• Tidak ada hasil yang ditemukan

Betha Nurina Sari, M.Kom

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Betha Nurina Sari, M.Kom"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Pertemuan 3

Mendefnnsnkan

Masalah dalam

Ruang Keadaan

(2)

Mendefnnsnkan masalah

dalam ruang keadaan

Masalah Masalah

Representasi Representasi

Blind Searching / Uninformed Search

(3)

Mendefnnsnkan masalah

dalam ruang keadaan

Slide pertemuan 3 bisa diunduh di

(4)
(5)

Masalah dalam Kecerdasan

Buatan

Dapat dnkonversn ke dalam Ruang Keadaan (Ruang Masalah) Dapat dnkonversn ke dalam Ruang Keadaan (Ruang Masalah)

Mempunyan Mempunyan

Keadaan Tujuan ( Keadaan Tujuan (

(6)

Defnnsnkan Masalah

(7)

Contoh Masalah :

Permannan Catur

-

Kondnsn Awal

: Semua

bidak diletakkan diatas

papan dalam dua posisi

yaitu kubu putih dan

kubu hitam.

-Tujuan (Goal)

:

(8)

Contoh Masalah : Permannan

Catur

- Ruang Keadaan

: Untuk

mempermudah menunjukkan

posisi bidak dimisalkan setiap

kotak ditunjuk dalam huruf

(a,b,c,d,e,f,g,h) pada arah

horizontal dan angka

(1,2,3,4,5,6,7,8) pada arah

vertical.

- Suatu aturan untuk

menggerakkan bidak dari posisi

(e,2) ke (e,4) dapat ditunjukkan

dengan

aturan

:

IF bidak putih pada kotak(e,2)

AND kotak(e,3) kosong AND kotak

(e,4) kosong

(9)

Contoh Masalah : Ember A

dan B

Contoh Kasus Ember Anr:

Ada 2 ember masnng-masnng berkapasntas

4 lnter (Ember A) dan 3 lnter (Ember B).

Ada pompa anr yang dngunakan untuk mengnsn anr pada ember tersebut.

Baganmana dapat mengnsn tepat 2 lnter anr

(10)

CONTOH DESKRIPSI MASALAH

(permasalahan ember A dan B)

Identifkasi masalah untuk masalah ember:

1. Identifkasi ruang keadaan:

x = Jumlah air yang diisi ke ember A (ember 4 ltr)y = Jumlah air yang diisi ke ember B (ember 3 ltr)Ruang keadaan = (x,y) sedemikian sehingga

x є {0,1,2,3,4} dan y є {0,1,2,3}

2. Keadaan awal & tujuan

Keadaan awal: kedua ember kosong = (0,0)

(11)

CONTOH DESKRIPSI MASALAH

(permasalahan ember A dan B)

(12)

CONTOH DESKRIPSI MASALAH

(permasalahan ember A dan B)

4. Aturan-aturan untuk permasalahan

ember:

Atura n

ke-Jika Maka

1. (x, y) x < 4

(4,y)

Isi ember A sampai penuh 2. (x, y)

y < 3

(x,3)

Isi ember B sampai penuh 3. (x, y)

x > 0

(x-d, y)

Tuangkan sebagian air keluar ember A 4. (x, y)

y>0

(x, y-d)

Tuangkan sebagian air keluar ember B 5. (x, y)

x > 0

(0, y)

(13)

CONTOH DESKRIPSI MASALAH

(permasalahan ember A dan B)

6. (x ,y) y > 0

(x, 0)

Kosongkan ember B dengan membuang airnya ke tanah

7. (x, y)

x+y ≥ 4 dan y >0

(4, y-(4-x))

Tuangkan air dari ember B ke ember A sampai ember A penuh

8. (x,y)

x+y ≥ 3 dan x > 0

(x-(3-y),3)

Tuangkan air dari ember A ke ember B sampai ember B penuh

9. (x,y)

x+y ≤ 4 dan y > 0

(x+y, 0)

Tuangkan seluruh air dari ember B ke ember A 10. (x,y)

x+y ≤ 3 dan x > 0

(0, x+y)

Tuangkan seluruh air dari ember A ke ember B 11. (0,2) (2,0)

Tuangkan 2 liter air dari ember B ke ember A. 12. (2,y) (0,y)

(14)

CONTOH DESKRIPSI MASALAH

(permasalahan ember A dan B)

5. Representasi ruang keadaan dengan

pohon pelacakan

Pencarian suatu solusi dapat dilukiskan dengan menggunakan pohon.

Tiap-tiap node menunjukkan satu keadaan. Jalur dari parent ke child,

menunjukkan 1 operasi. Tiap node memiliki node child yang menunjukkan keadaan yang dapat dicapai oleh parent.

Solusi 1

(15)

Contoh Masalah : Petann,

Sayuran, Domba dan Serngala

dapat menyebrang.

1. Identnfkasn ruang keadaan: (P,Sy,D,Sg)

P : Petani Sy : Sayur D : Domba Sg : Serigala

2. Keadaan awal

Daerah Asal : (P,SY,D,Sg) Daerah Seberang (0,0,0,0)

Keadaan Tujuan

(16)

Contoh Masalah : Petann,

Sayuran, Domba dan Serngala

dapat menyebrang.

Kumpulan Aturan :

Aturan

ke- Aturan

1. Domba dan petani menyebrang

2. Sayuran dan petani menyebrang

3. Serigala dan petani menyebrang

(17)

Contoh Masalah : Petann,

Sayuran, Domba dan Serngala

dapat menyebrang.

Daerah

Asal SeberanDaerah g

Aturan yang Dnpakan

Daerah

Asal SeberanDaerah g

(P,Sy,D,

Sg) (0,0,0,0) 1 (0,Sy,0,Sg) (P,0,D,0) (0,Sy,0,S

g) (P,0,D,0) 7 (P,Sy,0,Sg) (0,0,D,0) (P,Sy,0,Sg

) (0,0,D,0) 3 (0,Sy,0,0) (P,0,D,Sg) (0,Sy,0,0) (P,0,D,Sg) 4 (P,Sy,D,0) (0,0,0,Sg) (P,Sy,D,0) (0,0,0,Sg) 2 (0,0,D,0) (P,Sy,0,Sg

) (0,0,D,0) (P,Sy,0,Sg

) 7 (P,0,D,0) (0,Sy,0,Sg) (P,0,D,0) (0,Sy,0,S

(18)

Representasikan Ruang

Keadaan

1) Graph Keadaan

Graph terdiri dari node-node yang

menunjukkan keadaan yaitu keadaan

awal dan keadaan baru yang akan dicapai

dengan menggunakan operator.

Node-node dalam graph keadaan saling

dihubungkan dengan menggunakan arc

(busur) yang diberi panah untuk

(19)

Graph Keadaan

Maka ada 4 lnntasan darn M

ke T:

M-A-B-C-E-T M-A-B-C-E-H-T M-D-C-E-T

M-D-C-E-H-T

Lnntasan tndak sampan ke

tujuan: M-A-B-C-E-F-G M-A-B-C-E-I-J M-D-C-E-F-G M-D-C-E-I-J M-D-I-J Contoh :

(20)

Contoh Masalah : Peta

Rumanna

Suatu

“tourist agent”

sedang berlibur di

Rumania, kini berada di

Arad

. Besok, dia

harus terbang dari Bandara

Bucharest

.

Keadaan awal : berada di Arad

Perumusan tujuan : berada di Bucharest

Perumusan Masalah :

Tindakan (action) : Menyetir dari kota ke kota

(21)
(22)

Contoh Masalah : Peta

Rumanna

Pencarian Solusi : Rangkaian kota yang

dituju.

Arad, Sibiu, Fagaras, Bucharest

Arad, Sibiu, Rimnicu Vilcea, Pitesti,

Bucharest

Arad, Zerind, Oradea, Sibiu, Fagaras,

Bucharest

Arad, Timisoara, Lugoj, Mehadia, Dobreta,

Craiova, Pitesti, Bucharest

(23)

Representasikan Ruang

Keadaan

2) Pohon Pelacakan

Struktur pohon

digunakan untuk menggambarkan

keadaan hirarki

Node yang terletak pada

level-0 disebut ‘akar’

Node yang tidak

(24)

Pohon Pelacakan

(permasalahan ember A dan B)

Representasi ruang keadaan dengan

(25)

Pohon Pelacakan

(26)

Masalah M hanya dapat diselesaikan dengan A AND B

AND C AND D

Masalah M solusinya dengan 4 kemungkinan : A OR B

OR C OR D

Contoh dengan menggunakan pohon AND/OR tujuan yang dicapai pada pohon di gambar bisa dipersingkat hanya sampai level-2 saja.

Representasikan Ruang

Keadaan

(27)

Metode Searchnng

Blnnd Searchnng / Unnnformed

Search

Blnnd Searchnng / Unnnformed

Search

Pencarian

Heuristic Searching / Informed

Search

Heuristic Searching / Informed

Search

Pencarian

(28)

BLIND SEARCHING /

UNINFORMED SEARCH

BLIND SEARCHING /

UNINFORMED SEARCH

TOPIK BAHASAN

Pencarian buta hanya bisa membedakan antara

(29)

Mengapa menggunakan

pencarian buta?

1. Ada kasus dimana tidak ada

informasi awal yang dapat

digunakan

2. Jawaban yang kita cari hanya bisa

diketahui pada saat kita

(30)

Blnnd Searchnng (Pencarnan Buta)

/ Unnnformed Search

Breadth-First Search (BSF)

Breadth-First Search (BSF)

Depth-First Search (DFS)

Depth-First Search (DFS)

Uniform Cost Search (UCS) Uniform Cost Search (UCS)

Depth Limited Search (DLS) Depth Limited Search (DLS)

Iterative Deeping Depth First Search (IDDFS) Iterative Deeping Depth First Search (IDDFS)

(31)

Breadth-Fnrst Search (BFS)

- Dimulai dari Level 0

yaitu

snmpul akar

A

(root node A) menuju

ke

Tujuan (Goal)

adalah simpul K

-

Menggunakan

prinsip

Fnrst In Fnrst

Out (FIFO)

-

Menggunakan

(32)

Breadth-Fnrst Search

(BFS)

Pencarian dilakukan pada semua

simpul dalam setiap level secara

berurutan dari kiri ke kanan

Jika pada suatu level belum ditemukan

solusi (tujuan yang dicari) maka

pencarian dilanjutkan pada level

berikutnya (n+1)

Contoh

(33)

Tahap Breadth-Fnrst Search

(BFS)

1 2

(34)

Depth-Fnrst Search (DFS)

-Dimulai dari Level

0 yaitu

snmpul

akar

A (root node

A)

dan

Tujuan

(Goal)

adalah

simpul J

-Menggunakan

prinsip

Last

In

Fnrst Out (LIFO)

-Menggunakan

(35)

Depth-Fnrst Search

(DFS)

Pencarian dilakukan pada suatu simpul

dalam

setnap level darn yang palnng

knrn.

Jika pada

level yang terdalam

, solusi

belum dntemukan

, maka pencarian

dnlanjutkan pada snmpul sebelah

kanan

dan simpul yang kiri dapat

dihapus dari memori.

Jika pada level yang

palnng dalam

tndak dntemukan solusn

, maka

(36)

Depth-Fnrst Search

(DFS)

(37)

Tahap Depth-Fnrst Search

(DFS)

1 2

(38)

Tahap Depth-Fnrst Search

(DFS)

5 6

(39)

Tahap Depth-Fnrst Search

(DFS)

9 10

1 1

(40)

Unnform Cost Search (UCS)

Konsepnya hampir sama dengan BFS,

bedanya adalah bahwa BFS menggunakan

urutan level yang paling rendah sampai

yang paling tinggi, sedangkan UCS

menggunakan urutan biaya dari yang

paling kecil sampai yang terbesar.

UCS berusaha menemukan solusi dengan

total biaya terendah yang dihitung

(41)

Depth Lnmnted Search

(DLS)

Metode ini berusaha mengatasi kelemahan

DFS (tidak

complete

karena ketika proses

pencarian menemui

infnite state space

)

dengan membatasi kelemahan maksimum

dari suatu jalur solusi yaitu dengan batas

depth

pada level tertentu semenjak awal

pencarian.

(42)

Iterative Deeping Depth First

Search (IDDFS)

IDS merupakan metode yang

menggabungkan kelebihan BFS (Complete

dan Optimal) dengan kelebihan DFS (space

complexity rendah atau membutuhkan sedikit

memori)

Tetapi konsekuensinya adalah time

complexity

nya menjadi tinggi untuk

(43)

Bndnrectnonal Search (BS)

Pencarian dilakukan dari dua arah :

pencarian maju (dari start ke goal) dan

pencarian mundur (dari goal ke start).

Ketika dua arah pencarian telah sampai

(44)
(45)

Perbandnngan Algorntma

Unnnformed Search

Krnterna BF

S DFS UCS DLS IDDFS BS

Waktu b^

d b^m b^d b^l b^d b^(d/2) Tempat b^

d b*m b^d b*l b*d b^(d/2) Optnmal

? Ya Tndak Ya Ya Ya Ya kelengka

pan ya Tndak ya (jnka l Ya

≥d)

Ya Ya

Keterangan :

b : jumlah maksnmal cabang tree

d : kedalaman pada least-cost solutnon

(46)

Searchnng Problem

Traveling Salesman Problem Visualizati

(47)

SEARCHING

PROBLEMS

(48)

Worksheet 1

Selesaikan masalah pencarian pada

graph di bawah ini menggunakan

metode

Breadth Fnrst Search

dan

Depth Fnrst Search

, dan jabarkan

(49)

Worksheet 1

-Suatu “Charnty agent” sedang berada di

Banda Aceh. Besok, dia harus mengunjungi kota Lhokseumawe. Selesaikan masalah tersebut, dengan merepresentasik an ruang keadaan terlebih dahulu.

Lalu lakukan pencarian

menggunakan metode Breadth Fnrst Search dan Depth Fnrst Search,

(50)

Representasikan Ruang

Keadaan

Nama Kota

Nama Kota

Banda Aceh Sabang

Calang Meulaboh Bl. Pidie Tapaktuan Singlik

Simuelue Banda Aceh Sabang

Calang Meulaboh Bl. Pidie Tapaktuan Singlik Simuelue Nama Kota Nama KotaJantho Sigli Bireun Takengo BL. Kejren Kutacane Lhokseumawe Langsa Peureulak Jantho Sigli Bireun Takengo BL. Kejren Kutacane

Lhokseumawe Langsa

(51)
(52)

Tree Peta Aceh

Pencarnan Breadth Fnrst Search

dan

(53)

TUGAS 1 INDIVIDU

Dikerjakan sendiri-sendiri, jangan jadi

plagiat.

Dikumpulkan maksimal di pertemuan

ke-5 kuliah (waktu pengerjaan 2 minggu)

Soal dan penjelasan lebih lengkap bisa

diunduh di

bethanurinasari.wordpress.com

Good Luck ! Selamat belajar dan

(54)

REPRESENTASI

PENGETAHUAN

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian oleh Younis et al (2010) , menunjukkan bahwa pasien dengan DM yang terkontrol tetap memiliki risiko tinggi menderita penyakit jantung koroner dibandingkan dengan

Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbandingan kombinasi gelatin dan CMC yang paling baik dalam pembuatan es krim, untuk mengetahui pengaruh kombinasi fat replacer

Penerbitan harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara dilakukan secara periodik yang dipergunakan sebagai acuan dalam penyusunan rencana pendanaan, rencana

Di era globalisasi, persaingan ritel yang semakin ketat pada saat ini dikarenakan Indonesia sudah sepakat berada dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), dimana arus masuknya

terhadap penerimaan opini audit going concern. Untuk menguji dan memberikan bukti empiris pengaruh dari operation cash inflows ratio terhadap penerimaan opini audit going

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa saat ini Tata Kelola Teknologi Informasi Di Dinas PPKAD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada pada posisi yang telah

Manfaat apa saja dari deposito berjangka rupiah di Bank BTN

Pendidik harus berlatih menggunakan cara- cara yang pernah dilakukan oleh pendidik senior (berpengalaman). Jika cara yang diberikan tidak berhasil, dapat membuat