PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL : Studi Deskriptif di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang.

Teks penuh

(1)

PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL (Studi Deskriptif di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian dari Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

Oleh:

Tris Yuniar 1105068

JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

(2)

PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL (Studi Deskriptif di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang)

Oleh: Tris Yuniar

1105068

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Tris Yuniar 2015

Universitas Pendidikan Indonesia 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

Halaman Pengesahan Skripsi

TRIS YUNIAR

PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL

(Studi Deskriptif di Panti Sosial Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang)

Disetujui dan disahkan oleh pembimbing: Pembimbing I

Prof.Dr.H.A. Azis Wahab, M.A. NIP: 19430401 196709 1 001

Pembimbing II

Syaifullah, S.Pd., M.Si. NIP: 1972 111 2 199903 1 001

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan

(4)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL

(Studi Deskriptif di PSAA Al-Kautsar Lembang) Tris Yuniar, NIM: 1105068

ABSTRAK

Setiap anak berhak memiliki karakter di dalam dirinya agar kelak menjadi pribadi yang baik dan dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama. Kepedulian sosial bisa dikembangkan melalui lembaga pendidikan non formal yaitu panti asuhan. Oleh karena itu, pengembangan karakter peduli sosial sejak dini sangat dibutuhkan agar kelak anak-anak asuh ini dapat menjadi individu yang peka terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di dalam kehidupan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, catatan lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) proses pengembangan karakter peduli sosial anak dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu pendekatan secara langsung dan menggunakan program inti santunan dan bakti sosial. 2) bentuk-bentuk perilaku yang tercermin dalam diri anak yaitu anak mampu ikut serta dalam gotong royong, kerjasama dan bertoleransi, anak mampu membantu/menjadi kaka asuh bagi adik-adik tingkatnya, anak mampu menjenguk dan membantu teman sekamarnya atau tetangga kamarnya yang sedang sakit, anak mampu menolong warga masyarakat yang terkena musibah bencana alam, banjir, longsor, anak mampu mengadakan belajar bersama/study group ketika bimbingan belajar, dan sebagainya. 3) masalah-masalah dalam pengembangan karakter peduli sosial dilihat dari empat faktor yaitu a) masih terdapatnya anak yang bersifat egois sehingga anak kurang dapat berkomunikasi dan interaksi antar sesama, pengaruh IPTEKS yang dapat mempengaruhi anak menjadi individualis, adanya perbedaan dari masing-masing anak asuh b) kurangnya sosok pembina perempuan di lingkungan asrama. c) upah gaji yang minim bagi para pembina. d) masih adanya fasilitas yang kurang lengkap. e) Persepsi dari pihak panti maupun dari anak asuh terkait karakter peduli sosial, bahwa pengembangan karakter peduli sosial sangat penting dimiliki setiap manusia, karena pada dasarnya manusia adalah “makhluk sosial” yang tidak akan terlepas dari kepedulian antar sesama.

(5)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

The Role of Orphanagein Developing of Sense of Social

Awareness

(Descriptive Study at PSAA Al-KautsarLembang)

Abstract

Every child has the right to have a character in himself that someday become a good personal and have high social awareness for others.Social awareness can be developed through non-formal education institution named the orphanage. Therefore, the development of the character of social awareness at early on is needed. It’s essential for children to become of person who are sensitive to social problems that occur in life later in the future.The approach of this study used a qualitative approach and descriptive method as methods.The data on the field is obtained by interviewing, observation, study documentation, field notes and study of literature.The results showed that:1) Child's social awareness character development is done by using two methods, which are the direct approach and the usecore program benefits and social services.2) Forms of behavior that are reflected in the child that the child are able to participate in mutual cooperation, cooperation and tolerance, the child is able to be elder person for their younger siblings level, child is able to visit and help her bedroom roommate or neighbor who is sick, child is able to help citizens who stricken by natural disasters, floods, landslides, child is are able to hold a joint learning / study group when tutoring, and so on.3) Problems in the development of social awareness character can be seen on four factors: a) Thereare some selfish children so that the child is less able to communicate and interaction between people. The science and technology could make children become individualistic person, and then the differences of each foster child. b) The lack of female trainer builder figure in the neighborhood of residence. c) The salary of female trainer is low. d) Some facilities are less complete. e) The perception of the institution or from foster care related social awareness character. Character development is very important for every human being, because basically humans are "social beings" that couldn’t be separated from the sense of concern for fellow human beings.

(6)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR BAGAN ... x

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Rumusan Masalah ... 5

D. Tujuan Penelitian ... 6

E. Manfaat Penelitian ... 6

F. Struktur Organisasi Skripsi ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9

A. Tinjauan Mengenai Panti Asuhan ... 9

1. Landasan Huku Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Anak-Anak Terlantar ... 9

2. Pengertian Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) ... 10

3. Tujuan dan Sifat Pelayanan PSAA ... 11

4. Fungsi PSAA ... 13

5. Jenis Pelayanan dan Bentuk Asuhan ... 15

(7)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Pengertian dan Latar Belakang Anak Asuh ... 16

2. Hak dan Kewajiban Anak Asuh ... 18

C. Tinjauan Mengenai Pengembangan ... 20

1. Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Pengembangan ... 20

D. Tinjauan Mengenai Karakter ... 25

1. Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Ciri-Ciri Karakter ... 25

2. Nilai-Nilai Karakter ... 29

3. Enam Pilar Penting Karakter Manusia ... 34

E. Tinjauan Mengenai Kepedulian Sosial ... 35

1. Pengertian Kepedulian ... 35

2. Gunakan Tujuh E Untuk Menggunakan Kepedulian ... 36

3. Menanamkan Kepedulian Sosial Pada Anak ... 36

4. Nilai Dalam Karakter Kepedulian ... 38

BAB III METODE PENELITIAN ... 43

A. Lokasi dan Subjek Penelitian ... 43

1. Lokasi Penelitian ... 43

2. Subjek Penelitian ... 43

B. Pendekatan dan Metode Penelitian ... 44

C. Penjelasan Istilah ... 45

1. Peranan ... 45

2. Panti Sosial Asuhan Anak ... 45

3. Karakter ... 46

4. Kepedulian Sosial... 46

D. Tekhnik Pengumpulan Data ... 46

1. Wawancara ... 46

(8)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Sudi Dokumentas ... 48

4. Studi Literatur ... 49

5. Catatan Lapangan ... 49

E. Tahap Penelitian ... 50

1. Tahap Pra Penelitian ... 50

2. Tahap Perizinan Penelitian ... 51

3. Tahap Pelaksanaan Penelitian ... 51

F. Tekhnik Pengolahan dan Analisis Data ... 52

1. Reduksi Data ... 53

2. Display Data ... 54

3. Kesimpulan dan Verifikasi ... 54

4. Validitas Instrument ... 55

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 58

A. Gambaran Umum Lokasi Dan Subjek Penelitian ... 58

1. Sejarah PSAA Al-Kautsar Lembang ... 58

2. Profil PSAA Al-Kautsar Lembang ... 60

3. Dasar Pemikiran Pendirian PSAA Al-Kautsar Lembang... 60

4. Tujuan PSAA Al-Kautsar Lembang ... 61

5. Visi dan Misi PSAA Al-Kautsar Lembang ... 61

6. Struktur Organisasi PSAA Al-Kautsar ... 61

7. Data Pegawai PSAA Al-Kautsar Lembang ... 63

8. Data Nominatif PSAA Al-Kautsar Lembang ... 63

9. Kegiatan Anak Asuh PSAA Al-Kautsar Lembang ... 63

B. Deskripsi Hasil Penelitian ... 65

(9)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Bentuk-Bentuk Perilaku Karakter Peduli Sosial Anak yang

tercermin dalam Kegiatan di Lingkungan Asrama ... 70

3. Masalah-Masalah yang dihadapi oleh para Pihak Panti dalam Mengembangkan Karakter Kepedulian ... 76

4. Upaya para Pihak Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang dalam Menanggulangi Masalah-Masalah tersebut ... 79

5. Persepsi Anak Asuh dalam Mengembangkan Karakter Peduli Sosial ... 80

C.Pembahasan Hasil Penelitan ... 84

1. Proses Pengembangan Karakter Peduli Sosial Anak yang Diterapkan di Panti Asuhan ... 85

2. Bentuk-Bentuk Perilaku Karakter Peduli Sosial Anak yang tercermin dalam Kegiatan di Lingkungan Asrama ... 90

3. Masalah-Masalah yang dihadapi oleh para Pihak Panti dalam Mengembangkan Karakter Kepedulian... 94

4. Upaya para Pihak Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang dalam Menanggulangi Masalah-Masalah tersebut... 100

5. Persepsi Anak Asuh dalam Mengembangkan Karakter Peduli Sosial ... 102

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 104

A. Simpulan ... 104

1. Simpulan Umum ... 104

2. Simpulan Khusus ... 104

(10)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA ... 108 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(11)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Anak-anak merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya, akan menjadi penerus perjuangan bangsa nantinya, tetapi masih banyak sekali anak-anak yang kehilangan perhatian dan kasih sayang dari keluarga yang mengalami berbagai masalah sehingga keluarga gagal memenuhi fungsi dan perannya secara memadai. Selain itu, tidak semua anak mampu memiliki dan merasakan pendidikan yang layak. Fenomena ini menunjukkan bahwa tidak semua anak bernasib baik dan dapat tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan ideal. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Muin, F (2011: 373)

“Pada hakikatnya hal yang lebih penting dalam pembentukan anak adalah bagaimana anak-anak tanggap terhadap kehidupan yang sedang berkembang. Mereka juga harus memiliki identitas ketika berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain”.

Perkembangan karakter anak, khususnya anak-anak bangsa Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga saja akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Untuk membentuk karakter anak tidak hanya dilakukan oleh para guru yang notabennya anak berada di lembaga formal. Pendidikan dan pembinaan karakter anak dapat juga dilaksanakan di lembaga non formal, seperti Panti asuhan. Akan tetapi, tidak semua masyarakat peduli terhadap keberadaan panti asuhan. Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk peduli terhadap keberlangsungan hidup anak panti asuhan(http://jabarprov.go.id/index.php/news/8346/Anak_Yatim_Bukan_Sekedar

(12)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

“Perhatian dan kepedulian terhadap anak yatim, bukan sekedar tanggung jawab pengurus panti saja, namun merupakan tugas kita semua. Kita tidak boleh mengabaikan mereka, jika kita mengabaikan maka kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama. Sesuai dengan firman Allah Surat Al-Maun ayat 1-2 yang menyebutkan, bahwa orang yang mendustakan agama adalah mereka yang menghardik anak yatim, Memperhatikan dan peduli terhadap anak yatim bukan untuk kebaikan orang lain, namun menjadi pahala bagi dirinya sendiri”

Keadaan faktual di atas, terlihat jelas bahwasannya keberadaan panti asuhan dinilai sangat penting bagi perkembangan anak khusunya anak-anak yatim piatu, dhuafa, maupun anak-anak terlantar. Anak-anak ini berhak memiliki dan menerima pembinaan dan pengembangan karakter pada dirinya layaknya seperti anak-anak yang hidup di dalam suatu keluarga. Tidak hanya panti asuhan yang seharusnya peduli terhadap anak-anak ini tetapi juga masyarakat diharuskan memiliki kepedulian atas perkembangan karakter anak. Karena sesungguhnya setiap anak memiliki potensi yang besar khususnya dalam pembentukan karakter yang baik yang nantinya untuk membangun bangsa ini. Budimansyah (2010: 140) mengungkapkan bahwa “setiap generasi adalah masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian, dan mengembangkan karakter atau watak publik maupun privat yang sejalan dengan demokrasi konstitusional”. Dengan demikian, pengembangan karakter yang baik bagi setiap generasi bangsa perlu dilakukan guna menciptakan manusia yang berkualitas.

(13)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu a. Respect (penghormatan);

b. Responsibility (tanggung jawab);

c. Citizenship-civic Duty (kesadaran berwarga-negara); d. Fairnes (keadilan dan kejujuran);

e. Caring (Kepedulian dan kemauan berbagi); f. Trustworthiness (kepercayaan).

Dalam hal ini, temuan awal di lapangan yaitu peranan panti asuhan al-kautsar dalam mengembangkan karakter kepedulian salah satunya dengan mengadakan santunan joko, bakti sosial, dan gotong royong. Santunan joko merupakan salah satu program panti asuhan al-kautsar yang bersifat kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan dan masyarakat yang dilaksanakan setiap tahun. Santunan joko, dan bakti sosial ini tidak hanya melibatkan pihak panti, akan tetapi anak-anak panti juga diikutsertakan contohnya sebagai panitia untuk mengurusi pendataan, pengemasan, pencarian dana, dan sebagainya. Dengan kegiatan ini, secara tidak langsung anak dibelajarkan untuk memiliki karakter peduli sosial khususnya pada diri anak dan umumnya antar sesama.

(14)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Selain itu, peneliti yang dilakukan oleh Sri Ernawati (2008) bahwa model pembentukan warga negara yang bertanggung jawab yaitu dilakukan pendekatan langsung karena pembina berinteraksi secara langsung dengan anak asuh untuk menjalin keakraban dan menciptakan suasana kekeluargaan sehingga memudahkan pembina untuk memberikan nasehat dan contoh pada anak asuh. Pada dasarnya pengembangan nilai moral, atau juga pembentukan warga negara yang bertanggung jawab adalah nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan karakter. Maka dari itu, dalam penelitian ini, penulis mencoba akan menganalisis tentang pembinaan dan pengembangan dari salah satu nilai karakter tersebut yaitu karakter peduli sosial.

Memiliki jiwa peduli terhadap sesama sangat penting bagi setiap orang karena kita tidak bisa hidup sendirian di dunia ini, begitu juga pentingnya bagi anak karena kelak mereka pun akan hidup mandiri tanpa orangtuanya lagi. Maka, signifikansi penelitian ini dilakukan karena dewasa ini, banyak yang merasakan makin sedikit orang yang peduli pada sesama dan cenderung menjadi seorang individualistis yang mementingkan diri sendiri. Tetapi, dengan jiwa sosial yang tinggi, mereka akan lebih mudah bersosialisasi serta akan lebih dihargai. Orang itu akan dapat bersikap dan bertindak yang tepat terhadap orang lain yang ada di sekitarnya. Apalagi karakter kepedulian ini penting ditanamkan dan ditumbuhkan pada diri anak-anak agar anak dapat memiliki hubungan kemanusiaan dan memiliki sikap menolong antar sesama.

(15)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kiranya masalah tersebut, dirasakan sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Yang lingkupannya tidak hanya untuk anak-anak dini saja akan tetapi, bagi orang dewasa pun dirasa sangat penting untuk dapat menanamkan karakter peduli sosial dengan berbagai perbedaan ras, suku, etnic, dan bahasa.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti merasa tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut. Secara langsung penulis akan membuktikannya dengan melakukan penelitian yang berjudul “PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN

ANTAR SESAMA” (Studi Deskriptif di Panti Sosial Asuhan Anak

Al-Kautsar Lembang).

B. Identifikasi Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang disusun di atas maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan sebagai berikut:

1. Meningkatnya jumlah keberadaan anak-anak yang terlantar dan anak-anak yang tidak memiliki orangtua dalam pengasuhan dan perkembangan anak secara langsung.

2. Salah satu masalah yang dihadapi dalam perkembangan anak di lembaga non formal khusunya panti sosial asuhan anak, yaitu lemahnya pembinaan dan pengembangan untuk membentuk karakter anak. Hal ini, menuntut adanya kerjasama antara masyarakat, negara untuk terus meningkatkan pola pengasuhan dan perlindungan anak agar anak-anak mampu dapat mengikuti pendidikan, bimbingan, pelayanan kesehatan dan diharapkan dapat menjadi anak-anak bangsa yang berkarakter tinggi.

(16)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Contohnya, dana yang didapatkan dari para donatur digunakan untuk keperluan pribadi pengelola panti bukan untuk kebutuhan anak asuh. 4. Masyarakat, dan Negara harus memiliki Kepedulian terhadap

keberlangsungan hidup anak yatim piatu karena Kepedulian terhadap anak yatim, bukan sekedar tanggung jawab pengurus panti.

C. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka terdapat dua rumusan masalah yaitu secara umum rumusan masalah penelitiaan ini adalah bagaimana peranan panti asuhan dalam mengembangkan karakter Kepedulian antar sesama?

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini secara khusus meliputi : 1. Bagaimana proses pengembangan karakter peduli sosial anak yang

diterapkan di panti asuhan?

2. Bagaimana bentuk-bentuk perilaku karakter peduli sosial anak yang tercermin dalam kegiatan di lingkungan asrama?

3. Masalah-masalah apa saja yang dihadapi oleh para pihak panti dalam mengembangkan karakter peduli sosial?

4. Bagaimana upaya para pihak panti asuhan Al-Kautsar Lembang dalam menanggulangi masalah-masalah tersebut?

5. Bagaimana persepsi anak asuh terhadap kepedulian sosial?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(17)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku karakter peduli sosial anak yang tercermin dalam kegiatan di lingkungan asrama.

3. Untuk mengkaji masalah –masalah yang dihadapi oleh pihak panti dalam mengembangkan karakter peduli sosial anak.

4. Untuk mengetahui upaya pihak panti dalam menanggulangi masalah-masalah tersebut.

5. Untuk mengetahui persepsi anak asuh terhadap karakter peduli sosial.

E. Manfaat Penelitian

Dari informasi yang ada, diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat secara:

1. Manfaat Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan mampu menggali dan memberikan masukan dan sumbangan pemikiran mengenai pentingnya peranan panti asuhan dalam mengembangkan karakter peduli sosial.

2. Manfaat Secara Praktis a. Panti Sosial Asuhan Anak

1) Diharapkan sebagai bahan evaluasi tentang pengembangan karakter khususnya peduli sosial.

2) Diharapkan menjadi langkah-langkah penyempurnaan pembinaan karakter peduli sosial anak.

b. Anak Asuh

1) Diharapkan dapat memotivasi agar mempunyai semangat dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial.

(18)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu c. Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan UPI

1) Diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan bagi Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan terkait peranan panti asuhan dalam mengembangkan karakter peduli sosial.

2) Diharapkan dapat memberikan kotribusi dan acuan praktis dalam upaya pembinaan dan pengembangan karakter anak.

3. Manfaat Secara Kebijakan

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam proses pengembangan nilai-nilai karakter khususnya kepedulian serta dapat memajukan anak-anak bangsa yang memiliki kepedulian antar sesama dan kepekaan dalam proses bermasyarakat di lingkungan sekitar. Selain itu, penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh para pembina, pendidik, maupun pemerintah dalam mengembangkan kepribadiaan anak yang berkualitas.

4. Manfaat Secara Isu

Penelitian ini bermanfaat dalam memberikan secercah harapan menuju perbaikan peduli sosial anak yang sekarang ini mulai hilang. Dengan demikian, segala persoalan yang dihadapi oleh panti asuhan dalam menanamkan dan mengembangkan karakter peduli sosial dapat di atasi.

F. Struktur Organisasi Skripsi

(19)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Bab satu sebagai pendahuluan, akan dijelaskan mengenai latar belakang penelitian, identifikasi dan perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan struktur organisasi skripsi.

Bab II Kajian Pustaka

Bab dua sebagai kajian pustaka, akan dipaparkan mengenai teori-teori yang mendukung terhadap masalah yang akan dikaji. Pada bab ini, akan dijelaskan teori dan konsep karakter kepedulian, serta tinjauan mengenai panti sosial asuhan anak al-kautsar lembang.

Bab III Metode Penelitian

Bab tiga berisi paparan secara rinci mengenai pendekatan dan metode penelitian, termasuk beberapa komponen seperti lokasi dan subjek penelitian, metode penelitian, instrumen penelitian, tekhnik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, studi dokumentasi, serta analisis data: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab empat sebagai hasil penelitian dan pembahasan, akan dijelaskan mengenai deskripsi data hasil penelitian, serta pembahasan dari analisis data yang ditemukan penulis di lapangan.

Bab V Kesimpulan dan Saran

(20)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Al-Kautsar Lembang yang beralamat di Jl. Mutiara Utama No. 176 Lembang Kab. Bandung Barat 40391, Telp. (022) 2788882 Fax: (022) 2787964 Email:psaa_alkautsar@yahoo.com.

Alasan peneliti memilih lokasi ini sebagai lokasi penelitiaan dikarenakan lokasi ini dinilai cukup representatif dengan apa yang akan diteliti oleh penulis. Artinya dalam hal ini, alasan pemilihan Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang, karena panti asuhan ini berbeda dengan panti asuhan lainnya, selain itu peneliti menemukan suatu kondisi para anak-anak asuh yang notabennya tidak memiliki keluarga mereka masih tetap memiliki kepedulian sosial antar khusunya di luar lingkungan panti asuhan.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah sumber yang dapat memberikan informasi. Adapun yang dijadikan sebagai subjek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pimpinan Panti Sosial Asuhan Anak Al-Katsar Lembang berjumlah 1 orang

2. Pembina/Pengurus Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang berjumlah 4 orang

(21)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 4. Masyarakat atau Tokoh Masyarakat berjumlah 2 orang

B. Pendekatan dan Metode Penelitian

Pendekatan yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yang disebut juga penelitian naturalistik. Dipilihnya pendekatan kualitatif dalam penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Moleong (2006: 6):

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

(22)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Untuk membantu keberhasilan suatu penelitian serta memperjelas langkah-langkah maupun arah dari penelitian, diperlukan suatu metode yang jelas. Seperti yang diungkapkan bahwa, metode dianggap sebagai cara-cara, strategi untuk memahami realitas, langkah-langkah sistematis untuk memecahkan rangkaian sebab akibat berikutnya (Ratna, 2010:85).

Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode deskriptif. Menurut Whitney yang dikutip oleh Nasir, M (1985:84) bahwa:

Metode deskriptif adalah metode pencarian fakta dengan interprestasi yang tepat karena metode deskriptif merupakan metode untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kegiatan, maka jenis penelitian studi kasus adalah tepat, serta penelitian ini tidak menguji hipotesis. Penelitian ini merupakan studi kasus.

Penggunaan metode penelitian deskriptif digunakan peneliti dengan maksud untuk menggambarkan proses pengembangan karakter kepedulian sosial di Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang. Alasan lain karena peneliti mengambil masalah atau memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan sebagaimana yang diungkapkan Sukardi, (2004: 57) Metode deskriptif berusaha menggambarkan objek sesuai apa adanya.

Penelitian ini diusahakan mengumpulkan data deskriptif yang banyak dituangkan dalam bentuk laporan dan uraian serta tidak mengutamakan angka-angka statistik walaupun tidak menolak data kuantatif (Nasution, 1996:5).

C. Penjelasan Istilah

(23)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Peranan

Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan (status) hal ini erat kaitannya dengan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam menjalankan satu peranan. (Soekanto, 1999, hlm 153).

2. Panti Sosial Asuhan Anak

Panti asuhan adalah “suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orangtua wali anak dalam memenuhi kebutuhan mental, fisik, dan sosial pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi perkembangan kepribadiannya sesuai yang diharapkan sebagai bagian dari penerus cita-cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif didalam bidang pembangunan nasional”. (Dinas Sosial RI, 2004:4).

3. Karakter

Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan (2010) mendefinisikan

arti karakter adalah: “Nilai-nilai yang khas-baik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) yang

terpateri dalam diri dan terjewantahkan dalam perilaku”.

4. Kepedulian Sosial

Kepedulian sosial adalah perekat masyarakat. Kepedulian sosial adalah sifat yang membuat pelakunya merasakan apa yang dirasakan orang lain, mengetahui bagaimana rasanya jadi orang lain, kadang ditunjukkan dengan tindakan memberi atau terlibat dengan orang lain tersebut. (Muin, F. 2011: 231).

(24)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Agar data yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara yaitu tekhnik mengumpulkan data dengan cara mengadakan dialog, tanya jawab, antara peneliti dari responden dengan sungguh-sungguh. Pada dasarnya wawancara atau interview merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi dari responden melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti berdasarkan pedoman wawancara yang telah dibuat sebelumnya.

Dalam penelitian ini yang akan digali lebih dalam melalui tekhnik wawancara adalah yang berkaitan dengan upaya panti asuhan dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial anak dari mulai tahap perencanaan hingga evaluasi keberhasilan tujuan yang dicapai oleh pihak panti asuhan.

Alasan dipilihnya pengumpulan data melalui wawancara yaitu untuk mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang pengembangan karakter peduli sosial anak secara langsung dari responden dengan mengungkapkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ditujukan kepada pimpinan panti asuhan, pembina, pengurus, dan anak-anak asuh yang berada di Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang.

Jenis wawancara yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara yang terstruktur secara terperinci mengenai permasalahan yang akan diteliti dan untuk memperoleh informasi langsung dari responden. Sebagaimana diungkapkan Widi (2010: 242):

Dalam wawancara terstruktur peneliti memberikan pertanyaan kepada responden dengan pertanyaan yang isi dan strukturnya telah ditentukan, dirancang, dan ditulis oleh peneliti. Peneliti menggunakan pertanyaan dengan kalimat dan urutan sama dan tercatat dalam daftar rencana wawancara (interview schedule).

(25)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Observasi merupakan suatu metode ilmiah yang digunakan sebagai alat untuk mengamati dengan mendengarkan, merasakan, mencium, mengikuti segala hal yang terjadi dengan cara mencatat atau merekam segala sesuatunya tentang orang atau kondisi suatu fenomena tertentu. Sebagai tekhnik dasar semua proses penelitian, observasi mensyaratkan pencatatan dan perekaman sistematis semua data. Nasution (2002:106) mengemukakan bahwa :

Observasi merupakan alat pengumpul data yang dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih jelas tentang kehidupan sosial dan diusahakan mengamati keadaan yang wajar dan yang sebenarnya tanpa usaha yang disengaja untuk mempengaruhi, mengatur, atau memanipulasikannya. Teknik ini menggunakan pengamatan atau penginderaan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi, proses, atau perilaku. Observasi merupakan suatu aktivitas penelitian dalam rangka mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah penelitian melalui proses pengamatan langsung terhadap objek penelitian di lapangan.

Dalam hal ini alasan dipilihnya observasi dilakukan dan dilaksanakan untuk mengamati bagaimana penerapan dan pembinaan karakter kepedulian yang dilakukan di lingkungan Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang. Selain itu, peneliti berperan untuk mengamati, mendengarkan, bahkan mengikuti berbagai kegiatan yang terjadi di Panti asuhan, agar memperoleh gambaran yang jelas dan utuh. Selain itu, pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan ini peneliti dapat mengamati situasi-situasi yang ada dilapangan dengan mencatat apa-apa yang dianggap penting untuk menunjang tujuan penelitian.

Jadi secara umum observasi dibutuhkan untuk memperoleh data yang faktual mengenai peranan panti asuhan dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial. Adapun yang diobservasi yaitu:

(26)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c. Kegiatan yang diterapkan dalam pengembangan karakter peduli sosial d. Interaksi antar sesama

e. Bentuk-bentuk perilaku anak asuh dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Observasi dilakukan pada saat penelitian berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi real yang terjadi di Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang. Penulis menentukan terlebih dahulu pedoman atau instrumen observasi dan pada saat observasi, kemudian penulis men-cheklist dan mencatat setiap gejala yang sekiranya penting dan mendukung terhadap masalah yang diteliti.

3. Studi dokumentasi

Studi dokumentasi ini digunakan untuk mendukung kegiatan observasi dan wawancara yang dilaksanakan berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dengan tujuan untuk melengkapi tekhnik pengambilan data yang lain. Sejalan dengan hal itu Basrowi & Suwandi (2008:158) mengungkapkan:

Dokumentasi merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah dan bukan berdasarkan perkiraan. Dokumentasi hanya mengambil data yang sudah ada seperti indeks prestasi, jumlah anak, pendapatan, luas tanah, jumlah penduduk, dan sebagainya.

Alasan dipilihnya pengumpulan data melalui studi dokumentasi yaitu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian tentang proses pelaksanaan pengembangan karakter peduli sosial dokumen yang ditemukan dijadikan sebagai narasumber untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian tersebut. Dari hasil dokumentasi ini peneliti dapat memperkuat data hasil wawancara dan observasi.

Dokumen yang dipelajari dalam penelitian ini, yaitu:

(27)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu c. Tata tertib yang berlaku di Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang d. Struktur organisasi Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang

4. Studi Literatur

Studi literatur merupakan alat pengumpulan data dengan mempelajari dan mengkaji literatur- literatur, buku-buku, dan sumber bacaan lainnya yang relevan dengan masalah yang dikaji oleh peneliti. Studi literatur ini dimaksudkan untuk memperoleh data teoritis yang sekiranya dapat mendukung kebenaran data yang digunakan dalam penelitian ini. Arikunto (2006: 202) studi literatur juga yaitu diartikan sebagai pencarian data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrif, buku-buku, surat kabar, majalah, prasasti, dan sebagainya

Tekhnik ini dilakukan dengan mempelajari dan mengkaji buku-buku, surat kabar, dan bacaan lainnya yang berhubungan dengan masalah-masalah yang akan dibahas untuk memperoleh bahan-bahan atau sumber-sumber informasi tentang proses pengembangan karakter peduli sosial. Semua ini dimaksudkan untuk mendukung kebenaran data yang diperoleh melalui penelitian dan menunjang pada kenyataan yang berlaku pada penelitian. Salah satu, studi literatur yang digunakan oleh peneliti yaitu: mengkaji buku-buku mengenai panti asuhan, pengembangan, karakter, dan kepedulian sosial.

5. Catatan lapangan (Field Note)

Catatan lapangan adalah catatan tentang apa yang didengar, dilihat, dialami dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap data dalam penelitian kualitatif. Catatan lapangan merujuk pada pendapat Bodgan dan Biklen (dalam Moleong 2010: 209) sebagai berikut:

„Catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap data

(28)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dalam hal ini, peneliti melakukan penelitian dengan cara membuat catatan singkat pengamatan tentang segala peristiwa yang dilihat dan didengar selama penelitian berlangsung, berfungsi untuk mendeskripsikan dan merefleksikan hasil penelitian dilapangan, sebelum dirubah kedalam catatan yang lebih lengkap. Catatan yang dipakai peneliti adalah catatan-catatan harian yang dibuat selama peneliti melakukan penelitian.

E. Tahap Penelitian

Substansi penelitian tidak selalu secara otomatis ada tetapi tentunya

memerlukan tahapan-tahapan tertentu dalam menghasilkan penelitian yang

komprehensif. Dengan adanya tahapan penelitian ini diharapkan peneliti dapat

berpikir secara sistematis dan tidak serta merta langsung memperoleh hasil yang

optimal. Oleh karena itu, sebelum melakukan penelitian, penulis menyusun

langkah-langkah penelitian guna mencapai hasil yang maksimal. Adapun

langkah-langkah penelitian adalah sebagai berikut:

1. Tahap Pra penelitian

(29)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Setelah ditetapkannya objek penelitian, tahap berikutnya yaitu pra penelitian. Pada tahap ini dilakukan studi pendahuluan dengan pihak Panti Asuhan serta memperkenalkan identitas, dan menyampaikan maksud dan tujuan peneliti datang ke panti asuhan tersebut. Setelah peneliti memperoleh gambaran mengenai subjek yang akan diteliti serta masalah yang telah dirumuskan sesuai dengan kondisi objektif dilapangan, selanjutnya peneliti menyusun proposal penelitian yang berisikan tentang latar belakang masalah, permasalahan, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, serta metode penelitian.

2. Tahap Perizinan Penelitian

Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu peneliti harus mempersiapkan prosedur perizinan penelitian, perizinan ini merupakan hal penting dalam sebuah penelitian agar proses penelitian dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan legalitas dari lembaga atau instansi terkait. Adapun prosedur perizinan yaitu sebagai berikut:

a. Peneliti mengajukan surat izin penelitian kepada Ketua Jurusan PKN FPIPS UPI;

b. Setelah memperoleh izin dari Ketua Jurusan PKN kemudian diteruskan untuk mendapatkan izin dari Dekan FPIPS UPI, melalui Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk mendapatkan surat rekomendasi dari Kepala BAAK UPI yang secara kelembagaan mengatur segala urusan administrasi dan akademik;

c. Setelah dikeluarkannya surat izin penelitian, surat izin penelitian diserahkan kepada Pimpinan Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang Bandung;

(30)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

e. Peneliti menyiapkan instrument penelitian dengan membuat terlebih dahulu format wawancara.

3. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Setelah tahap pra penelitian selesai, maka peneliti beranjak ke lapangan untuk melakukan penelitian. peneliti mengumpulkan berbagai informasi di lokasi dan subjek penelitian yang sesuai dengan apa yang sudah dirancang. Adapun langkah-langkah yang ditempuh peneliti adalah sebagai berikut:

a. Menentukan responden yang akan diwawancara, dengan cara mendatangi dan menghubunginya;

b. Mengadakan wawancara dengan responden yang telah ditentukan;

c. Melakukan studi dokumentasi serta membuat catatan lapangan yang diperlukan dan dianggap berkaitan dengan masalah penelitian;

d. Sambil memproses data, penulis mengkaji berbagai literatur-literatur yang berkaitan dengan judul penelitian;

e. Setelah data didapatkan, maka data tersebut diolah sehingga mendapatkan kesimpulan.

Setelah selesai melakukan wawancara dari responden, peneliti menuliskan kembali data yang sudah terkumpul ke dalam catatan lapangan dengan tujuan supaya dapat mengungkapkan data secara lengkap dan mendetail, serta didukung oleh dokumen lainnya.

F. Tekhnik Pengolahan dan Analisis Data

(31)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

penelitian. Analisis data dilakukan dalam suatu proses yaitu menyusun, mengkategorikan data, mencari tema untuk mendapatkan maknanya.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Adapun pengertian analisis data menurut Sugiyono (2009: 89) adalah:

Proses mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sistesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

Dengan demikian, apabila data-data yang diperoleh di lapangan sudah lengkap dan memadai, maka langkah peneliti selanjutnya adalah mengolah, menganalisis data yang dimaksudkan untuk mencari keabsahan dan kebenarannya guna menjawab berbagai fokus permasalahan yang diteliti.

Sejalan dengan hal itu, menurut Bogdan dan Biklen (dalam Moleong 2010: 248) analisis data adalah:

Upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

(32)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

eduction, data display, dan conclusion drawing dan verification. (Sugiyono, 2010:

334)

1. Reduksi Data

Setelah data dari lapangan terkumpul dan dianalisis maka tahap selanjutnya adalah pengkategorisasian data untuk dibuat reduksinya, sehingga akan diperoleh data yang paling dapat memberikan gambaran lebih jelas.

Sugiyono (2010: 338), menjelaskan bahwa: “mereduksi data berarti merangkum,

memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya”.

Reduksi data bertujuan untuk mempermudah pemahaman terhadap data yang telah dikumpulkan dari hasil penelitian dilapangan dengan cara merangkum, mengklasifikasikan sesuai dengan masalah yang diteliti. Dalam hal ini, data yang akan direduksi dalam penelitian mengenai karakter peduli sosial melalui pengembangannya di panti asuhanuntuk dapat mengkaji secara mendetail.

2. Display Data

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, folowchart, dan sejenisnya.

Display data ditujukan untuk memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi, dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami tersebut. Menurut Nasution (2002:129-130) yaitu:

Display data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang akan memberikan gambaran penelitian secara menyeluruh dengan kata lain menyajikan data secara terperinci dan menyeluruhdengan mencari pola dan hubungannya. Display data dilakukan untuk mempermudah melihat gambaran peneliti secara menyeluruh atau bagian-bagian tertentu dari hasil peneliti. Data yang dibuat dengan terperinci dan menyeluruh akan memudahkan peneliti dalam memahami sub-sub yang diteliti.

(33)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pada tahap ini peneliti berusaha menganalisis hasil display data, diteliti sekaligus dapat memberikan solusi. Tujuan dari kesimpulan dan verifikasi ini adalah untuk mendapatkan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mngkin juga tidak, karena seperti yang telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan dikembangkan setelah peneliti berada dilapangan. Sugiyono (2010: 245) Dari pengertian di atas, penulis berpendapat bahwa kesimpulan awal penelitian yang dikemukakan masih bersifat dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan dan verifikasi dalam penelitian ini yakni mendapatkan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan dalam bentuk pertanyaan singkat dan mudah dipahami sehingga dapat menyimpulkan bagaimana gambaran karakter peduli sosial di Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang.

4. Validitas Instrument

(34)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Validitas data yang dilakukan untuk membuktikan kesesuaian yang telah diamati penelitian dengan yang sesungguhnya ada dalam dunia nyata. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi:

1. Uji Kredibilitas

Sugiyono (2009: 366-378) menyatakan bahwa uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan:

a. Perpanjangan Pengamatan

Untuk memeriksa absah atau tidaknya suatu data penelitian, perpanjangan pengamatan dilapangan akan mengurangi kebiasan suatu data karena dengan waktu yang lebih lama dilapangan, peneliti akan mengetahui keadaan secara mendalam serta dapat menguji ketidakbenaran data, baik yang disebabkan oleh diri peneliti itu sendiri ataupun oleh subjek penelitian.

Dengan perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan narasumber akan semakin terbentuk rapport, semakin akrab (tidak ada lagi jarak), semakin terbuka, saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi. Bila telah terbentuk rapport, maka telah terjadi kewajaran dalam penelitian, dimana kehadiran peneliti tidak lagi mengganggu perilaku yang dipelajari.

(35)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berapa lama perpanjangan pengamatan ini dilakukan, akan sangat tergantung pada kedalaman, keluasan, dan kepastian data. Kedalaman artinya apakah peneliti ingin menggali data sampai pada tingkat makna. Makna berarti data dibalik yang tampak.

Dalam hal ini setelah peneliti memperpanjang pengamatan, apakah data akan menambah fokus penelitian, sehingga memerlukan tambahan informasi baru lagi. Data yang pasti adalah data yang valid yang sesuai dengan apa yang terjadi.

b. Meningkatkan Ketekunan

Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti ada sistematis. Meningkatkan ketekunan ibarat kita mencek pengerjaan soal-soal ujian, atau meneliti kembali tulisan makalah yang telah dikerjakan, ada yang salah atau tidak. Dengan meningkatkan ketekunan itu, maka peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan itu salah atau tidak. Demikian juga dengan meningkatkan ketekunan maka, peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.

Sebagai bekal peneliti untuk meningkatkan ketekunan adalah dengan cara membaca berbagai referensi buku maupun hasil penelitian atau dokumentasi-dokumentasi yang terkait dengan temuan yang diteliti. Dengan membaca ini maka wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam, sehingga dapat digunakan untuk memeriksa data yang ditemukan itu benar atau dipercaya atau tidak.

c. Triangulasi

(36)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1) Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber, seperti pembina, anak dan pimpinan panti. Selanjutnya, dideskripsikan, dikategorisasikan, mana pandangan yang sama, yang berbeda, dan mana spesifik dari tiga sumber data tersebut. 2) Triangulasi Tekhnik

Triangulasi tekhnik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan tekhnik yang berbeda. 3) Triangulasi Waktu

Dalam rangka pengujian krediabilitas data dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau tekhnik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat ditemukan kepastian datanya.

d. Menggunakan member check

Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti

(37)

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(38)

104

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Berdasarkan temuan dan pembahasan hasil penelitian yang telah dipaparkan dalam bab IV, maka pada bab V ini peneliti akan merumuskan beberapa kesimpulan sebagai intisari dari kajian hasil penelitian ini. Selanjutnya pada bagian akhir penulis mengajukan saran atau rekomendasi kepada pihak yang terkait, sebagai berikut:

A. Simpulan

1. Simpulan Umum

Bahwa Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan karakter peduli sosial, karena pembinaan yang ditanamkan Panti Asuhan dapat membentuk karakter peduli sosial pada anak-anak asuh.

2. Simpulan Khusus

Disamping kesimpulan umum di atas, kesimpulan khusus dari hasil penelitian ini, yakni:

a. Proses pengembangan karakter peduli sosial yang dikembangkan Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang dilakukan dengan melalui pendekatan langsung dan tidak langsung melalui program rutin dari panti asuhan yaitu santunan dan bakti sosial.

(39)

105

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

terkena musibah bencana alam, banjir, longsor, (5) anak mampu mengadakan belajar bersama/study group ketika bimbingan belajar, dan sebagainya.

c. Pengembangan karakter peduli sosial di Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang dihadapkan pada masalah-masalah yang terbagi pada empat masalah yaitu: (1) dari segi anak asuh kurangnya interaksi dan komunikasi, egoisme, dan pengaruh IPTEKS pada kepribadian anak. (2) dari segi pembina kurangnya tenaga pembina perempuan yang menetap yang khusus untuk membina para anak asuh. (3) dari segi ekonomi, terdapat beberapa keluhan dari pengelola/pengurus panti yaitu upah atau pun bayaran di bawah standar minimum. (4) dari segi fasilitas yang kurang lengkap juga menjadi kendala tersendiri dalam kegiatan pembinaan yang ada di Panti asuhan.

(40)

106

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

memberdayakan fasilitas yang ada serta melakukan kerjasama dengan pihak luar/para donatur.

e. Persepsi dari pihak panti maupun dari anak asuh terkait karakter peduli sosial, bahwa pengembangan karakter peduli sosial sangat penting dimiliki setiap manusia, karena pada dasarnya manusia adalah “makhluk sosial” yang tidak akan terlepas dari kepedulian antar sesama.

B. Rekomendasi

Dari hasil penelitian ini, sebagai bahan saran atau rekomendasi dengan mempertimbangkan hasil temuan maka beberapa hal yang dapat menjadi bahan saran atau rekomendasi adalah sebagai berikut:

1. Bagi Dinas Sosial

a. Dinas Sosial hendaknya mengintensifkan pembelajaran dan pelatihan bagi pengelola dan pembina panti asuhan agar program-program yang diterapkan di Panti asuhan lebih berkualitas dan lebih ditingkatkan.

b. Dinas Sosial Kota Bandung hendaknya memberikan dukungan atau bantuan fasilitas yang memadai serta tepat sasaran untuk pengembangan Panti Sosial Asuhan Anak Al-kautsar Lembang

2. Bagi Masyarakat

a. Masyarakat hendaknya mendukung program-program panti asuhan dalam kegiatan sehari-hari dengan membantu antar sesama, gotong royong, dan sebagainya.

b. Masyarakat memberikan motivasi dalam pembinaan kompetensi dan keterampilan pada anak-anak asuh.

(41)

107

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Para pembina hendaknya mengembangkan program yang sudah ada dengan lebih meningkatkannya kembali.

b. Para pengurus hendaknya dapat lebih bekerjasama dengan pihak panti untuk mengembangkan karakter peduli sosial di lingkungan panti asuhan. c. Para pengasuh hendaknya memberikan contoh nyata dihadapan anak-anak

asuh tentang implementasi peduli sosial. 4. Bagi Anak Asuh

a. Anak-anak asuh hendaknya lebih taat dan patuh terhadap tata tertib panti. b. Anak-anak asuh bisa lebih terbuka dalam hal komunikasi dan interaksi

antar sesama dan juga saling memperhatikan terhadap lingkungan baik di asrama, sekolah, maupun masyarakat.

5. Bagi Peneliti Selanjutnya

(42)

108

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktis (Edisi Revisi VI). Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, S. (2013). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Barzan. B. (1999). Panti Asuhan sebagai Lingkungan Keluarga. Yogyakarta: Rineka Cipta

Basrowi, & Suwandi, (2008). Memahami Metoda Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta Baharuddin. (2009). Pendidikan dan Psikologi Perkembangan. Yogyakarta:

Ar-Ruzz Media

Budimansyah, D. (2010). Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Karakter Bangsa. Bandung: Widya Aksara Pers

Budimansyah, D. & Komalasari, K. (Eds). (2011). Pendidikan Karakter: Nilai Inti Bagi Upaya Pembinaan Kepribadian Bangsa (Penghargaan dan Penghormatan 70 Tahun Prof. Dr. H. Endang Somantri, M.Ed). Bandung: Widya Aksara Press, Laboratorium PKN UPI.

Dinas, Sosial. (2004). Pedoman Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Melalui Panti Asuhan Anak. Bandung: Pemprov Jabar

Hartinah, S. (2010). Pengembangan Peserta Didik. Bandung: PT Refika Aditama Hidayatullah, M.F. (2010). Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Bangsa.

Surakarta: Yuma Pratama

Lickona, T., U, Wahyudin., & D, Budimansyah. (Penyunting), (2013), Character Matters. Jakarta: PT Bumi Aksara

(43)

109

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Mulahajati, A. (1999). Pedoman Mengasuh Anak dalam Panti Asuhan. Jakarta: Bumi Aksara

Megawangi, R. (2004). Pendidikan Karakter, Solusi yang tepat untuk membangun bangsa. Jakarta: Star Energy Kakap

Moelong, L,J. (1991). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Muin, F. (2011). Pendidikan Karakter:Kontruksi teoretik dan praktik. Depok: Ar-Ruzz Media

Myers, D. (2013). Psikologi Sosial. Jakarta Selatan: Salemba Humanika Nasir, M. (1985). Metode Penelitian. Jakarta: Grahalia Indonesia

Nasution. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung :Tarsito Nasution. (2004). Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara

Ratna, K,N. (2010). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Samani, M. & Hariyanto. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

S. Sumarsono.. [et.all] (2001). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia Pustaka

Soerjono, S. (1999). Sosiologi Sebagai Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sukardi. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

(44)

110

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Syamsuddin, A. M. (2007). Psikologi Kependidikan (perangkat system pengejaran modul). Bandung: Remaja Rosdakarya

Tanszhil. (2012). Model Pembinaan Pendidikan Karakter Pada Lingkungan Pondok Pesantren dalam Membangun Kemandirian dan Kedisiplinan Santri. Tesis megister pada Sekolah Pascasarjana Universitas pendidikan Indonesia Bandung: Tidak diterbitkan.

Thoha, Mifta. (1993). Perilaku Organisasi, Konsep, dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Press

Widi, R.K. (2010). Asas Metodologi Penelitian (Sebuah Pengenalan dan Penuntutan Langkah Demi Langkah Pelaksanaan Penelitian). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wuryan, S. & Syaifullah. (2008). Ilmu Kewarganegaraan. Bandung: Laboratorium PKN

Sumber Dokumen:

Ernawati, S. (2008). Peranan Panti Sosial Asuhan Anak Dalam Membina Warga Negara Yang Bertanggung Jawab. (Skripsi). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Hamka, Muhammad. (2002). Hubungan antara Persepsi terhadap Pengawasan Kerja dengan Motivasi Berprestasi. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Fakultas Psikologi. Tidak diterbitkan.

Hapsari, Muhammad. (2002). Hubungan antara Persepsi Dukungan Sosial dengan Kecemasan Menghadapi Pensiun pada Pegawai PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru-Riau. Skripsi. Riau: UII, Fakultas Psikologi.

Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan. (2010). Grand Design Pendidikan Karakter-Draft Revisi 25 Februari 2010. Jakarta: badan penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.

Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Disain Induk Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025. Jakarta: Depdiknas

Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945

(45)

111

Tris Yuniar, 2015

Peranan panti sosial asuhan anak dalam mengembangkan karakter kepedulian sosial

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2007

Yani, Dewi. (2010). Hubungan Aktifitas PMR dengan Kepedulian Peserta Didik. Hlm. 6-7.

Sumber Internet:

Mansur, H. (2012). Menanamkan Kepedulian Sosial pada Anak. Tersedia di:

http://mhharismansur.blogspot.com/2012/12/menanamkan-kepedulian-sosial-pada-anak.html#sthash.54k2Na00.dpuf [Diakses 02 Juni 2014]

Jabar Prov. (2014). Anak Yatim Bukan Sekedar Tugas panti Asuhan. Tersedia di: http://jabarprov.go.id/index.php/news/8346/Anak_Yatim_Bukan_Sekedar

_Tugas_Panti_Asuhan. [Diakses 02 April 2014]

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Outline : REKOMENDASI