4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Susan Spa and Resort
Susan Spa and Resort, Bandungan merupakan salah satu spa and resort yang berlokasi di Dusun Piyoto Bandungan Kabupaten Semarang, lebih tepatnya di Lereng Gunung Ungaran Bandungan Kabupaten Semarang. Susan Spa and Resort tergolong sebagai hotel yang baru dengan model bangunan yang modern, fasilitas yang dimiliki lengkap, menawarkan beberapa produk akomodasi Meeting, Gathering, Birthday, Graduation, Pre-Wedding, Wedding & Honeymoon, jasa katering. Produk yang paling terkenal adalah La Kana Chapel dan Spa on the sky.
Selain itu ada beberapa tipe kamar yang dijual seperti tipe Superior, Deluxe, Suite, Grand Suite, Guest House dan Family Room yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp. 600.000 per malam. Interiornya didesain bergaya Eropa, tampak indah dan elegan.
Susan Spa and Resort menawarkan suasana menyenangkan untuk menghabiskan liburan. Tidak hanya akomodasi yang nyaman, Susan Spa and Resort, Bandungan juga mempunyai taman yang luas dan indah untuk resepsi pernikahan atau acara sejenisnya, rekreasi, spa, dan restoran yang menyajikan menu yang cukup beragam. Selain itu, Susan Spa and Resort juga menawarkan fasilitas olahraga yang terdiri dari gym dan kolam renang semi outdoor. Fasilitas lain yang bisa dijumpai di Susan Spa and Resort antara lain toko souvenir, klub anak, layanan laundry, dan areal parkir beserta jasa parkir valet. Lokasi Susan Spa and Resort memiliki aksesibilitas yang baik seperti dekat dengan pasar Bandungan, pabrik tahu, candi Gedung serta dapat melihat view kota Semarang dengan jelas.
Susan Spa and Resort mempunyai beberapa strategi dalam promosi, dimana Susan Spa and Resort melakukan beberapa kegiatan promosi antara lain advertising menggunakan fanpage Facebook, iklan radio di Kota Semarang dan kota Ungaran, baliho yang tersebar di beberapa titik di kota Semarang dan sepanjang jalan menuju Bandungan. Selain itu, promosi yang paling berpengaruh adalah Word Of Mouth yang dilakukan masyarakat yang sudah menggunakan jasa
Susan Spa. Para karyawan yang bekerja di Susan Spa and Resort, Bandungan memiliki sifat responsif, suka membantu, dan ramah. Karyawan akan tanggap dengan apa yang diinginkan oleh konsumen, dan ramah dalam menjawab dan melayani konsumen.
4.2. Hasil Penelitian
4.2.1. Deskriptif Karakteristik Responden
Subyek yang dijadikan responden dalam penelitian ini konsumen yang pernah melakukan keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan dengan sampel yang digunakan sebanyak 115 orang. Gambaran umum subyek penelitian dilakukan dengan menguraikan karakteristik meliputi jenis kelamin, usia, dan pekerjaan responden.
Gambaran karakteristik responden penelitian berdasarkan jenis kelamin, usia, dan pekerjaan dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Karakteristik Responden Berkaitan dengan Jenis Kelamin
Karakteristik responden konsumen yang pernah melakukan keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan berkaitan dengan jenis kelamin responden dapat digambarkan sebagai berikut:
Tabel 4.1. Deskripsi Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Frekuensi %
Laki-laki 42 36.5
Perempuan 73 63.5
Total 115 100,0
Gambaran distribusi frekuensi berkaitan dengan jenis kelamin responden yang pernah melakukan keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan, terbanyak adalah yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 73 orang dan jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 42 orang.
2. Karakteristik Responden Berkaitan dengan Usia
Karakteristik responden yang pernah melakukan keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan berkaitan dengan usia responden dapat digambarkan sebagai berikut :
Tabel 4.2. Deskripsi Usia Responden
Usia Frekuensi %
18 – 28 tahun 36 31.3
29 – 39 tahun 40 34.8
40 – 50 tahun 30 26.1
51 – 60 tahun 9 7.8
Total 115 100,0
Gambaran distribusi frekuensi berkaitan dengan usia responden yang pernah melakukan keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan, terbanyak adalah yang berusia 29-39 tahun sebanyak 40 orang. Diikuti oleh orang yang berumur antara 18-28 tahun sebanyak 36 responden. Kemudian diikuti oleh mereka yang berumur antara 40-50 tahun sebanyak 30 responden dan sisanya jumlah responden yang berumur antara 51-60 tahun sebanyak 9 responden. Hasil ini mengindikasikan bahwa konsumen Susan Spa and Resort, Bandungan kebanyakan berusia muda dewasa. Hal ini dimungkinan karena pada usia tersebut, merupakan usia produktif, kebanyakan mereka telah bekerja.
3. Karakteristik Responden Berkaitan dengan Pekerjaan
Karakteristik responden yang pernah melakukan keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan berkaitan dengan pekerjaan responden dapat digambarkan sebagai berikut:
Tabel 4.3. Deskripsi Pekerjaan Responden
Pekerjaan Frekuensi %
Pelajar 17 14.8
Mahasiswa 28 24.3
Wiraswasta 38 33
Pegawai Swasta 25 21.7
Lain-Lain 7 6.1
Total 115 100,0
Gambaran distribusi frekuensi berkaitan dengan pekerjaan responden yang pernah melakukan keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan, terbanyak adalah yang bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 38 orang. Diikuti oleh mereka yang bekerja sebagai mahasiswa sebanyak 28 responden. Kemudian diikuti oleh mereka yang bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 25 responden. Responden yang bekerja sebagai pelajar sebanyak 17 responden dan responden yang bekerja selain itu sebanyak 7 responden.
4.2.2. Deskriptif Variabel Penelitian
Analisis data secara deskriptif ini menguraikan hasil analisis terhadap responden dengan menguraikan tanggapan dari 115 responden berkaitan dengan marketing mix serta Keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan berdasarkan data dari kuesioner yang terkumpul.
Dalam pembahasan penelitian ini akan dijelaskan tentang rata-rata tanggapan responden terhadap indikator-indikator variabel secara keseluruhan serta jumlah responden yang memberikan jawaban terhadap masing-masing indikator variabel.
Untuk mengetahui hasil rata-rata tanggapan responden digunakan interval class yang bertujuan untuk menghitung nilai atau skor jawaban yang diisi oleh responden.
Nilai Tertinggi – Nilai Terendah 5 -1
Interval kelas = = = 0,8 Jumlah kelas 5
Tabel 4.4. Kelas Interval
No. Interval Rata-rata Kategori 1 1,00 ≤ x < 1,80 Sangat Tidak Baik
2 1,80 ≤ x < 2,60 Tidak Baik
3 2,60 ≤ x < 3,40 Netral
4 3,40 ≤ x < 4,20 Baik
5 4,20 ≤ x < 5,00 Sangat Baik Sumber: Simamora (2004, p.131)
Dalam pembahasan penelitian ini akan dijelaskan tentang rata-rata tanggapan responden terhadap indikator-indikator variabel secara keseluruhan serta jumlah responden yang memberikan jawaban terhadap masing-masing indikator variabel.
Untuk lebih jelasnya, maka berikut ini merupakan hasil dari tanggapan responden dari masing – masing variabel, yaitu sebagai berikut :
1. Analisis Deskriptif Variabel Product (X1)
Dalam hal ini berisi tanggapan responden berkaitan dengan variabel Product yaitu suatu barang atau jasa yang ditawarkan oleh Susan Spa and Resort, Bandungan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Variabel Product (X1) diukur melalui 2 indikator yaitu variasi produk dan kualitas jasa.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuisioner yang kembali dan telah diisi oleh responden mengenai variabel Product diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel. 4.5. Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Product (X1)
No Pernyataan Mean Kategori
1
Produk yang ditawarkan oleh Susan Spa And Resort, Bandungan sangat bervariasi seperti kamar, SPA, chapel, restoran, ballroom, dll.
3,64 Baik
2 Susan Spa And Resort, Bandungan
memberikan layanan yang berkualitas 3,16 Netral Mean Secara Keseluruhan Variabel Product (X1) 3,40 Baik
Berdasarkan pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa tanggapan sebagian besar responden akan variabel Product (X1) menyatakan Baik. Hal ini menunjukkan bahwa responden menganggap produk yang ditawarkan oleh Susan Spa and Resort, Bandungan kepada para konsumenya selama ini sudah sesuai dengan harapan mereka.
2. Analisis Deskriptif Variabel Price (X2)
Dalam hal ini berisi tanggapan responden berkaitan dengan variabel Price yaitu sejumlah uang yang dikeluarkan konsumen dengan manfaat yang didapat untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari jasa pelayanan yang diberikan Susan
Spa and Resort. Dalam mengukur variabel Price digunakan 3 indikator yaitu harga sebanding dengan manfaat, potongan harga, dan harga terjangkau.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuisioner yang kembali dan telah diisi oleh responden mengenai variabel Price diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel. 4.6. Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Price (X2)
No Pernyataan Mean Kategori
1
Harga yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh di Susan Spa And Resort, Bandungan
3,72 Baik
2 Di Susan Spa And Resort, Bandungan
memberikan potongan harga yang menarik 3,26 Netral 3 Harga di Susan Spa And Resort, Bandungan
terjangkau 3,29 Netral
Mean Secara Keseluruhan Variabel Price (X2) 3,42 Baik
Berdasarkan pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hasil tanggapan responden akan variabel Price (X2) sebagian besar menyatakan Baik. Hal ini menunjukkan bahwa responden merasa harga yang ditawarkan Susan Spa and Resort, Bandungan sesuai dengan manfaat yang diperoleh dan sesuai dengan harapan konsumen.
3. Analisis Deskriptif Variabel Place (X3)
Dalam hal ini berisi tanggapan responden mengenai place yaitu tempat untuk melaksanakan kegiatan atau usaha sehari – hari. Variabel place diukur dengan 3 indikator yaitu lokasi mudah dijangkau, lokasi strategis, dan lokasi yang aman.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuisioner yang kembali dan telah diisi oleh responden mengenai variabel place diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel. 4.7. Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Place (X3)
No Pernyataan Mean Kategori
1
Lokasi di Susan Spa And Resort, Bandungan mudah dijangkau dengan kendaraan umum/
pribadi
3,16 Netral
2 Lokasi di Susan Spa And Resort, Bandungan
sangat strategis 3,80 Baik
3 Susan Spa And Resort, Bandungan mampu
menjamin rasa aman pengunjung 3,25 Netral
Mean Secara Keseluruhan Variabel Place (X3) 3,40 Baik
Berdasarkan pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hasil tanggapan responden akan variabel Place (X3) rata-rata menyatakan Baik. Hal ini menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran yang ditinjau berdasarkan place atau lokasi telah dilakukan cukup baik oleh Susan Spa and Resort, Bandungan.
Hal ini terwujud dengan sikap responden yang menganggap lokasi yang ditawarkan oleh Susan Spa and Resort, Bandungan strategis dan mudah dijangkau.
4. Analisis Deskriptif Variabel Promotion (X4)
Dalam hal ini berisi tanggapan responden berkaitan dengan variabel Promotion yaitu kegiatan promosi Susan Spa and Resort yang dilakukan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Variabel promotion diukur melalui 3 indikator yaitu, iklan, pameran dan event, dan rekomendasi orang lain.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuisioner yang kembali dan telah diisi oleh responden mengenai variabel promotion diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel. 4.8. Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Promotion (X4)
No Pernyataan Mean Kategori
1 Iklan Susan Spa And Resort, Bandungan menarik 3,17 Netral 2 Susan Spa And Resort, Bandungan aktif mengikuti
pameran pada event tertentu 3,68 Baik
3
Saya memperoleh rekomendasi dari orang lain agar mengunjungi Susan Spa And Resort, Bandungan
3,69 Baik Mean Secara Keseluruhan Variabel Promotion (X4) 3,51 Baik
Berdasarkan pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hasil tanggapan responden akan variabel Promotion (X4) sebagian besar menyatakan Baik. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah mendapatkan rekomendasi orang lain agar mengunjungi Susan Spa And Resort, Bandungan serta mengunjungi pameran yang pernah diadakan.
5. Analisis Deskriptif Variabel People (X5)
Dalam hal ini berisi tanggapan responden mengenai variabel people yaitu orang-orang yang terlibat secara langsung dalam proses pemberian jasa di Susan Spa and Resort. Variabel People diukur dengan 3 indikator yaitu product knowledge karyawan, penampilan karyawan yang rapi, dan karyawan yang ramah.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuisioner yang kembali dan telah diisi oleh responden mengenai variabel People diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel. 4.9. Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel People (X5)
No Pernyataan Mean Kategori
1
Karyawan mampu menjelaskan produk Susan Spa And Resort, Bandungan dengan baik kepada konsumen
3,39 Netral
2 Penampilan karyawan di Susan Spa And Resort,
Bandungan menarik 3,48 Baik
3 Karyawan di Susan Spa And Resort, Bandungan
ramah 2,92 Netral
Mean Secara Keseluruhan Variabel People (X5) 3,26 Netral
Berdasarkan pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hasil tanggapan sebagian besar responden akan variabel People (X5) rata-rata menyatakan netral.
Hal ini menunjukkan bahwa bauran pemasaran yang ditinjau berdasarkan People ini telah dilakukan cukup baik oleh perusahaan. Tercermin dari sikap responden yang menganggap cukup baik pelayanan yang diberikan dilihat melalui sikap dan penampilan karyawannya.
6. Analisis Deskriptif Variabel Physical Evidence (X6)
Dalam hal ini berisi tanggapan responden mengenai Variabel Physical Evidence yaitu keadaan lingkungan fisik Susan Spa and Resort sebagai tempat
beroperasinya pemberian jasa kepada konsumen. Variabel Physical Evidence diukur dengan 2 indikator yaitu ruangan yang nyaman dan kelengkapan fasilitas pendukung.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuisioner yang kembali dan telah diisi oleh responden mengenai variabel Physical Evidence diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel. 4.10. Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Physical Evidence (X6)
No Pernyataan Mean Kategori
1 Konsumen merasakan kenyamanan saat berada di
dalam ruangan Susan Spa And Resort, Bandungan 3,03 Netral 2
Fasilitas pendukung yang disediakan Susan Spa And Resort, Bandungan lengkap (misal: lapangan parkir, toilet, playground, dll)
3,52 Baik Mean Secara Keseluruhan Variabel Physical
Evidence (X6) 3,28 Netral
Berdasarkan pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hasil tanggapan responden akan variabel Physical Evidence (X3) sebagian besar responden menyatakan Netral. Hal ini menunjukkan bahwa Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memahami pentingnya bukti fisik yang ditawarkan, dimana Susan Spa and Resort, Bandungan mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan memberikan fasilitas pendukung yang lengkap.
7. Analisis Deskriptif Variabel Process (X7)
Dalam hal ini berisi tanggapan responden akan variabel process yaitu kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada para konsumen. Variabel process diukur dengan 2 indikator yaitu proses pelayanan dari awal hingga akhir lancar dan ketelitian kerja.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuisioner yang kembali dan telah diisi oleh responden mengenai variabel process diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel. 4.11. Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Process (X7)
No Pernyataan Mean Kategori
1 Pelayanan di Susan Spa And Resort, Bandungan dari
awal hingga akhir menyenangkan 3,67 Baik
2 Karyawan di Susan Spa And Resort, Bandungan teliti
dalam memberikan pelayanan 3,23 Netral
Mean Secara Keseluruhan Variabel Process (X7) 3,45 Baik
Berdasarkan pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hasil tanggapan akan variabel Process (X5) sebagian besar responden menyatakan. Hal ini menunjukkan bahwa Susan Spa and Resort, Bandungan berhasil memberikan pelayanan melalui proses yang baik dari awal hingga akhir.
8. Analisis Deskriptif Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Dalam hal ini berisi tanggapan responden akan variabel keputusan pembelian yaitu tindakan konsumen Susan Spa and Resort dalam memilih hotel atas dasar kecocokan dari apa yang dicari dan dibutuhkan. Keputusan pembelian diukur melalui 5 indikator yaitu pilihan produk, pilihan penyedia jasa, jumlah pembelian, saat yang tepat melakukan pembelian, dan metode pembayaran.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuisioner yang kembali dan telah diisi oleh responden mengenai variabel Keputusan pembelian diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel. 4.12. Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian (Y)
No Pernyataan Mean Kategori
1 Saya memilih Susan Spa and Resort karena produk/
jasa yang ditawarkan 3,67 Baik
2 Saya memilih Susan Spa and Resort karena sudah
terpercaya sebagai penyedia jasa 4,29 Sangat Baik 3
Saya memilih membeli di Susan Spa and Resort karena sesuai dengan jumlah/kuantitas produk/jasa yang saya inginkan.
3,78 Baik
4
Saya melakukan pembelian di Susan Spa and Resort karena sesuai dengan waktu yang saya inginkan (misal: saat liburan, ahkir pekan, hari biasa).
3,68 Baik
5
Saya melakukan pembelian pada Susan Spa and Resort karena sistem/ metode pembayaran mudah (kas, kartu kredit, kartu debit)
3,92 Baik Mean Secara Keseluruhan Variabel Keputusan
Pembelian (Y) 3,87 Baik
Berdasarkan pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hasil tanggapan akan variabel Keputusan pembelian (Y) sebagian besar responden menyatakan Baik. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengambil keputusan untuk memilih jasa Susan Spa and Resort dikarenakan sudah merasa bahwa jasa Susan Spa and Resort sudah terpercaya.
4.3. Analisis Data
4.3.1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Menurut Ghozali (2006) suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dan kuesioner mampu untuk mengungkap sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi pearson dengan kriteria bahwa tingkat signifikan 5% nilai r hitung > r tabel maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut valid. Hasil uji validitas data sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel. 4.13. Hasil Uji Validitas
Variabel Indikator r hitung r tabel Keterangan
Product (X1)
X1.1 0,896 0,1204 Valid
X1.2 0,898 0,1204 Valid
Price (X2)
X2.1 0,833 0,1204 Valid
X2.2 0,786 0,1204 Valid
X2.3 0,799 0,1204 Valid
Place (X3)
X3.1 0,692 0,1204 Valid
X3.2 0,863 0,1204 Valid
X3.3 0,847 0,1204 Valid
Promotion (X4)
X4.1 0,826 0,1204 Valid
X4.2 0,810 0,1204 Valid
X4.3 0,739 0,1204 Valid
People (X5)
X5.1 0,876 0,1204 Valid
X5.2 0,679 0,1204 Valid
X5.3 0,874 0,1204 Valid
Physical Evidence (X6)
X6.1 0,899 0,1204 Valid
X6.2 0,917 0,1204 Valid
Process (X7)
X7.1 0,908 0,1204 Valid
X7.2 0,880 0,1204 Valid
Keputusan pembelian
(Y)
Y.1 0,670 0,1204 Valid
Y.2 0,712 0,1204 Valid
Y.3 0,812 0,1204 Valid
Y.4 0,599 0,1204 Valid
Y.5 0,445 0,1204 Valid
Berdasarkan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan mengenai Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, Process maupun Keputusan pembelian yang berjumlah 23 item, mempunyai nilai r hitung > dari r tabel, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, maka hal ini berarti bahwa seluruh item pertanyaan dari variabel baik variabel bebas maupun variabel terikat tersebut seluruhnya valid dan dapat digunakan dalam penelitian.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60, Dari hasil uji reliabilitas nilai cronbach alpha dapat dilihat dibawah ini.
Tabel 4.14. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach Alpha Alpha Kesimpulan
Product (X1) 0,757 0,6 Reliabel
Price (X2) 0,727 0,6 Reliabel
Place (X3) 0,720 0,6 Reliabel
Promotion (X4) 0,688 0,6 Reliabel
People (X5) 0,745 0,6 Reliabel
Physical Evidence (X6) 0,786 0,6 Reliabel
Process (X7) 0,748 0,6 Reliabel
Keputusan pembelian (Y) 0,621 0,6 Reliabel
Dari hasil uji tersebut terlihat nilai cronbach’s alpha untuk seluruh variabel baik variabel bebas maupun variabel terikat menunjukkan nilai yang lebih besar dari 0,60 yang berarti butir-butir pertanyaan dari seluruh variabel seluruhnya reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.
4.3.2. Uji Asumsi Klasik
Dalam suatu persamaan regresi harus bersifat BLUE (Best Linier Unbiased Estimator), artinya pengambilan keputusan melalui uji F dan uji t tidak boleh bias. Untuk menghasilkan keputusan yang BLUE maka harus dipenuhi beberapa asumsi dasar (Klasik). Berdasarkan hasil Uji Asumsi Klasik dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS. 12.0, diperoleh hasil, yaitu sebagai berikut :
1. Normalitas
Uji Normalitas merupakan suatu alat uji yang digunakan untuk menguji apakah dari variabel-variabel yang digunakan dalam model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal, dapat diuji dengan metode Kolmogorov Smirnov. Jika nilai probabilitas >
0,05, maka hal ini berarti bahwa data tersebut berdistribusi normal.
Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS. 12.0, diperoleh hasil :
Tabel 4.15. Hasil Uji Normalitas Unstandardized
Residual
Kolmogorov-Smirnov Z 0,614
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,845
Berdasarkan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa besarnya nilai Asymp sig (2-tailed) sebesar 0,845 > 0,05, hal ini sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal dan dapat digunakan dalam penelitian.
2. Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam persamaan regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Jika Variance Inflation Factor (VIF) melebihi angka 10 maka dimungkinkan terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2009, p.96).
Berdasarkan hasil Uji Multikolinieritas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS. 12.0, diperoleh hasil :
Tabel 4.16. Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel VIF Keterangan
Product 2.650 Bebas Multikolinieritas
Price 3.071 Bebas Multikolinieritas
Place 2.079 Bebas Multikolinieritas
Promotion 1.220 Bebas Multikolinieritas
People 1.865 Bebas Multikolinieritas
Physical evidence 1.555 Bebas Multikolinieritas Process 3.631 Bebas Multikolinieritas
Berdasarkan pada tabel 4.16 di atas dapat diketahui bahwa besarnya nilai Variance Influence Factor (VIF) pada seluruh variabel bebas yang dijadikan model penelitian lebih kecil dari 10, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan maka hal ini berarti dalam persamaan regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau bisa disebut juga dengan bebas dari Multikolinieritas, sehingga variabel tersebut dapat digunakan dalam penelitian.
3. Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedaktisitas menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual (kesalahan pengganggu) satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dan residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedaktisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskedaktisitas atau tidak terjadi Heteroskedaktisitas.
-3 -2 -1 0 1 2 3
Regression Standardized Predicted Value
-3 -2 -1 0 1 2 3
Regression Studentized Residual
Dependent Variable: Kepuasan Pelanggan Scatterplot
Gambar 4.1. Grafik Pengujian Heteroskedaktisitas
Berdasarkan grafik scatter plot diatas, sebaran data tersebar dan tidak membentuk pola, maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedaktisitas.
4.3.3. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor yang digunakan dalam model penelitian yaitu marketing mix yang terdiri dari product, price, place, promotion, people, physical evidence, process terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan secara linier.
Tabel 4.17. Hasil Uji Regresi Berganda
Model Koefisien Regresi thitung Sig
Konstanta 0,249 2.377 0,019
Product (X1) 0,285 7.654 0,000
Price (X2) 0,200 4.562 0,000
Place (X3) 0,128 4.009 0,000
Promotion (X4) 0,070 3.177 0,002
People (X5) 0,148 4.752 0,000
Model Koefisien Regresi thitung Sig
Physical Evidence (X6) 0,070 2.603 0,011
Process (X7) 0,164 3.657 0,000
Dari data tabel di atas persamaan regresi yang didapat adalah:
Y = 0,249 + 0,285 X1 + 0,200 X2 + 0,128 X3 + 0,070 X4 + 0,148 X5 + 0,070 X6 + 0,164 X7
Dari persamaan regresi di atas dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Konstanta (a) merupakan intersep garis regresi dengan Y jika X = 0, yang menunjukkan bahwa besarnya variabel independen yang digunakan dalam model penelitian sebesar konstanta tersebut. Besarnya nilai konstanta (a) adalah 0,249 menunjukkan bahwa jika variabel marketing mix yang terdiri dari product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process
= 0, maka keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan akan sebesar 0,249.
2. Koefisien regresi product (b1) = 0,285, menunjukkan arah hubungan positif (searah) antara variabel product dengan Keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini menunjukkan semakin baik product yang yang ditawarkan oleh oleh Susan Spa and Resort, Bandungan akan semakin meningkatkan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan tersebut.
3. Koefisien regresi price (b2) = 0,200, menunjukkan arah hubungan positif (searah) antara variabel price dengan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini menunjukkan semakin relevan price yang ditawarkan oleh Susan Spa and Resort, Bandungan akan semakin meningkatkan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan tersebut.
4. Koefisien regresi place (b3) = 0,128, menunjukkan arah hubungan positif (searah) antara variabel place dengan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini menunjukkan semakin baik place yang ditawarkan oleh Susan Spa and Resort, Bandungan akan semakin Tabel 4.17. Hasil Uji Regresi Berganda (Sambungan) :
meningkatkan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan tersebut.
5. Koefisien regresi promotion (b4) = 0,070, menunjukkan arah hubungan positif (searah) antara variabel promotion dengan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini menunjukkan semakin baik promotion yang dibangun oleh Susan Spa and Resort, Bandungan akan semakin meningkatkan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan tersebut.
6. Koefisien regresi people (b5) = 0,148, menunjukkan arah hubungan positif (searah) antara variabel people dengan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini menunjukkan semakin baik people yang dibangun oleh Susan Spa and Resort, Bandungan akan semakin meningkatkan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan tersebut.
7. Koefisien regresi physical evidence (b6) = 0,070, menunjukkan arah hubungan positif (searah) antara variabel physical evidence dengan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini menunjukkan semakin baik physical evidence yang dibangun oleh Susan Spa and Resort, Bandungan akan semakin meningkatkan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan tersebut.
8. Koefisien regresi process (b7) = 0,164, menunjukkan arah hubungan positif (searah) antara variabel process dengan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini menunjukkan semakin baik process yang dibangun oleh Susan Spa and Resort, Bandungan akan semakin meningkatkan keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan tersebut.
4.3.4. Pengujian Hipotesis 1. Uji Parsial (Uji t)
Untuk membuktikan kebenaran hipotesis dalam penelitian ini digunakan uji t yaitu untuk menguji signifikansi pengaruh variabel independen secara sendiri-sendiri (parsial) terhadap variabel dependen. Adapun perumusan hipotesis dalam pengujian ini adalah sebagai berikut:
H0 : (Artinya, variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap variabel terikat)
H1 : (Artinya, variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap variabel terikat)
Kriteria pengujian yang digunakan adalah jika nilai signifikansi variabel bebas pada uji t sig < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Hasil pengujian uji t dari masing-masing variabel bebas product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process adalah sebagai berikut:
a. Uji Parsial Pengaruh Variabel Product (X1) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen:
Berdasarkan tabel 4.17 besarnya nilai signifikansi variabel bebas product (X1) pada uji t adalah 0,000 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga variabel bebas product (X1) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
b. Uji Parsial Pengaruh Variabel Price (X2) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen:
Berdasarkan tabel 4.17 besarnya nilai signifikansi variabel bebas price (X2) pada uji t adalah 0,000 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga variabel bebas price (X2) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
c. Uji Parsial Pengaruh Variabel Place (X3) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen:
Berdasarkan tabel 4.17 besarnya nilai signifikansi variabel bebas Place (X3) pada uji t adalah 0,000 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga variabel bebas Place (X3) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap Keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
d. Uji Parsial Pengaruh Variabel Promotion (X4) Terhadap Keputusan pembelian Konsumen:
Berdasarkan tabel 4.17 besarnya nilai signifikansi variabel bebas promotion (X4) pada uji t adalah 0,002 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga variabel bebas promotion (X4) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
e. Uji Parsial Pengaruh Variabel People (X5) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen:
Berdasarkan tabel 4.17 besarnya nilai signifikansi variabel bebas people (X5) pada uji t adalah 0,000 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga variabel bebas people (X5) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
f. Uji Parsial Pengaruh Variabel Physical Evidence (X6) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen:
Berdasarkan tabel 4.17 besarnya nilai signifikansi variabel bebas physical evidence (X6) pada uji t adalah 0,011 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga variabel bebas physical evidence (X6) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
g. Uji Parsial Pengaruh Variabel Process (X7) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen:
Berdasarkan tabel 4.17 besarnya nilai signifikansi variabel bebas process (X7) pada uji t adalah 0,000 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga variabel bebas process (X7) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
2. Uji Kelayakan Model (Uji F)
Untuk menguji kelayakan model dalam penelitian ini digunakan uji F dengan kriteria pengujiannya adalah jika nilai signifikansi pada uji F lebih kecil dari 0,05, menunjukkan bahwa model dalam penelitian ini dapat dikatakan layak. Hasil pengujiannya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.18. Uji Kelayakan Model (Uji F) Model Sum of Squares df Mean
Square F Sig.
Regression 21.688 7 3.098
199.408 0,000
Residual 1.663 107 0,016
Total 23.351 114
Dari hasil output diatas diperoleh nilai signifikan 0,000 kurang dari α = 5%. Hal ini menunjukkan bahwa model persamaan dalam penelitian ini dapat dikatakan layak.
4.3.5. Koefisien Determinasi (R2) dan Korelasi (R)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase kontribusi yang diberikan oleh variabel product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan.
Hasil perhitungan koefisien determinasi dengan dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 4.19. Koefisien Determinasi (R2) dan Korelasi (R) R R Square Adjusted R Square Std. Error of the
Estimate
0,964 0,929 0,924 0,12465
Dari tabel 4.19 tersebut di atas diketahui nilai adjusted R square sebesar 0,924 atau 92.4% yang menunjukkan sumbangan atau kontribusi dari variabel product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan adalah cukup besar. Sedangkan sisanya 7.6% dikontribusi oleh faktor lainnya.
Koefisien korelasi (R) digunakan untuk mengukur keeratan hubungan secara simultan antara variabel product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Koefisien korelasi berganda ditunjukkan dengan (R) sebesar 0,964 yang terletak antara 0,80 – 1,000 (sangat kuat) seperti yang terlihat pada tabel berikut.
Tabel 4.20. Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000
Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Sumber: Sugiyono (2012)
4.4. Pembahasan
4.4.1. Pengaruh Product Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas product (X1) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis pertama yang berbunyi “Product memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan dapat dibentuk melalui variabel product.
Responden menilai produk yang ditawarkan Susan Spa And Resort, Bandungan adalah baik, dimana Susan Spa and Resort, Bandungan menawarkan berbagai variasi kamar, SPA, chapel, restoran, ballroom, dll dengan nilai mean sebesar 3,64. Namun apabila Susan Spa and Resort, Bandungan ingin meningkatkan keputusan pembelian, maka perlu untuk memperhatikan kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen, mengingat pada indikator ini sebagian besar responden memberikan penilaian netral dengan nilai mean sebesar 3,16. Seperti pendapat Kotler dan Amstrong (2010) yang mengatakan bahwa pelayanan merupakan bentuk jasa yang penting bagi konsumen.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa variabel produk memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Demikian halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukotjo dan Sumanto (2010) yang menemukan bahwa variabel produk secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Klinik Kecantikan Teta. Pada konteks yang berbeda hasil penelitian yang dilakukan Fajri dkk (2013) juga membuktikan adanya pengaruh variabel produk terhadap keputusan nasabah untuk menabung pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang.
4.4.2. Pengaruh Price Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas price (X2) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis kedua yang berbunyi “Price memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Sebagian besar responden menilai bahwa harga yang dikeluarkan dalam menggunakan jasa pada Susan Spa and Resort, Bandungan sesuai dengan manfaat yang diperoleh dengan nilai mean sebesar 3,72. Hal ini menunjukkan bahwa Susan Spa and Resort, Bandungan menawarkan harga yang relevan atau sesuai dengan harapan konsumen atas apa yang ditawarkan oleh Susan Spa And Resort, Bandungan. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memberikan adanya diskon atau potongan harga pada pembelian tertentu. Selain itu juga perlu adanya strategi penentuan harga dengan mengevaluasi harga competitor. Hal ini dimungkinkan karena harga yang ditawarkan masih relatif mahal.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sukotjo dan Sumanto (2010) yang membuktikan bahwa harga secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Klinik Kecantikan Teta. Hasil ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Tjiptono et al. (2008, p.475) bahwa penentuan harga dalam bauran pemasaran dapat meningkatkan jumlah pemakai atau tingkat pemakaian atau pembelian ulang dalam bentuk atau kategori produk tertentu.
4.4.3. Pengaruh Place Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas place (X3) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis ketiga yang berbunyi
“Place memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil yang ada, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian pada Susan Spa and Resort, Bandungan dapat dibentuk melalui place. Dengan demikian, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian, dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa lokasi Susan Spa and Resort, Bandungan strategis (mean: 3.80), dalam artian lokasi memiliki aksesibilitas yang baik seperti dekat dengan pasar Bandungan, pabrik tahu, candi Gedung serta dapat melihat view kota Semarang dengan jelas. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan lokasi Susan Spa and Resort, Bandungan yang tidak mudah dijangkau oleh kendaraan umum.
Hal ini dikarenakan Susan Spa dan resort letaknya paling tinggi, jalannya terjal sehingga agak susah dijangkau dengan kendaraan umum.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa tempat memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa rawat jalan rumah sakit Bina Sehat.
Demikian halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukotjo dan Sumanto (2010) yang menemukan bahwa lokasi secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta. Hasil ini juga sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Yazid (2003) bahwa keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para konsumen potensial akan memudahkan konsumen dapat membeli produk dan bagaimana produk menjangkau tempat itu (Booms and Bitner, 2002), sehingga lebih besar kemungkinan konsumen melakukan keputusan pembelian.
4.4.4. Pengaruh Promotion Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas promotion (X4) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,002 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis keempat yang
berbunyi “Promotion memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil yang ada, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian dapat dibentuk melalui promotion yang dilakukan oleh Susan Spa and Resort, Bandungan. Dengan demikian, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian melalui promosi, dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa responden menggunakan jasa Susan Spa and Resort, Bandungan atas dasar rekomendasi dari teman yang sudah lebih dulu menggunakan jasa Susan spa dan puas akan keseluruhan pelayanan. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan iklan yang dibuat lebih menarik dengan pembuatan baleho yang lebih eye catching, mengingat sebagian besar responden menyatakan netral pada indikator ini.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa promosi memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa rawat jalan rumah sakit Bina Sehat. Demikian halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukotjo dan Sumanto (2010) yang menemukan bahwa promosi secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta. Selain itu hasil penelitian Sukotjo dan Sumanto (2010) juga membuktikan bahwa promosi memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta. Hal ini sejalan dengan teori Stanton, et al. (2007) yang mengatakan bahwa secara konseptual promosi berfungsi untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan pasar atau organisasi tentang suatu produk dengan harapan mempengaruhi perasaan, keyakinan atau perilaku penerima. Dengan demikian promosi memungkinkan untuk mempengaruhi perilaku konsumen dalam hal pengambilan keputusan pembelian.
4.4.5. Pengaruh People Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas people (X5) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis kelima yang berbunyi
“People memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil yang ada, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan dapat dibentuk melalui people. Dengan demikian, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian melalui people, dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa penampilan karyawan Susan Spa and Resort, Bandungan menarik dengan pakaian yang seragam, selalu menggunakan make up, dan good looking. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan indikator yang dipersepsikan kurang oleh konsumen, yaitu karyawan Susan Spa and Resort, Bandungan terkadang jika bertemu tamu tidak disertai dengan senyuman dan kurang menyapa tamu. Dengan demikian perlu dilakukan perbaikan oleh manajemen Susan Spa and Resort dengan memberikan arahan kepada karyawan untuk selalu membudayakan senyum sapa.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa petugas memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa rawat jalan rumah sakit Bina Sehat. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Ratih (2005) yang menyatakan bahwa semua pelaku yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi pembeli.
4.4.6. Pengaruh Physical Evidence Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas physical evidence (X6) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai
signifikansi pada uji t sebesar 0,011 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis keenam yang berbunyi “Physical evidence memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian melalui physical evidence dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa fasilitas pendukung yang disediakan Susan Spa and Resort, Bandungan sudah lengkap, seperti tersedianya kolam renang, lahan parkir yang luas, playground, dan toilet yang bersih. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan indikator yang dipersepsikan kurang oleh konsumen, yaitu kenyamanan yang didapatkan saat berada di dalam ruangan kamar Susan Spa And Resort, Bandungan, dimana konsumen merasa bahwa di dalam kamar, udara terasa pengap dikarenakan kamar yang memiliki turn over rendah dan bau aromaterapi dalam ruangan spa yang terlalu berlebihan.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfa dkk (2013) yang membuktikan bahwa sarana physical evidence memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa rawat jalan rumah sakit Bina Sehat. Hasil ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Alma (2007) yang menyatakan bahwa lingkungan fisik atau kondisi nyata dari benda-benda yang menghasilkan jasa tersebut dapat mempengaruhi konsumen menerima jasa terhadap produk yang ditawarkan. Dengan demikian kondisi fisik dapat memungkinkan untuk mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian.
4.4.7. Pengaruh Process Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas process (X7) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Susan Spa and Resort, Bandungan. Hal ini diketahui dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian hipotesis ketujuh yang
berbunyi “Process memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Susan Spa and Resort, Bandungan”, dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil yang ada, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian dapat dibentuk melalui process dalam pelayanan Susan Spa and Resort, Bandungan. Dengan demikian, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menciptakan keputusan pembelian melalui process dimana sebagian besar responden menyatakan bahwa pelayanan Susan Spa and Resort menyenangkan dari awal hingga akhir, seperti pada proses check in hingga check out berlangsung dengan cepat dan menyenangkan dari awal hingga akhir. Namun untuk dapat meningkatkan keputusan konsumen, Susan Spa and Resort, Bandungan perlu memperhatikan indikator yang dipersepsikan kurang oleh konsumen, yaitu karyawan di Susan Spa And Resort, Bandungan terkadang kurang teliti dalam membuat bill dan dalam memberikan info kepada konsumen.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fajri dkk (2013) yang membuktikan bahwa variabel proses mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah dalam menabung pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang.