Teori perdagangan internasional
Meet – 4
Hariyatno
1 creat by HRY 28 september 2011
Negara berkembang
• Negara berkembang = negara dunia ke-3 =negara belum maju (salvatore :419 ) Ciri negara berkembang :
1) Rendahnya pendapatan perkapita
2) Tingginya angkatan kerja disektor pertanian dan masih berpusatnya kegiatan ekonomi yg bersifat primer spt tambang /mineral
3) Rendahnya tingkat harapan hidup 4) Masih tingginya tingkat buta huruf 5) Laju pertumbuhan penduduk
6) Rendanya laju pertumbuhan ekonomi dalam perdagangan internasional 7) Pendapatan terbesar mengandalkan tarif :
a) Tarif ad valorem “pajak yg dikenakan berdasarkan angka prosentase tertentu dinilai dari nilai barang yg diimport
b) Tarif spesifik “beban tetap utk unit barang yg diimpor
c) Tarif campuran (compound tarif ) “tarif dalam jumlah tertentu juga berlaku tarif utk tiap jenis barang ) yang import
Ciri mencolok “ masih adanya ketimpangan dimana negara berkembang masih secara umum pola lama produksi barang – barang primer (bahan baku mentah) ditukarkan dg harga yg relatif murah dg barang manufaktur dari negara maju dan sebagian negara begitu kaya yang lainnya miskin “( salvatore :419)
• Pendapat ekonom era 1980’an “sesungguhnya perdagangan internasional bagi negara dunia ketiga cenderung merugikan dapat menghambat upaya yang dilakukan oleh negara dunia ke-3 khususnya ,mengingat nilai tukar terus merosot dan sering terjadi fluktuasi secara tajam dan keunggulan komparartif sudah tdk lagi relevan bagi negara berkembang dan sebaiknya negara berkembang melakukan kegiatan produkasi domestik utk meghasilkan produk manufaktur yang selama ini mereka import utk melepaskan diri dari ketergantungan kepada negara maju” (salvatore :421 )
Perdagangan
internasional
Keungulan
komparatif
Spesialisasi
produk
Output utk
keuntungan
3 creat by HRY 28 september 2011Manfaat dinamis sektor industri modern (manufaktur )antara lain : 1) Munculnya kalangan tenaga kerja terdidik
2) Inovasi – inovasi baru dan kemajuan tehnologi yg menguntungkan
3) Harga – harga yang lebih stabil dan lebih tinggi bagi negara pengeksport karena produk yang dihasilkan diproses mejadi barang jadi
4) Menciptakan lapangan kerja dari proses bahan baku ke barang jadi (salvatore :422 )
Elemen pengaruh
perdagangan
internasional
(salvatore : 117)
Produktivitas tenaga kerja
Luas negara (tanah)yang dimiliki
Ketersediaan barang modal (bahan
baku,sdm ,tehnologi)
Keterampilan manajemen
Perdagangan
sebagai mesin
pertumbuhan
(salvatore : 423)
Tempat memasok bahan mentah
dan makanan
Elemen pengaruah perdagangan
internasional
creat by HRY 28 september 2011
Meningkatkan pendayagunaan sumber-sumber daya domestik dimana dg adanya tehnologi proses barang mentah dpt diubah menjadi barang jadi sehingga terjadi penyerapan tenaga
Peningkatan pasar akan terbentuk dg sendirinya skala produksi baik utk domestik maupun internasional sehingga terjadi skala ukuran pasar
Wahana transmisi munculnya gagasan – gagasan baru yg lebih baik sehingga setiap negara dipaksa untuk dapat meningkatkan kemampuan menejerial dan bidang keahlian – keahlian lain yang harus dikuasai agar dapat berinteraksi dipasar internasional
Merangsang dan memudakan mengalirnya arus modal dengan baik dari negara maju kenegara berkembang untuk melakukan investasi dan transfer tehnologi,disamping dampak negativ akan terjadi dinegara berkembang dimana sumber daya akan diekpolitasi besar – besaran serta pembagian keuntungan yg tdk seimbang
Membuka kesempatan bagi pengusaha domestik utk memproduksi komoditi yang sama sehingga dapat membrikan inspirasi dan membuka lahan bagi bisnis yang menguntungkan
Kontribusi perdagagnan internasional dalam pembangunan
Instrument efektif mencegah monopoli perdagangan dan dapat merangsang efisiensi dan bagi pengusahan domestik diharapkan mampu menghadapi persaingan dari negara lain dengan mengalirnya arus barang dan jasa tanpa hambatan berarti
Sumber utama perdagangan internasional karena adanya perbedaan karunia
sumber – sumber daya antar negara (s:117)(teori /teori proporsi faktor /factor
proportion theory heckscher - ohlin
Asumsi teori heckscher – ohlin :
1) Hanya terdapat 2 negara dan 2 komoditi (x dan Y) dan 2 faktor produksi (tenaga kerja dan modal)
2) 2 negara tersebut memiliki / menggunakan metode dan tingkat tehnologi produksi yang sama persis
3) Komoditi x bersifat padat karya/padat tenaga sedangkan komoditi y secara umum padat modal berlaku dikedua negara
4) Komoditi di produksi berdasarkan skala hasil yg konstan dan hal ini sama – sama terjadi dikedua negara
5) Spesialisasi yg terjadi dikedua negara tdk lengkap ,sehingga dikedua negara tetap memproduksi kedua jenis itu sekaligus,meski dlm komposisi berbeda
6) Selera permintaan kedua negara sama persis
7) Persaingan cenderung sempurna karena harga terbentuk leh kekuatan pasar 8) Mudahnya pekerja dan sejumlah modal berpindah dari sektor ekonomi/industri
kesektor lainya
9) Sama seklali tidak ada biaya transportasi yang berarti
10) Sumber daya produktif /faktor produksi dapat diarahkan secara penuh dalam kegiatan produksi
creat by HRY 28 september 2011 7
Intensitas faktor ,kelimpahan faktor dan bentuk kurva batas kemungkinan
2
4
6
8
10
12
1
2
3
4
5
6
L
1X
1Y
2Y
2X
K
K in Y = 1
L
K in x = 1
L 4
NEGARA -1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
1X
1Y
2Y
2X
K in Y = 4
L
K in x = 1
L
K
L
biaya Produk "x" Produk "Y" modal (K) 2 4 karya (L) 2 1 biaya Produk "x" Produk "Y" modal (K) 1 2 karya (L) 4 2NEGARA - 2
Tabel insentitas faktor (s:122)
Kelimpahan faktor (factor abundance ,s:124) :
1) Berdasarkan unit – unit fisik “pada keseluruhan jumlah numerik /bilangan modal dan tenaga kerja yg tersedia setiap negara “, contoh negara 2 layak disebut negara kelimpahan modal apabila rasio total jumlah modal terhadap total jumlah tenaga kerja (TK/TL) yg ada dinegara 2 melebihi (TK/TL) negara 1
2) Berdasarkan harga – harga relatif faktor produksi (relatif factor prices ) didasarkan harga sewa modal dan upah pekerja yang berlaku dimasing – masing negara ,contoh negara 2 baru dikatakan sabagi negara mempunyai kelimpahan modal apa bila rasio harga modal terhadap harga tenaga kerja (PK/PL) dinegara 2 lebih rendah ketimbang yg terdapt dinegara 1( PK/PL negara 2 < PK/PL negara-1 ,krn harga sewa
(r),sedangkan harga tenaga kerja adalah tingkat upah (w),maka PK/PL=r/w
Tabel rasio pengunaan modal & tenaga kerja dalam produksi
NEGARA BIAYA produk "X" BIAYA produk " Y " Rasio K (modal) L (karya) K (modal) L (karya) produk " X" produk " y"
NEGARA-1 1 4 2 2 25% 100%
Negara-2 2 2 4 1 100% 400%
creat by HRY 28 september 2011 9 Teorema hecksher – ohon (H-O) “sebuah negara akan mengekspor komoditi yg produksinya lebih banyak menyerap faktor produksi yg relatif melimpah dan murah dinegara itu dan dalam waktu bersamaan ia mengimpor komoditi yg produksinya memerlukan sumber daya yg relatif langka dan mahal dinegara itu (negara yg relatif kaya / berlimpah tenaga kerja akan mengeksport komoditi padat karya dan import komoditi yg padat modal yg masih langka dan mahal dinegara bersangkutan “
Teori kepemilikan / proporsi faktor ‘setiap negara akan melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor komoditi yg banyak menyerap faktor produksi yg tersedia dalam jumlah banyak dan relatif berharga murah dan mengimport komoditi yg menyerap faktor produksi yg relatif langka dan mahal “
Penawaran faktor produksi
Harga –harga faktor produksi
tehnologi
Harga –harga komoditi
Permintaan turunan utk faktor produksi
Pemintaan komoditi final
selera Distribusi kepemilikan
faktor – faktor produksi
Selera + dist kep fak pro = dist income berimbas kepada pemintaan komoditi final Permintaan fak prod bersama penawaran fak prod tentukan harga – harga fak prod Harga fak prod dan tehnologi digunakan menentkan harga akhir komoditi
Teori biaya oportunitas harberler 1936
“biaya sebuah komoditi menurut biaya oportunitias adalah jumlah komoditi kedua yang harus dikorbankan untuk memperoleh sumber daya yg cukup utk memproduksi satu unit tambahan pertama (negara yg memiliki biaya oportunitas yg rendah dalam berproduksi akan memiliki komoditi kreunggulan komparatif) /tenaga kerja diabaikan sementara (s:34)
20 40 60 80 100 120
20
40
60
80
100
120
s
u
t
r
a
Indonesia
China
s
u
t
r
a
tabel kemungkinan produksi teh dan sutra indonesia- china
A
A
Utk indonesia 30kg=20m ,makabiaya 1kg = 2/3 m ,sebaliknya dicina 1kg=3/2=1.5 m
Utk China 10m =20kg ,maka biaya 1 m= 2/1 = 2kg ,sebaliknya diindonesia 1m=1/2 kg Bo terkecil ( 120-90) sama /TQ Bo all 80-40 Kemungkinan produksi Total Kemungkinan produksi Total Indonesia China teh kain teh sutra 180 - 180 60 - 60 150 20 170 50 20 70 120 40 160 40 40 80 90 60 150 30 60 90 60 80 140 20 80 100 30 100 130 10 100 110
creat by HRY 28 september 2011
Biaya oportunitas dan harga komoditi relatif
11
20
40
60
80
100
120
30
60 90 120 150 180
20
40
60
80
100
120
20
40
60
Teh
s
u
t
r
a
Indonesia
China
s
u
t
r
a
Teh
A
A
Utk indonesia 30kg=20m ,makabiaya 1kg = 120/180=2/3 m
Utk China 10m =20kg ,maka biaya 1 m= 120/60 = 2/1 = 2kg
dengan melihat gambar disamping maka ,biaya oportunitas :
kemiringan asolut teh di Indonesia 120/180 =2/3 kemiringan absolut sutra di China 60/120 = 2
Besarnya tetap konstan dg asumsi P=TC ,ke2 negara memproduksi teh dan sutra (Pt/Ps)
0
0
produk tanpa perdagangan teh kain Indonesia 90 Kg 60 M china 40 Kg 40 M prod gab 130 Kg 100 M spesialisasi Indonesia 180 Kg 0 M china 0 Kg 120 M prod spesialisasi 180 Kg 120 M peningkatan out put 50 Kg 20 M
Produksi dg kebijakan
biaya oportunitas
Produksi dg kebijakan
spesialisasi
creat by HRY 28 september 2011 13
180
110
90
60
70
120
S
U
T
R
A
TEH
INDONESIA
60
40
70
40
50
120
S
U
T
R
A
TEH
CHINA
E
A
B
A 1
E 1
B1
Dalam situasi tanpa perdagangan indonesia memproduksi dan mengkonsumsi pada titik A dan china pada titik A1 ,dg perdagangan indonesia melakukan spesialisasi dlm memproduksi teh pada titik B ,sementara china melakukan spesialisasi produk sutra pada titik B1 dg menukarkan 70 kg teh dg 70 m sutra dari china .indonesa akan mencapai titik konsumsi E dan keuntungan sebesar 20 kg teh (180 spesialisasi -70 utk barter – 90 saat tdk ada perdagangan ) dan 10 m sutra. (70 hasil barter – 60 saat tdk ada perdagangan) sementara china akan sampai pada tingkat konsumsi di titik E1 dan memperoleh keuntungan 30 kg teh (70 hasil barter – 40 saat tdk ada perdagangan ) dan 10 m sutra (50 peningkatan o/u -40 saat tdk ada perdagangan)