• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDY PEMELIHARAAN SISTEM TURBIN UAP DENGAN KAPASITAS 1200 KW PUTARAN TURBIN 5294 RPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STUDY PEMELIHARAAN SISTEM TURBIN UAP DENGAN KAPASITAS 1200 KW PUTARAN TURBIN 5294 RPM"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

STUDY PEMELIHARAAN SISTEM TURBIN UAP DENGAN KAPASITAS 1200 KW PUTARAN TURBIN

5294 RPM

DI PKS. SINARMAS

SKRIPSI

Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

RAJA KUTANA GINTING NIM. 050401001

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2010

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat yang dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Sarjana.

Dalam menyelesaikan Tugas Sarjana ini, penulis banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini dengan ketulusan hati penulis ingin menghaturkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Kedua orang tua dan keluarga tercinta, (Ayah) Ir. Yansen Ginting dan (Ibu) Osmarida Purba yang senantiasa memberikan kasih sayang, dukungan, motivasi, dan nasihat yang tak ternilai harganya. Serta kepada Kakanda dan adik.

2. Bapak Ir. Alfian Hamsi,MSc , selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya membimbing, memotivasi, dan membantu penulis dalam menyelesaikan Tugas Sarjana ini.

3. Bapak/Ibu Staff Pengajar dan Pegawai di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik USU.

4. Seluruh rekan-rekan mahasiswa Departemen Teknik Mesin, teristimewa kepada kawan-kawan seperjuangan Angkatan 2005.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dalam penulisan maupun penyajian Tugas Sarjana ini. Untuk itu penulis sangat mengharapkan saran-saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan Tugas Sarjana ini dikemudian hari.

Akhir kata, dengan segala kerendahan hati penulis memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga Tugas Sarjana ini bermanfaat untuk kita semua.

Medan, May 2010 Penulis

Raja Kutana Ginting

(3)

ABSTRAK

Pentingnya sistem pemeliharaan pada sebuah perusahaan memang tidak dapat dipungkiri lagi, sebab sangat berpengaruh terhadap kapasitas produksi dan keuntungan perusahaan, tetapi apabila sistem manajemen pemeliharaan tersebut terlalu jarang atau sering dilakukan, maka akan mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan, yaitu pemborosan biaya dan banyak waktu yang terbuang hanya untuk pekerjaan pemeliharaan. Maka dari itu, penulisan skripsi ini bertujuan untuk menentukan schedule/jadual yang tepat untuk pelaksanaan pemeliharaan, baik ditinjau dari segi probabilitas kerusakan yang terjadi maupun ditinjau dari segi biaya Alternatif Preventive Maintenance yang paling murah, dan juga untuk membandingkan sistem Preventive Maintenance (PM) dengan Breakdown Maintenance (BM). Dimana hal tersebut dapat ditinjau dari segi umur pemakaian dan biaya pemeliharaannya yang diperoleh berdasarkan data-data yang ada, sehingga kita dapat menentukan schedule/jadual pemeliharaan yang tepat (pemeliharaan yang dilakukan sebelum terjadinya kerusakan). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa dengan menggunakan sistem Preventive Maintenance (PM) kita dapat menentukan schedule/jadual pemeliharaan yang tepat dan biaya pemeliharaan yang lebih murah, dibandingkan dengan sistem Breakdown Maintenance (BM) dan pada sistem Preventive Maintenance umur mesin lebih tahan lama dibandingkan dengan sistem Breakdown Maintenance.

(4)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Tujuan Penulisan 2

1.3 Batasan Masalah 2

1.4 Metode Penulisan 3

1.5 Sistematika Penulisan 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5

2.1 Sejarah Perkembangan Pemeliharaan (Maintenance) 5 2.1.1 Dasar-dasar Perencanaan Pemeliharaan 7 2.1.2 Strategi Pemeliharaan (Maintenance Strategy) 8 2.1.3 Pembagian Sistem Pemeliharaan 8

2. 2 Tugas-tugas Bagian Pemeliharaan 12

2. 3 Bahagian-bahagian yang berhubungan dengan Pemeliharaan 18 2. 4 Instruksi-instruksi Umum Dalam Pemeliharaan 21 2.4.1 Pentingnya Pekerjaan Pemeliharaan 22 2.4.2 Pemeliharaan Mesin yang Beroperasi Terus Menerus

22 2.4.3 Pemeliharaan Langsung dan Tidak Langsung 23

2.4.4 Man Power 23

2.4.5 Man Hour 24

2.4.6 Equipment, Tool, Material dan Consumable 25

BAB III METODOLOGI 26

3.1 Perencanaan Pemeliharaan (Planning) 26

(5)

Maintenance Plan) 26 3.1.2 Perencanaan Jangka Menengah (Middle Term

Maintenance Plan) 27

3.1.3 Perencanaan Tahunan (Yearly Maintenance Plan) 27 3.1.4 Perencanaan Bulanan (Monthly Maintenance Plan) 27 3.1.5 Perencanaan Mingguan (Weekly Maintenance Plan) 28 3.1.6 Perencanaan Harian (Daily Maintenance Plan) 28 3.2 Jenis – jenis Kegiatan Pemeliharaan 29 3.3 Komponen-komponen Utama Sistem Turbin 32

BAB IV HASIL PERHITUNGAN VARIABEL OPERASIONAL

MAINTANANCE 39

4.1 Inpeksi Pada Turbin Uap di PT. SINARMAS 39 4.1.1 Hubungan biaya dengan manhour untuk pekerjaan

inspeksi 39

4.1.2 Hubungan biaya dengan manpower untuk pekerjaan

inspeksi 42

4.1.3 Hubungan biaya dengan tool untuk pekerjaan inspeksi 44 4.1.4 Hubungan biaya dengan equipment untuk pekerjaan

inspeksi 45

4.1.5 Hubungan biaya dengan material/spare part untuk

pekerjaan inspeksi 45

4.1.6 Hubungan biaya dengan consumable untuk pekerjaan

inspeksi 48

4.2 Overhaul Pada Turbin Uap di PT. SINARMAS 51 4.2.1 Hubungan biaya dengan manhour untuk pekerjaan

Overhaul 52

4.2.2 Hubungan biaya dengan manpower untuk pekerjaan

Overhaul 55

(6)

4.2.3 Hubungan biaya dengan tool untuk pekerjaan

Overhaul 58

4.2.4 Hubungan biaya dengan equipment untuk pekerjaan

Overhaul 59

4.2.5 Hubungan biaya dengan material/spare part untuk

pekerjaan Overhaul 59

4.2.6 Hubungan biaya dengan consumable untuk pekerjaan

Overhaul 62

4.3 Evaluasi Variabel Inspeksi dan Overhaul 66 4.3.1 Probabilitas kerusakan pada sistem turbin 66 4.3.2 Variabel alternatif Preventive Maintenance 69 4.3.3 Hubungan antara performance dan kerusakan 70

4.4 Teknik Pemeliharaan Bantalan Turbin 74

4.4.1 Dasar teori 74

4.4.2 Tahapan pelaksanaan Corective Maintenance 75

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 93

5.1 Kesimpulan 93

5.2 Saran 94

DAFTAR PUSTAKA 95

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Tanggal hari kerja inspeksi 40

Tabel 4.2. Jumlah manpower tenaga kerja ahli (dispatch engineer) 42 Tabel 4.3. Jumlah manpower dari karyawan PT. SINARMAS 43 Tabel 4.4. Total biaya untuk tool inspeksi 44

Tabel 4.5. Total biaya untuk equipment 45

Tabel 4.6. Material/Spare part untuk pekerjaan inspeksi 45 Tabel 4.7. Consumable untuk pekerjaan inspeksi 49

Tabel 4.8. Tanggal kerja overhaul 53

Tabel 4.9. Jumlah manpower tenaga kerja ahli (dispatch engineer) 55 Tabel 4.10. Jumlah dari karyawan dari PT. SINARMAS 56

Tabel 4.11. Total variabel untuk tool 58

Tabel 4.12. Total variabel untuk equipment 59 Tabel 4.13. Total variabel untuk material/spare part 59 Tabel 4.14. Total variabel untuk consumable 63 Tabel 4.15. Trouble and accident pada sistema turbin uap dengan

kapasitas 1200 kW dan putaran 5294 Rpm 66 Tabel 4.16. Probabilitas kerusakan yang terjadi 67 Tabel 4.17. Variabel alternatif Preventive Maintenance 69 Tabel 4.18. Jumlah kerusakan VS Performance / Level Condition 70 Tabel 4.19. Pertambahan panjang umur mesin dengan menggunakan

sistem Preventive Maintenance 72

Tabel 4.20. Jumlah kerusakan Performance / Level Condition 72

Tabel 4.21. Sifat fisis material 76

Tabel 4.22. Data – data poros dan bantalan 77

Tabel 4.23. Massa jenis material 77

Tabel 4.24. Koefisien keausan 84

Tabel 4.25. Laju keausan berdasarkan hari operasi 86

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Kerangka konsep 2

Gambar 2.1. Diagram Maintenance Strategy 8

Gambar 3.1. Miniatur turbin uap 32

Gambar 3.2. Bagian utama turbin uap 33

Gambar 3.3. Poros turbin 34

Gambar 3.4. Nozzle block 35

Gambar 3.5. Sudu gerak 35

Gambar 3.6. Jenis bantalan turbin uap 36

Gambar 3.7. Diagram alir teknik pemeliharaan sistem turbin uap 38 Gambar 4.1. Grafik total variabel untuk inspeksi 51 Gambar 4.2. Grafik total variabel untuk overhaul 65 Gambar 4.3. Grafik variabel Preventive Maintenance VS

Breakdown Maintenance 70

Gambar 4.4. Hubungan Kerusakan VS Performance 71 Gambar 4.5. Sistem Preventive Maintenance (PM) setiap 72

bulan VS Breakdown Maintenance (BM) 73

Gambar 4.6. Pelumasan pada poros turbin 74

Gambar 4.7. Dimensi bantalan journal 76

Gambar 4.8. Mekanisme gesekan dipermukaan bantalan 78

Gambar 4.9. Radius Curvarture 80

Gambar 4.10. Nodal solution Von Misses 88

Gambar 4.11. Nodal solution Displacement keselurahan 89 Gambar 4.12. Nodal solution Displacement arah X 90 Gambar 4.13. Nodal solution Displacement arah Y 90 Gambar 4.14. Nodal solution Displacement arah Z 91 Gambar 4.15. Grafik nodal solution Displacement arah Y 92

(9)

DAFTAR NOTASI

A Luas penampang m2

D1 Diameter dalam bantalan mm

D2 Diameter luar bantalan mm

Ft Gaya tangensial kg

Mt Momen torsi kg/mm

Ni Daya Netto kW

n Putaran poros turbin rpm

Ng Daya yang dibutuhkan generator listrik kW ηG Effisiensi generator

ηm Effisiensi mekanis

W Beban kg

Fr Gaya radial kg

Vr Kecepatan poros m/s

R Diameter bantalan mm

N Contact modulus N/m2

a Contact radius m

M Friction Moment Nmm

µ Friction Coefficient

Fgesek Gaya gesek pada bantalan

Q Energi panas Watt

Vol Volume bantalan m3

C Massa jenis bantalan J/kgoC

t Waktu detik

s sliding distance m

Wr Wear volume mm3

P Tekanan N/m2

Referensi

Dokumen terkait

“Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Prioritas Pemeliharaan Bus DAMRI dengan Menggunakan Metode TOPSIS..

Maksud dari penulisan skripsi ini adalah untuk membantu dalam merencanakan dan memilih tinggi sudu turbin uap yang paling efektif dan efisien yang digunakan untuk merubah

Dalam usaha untuk dapat terus menggunakan fasilitas tersebut agar kualitas produksi dapat terjamin, maka dibutuhkan kegiatan-kegiatan perneliharaan dan perawatan yang

Laporan ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik Mesin di Departemen Teknik Mesin Fakultas

Harga ini lebih murah dari variabel total tanpa menggunakan Preventive Maintenance (PM) sebesar Rp.445,632,- sehingga dapat dilakukan penekanan biaya sebesar 11,65% atau Rp.51,929,-

Untuk itu pada kesempatan ini penulis menuliskan skripsi ini guna memperoleh gelar kesarjanaan pada Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Medan Area dengan judul " Turbin Uap