• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum PT. Purnama Semesta Alamiah

Nama : PT. Purnama Semesta

Alamat : Jl. Letjend Suprapto nomor 68 Banyuwangi No. Telp. /Fax : (0333) 423320 / (0333) 423320

Badan Hukum : Perseroan Terbatas Bidang Usaha : Distributor LPG

4.1.1. Sejarah Singkat PT. Purnama Semesta Alamiah

PT. Purnama Semesta didirikan pada tanggal 29 Desember 1995 berkedudukan di Daerah Tingkat II Kabupaten Banyuwangi, dengan alamat kantor yang pertama di Jalan Satria nomor 60 Rogojampi – Banyuwangi. Pada tanggal 27 Juli 1996 terjadi perubahan nama PT dari PT Purnama Semesta menjadi PT Purnama Semesta Alamiah dikarenakan nama PT Purnama Semesta telah digunakan oleh PT lain.

Tujuan awal pembentukan perseroan ini adalah mengusahakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyaluran produk-produk Pertamina, mengusahakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pemberian jasa, terkecuali jasa dalam bidang hukum, dan menjalankan perdagangan umum termasuk perdagangan import, export, inter insulair dan lokal dari semua bahan dan segala barang yang dapat diperdagangkan, juga termasuk bertindak sebagai grosir, leveransir, distributor, agen dan pedagang perantara, termasuk juga pengadaan barang, satu dan lainnya dalam arti yang seluas-luasnya. Pada akhirnya hingga kini perseroan fokus sebagai distributor LPG resmi berukuran 50 kg dan 12 kg. Pertamina di wilayah Banyuwangi.

Awal mula pendirian perusahaan ini dipilih di wilayah Banyuwangi karena pada saat itu belum ada distributor LPG di kota tersebut. Pada masa itu elpiji juga masih tergolong produk baru dan kebanyakan orang masih menggunakan minyak tanah. PT Purnama Semesta ikut berperan dalam mengenalkan kepada masyarakat untuk menggunakan elpiji sebagai sumber kebutuhan energi yang utama dan ramah terhadap lingkungan. Elpiji yang dijual pertama kali berukuran 12 kg dan

(2)

50 kg dimana 12 kg dipergunakan dalam lingkup rumah tangga dan 50 kg dipergunakan di kalangan industri dan restoran-restoran besar. Pada tahun 2009 bersamaan dengan diberlakukan program konversi minyak tanah ke elpiji dan dikeluarkannya elpiji dengan kemasan 3 kg yang masih disubsidi oleh pemerintah, penjualan untuk LPG kemasan 50 kg dan 12 kg yang tidak bersubsidi berkurang.

Dikarenakan banyaknya permintaan pelanggan akan LPG dengan kemasan 3 kg, maka perusahaan ikut menjualnya. Perusahaan menjual elpji kemasan 3 kg hanya sebagai pelengkap dan hanya reseller dari perusahaan lain.

Hingga kini setelah hampir 20 tahun sejak awal didirikan, perusahaan memiliki kantor di Jalan Letjend Suprapto no 68 Banyuwangi dan masih aktif dalam mendistribusikan elpiji.

4.1.2. Visi dan Misi PT. Purnama Semesta Alamiah 1. Visi

Menjadikan perusahaan distributor elpiji yang unggul dan sanggup bersaing secara nasional dan menitikberatkan pada profesionalisme, ketepatan waktu, standarisasi mutu dan kepuasan pelanggan

2. Misi

Memberikan jasa pelayanan dengan komitmen dan kepercayaan dan kepuasan pelanggan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, tangguh, dan sejahtera.

(3)

4.1.3. Struktur Organisasi PT. Purnama Semesta Alamiah

Gambar 4.1

Struktur Organisasi PT. Purnama Semesta Alamiah Sumber: data internal perusahaan

Berdasarkan UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, struktur Organisasi PT Purnama Semesta Alamiah masih kurang dalam hal RUPS.

Seharusnya terdapat RUPS di atas dewan komisaris dan dewan direktur.

Sedangkan untuk posisi dewan komisaris seharusnya sejajar dengan dewan direktur. Fungsi dari dewan komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi.

4.1.4. Job Description

Berikut ini merupakan tugas dan kewajiban dari masing-masing jabatan dalam PT Purnama Semesta Alamiah:

1. Komisaris

a. Menentukan bagaimana arah perusahaan di masa mendatang b. Merencanakan pengembangan jangka panjang perusahaan

c. Mengawasi direksi dalam menjalankan kegiatan dan mengelola perusahaan.

2. Direktur :

Komisaris Direktur

0 20 40 60 80 100

1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr

East West North

Manager Operasional

Penjualan Pengiriman Gudang Penagihan Keuangan Akuntansi

(4)

b. Menentukan target/goal perusahaan

c. Menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang bekerjasama dengan perusahaan

d. Menetapkan dan mengawasi tugas dari manajer operasional.

3. Manajemen Operasional

a. Merencanakan dan memimpin kegiatan operasional pada setiap bagian perusahaan.

b. Memberikan arahan kepada setiap bagian tentang pelasanaaan tugas c. Merencanakan pengembangan kegiatan pemasaran dan peningkatan

penjualan barang

d. Membuat laporan penjualan harian dari data penjualan dan total penerimaan kas

e. Memahami peraturan-peraturan yang berlaku, baik terkait dengan ketenagakerjaan maupun peraturan perusahaan

f. Menguasai dan memahami seluruh Job Description semua bagian di departemen yang dipimpin dan selalu melakukan evaluasi agar departemennya dapat berjalan secara efektif dan efisien

g. Bertanggung jawab atas seluruh operasi perusahaan terkait dengan penjualan dan persediaan

h. Memahami dan melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan 4. Penjualan

a. Melayani customer dan memberikan informasi mengenai barang kepada customer

b. Menerima dan mencatat pesanan dan menindaklanjuti pesanan dengan membuat sales order

c. Menyampaikan kebutuhan, keluhan, dan feedback dari customer kepada manajer operasional

d. Memiliki tangung jawab dalam pemeliharaan hubungan dengan customer dan seluruh proses yang terkait dengan pemesanan elpiji e. Memahami dan melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan

(5)

5. Pengiriman

a. Mengirim elpiji ke konsumen sesuai dengan jadwal pengiriman dan alamat yang tertera di surat jalan

b. Menjaga keamanan elpiji selama pengiriman

c. Memeriksa kondisi kendaraan pengiriman secara berkala d. Memelihara kebersihan kendaraan pengiriman

e. Melaporkan segala kerusakan ataupun kecelakaan kendaraan perusahaan kepada pimpinan

f. Memahami dan melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan 6. Gudang

a. Menerima dan menyimpan elpiji yang diterima dari SPBE

b. Mengeluarkan elpiji yang hendak dikirimkan kepada customer sesuai dengan sales order

c. Memiliki tanggung jawab atas proses keluar masuknya elpiji dari dan ke gudang

d. Mencatat jumlah persediaan elpiji

e. Memahami dan melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan 7. Akuntansi

a. Melakukan pembukuan transaksi keuangan yang berlangsung dalam perusahaan

b. Membuat surat tagihan (invoice) berdasarkan sales order c. Membandingkan antara laporan dengan kenyataan

d. Memastikan menerima pembayaran dari customer e. Membuat laporan keuangan bulanan dan tahunan

f. Membuat laporan pajak dan mengurus hal-hal berkaitan dengan pajak perusahaan.

g. Memahami dan melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan 8. Keuangan

a. Merekap pencatatan atas pengeluaran dan penerimaan kas dalam perusahaan

b. Membuat nota penerimaan kas masuk

(6)

c. Memiliki tanggung jawab atas keluar masuknya uang dalam perusahaan serta keabsahan transaksi yang dilakukan.

d. Menyajikan laporan dengan sederhana agar bisa dibaca

e. Memahami dan melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan 9. Penagihan

a. Menagih pembayaran customer berdasarkan invoice dan memastikan customer membayar dengan tepat waktu

b. Mencatat bukti transfer bank

c. Stock (stock opname berkoordinasi dengan bagian gudang, update kartu stock kantor, dll)

d. Mereview daftar tagihan

e. Melakukan penagihan ke cutomer apabila piutang belum dilunasi melebihi 1 bulan dari jatuh tempo (berkoordinasi dengan bagian akuntansi)

f. Memahami dan melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan

4.1.5. Proses Bisnis Perusahaan

PT Purnama Semesta Alamiah merupakan distributor gas LPG (Liquid Petroleum Gas) yang biasa dikenal dengan sebutan gas elpiji. Gas elpiji yang dijual merupakan gas dalam bentuk kemasan tabung siap pakai. Supplier utama dari perusahaan ini adalah PT Pertamina selaku produsen tabung elpiji dan selanjutnya diisi dengan gas elpiji di SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji). PT Purnama Semesta Alamiah menjual tiga macam kemasan tabung elpiji yaitu ukuran 50kg, 12kg, dan 3kg. Rata-rata penjualan mingguan elpiji pada PT Purnama Semesta Alamiah adalah kemasan 50kg sebanyak 30 tabung, kemasan 12kg sebanyak 320 tabung, dan kemasan 3kg sebanyak 6720 tabung.

Customer dari PT Purnama Semesta Alamiah ini berasal dari berbagai macam kalangan di antaranya pabrik, rumah makan, agen, toko, katering, rumah sakit dan berbagai instansi lainnya.

4.1.5.1. Prosedur Persediaan Barang

(7)

Awal mula prosedur persediaan barang adalah bagian pembelian melakukan pemesanan terhadap pengisian tabung gas elpiji yang kosong di SPBE yang telah ditentukan oleh Pertamina. Setelah tabung-tabung yang kosong telah diisi di SPBE, maka akan dibawa ke gudang milik perusahaan dan menjadi persediaan. Ketika barang tiba di gudang perusahaan, bagian gudang akan membongkar muatan truk dan memeriksa tabung-tabung elpiji. Di sini dipastikan kondisi tabung elpiji memenuhi syarat sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Setelah dilakukan pengecekan maka tabung-tabung yang telah memenuhi syarat disimpan di dalam gudang.

4.1.5.2. Prosedur Penerimaan Pesanan

Prosedur penerimaan pesanan dimulai ketika bagian penjualan menerima pesanan dari customer. Pesanan dapat dilakukan melalui telepon ataupun bertatap muka secara langsung. Jika customer merupakan customer baru, maka akan diminta untuk melengkapi data customer mencakup nama perusahaan atau toko, nama orang yang dapat dihubungi, alamat dan nomor telepon. Setelah data-data lengkap, maka pesanan akan dicatat dalam buku pemesanan penjualan. Setelah dilakukan pencatatan, bagian penjualan akan memproses data pesanan menjadi sales order.

4.1.5.3. Prosedur Pengiriman Barang

Prosedur pengiriman barang diawali dengan diterimanya sales order oleh bagian gudang dari bagian penjualan. Setelah menerima sales order, bagian gudang akan mempersiapkan elpiji sesuai dengan jumlah yang tertera pada sales order. Berikutnya elpiji akan dimuat ke dalam truk dan siap diantarkan ke masing-masing customer sesuai dengan sales order.

Berikutnya, sales order akan diproses menjadi invoice tiga rangkap oleh bagian akuntansi. Rangkap pertama untuk customer, sebagai surat penagihan, rangkap kedua untuk bagian keuangan, dan rangkap ketiga untuk arsip bagian akuntansi. Setelah barang sampai ke tangan ke customer, terjadi pertukaran antara tabung yang isi dengan tabung yang kosong. Sales order ditandangani oleh customer sabagai tanda bahwa elpiji telah diterima. Rangkap kedua sales order diberikan kepada customer dan

(8)

yang rangkap pertama dikembalikan ke bagian pengiriman. Customer juga menerima invoice sebagai surat penagihan yang dibayar tunai atau pun kredit sesuai dengan perjanjian.

4.1.5.4. Prosedur Penerimaan Retur

PT Purnama Semesta Alamiah dapat menerima retur jika terjadi kerusakan pada tabung gas elpiji. Retur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu customer membawa barang retur langsung ke kantor untuk diklaimkan ke bagian gudang ataupun melalui salesman. Barang retur yang diterima dicek oleh bagian gudang dan jika benar ada kerusakan akan digantin dengan taung yang baru.

4.1.5.5. Prosedur Penerimaan Pembayaran

Setelah menerima pembayaran, uang yang diterima oleh bagian penagihan akan diserahkan kepada bagian keuangan. Bagian keuangan akan membuat cash receipt berdasarkan dari invoice dan penerimaan kas dari customer. Cash receipt dibuat dua rangkap yang pertama untuk customer sebagai bukti pembayaran dan rangkap kedua digunakan sebagai arsip oleh bagian keuangan.

4.2. Informan dalam Perusahaan

Dalam mengumpulkan data terkait penerapan Good Corporate Governance pada PT. Purnama Semesta Alamiah dalam penelitian ini digunakan teknik wawancara. Wawancara dilakukan dengan informan, dimana informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan. Dalam menentukan informan, digunakan teknik purposive sampling yaitu dipilih berdasarkan dengan pertimbangan dan tujuan tertentu.

Adapun informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1. Hendry Soetrisno

Hendry Soetrisno yang berusia 58 tahun dengan lama bekerja selama 19 tahun. Hendry Soetrisno merupakan Direktur Utama pada PT.

Purnama Semesta Alamiah sehingga mengetahui bagaimana manajemen perusahaan yang baik dan dapat memberikan informasi terkait dengan penerapan Good Corporate Governance pada PT. Purnama Semesta Alamiah.

(9)

2. Sono

Sono yang berusia 43 tahun dengan lama bekerja selama 18 tahun.

Sono merupakan Manager Operasional pada PT. Purnama Semesta Alamiah yang memiliki tugas utama atas seluruh aktivitas operasional perusahaan, sehingga dapat digunakan sebagai informan yang dapat memberikan informasi untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini.

3. Sugiarti

Sugiarti yang berusia 39 tahun dengan lama bekerja selama 15 tahun. Sugiarti merupakan Accounting pada PT. Purnama Semesta Alamiah yang bertanggung jawab merencanakan, mengarahkan, memonitor dan mengevaluasi sistem kerja akuntansi untuk pengelolaan data keuangan, sehingga dapat digunakan sebagai informan untuk memberikan informasi terkait dengan penerapan Good Corporate Governance pada PT. Purnama Semesta Alamiah.

4.3. Penerapan Good Corporate Governance pada PT. Purnama Semesta Alamiah

Good Corporate Governance atau tata kelola organisasi pada dasarnya adalah suatu sistem (input, proses, output) dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) terutama dalam arti sempit hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris, dan dewan direksi demi terciptanya tujuan perusahaan. Melalui hasil wawancara diperoleh gambaran mengenai sejauh mana penerapan Good Corporate Governance pada PT. Purnama Semesta Alamiah. Dalam hal ini peneliti mengukur penerapan Good Corporate Governance di PT. Purnama Semesta Alamiah melalui prinsip-prinsip transparency (transparansi), accountability (akuntabilitas), responsibility (responsibilitas), independency (independensi), dan fairness (kewajaran dan kesetaraan).

4.3.1. Transparancy (Transparansi)

Transparansi dalam praktik Good Corporate Governance merupakan keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan

(10)

dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.

Prinsip transparansi ini berkaitan dengan kualitas informasi yang disampaikan perusahaan. Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui hasil wawancara yang dilakukan diketahui bahwa sebagian besar anggota dalam perusahaan mengetahui visi dan misi PT. Purnama Semesta Alamiah. Visi dan misi perusahaan memiliki potensi untuk mendorong perusahaan untuk lebih maju. Hendry Soetrisno selaku Direktur utama mengatakan bahwa visi dan misi perusahaan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan. Disisi lain, anggota organisasi di dalamnya yang memahami dan menerapkan visi dan misi tersebut merupakan hal yang terpenting untuk dapat mewujudkan visi dan mencapai misi perusahaan.

Karena visi dan misi yang tertulis dengan jelas tidak akan berarti tanpa adanya kesadaran dari anggota organisasi baik pimpinan maupun karyawan untuk mau menerapkannya. Dengan demikian anggota dalam organisasi tersebut baik pimpinan maupun karyawan wajib untuk menerapkan visi dan misi yang dirumuskan oleh perusahaan.

Visi dan misi yang ada dalam perusahaan disampaikan kepada karyawan pada awal masuk. Tidak hanya itu, visi dan misi perusahaan juga sering disampaikan pada pertemuan atau meeting bersama karyawan yang sudah direncanakan. Hal ini seperti hasil wawancara yang dilakukan dengan Sono selaku Manager Operasional berikut ini.

“….sejauh ini memang sering ketika ada pertemuan atau meeting yang sudah direncanakan itu disampaikan visi dan misi perusahaan dengan jelas oleh pimpinan secara persuasif, sehingga mengajarkan sekaligus mengajak karyawan untuk menanamkan visi dan misi perusahaan dalam diri karyawan, agar bekerja didasarkan dengan visi dan misi perusahaan.”

Hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa perusahaan dapat memastikan bahwa visi dan misi perusahaan dapat sampai kepada karyawan.

Penyampaian visi dan misi ini dilakukan pada saat meeting ataupun pertemuan yang sudah dijadwalkan secara periodik. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengajak setiap karyawan untuk bekerja sesuai dengan visi dan misi yang ditentukan perusahaan. Hal ini juga didukung dengan pernyataan Hendry

(11)

Soetrisno dan Sugiarti selaku Accounting yang menyatakan bahwa terkadang dalam rapat bersama dengan karyawan dibahas mengenai visi dan misi perusahaan agar karyawan tetap ingat dan dapat diterapkan dalam pekerjaan.

Selain visi dan misi yang ada dalam perusahaan, pentingnya peraturan dalam perusahaan juga menentukan efektifnya penerapan Good Corporate Governance. Berdasarkan hasil wawancara dari ketiga informan diketahui bahwa sebagian besar sudah mengetahui peraturan yang ada dalam perusahaan. Dimana menurut Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama, PT. Purnama Semesta Alamiah sudah mengatur dan menetapkan peraturan untuk digunakan sebagai pedoman bagi perusahaan maupun karyawan dalam mengadakan hubungan kerja dan menjalankan tugas masing-masing dengan tujuan untuk mengatur hak dan kewajiban masing-masing baik karyawan maupun perusahaan.

Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa peraturan yang ada dalam perusahaan sudah dibuat untuk mengatur hak dan kewajiban masing-masing baik perusahaan maupun karyawan. Dalam mendeklarasikan peraturan dalam perusahaan, PT. Purnama Semesta Alamiah memberikan peraturan secara tertulis maupun secara lisan. Dimana hal ini perusahaan memberikan naskah peraturan perusahaan kepada setiap pekerja pada awal mereka bekerja. Seperti pernyataan Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama yang menyatakan bahwa peraturan perusahaan dibuat tertulis yang diberikan pertama kali pada saat karyawan masuk kerja di perusahaan ini yang berguna untuk memberitahu apa saja peraturan yang berlaku dan apabila terdapat peraturan baru akan disampaikan langsung kepada karyawan. Hal ini juga didukung oleh hasil wawancara yang dilakukan dengan Sono selaku Manager Operasional berikut ini.

“….kalau peraturan memang sudah dibuat secara tertulis dalam naskah dan diberikan kepada karyawan, tidak hanya itu terkadang pimpinan juga mendeklarasikan secara lisan kepada karyawan saat adanya meeting atau pertemuan yang sudah dischedule-kan.”

Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa perusahaan telah memiliki peraturan yang sudah dibuat secara tertulis maupun dideklarasikan secara lisan untuk dipahami dan ditaati oleh seluruh anggota dalam organisasi baik oleh pemimpin maupun karyawan. Dalam menerapkan Good Corporate Governance

(12)

yang baik, perusahaan juga perlu memperhatikan budaya dalam perusahaan.

Berdasarkan hasil wawancara dari ketiga informan yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan PT. Purnama Semesta Alamiah sudah mengerti akan budaya yang ada dalam perusahaan. Hal ini tentu saja membantu kemajuan perusahaan sehingga perusahaan mudah berkembang. Pada dasarnya, budaya perusahaan merupakan suatu pola kebiasaan yang berlaku pada sebuah perusahaan. Dengan demikian, meskipun budaya yang sudah tercipta dalam perusahaan sulit untuk diubah, namun budaya perusahaan dapat diperbaiki melalui peraturan-peraturan, visi dan misi serta nilai-nilai perusahaan maupun SOP yang diterapkan pada jiwa karyawan sehingga dapat mencapai optimalisasi kinerja para karyawan yang intinya akan meningkatkan kinerja organisasi.

Dalam penerapan Good Corporate Governance yang baik juga perlu adanya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja. Dengan adanya SOP pegawai akan tahu dengan jelas peran dan tanggung jawabnya karena dalam SOP sudah menerangkan dengan jelas alur tugas masing-masing. Dengan dibuatnya SOP yang baku, maka tugas/pekerjaan pegawai akan lebih lancar karena masing-masing sudah ada pedomannya, selain itu juga ketika ada kasus penyelewengan/penyalahgunaan wewenang, SOP ini juga bisa dijadikan sebagai dasar hukum yang kuat. Namun berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan oleh PT. Purnama Semesta Alamiah hanya sebatas lisan dan tidak ada standar operasional prosedur yang tertulis secara jelas, seperti hasil wawancara yang dilakukan kepada Sono selaku Manager Operasional yang menyatakan bahwa sejauh ini SOP yang diberikan hanya bersifat lisan dan tidak ada yang tertulis, sehingga garis yang jelas akan tugas dan wewenangnya masih terjadi tumpang tindih seperti halnya sales terkadang merangkap mengirim barang yang diperlukan. Hal ini juga dibenarkan oleh Sugiarti selaku Accounting yang menyatakan bahwa tidak ada SOP yang resmi secara tertulis melainkan dari kesadaran masing-masing.

Berdasarkan hal tersebut diatas dapat diketahui bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan oleh PT. Purnama Semesta Alamiah masih

(13)

kurang efektif dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance di PT.

Purnama Semesta Alamiah. Hal ini dikarenakan SOP yang seharusnya dibuat untuk meminimalisir kesalahan dan kekeliruan dalam bekerja serta memudahkan pegawai dalam mengetahui dengan jelas tugas maupun tanggung jawabnya dalam perusahaan ternyata tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dimana dalam perusahaan Standar Operasional Prosedur (SOP) hanya sebatas lisan sehingga garis akan wewenang dan tugas belum terlihat jelas dan menimbulkan adanya perangkapan tugas.

Selain adanya Standar Operasional Prosedur (SOP), job description atau aturan secara jelas mengenai tugas dan wewenang masing-masing jabatan juga diperlukan untuk mewujudkan penerapan Good Corporate Governance. Adanya job description yang terstandarisasi dapat membantu perusahaan menyampaikan pesan mengenai ekspektasi kinerja karyawan yang diharapkan oleh manajemen.

Namun di dalam PT. Purnama Semesta Alamiah job description yang ditentukan tidak dapat berjalan sesuai dengan apa yang tertulis. Menurut Sono selaku Manager Operasional berikut ini.

“….ya memang ada job description, tapi terkadang karyawan tidak melaksanakan tugas dan wewenang sesuai dengan job description yang ada, ya seperti contoh itu tadi terkadang ada sales yang mengirim barang, padahal itu seharusnya ada bagian sendiri untuk mengirim barang.”

Berdasarkan hasil wawancara terhadap Sono yang telah dibenarkan oleh kedua informan lain, menunjukkan bahwa job description atau tugas dan wewenang dalam PT. Purnama Semesta Alamiah sudah ada sesuai dengan jabatan masing-masing anggota dalam organisasi. Namun pekerjaan yang dilakukan terkadang tidak sesuai dengan job description yang sudah ditentukan. Menurut Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama meskipun dibuat adanya SOP secara tertulis, rata-rata karyawan yang bekerja sudah lama tidak akan membaca SOP tersebut. Hal ini menimbulkan adanya ketidakjelasan sehingga prinsip transparansi dalam Good Corporate Governance kurang berjalan optimal dan tidak efektif.

Dalam penerapan Good Corporate Governance, terdapat prinsip dasar dalam transparansi yaitu perusahaan harus menyediakan informasi yang material

(14)

dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan, untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam hal ini PT. Purnama Semesta Alamiah juga menyediakan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan haknya. Informasi yang diberikan oleh perusahaan melalui meeting, pencatatan pada tugas harian. Menurut Hendry Soetrisno selaku Direktur menyatakan bahwa perusahaan memberikan informasi melalui meeting serta adanya pencatatan melalui tugas harian yang diberikan oleh atasan pada setiap departemen. Hanya saja kelemahannya kurang ada kontrol dari tugas yang dilaksanakan tersebut.

Berdasarkan hal tersebut diatas dapat diketahui bahwa informasi yang diberikan oleh perusahaan memiliki kelemahan pada kontrol dari tugas yang dilaksanakan tersebut. Selain itu, PT. Purnama Semesta Alamiah juga memiliki papan pengumuman untuk memberikan informasi-informasi yang ada dalam perusahaan, namun informasi yang ada dalam papan jarang diupdate. Menurut Sugiarti selaku Accounting menyatakan bahwa adanya papan pengumuman jarang di update karena memang tidak ada bagian khusus untuk mengupdate informasi yang ada dalam papan. Selain itu tidak adanya koordinator yang mengupdate informasi tersebut.

Berdasarkan hal tersebut diatas dapat diketahui bahwa kelemahan pada papan informasi yang ada adalah tidak adanya bagian khusus untuk mengkoordinasi dalam mengupdate informasi yang ada dalam perusahaan sehingga terkadang terdapat beberapa informasi dan beberapa kejadian penting yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan. Informasi tersebut seharusnya memang diinformasikan kepada pihak yang berkepentingan dalam perusahaan sesuai dengan haknya. PT. Purnama Semesta Alamiah memberikan informasi kepada para karyawan serta pemegang saham yang berkepentingan untuk mengetahui bagaimana kondisi dalam perusahaan, dimana pemegang saham terbesar dalam PT. Purnama Semesta Alamiah merupakan pemilik perusahaan

(15)

tersebut. Dengan demikian informasi yang diberikan harus secara tepat waktu, jelas, akurat dan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dalam hal ini adalah pemegang saham, seperti hasil wawancara yang dilakukan dengan Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama PT. Purnama Semesta Alamiah sebagai berikut.

“….perusahaan menyampaikan informasi kepada pemangku kepentingan maupun kepada karyawan termasuk didalamnya pemegang saham karena disini pemegang saham terbesar pemilik perusahaan ini, jadi informasi sangat penting untuk disampaikan secara tepat waktu dan akurat agar mengetahui bagaimana kondisi dalam perusahaan sehingga informasi yang diberikan dapat transparan.”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah didukung oleh jawaban dari kedua informan lain, dapat diketahui bahwa informasi dalam perusahaan telah disampaikan kepada seluruh karyawan perusahaan termasuk pemegang saham.

Menurut Sono selaku Manager Operasional menyatakan bahwa siapa saja yang berhak mendapatkan informasi, namun untuk hal yang berkaitan dengan keuangan hanya pihak Acconting yang mengetahuinya dan disampaikan ke direktur dan pemegang saham. Hal ini juga dibenarkan oleh Sugiarti selaku Accounting perusahaan yang menyatakan bahwa semua pihak dalam perusahaan berhak mendapatkan informasi umum namun informasi yang berkaitan dengan keuangan hanya pihak atasan yaitu Direktur dan pemegang saham. Demikian halnya dengan laporan keuangan PT. Purnama Semesta Alamiah yang disampaikan kepada pemangku kepentingan yang berhak mendapatkan informasi mengenai laporan keuangan khususnya para pemegang saham dimana pemegang saham terbesar merupakan pemilik perusahaan. Laporan keuangan pada PT. Purnama Semesta Alamiah juga sudah dibuat sesuai dengan standart akuntansi. Memang seharusnya laporan keuangan harus disampaikan tepat waktu kepada pemangku kepentingan seperti pemegang saham. Tidak hanya itu, laporan keuangan yang disajikan harus bersifat jelas, akurat dan mudah diakses sewaktu-waktu oleh pihak yang berkepentingan sesuai dengan haknya, seperti hasil wawancara yang dilakukan kepada Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama PT. Purnama Semesta Alamiah sebagai berikut.

(16)

“….untuk laporan keuangan sudah diinformasikan secara tepat waktu kepada pemangku kepentingan seperti para pemegang saham, laporan keuangan juga sudah dibuat sesuai dengan standart akuntansi.”

Namun berdasarkan hasil wawancara lainnya kepada Sono selaku manajer operasional mengatakan hal yang sedikit berbeda seperti dalam kutipan wawancara berikut ini.

“…memang informasi yang disampaikan kepada pemangku kepentingan termasuk pemegang saham, dan informasi yang disampaikan lengkap mengenai apa yang terjadi pada perusahaan”

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memberikan informasi yang lengkap kepada pihak pemangku kepentingan khususnya pemegang saham. Selain memberikan informasi kepada pihak internal, PT.

Purnama Semesta Alamiah juga memberikan informasi kepada pihak eksternal atau pihak luar perusahaan, khususnya jika terdapat kenaikan harga atau hal-hal lain yang berkaitan dengan elpiji.

Perusahaan telah melalukan transparansi terhadap pemerintah seperti dinyatakan oleh Hendry Soetrisno bahwa perusahaan sudah melakukan transparansi terhadap pemerintah dengan cara melaporkan SPT tahunan dan juga sudah membayar pajak sesuai dengan ketentuan pemerintah. Pernyataan ini didukung juga oleh ketiga informan bahwa setiap elpiji yang dibeli dari Pertamina sudah dikenai PPn jadi otomatis sudah membayar pajak. Supplier utama perusahaan ini adalah Pertamina yang merupakan BUMN dimana record pembelian elpiji semua tercatat berikut derngan omset pembelian elpiji setiap harinya.

Perusahaan telah melakukan transparansi terhadap pekerja. Pernyataan ini dinyatakan oleh Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama dan didukung oleh Sono dan Sugiarti yang menyatakan peraturan perusahaan yang jelas yang mengatur ketentuan jam kerja serta jam lembur serta tentang keselamatan kerja dan berbagai peraturan lain.

Perusahaan telah melakukan transparansi terhadap konsumen. Menurut Hendry Soetrisno, hal ini tealah dilakukan dengan cara penetapan harga elpiji yang jelas dan tidak berubah-berubah dengan sengaja semuanya mengikuti standar

(17)

harga Pertamina, jika ada kenaikan ya naik jika ada penurunan ya turun.

Perusahaan tidak memainkan harga elpiji karena berusaha melakukan transparansi kepada konsumen. Pernyataan ini juga didukung oleh Sono yang menyatakan perusahaan dengan terbuka menerima retur elpiji jika ada kerusakan tabung dan prosesnya tidak dipersulit.

Perusahaan telah melakukan transparansi terhadap masyarakat.

Transparansi yang dilakukan adalah dengan mengumumkan secara terbuka bahwa PT Purnama Semesta Alamiah adalah distributor elpiji. Hal ini dapat dilihat dari seringnya truk-truk yang keluar masuk untuk melakukan bongkar muat dan pada saat bongkar muat pastinya mengeluarkan suara berisik tetapi tidak sampai mengganggu masyarakat sekitar. Selain itu perusahaan juga melayani penjualan kepada masyarakat sekitar bila membutuhkan LPG, hal ini juga salah satu bukti keterbukaan kepada masyarakat sekitar. Menurut perusahaan melakukan transparansi kepada masyarakat sekitar adalah hal yang penting, karena perusahaan berada diantara masyarakat tersebut. Oleh karena itu perusahaan selalu melakukan pendekatan dan juga transparansi kepada masyarakat sekitar.

Hampir semua masyarakat sekitar mengetahui tentang keberadaan perusahaan dan sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar. Pendekatan yang kami lakukan adalah dengan melayani mereka untuk melakukan pembelian LPG.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa penerapan Good Corporate Governance pada PT. Purnama Semesta Alamiah sudah sesuai dengan prinsip transparansi.

Namun ada kalanya karyawan bekerja kadang tidak sesuai dengan SOP karena tidak adanya SOP yang tertulis secara jelas. Dengan demikian perlu menjadi perhatian manajemen untuk memperbaiki hal negatif yang masih terjadi dan menghambat terwujudnya Good Corporate Governance yang efektif.

4.3.2. Accountability (Akuntabilitas)

Akuntabilitas dalam praktik Good Corporate Governance menggambarkan kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif. Dalam akuntabilitas, prinsip yang harus dimiliki perusahaan adalah harus dapat

(18)

mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Oleh karena itu, perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Demikian halnya pada PT. Purnama Semesta Alamiah yang memerlukan adanya akuntabilitas dalam penerapan Good Corporate Governance. Sejauh ini PT. Purnama Semesta Alamiah sudah memiliki pedoman secara tertulis dalam menjalankan setiap fungsi perusahaan. Seperti hasil wawancara yang dilakukan dengan Sono selaku Manager Operasional berikut ini.

“….sejauh ini memang PT. Purnama Semesta Alamiah sudah memiliki pedoman tata kelola perusahaan dengan baik, karena memang pedoman ini sangat penting untuk panduan bagi perusahaan dalam membangun, melaksanakan dan mengkomunikasikan praktek GCG kepada pemangku kepentingan.”

Berdasarkan hasil wawancara diatas dan didukung oleh kedua informan lainnya, menunjukkan bahwa PT. Purnama Semesta Alamiah telah memiliki pedoman tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) secara tertulis.

Pengelolaan GCG yang baik dapat ditunjang salah satunya dengan adanya fungsi pengawasan internal dalam perusahaan. Demikian halnya pada PT. Purnama Semesta Alamiah yang menyediakan satuan pengawas internal (SPI) sebagai upaya perusahaan dalam memperkuat pengawasan internal.

Selain pedoman GCG, pedoman kode etik yang merupakan pedoman kerja bagi struktur organisasi juga diperlukan dalam perusahaan untuk mendukung pelaksanaan GCG. Kode etik disusun sebagai acuan bagi semua pihak di dalam perusahaan serta pihak luar yang terkait dengan usaha perusahaan dalam melaksanakan tugas dan pengambilan keputusan. Demikian halnya pada PT.

Purnama Semesta Alamiah yang menetapkan kode etik yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang ada di dalam perusahaan seperti hasil wawancara yang dilakukan dengan Sono selaku Manager Operasional berikut ini.

“….iya memang selain pedoman untuk GCG, perusahaan ini juga memiliki pedoman kode etik yang harus dipatuhi oleh semua pihak dalam perusanaan, karena dengan adanya pedoman ini dapat membuat seluruh pihak yang ada dalam perusahaan akan bertindak dengan integritas

(19)

tinggi, hanya saja pedoman yang ada tidak secara tertulis melainkan secara tertulis”.

Pernyataan Sono tersebut dibenarkan oleh pernyataan Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama yang menyatakan bahwa dalam perusahaan terdapat pedoman kode etik namun kode etik yang ada tidak dibuat secara tertulis melainkan hanya disampaikan kepada seluruh pihak dalam perusahaan secara lisan saja.

Berdasarkan hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa pada perusahaan PT. Purnama Semesta Alamiah terdapat pedoman kode etik perusahaan. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, harus dilandasi oleh integritas yang tinggi untuk mencapai keberhasilan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pedoman perilaku yang dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak yang ada dalam perusahaan dan semua karyawan dalam menerapkan nilai-nilai (values) dan etika bisnis melalui pedoman kode etik dalam perusahaan. Hal ini didukung dengan pedoman pokok pelaksanaan akuntabilitas yang tertulis dalam Pedoman Pelaksanaan Good Corporate Governance yang disebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, setiap organ perusahaan dan semua karyawan harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku (code of conduct) yang telah disepakati.

Selain itu melalui wawancara diatas juga dapat diketahui bahwa PT.

Purnama Semesta Alamiah mendistribusikan informasi kode etik perusahaan kepada semua staff secara lisan. Walaupun kode etik perusahaan hanya didistribusikan kepada seluruh staff secara lisan, namun seluruh staff/karyawan maupun sebagian besar pihak yang ada dalam perusahaan mentaati kode etik sesuai dengan pedoman yang ada, namun terdapat beberapa pihak dalam perusahaan yang tidak mentaati kode etik yang dibuat perusahaan. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam hasil wawancara yang dilakukan dengan Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama yang menyatakan bahwa sejauh ini sih kode etik dalam perusahaan dapat dijalankan dengan baik oleh sebagian besar karyawan dan pihak dalam perusahaan, namun masih terdapat bagian yang melanggar kode etik tersebut, dengan masih adanya tolerir yang diberikan karena masih merupakan bagian keluarga pemilik perusahaan.

(20)

Berdasarkan hal tersebut diatas dapat diketahui bahwa kode etik yang ada belum dapat berfungsi dengan baik, karena masih terdapat beberapa pihak dalam perusahaan yang melanggar pedoman kode etik tersebut, tetapi pelanggaran tersebut masih ditolerir oleh perusahaan karena adanya hubungan dengan anggota keluarga pemilik perusahaan. Namun seharusnya dalam praktik Good Corporate Governance yang baik, prinsip akuntabilitas perlu ditegaskan dan diterapkan dengan baik kode etik yang telah dibuat oleh perusahaan. Hal ini tentu saja menunjukkan lemahnya penerapan Good Corporate Governance pada PT.

Purnama Semesta Alamiah, sehingga dalam pelaksanaanya perusahaan belum mampu mencerminkan akuntabilitas secara murni dan konsisten kepada stakeholder.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa penerapan Good Corporate Governance pada PT. Purnama Semesta Alamiah sudah sesuai dengan prinsip akuntabilitas, hanya saja kode etik yang ada tidak dapat berfungsi secara efektif karena masih adanya pelanggaran kode etik yang ditolerir. Terdapat juga kekurangan dalam struktur perusahaan dengan tidak adanya RUPS dalam struktur perusahaan juga dalam halnya posisi dewan komisaris seharusnya sejajar dengan dewan direktur.

Dengan demikian perlu menjadi perhatian manajemen untuk memperbaiki hal negatif yang masih terjadi dan menghambat terwujudnya Good Corporate Governance yang efektif.

4.3.3. Responsibility (Responsibilitas)

Prinsip ini merupakan bentuk pertanggung jawaban seluruh internal stakeholders (Business Owner/ RUPS, Komisaris dan Direksi, Karyawan) kepada para eksternal stakeholders lainnya. Berdasarkan pedoman GCG diketahui bahwa prinsip dasar dari pertanggungjawaban adalah perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.

(21)

Ketaatan perusahaan terhadap undang-undang perpajakan yaitu dengan cara pelaporan SPT dan pembayaran PPn serta pembayaran PPh 22. PPn dan PPh 22 langsung dibayarkan setiap pembelian tabung elpiji dari Pertamina.

Ketaatan perusahaan terhadap undang-undang perlindungan konsumen dengan cara memastikan setiap produk yang dijual sesuai dengan ketentuan pemerintah dan Pertamina sebagai contohnya tabung elpiji dicek terlebih dahulu apakah ada kebocoran atau kerusakan juga isinya sesuai dengan yang seharusnya.

Produk yang dijual pun sudah sesuai dengan standard Indonesia (SNI).

Ketaatan perusahaan terhadap undang-undang ketenagakerjaan yaitu dengan cara menerapkan upah minimum daerah yang ditetapkan oleh pemerintah.

Perusahaan juga tidak menggunakan pekerja kontrak melainkan memperkerjakan karyawan tetap. Setiap karyawan pun diikutkan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (jamsostek). Untuk prosedur keselamatan kerja , perusahaan memiliki peraturan yang ketat dalam pelaksanaan kegiatan usaha contohnya larangan dilarang merokok di dalam gudang dan pada saat pengangkutan elpiji. Contoh lainnya penggunaan safety shoes, sarung tangan dan pelindung kepala. Pemadam kebakaran juga harus dicek secara berkala dan dipastikan masih dapat berfungsi dengan baik.

Ketaatan perusahaan terhadap undang-undang persaingan usaha yaitu dengan cara melakukan persaingan secara sehat dan menghargai para pesaing karena tanpa mereka perusahaan tidak dapat berkembang. Perusahaan juga tidak melanggar wilayah dan kuota yang telah ditentukan oleh Pertamina.

Ketaatan perusahaan terhadap undang-undang lingkungan hidup yaitu dengan cara menjaga kebersihan di lingkungan perusahaan, tidak membuang sampah sembarang dan menanam tanaman di sekeliling kantor.

Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa perusahaan melakukan pertanggungjawaban tertulis pada periode tertentu pada laporan keuangan namun tidak pada laporan kegiatan operasional, seperti hasil wawancara yang dilakukan dengan Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama berikut ini.

“….bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan PT. Purnama Semesta Alamiah secara tertulis ini sih hanya laporan keuangan saja, kalau untuk

(22)

laporan kegiatan operasional kami belum menerapkannya, laporan keuangan disajikan berdasarkan periode tertentu.”

Penyataan Hendry Soetrisno diatas didukung oleh pernyataan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan Sono selaku Manager Operasional yang menyatakan bahwa sejauh ini dalam perusahaan tidak terdapat laporan kegiatan operasional, hanya laporan keuangan saja yang sudah dilakukan secara rutin pada periode tertentu. Laporan keuangan juga disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Berdasarkan pernyataan diatas dapat diketahui bahwa sejauh ini bentuk pertanggungjawaban PT. Purnama Semesta Alamiah kepada stakeholders dan lingkungan yang ada dalam perusahaan hanya berupa laporan keuangan yang disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Selain laporan keuangan yang disampaikan kepada stakeholders dan lingkungan yang ada dalam perusahaan, PT. Purnama Semesta Alamiah juga memiliki data pelanggan secara lengkap. Selain itu, berdasarkan pengukuran penerapan prinsip pertanggungjawaban berdasarkan CSR (Corporate Social Responsibility) diketahui bahwa PT. Purnama Semesta Alamiah sudah melaksanakan CSR untuk baik untuk lingkungan, karyawan, maupun masyarakat. CSR lingkungan dilakukan dengan cara memberikan kenyaman di sekitar lingkungan kantor dengan menanam tanaman kamboja. CSR untuk karyawan dilakukan dengan cara mengadakan liburan bersama beberapa tahun sekali bersama keluarga atau mengadakan acara makan-makan bersama dimana biaya ditanggung oleh perusahaan. CSR untuk masyarakat dilakukan dengan cara memberikan lapangan kerja untuk masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar perusahaan. Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi penting dan relevan bagi perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan lingkungan dan masyarakat yang secara langsung maupun tidak.

Selain itu dalam penerapan pertanggungjawaban, perusahaan harus mematuhi semua undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah seperti undang-undang perpajakan, dimana perusahaan diwajibkan selalu taat dalam membayar pajak tepat waktu dan memberikan hasil laporan keuangan yang benar.

(23)

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada tiga informan diperoleh bahwa perusahaan selalu tepat waktu membayar pajak.

PT Purnama Semesta Alamiah telah menaati undang-undang di antaranya undang-undang perpajakan, perlindungan konsumen, ketenagakerjaan, persaingan usaha, dan lingkungan hidup. Dengan mematuhi kelima undang-undang ini, maka perusahaan dapat dikatakan telah menjalankan prinsip responsibilitas.

4.3.4. Independency (Kemandirian)

Kemandirian dalam praktik Good Corporate Governance menggambarkan keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

Untuk mengetahui keadaan internal perusahaan yang berkaitan dengan sejauh mana pengelolaan perusahaan dilakukan tanpa ada benturan kepentingan dari pihak manapun yang dapat menghambat jalannya perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Hendry Soetrisno selaku Direktur Utama PT.

Purnama Semesta Alamiah mengatakan bahwa sejauh ini karyawan memiliki komitmen untuk terus menaati aturan yang ditetapkan oleh perusahaan. Namun seiring berjalannya waktu, ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan karyawan dimana bagi yang melanggar dijatuhkan sangsi paling besar diberhentikan dari pekerjaan. Demikian juga dengan Sono selaku Manager Operasional yang membenarkan hal tersebut seperti dalam kutipan wawancara berikut ini.

“…karyawan disini ya gitu, kadang taat kadang kurang tertib. Tapi masih bisa di handle lah kalau untuk karyawan yang tidak menaati aturan itu, jadi overall baik sih, dan tidak ada masalah serius untuk karyawan yang melanggar aturan perusahaan.”

Berdasakan hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan yang ada sudah mentaati aturan perusahaan meskipun terkadang ditemukan karyawan yang tidak mentaati peraturan yang ada, namun keadaan tersebut dapat segera ditangani dengan baik oleh manajemen perusahaan. Karena penerapan GCG secara konsisten dan didukung pemenuhan komitmen dari

(24)

seluruh lini organisasi perusahaan untuk mentaati peraturan, pedoman kode etik dan aturan perundangan-undangan serta perhatian yang seimbang terhadap kepentingan stakeholder.

Sejauh ini perusahaan sudah dikelola secara profesional tanpa benturan dan pengaruh dan tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku. Namun sejauh ini perusahaan tidak menggunakan jasa konsultan dari luar perusahaan. PT. Purnama Semesta Alamiah memberlakukan sistem pengambilan keputusan yang cenderung tersentralisasi, dimana direktur sebagai pihak yang berhak untuk mengambil keputusan. Menurut Hendry Soetrisno selaku Direktur Perusahaan pengambilan keputusan dilakukan oleh direktur dengan persetujuan komisaris serta pemegang saham dan tentunya oleh masukan-masukan dari karyawan.

Pengambilan keputusan juga dapat dilakukan oleh Direktur sendiri atau bersama dengan Manajer baik semua Manajer maupun hanya Manajer yang berkaitan dengan keputusan yang akan dibuat. Pengambilan keputusan pada PT.

Purnama Semesta Alamiah juga dapat bersifat desentralisasi dimana terkadang Manajer atau pengelola lainnya dapat mengambil keputusan sendiri pada saat mendesak (urgent), karena masih memiliki hubungan keluarga sehingga adanya rasa percaya yang dimiliki, namun keputusan yang tersebut bukan keputusan yang sifatnya vital atau penting. Namun menurut Sono selaku Manager Operasional, pengambilan keputusan lebih dominan dilakukan oleh Direktur perusahaan.

Sejauh ini PT. Purnama Semesta Alamiah tidak memiliki jasa konsultan dari luar perusahaan. Perusahaan ini merupakan perusahaan keluarga yang dikelola oleh eksekutif profesional yang berasal dari luar lingkaran keluarga, namun untuk jabatan seperti komisaris dan direktur masih diisi oleh bagian anggota keluarga. Pihak anggota keluarga yang tidak ikut ambil bagian dalam perusahaan tidak berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Terdapat salah satu jabatan dalam perusahaan yang dikelola oleh anggota keluarga dimana peran anggota keluarga tersebut terlalu mendominasi bagi pengaruh perusahaan.

4.3.5. Fairness (Kewajaran dan Kesetaraan)

(25)

Dalam melaksanakan pelaksanaan Good Corporate Governance, perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan.

Kewajaran disini berkaitan dengan keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini PT. Purnama Semesta Alamiah memiliki peraturan yang mengatur tentang hak- hak pemegang saham. Dimana masing-masing hak baik pemegang saham mayoritas maupun saham minoritas memiliki hak sesuai dengan porsi masing- masing. Menurut hasil wawancara kepada Direktur, Hendry Soetrisno mengatakan bahwa perusahaan memang memperhatikan kepentingan pemegang saham dan kepentingan lainnya dan telah sesuai dengan proporsi yang semestinya, tetapi dalam praktinya pengambilan keputusan didominasi oleh pihak pengelola perusahaan. Para pemegang saham seakan telah percaya dan melimpahkan wewenang kepada pihak pengelola perusahaan.

Untuk mendukung terciptanya prinsip fairness yang efektif, PT. Purnama Semesta Alamiah juga melakukan upaya untuk mendorong semua staff menyampaikan ide atau gagasan. Hal ini tidak dibatasi pada anggota perusahaan yang keluarga dengan anggota perusahaan yang bukan keluarga. Dimana anggota perusaan yang bukan keluarga juga tetap bebas memiliki kesempatan untuk memberikan pendapat, gagasan atau ide untuk perusahaan dalam pengambilan keputusan, meskipun keputusan akhir tetap berasa pada direktur. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pemisahan antara anggota keluarga dengan yang bukan anggota keluarga.

Selain itu, PT. Purnama Semesta Alamiah juga menerapkan sistem gaji yang jelas dan terstuktur, dimana gaji pokok diberikan setiap bulannya pada tanggal yang sudah diatur. Selain itu, PT. Purnama Semesta Alamiah juga memberlakukan sistem pemberian kompensasi karyawan bagi karyawan yang berprestasi. Hal ini ditunjukkan dengan memberikan bonus bagi karyawan bagian penjualan yang dapat menjualan melebih target yang dutentukan. Tidak hanya itu, untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi, PT. Purnama Semesta Alamiah juga menerapkan reward dan punishment secara adil. Penerapan

(26)

reward dan punishment ini bertujuan untuk memotivasi karyawan untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya. Selain itu dalam melaksanakan pelaksanaan Good Corporate Governance pada prinsip kewajaran, perusahaan juga memberikan kenaikan jenjang karir untuk karyawan, namun pergerakan kenaikan tersebut lambat.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa PT.

Purnama Semesta Alamiah cukup baik dalam menjalankan prinsip kewajaran kepada pemegang saham maupun karyawannya, hal dapat membantu dalam menciptakan Good Corporate Governance yang efektif.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan desain catalytic converter berbahan katalis kawat stainless steel berbentuk sarang laba-laba, mendapatkan performa emisi gas buang

Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan]

Zeorin, senyawa yang diisolasi dari Aegle marmelos Correa, mampu menunjukkan efek penghambatan terhadap pelepasan mediator sel mast yaitu enzim -hexosaminidase dengan

Hal ini dimaksudkan adalah untuk menghindari terjadi permasalahan hukum di kemudian hari (timbul sengketa). Apabila pembeli telah mengetahui bahwa tanah tersebut

Nasehatku kepada seluruh kaum muslimin dalam menyambut bulan Ramadhan adalah hendaklah mereka bertakwa kepada Allah jalla wa’ala, dan hendaklah mereka bertaubat dari semua

Faktor yang menyebabkan mahasiswa PPL mengalami kesulitan saat melaksanakan ouyou renshuu adalah maha- siswa PPL memberikan masukan dan ungkapan baru yang bisa digunakan

Pada penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mempelajari kinetika reaksi pelarutan nikel dari kalsin nikel laterit ke dalam larutan asam sulfat. Kalsin

Sedangkan, pada bagian belakang kartu matching cards menggunakan warna kontras dari biru tua yaitu merah marun dengan warna emas yang melambangkan pekerjaan