• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. BPR GAJAH MUNGKUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PT. BPR GAJAH MUNGKUR"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA

PERIODE JANUARI S/D DESEMBER 2019

PT. BPR GAJAH MUNGKUR

Jl. RAYA NGADIROJO NO.23 NGADIROJO WONOGIRI TELP.(0273) 323 141, 523 7058

FAX (0273) 323 142

(3)

LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PT BPR GAJAH MUNGKUR

PERIODE JANUARI S/D DESEMBER 2019

Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.

4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 5/SE OJK.03/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT, maka PT BPR GAJAH MUNGKUR pada tahun 2019 merealisasikan pembuatan Laporan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2019 dengan mengacu padaprinsip-prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency), dan kewajaran (fairness)denganpenjelasanbahwa :

a. Keterbukaan (transparency)yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.

b. Akuntabilitas (accountability) yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ BPR sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif.

c. Pertanggungjawaban (responsibility) yaitu kesesuaian pengelolaan BPR dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip pengelolaan BPR yang sehat.

d. Independensi (independency) yaitu pengelolaan BPR secara profesional tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun.

e. Kewajaran (fairness) yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak- hak pemangku kepentingan (stakeholders) yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundangundangan.

LaporanPenerapan Tata Kelolatersajikansebagaiberikut : I. POKOK-POKOK ISI LAPORAN

Mengacu pada Pasal 75 POJK No.4/2015) dan SE OJK No. 5/2015 tentang Penerapan Tata kelola, pokok-pokok isi laporan disusun sebagai berikut:

a. Ruang lingkup Tata Kelola adalah penilaian faktor-faktor yang meliputi :

1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi;

(4)

2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris;

3. Pelengkapan dan pelaksanaan tugas atau fungsi komite;

4. Penanganan benturan kepentingan;

5. Penerapan fungsi kepatuhan, audit intern, dan audit ekstern;

6. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian intern;

7. Patas maksimum pemberian kredit;

8. Rencana bisnis BPR;

9. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan.

Selain itu hasil penilaian (self assesment) atas penerapan Tata Kelola BPR yang akan disajikan dalam Kertas Kerja tersendiri dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam Laporan ini.

b. Kepemilikan saham anggota Direksi serta hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Direksi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lain dan/atau pemegang saham BPR

c. Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris serta hubungan keuangandan/atau hubungan keluarga anggota Dewan Komisaris dengan anggotaDewan Komisaris lain, anggota Direksi dan/atau pemegang saham BPR.

d. Paket/kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Direksi dan Dewan e. Rasio gaji tertinggi dan gaji terendah;

f. Frekuensi rapat Dewan Komisaris.

g. Jumlah penyimpangan intern yang terjadi dan upaya penyelesaian oleh BPR;

h. Jumlah permasalahan hukum dan upaya penyelesaian oleh BPR;

i. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan; dan

j. Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan kegiatan politik, baik nominal maupun penerima dana.

II. URAIAN DARI POKOK-POKOK LAPORAN a. Ruang lingkup Tata Kelola

1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi : i. Jumlah dan komposisi anggota Direksi :

Jumlah anggota Direksi 2 orang :

1. Agus Salim, SE sebagai Direktur Utama.

2. Maryati, SE sebagai Direktur Yang membawahkan Fungsi Kepatuhan.

Masing-masing diangkat sesuai dengan surat persetujuan OJK No. S-109/KO.032/2016 dan RUPS No. 42 tanggal 23 Februari 2016 dan persetujuan OJK No. S-423/KO.0301/2017

(5)

dan RUPS No. 35 Tanggal 27 September 2017 dan di perpanjang jabatannya sesuai putusan RUPS No. 20 tanggal 15 Januari 2018

ii. Tindak lanjut rekomendasi Dewan Komisaris;

Direktur Utama dan Direktur Yang membawahkan Fungsi Kepatuhan telah menjalankan tugas operasional BPR dengan baik, secara umum telah menindaklanjuti rekomendasi Dewan Komisaris.

iii. PelaksanaanOperasional

Direksi telah melaksanakan/merealisasikan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan, secara umum dapat mencapai target yangtelah di tetapkan .

(dalamribuan)

Keterangan Rencana 2019 Realisasi 2019

Asset 52.164.246 52.376.434

Tabungan 15.368.295 16.874.302

Deposito 15.595.000 17.217.600

Kredit 37.348.109 35.857.347

LabaSebelumPajak 1.755.752 1.757.282

LabaBersihsetelahPajak 1.443.332 1.448.197

NPL Groos 2,5 % 3,88 %

NPL Net 2,3 % 3,29 %

BOPO 75,26 % 77,36 %

ROA 3,87 % 3,64 %

Cash Ratio 23,38 % 24,61 %

CAR / Permodalan 22,63 % 37,88 %

LDR / Loan To Deposit Ratio

86,83 % 79,35 %

iv. BMPK

Tidak terdapat pelanggaran BMPK

(6)

v. Tata Kelola, Fungsi Kepatuhan dan Manajamen Risiko

Direksi telah menerapkan Tata Kelola, Fungsi Kepatuhan dan Manajemen Risiko sesuai ketentuan-ketentuan mengenai kebijakan,pelaksanaan dan laporan-laporan telah dilaksanakan.

Hasil penilaian self assessment dengan nilai dan peringkat komposit 1,46 (Sangat Baik). Kepatuhan terhadap ketentuan menunjukan hasil baik, tercermin dari temuan audit OJK menurun dibandingkan pemeriksaan sebelumnya, namun belum mencapai target penurunan. Penerapan Manajemen Risiko mengekspose Profil Risiko pada tingkat Rendah (angka 4).Surat penyampaian laporan-laporanke OJK dan istansi-instansi sebagaimana diatur dalam ketentuan telah dilakukan.

vi. Transparansi Kondisi keuangan dan non keuangan

Direksi telah membuat Laporan Keuangan Tahunan yang diperiksa oleh Kantor Akuntan Publik Wartono & Rekan yang tercatat di OJK dan telah disetujui RUPS , dan sudah disampaikan ke OJK.

Direksi telah mendokumentasikan penanganan pengaduan nasabah an.Sdr.Tumini Tanggal pengaduan 01/BPR-GM/XII/2019 dan an.Sdr.Any Wahyu Setiawati 03/BPR-GM/XII/2019

2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris : i. Jumlah dan komposisi anggota Dewan Komisaris :

1. Dr. Ir .Wisnu Sakti Dewobroto, MSc sebagai Komisaris Utama 2. Drs. Suharno, MM. Akt sebagai Komisaris

Masing-masing Lulus Fit and Proper Tes Ojk dengan surat No.12/139/DKBU/IDAd/Slo/Rahasia tanggal 4 Mei 2010, RUPS No.

02 tanggal 3 Agustus 2010 dan No. S-433/KO.03011/2017 RUPS No. 20 tanggal 15 Januari 2018

ii. Tidak lanjut Rekomendasi Dewan Komisaris Kepada Direksi Rekomendasi Dewan Komisaris sudah ditindaklanjuti.

iii. Fungsi Pengawasan Dewan Komisaris

Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan dengan kegiatan : 1. Kehadiran di kantor BPR minimal seminggu sekali pada hari yang

berbeda di setiap jam kerja.

(7)

2. Menyelenggarakan rapat minimal 4 kali dalam 1 tahun. Rapat telah diselenggarakan sebanyak 5 kali,rincian pada butir Risalah rapatII.(f)

3. Mengawasi dan memberikan saran-saran kepada Direksi, dengan pengawasan langsung (OTS) dan tidak langsung (memeriksa berkas-berkas)

4. Menyetujui pembuatan pedoman-pedoman kerja antara lain pedoman kerja mengenai :

i. Pedoman Perkreditan No 24/BPR-GM/SK-Dir/X /2019

5. Mengawasi dan mengevaluasi Kebijakan antara lain kebijakan mengenai Tata Kelola, Fungsi Kepatuhan dan Manajemen Risiko.

6. Kepemilikan saham anggota Direksi serta hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Direksi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lain dan/atau pemegang saham BPR .

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham :

Susunan pengurus yang tercatat dalam administrasi Bank adalah sebagai berikut:

PENGURUS

JABATAN NAMA

Komisaris Utama Dr. Ir. Wisnu Sakti

Dewobroto, MSc

Komisaris Drs. Suharno, MM. Akt.

Direktur Utama Agus Salim, SE

Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan

Maryati, SE

(8)

PEMEGANG SAHAM 1 = Rp1.000 PEMEGANG SAHAM KEPEMILIKAN SAHAM

Nominal %

1. Drs. H. Sumaryoto 1.083.000,- 27,08 %

2. Hj. SutarmiSumaryoto 2.000.000,- 50,00 % 3. NikenSukmasari, SE. Akt. 250.000,- 6,25 % 4. Dr. Ir. Wisnu Sakti Dewobroto, MSc 250.000,- 6,25 % 5. Ayuning Sekar Suci, MIB, MA 250.000,- 6,25 %

6. Darmono, SE 167.000,- 4,17 %

TOTAL 4.000.000,- 100 %

Daftar Kepemilikan Saham Direksidan hubungan keluarga/keuangan di PT BPR Gajah Mungkur

Direksi Kepemlikan Saham

(%) Hubungan

keluarga/keuangan Sdr. Agus

Salim,SE/Dirut Dirut tidak memiliki saham di PT. BPR Gajah Mungkur

Dirut (Sdr. Agus Salim) tidak mempunyai

hubungan keluarga dengan sesama Direksi, Komisaris, dan Pemegang Saham.

Sdri. Maryati, SE /Direktur yang

membawahkanfungsike patuhan

Direktur tidak memiliki saham di PT. BPR Gajah Mungkur

Direktur (Sdri.

Maryati) tidak mempunyai

hubungan keluarga dengan sesama Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham.

Daftar Kepemilikan Saham Direksi dan hubungan keluarga/keuangan di BPR lain

Direksi KepemilikanSaham Hubungankeluarga/ke uangan

Sdr. AgusSalim, SE

/Dirut Dirut tidak memiliki

saham di BPR lain. Nihil Sdri. Maryati, SE

/Direktur yang

membawahkan fungsi kepatuhan

Direktur tidak memiliki saham di BPR lain.

Nihil

(9)

Daftar Kepemilikan Saham Direksi dan hubungan keluarga/keuangan di perusahaan lain

Direksi Kepemilkan Saham Hubungankeluarga/ke uangan

Sdr. AgusSalim, SE

/Dirut Nihil Nihil

Sdri. Maryati, SE

/Direktur Nihil Nihil

7. Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris serta hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Dewan Komisaris dengan anggota Dewan Komisaris lain, anggota Direksi dan/atau pemegang saham BPR.

Daftar Kepemilikan Saham Dewan Komisaris Di PT BPR Gajah Mungkur

Komisaris Kepemlikan Saham Hubungan keuangan/keluarga Sdr. Dr. Ir. Wisnu

Sakti Dewobroto, MSc /Komut

Sahamsebesar 6,25 % di BPR Gajah Mungkur

Sebagai Pemegang Saham PT. BPR Gajah Mungkur, yang

bersangkutan anakke 2 dari Ibu Sutarmi

Sumaryoto sebagai Pemegang Saham

Pengendali 50% saham.

Sdr.Drs.Suharno,MM

Akt /Komisaris Nihil Nihil

Daftar Kepemilikan Saham Dewan Komisaris Di BPR lain

Komisaris Kepemilikan Saham Hubungan keuangan/keluarga Sdr.Dr. Ir. Wisnu

Sakti Dewobroto, MSc /Komut

Nihil Nihil

Sdr.Drs.Suharno,MM

Akt /Komisaris Nihil Nihil

Daftar Kepemilikan Saham Dewan Komisaris Di perusahaanlain

Komisaris Kepemilikan Saham Hubungan keuangan/keluarga Sdr.Dr. Ir. Wisnu

Sakti Dewobroto, MSc /Komut

Nihil Nihil

Sdr.Drs. Suharno,MM

Akt /Komisaris Nihil Nihil

(10)

d. Paket/kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang ditetapkan berdasarkan RUPS.

Daftar paket/kebijakan remunerasi Pengurus 1. Berupa uang

Jenis

remunerasi Direksi Dewan Komisaris

Sdr. AgusSalim,

SE Sdri. Maryati, SE Sdr. Dr. Ir.

Wisnu Sakti Dewobroto, MSc.

Sdr. Drs. Suharno, MM.Akt

1.Gaji/Honor Rp.192.000.000,- Rp.156.000.000,- Rp.90.000.000,- Rp.72.000.000,- 2.Tunjangan

kemahalan Rp. - Rp. - Rp. - Rp. -

3.Tantiem Rp.34.892.348,- Rp.28.548.285,- Rp.19.032.190,- Rp. 14.802.814,- 4.Kompensasi

berbasis

saham Rp. - Rp. - Rp. - Rp. -

JumlahGajiK

eseluruhan Rp.226.892.348,- Rp.184.548.285,- Rp.109.032.190, -

Rp. 86.802.814,-

2. Berupa fasilitas lain/non uang Jenis

remunerasi Direksi Dewan Komisaris

Sdr.Agus

Salim, SE Sdri.Maryati, SE Sdr.Dr.Ir.Wisnu Sakti

Dewobroto, MSc. Sdr.Drs.

Suharno. MM 1.Perumahan Tidakada Tidakada Tidak ada Tidak Ada 2.Transporta

si Mobil dinas Mobil dinas

Tidak ada Tidak Ada

3.Asuransi

Kesehatan BPJS BPJS Tidak ada Tidak Ada

4.Telp Cell Tidakada Tidakada Tidakada Tidak Ada

e. Rasio gaji tertinggi dan terendah, dalam skala perbandingan:

1) rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah : 70% : 30%

2) rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah : 60% : 40%

3) rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah : 60% :40%

4) rasio gaji Direksi tertinggi dan Komisaris tertinggi : 70% : 30%

5) rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi : 58% : 42%

f. Frekuensi rapat Dewan Komisaris.

1) Jumlah rapat yang diselenggarakan dalam 1 (satu) tahun;

Rapat diselenggarakan sebanyak 5 kali dalam 1 tahun 2019

2) Jumlah rapat yang dihadiri secara fisik dan/atau melalui teknologi telekonferensi;

Jumlah rapat yang dihadiri secara fisik sebanyak 5 kali, sedangkan yang melalui teknologi infromasi belum pernah.

3) Kehadiran masing-masing anggota di setiap rapat;

Rapat sebanyak 5 kali dalam 1 tahun selalu dihadiri oleh seluruh anggota Komisaris

(11)

4) Topik atau materi rapat;

No Tanggal Materi Rapat

1 31 Januari 2019 Evaluasi laporan Keuangan 2018 2 10 Juni 2019 Rencana Bisnis BPR

3 02 Agustus 2019 Evaluasi RBB triwulan I 2019

4 15Nopember 2019 Isu strategis penataan sdm,evaluasi kerja 5 09Desember 2019 Pembahasan dan Pengesahan RBB 2020

g. Jumlah penyimpangan intern yang terjadi dan upaya penyelesaian oleh BPR;

Ditemukan ada1 (satu) internal fraud telah dilakukan penyelesaiannya tidak melalui proses hukum.

Jumlah internal fraud yang telah ditindaklanjuti tidak melalui proses hukum, sebagimana table sebagaiberikut :

Internal

Fraud Jumlah kasus yang dilakukan oleh dalam

1tahun Direksi Dewan

Komisaris Pegawai tetap Pegawai tidak tetap

Tahun sebelum nya

Tahun

laporan Tahun sebelum nya

Tahun

laporan Tahun sebelum nya

Tahun

laporan Tahun sebelum nya

Tahun laporan

Total Fraud Telah diselesai kan

Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 1 Nihil Nihil

Nihil Nihil Nihil Nihil

Dalam proses penyeles aian di internal BPR

Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

Belum diupayak an

penyeles aiannya Telah ditindakl anjuti melalui proses hukum.

Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

Nihil Nihil Nihil Nihil

(12)

h. Jumlah permasalahan hukum dan upaya penyelesaian oleh BPR;

Permasalahan Hukum Jumlah

Perdata Pidana

Telah selesai (telah mempunyai

kekuatan hukum yang tetap) Nihil Nihil

Dalam proses penyelesaian Nihil Nihil

Total Nihil Nihil

i. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan No Nama dan Jabatan

Pihak yang Memiliki Benturan

Kepentingan

Nama dan Jabatan Pengambil Keputusan

Jenis

Transaksi Nilai Transaksi

(jutaan Rupiah)

Keterangan

*)

Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

*) - tidak sesuai sistem dan prosedur yang berlaku; dan

- menjelaskan keterkaitan antara nama dan jabatan pihak yang memiliki benturan kepentingan dengan nama dan jabatan pengambil keputusan.

j. Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan kegiatan politik, baik nominal maupun penerima dana.

No Kegiatan Sosial Jumlah (Rp)

1. Sumbangan Anak Yatim 13.037.900,-

2. Sembako pada masyarakat kurang mampu 9.534.500,-

3. Sumbangan YPAC 600.000,-

4. Sumbangan Masjid 900.000,-

5. Sumbangan air bersih 2 wilayah 13.960.000,- 6. Bedah rumah diBulurejo, Baturetno 5.002.000,-

III. PENUTUP

Laporan Penerapan Tata Kelola BPR yang mengacu pada prinsip “TARIF” pada dasarnya merupakan seluruh proses kerja (businnes process) PT BPR Gajah Mungkurselama satu tahun melalui pendekatan pemberdayaan seluruh Sumber Daya yang ada di BPR sehingga mengupayakan tidak terdapat data/informasi strategis dan signifikan yang tertinggal. Namun demikian apabila dikemudian hari ditemukan data/informasi penting yang belum dilaprkan , maka agar segera dilakukan up-date terhadap Laporan ini.

Wonogiri, 28 April 2020.

PT BPR Gajah Mungkur

KOMISARIS UTAMA DIREKTUR UTAMA

(Dr.Ir. WisnuSakti Dewobroto, MSc.) (Agus Salim, SE)

(13)

Laporan Tata Kelola 2019 CC Pak Didik

Dari:Bpr Gajah Mungkur ([email protected]) Kepada:[email protected]

Tanggal:Rabu, 29 April 2020 13.59 WIB

Dengan ini kami sampaikan Laporan Tata Kelola 2019.

Terima Kasih

kirimojk.rar 861.6kB

IMG_0001.pdf 289.8kB

Referensi

Dokumen terkait

Tidak memiliki hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang

Anggota komite yang merupakan pihak independen tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris,

Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris Bank yang tidak memiliki hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan saham, dan/atau hubungan

Seluruh Pihak Independen anggota Komite Audit tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi

Dewan komisaris independen berperan sebagai pihak yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham/ hubungan keluarga dengan anggota

b. Anggota  Komite  tidak  memiliki  hubungan  keuangan,  kepengurusan,  kepemilikan  saham  dan/atau  hubungan  keluarga  dengan  Dewan  Komisaris,  Direksi 

Hubungan Keuangan Anggota Dewan Komisaris dengan Pemegang Saham Pengendali, Anggota Dewan Komisaris lain dan/atau anggota Direksi PT.. Hubungan Keuangan Anggota

Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/atau keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali