PERTUMBUHAN BELAHAN EKSPLAN EMBRIO ZIGOTIK KELAPA KOPYOR (Cocos nucifera L.) PADA MEDIA KULTUR DENGAN PENAMBAHAN ZAT PENGATUR TUMBUH DAN BAHAN ADITIF AIR KELAPA.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Apakah penambahan asam indol butirat (IBA) ke dalam medium tanam dapat meningkatkan induksi akar dan pertumbuhan pada tunas kelapa normal dan kelapa kopyor (Cocos
Pengembangan teknik penyelamatan embrio kelapa kopyor (Cocos nucifera L.) secara in-vitro.. Jawa Timur: Universitas Pembangunan
Cara penyimpanan lain yang mampu digunakan untuk menyimpan embrio dalam jangka waktu yang lebih lama adalah embrio kelapa disimpan secara in vitro pada medium kultur
tidak mengalami browning yang dapat menyebabkan kematian pada embrio (Gambar 2). Dengan demikian air kelapa terbukti merupakan bahan aditif yang paling cocok untuk
Persentase eksplan yang hidup dan respons dalam media DKW yang diperkaya dengan pikloram dengan berbagai konsentrasi serta jumlah embrio pada umur 14 hari
Menurut Wattimena (1992), umumnya eksplan (bagian/potongan jaringan tanaman) di dalam kultur in-vitro akan cepat tumbuh bila dikulturkan pada media cair karena seluruh permukaan
Bibit kelapa kopyor hasil kultur embryo berumur 4 bulan lengkap dengan akar maupun bibit kelapa kopyor tanpa memiliki akar (Gambar 1) digunakan dalam penelitian
1. Pembentukan kalus embriogenik dan embrio somatik J. curcas dapat diinduksi dengan zat pengatur tumbuh picloram dan 2.4-D pada konsentrasi tertentu pada media