• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensi Batik Solo Trans Sebagai Penunjang Moda Transportasi Wisata Kota Solo bab 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Potensi Batik Solo Trans Sebagai Penunjang Moda Transportasi Wisata Kota Solo bab 1"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masalah Pariwisata pada masa kini sudah menjadi tumpuan harapan

pemasukan devisa yang cukup besar bagi negara. Pariwisata ini, sekarang menjelma

menjadi industri, yang disebut pariwisata, menghasilkan produk-produk wisata untuk

dipasarkan. Guna meningkatkan Pariwisata di Indonesia khususnya, maka pemerintah

berusaha memperbaiki dan mengembangkan segala aspek yang dapat membangkitkan

selera wisatawan mengunjungi Indonesia, sehingga perlu diadakan promosi

kepariwisataan, baik di bidang Travel Biro, Transportasi, Penerbangan, bus turis,

Perhotelan ataupun obyek wisatanya melalui pelayanan, juru penerangan bagi

wisatawan. Industri Pariwisata adalah kumpulan dari macam-macam perusahaan yang

secara bersama menghasilkan barang-barang dan jasa (goods and service) yang

dibutuhkan para wisatawan pada khususnya dan traveller pada umumnya, selama

dalam perjalanannya. Kumpulan macam-macam perusahaan yang dimaksudkan

antara lain: Travel Agent, Tourist Transportation, Hotel dan Akomodasi lainnya,

Catering, Tranding Bar dan Restaurant, Tour Operator, dan lain sebagainya.

Semua perusahaan ini saling melengkapi sehingga merupakan industri

sendiri yang hasilnya dibeli oleh wisatawan dalam bentuk paket. Bagi konsumen

(2)

commit to user

tidak hanya satu macam jasa yang diperlukan dalam perjalanan tersebut, tetapi

serangkaian jasa-jasa yang merupakan produk industri pariwisata. Secara rinci dapat

kita gambaran jasa-jasa yang merupakan produk industri pariwisata yang dibutuhkan

seorang wisatawan, semenjak ia meninggalkan tempat kediamannya hingga ia

kembali kerumahnya, tentunya wisatawan akan membutuhkan bantuan jasa-jasa

travel biro untuk mengurus dokumen perjalanan, seperti pasport exit permit, visa

atapun tickets pesawat udara, kemudian saat berangkat akan membutuhkan jasa-jasa

taxi service/coach bus untuk transfer ke airport. Untuk memperlancar perjalanan pasti

akan memerlukan jasa- jasa maskapai penerbangan yang akan membawanya ke

tempat tujuan yang dikehendaki, jasa-jasa taxi service/coach bus untuk transfer dari

airport ke hotel waktu tiba di tempat tujuan. Kemudian untuk kenyamanan tinggal di

daerah tujuan wisata jasa-jasa akomodasi perhotelan/motel di tempat yang dituju

akan sangat dibutuhkan. Dalam kurun waktu wisatawan tinggal di daerah tujuan

wisata tentunya fasilitas-fasilitas pendukung seperti jasa-jasa bar dan restaurant, baik

di dalam hotel, maupun di luar hotel sangat dibutuhkan oleh wisatawan. Jasa-jasa tour

operator untuk kegiatan sightseeing tour ke obyek-obyek wisata dan jasa-jasa yang

diberikan pada obyek wisata, berupa atraksi wisatawan, dan entertaimen di tempat

yang dikunjungi merupakan faktor yang sangat penting untuk kegiatan wisata. Dan

satu faktor pendukung dalam kegiatan wisata seperti jasa-jasa souvenir shop dan

handicraf center.

Berbicara soal pariwisata orang harus pula membicarakan pengakuan atau

(3)

commit to user

modern ini, ada orang melakukan perjalanan wisata tidak mendapat fasilitas

pengangkutan yang memadai. Pada jaman seperti sekarang ini rasanya tidak mungkin

lagi bila orang melakukan perjalanan dengan menggunakan onta, keledai atau gajah

untuk menuju suatu daerah tujuan wisata yang jaraknya cukup jauh, yang bahakan

harus menyebrangi sungai, lautan atau samudra. Kalau ada, itu pun merupakan

kekecualian dan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pariwisata sebagai

suatu industri. Penggunaan onta, keledai dan gajah dalam pariwisata pada jaman

sekarang ini hanya terbatas sebagai atraksi saja, yang dipertunjukan jika wisatawan

mengunjungi suatu daerah tujuan wisata seperti di Muangthai, India atau Mesir serta

negeri Arab lainnya.

Sama halnya disalah satu daerah tujuan wisata yaitu Kota Surakarta memiliki

moda trasnportasi yang sangat mendukung dunia pariwisata yang kini semakin

berkembang dengan pesatnya. Trasnportasi ini sangat membantu bagi wisatawan

yang berwisata ke Solo namun tidak menggunakan jasa tour travel sehingga

memerlukan jasa transportasi lokal. Transportasi lokal ini adalah Batik Trans Solo

yang diluncurkan pada 1 September 2010. Selain Batik Solo Trans juga ada Bus

Wisata Werkudara. Hadirnya Batik Solo Trans ini mengikuti kota lain selain

memperlancar kegiatan masyarakat, transportasi lokal ini membantu wisatawan

dalam kunjungan di Solo.

Tujuan adanya trasnportasi lokal dalam dunia pariwisata adalah untuk

membantu wisatawan pergi dari suatu obyek atau hotel tempat ia menginap menuju

(4)

commit to user

nikmati. Hal ini juga guna mendukung pendapatan daerah dan upaya pengembangan

pariwisata kota khususnya moda transportasi. Apabila transportasi lokal dapat

dikembangkan lebih maksimal dapat menjadi sebuah icon dari kota itu sendiri namun

keberadaan Batik Solo Trans (BST) ini bukan yang pertama di Indonesia namun

bentuk dan tampilannya sangat berbeda dari trans-trans yang ada di kota lain seperti

Jakarta atupun Yogyakarta. Adanya motif batik pada tampilan bus dapat

mencerminkan kota Solo.

Adanya trend tersebut BST hadir guna memperkenalkan transportasi lokal

kota Solo juga obyek-obyek wisata yang ada di solo karena jalur atau trayek BST

melewati obyek-obyek wisata yang secara tidak langsung menjadi promosi dari

onyek-obyek wisata itu sendiri. Karena transportasi lokal ini tidak dapat lepas dari

dunia pariwisata. Namun hadirnya Btaik Solo Trans yang mengikuti kota lain seperti

Trans Jakarta ini nyatanya tidak dapat berkembang dengan maksimal, hal ini dapat

dilihat dari kondisi Batik Solo Trans saat ini. Lebih lagi rute kedua yang

direncanakan melewati ruas adi Sumarmo pun belum terlihat, ada juga bus-bus BST

yang terlihat sering mogok dipinggir jalan.

Dari latar belakang di atas maka perlu dilakukan penelitian dengan judul “Potensi

Pengembangan Batik Solo Trans Sebagai Penunjang Moda Transportasi Wisata

Kota Solo”

(5)

commit to user

Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, peneliti dapat merumuskan

masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pengembangan Batik Solo Trans sebagai transportasi lokal Kota

Solo?

2. Bagaimana potensi pengembangan batik Solo Trans sebagai transportasi

wisata Kota Solo?

3. Kendala apa yang dihadapi dalam pegembangan BST sebagai trasnportasi

penunjang pariwisata Kota Solo?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dari rumusan masalah diatas adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui pengembangan BST sebagai transportasi lokal Kota Solo.

2. Mengetahui potensi BST sebagai transportasi wisata Kota Solo.

3. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan BST

sebagai transportasi lokal.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Manfaat penulisan laporan Tugas Akhir ini dapat menjadi penambah sumber

(6)

commit to user

memberikan informasi keilmuan di program studi usaha perjalanan wisata khususnya

dalam bidang transportasi. Mengetahui strategi pengembangan Batik Solo Trans

sebagai penunjang moda transportasi wisata kota Solo sehingga dioptimalkan

keberadaannya.

2. Manfaat Praktis

Memberi informasi kepada perusahaan dan pemerintah bahwa perlu adanya

perbaikan dari sistem internal maupun eksternal dari manajemen Batik Solo

Trans untuk mengembangkan dunia pariwisata kota Solo dari segi trasnportasi

pada umumnya dan transportasi lokal pada khususnya.

4. Manfaat Akademis

Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah referensi di program D

III Usaha Perjalanan Wisata, Universitas Sebelas Maret surakarta tentang

strategi pengembangan transportasi lokal sebgai penunjang moda transportasi

wisata serta meningkatkan pengetahuan pembaca dan peneliti tentang strategi

pengembangan transportasi lokal sebagai penunjang moda trasnportasi wisata.

E. Kajian Pustaka

(7)

commit to user

Dapat dikatakan bahwa wisatawan yang melakukan perjalanan sudah

merupakan suatu manifestasi dari interaksi, sebagai akibat perpindahan orang dari

tempat dimana ia biasanya tinggal. Transportasi yang dapat mengerakan banyak

orang, dari suatu negara ke negara lain, dari suatu daerah ke daerah lain dan dari

suatu kota ke kota lain dan dari kota ke daerah pedalaman dan sebaliknya. Aktivitas

kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi dan komunikasi, karena faktor

jarak dan waktu sangat mempengaruhi keinginan orang untuk melakukan perjalanan

wisata. Dewasa ini transportasi menyebabakan pertumbuhan pariwisata yang sangat

pesat sekali, kemajuan fasilitas transportasi mendorong kemajuan kepariwisataan

dapat memenuhi kebutuhan wisatawan.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa fungsi utama transportasi sangat erat

hubungannya dengan “accessibillity”. Maksudnya, frekuensi penggunaannya,

kecepatan yang dimilikinya dapat mengakibatkan jarak yang jauh seolah-olah

menjadi lebih dekat. Hal ini berarti mempersiapkan waktu dan tentunya akan lebih

meringankan orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu, seperti misalnya daerah

tujuan wisata. (Drs. H. Oka A. Yeoti, MBA , 1996:206)

Transportasi yang mendukung juga dapat meningkatkan minat kunjungan

wisatawan. Peningkatan jumlah wisatawan juga mengartikan banyak hal seperti

keramaian dijalan, peningkatan polusi (suara dan udara), banyak sampah, dan tidak

cukupnya infrastuktur yang menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan

marga satwa.

(8)

commit to user

Dampak dari mobil (kendaraan) dalam pariwisata dapat diteliti dari

peningkatan jumlah perjalanan harian dan waktu luang. Dampak positifnya manusia

busa kemana saja dengan kendaraan mobil. Dampak negatifnya adalah sejumlah

perjalanan menuju daerah pedalaman atau pedesaan memakai kendaraan mobil

sehingga akhirnya merusak sumber daya alam tersebut.

b) Strategi Transportasi

Strategi ini menggunkan manajemen transportasi yang berhubungan dengan

kebijkan penggunaan lahan. Dimana kebijakan ini berkaitan dengan pengaturan

lokasi, skala pegunjung, kepadatan dan pola lalu lintas, dan semua hal tadi berdampak

pada aliran lalu lintas. Perencanaan penggunaan lahan yang ada berdampak pada

pengurangan jumlah perjalanan yang tidak diperlukan, mencegah penundaan

aktivitas, dan memberi kesempatan pula kepada penggunaan transportasi yang ramah

lingkungan. Mowforth dan Munt (1998) menyatakan tentang pembatasan kendaraan

bermotor di daerah yang alami. Jadi pada intinya, strategi transportasi ini berusaha

mengontrol keseimbangan laju pendatang ke daerah yang lingkungan alamnya masih

harus dilindungi. (Dinasti Sitepu, 2005:90)

2. Pengaruh Aksesibilitas dengan Pariwisata

Kebanyakan pelaku dan pengemar pariwisata berkeyakinan bahwa yang

menentukan kesuksesan sebagai sebuah destinasi wisata adalah akksebilitas. Tanpa

akses, sebagai destinasi wisata tidak akan berkembang karena kemudahan akses

menfasilitasi kedatangan wisatawan. Aksebilitas suatu obyek merupaka faktor

dominan dan sangat mempengaruhi mutu obyek wisata tersebut (Dinasti Sitepu,

(9)

commit to user

Aksesibillitas mencakup keseluruhan infrastruktur transportasi yang

menghubungkan wisatawan dari, ke dan selama di daerah tujuan wisata mulai dari

darat, laut, sampai udara. Akses ini tidak hanya menyangkut aspek kuantitas tetapi

juga insklusif mutu, ketepatan waktu, kenyamanan, dan keselamatan. Diskusi tentang

aksesibilitas biasanya lebih banyak menyoroti infrastruktur transportasi negara atau

daerah tujuan wisata. Mungkin akses dari negara asal ke tujuan mudah dan lancar.

Namun demikian akan timbul kesulitan lain jika di daerah tujuan wisata tidak tersedia

jaringan transportasi ke daerah sekitarnya (Abbas Salim, 2006 : 89)

Menurut Croall (1995) didalam kritiknya yang disebut “keaneragaman

pariwisata”, yang memaparkan permasalahan pada kelemahan dan kekurangan

manajemen pengunjung dan tingkat aksesibillitas dari suatu destinasi.

Transportasi biasanya bukan merupakan suatu kegiatan utama yang menjadi

permintaan konsumen (direct demand) tetapi merupakan suatu kegiatan yang bersifat

ikutan karena ada kegiatan lain yang ingin dicapai (derived demand). Sedikit orang

yang melakukan suatu perjalanan hanya karena ingin berjalan-jalan. Biasanya orang

ingin melakukan aktivitas tertentu di tempat yang mereka tuju. Misalnya, berlayar

dengan kapal pesiar disukai karena tempat wisata yang dituju bagus. Perjalanan

tersebut hanya merupakan kegiatan tambahan yang harus dilakukan.

3. Kegiatan Transportasi

Kegiatan transportasi adalah suatu aktivitas yang tergantung pada tiga hal,

yaitu : (1) komplementaris kegiatan antar daerah , (2) transferabilitas, dan (3)

opportunity cost. Komplementaris adalah suatu kondisi di mana terjadi perbedaan

(10)

commit to user

Transferabilitas adalah suatu kondisi yang menyebabkan memungkinkan adanya

aktivitas perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain, misalnya karena adanya

jalan dan mbil yang menghubungkan antara daerah satu dengan lainnya. Opportunity

cost adalah suatu nilai tambah yang diharapkan dari upaya melakukan suatu kegiatan

di tempat lain.

Banyak sekali wisatawan melakukan perjalanan wisatanya dengan

menggunkan bus-bus wisata terutama domesti. Kerapkali pemakai bus-bus wisata

adalah warga lanjut usia atau anak-anak sekolah yang pada umumnya merasa kurang

mampu menolong dirinya sendiri jika terjadai suatu kecelakaan. Bus-bus wisata ini

dalam beberapa hal busa berperan memperbaiki keadaan lingkungan seperti misalnya

menghemat ruang yang dipakai, arus lalu lintas akan lebih lancar dan sebegitu jauh

juga akan mengurangi kebusingan dan pencemaran. Upaya-upaya keselamatan dan

keamanan dapat tergantung pada kondisi bus-bus yang ada dan keadaan jalan yang

dilalui. Karena alasan tersebut dan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan

keselamatan dan keamanan perjalanan penumpang massal, maka Knator Pariwisata

harus berkerjasama dengan instansi terkait, perusahaan-perusahaan terbaik pembuat

bus-bus wisata dan usaha-usaha paket wisata untuk menetapkan

karakteristik-karateristik keselaman dan keamanan.

Pengemudi bus-bus wisata diharuskan menempuh ujian yang berat dan

mampu memenuhi standar profesi yang tertinggi, mereka harus bertanggung jawab

atas keselamatan dan keamanan banyak orang. Dibanyak negara sudah lama

diterapkan secara tegas keharusan para pengemudi bus-bus wisata untuk menjalani

(11)

commit to user

dan swasta telah menyelenggarakan kampanye keperluan para pengemudi bus-bus

wisata diharuskan untuk tidak boleh bekerja melebihi jam kerja yang sudah

ditetapkan oleh perusahaan. Pengguna paket wisata harus mencegah pelaksanaan

rencana perjalanan terlalu ketat dan harus mencegah pula agar bus-bus wisata mereka

dijalankan dengan batas kecepatan maksimum.

Salah satu aspek penting dalam sistem dasar pariwisata berkaitan dengan

fasilitas atau sarana pariwisata. Usaha sarana pariwisata dari pihak yang menyediakan

sarana dan pelayanan wisata bermaksud agar perjalanan atau pengalaman wisatawan

menjadi bermanfaat. Transportasi memilki posisi yang penting dan strategis dalam

pembangunan bangsa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dan tercermin

pada kebutuhan mobilitas seluruh sektor dan wilayah. Trasnportasi merupakan saran

yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian,

memperkukuh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi semua aspek kehidupan

bangsa dan negara. Pentingnya trasnportasi terlihat dari semakin meningkat

kebutuhan jasa angkutan bagi mobilitas orang dan barang dari daerah tertentu ke

suatu pelosok Tanah Air, bahkan dari tempat tertentu ke luar negeri. Transportasi

berperan sebagai penunjang, pendorong dan pengerak bagi pertumbuhan daerah yang

berpotensial . Namun daerah yang berprospek potensial ini belum berkembang

sebagai upaya peningkatan dan pemerataan pembangunan serta hasil-hasilnya.

Mengacu pada definisi pariwisata tourism is a temporary movement of people from

one pleace to another berarti keberadaan industri transportasi sangat penting dengan

mempertimbangkan bahwa perjalan wisata menyangkut mobilitas manusia dari satu

(12)

commit to user

hanya sebagai sarana mobilisasi, melainkan juga sebagai atraksi wisata (part of

leisure). Transportasi merupakan pemindahan manusia atau barang dari suatu tempat

ke tempat lain dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakakan oleh manusia

atau mesin. Transportasi dugunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan

aktivitas sehari-hari. Pengertian transportasi adalah the means to reach the destination

and also means of movement at the destination yang artinya fungsi transportasi

sebagai alat untuk mencapai daerah tujuan wisata dan alat bergerak selama berada di

daerah tujuan wisata tersebut (Osmayanti, 122).

Dalam bukunya Kepariwisataan dan Perjalanan, Muljadi A.J mengatakan

usaha penyediaan angkutan wisata diselengarakan oleh perseroan terbatas, koperasi

atau perorangan. Kegiatan usaha penyediaan angkutan wisata meliputi:

a) Penyediaan sarana angkutan wisata yang baik dan aman,

b) Penyediaan tenaga pengemudi dan pembantu pengemudi

Penyediaan angkutan wisata pada dasarnya dilakukan oleh penyelenggara

penyediaan angkutan wisata, namun demikaian mengingat situasi dan kondisi pada

saat ini, penyedia angkutan wisata dapat pula dilakukan oleh usaha angkutan umum

dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perudang-undangan

di bidang Kepariwisataan.

(13)

commit to user

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang mana didalam

penelitian ini mengumpulkan data yang diperoleh melalui obervasi dan

membandingkan dengan teori di perkuliahan yang telah diajarkan.

1. Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di tiga perusahaan yang mengelola Batik Solo Trans.

Pertama di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta selaku

regulator Batik Solo Trans, terletak di Jl. Menteri Supeno No.7 Manahan Surakarta.

Kedua dilakukan di Perum Damri UBK Surakarta yang berlokasi di Jl. Raya Palur –

Surakarta. Ketiga dilakukan di PT. Bengawan Solo Trans yang berlokasi di Jl. KH

Agus Salim No.17 Sondakan, Solo.

2. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data-data yang lengkap dilakukan dengan cara-cara

antara lain, observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen.

a. Observasi

Observasi adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan jalan

mengamati, meneliti atau mengukur kejadian yang sedang berlangsung. Dengan cara

ini data yang diperoleh adalah factual dan actualdalam artian data yang dikumpulkan

diperoleh pada saat peristiwa berlangsung ( Endar Sugiarto dan Kusmayadi,

(14)

commit to user

Observasi dilakukan dengan mengikuti kegiatan pada jam operasional

kerja Batik Solo Trans pada bulan Maret – April 2014. Observasi dilakukan secara

langsung dengan mengamati tentang kondisi Batik Solo Trans meliputi fasilitas Batik

Solo Trans, kualitas pelayanan, potensi dan pengelolaan Batik Solo Trans sehingga

memperoleh data yang akurat. Dalam observasi dilakukan juga dengan pemotretan

secara detail yang ada di Batik Solo Trans.

b. Wawancara

Wawancara merupakan proses interaksi dan komunikasi antara

pengumpul redaksi data dengan koresponden cara mengumpulkan data dengan

bertanya langsung kepada responden dan jawaban –jawaban dicatat atau direkam (

Endar Sugiarto dan Kusmayadi, 2000:83)

Pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan tanya jawab

dengan staff Bidang Angkutan Barang dan Orang Dishubkominfo Kota Surakarta,

Direktur PT. Bengawan Solo Trans dan Manejemen Perum Damri Surakarta pada

bulan Maret - April 2014.

c. Studi Arsip atau Dokumen

Studi arsip merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data

dengan melakukan pencarian arsip dan dokumen yang diperlukan. Studi dokumen

yang digunakan seperti data pencapaian Bus Batik Solo Trans, kronologi

pengoprasian Batik Solo Trans, rencana pengembangan dan pengembangan yang

(15)

commit to user d. Studi Pustaka

Studi pustaka merupakan segala usaha yang dilakukan untuk

mengumpulkan informasi yang sesuai dengan masalah yang akan atau sedang diteliti

seperti mancari dari situs internet atau buku-buku diperpusatakaan dan lab tour D3

Usaha Perjalanan Wisata.

3. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah proses pengorganisasian data dan

mengurutkan ke dalam pola, katagori dan satuan uraian dasar sehingga dapat

ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh

data.Teknik analisis yang digunakan dengan metode descriptif dimana penulis

menjabarkan keterangan-keterangan maupun data yang didapatkan kemudian

menganalisis dari data-data yang didapatkan.

Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja

dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat

dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang

penting dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang

lain(Bogdan & Biklen, 1982).

(16)

commit to user

Hasil Penelitian yang diperoleh setelah dilakukan analisis kemudian

disusun dalam bentuk laporan akhir dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan, berisi uraian tentang Latar Belakang Permasalahan,

Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Kajian Teori, Metode

Penelitian, dan Sistematika Penulisan.

Bab II Gambaran Umum Transportasi Kota Solo dan Pengelola

Batik Solo Trans, berisi tentang Transportasi Umum Kota Solo,Profil Batik Solo

Trans dan Pengelola Transportasi Batik Solo Trans

Bab III Potensi Pengembangan Batik Solo Trans Sebagai Penunjang

Transportasi Wisata Kota Solo, berisi uraian tentang Potensi Pengembangan Batik

Solo Trans Sebagai Penunjang Transportasi Wisata Kota Solo, Kendala Yang

Dihadapi Dalam Pengembangan Batik Solo Trans dan Strategi Pengembangan Batik

Solo Trans.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk dapat mengembangkan Kota Solo menjadi kota wisata kreatif maka perlu melakukan upaya pengembangan, yaitu dengan cara merealisasikan slogan “Solo Kreatif, Solo Sejahtera”

Kesimpulan dari penulisan Tugas Akhir ini yaitu Pasar Gede selain sebagai pusat perputaran roda ekonomi di Kota Solo juga memiliki potensi wisata budaya dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasiprogram Batik Solo Trans (BST) di kota Surakarta tahun 2014, dan faktor yang menghambat implementasi

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa potensi musik keroncong di Kota Solo sebenarnya sangatlah baik sebagai daya tarik wisata budaya.. Dilihat dari

Berdasarkan diagram tersebut (Gambar 6) maka variabel yang perlu diprioritaskan dalam meningkatkan pelayanan Batik Solo Trans sebagai pendukung sektor pariwisata di

Potensi pengembangan wisata kota atau kota wisata dapat dilihat dari beberapa atribut kota adalah sebagai berikut: balai kota, kawasan jalan, monumen kota, kuliner, kampus

Batik Solo Trans, alat transportasi massal khusus dalam kota Solo yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 1 September 2010 ini merupakan program pemerintah Solo untuk

Beberapa contoh sistem transportasi yang ada di kota Solo adalah:  Bus Tingkat Wisata Werkudara, yang merupakan bus berwarna merah dengan atap yang bisa dibuka.. Bus ini mengenang