• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Psikologi dalam layanan HIV-AIDS. Astrid Wiratna

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Peran Psikologi dalam layanan HIV-AIDS. Astrid Wiratna"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Peran Psikologi dalam layanan HIV-AIDS

Astrid Wiratna

(2)

Psikologi dan HIV-AIDS

HIV-AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV

Virus HIV bisa menginfeksi tubuh seseorang karena perilakunya

Psikologi bisa berperan sejak sebelum seseorang terinfeksi sampai ia

menghadapi kematian karena infeksi

(3)

HIV-AIDS

Pemahaman selayang pandang

(4)

HUMAN

Virus hanya dapat menginfeksi manusia

IMMUNODEFICIENCY

Virus membuat tubuh mengalami kemunduran pertahanan diri dalam sistem kekebalannya

VIRUS

Organisme ini mampu memperbanyak diri sendiri di dalam sel manusia

Apakah HIV?

Sekilas

tentang

HIV

(5)

Apakah AIDS?

Acquired

Ditularkan dari dan kepada orang

Immune

Mempengaruhi sistem imunitas tubuh, suatu sistem yang bekerja melawan kuman seperti bakteri atau virus yang masuk tubuh

Deficiency

Menyebabkan sistim kekebalan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik

Syndrome

Orang yang terkena AIDS menunjukkan pelbagai gejala sesuai dengan infeksi oportunistik yang dialaminya

Sekilas

tentang

AIDS

(6)

Cara penularan HIV

Hubungan seksual

Darah, produk darah, jaringan & organ :

Transfusi, transplantasi

Penggunaan ulang jarum dan semprit suntik, alat-alat medik & alat tindik lainnya !

Ibu kepada anak

(7)

Hubungan seksual

• Genito genital (kelamin dengan kelamin)

• Oro-genital (mulut dengan kelamin)

• Ano-genital (anus dengan kelamin)

• Mano-genital (tangan dengan kelamin)

• Heteroseksual (berbeda jenis kelamin)

• Homoseksual (sesama jenis kelamin) seperti waria, gay, dan lesbian

• Biseksual (sejenis maupun lain jenis kelamin)

(8)

Hubungan seks anal paling

berbahaya, karena epitel mukosa yang tipis dan rapuh.

Hubungan seks vaginal, wanita lebih rentan karena anatomis alat

kelaminnya.

Hubungan seks & HIV

Mana yang paling berbahaya?

(9)

HIV tidak menular lewat

Kontak sosial (sepiring makan bersama,

bersalaman, berpelukan atau berciuman, batuk, bersin, menggunakan telpon umum, berkunjung ke rumah sakit)

Faeces, urin, saliva, keringat, airmata Mendonorkan darah

Menggunakan toilet bersama Digigit serangga

Menggunakan kolam renang

(10)

Prinsip penularan HIV

ESSE

Exit: Ada jalan masuk untuk virus dari tubuh terinfeksi Survive: Virus bisa bertahan hidup untuk menginfeksi Sufficient: Jumlah virus cukup untuk menginfeksi

Enter: Ada jalan masuk untuk virus ke tubuh yang

akan terkena infeksi

(11)

Perjalanan penyakit

Masa tanpa gejala pada HIV selama 3-10 thn

Setelah masa tanpa gejala akan timbul

gejala pendahuluan yang kemudian diikuti oleh infeksi oportunistik (IO)

IO adalah infeksi yang mengikuti perjalanan penyakit HIV

Dengan adanya IO maka perjalanan

penyakit HIV telah memasuki stadium AIDS

(12)

0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000

0 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

CD4+ Hitung sel

Asimtomatik

HZV OHL

OC

PPE PCP

CM CMV, MAC

TB

Bulan ke…….. Tahun ssdh infeksi HIV Sindrom

infeksi akut HIV

Tingkat HIV RNA dlm plasma

CD4+ sel T

Antibodi Periode

jendela

Module 1 Sub Module 3 – PPT02

(13)

Aspek Perilaku

Sebelum – Terinfeksi - Perawatan

(14)

Sebelum tertular

Tidak melakukan perilaku yang berisiko

Hubungan seks yang tidak aman

Transfusi darah/tindakan operasi yang tidak aman

Pemahaman yang realistik tentang penularan HIV-AIDS

(15)

Sudah terinfeksi

Tidak menularkan pada yang belum terinfeksi

Mengikuti panduan perawatan kesehatan ODHA

Membantu usaha-usaha pengendalian

penularan infeksi HIV-AIDS

(16)

Dalam perawatan

Mengenali gejala-gejala penyakit yang berkaitan dengan HIV-AIDS

Mematuhi semua panduan perawatan

Menjaga kesehatan fisik dan mental

Membantu agar penularan infeksi HIV

dapat terkendali

(17)

Memahami ODHA

Status yang tidak pernah diharapkan

(18)

Status ODHA

ODHA: Orang Dengan HIV-AIDS.

Status ODHA didapat secara otomatis pada saat seseorang telah teridentifikasi sebagai orang yang terinfeksi HIV

Status ODHA berlaku seumur hidup. Sekali seseorang mendapatkan status ODHA,

maka seumur hidup dia adalah seorang ODHA

Jika bisa memilih, tidak seorangpun ingin

mendapatkan status ODHA

(19)

Apa ciri dari ODHA?

(20)

Masalah utama ODHA

Seluruh ODHA di dunia menderita

persoalan yang sama, yaitu menjadi korban STIGMA dan DISKRIMINASI

Akar persoalannya adalah: banyak orang yang belum memahami HIV- AIDS, baik karena tidak memiliki

pengetahuan maupun karena

termakan oleh isu-isu negatif yang

berkembang di masyarakat.

(21)

Masalah utama ODHA

Isu negatif HIV-AIDS mudah berkembang

karena salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual. Cara penularan melalui hubungan seksual ini menyebabkan ODHA mendapat STIGMA negatif: pendosa, orang dengan penyakit kotor, orang tidak bermoral.

STIGMA negatif tersebut menyebabkan banyak orang menghakimi ODHA dengan membedakannya dari orang-orang bahkan penderita penyakit lain (DiSKRIMINASI)

(22)

Layanan untuk ODHA

Layanan psikologis yang dibutuhkan

sepanjang perkembangan penyakitnya

(23)

Sebelum berstatus ODHA

Perilaku berisiko, atau

Sakit yang

menimbulkan

kecurigaan dokter

Tes HIV

Satu-satunya cara

untuk melihat status

HIV seseorang adalah

dengan mengikuti tes

HIV

(24)

Konseling HIV-AIDS

Paket UNAIDS dan WHO:

Konseling pra test HIV

Tes HIV

Konseling pasca test HIV

Konseling HIV harus dilakukan oleh

konselor terlatih, karena mencakup

pengetahuan tentang HIV-AIDS dan

pemahaman tentang tes HIV

(25)

Tantangan psikologis ODHA

Menerima status diri

Memberitahu status diri pada pasangan,

keluarga dan kaum kerabat

Mengikuti program pengobatan dan perawatan

Menerima perubahan dan penurunan kondisi tubuh

Menerima proses kematian

(26)

Konseling sepanjang perjalanan hidupnya

Konseling dukungan untuk menerima status ODHA

Konseling pencegahan positif

Konseling krisis

Konseling keluarga

Konseling pasangan

Konseling pra perkawinan

Konseling kehamilan

Konseling untuk menjadi orangtua

Konseling kepatuhan berobat

Konseling nutrisi

Konseling bunuh diri

Konseling dukungan dalam menghadapi kematian

Konseling duka

Konseling untuk ODHA

(27)

Layanan Psikologis untuk ODHA

Sama dengan kita semua, ODHA juga

membutuhkan rasa aman karena diterima dan dihargai sebagai manusia

Layanan Psikologis, sama dengan semua pasien:

Profesional berbasis pengetahuan yang cukup

Psikoedukasi yang memadai untuk setiap keluhan yang muncul dalam setiap tahap

Memberikan otnnomi untuk menjaga harga diri pasien sebatas kemampuannya

Empatik, sopan dan hormat

(28)

Menerima hasil tes HIV

Pada umumnya terkejut walaupun perilakunya sudah berisiko

Sejak membaca hasil sampai benar-benar bisa menerima

bahwa status diri sudah berubah menjadi ODHA

membutuhkan proses

(29)
(30)

Fokus layanan 1

 Untuk membantu seorang ODHA menerima statusnya, dukungan psikologis apa

yang bisa kita berikan?

(31)

Membuka status

Status ODHA bersifat confidential

Satu-satunya orang yang boleh

membukakan status seorang ODHA

hanyalah dia sendiri

Konselor bisa

membantu (atas ijin ODHA)

Dokter/bidan yang akan merawat

diberitahu oleh ODHA atau atas ijin ODHA

(32)

Fokus layanan 2

 Untuk mendukung seorang ODHA membuka statusnya pada pasangan dan atau keluarganya, dukungan

psikologis apa yang dapat

kita berikan?

(33)

Mengikuti program perawatan

ARV adalah obat-obat yang bisa menghalangi perkembangan virus

HIV sangat efektif untuk mengendalikan laju

perkembangan virus HIV

ARV harus diminum seumur hidup pada jadwal yang sama

Kepatuhan berobat menjamin kesehatan dan produktivitas ODHA dalam masyarakat.

(34)

Fokus layanan 3

 Untuk mendukung ODHA agar patuh dan disiplin dalam

menjalani proses perawatan, khususnya minum obat.

Dukungan psikologis apakah

yang dapat kita berikan?

(35)

Nutrisi buat ODHA

Makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam

setiap tahap perjalanan infeksi HIV

Dokter dan ahli gizi bekerja sama

menetapkan makanan apa yang sebaiknya dimakan dan dihindari pada saat-saat kritis

atau masa penyesuaian diri dengan ARV

(36)

Fokus layanan 4

 Untuk membantu ODHA agar mau mengikuti gaya hidup

sehat, salah satunya dengan memilih makanan yang

bergizi, dukungan psikologis

apa yang bisa kita berikan?

(37)

Perubahan dan penurunan kondisi tubuh

Tanpa ARV kondisi tubuh terus memburuk dan

menuju kematian.

Adaptasi pemakaian ARV menyebabkan perubahan kondisi tubuh yang tidak menyenangkan. Setelah sekitar 3 bulan rutin minum ARV barulah badan

menjadi sehat seperti sedia kala dan semakin lama semakin baik.

Harus diwaspadai:

kemungkinan bunuh diri.

(38)

Fokus layanan 5

Untuk meringankan

penderitaan ODHA yang

mengalami perubahan dan

penurunan kondisi tubuhnya,

dukungan psikologis apa yang

dapat kita berikan?

(39)

Proses kematian

Tidak semua ODHA akan menghadapi proses kematian.

Pemakaian ARV yang teratur akan

mengendalikan laju pertumbuhan virus HIV di dalam tubuh ODHA, sehingga ODHA bisa sehat dan berumur panjang.

ODHA yang menghadapi proses kematian

membutuhkan pendampingan spiritual, baik dari orang terdekat maupun dari ahli agama.

Mendampingi ODHA dalam proses kematian terkadang mencakup pembahasan soal ahli waris/warisan dan bagaimana mendampingi keluarga yang ditinggalkan?

(40)

Fokus layanan 6

 Mendampingi ODHA yang sedang menghadapi

proses kematian, dukungan

psikologis apa yang dapat

kita berikan?

(41)

Hak ODHA

Sebagaimana semua orang, ODHA

mempunyai hak untuk mendapatkan layanan medis, hukum,

psikososial dan pekerjaan.

ODHA juga memiliki hak reproduksi. Hidup

berkeluarga dan beranak pinak.

ODHA memiliki hak

untuk mempertahankan kualitas hidup yang

sejahtera

(42)

Perjalanan masih jauh

Status ODHA bisa didapat oleh semua orang dimanapun, kapanpun.

Penampilan seseorang tidak bisa dijadikan

ukuran untuk statusnya.

Banyak orang menjadi ODHA karena perilaku orang lain.

Mari bersama-sama mengendalikan HIV, bukan memusuhi ODHA.

(43)

Rangkuman

Peran psikolog dalam layanan HIV-AIDS

Sebagai bagian dari dunia kesehatan, untuk layanan HIV-AIDS psikologi dapat berperan dalam:

Kegiatan preventif/promotif

Kegiatan asesmen/diagnostik

Kegiatan kuratif

Kegiatan rehabilitatif

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menentukan panjang total elektroda yang harus terendam dalam air yang setara dengan kapasitas generator yang akan dikompensasi dilakukan dengan cara mencelupkan

Perkembangan bakteri Coliform pada ikan Mujaer (Oreochromis mossambicus) setelah pemberian ekstrak biji buah kluwek (Pangium edule reinw) sebagai pengawet alami dapat

Rangkaian yang sesuai dengan definisi rangkaian listrik dimana sebuah rangkaian listrik harus memiliki minimal sumber tegangan, komponen pasif dan minimal satu

data dapat dikatakan normal atau apakah ada data yang terlalu jauh (outlier atau exstrim) dari nilai.

Life cycle yang diamati dalam penelitian ini adalah siklus hidup tamu hotel dimana analisis dilakukan berdasarkan fasilitas yang disediakan dan kegiatan operasional yang

Setelah penulis selesai melakukan penelitian serta mengolah data melalui beberapa tahap teknik statistika dari dua variabel yang diteliti yaitu antara aktivitas

Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trial) dengan desain paralel tanpa matching. Perlakuan pada penelitian ini terhadap

Berdasarkan pembahasan di atas, maka akan di rancang interior bangunan Kantor Bupati Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas yang dapat memenuhi kebutuhan aktivitas dan