64
ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI PENDAPATAN TERHADAP RISIKO UNTUK PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Agus Irwanta Sembiring
Universitas Nahdatul Ulama Sumatera Utara Corresponding Author : Agus Irwanta Sembiring
Abstract: This study aims to determine the effect of income concentration on risk for banks listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2018. The analytical method used is the Hausman Test in explaining the effect of Revenue Concentration, Non Interest Income on Bank Risk through Range Based volatility of ROA for banking in Indonesia. The results showed simultaneously, all variables affect the level of the company's ROA Range. Partially, the variables of equity, CAR, Loans, Liquidity, Assets, and Revenue have an influence on Range Based volatility of ROA. The type of research used is descriptive quantitative, namely descriptive research with a quantitative approach. The population used in this study are commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange, amounting to 43 banks. The sample was selected using a purposive sampling method as many as 20 commercial banks in Indonesia that consistently publish bank annual reports during the 2014-2018 period. Data collection is carried out using secondary data in the form of bank annual reports and 2016-2020 panel data financial reports. The results of this study partially show that HHI has a positive but not significant effect on Range Based volatility of ROA. Non Interest income has a negative but not significant effect on Range Based volatility of ROA. Equity has a positive effect on Range Based volatility of ROA. CAR has a positive effect on Range Based volatility of ROA. Loan has a negative effect on Range Based volatility of ROA. Liquidity has a negative effect on Range Based volatility of ROA. Assets have a positive effect on Range Based volatility of ROA. Revenue has a positive effect on Range Based volatility of ROA. Range Based volatility of ROA is an intervening variable between the relationship between HHI, Non Interest income, Equity, CAR, . Loan, Liquidity, and Revenue on Bank Risk.
Keywords: Non Interest Income, Range Based Volatility of ROA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Konsentrasi Pendapatan Terhadap Risiko
Untuk Perbankan yang Terdafatar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Metode Analisis yang digunakan adalah Hausman Test dalam menjelaskan pengaruh antara Revenue Concentration, Non Interest Income terhadap Bank Risk melalui Range Based volatility of ROA untuk perbankan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan, seluruh variabel mempengaruhi tingkat Range ROA perusahaan. Secara parsial, variabel ekuitas, CAR, Loan, Likuiditas, Aset, dan Revenue yang memiliki pengaruh terhadap Range Based volatility of ROA. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 43 bank. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 20 Bank Umum di Indonesia yang konsisten menerbitkan laporan tahunan bank selama periode 2014-2018. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang berupa annual report bank dan laporan keuangan data panel 2016-2020. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial bahwa HHI berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Range Based volatility of ROA. Non Interest income berpengaruh berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Range Based volatility of ROA. Ekuitas berpengaruh positif terhadap Range Based volatility of ROA. CAR berpengaruh positif terhadap Range Based volatility of ROA. Loan berpengaruh negatif terhadap Range Based volatility of ROA.Likuiditas berpengaruh negatif terhadap Range Based volatility of ROA. Aset berpengaruh positif terhadap Range Based volatility of ROA. Revenue berpengaruh positif terhadap Range Based volatility of ROA. Range Based volatility of ROA merupakan variabel intervening antara hubungan HHI, Non Interest income, Ekuitas, CAR, . Loan, Likuiditas, dan Revenue terhadap Bank Risk.
65
A. PENDAHULUAN
Perbankan mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi, khususnya pada negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia. Menurut undang-undang perbankan, bank memiliki fungsi intermediasi yang artinya bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sejak era globalisasi, dunia perbankan mengalami tantangan- tantangan finansial, salah satunya adalah krisis keuangan. krisis keuangan menjadi lebih sering terjadi daripada sebelumnya dan memiliki dampak terhadap dunia perbankan di Indonesia dimana perbankan mengalami perubahan struktural.
Krisis tersebut disebabkan oleh pesatnya kemajuan dalam teknologi informasi sampai batasan yang tidak dapat ditentukan serta kompetisi pasar keuangan yang semakin ketat, sehingga dapat memperbesar gelombang krisis dan mempercepat penyebarannya ke daerah atau negara lain melalui akses teknologi dan informasi yang masih terus berkembang (Arisyi F. Raz et al, 2012). Terdapat krisis dalam dua dekade terakhir yang mempengaruhi perekonomian dunia terutama dalam dunia perbankan, yaitu Krisis Keuangan Global 2008. Gejolak ekonomi tahun 2008 dipicu oleh inovasi yang cepat dalam produk keuangan seperti praktek sekuritisasi dan credit default swap. Sri Mulyani juga mengatakan bahwa produk derivatif juga merupakan salah satu faktor pemicu krisis pada tahun 2008. Dimana produk derivatif merupakan sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi acuan pokok atau disebut produk turunan (underlying product), daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu aset yang menjadi acuan pokok. Terdapat juga argumen bahwa adanya peningkatan terhadap risiko di neraca bank, merupakan faktor sistemik yang melatarbelakangi terjadinya krisis 2008. Meskipun pada saat ini kondisi perbankan sudah membaik, tetapi berbagai cara dilakukan oleh bank agar tidak bergantung pada pendapatan bunga kredit atau pada satu produk tertentu.
Setelah dari krisis, bank di indonesia mulai melakukan diversifikasi terhadap komposisi sumber pendapatannya dengan melalui upaya untuk meningkatkan sumber pendapatannya selain pendapatan bunga, yaitu dengan meningkatkan dan mengembangkan pendapatan operasional non bunga (non interest income). Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) (http://www.lppi.or.id), bahwa laporan keuangan sepuluh bank terbesar menunjukkan bahwa sejak 2004 persentase total pendapatan bunga terhadap total pendapatan operasional mencapai 89% kemudian menurun ke level 82% pada 2010. Pendapatan nonbunga menunjukkan hal sebaliknya, yaitu terus meningkat sejak 2004 di level 11% dan terus naik ke level 18% pada 2010. Dalam mengatasi penurunan terhadap pendapatan bunga bank, harus ada upaya untuk menciptakan peluang baru untuk mengurangi tingkat ketergantungan terhadap pendapatan bunga bank tersebut. Menurut Kasmir (2004:120) meskipun keuntungan yang di peroleh dari jasa-jasa diversifikasi ini kecil tetapi memiliki kestabilan sehingga dapat memperlancar transaksi simpanan yang ada di dunia perbankan. Dengan memiliki beragam produk keuangan dengan berbasis biaya jasa (fee) menjadikan bank tidak hanya terkonsentrasi pada pendapatan bunga kredit saja dalam komposisi pendapatannya.
Melihat dari komposisi pendapatan dalam perbankan di indonesia saat ini masih mengandalkan pendapatan bunga (interest income) dalam memperoleh laba perusahaan. Hal ini dinilai tidak baik karena tingginya tingkat bunga bank juga dinilai tidak efisien, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan sektor ril tidak dapat menjalankan peran dan
66 fungsinya dalam perekonomian, karena terhambat oleh faktor pembiayaan (cost) dan. Pertumbuhan pendapatan bunga juga mengalami fluktuasi dan tidak stabil, hal ini menunjukkan bahwa bank harus mulai mengurangi sumber pendapatan bunga yang cenderung memiliki risiko tinggi Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan tentang struktur pendapatan secara komprehensif yang dapat berguna bagi para pelaku dan pembuat kebijakan yang berhubungan dengan perbankan dalam penentuan setiap perencanaan serta pengambilan keputusan dan arah kebijakan. Dengan mengetahui struktur pendapatan yang ada maka pihak bank dapat mengambil keputusan risiko yang tepat dalam menjalankan strateginya dalam memperoleh laba.
Terdapat penelitian yang dilakukan oleh Barry Williams (2016) bahwa bank yang terkonsentrasi pada komposisi sumber pendapatannya ditemukan lebih tidak berisiko, sementara bank melakukan diversifikasi komposisi pendapatannya melaui pendapatan non bunga ditemukan tidak menjamin dalam meningkatkan laba perusahaan dan lebih berisiko. Penlitian juga dilakukan oleh Diamond (1984), Ramakrishnan dan Thakor (1984) menunjukkan bahwa perbankan yang melakukan diversifikasi terhadap komposisi sumber pendapatannya dapat meningkatkan kredibillitas fungsi peran bank sebagai penyalur dana ke masyarakat melalui kredit dengan melakukan Screening dan pengawasan terhadap pengaju kredit pinjaman.
Sedangkan Wayner (2009), mengatakan diversifikasi komposisi sumber pendapatannya dapat meningkatkan risiko sistematik karena melakukan kegiatan yang berkemungkinan menyebabkan kerugian di waktu yang bersamaan juga. Kusuma (2012), meneliti bank di Indonesia pada tahun 2005-2009 yang menemukan bahwa pendapatan non bunga (non interest income) berpengaruh negatif terhadap resiko sistematik. Dengan ini diversifikasi bank melalui peningkatan sumber pendapatan melalui non bunga mampu menurunkan resiko bank.
Brunnermeier et al. (2012) menemukan bahwa bank yang memiliki pendapatan non bunga yang tinggi dalam komposisi pendapatannya menunjukan risiko sistematik yang tinggi juga. Namun, Boyd dan DeNicolo (2005) berpendapat bahwa perbankan yang terkonsentrasi dengan pendapatan bunga memungkinkan bank untuk membebankan suku bunga pinjaman yang lebih tinggi, yang dapat mendorong peminjam untuk menganggap risiko yang lebih besar. Akibatnya, volume peminjaman dapat meningkat, dan dapat memperbesar peluang untuk terjadinya kredit macet, sehingga probabilitas kegagalan bank tinggi.
Hingga saat ini masih terjadi perdebatan yang menarik mengenai hubungan antara tingkat konsentrasi dan risiko dalam struktur pendapatan perbankan. Berbagai penelitian pun dilakukan yang pada akhirnya melahirkan dua teori yang berbeda, yaitu teori yang pro dengan konsentrasi (pro-concentration theory) yang meyakini bahwa dengan semakin terkonsentrasinya komposisi pendapatan maka akan meningkatkan stabilitas pendapatan perbankan dan teori yang kontra dengan konsentrasi (cons-concentration theory) yang berargumen bahwa dengan adanya diversifikasi terhadap komposisi pendapatan perbankan maka kestabilan perbankan terjaga.
B. METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang untuk kemudian digambarkan sebagaimana adanya. Sedangkan yang dimaksud dengan pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan dengan cara mengukur indikator- indikator variabel penelitian sehingga diperoleh gambaran diantara variabel- variabel tersebut. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan secara kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa atau
67 suatu kejadian yang terjadi pada saat sekarang dalam bentuk angka- angka yang bermakna.
Populasi adalah keseluruhan subjek dan objek penelitian yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 43 bank yang sudah go public dan terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Sedangkan sampel yaitu bagian dari suatu populasi yang karakteristiknya dapat menjadi gambaran dari suatu populasi tersebut. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel dari populasi berdasarkan pertimbangan kriteria tertentu sehingga sebanyak 25 bank yang menjadi sampel penelitian.
Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) jenis variabel yaitu Variabel Dependen, Variabel Independen, dan Variabel Kontrol. Variabel Dependen/ Variabel Terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Risiko bank yang diproporsikan Range-Based Volatiliy of ROA. Variabel Independen/ Variabel Bebas (X) dalam penelitian ini adalah Revenue Concentration dan non-interest income. Variabel Kontrol dalam penelitian ini adalah Equity to asset Ratio, Capital Adequacy Ratio, Loan to Asset Ratio, Likuiditas, Total asset, Total revenue.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Studi pustaka yang dilakukan dengan cara mengumpulkan buku literatur yang ada hubungannya dengan penulisan skripsi, dengan tujuan untuk mendapatkan landasan teori dan teknik analisis dalam memecahkan masalah. Metode dokumentasi, yaitu data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dikumpulkan, di input kedalam microsoft excel untuk penyesuaian dengan semua data dari tahun- tahun sebelumnya dan diolah langsung dari sumber data sekunder berupa laporan keuangan triwulanan perusahaan perbankan yang diperoleh melalui website Otoritas Jasa Keuangan (https: //www.ojk. go.id/).
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengaruh Revenue Concentration Dan Non Interest Income Dengan Menggunakan HHI Dan NIID Terhadap Range Based Volatility Of ROA
Setelah melakukan beberapa pengujian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa HHI, NIID, Ekuitas, CAR, Loan, Likuiditas, dan Revenue terhadap Bank risk melalui Range Based volatility of ROA secara simultan berpengaruh signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh variabel mempengaruhi tingkat Range ROA perusahaan. Secara parsial, variabel Ekuitas, CAR, Loan, Likuiditas, dan Revenue yang memiliki pengaruh terhadap Range ROA. HHI berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Bank Risk dalam kurun waktu 2014-2018. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi HHI maka akan mengakibatkan tingkat Bank Risk perusahaan perbankan tersebut akan semakin tinggi. NIID berpengaruh berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Bank Risk dalam kurun waktu 2014-2018. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi NIID maka akan mengakibatkan tingkat Bank Risk perusahaan perbankan tersebut akan semakin rendah. Hal tersebut diakibatkan perusahaan perbankan menahan kas yang tinggi untuk meningkatkan kepercayaan pasar akan prospek perusahaan dimasa yang akan datang.
Pengaruh Ekuitas, Car, Loan, Likuiditas, Dan Revenue Terhadap Range Based Volatility Of ROA
Berdasarkan hasil estimasi yang telah dilakukan maka dapat diketahui koefisien Ekuitas sebesar 0.064617. Hal ini menunjukkan bahwa Ekuitas berpengaruh positif terhadap Range ROA. Hal ini dapat diartikan bahwa apabila nilai Ekuitas mengalami peningkatan maka akan mendorong terjadinya peningkatan nilai Range ROA suatu
68 bank.Berdasarkan hasil estimasi yang telah dilakukan maka dapat diketahui koefisien CAR sebesar 0.078080. Hal ini menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap Range ROA. Hal ini dapat diartikan bahwa apabila nilai CAR mengalami peningkatan maka akan mendorong terjadinya penurunan nilai Range ROA suatu bank.
Berdasarkan hasil estimasi yang telah dilakukan maka dapat diketahui koefisien Loan sebesar 0.080437. Hal ini menunjukkan bahwa Loan berpengaruh negatif terhadap Range ROA. Hal ini dapat diartikan bahwa apabila nilai Loan mengalami peningkatan maka akan mendorong terjadinya peningkatan nilai Range ROA suatu bank.
Berdasarkan hasil estimasi yang telah dilakukan maka dapat diketahui koefisien Likuiditas sebesar -0.064425. Hal ini menunjukkan bahwa Likuiditas berpengaruh negatif terhadap Range ROA. Hal ini dapat diartikan bahwa Likuiditas mengalami peningkatan sebesar 1 satuan maka akan menimbulkan terjadinya penurunan Range ROA -0.064425 satuan.
Berdasarkan hasil estimasi yang telah dilakukan maka dapat diketahui koefisien Aset sebesar 0.171040. Hal ini menunjukkan bahwa Aset berpengaruh positif terhadap Range ROA. Hal ini dapat diartikan bahwa apabila nilai Aset mengalami peningkatan maka akan mendorong terjadinya peningkatan nilai Range ROA suatu bank Berdasarkan hasil estimasi yang telah dilakukan maka dapat diketahui koefisien Aset sebesar 5.228065.
D. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :
1. Secara Parsial, HHI berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Bank Risk. NIID berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Bank Risk. Ekuitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bank Risk. CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bank Risk. Loan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bank Risk. Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bank Risk. Aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bank Risk. Revenue berpengaruh positif dan signifikan terhadap Bank Risk.
2. Range Based Volatility of ROA merupakan variabel intervening antara hubungan HHI, NIID, Ekuitas, CAR, Loan, Likuiditas, dan Revenue terhadap Bank Risk.
Daftar Pustaka
Abdullah, Burhanuddin. 2006. Jalan menuju Stabilitas : Mencapai Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan. LP3ES, Jakarta.
Arisyi F. Raz, 2012. "Global Financial Crises And Economic Growth : Evidence From East Asian Economies," Bulletin of Monetary Economics and Banking, Bank Indonesia, vol. 15(2), pages 1-20, October.
Allen, F., Gale, D., 2000. Financial contagion. Journal of Political Economy108, 1–33.
Bank Indonesia, 2016. Arsitektur Perbankan Indonesia (http://www.bi.go.id/). Diakses 16 Februari 2020.
Demirgüç-Kunt A, and R Levine (2000), Bank concentration : cross – country Evidence. The world bank, october.
Baele, L., (2007). Does the Stock Market Value Bank Diversification ? Journal of Banking and Finance 31: 1999-2023.
Barry Williams. 2016. The impact of non interest income on bank risk in Australia. Journal of Banking & Finance73, 16-37.
Beck, T., 2008. Bank Competition and Financial Stability: Friends or Foes?
69
Berger, A., Demirguc-Kunt, A., Levine, R., Haubrich, J., 2004. Bank concentration and competition: an evolution in the making. Journal of Money, Credit and Banking 36, 433–453.
Boyd, J.H., De Nicolo, G., 2005. The theory of bank risk-taking and competition revisited. Journal of Finance 60, 1329–1343.
Boyd, J.H., Prescott, E.C., 1986. Financial intermediary-coalitions. Journal of Economic Theory 38, 211–232. Diamond, D., 1984. Financial intermediation and delegated monitoring. Review of Economic Studies 51, 393–414.
Frastuti, Melia dan Saleh Sitompul. 2020. Reformasi Sistem Administrasi Pemerintahan, Penakhlukkan Di Darat Dan Dilautan Pada Era Bani Umayyah. Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah. Vol. 6 No. 2 Juli 2020, Hal. 119-127.
Ichsan, R. N., Suparmin, S., Yusuf, M., Ismal, R., & Sitompul, S. (2021). Determinant of Sharia Bank's Financial Performance during the Covid-19 Pandemic. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 4(1), 298-309.
Fu, X.M., Lin, Y.R., Molyneux, P., 2014. Bank competition and financial stability in Asia Pacific. Journal Bank Finance. 38, 64–77.
Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan lainnya. Jakarta: PT Raja Grafino Persada.
Kusumastuti,S.Y.2009. Competition Degree of the indonesian Bnaking sector. After the Economic Crisis.Policy Discussion Paper Seried Centre for industry, SME & Business Competition Studies Trisakti University
Liahmad, Kartika Rusnidita, Yuni Putri Utami, Saleh Sitompul.2021. Financial Factors and Non-Financial to Financial Distress Insurance Companies That Listed in Indonesia Stock Exchange. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 4(1), 1305-1312.
Mulyaningsih, Tri, and Daly, Anne. 2011. Competitive Conditions in Banking Industry: An Empirical Analysis of The Consolidation, Competition and Concentration in the Indonesia Banking Industry between 2001 and 2009. University of Canberra.
Nurhudawi, Saleh Sitompul. 2020. Analisis Return Saham Pada Perusahaan Pertambangan Batubara Di Bursa Efek Indonesia. Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah. Vol. 6 No. 2 Juli 2020, Hal. 108-116.
Ramakrishnan, R., Thakor, A., 1984. Information reliability and a theory of financial intermediation. Review of Economic Studies 51, 415– 432.
Rahayu, S. et al. (2020). Effect Of Work To Family Conflict And Work Stress On Organizational Commitments With Work Satisfaction As Intervening Variables. International Journal For Innovative Research In Multidisciplinary Field. Vol. 6, Issue 7, July – 2020: 10-17. Permono, Iswardono S dan Darmawan. 2010. “Analisis Efisiensi Industri Perbankan di Indonesia (Studi kasus Bank-Bank Devisa di Indonesia Tahun 1991-1996)”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Sitompul, S. 2018. Pengaruh ukuran perusahaan, kebijakan pendanaan, Risk based capital (RBC), pertumbuhan premi netto dan laba perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Universitas Sumatera Utara.
Sitompul, S. (2019). Pengaruh Motivasi Dan Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II Medan. Jurnal Ilmiah METADATA, 1(2), 93-105.
Sitompul, Saleh dan Nasution, Siti Khadijah. 2019. The Effect of Car, BOPO, NPF, and FDR on Profitability of Sharia Commercial Banks in Indonesia. E-ISSN: 2615-3076.
70 Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal) : Humanities and Social Sciences. Vol. 2. No. 3.
Sitompul, Saleh dan Siti Khadijah. 2020. Analysis Net Profit, Dividend, Debt, Cash Flow, and Capital Net Working That Influence Investment Decisions on Manufacturing Companies. International Journal of Research and Review. Vol.7; Issue: 3; March 2020.
Sitompul, Saleh. et al. (2021). The Influence Of Exchange Rate, Inflation, For The Results Of The Development Assets Of Islamic Banks. Vol. 4, Issue 3, March – 2021: 138-148.
Sitompul, S. (2021). Pengaruh Pengetahuan Label Halal Dan Kesadaran Merek Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Melalui Rekomendasi Kelompok Sebagai Variabel Moderating. Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah, Vol. 7 No. 1 (2021).
Sharma,M.K. dan Bal,H.K.2010.Bank MarketConcentration: A Case Study Of India.International Review of Business Research Papers 6(6):95- 107
Schaeck, 2009 are competitive banking system more stable ? Journal of money. Credit & banking,4(41),711-734