• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. SLB B YRTRW Solo dalam mengakses informasi berita televisi Seputar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. SLB B YRTRW Solo dalam mengakses informasi berita televisi Seputar"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

120 BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari pembahasan mengenai cara tuna rungu non alat bantu dengar di SLB B YRTRW Solo dalam mengakses informasi berita televisi Seputar Indonesia RCTI, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dalam mengakses informasi berita televisi tanpa bantuan alat bantu dengar, upaya yang tuna rungu non alat bantu dengar lakukan adalah dengan melakukan komunikasi non verbal seperti melihat tayangan gambar peristiwa, membaca running teks, serta membaca gerak bibir pembaca berita, kemudian mereka menggabungkan ketiganya, menganalisa dan mengambil kesimpulan.

2. Kesimpulan sementara tersebut kemudian mereka sempurnakan dengan bertanya kepada pihak non tuna rungu yang dapat berinteraksi secara non verbal pula dengan mereka. Hal ini merupakan metode oral, yaitu anak tunarungu dapat berkomunikasi secara lisan (verbal) dengan lingkungan orang mendengar. Dalam hal ini, perlu partisipasi lingkungan anak tuna rungu untuk berbahasa secara verbal.

3. Cara tuna rungu non alat bantu dengar mengakses informasi berita televisi secara mandiri:

commit to user

(2)

a. Melihat tayangan gambar berita. Gambar (visual) berita sebagai salah satu keunggulan televisi mampu memunculkan pemahaman yang cukup jelas di benak mereka tentang topik berita yang sedang ditayangkan.

b. Murid membaca teks running teks berita. Teks yang menyertai tayangan peristiwa berita menguatkan pemahaman mereka tentang topik berita yang sedang ditayangkan.

c. Murid membaca gerak bibir pembaca berita. Setelah melihat tayangan gambar (visual) berita dan membaca teks yang menyertai gambar, umumnya tuna rungu akan tergerak untuk membaca gerak bibir pembaca berita untuk mengetahui lebih jauh mengenai berita yang sedang ditayangkan.

d. Melakukan analisa menyeluruh dengan menghubungkan antara tayangan peristiwa dengan running teks dan juga dengan informasi yang diperoleh dari gerakan bibir pembaca berita. Untuk mendapatkan kesimpulan tentang berita apa yang sedang ditayangkan.

4. Bantuan pihak terdekat khususnya keluarga dan umumnya SLB B dapat

membuat proses tuna rungu non alat bantu dengar mengakses informasi

berita televisi berjalan lebih lancar dan optimal, karena dapat

meminimalisir hambatan yang mereka alami. Hambatan tersebut antara

lain berupa kesulitan dalam menangkap setiap kata yang dibacakan

pembaca berita yang umumnya dibacakan secara cepat sesuai ritme

(3)

saja apa yang disampaikan oleh pembaca berita. Hambatan lain adalah untuk memahami istilah-istialah atau kata yang asing bagi tuna rungu karena perbendaharaan kata mereka yang memang minim. Karena itu dibutuhkan interaksi dari pihak non tuna rungu yang dapat berinteraksi secara non verbal maupun verbal pada tuna rungu, berikut adalah cara tuna rungu non alat bantu dengar mengakses informasi berita televisi Seputar Indonesia RCTI dengan bantuan pihak non tuna rungu di sekitarnya (keluarga dan SLB B):

a. Menanyakan istilah-istilah yang tidak mereka pahami saat membaca gerak bibir pembaca berita. Dengan mengetahui istilah- istilah yang tidak mereka tahu, mereka akan dapat lebih memahami informasi berita yang sedang ditayangkan.

b. Menyebutkan kesimpulan yang mereka buat setelah menonton sebuah berita. Ini membantu pihak non tuna rungu membantu mereka untuk meluruskan pemahaman mereka yang salah tentang berita yang telah mereka tonton.

c. Setelah memahami dan mengetahui betul berita apa yang sedang ditayangkan, mereka umumnya akan menanyakan detail berita tersebut, karena rasa ingin tahu mereka menjadi semakin besar.

d. Setelah mengetahui lebih detail berita yang ditayangkan, umumnya mereka akan menanyakan banyak hal yang terkait berita tersebut, misalnya tentang tokoh yang terlibat, dan lain sebagainya, bahkan

commit to user

(4)

diluar konteks isi berita namun masih terkait dengan topik berita yang ada.

e. Murid terlihat lebih antusias bila didampingi oleh orang terdekatnya.

Mereka terlihat lebih aktif bertanya dan menanyakan setiap hal yang tidak mereka tahu secara spontan, kemudian orangtua akan berusaha menjelaskan dengan bahasa yang sederhana. Begitulah kegiatan berlangsung selama mereka menonton berita. ini adalah cara mereka mengakses informasi berita televisi dengan bantuan oranglain.

f. Ketika satu topik berita dibacakan, mereka umumnya akan merasa kurang puas dengan analisanya dan kesimpulannya, kemudian mereka akan bertanya kepada orang-orang terdekat di sekitar mereka, ini adalah cara mereka mengakses informasi berita televisi dengan bantuan sekitar, mereka mampu mengakses informasi berita televisi secara mandiri namun mereka akan segera menemui orangtua atau keluarga terdekatnya untuk menayakan detail berita yang mereka simak bila menemui berita serupa.

5. Murid tuna rungu non alat bantu dengar di SLB B YRTRW Solo

mengatasi kesulitannya dalam mengakses informasi berita televisi

dengan bertanya pada orang-orang terdekatnya. Mereka menanyakan

banyak hal yang mereka tidak ketahui juga sering menggunakan media

tulisan, mereka menuliskan istilah-istilah asing yang mereka temui

dalam mengakses informasi berita, untuk kemudian menjadi list

pertanyaan mereka untuk ditujukan kepada keluarga maupun guru. Ini

(5)

rungu kepada pihak non tuna rungu disekitarnya. Cara murid tuna rungu non alat bantu dengar di SLB B YRTRW Solo dalam mengakses informasi berita televisi Seputar Indonesia RCTI dengan membuat list pertanyaan:

a. Kegiatan menonton berita televisi berlangsung dengan kondisi murid yang tampak fokus dan tenang saat menonton berita televisi dari awal hingga akhir tayangan berita. Mereka terlihat menyimak berita dengan fokus.

b. Murid terlihat sesekali mencatat hal-hal sehubungan berita yang tidak mereka pahami yang akan mereka tanyakan kepada guru/orangtua di akhir kegiatan.

c. Setelah kegiatan menonton berita selesai, guru akan mengadakan pembahasan bersama. Catatan mereka dikumpukan untuk diamati sebelumnya oleh guru, pertanyaan yang mendominasi akan dibahas terlebih dahulu, menyusul pertanyaan-pertanyaan lain. Dalam sesi ini murid juga diberi ruang untuk bertanya. Hal ini merangsang keluwesan mereka dalam memahami setiap kata atau istilah saat kegiatan menonton berita televisi berikutnya.

commit to user

(6)

B. Saran

Setelah melakukan penelitian tentang aksesibilitas informasi tuna rungu non alat bantu dengar di SLB B YRTRW Solo terhadap program acara berta seputar Indonesia RCTI, peneliti dapat memberikan sedikit saran bagi pihak-pihak terkait khususnya pemerintah, lembaga sekolah luar biasa untuk tuna rungu (SLB B), masyarakat maupun untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang akan datang.

Saran tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki dan memperluas wawasan terkait. Saran-saran tersebut antara lain:

1. Lembaga sekolah luar biasa (SLB B)

Sekolah hendaknya menyiapkan, melengkapi atau menyediakan

sarana yang mendukung aksesibilitas informasi murid tuna rungu

khususnya murid tuna rungu non alat bantu dengar terhadap berita

televisi,. Misalnya menyediakan televisi untuk khusus diakses para murid

tuna rungu, dan membuat waktu khusus untuk kegiatan menonton berita

televisi bagi murid. Ini bertujuan agar kegiatan murid dalam menonton

berita televisi dapat diawasi oleh guru sehingga guru dapat mengatami

perkembangan muridnya dalam mengakses informasi sebuah berita

televisi. Sehingga murid dapat diberi pengarahan dan dibantu agar proses

aksesibilitas informasi mereka berjalan lancar dan lebih optimal. Hal ini

dikarenakan umumnya pihak keluarga khususnya orangtua murid tidak

paham sepenuhnya cara mengoptimalkan kemampuan anak tuna rungunya,

(7)

2. Bagi pemerintah

Pemerintah diharapkan menghadirkan kembali fasilitas bantuan akses informasi berita televisi bagi tuna rungu, seperti menampilkan penerjemah bahasa isyarat bagi tuna rungu seperti pada tahun 1990 oleh statiun TVRI pada acara siaran berita nasional dan dunia dalam berita.

Apabila pengupayaan penayangannya mengalami kendala, pemerintah diharapkan dapat menghadirkan fasilitas bantuan akses informasi berita televisi bagi tuna rungu non alat bantu dengar yang lain misalnya membuat running teks di bagian bawah layar ketika program acara berita berlangsung, agar tuna rungu dapat mengakses informasi berita melalui membaca running teks tersebut.

3. Bagi orangtua

Dalam kegiatan aksesibilitas informasi berita televisi anak tuna rungu, diharapkan orangtua meluangkan waktu untuk mendampingi guna mengamati perkembangannya, dan menemukan dimana letak kesulitan anaknya. Bila anak sudah semakin fasih dan terbiasa dalam menonton berita televisi, maka sesekali anak boleh dibiarkan menonton berita televisi secara mandiri.

Diharapkan pula orangtua selalu menjalankan dengan baik program-program sekolah yang didisiplinkan bagi murid tuna rungu, khususnya bila program tersebut untuk diterapkan di rumah dan mendapatkan pengawasan orangtua, seperti kegiatan menonton berita televisi.

commit to user

(8)

Orangtua juga hendaknya selalu memantau perkembangan anaknya di sekolah, seperti meluangkan waktu untuk melihat cara guru dalam mendampingi dan memberi solusi bagi kesulitan-kesulitan yang dialami murid tuna rungu saat mengakses berita televisi, agar dapat diterapkan di rumah.

4. Bagi masyarakat

Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam kepedulian terhadap tuna rungu, khususnya hal aksesibilitas informasi tuna rungu non alat bantu dengar terhadap berita televisi yang sangat jarang tersentuh ke permukaan. Peran aktif masyarakat akan mampu mengangkat topik tersebut ke permukaan dan semakin menyentuh masyarakat yang luas, yang akhirnya menjadi jembatan bagi kepedulian yang lebih besar yang dapat mengupayakan banyak hal bagi permasalahan aksesibilitas informasi tuna rungu terhadap berita televisi.

Peran aktif masyarakat misalnya dengan mengadakan seminar atau

membuat berbagai wacana di berbagai media seperti artikel di media

internet, media cetak, e-book online, dan topik di radio, serta membuat

tugas karya tulis yang mengangkat isu seputar aksesibilitas informasi tuna

rungu khususnya tuna rungu non alat bantu dengar terhadap berita televisi.

(9)

5. Bagi Penelitian Selanjutnya

Peneliti menyadari keterbatasan informasi yang diperoleh dari penelitian, oleh karena itu untuk para peneliti di penelitian selanjutnya diharapkan agar menelaah lebih jauh mengenai aksesibilitas informasi berita televisi bagi kaum tuna rungu khususnya tuna rungu non alat bantu dengar, agar semakin banyak pula informasi bermanfaat yang digali, yang bermanfaat sebagai inspirasi, acuan, sekaligus pengembangan aksesibilitas informasi berita televisi bagi tuna rungu non alat bantu dengar.

commit to user

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil wawancara dengan informan N P penulis mendeskripsikan kembali bahwa dalam pelaksanaan program belum ada sosialisasi dari pemerintah desa dan juga mengenai

Agustiani Utari, Sp.A, MSi.Med, selaku ketua penguji pada seminar hasil Karya Tulis Ilmiah yang telah memberikan saran dan kritiknya sehingga penulis

Kadar Protein, Indeks Putih Telur, dan Nilai Haugh Unit Telur Itik Setelah Perendaman Ekstrak Daun Salam ( Syzygium polyanthum ) dengan Waktu Penyimpanan yang Berbeda pada..

Walaupun tingkat pendidikan formal petani pada kategori tersebut, tetapi tingkat adopsi terhadap budidaya GAP kopi arabika Gayo pada komponen pemangkasan koker, penggemburan tanah

Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah gaya bahasa retoris yang berupa fonem, kata, frasa dan klausa serta gaya bahasa kiasan dari setiap puisi yang terdapat

Yang dimaksud dengan istiqamah adalah konsisten, yaitu tetap menjaga keajegan dalam menghafal al- Qur‟an. Dengan perkataan lain penghafal harus senantiasa menjaga

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai gambaran pengalaman individu dalam menemukan makna hidup, khususnya pada petugas pemulasaraan jenazah

Berdasarkan pada penelitian yang berkaitan dengan efektivitas e-SPT PPN di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surabaya Sawahan, dengan menggunakan ukuran efektivitas