• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jepang merupakan salah satu negara maju di Asia yang saat ini memiliki banyak pengaruh di berbagai bidang bagi Indonesia, salah satunya dalam bidang pendidikan. Tidak heran jika saat ini bahasa Jepang menjadi salah satu mata pelajaran bahasa asing yang dipelajari di tingkat Sekolah Menegah Atas maupun Sekolah Menengah Kejuruan. Bahasa Jepang dikenal sebagai bahasa yang sulit untuk dipelajari karena memiliki tiga karakter huruf yang berbeda yaitu Hiragana, Katakana dan yang paling menjadi momok yaitu Kanji.

Untuk jenjang Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Menengah Kejuruan yang dipelajari adalah bahasa Jepang dasar termasuk huruf Hiragana dan Katakana yang mulai dipelajari sejak kelas X, dan beberapa Kanji dasar yang mulai dipelajari pada kelas XI. Berbeda dengan bahasa Inggris, selain dari segi huruf yang berbeda kesulitan lain terletak pada penyusunan kalimat dalam bahasa Jepang yang berbanding terbalik dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Arti dari kesulitan belajar itu sendiri menurut Wikipedia yaitu merupakan suatu ketergangguan, baik berasal dari faktor internal siswa yang dibatasi dengan faktor intelegensi maupun faktor eksternal siswa. Faktor-faktor ini menyebabkan siswa tidak mampu berkembang sesuai dengan kapasitasnya. Arti lain yang didefinisikan oleh The United States Office of Education (USOE) yang dikutip oleh Abdurrahman (2003 : 06) menyatakan bahwa kesulitan belajar adalah suatu gangguan dalam satu atau lebih dari proses psikologis dasar yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ajaran atau tulisan.

Kesulitan belajar tersebut pada umumnya dapat berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan dari luar diri siswa (faktor eksternal). Faktor dari dalam diri siswa yaitu : kondisi kesehatan, intelegensi, bakat, minat, motivasi, faktor kesehatan mental, dan tipe khusus seorang pelajar. Faktor dari luar diri siswa yaitu : faktor orang tua, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat.

(2)

Berikut adalah uraian penyebab kesulitan belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

A. Faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri siswa) yaitu:

1) Kondisi kesehatan : kondisi kesehatan sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar siswa. Siswa yang sering sakit maka tidak dapat mengikuti pelajaran secara kondusif.

2) Bakat : seseorang yang berbakat pada suatu mata pelajaran tertentu biasanya dapat dilihat dari kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya. Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa tidak sesuai dengan bakatnya, maka siswa cenderung cepat bosan, tidak senang bahkan tidak mau belajar sehingga nilainya rendah.

3) Minat : ada tidaknya minat terhadap sesuatu pelajaran dapat dilihat dari cara anak mengikuti pelajaran, lengkap tidaknya catatan, dan konsentrasi anak. Kegiatan yang diminati seseorang, biasanya akan diperhatikan terus menerus yang disertai rasa senang.

4) Motivasi : motivasi selalu mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

B. Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa) yaitu :

1) Keluarga : peran keluarga dalam menentukan keberhasilan belajar siswa tidak kalah penting dari lembaga formal dan non formal. Apabila dalam keluarga tidak menyediakan suatu kondisi yang nyaman dan lingkungan yang kreatif bagi anak, maka lingkungan keluarga akan terlibat sebagai salah satu penyebab kesulitan belajar siswa.

2) Sekolah : faktor sekolah penyebab kesulitan belajar siswa meliputi guru, alat, kondisi gedung, kurikulum, waktu sekolah dan disiplin yang kurang. 3) Lingkungan masyarakat : kesulitan belajar biasanya dipengaruhi oleh

media massa dan lingkungan social.

Berdasarkan teori tersebut, penulis melakukan observasi di SMAN 1 Pasawahan, SMAN 1 Pasawahan merupakan salah satu sekolah negeri yang ada di

(3)

kabupaten Purwakarta, dan mata pelajaran bahasa asing yang dipelajari adalah bahasa Jepang, di sekolah ini bahasa Jepang dipelajari dari kelas X sampai dengan kelas XII, untuk kelas X mata pelajaran bahasa Jepang ini di pelajari disemua kelas, namun untuk kelas XI dan kelas XII hanya dipelajari di jurusan IPA saja. Jumlah jam belajar bahasa Jepang dalam satu minggu untuk kelas X sebanyak 3 jam, dan untuk kelas XI dan XII sebanyak 4 jam. Untuk kelas X dari 3 jam tersebut, 1 jam digunakan khusus untuk pengenalan huruf (Hiragana di semester 1 dan Katakana di semester 2) dan untuk kelas XI siswa mulai diperkenalkan dengan Kanji-kanji dasar mengingat pada saat USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) dikelas XII terdapat Kanji dalam soal ujian.

Selain dalam kegiatan belajar mengajar, ada juga kegiatan ekstrakurikuler yang mempelajari budaya Jepang, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Senin, namun dibandingkan dengan ekstrakurikuler lain seperti pramuka, PMR, basket, peminat ekstrakurikuler bahasa Jepang ini cukup sedikit, saat ini jumlah anggotanya masih 15 orang. Selain kegiatan ekstrakurikuler, untuk meningkatkan minat terhadap bahasa Jepang, SMAN 1 Pasawahan pun selalu aktif dalam mengirimkan siswa/siswi pada perlombaan-perlomban bahasa Jepang seperti BUNKASAI, beberapa prestainya yaitu juara ke-2 role play, juara 1 lomba vocal group selama 2 tahun berturut-turut dan yang lainnya.

Penulis melakukan observasi di kelas XI IPA 1 ~ XI IPA 5, hasil dari observasi dan tanya jawab dengan siswa-siswi tersebut, rata-rata kesulitan yang dialami siswa adalah dari huruf, masih banyak siswa yang belum lancar dalam membaca huruf Hiragana maupun Katakana, namun secara keseluruhan masih dapat mengikuti pelajaran dengan baik, dari ke-5 kelas tersebut, ada satu kelas yang masih kesulitan dalam belajar bahasa Jepang yaitu kelas XI IPA 3. Kemudian penulis mengambil data dari hasil nilai tugas dan harian di semester 1, untuk melihat nilai rata-rata kelas mana yang paling rendah dintara ke-5 kelas tersebut.

(4)

Tabel 1.1 nilai rata-rata harian dan tugas kelas XI IPA 1 ~ XI IPA 5 semester 1 tahun 2018/2019

NILAI RATA-RATA HARIAN DAN TUGAS SEMESTER 1 2018/2019

KELAS 1 2 3 4 5 RATA-RATA XI IPA 1 85.5 50.2 69.8 51.6 74.8 66.38 XI IPA 2 91 60.8 69.5 63.1 72.4 71.36 XI IPA 3 72.5 41.8 67.8 54 50.6 57.34 XI IPA 4 89 60.4 69.5 60.5 63.1 68.5 XI IPA 5 74.2 46.1 81.1 60.4 70.1 66.38

Grafik 1.1 nilai KKM dan nilai hasil rata-rata harian dan tugas kelas XI IPA 1 ~ XI IPA 5 semseter 1 tahun 2018/2019

Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kelas yang paling rendah adalah kelas XI IPA 3, dan yang paling unggul adalah kelas XI IPA 2, dari ke-5 kelas tersebut hanya kelas XI IPA 3 saja yang tidak mencapai nilai KKM, dari nilai KKM 64, kelas XI IPA 3 hanya mencapai 57.34, hal yang menjadi masalah yaitu dengan menggunakan pola dan metode pembelajaran dan guru pengajar yang sama, namun ada 1 kelas yang tidak dapat mencapai nilai KKM.

XI IPA 1 XI IPA 2 XI IPA 3 XI IPA 4 XI IPA 5

KKM 64 64 64 64 64 RATA-RATA 66.38 71.36 57.34 68.5 66.38 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

NILAI KKM RATA-RATA HARIAN DAN TUGAS SEMESTER 1 2018/2019

(5)

Berdasarkan hasil analisa data tersebut, penulis memutuskan untuk memilih kelas XI IPA 3 sebagai kelas yang akan dilakukan observasi mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan dalam belajar bahasa Jepang, berdasarkan faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri siswa) dan faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa).

1.2 Rumusan Masalah

Dari tema yang diangkat di atas, penulis akan menganalisa dan memaparkan penyebab kesulitan belajar pada siswa dengan ruang lingkup / rumusan masalah sebagai berikut :

1. Faktor internal apa yang menjadi penyebab kesulitan belajar bahasa Jepang di SMAN 1 Pasawahan kelas XI IPA 3.

2. Faktor eksternal apa yang menjadi penyebab kesulitan belajar bahasa Jepang di SMAN 1 Pasawahan kelas XI IPA 3.

1.3 Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari ditulisnya laporan Tugas Akhir ini adalah :

1.3.1 Tujuan umum

1) Untuk memenuhi salah satu syarat akademik dalam menyelesaikan program studi Diploma III Bahasa Jepang Fakultas Bahasa Universitas Widyatama.

2) Untuk pengalaman kerja langsung bagi penulis, khususnya di bidang belajar mengajar.

3) Untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah ke dunia kerja.

1.3.2 Tujuan Khusus

Berdasarkan rekayasa masalah yang diangkat pada Tugas Akhir ini, penulis memiliki tujuan secara khusus tentang faktor-faktor penyebab kesulitan belajar bahasa Jepang di SMAN 1 Pasawahan kelas XI IPA 3 yaitu :

1. Untuk mengetahui faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri siswa)

(6)

2. Untuk mengetahui Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa)

1.3.3. Manfaat bagi Siswa

Manfaat dari laporan Tugas Akhir ini bagi siswa adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar bahasa Jepang yang dialami oleh siswa/siswi kelas XI IPA 3 sehingga setelah mengetahui berbagai penyebab yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa/siswi baik ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar maupun peningkatkan minat dalam belajar bahasa Jepang.

1.3.4 Manfaat bagi Sekolah

Manfaat dari laporan Tugas Akhir ini bagi sekolah adalah untuk menjadi tolak ukur dalam meminimalisir faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesulitan siswa dalam belajar bahasa Jepang.

1.3.5 Manfaat bagi Penulis

Manfaat dari laporan Tugas Akhir ini bagi penulis adalah untuk menambah wawasan dan pengalaman penulis dalam bidang belajar mengajar, serta mampu menerapkan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah.

1.4 Metode Penulisan

Dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini, teknik atau metode yang digunakan penulis adalah teknik atau metode deskriptif, yaitu menggambarkan susunan yang sistematis secara aktual dan cermat.

1.4.1 Metode Pengumpulan Data Penulis mengumpulkan data dengan cara :

1) Meminta data kepada sekolah yang bersangkutan.

2) Menyebarkan angket kepada siswa di kelas dengan nilai paling rendah.

(7)

3) Menganalisa kondisi kegiatan belajar di kelas tersebut.

4) Melakukan sesi tanya jawab mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar bahasa Jepang yang dialami oleh siswa.

1.5 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan

Penulis melakukan praktik kerja di SMAN 1 Pasawahan, terhitung dari tanggal 12 Maret 2019 s.d. 16 April 2019, yang beralamat di Jl. Terusan Kapten Halim, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41172. Pada saat pelaksanaan, penulis dibimbing oleh ibu Dra. Ismawati yang merupakan guru bahasa Jepang untuk kelas XI dan kelas XII.

1.6 Sistematika Penyajian Laporan

Sistematika penyajian penulisan laporan praktik kerja lapangan ini adalah sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang permasalahan yang diangkat, ruang lingkup masalah, manfaat dan tujuan laporan Tugas Akhir, lokasi dan waktu peninjauan, metode penulisan serta sistematika penyajian laporan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menjelaskan mengenai pengertian belajar, prinsip-prinsip belajar, teori belajar, kesulitan belajar, faktor-faktor penyebab kesulitan belajar yang terdiri dari faktor internal (kondisi kesehatan, bakat, minat dan motivasi) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat)

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA

Bab ini menjelaskan mengenai profil sekolah serta uraian kegiatan praktek kerja, hal-hal yang menjadi kendala selama praktek kerja dan solusi, pembelajaran yang diperoleh selama praktek kerja, dan tujuan dari aktifitas di lapangan.

BAB IV PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan mengenai data-data yang diperoleh , dan hasil analisa mengenai faktor-faktor yang meyebabkan kesulitan belajar bahasa Jepang, baik berdasarkan faktor internal maupun eksternal.

(8)

Bab ini menjelaskan mengenai simpulan dari keseluruhan bab yang ada dalam penyusunan Tugas Akhir ini. Selain itu penulis juga memberikan saran kepada SMAN 1 Pasawahan khususnya kelas XI IPA 3, serta kepada Fakultas dan Jurusan.

BAB VI SINOPSIS

Bab ini merupakan bab terakhir yang berisikan tentang ringkasan Laporan Tugas Akhir ini yang terdiri dari pendahuluan, isi dan kesimpulan yang ditulis menggunakan bahasa Jepang pada genkouyoushi.

Gambar

Tabel 1.1 nilai rata-rata harian dan tugas kelas XI IPA 1 ~ XI IPA 5 semester 1  tahun 2018/2019

Referensi

Dokumen terkait

6 Keengganan Jepang dalam menyikapi isu-isu minoritas dapat dikatakan sebagai salah satu faktor penyebab lambannya proses negosiasi sebagai bagian dari resolusi

Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Konstruktivis pada materi Gerak Dengan Analisis Vektor di Kelas XI IPA

Bagi guru, yaitu sebagai informasi tambahan terkait bagaimana kesulitan yang dialami siswa tipe kepribadian ekstrovert dalam menyelesaikan soal matematika tipe open

Untuk menghindari interpretasi yang meluas, maka penulis membatasi masalah dalam penelitian ini yakni bagaimana tingkat kesulitan belajar yang dialami siswa

Namun pada kenyataannya, menunjukkan bahwa sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang merupakan modal atau input, yang perlu ditingkatkan lebih baik lagi,

Masih banyak siswa SMP yang memiliki keterampilan pemecahan masalah kurang atau rendah sehingga siswa tersebut masih mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah IPA

Oleh karena itu, penulis ingin meneliti tentang bagaimana pengaruh media sosial terhadap perubahan perilaku yang dialami khususnya pada siswa-siswi SMP Negeri 2 Salatiga

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis diskriminasi gender yang dialami oleh tokoh Ogino Ginko, dokter perempuan pertama di Jepang dalam novel.