KARDELA SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH DEBATE COMPETITION Perlu dimaknai bahwa kemampuan berbahasa Inggris sekarang ini bukanlah lagi hal yang
“perlu” dikuasai, melainkan “harus” dikuasai oleh generasi muda agar dapat bersaing dalam persaingan yang semakin ketat. Indonesia pada dasarnya sudah berupaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mulai dari tingkat pelajar hingga mahasiswa dengan cara mewajibkan pendidikan Bahasa Inggris dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, bahkan mewajibkan mahasiswa untuk melampirkan bukti kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu syarat kelulusan perguruan tinggi, namun tampaknya upaya ini belum berbuah manis, karena berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Education First mengenai English Proficiency Index, hingga saat ini Indonesia masih berada di peringkat ke-80 dari 112 negara, dan peringkat ke-14 dari 24 negara Asia.
Penelitian mengenai kesulitan pelajaran dalam berbahasa Inggris menunjukkan bahwa aspek yang paling sulit untuk dikuasai adalah Speaking. Penelitian lainnya juga mengungkapkan bahwa kurangnya frekuensi berbicara dalam Bahasa Inggris menjadi salah satu penyebab Bahasa Inggris dirasa sulit untuk dikuasai. Menanggapi hal itu, Saniogarih Network English Talk merasa perlu untuk menyediakan wadah bagi siswa, khususnya siswa sekolah menengah atas untuk dapat melatih kemampuan berbahasa Inggris dalam lingkup kompetitif, dalam hal ini adalah kompetisi debat berbahasa Inggris.
Saniogarih Network English Talk melalui kegiatan KARDELA Senior High School English Debate Competition ingin berkontribusi terhadap pengingkatan kemampuan berbahasa Inggris siswa-siswi sekolah menengah atas di daerah Karo, Deli Serdang, dan Langkat. Dengan berlansungnya kegiatan ini, diharap mampu memotivasi siswa-siswi daerah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka dan mampu meningkatkan daya saing ketika akan melanjutkan pendidikan ke tahap selanjutnya.
Maka dari itu besar harapan kami agar kegiatan KARDELA Senior High School English Debate Competition dapat diikuti oleh sebanyak-banyaknya tim dari sekolah menengah atas di daerah Karo, Deli Serdang, dan Langkat.
Judul Kegiatan : KARDELA Senior High School English Debate Competition Tujuan : Memberikan wadah bagi siswa-siswi sekolah menengah atas di
daerah Karo, Deli serdang, dan Langkat untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris dalam lingkup kompetitif Ruang lingkup kegiatan : Kabupaten Karo
Kabupaten Deli Serdang Kabupaten Langkat
Hadiah Juara 1 = Uang tunai Rp. 1.000.000, sertifikat, dan intesif pelatihan beasiswa sekolah luar negeri.
Juara 2 = Uang tunai Rp. 750.000, dan sertifikat Juara 3 = Uang tunai Rp. 500.000, dan sertifikat
Teknis pelaksanaan kegiatan : 1. Tempat dan Waktu :
Technical meeting
Penyisihan
Semifinal dan grand final 2. Peserta :
- Siswa-siswi seluruh SMA/SMK negeri maupun swasta dari Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Langkat
- Masing-masing tim beranggotakan 3 (tiga) siswa-siswi yang berasal dari sekolah yang sama
- Masing-masing sekolah dapat mendaftarkan sebanyak-banyaknya 2 (dua) tim
3. Rules and regulations
Adapun peraturan yang diterapkan dalam KARDELA Senior High School English Debate Competition adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan debat sepenuhnya dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris.
2. Jumlah pembicara dalam satu tim adalah 3 orang.
3. Akan ada dua fase dalam satu pertandingan debat, Substantive speeches adalah fase dimana masing-masing tim dapat memberikan POI (ketika pembicara satu/pembicara dua berbicara), dan Reply speeches dimana pada fase ini masing-masing tim tidak diperbolehkan untuk mengajukan POI.
4. POI (Point of Information)
- Merupakan sanggahan yang dapat diberikan oleh masing-masing tim terhadap pembicara tim lawan, dapat berupa bantahan terhadap klaim, keberatan akan defenisi, dll.
- POI dapat disampaikan apabila pembicara menyetujui permintaan pemohon, dan tidak dapat disampaikan apabila pembicara menolak permintaan pemohon.
- Pemohon dapat mengajukan POI satu menit setelah pembicara berbicara.
5. Reply speech
Merupakan tahap dimana masing-masing tim memberikan kesimpulan terhadap posisi mereka dengan membandingkan klaim dari masing-masing tim. Tujuan dari reply speech adalah memberikan kesempatan bagi masing-masing tim untuk memberikan pernyataan terakhir mengenai alasan bahwa pihak mereka adalah pihak yang menang dalam perdebatan. Reply speaker hanya dapat dilakukan oleh pembicara 1 atau 2 dari masing-masing tim.
6. Komposisi dan tanggung jawab pembicara : - Pembicara 1 (Pihak pro):
Membuka debat, dan memperkenalkan anggota tim serta posisi masing- masing anggota.
Memberikan defenisi terhadap mosi.
Memberikan argumen pembuka.
- Pembicara 1 (Pihak kontra) :
Membuka debat, dan memperkenalkan anggota tim serta posisi masing- masing anggota.
Menerima defenisi yang diberikan oleh pembicara 1 pihak pro, atau menolah defenisi yang diberikan dengan memberikan defenisi baru.
Memberikan argumen pembuka.
- Pembicara 2 (Pihak pro/kontra):
Mempertahankan opini pembicara 1 apabila terdapat bantahan dari pembicara 1 pihak pro/kontra.
Menyampaikan opini pendukung .
Membantah klaim pembicara 1 pihak pro/kontra.
Rangkuman atas seluruh poin yang telah dibicarakan selama berbicara.
- Pembicara 3 (Pihak pro/kontra):
Bantahan atas klaim pembicara 1 atau 2 pihak pro/kontra.
Tidak dapat menyampaikan opini baru.
Rangkuman atas seluruh poin yang telah dibicarakan.
- Reply speaker
Rangkuman atas keseluruhan pembicaraan.
Tidak menyampaikan argument atau bantahan.
Memberikan alasan mengenai kenapa pihak mereka adalah pihak yang menang.
7. Urutan dan waktu berbicara : 1. Pembicara 1 Pro (3 min) 2. Pembicara 1 Kontra (3 min) 3. Pembicara 2 Pro (3 min) 4. Pembicara 2 Kontra (3 min) 5. Pembicara 3 Pro (3 min) 6. Pembicara 3 Kontra (3 min) 7. Reply speech Pro (2 min) 8. Reply speech Kontra (2 min)
8. Topik perdebatan :
Bahasa daerah tidak dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Bahasa Inggris dihapuskan dari kurikulum SD.
Sekolah sudah memberikan pembelajaran yang cukup, sehingga siswa tidak perlu mengikuti bimbingan belajar.
Sekolah bertanggung jawab atas penggelolaan kantin, termasuk kebersihan dan nutrisi makanan siswa.
Siswa diberikan denda apabila kedapatan membuang sampah sembarangan.
Topik perdebatan dan posisi masing-masing tim (Pro/Kontra) akan dibagikan kepada masing-masing tim secara acak saat melaksanakan technical meeting.
Masing masing tim berhak untuk menyusun materi yang akan dibawa ketika kompetisi.
Berbagi materi antar tim yang berbeda tidak diperkenankan.