• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan zaman yang semakin cepat dan tidak menentu menyebabkan kebutuhan dan keinginan manusia harus disesuaikan dengan perubahan tersebut.

Bidang industri yang dijalankan semakin beraneka ragam dan maju seiring dengan beragamnya kebutuhan dan keinginan manusia. Menurut Badan Pusat Statistika, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-o-ny) pada triwulan I tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 3,76 persen terhadap triwulan I tahun 2013, pada triwulan IV tahun 2013 naik sebesar 1,50 persen terhadap triwulan IV tahun 2012, pada tiwulan III tahun 2013 naik sebesar 7,21 persen terhadap triwulan III tahun 2012, dan pada triwulan II tahun 2013 naik sebesar 6,77 persen terhadap triwulan II tahun 2012. (Statistik, 2014)

Pertumbuhan industri manufaktur mengalami kenaikan dan penurunan pada setiap periode nya, hal ini dikarenakan kebutuhan dan keinginan manusia yang terus berubah karena perubahan zaman. Banyak jenis industri baru yang terus bermunculan untuk memenuhi dan menjawab kebutuhan manusia yang terus berubah, ada industri yang gulung tikar karena dianggap sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi, namun ada juga industri yang tetap dipertahankan karena keberadaanya masih dibutuhkan manusia.

Dalam beberapa tahun belakangan ini industri keramik di indonesia mengalami kemajuan. Hal ini disebabkan oleh karena maraknya bisnis properti yang cukup mendominasi pasar di Indonesia dan Internasional serta pergeseran selera atau gaya hidup masyarakat akan kebutuhan barang-barang mewah. Bisnis properti yang meningkat menyebabkan kebutuhan akan keramik seperti ubin, keramik saniter, keramik hiasan dan tableware (perangkat makanan) ikut meningkat. Sedangkan pergeseran hidup masyarakat menyebabkan meningkatnya permintaan barang-barang keramik. Hal-hal lain yang mempengaruhi perkembangan industri keramik di Indonesia adalah tersedianya bahan baku dari alam Indonesia yang selalu memenuhi kebutuhan produksi keramik.

(2)

Berdasarkan artikel yang berasal dari universitas Institute Teknologi Bandung (ITB), Industri keramik di Indonesia dinilai sangat berpotensi untuk dikembangkan, mengingat bahwa jumlah penduduk dan laju pertumbuhan pembangunan semakin pesat. Pada akhir tahun 2013 lalu, produksi keramik nasional meningkat dan memberikan kontribusi yang cukup baik dalam menduking pertumbuhan perekonomian nasional, oleh karena itu industri keramik terus meningkatkan kualitas maupun desainnya guna merebut perhatian pasar dalam negeri maupun mancanegara.

(Teguh, 2014)

Salah satu keramik yang paling sering digunakan dan paling diminati oleh para konsumen adalah tableware. Karena semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan tableware semakin meningkat. Karena tingginya permintaan pada tableware mendorong para pengusaha untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Agar perusahaan dapat memenuhi setiap kebutuhan dan permintaan para konsumen.

Sehingga para konsumen puas terhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan, serta bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan tableware menggunakan bahan baku yang memiliki mutu dan kualitas yang tinggi, sehingga perusahaan dapat memproduksi tableware yang berkualitas bagi para pengguna-penggunannya.

PT.Kedaung Oriental Porcelain Industry (PT.KOPIN) adalah perusahaan yang bergerak dibidang peralatan alat makan yang terbuat dari bahan porcelain, seperti piring, mangkuk, gelas tea pot, saucer,dsb. Penelitian ini hanya berfokus pada produksi piring. Dikarenakan, dalam menjalankan kegiatan produksi perusahaan mengalami kesulitan dalam menentukan jumlah produksi yang optimal sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang dimiliki, seperti bahan baku (material), tenaga kerja, dan mesin. Perusahaan mengalami kesulitan dalam menentukan berapa unit masing- masing produk yang harus diproduksi berdasarkan sumber daya yang dimiliki, karena masing-masing produk memiliki kendala yang berbeda-beda serta keuntungan yang diperoleh dari masing-masing produk juga berbeda-beda.

Selain itu, adanya fluktuasi permintaan menyebabkan perusahaan terkadang memproduksi dalam jumlah yang melebihi permintaan para konsumen dan terkadang memproduksi dalam jumlah yang tidak mencukupi permintaan para konsumen. Jika hal ini terus terjadi, maka perusahaan akan terus mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan para konsumen-konsumennya. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi loyalitas konsumen terhadap perusahaan. Berikut ini data jumlah permintaan dan produksi produk piring pada PT. Kedaung Oriental Porcelain

(3)

Gambar 1.1 Data Permintaan dan Produksi Piring ukuran 10 inch Sumber : PT. Kedaung Oriental Porcelain (2014)

Gambar 2.2 Data Permintaan dan Produksi Piring ukuran 9inch Sumber : PT. Kedaung Oriental Porcelain (2014)

Gambar 3.3 Data Permintaan dan Produksi Piring ukuran 8inch Sumber : PT. Kedaung Oriental Porcelain (2014)

Data permintaan dan produksi diatas, menunjukan adanya fluktuasi, yang dimana permintaan dari para konsumen terkadang terlalu tinggi atau sebaliknya, sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam menentukan jumlah untuk mencapai produksi yang optimal. Selain itu, Dalam setiap memproduksi piring selalu terdapat sisa bahan baku karena bahan baku yang digunakan tidak habis. Hal ini dianggap suatu pemborosan bagi perusahaan, karena diperkirakan salah satu penyebabnya adalah pada masalah perencanaan produksi, terutama dalam hal penentuan jumlah

(4)

bahan baku yang dibutuhkan dengan pasti tanpa terjadi kelebihan atau sisa dan berapa jumlah tiap-tiap produk piring yang harus diproduksi.

Mengacu pada uraian latar belakang diatas, Salah satu metode yang tepat digunakan dalam memecahkan masalah yang dihadapi perusahaan yaitu dengan menggunakan metode De Novo Programming. Pendekatan metode De novo Programming dalam menyelesaikan masalah optimasi dilakukan dengan sistem pendekatan secara total, artinya selain menentukan kombinasi yang terbaik terhadap outputnya, juga dapat memberikan suatu usulan penggunaan sumber daya yang terintegrasi melalui anggaran yang tersedia. Pada metode De Novo Programming kendala sumber daya (bahan baku) akan disusun seefisien mungkin sehingga tidak menghasilkan sisa. Kemudian dilanjutkan dengan peramalan (forecasting) yang dilakukan untuk mengetahui jumlah permintaan pada periode yang akan datang.

Berdasarkan masalah tersebut maka perusahaan menginginkan efesiensi terhadap penggunaan atau pemakaian bahan baku, sehingga perlu suatu rencana produksi yang optimal dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

1.2 Formulasi Masalah

Untuk mempermudah penelitian, peneliti akan berpegang pada formulasi masalah sebagai berikut :

1. Metode peramalan apakah yang paling tepat untuk diterapkan pada PT.

Kedaung Oriental Porcelain ?

2. Bagaimana kombinasi produksi yang optimal, agar PT. Kedaung Oriental Porcelain dapat memperoleh keuntungan yang maksimal ?

1.3 Ruang Lingkup Masalah

Untuk penyederhanaan penelitian agar lebih terfokus pada inti permasalahan dan sesuai dengan metode yang diterapkan, maka diberikan ruang lingkup atau batasan-batasan sebagai berikut :

1. Penelitian difokuskan hanyapada produk piring, dengan jenis piring ukuran 10 inch, piring ukuran 9 inch, dan piring ukuran 8 inch.

2. Data yang digunakan adalah data permintaan bulan januari 2013 sampai november 2014.

3. Diasumsikan bahwa tidak ada perubahan harga jual tiap produk dan harga bahan baku selama penelitian berjalan.

4. Diasumsikan bahwa setiap produk yang dihasilkan habis terjual.

(5)

5. Diasumsikan bahwa kondisi lingkungan kerja baik operator maupun fasilitas produksi lainnya dalam keadaan baik.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan yang bisa didapatkan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui metode peramalan apakah yang paling tepat untuk diterapkan pada PT. Kedaung Oriental Porcelain.

2. Untuk mengetahui kombinasi jumlah produksi yang optimal agar PT.Kedaung Oriental Porcelain dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

1.5 Manfaat Penelitian Bagi Perusahaan :

1. Perusahaan dapat melakukan peramalan penjualan pada periode selanjutnya.

2. Perusahaan dapat mengetahui jumlah produksi yang optimal melalui pengalokasian sumber daya yang dimiliki perusahaan, sehingga sumber daya dapat dimanfaatkan dengan efektif dan efisien untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

3. Perusahaan dapat menggunakan hasil laporan analisis ini sebagai masukan bagi perusahaan untuk bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berdampak bagi kemajuan perusahaan.

Bagi Pembaca :

1. Dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada pembaca mengenai cara mengoptimalkan sumber daya dengan menggunakan metode De novo Programming.

2. Dapat dijadikan sebagai acuan bagi penelitian-penelitian yang sejenis lainnya.

3. Dapat membantu para pembaca dalam memecahkan masalah produksi dan menetapkan target produksi yang tepat.

Bagi Penulis :

1. Dapat lebih memahami dalam pengoptimalan jumlah produksi suatu produk.

2. Dapat menambah pengetahuan serta wawasan dalam bidang produksi, khususnya dalam menggunakan metode De Novo Programming.

(6)

1.6 State of the Art

Tabel 1. 1 Tabel Penjelasan State of The Art NAMA

PENELITI

JUDUL PENELITIAN

NAMA JURNAL RINGKASAN YANG

BERKAITAN DENGAN PENELITIAN Maryam Solihi

Lord,Samira Mohebbi Bazardeh, Sharareh hoshnood, Nastaran Mahmoodi, Fatemeh Qowsi Rasht-Abdi, Marjan-ol-Sadat Ojaghzadeh Mohammadi.

Linear Programming

& Optimizing the Resource

INTERDICIPLINARY JOURNAL OF CONTEMPORARY RESEARCH IN BUSINESS (2013, hal.

701-705)

Linear Programming adalah salah satu teknik terkuat yang dapat digunakan para manager untuk

memecahkan masalah.

Dengan menerapkan teknik Linear Programming disatu sisi manager berusaha untuk memaksimalkan keuntungan dan disisi lain manager berusaha untuk meminimalkan biaya.

K.C.Igwe & A Linear American Journal of Teknik Linear

(7)

C.E.Onyenweaku Programming Approach to Food Crops and Livestock Enterprise Planning in Aba

Agricultural Zone of Abia State, Nigeria.

Experimental

Agriculture 3(2) : 412- 431, 2013 (Igwe &

Onyenweaku, 2013)

Programming di terapkan pada data pertanian yang diperoleh dari 30 petani tanaman subur selama musim panen tahun 2010 untuk memaksimalkan laba kotor dari berbagai kombinasi dari tanaman subur dan perusahaan ternak yang dipilih.

Enny Ariyani Perencanaan Produksi dengan Metode De Novo Programming untuk

Memperoleh keuntungan yang Maksimal di PT. Keramik Diamond Industries Gresik

Jurnal Penelitian Ilmu Teknik (Ariyani, 2009, hal. 130-142)

Penerapan metode De Novo Programming untuk

menyelesaikan masalah optimasi yang dilakukan dengan sistem pendekatan secara total.

Serta menentukan kombinasi produk keramik yang optimal,

(8)

dan juga memberikan suatu usulan penggunaan sumber daya yang terintegrasi melalui

anggaran yang tersedia, agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal A.E.Anieting,

V.O.Ezugwu &

S. Ologun

Application of Linear

Programming Technique in the

Determination of Optimum Production Capacity

IOSR Journal of Mathematics (March- April 2013), Vol. 5, Issue 6 (62- 65).

(Anieting, Ezugwu, &

Ologun, 2013)

Teknik Linear Programming digunakan untuk mengoptimalkan kapasitas

produksi pada Usmer Water Company,yang dimana

Optimasi telah menjadi fenomena yang umum pada hampir semua organisasi dan perusahaan.

Dalam mencari keuntungan organisasi,

(9)

dewan direksi memiliki banyak hal untuk mengatasi hal- hal seperti masalah pesaing dalam bisnis yang sama, ketersediaan dana untuk proyek-proyek yang baru, pengurangan biaya

operasional dan salah satunya adalah untuk memaksimalkan keuntungan.

Benedict I.Ezema

& Uzochukwu Amakom

Optimizing Profit with the Linear

Porgramming Model : A focus on Golden Plastic Industry Limited, Enugu, Nigeria.

INTERDISCIPLINARY JOURNAL OF

RESEARCH IN BUSINESS (2012) VOL. 2, Issue 2, (37- 49) (Ezema & Amakom, 2012)

Linear Programming merupakan salah satu teknik riset operasi yang secara luas digunakan untuk mencari solusi dalam masalah keputusan manajerial yang kompleks, namun perusahaan di

(10)

Industri Emene lebih banyak menggunakan Trial and Error.

Dengan demikian banyak

perusahaan yang kesulitan dalam mengalokasikan sumber daya yang langka dengan cara untuk

memaksimalkan laba atau meminimalkan biaya. Studi ini dilakukan untuk mencari dan sampai di tingkat produktif layout

perusahaan Golden Plastic melalui optimalisasi bauran produk.

Masalah produksi pada perusahaan adalah terletak pada masalah

(11)

Linear Programming dan estimasi bahan baku.

Gambar

Gambar 2.2 Data Permintaan dan Produksi Piring ukuran 9inch  Sumber : PT. Kedaung Oriental Porcelain (2014)
Tabel 1. 1 Tabel Penjelasan State of The Art  NAMA

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dibuat suatu formula atau kombinasi yang terbaik terutama dalam hal pengaturan mesin agar proses produksi dapat berjalan lancar sehingga

Dengan menggunakan model dari riset operasi yaitu goal programming dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan (health service) dengan keadaan pasien

Untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut, maka peneliti akan menganalisis SWOT dari perusahaan ini terlebih dahulu dan kemudian melakukan perhitungan- perhitungan

7 Berdasarkan pemaparan di atas, akan dilakukan penelitian mengenai optimasi tablet gliklazid yang diformulasikan sebagai tablet floating dengan kombinasi HPMC

Pada tahap ini dilakukan analisis masalah terhadap studi literatur untuk mendapatkan pemahaman tentang metode yang akan digunakan dalam menyelesaikan masalah

Model De novo programming tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan fungsi tujuan berupa minimisasi biaya produksi, karena salah satu kendala dari

Diharapkan dengan adanya penelitian ini maka dapat dilakukan percobaan beberapa kombinasi metode untuk menyelesaikan beberapa masalah yang banyak terjadi dalam pendeteksian tanda

Untuk menentukan hasil dari karakteristik briket terbaik dengan variasi komposisi sampah organik dan sampah tempurung siwalan dengan menggunakan limbah kertas