselaraskan dengan Liturgi Ekaristi saat itu. Dengan demikian homili menyemangati peran-serta selanjutnya dalam Liturgi Korban-Syukur karena isi Liturgi Ekaristi adalah aktualisasi dari isi pewartaan Sabda Allah. Yesus mewartakan Injil dan sekaligus juga mengorbankan diri.

Sesudah mendengarkan Sabda Allah, Gereja menyadari bahwa imannnya perlu diperbarui; seperti yang pernah diucapkan dalam janji baptis, yakni dengan mengucapkan syahadat. Kemudian dilanjutkan dengan Doa Umat karena Gereja menyadari bahwa Sabda Tuhan yang dijelaskan dalam homili semakin membuka mata akan banyak kekurangan dan kelemahan sehingga perlu memanjatkan doa-doa kepada Allah Bapa untuk berbagai

kepentingan. Kita dapat menambahkan dengan doa-doa spontan, terutama kalau Misa dalam kelompok kecil. Dengan demikian selesailah bagian Liturgi Sabda.

Diberi kesempatan untuk mengadakan sharing dan tanya-jawab seperlunya.

Doa-Doa Permohonan: dilaksanakan secara spontan.

Bapa Kami: Untuk melengkapi segala doa permohonan yang telah diungkapkan.

Doa Penutup:

(14)

berbelaskasih atas karya-Mu yang sungguh bijaksana dan penuh pengertian. Kami mohon berkat-Mu semoga dalam segala situasi kehidupan, kami senantiasa datang kepada-Mu, untuk

mendengarkan Dikau dan menimba kekuatan dari Sabda-Mu untuk mengatur hidup kami secara lebih baik dan lebih berkenan pada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Amin.

Lagu Penutup:

PS n. 542, MB n. 707, Yubilate n. 485

PERTEMUAN KETIGA

LITURGI EKARISTI / LITURGI KURBAN SYUKUR

Lagu Pembuka:

PS n. 540, MB n. 228, Yubilate n. 319

Tanda Salib dan Salam:

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

Amin.

Semoga Yesus Kristus yang telah mempersembahkan hidupnya, menguduskan kita dan menjadi sumber kekuatan kita untuk mengabdi Bapa dalam Roh dan Kebenaran.

Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar:

Di dalam Liturgi Ekaristi kita bersyukur karena kebesaran karya Allah dalam pengorbanan diri Putra-Nya. Misteri Kebangkitan-Nya meyakinkan kita akan kekuatan Salib yang jauh melampaui

(15)

kegagalan, namun bagi Allah yang berkuasa atas mati dan hidup, Salib merupakan bukti kekuatan cintakasih-Nya yang

menyelamatkan umat manusia. Justru karena itu dalam

persembahan diri Yesus, kita diajak untuk mempersatukan korban persembahan hidup kita dengan segala tantangannya dengan persembahan Tubuh dan Darah Kristus di altar supaya hidup kita pun dibangkitkan ke dalam Kemuliaan abadi. Yesus yang aktif mewartakan keselamatan, Yesus pula yang mengurbankan diri demi keselamatan kita. Karya pewartaan memuncak pada

pengorbanan diri. Karena itu sepantasnya kita bersyukur kepada Allah atas karya-Nya yang mengagumkan.

Marilah kita hening sejenak untuk merenungkan kebesaran Allah karena cintakasih-Nya yang sedemikian mengagumkan.

Hening sejenak.

Doa Pembuka:

Allah, Bapa yang mahakuasa dan berbelaskasih. Misteri ketaatan Putra-Mu menjadi ilham yang sangat bernilai bagi kami. Ia telah mengajarkan kami bagaimana harus merayakan misteri

pengorbanan diri-Nya, yang taat sampai mati, sampai mati di kayu Salib. Oleh karena itu Engkau telah meninggikan Dia

melampaui segala sesuatu. Dalam Perjamuan Malam Terakhir Ia telah memberi perintah supaya kami mengenangkan Dia dengan rupa roti dan anggur. Dan di dalam perayaan Ekaristi setiap hari kami melaksanakan perintah-Nya itu. Syukur kepada-Mu ya Bapa karena Putra-Mu telah membimbing kami secara istimewa dengan menunjukkan tindakan sakramental yang berkenan pada-Mu. Semoga berkat penerangan Roh Kudus, pertemuan kami ini dapat menyemangati kami untuk semakin menghormati Ekaristi kudus, yang menjadi puncak dan sumber kehidupan kami.

Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan bertahkta bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah,

(16)

Amin.

I n j i I : (Mat.26:26-29)

Marilah kita berdiri untuk mendengarkan Injil suci.

26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata :”Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” 27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap

syukur lalu memberikannya kepada mereka dan

berkata:”Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. 28. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. 29. Akan tetapi Aku berkata

kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Terpujilah Kristus.

Pujian Sabda:

PS n. 543, MB n. 215, Yubilate n. 223

Atau:

Mazmur 113:

Ulangan: Dari timur sampai ke barat, terpujilah nama Tuhan. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan,*

Pujilah nama Tuhan.

Terberkatilah nama Tuhan* Sekarang dan selama-lamanya. Dari timur sampai ke barat*

(17)

Tuhan menguasai segala bangsa* Kemuliaan-Nya mengatasi langit. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita,* Yang bersemayam di takhta yang luhur.

Yang membungkuk untuk melihat ke bawah,* Untuk memandang langit dan bumi.

Tuhan menegakkan orang lemah dari debu* Dan mengangkat orang miskin dari sampah.

Untuk mendudukannya di tengah para penguasa,* Di tengah para penguasa bangsanya.

Tuhan memberi keturunan kepada wanita mandul* Dan menjadikannya ibu yang penuh sukacita.

Kemuliaan…..

Pendalaman Materi:

Liturgi Ekaristi terdiri dari tiga bagian, yaitu: Persiapan Bahan Persembahan, Doa Syukur Agung (DSA) dan Upacara Komuni, yang ditutup dengan Doa Sesudah Komuni. Maksud sebenarnya ‘ Offertorium’ ialah persiapan bahan-bahan untuk dipersembahkan dalam DSA, dalam ungkapan rumusan doa sesudah konsekrasi. Menurut tradisi, Umat menghantar roti dan anggur dan berbagai hasil jerih payah manusia untuk hidup. Namun sejak abad XI

(18)

seluruh isi Kitab Suci yakni mencintai Tuhan Allah dengan segenap hati dan budi…,mencintai sesama seperti diri sendiri. Dan keduanya tak terpisahkan. Fungsi uang yang diarahkan

kepada Tuhan sekaligus didaya-gunakan untuk orang miskin dan keperluan paroki. Perlulah bahwa anak-anak sejak kecil dididik untuk membawa uang kolekte dengan dasar pemikiran tersebut. DSA adalah doa Kristus sendiri sebagai Imam Agung

(bdk.Yoh.17:1-26). Wilayah ‘konsekrasi’ ialah dari Doa mohon kepada Roh Kudus (epiklesis) untuk merubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus, lalu Kisah Perjamuan Malam Terakhir (Narratio institutionis), lalu ditutup dengan Ana’mnesis

(Mysterium fidei): Wafat Kristus kita maklumkan, kebangkitan-Nya kita muliakan, kedatangan-Nya kita rindukan. Bapa kami adalah doa permohonan, untuk menyempurnakan DSA, tetapi sekaligus mengawali Upacara Komuni. Kalau dinyanyikan sebaiknya nada lebih monoton agar lebih mengungkapkan permohonan/

permintaan. Bukan lagu yang bergaya mars TNI atau yang

mengajak orang berjoged. (Nanti Allah Bapa jadi bingung, ini mau meminta atau memaksa atau meremehkan Saya). Setelah Bapa Kami, doa-doa damai dan salam damai agar pantas menyambut Komuni. Kalau Komuni dilaksanakan dengan tangan, tolong perhatikan remah-remah agar dimasukkan juga ke mulut.

Pembicaraan dan doa pribadi dengan Yesus sesudah menerima Komuni lebih cocok ialah berkaitan dengan Sabda Allah yang didengar selama Liturgi Sabda. Anda terkesan pada masalah apa karena pasti sesuai dengan pengalaman pribadi. Itulah yang

dibicarakan dengan Tuhan Yesus. Lalu memohon semoga dengan kehadiran Yesus dalam diriku, membantu aku untuk memperbaiki diri dalam bidang-bidang tersebut juga. Sebelum Doa Sesudah Komuni dapat dibawakan suatu Madah Sukur atau Doa Bersama seluruh Umat atau hening. Namun hening lebih cocok dalam kelompok kecil.

(19)

Doa-Doa Permohonan: Dilaksanakan secara spontan.

Bapa Kami: Untuk menyempurnakan doa-doa permohonan kita.

Doa Penutup:

Ya Tuhan, Bapa yang kekal abadi, kami mengucapkan banyak terimakasih atas semua yang telah Engkau perbuat di tengah kami, untuk menguduskan kami. Misteri pengurbanan diri Yesus ini sungguh patut disyukuri. Banyak hal yang dapat kami timba dari sumber perayaan Ekaristi, dari perjumpaan antara pribadi kami dengan Dikau melalui Yesus, dalam Roh Kudus. Kami mohon semoga semangat Yesus pun menjiwai kami untuk

mengembangkan hidup dalam cintakasih dan kerukunan serta saling menolong dalam berbagai kesukaran. Semoga kami sekalian sebagai anggota Gereja-Mu yang kudus selalu

bersemangat dan mampu memberi kesaksian tentang Dikau di tengah masyarakat dunia ini, dalam hubungan antar-tetangga. Semoga pemahaman kami tentang Ekaristi semakin merupakan dukungan nyata untuk membangun Kerajaan-Mu di tengah dunia. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.

Amin.

Lagu Penutup:

PS n.580, MB n.290, Yubilate n.551

PERTEMUAN KE-EMPAT

RITUS – RITUS PENUTUP

Lagu Pembuka:

(20)

Tanda Salib dan Salam:

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

Amin.

Semoga dalam nama Yesus Kristus, Allah melimpahkan kasih karunia-Nya bagi kita di dalam pertemuan ini.

Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar:

Saudara-saudari sekalian terkasih. Kita telah membicarakan

bersama dua bagian utama perayaan Ekaristi yakni Liturgi Sabda dan Liturgi Kurban Syukur Ekaristi. Kini dalam pertemuan terakhir kita mau berbicara bersama mengenai Ritus-Ritus Penutup yang cukup singkat tetapi perlu mendapatkan perhatian pula bila ingin memperoleh pengertian lengkap tentang Ekaristi. Dalam

perjamuan Malam Terakhir sesudah santap bersama, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Sesudah itu Ia berpesan kepada mereka dan pesan ini dapat kita pakai pula untuk

mendalami ritus-ritus Penutup. Marilah kita hening sejenak untuk membiarkan Roh Kudus menerangi hati kita pada awal pertemuan ini.

Hening sejenak.

Doa Pembuka:

Allah Bapa Mahapengasih. Dalam Perjamuan Malam Terakhir, Yesus menunjukkan cinta kepada murid-murid sehabis-habisnya. Dalam kerendahan hati, Cinta-Nya nampak sangat nyata ketika membasuh kaki para murid-Nya dan sekaligus pula menasihati mereka agar berbuat hal yang sama seperti Dia. Suatu pesan yang sangat mendalam nyata disini. Karena itu ya Bapa, kami mohon semoga dalam kekuatan Roh Kudus, Engkau

(21)

disemangati dengan membangun niat-niat yang baik untuk menjadi lebih rendah hati supaya mampu mencintai sesama dengan hati yang tulus ikhlas. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan bertakhta bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

Amin.

I n j I l : (Yoh. 13:3-5.12-17.20)

Marilah kita berdiri untuk mendengarkan Injil Yohanes.

3. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala

sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 4. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggangnya. 5. Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu

menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

12. Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-pakaian-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13. Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14. Jadi, jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; 15. Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

16. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba

(22)

yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Terpujilah Kristus.

Pujian Sabda:

PS n. 672, MB n.700, Yubilate n.242

Atau:

Mazmur 146:

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+

Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup* Memuji-Nya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,* Pada manusia yang tak dapat menyelamatkan. Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*

Hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*

Yang menaruh harapan pada Tuhan, Allahnya. Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*

Menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,* Menjamin keadilan bagi orang yang tertindas. Tuhan memberi makan orang yang lapar,*

(23)

Menegakkan orang yang bungkuk. Tuhan melindungi orang asing,*

Memelihara para yatim piatu dan janda. Tuhan mengasihi orang jujur,*

Tetapi orang berdosa digulingkan-Nya. Tuhanlah raja selama-lamanya,*

Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun. Kemuliaan……

Pendalaman Materi:

Sesuai kenyataan pada Perjamuan Malam Terakhir, sesudah santap bersama Yesus masih memberikan pesan-pesan penting menjelang perutusan para murid. Dalam struktur perayaan

Ekaristi nyata jelas pula: setelah Konsekrasi dan Komuni, maka Ritus-ritus Penutup berciri pengutusan.

Yang termasuk dalam bagian Penutup ialah: Pengumuman (sejauh perlu); Amanat singkat (kalau diperlukan); Salam dan Berkat Imam, yang pada hari raya atau kesempatan tertentu disemarakkan dengan berkat meriah atau dengan doa untuk Umat; Pengutusan Umat dan Penghormatan altar.

Nyanyian Penutup tidak harus ada tetapi kalau diadakan maka hendaknya singkat sebab pada bagian akhir Umat diharapkan berdoa secara pribadi; merangkum seluruh perjumpaan dengan Tuhan sejak awal perayaan. Mengingat lagi Sabda Tuhan,

khususnya yang berkaitan langsung dengan persoalan pribadi. Lalu membangun niat baru agar setelah meninggalkan gereja, berusaha mengamalkan apa yang sudah didengarkan. Karena itu ungkapan imam: Pergilah kamu diutus mengandung arti

(24)

Tuhan untuk dilaksanakan. Ungkapan lain yang lebih ekaristis ialah: Lanjutkanlah persembahan hidupmu sepanjang hari ini atau sepanjang minggu ini sebagai kurban puji-pujian yang berkenan pada Allah. Dengan demikian Ekaristi bukan sekedar kegiatan seputar altar saja seperti yang didengung-dengungkan oleh orang-orang yang belum memahami hakikat Ekaristi, tetapi sesungguhnya merupakan kegiatan yang menjiwai dinamika hidup dan karya di tengah masyarakat.

Diberi kesempatan untuk sharing dan tanya jawab seperlunya.

Doa Permohonan: Dilaksanakan secara spontan.

Bapa Kami: untuk melengkapi doa-doa permohonan yang telah diungkapkan.

Doa Penutup:

Ya Allah Bapa Mahakuasa dan Mahabaik. Pada pertemuan terakhir ini kami telah menerima penjelasan yang akan membantu kami untuk melanjutkan apa yang menjadi tugas dan kewajiban kami setelah berjumpa dan berdialog dengan Dikau, bahkan sambil membawa Tubuh Putra-Mu Yesus Kristus di dalam diri kami. Dengan persatuan mistik dan sakramental ini kami sadar bahwa kami pun harus berbuat sesuatu supaya seturut rasul Paulus,

bukan kami yang hidup tetapi Kristuslah yang hidup di dalam diri kami masing-masing. Karena itu bantulah kami di dalam segala niat dan usaha untuk melihat kehadiran-Mu dalam diri setiap orang yang kami jumpai. Bentuklah tingkahlaku kami agar selalu jujur, setia, rendah hati dan penuh cintakasih kepada semua orang. Semoga dalam cara-cara ini kami pun layak

mempersembahkan hidup kami dari hari ke hari bagi Kemuliaan-Mu kini dan selamanya.

Amin.

(25)

PS n.691, MB n.798, Yubilate n.223

Disusun oleh:

Referensi

Dokumen terkait

7 - Pembuatan website company profile wellness - Revisi mockup aplikasi wellness (penambahan fitur coin dan history). - Revisi mockup aplikasi wellness (penambahan fitur coin

Dengan telah disetujuinya Rancangan APBD Tahun 2022 dan Ranperda tentang Lain-Lain PAD Yang Sah, maka acara kita lanjutkan dengan pembacaan Konsep Keputusan DPRD dan

Selanjutnya yang dilakukan adalah dengan melihat signfikansi antara hubungan varibel dengan dimensi atau sub variabelnya, yang menunjukkan bahwa semua hubungan antar dimensi

Bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan sekunder yaitu bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang pelayanan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang melayani penumpang

Gubernur dan Hadirin yang kami hormati; Sebagaimana yang kita ketahui bersama, sebagai tindak lanjut dari penetapan KUPA-PPAS Perubahan Tahun 2021, pada Rapat Paripurna

yang mana atas segala rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir ini dalam keadaan sehat wal afiat, guna menghadiri prosesi

Jika dipahami secara betul, mobil matic tidak kalah responsifnya dengan manual, karena transmisinya sudah dilengkapi dengan kick down, yang jika ditekan dalam-2 secara auto

Hal ini sesuai dengan peneltian yang dilakukan oleh Ropyanto (2011) bahwa faktor yang mempengaruhi status fungsional pasien post ORIF pasien fraktur ekstremitas