• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI RISIKO PADA KONTRAKTOR DI SURABAYA DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IDENTIFIKASI RISIKO PADA KONTRAKTOR DI SURABAYA DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

IDENTIFIKASI RISIKO PADA KONTRAKTOR DI SURABAYA DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

M. Awallutfi Andhika Putra 1) dan I Putu Artama Wiguna 2)

1) Program Pascasarjana Manajemen Proyek Konstruksi, Jurusan Teknik Sipil, FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, 60111, Indonesia

Email: [email protected]

2) Program Pascasarjana Manajemen Proyek Konstruksi, Jurusan Teknik Sipil, FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, 60111, Indonesia,

E-mail: [email protected]

ABSTRAK

Dalam menentukan strategi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, kontraktor di Indonesia dihadapkan oleh risiko-risiko. Di sisi lain kurangnya pengetahuan tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN dan AFTA mengakibatkan kontraktor Indonesia kalah menghadapi persaingan, baik dari sesama kontraktor di indonesia maupun negara lain di dalam lingkup ASEAN. Hal ini bisa dikatakan sebagai risiko yang mungkin dapat mengakibatkan kerugian disamping risiko lainnya yang mungkin terjadi. Penelitian ini menggunakan metode studi literarur yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan variabel yang terkait dengan regulasi Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam bidang konstruksi dalam penerapan Masyarakat ekonomi ASEAN. Faktor-faktor yang digunakan adalah yang memiliki relevansi seperti pangsa pasar dalam bidang konstruksi, property dan industri dalam ruang lingkup ASEAN, juga mengetahui regulasi-regulasi yang mengatur ekonomi ASEAN. Dari analisa tersebut juga dapat memprediksi risiko-risiko yang mungkin terjadi di waktu penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN berdasarkan pada risiko-risiko yang telah terjadi dan juga faktor- faktor risiko lainnya.

Kata kunci: Risiko, Strategi, Konstruksi, ASEAN.

PENDAHULUAN

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, kontraktor di Indonesia harus menyiapkan strategi-strategi dalam segala hal, strategi-strategi diharapkan dapat memberikan keuntungan untuk kontraktor di Indonesia. Namun dalam penerapan AFTA di indonesia tidak bisa lepas dari berbagai risiko. Di sisi lain kurangnya pengetahuan tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN mengakibatkan kontraktor Indonesia kalah menghadapi persaingan baik dari sesama kontraktor di indonesia dan juga Kontraktor dari negara lain dalam ruang lingkup ASEAN. Hal ini bisa dikatakan sebagai risiko yang mungkin dapat mengakibatkan kerugian. Selain risiko tersebut masih terdapat risiko-risiko lain yang mungkin terjadi penerapan AFTA bagi para kontraktor di Indonesia. Proses penerapan AFTA juga cukup rumit karena melibatkan banyak aspek dan berbagai negara sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian yang pada akhirnya akan memunculkan risiko. Risiko adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tujuan, sehingga terjadi dampak yang tidak diinginkan.

(2)

Di tahun 2015, negara-negara di ASEAN akan mengalami perubahan fase perekonomian dengan memiliki pasar tunggal dan basis produksi yang dinamai ASEAN Economic Community (AEC) atau dapat disebut juga dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Apabila AEC tercapai, maka ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal dimana terjadi arus barang, jasa, investasi, dan tenaga terampil yang bebas, serta arus modal yang lebih beabs diantara negara anggota ASEAN (Rynhart & Chang, 2014). Dengan terbentuknya pasar tunggal yang bebas tersebut maka akan terbuka peluang bagi kontraktor Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya di kawasan ASEAN. Hal ini merupakan risiko yang tidak diprediksi sebelumnya yang dapat mengakibatkan kerugian. Selain risiko tersebut masih terdapat risiko-risiko lain yang mungkin terjadi disisa waktu pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Tidak hanya dalam perdagangan, namun Indonesia juga diharapkan mampu juga bersaing terutama dalam bidang jasa konstruksi. Dunia konstruksi yang berorientasi internasional bukanlah fenomena baru, globalisasi memunculkan kemungkinan peluang-peluang baru bagi perusahaan konstruksi seperti kontraktor. Pengembangan suatu negara membutuhkan infrastruktur, bangunan baru dan menghadirkan kontraktor yang ahli dari negara-negara lain. (Gunhan & Arditi, 2005). Kontraktor-kontraktor di indonesia menghadapi banyak tantangan dan harus bisa memetakan kekuatan internal perusahaan, kekuatan pesaing, pangsa pasar di kawasan ASEAN dan mengetahui peraturan di bidang konstruksi yang berkaitan dengan AEC untuk tetap dapat mempin persaingan konstruksi baik dalam maupun luar negeri setelah diberlakukannya AEC di tahun 2015.

Berdasarkan latar belakang di atas perlu dilakukan identifikasi dan analisa risiko penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada konstruktor yang mempengaruhi penentuan strategi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengidentifikasi variabel-variabel risiko dalam penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dari analisa tersebut juga dapat memprediksi risiko-risiko yang mungkin terjadi di waktu penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN berdasarkan pada risiko-risiko yang telah terjadi dan juga faktor-faktor risiko lainnya.

METODE

Studi literatur yang dilakukan pada penelitian ini mengacu pada beberapa rerferensi dan penelitian terdahulu yang terkait dengan risiko dan konstruksi di ASEAN.

Dari studi literatur didapatkan variabel yang berhubungan dengan risiko dan konstruksi di ASEAN yang mempengaruhi dalam pelaksanaan penerapan AEC. Penelitian ini masih bersifat deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang analisis risiko pada penerapan AEC untuk Kontraktor.

Risiko adalah suatu kejadian atau kondisi yang tidak pasti, yang apabila terjadi dapat berdampak pada tujuan proyek yang mencangkup ruang lingkup, jadwal, biaya dan kualitas. (PMBOK, 2004). Sedangkan menurut Djojosoedarso (1999) risiko merupakan kejadian yang selalu dihubungkan dengan kemingkinan terjadinya sesuatu kerugian yang tidak diduga atau tidak diinginkan. Kondisi yang menyebakan timbulnya risiko adalah kondisi dimana adanya ketidakpastian. Santosa (2009) mengatakan bahwa risiko proyek adalah suatu peristiwa atau kondisi yang tidak pasti, jika terjadi mempunyai pengaruh positif maupun negatif pada tujuan proyek. Suatu risiko mrmpunyai penyebab, dan jika terjadi, membawa konsekuensi atau impak.

(3)

Pada penelitian yang dilakukan oleh Gunhan & Arditi pada tahun 2005 diketahui bahwa dunia konstruksi internasional memiliki risiko yang lebih tinggi daripada dunia konstruksi domestik. Lingkungan pasar internasional yang lebih kompleks dipengaruhi oleh variabel yang bermacam-macam yang sumbernya tidak berasal dari kondisi pasar domestik dan dapat juga memunculkan risiko yang sebelumnya belum pernah dihadapi di pasar domestik. Variabel-variabel kompleks yang dapat mempengaruhi performa perusahaan konstruksi di pasar internasional perlu diketahui sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Selanjutnya, peluang dan ancaman yang ada pada pasar yang dituju sangat penting untuk diketahui (Gunhan & Arditi, 2005).

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa risiko adalah suatu kondisi atau kejadian yang timbul karena ketidakpastian dengan peluang kejadian tertentu yang jika terjadi akan menimbulkan konsekuensi tidak menguntungkan atau merugikan yang tidak diinginkan dan dunia konstruksi internasional memiliki risiko yang lebih tinggi dan variabel yang lebih kompleks, juga memiliki peluang dan ancaman pada pasar yang dituju.

Identifikasi risiko adalah rangkaian proses pengenalan terhadap risiko dan komponen risiko yang terjadi pada suatu aktivitas yang diarahkan kepada proses pengukuran serta pengelolaan yang tepat (Santosa, 2009). Menurut Husen (2011) identifikasi risiko dilakukan agar variable risiko yang dinilai dan dievaluasi dapat diketahui, diidentifikasi dan ditangani. Dalam identifikasi risiko ada beberapa teknik pengumpulan informasi yang bisa digunakan (Santosa, 2009) , yaitu Brainstorming , Interviewing, Delphi technicque, checklist

Risiko dapat dibedakan dengan berbagai macam, menurut Enshassi, Mohamed dan Mosa (2008) dalam penelitiannya tentang manajemen risiko pada proyek konstruksi di Palestina dari sudut pandang kontraktor diketahui bahwa risiko dapat dibagi kedalam beberapa hal, yaitu Risiko fisik, Risiko lingkungan, Risiko desain, Risiko logistik, Risiko finansial, Risiko perijinan, Risiko konstruksi, Risiko manajemen.

Sedangkan menurut Zou, Zhang dan Wong (2006) pada penelitiannya yang berhasil mengidentifikasi risiko yg berpengaruh dari sudut pandang Life cycle dan Stakeholder dalam suatu proyek Konstruksi diketahui bahwa risiko dapat dibagi kedalam beberapa kategori yaitu Risiko yang ada pengaruhnya terhadap biaya, Risiko kualitas, Risiko lingkungan, Risiko keselamatan dan keamanan.

Pada penelitian yang mengombinasikan antara Analytic Hierarchy Process dan Decision tree Aproach dalam pelaksanaan manajemen risiko pada proyek yang dilakukan oleh Dey (2002) menjelaskan bahwa risiko dapat dibagi kedalam beberapa bagian, antara lain seperti Risiko teknis, Risiko keuangan dan ekonomi, Risiko yang timbul akibat perilaku alam, Risiko perijinan.

Shen, Wu dan Catherine (2001) mengatakan risiko yang terjadi pada suatu proyek bisa dikelompokan sebagai Risiko finansial, Risiko hukum, Risiko manajemen, Risiko pasar, Risko kebijakan dan politik, Risiko teknis.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa secara garis besar kategori risiko yang digunakan dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN pada kontraktor dapat dibagi menjadi risiko kondisi lokasi, risiko material dan peralatan, risiko tenaga kerja, risiko kontraktual, risiko pasar dan operasional, dan risiko manajemen.

Kemudian variabel-variabel risiko yang diperoleh yang akan di gunakan dalam penelitian dikelompokan berdasarkan kategori yang telah diidentifikasi pada kerangka penelitian seperti pada Gambar 1.

(4)

Gambar 1. Kerangka penelitian. (Hasil olahan peneliti,2014)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil studi literatur, dalam penelitan ini didapatkan hasil analisa variabel- variabel risiko dan dikelompokan berdasarkan kategori risiko yang di peroleh dari beberapa penelitian terdahulu seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Variabel risiko dan Definisi Operasional

Indikator Risiko

Variabel Risiko Definisi Referensi

Risiko Kondisi Lokasi

Bencana alam adanya bencana alam yang terjadi

Dey, K.P, 2002 Cuaca yang tidak

menentu

perbedaan kondisi cuaca di tiap negara

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Akses menuju proyek sulit

akses jalan berbeda di tiap negara

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Kurangnya informasi tentang lokasi proyek

lokasi proyek yang tidak familiar dan tidak ngetahui keadaan di sekitar proyek

Zou dan Zhang dan Wang, 2006

Risiko Material dan Peralatan

Kesalahan dalam pemasokan material

Kesalahan dalam penjadwalan supply material maupun kurang mengetahui spesifikasi material

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Daya produksi peralatan berubah-ubah

Kualitas peralatan maupun tenaga operator yang kurang kompeten

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Tidak tersedianya material dan peralatan

Tiap-tiap lokasi &

proyek memiliki kebutuhan yang spesisifik

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Kenaikan harga material

Adanya kenaikan harga yang dipengaruhi berbagai faktor seperti inflasi dan persediaan

Shen dan Wu dan Catherine, 2001

Kerusakan peralatan Dapat dikarenakan usia peralatan, kesalahan pada pemakaian, ataupun terjadinya insiden

Shen dan Wu dan Catherine, 2001

Kualitas material yang buruk

perbedaan kualitas material pada tiap-tiap negara

Shen dan Wu dan Catherine, 2001

Risiko Pasar dan Operasional Risiko Manajemen Risiko Kontraktual Risiko Tenaga Kerja Risiko Material dan Peralatan

Risiko Kondisi Lokasi

Identifikasi Risiko

Dey, K.P, 2002; Zou dan Zhang dan Wang, 2006; Shen dan Wu dan Catherine, 2001; Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008;

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Penerapan MEA pada Kontraktor di

Surabaya

(5)

Lanjutan Tabel 1. Variabel risiko dan Definisi Operasional

Risiko Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja berubah-ubah

tingkat kedisiplinan pekerja di tiap negara yang tidak sama dan kurang pengawasan

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

kenaikan upah tenaga kerja

dapat dikarenakan penambahan jam kerja, mauapun keadaan ekonomi suatu negara

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

kekurangan pekerja yang terampil

kurangnya tenaga kerja yang bersertifikat dikarenakan perbedaan standar kompetensi tenaga kerja

Shen dan Wu dan Catherine, 2001

Tenaga kerja kurang berkualitas

belum adanya standar kompetensi yang

menjamin kualitas pekerja

Zavadskas dan Turskis dan Tamosaitiene, 2009 Ketersediaan sumber

daya manusia untuk proyek kurang

rekrutmen SDM yang belum menjaring kebutuhan akan tenaga kerja

Zavadskas dan Turskis dan Tamosaitiene, 2009

Perselisihan antara pekerja proyek

perbedaan kebudayaan, bahasa dan etos kerja

Zavadskas dan Turskis dan Tamosaitiene, 2009 Terjadi kecelakaan

ditempat kerja

kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan K3

Zavadskas dan Turskis dan Tamosaitiene, 2009 Pergantian anggota tim

proyek

dapat dikarenakan penilaian akan

performance anggota tim

Zavadskas dan Turskis dan Tamosaitiene, 2009

Risiko Kontraktual

Terjadi perubahan kebijakan pemerintah

revisi aturan yang menjadi dasar kontrak

Dey, K.P, 2002 Perijinan pembebasan

lahan

belum mendapatkan ijin atau terhambatnya perijinan pembebasan lahan

Dey, K.P, 2002

Lingkup kerja tidak jelas

Work Breakdown Structure yang tidak sesuai dan mendetail

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Tertundanya pembayaran kontrak

dapat terjadi akibat progres yang terlambat ataupun adanya perubahan

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Kesulitan mendapatkan perijinan

kurangnya pengetahuan dan perbedaan sistem birokrasi di tiap negara

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

ketidakjelasan peraturan perundang-undangan kerja

peraturan perundang- undangan yang berbeda di tiap negara dan di temukan celah di peraturan tersebut

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Terjadi perselisihan selama konstruksi

dapat terjadi antara dua pihak baik dari pihak owner, kontraktor dan pemerintah karena perbedaan kepentingan, budaya dan politik

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Dokumen yang tidak lengkap

kurangnya pemahaman akan syarat-syarat yang di ajukan pada saat tender

Zou dan Zhang dan Wang, 2006

Owner mengalami kebangkrutan

dapat terjadi akibat biaya konstruksi yang semakin besar melebihi

perencanaan

Shen dan Wu dan Catherine, 2001

(6)

Lanjutan Tabel 1. Variabel risiko dan Definisi Operasional

Risiko Kontraktual

Pelanggaran kontrak oleh anggota proyek

kurangnya pemahaman akan kontrak proyek oleh anggota proyek

Shen dan Wu dan Catherine, 2001 Pelanggaran kontrak

oleh owner

kurangnya pemahaman akan kontrak proyek oleh owner

Shen dan Wu dan Catherine, 2001 Kontrak tidak lengkap penyusunan kontrak yang

tidak menyeluruh

Shen dan Wu dan Catherine, 2001

Risiko Manajemen

Terjadi perubahan kebijakan pemerintah

revisi aturan yang menjadi dasar kontrak

Dey, K.P, 2002 Perijinan pembebasan

lahan

belum mendapatkan ijin atau terhambatnya perijinan pembebasan lahan

Dey, K.P, 2002

Lingkup kerja tidak jelas

Work Breakdown Structure yang tidak sesuai dan mendetail

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008 Tertundanya

pembayaran kontrak

dapat terjadi akibat progres yang terlambat ataupun adanya perubahan

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008 Kesulitan mendapatkan

perijinan

kurangnya pengetahuan dan perbedaan sistem birokrasi di tiap negara

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008 ketidakjelasan peraturan

perundang-undangan kerja

peraturan perundang- undangan yang berbeda di tiap negara dan di temukan celah di peraturan tersebut

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Terjadi perselisihan selama konstruksi

dapat terjadi antara dua pihak baik dari pihak owner, kontraktor dan pemerintah karena perbedaan kepentingan, budaya dan politik

Enshaassi dan Mohamed dan Mosa, 2008

Dokumen yang tidak lengkap

kurangnya pemahaman akan syarat-syarat yang di ajukan pada saat tender

Zou dan Zhang dan Wang, 2006

Owner mengalami kebangkrutan

dapat terjadi akibat biaya konstruksi yang semakin besar melebihi perencanaan

Shen dan Wu dan Catherine, 2001 Pelanggaran kontrak

oleh anggota proyek

kurangnya pemahaman akan kontrak proyek oleh anggota proyek

Shen dan Wu dan Catherine, 2001 Pelanggaran kontrak

oleh owner

kurangnya pemahaman akan kontrak proyek oleh owner

Shen dan Wu dan Catherine, 2001 Kontrak tidak lengkap penyusunan kontrak yang

tidak menyeluruh

Shen dan Wu dan Catherine, 2001

Risiko Pasar dan Operasional

Terjadi inflasi perbedaan pertumbuhan ekonomi ditiap negara

Shen dan Wu dan Catherine, 2001 Terjadi fluktuasi suku

bunga

dapat mempengaruhi investasi dan modal

Shen dan Wu dan Catherine, 2001 Terjadi fluktuasi nilai

tukar mata uang

dapat berpengaruh langsung ke pengadaan material dan tenaga kerja

Shen dan Wu dan Catherine, 2001

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan studi literatur dari jurnal internasional tentang risiko dan Masyarakat Ekonomi ASEAN, variabel-variabel risiko yang relevan dapat di kategorikan yaitu

(7)

risiko kondisi lokasi, risiko Material dan peralatan, risiko tenaga kerja, risiko kontraktual, risiko manajemen, serta risiko pasar dan operasional yang menjadi.

Penelitian ini dapat dikembangkan menjadi Studi eksploratif agar digunakan untuk memahami dan memperoleh pengetahuan tentang risiko/ancaman (threats) yang terjadi dan pengalokasian risiko antara pemerintah dengan kontraktor, serta mengetahui respon risiko yang dilakukan oleh kontraktor.

DAFTAR PUSTAKA

Dey, P.K. 2002. Project Risk Management : Acombined Analytic Hierarchy Process and Decision tree Aproach. International journal.

Djojosoedarso,S. 1999. Prinsip Manajemen Risiko dan Asuransi. Jakarta: Salemba Empat.

Enshassi, A., Mohamed, S., Mosa, J.A. 2008. Risk Management Building Project in Palestine: Contructors Perspective. Emirates Journal Engineering Research.

Gunhan, S., & Arditi, D. (2005). Factors Affecting International Construction.

Gunhan, S., & Arditi, D. (2005). International Expansion Decision for Construction Companies.

Husen, A. 2011. Manajemen Proyek. Yogyakarta: Andi Offset.

Paramastri, L. 2010. Analisa Risiko Pada Proyek Pembangunan Apartemen Pakubuwono View Jakarta.

PMI. 2004. A Guide to the Project Management Of Body Knowledge (PMBOK Guide). USA.

Rynhart, G., & Chang, J.-H. (2014). ROAD TO ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 HANDBOOK

Santosa, B. 2009. Manajemen Proyek. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Shen, L.Y., Wu, W.C., Catherine, S. 2001. Risk Assessment For Construction Joint Ventures In China. Journal Of Construction Engineering and Management.

Zavadskas, E.K., Turskis, Z., Tamosoitiene, J. 2009. Risk Assessment of Contruction Projects. Journal of Civil Engineering and Management.

Zou, P.X.W., Zhang, G., Wang, J.Y. 2006. Identifying Key Risks In Construction Project: Life Cycle And Stakeholder Perspectives. International Journal

Gambar

Gambar 1. Kerangka penelitian. (Hasil olahan peneliti,2014)

Referensi

Dokumen terkait

Astawan (2008) menyatakan bahwa pada tempe, selain terdapat ketiga jenis isoflavon tersebut, terdapat juga antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai

Ini adalah menu yang sama dengan penggantian data TKI (Data Replacement) di aplikasi endorsement sebelumnya. Jika TKI batal berangkat, anda bisa menggantinya

[r]

Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan II tahun 2019, ROA yang dimiliki oleh Bank sampel penelitian mengalami kenaikan yang dibuktikan

wilayah desa dalam bentuk sinergitas program antara pemerintah Daerah pemerintah Desa dan masyarakat dalam mewujudkan masyarkat yang sejahtera. Standart harga upah kerja

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan keluhan sakit kulit pada pekerja industri mebel di Ngemplak Boyolali

Hukuman mati bertentangan dengan Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Dasar NRI 1945 dan melanggar Pasal 4 Undang- Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang berbunyi:

Jawaban atas hal ini dapat ditemukan dengan menggunakan salah satu metode istinbâth hukum Islam yang dibahas dalam Ilmu Ushûl Fiqh untuk menggali hukum yang