• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem

Beberapa pengertian tentang sistem yang dikemukakan oleh para ahli adalah sebagai berikut : menurut Rudy (2012:1) “Sistem adalah entitas atau satuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem (sistem yang lebih kecil) yang saling terhubung dan terkait untuk mencapai suatu tujuan.”

Menurut Yakub(2012:1) “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan

suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu”

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok elemen atau unsur yang saling berinteraksi, bekerjasama atau berhubungan satu sama lain untuk satu tujuan tertentu.

2.1.2 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : 1. Komponen Sistem (Component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen- komponen sistem tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap subsistem memiliki karakteristik dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

6

(2)

7 3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Segala sesuatu yang ada di luar batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Media yang menghubungkan antara satu subsistem dengan subsistem lainnya.

5. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).

Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputemya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem (Output)

Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan dari subsistem yang lain.

7. Pengolahan Sistem (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem mempunyai tujuan atau sasaran. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.2 Konsep Dasar Informasi 2.2.1 Pengertian Informasi

Menurut Rudy (2012:1) informasi adalah pemrosesan input yang terorganisir, memiliki arti, dan berguna bagi orang yang menerimanya”.

Menurut Yakub(2012:8) menyebutkan bahwa “informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”

(3)

8

Dari berbagai sumber yang terkumpul, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil pemrosesan dari data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi penerimanya. Pengertian Informasi selalu dikaitkan dengan data, namun arti dari masing-masing kata dalam pengertian tersebut berbeda. Keberadaan suatu data sangat menunjang terhadap informasi, karena data merupakan bahan mentah yang diperlukan untuk mengambil keputusan atau dengan kata lain, Sumber dari informasi adalah data.

2.2.2 Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal yaitu:

1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan – kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah akan merusak informasi tersebut.

2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.

3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.2.3 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Rudy (2012:2) menyebutkan bahwa “Sistem Informasi adalah cara yang terorganisir untuk mengumpulkan, memasukkan, dan memproses data dan menyimpannya, mengelola, mengontrol dan melaporkannya sehingga dapat mendukung perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuan”.

Menurut Yakub(2012:17) mendefinisikan bahwa ”Sistem Informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang tediri dari komponen – komponen dalam organisasi dalam organisasi untuk menyajikan informasi ”

Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling terhubung yang mengumpulkan,

(4)

9

memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi yang berguna bagi pengguna.

2.3 Pengembangan Sistem Informasi

Sebuah sistem informasi bisa dikatakan berjalan dengan baik tentu dengan pengelolaan pelaksanaan yang baik. Di dalam sistem informasi, dalam pengembangan sistem informasi, ada metode yang paling umum digunakan dikenal dengan istilah SDLC (System Developement Life Cycle).Inilah acuan untuk bisa membangun dan mengelola sebuah sistem informasi yang baik.

2.3.1 Pengertian SDLC (System Development Life Cyle)

Menurut Rosa (2011:24) SDLC atau System Development Life Cyle adalah proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model –model dan metodelogi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem –sistem perangkat lunak sebelumnya.

SDLC dimulai tahun 1960-an, untuk mengembangkan sistem skala usaha besar secara fungsional untuk para konglomerat pada zaman itu. Sistem – sistem yang dibangun mengelola informasi kegiatan dan rutinitas dari perusahaan – perusahaan yang berpotensi memiliki data yang besar dalam perkembangannya.

System Development Life Cycle atau yang dikenal dengan sebutan SDLC adalah alat bantu proses yang digunakan oleh analisis sistem membangun dan mengembangkan sebuah sistem informasi (Rudy,2012:11). Ada beberapa model SDLC, model yang populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Teori model ini juga dikemukakan dalam buku SoftwareEngineering karya Roger S.Pressman, yang menggambarkan proses pengembangan software mengikuti skema air terjun atau disebut the waterfall model. Model SDLC air terjun sering juga disebut model sekuensial linier (Sequential Liniear) atau alur hidup klasik (classic life cycle).

(5)

10 2.3.2 Perancangan SDLC (Model Waterfall)

Terdapat enam langkah fase dalam siklus SDLC. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Berikut adalah Fase-fase yang digambarkan dalam metode waterfall sebagai berikut :

Gambar 2.1Metode Waterfall (Adi:2010)

1. Perencanaan

Dalam tahapan ini, menjelaskan dan mengargumentasi untuk melanjutkan proyek yang telah dipilih.Rencana kerja yang matang juga disusun untuk menjalankan tahapan-tahapan lainnya. Pada tahap ini ditentukan secara detail rencana kerja yang harus dikerjakan, durasi yang diperlukan masing–

masing tahap, sumber daya manusia, perangkat lunak,dokumentasi, perangkat keras, maupun finansial diestimasi. Pembuatan perencanaan ini bukan langkah mudah karena untuk mengestimasi beban kerja dan durasi dari masing-masing tahap dibutuhkan pengalaman yang cukup banyak.

Kesalahan pada tahap ini akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh tidak maksimal, bahkan bisa rugi. Pada tahapan ini peran manajemen sistem informasi berpengalaman sangat dibutuhkan.

Perencanaan

Perancangan

Implementasi

Pengujian

Pemeliharaan Analisis

(6)

11 2. Analisis

Tahap kedua, adalah tahap analisis, yaitu tahap dimana kita berusaha mengenali segenap permasalahan yang muncul pada pengguna dengan mendekomposisi dan merealisasikan komponen – komponen sistem. Tujuan utama dari tahap analisis adalah untuk memahami dan mendokumentasikan kebutuhan bisnis dan persyaratan proses dari sistem baru. Menganalisa kebutuhan sebagai bahan dalam membuat spesifikasi di tahapan selanjutnya.

3. Perancangan

Tahapperancangan (design), dimana kita mencoba mencari solusi permasalahan yang didapat dari tahap analis.tahapan mengubah kebutuhan yang masih berupa konsep menjadi spesifikasi sistem yang riil untuk diimplementasikan.Jika pada tahapan analisis (from requirement to specification), maka tahapan desain adalah (from specification to implementation). Jadi, bagaimana membuatn spesifikasi yang detail untuk bisa diimplementasikan.

4. Implementasi

Tahap implementasi, dimana kita mengimplementasikan perancangan sistem ke situasi nyata. Di sini kita mulai berurusan dengan pemilihan perangkat keras dan penyusunan perangkat lunak aplikasi (pengkodean/coding).

5. Pengujian

Tahap kelima adalah pengujian (testing), yang dapat digunakan untuk menentukan apakah sistem/perangkat lunak yang kita buat sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna atau belum. Jika belum, proses selanjutnya adalah bersifat iteratif, yaitu kembali ke tahap – tahap sebelumnya.

6. Pemeliharaan

Tahap pemeliharaan/perawatan di mana kita mulai melakukan pengoperasian sistem dan jika diperlukan melakukan perbaikan – perbaikan kecil. Kemudia jika waktu penggunaan sistem habis, maka kita akan masuk lagi pada tahap perencanaan (design).

(7)

12 2.4 UML (Unified Modelling Language) 2.4.1 Pengertian UML

UML singkatan dari Unified Modeling Language, UML adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma berorientasi objek (Adi, 2010:6). Sedangkan menurut (Prabowo, 2011:7) UML Merupakan alat komunikasi yang konsisten dan standard dam mendukung para pengembang sistem saat ini.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah alat komunikasi bahasa yang berdasarkan diagram, deskripsi atau gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah system pengembangan perangkat lunak berbasis orientasi objek yang standar. Pentingnya UML disinilah ada standarisasi pemodelan sistem.

(Prabowo:2011) dalam bukunya berjudul Menggunakan UML menjelaskan bahwa sebelum ada UML, para pengembang bahasa sistem sulit untuk berkomunikasi satu sama lain, ada kira-kira 50 jenis notasi dan grafik yang menggambarkan bahasa pemrograman berorientasi objek pada waktu itu . Dengan adanya UML, para pengembang sistem diharapkan melakukan standarisasi pemodelan sistem.

Saat ini, versi UML yang digunakan adalah versi 2.0 yang merupakan hasil dari pengembangan metode yang dikreasikan oleh Gardy Booch, Jim Raumbaugh dan Ivar Jacobson.

Adapun tujuan pemodelan UML adalah sebagai sarana analisis, pemahaman, visualisasi dan komunikasi antar anggota tim pengembang agar lebih mudah dipelajari dan dipahami dalam pandangan pikir yang sama, serta sebagai sarana dokumentasi dalam pembangunan sistem.

2.4.2 Diagram – Diagram UML

Beberapa literature menyebutkan bahwa UML menyediakan Sembilan jenis diagram. Namun kesembilan diagram ini tidak mutlak harus digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, semuanya dibuat sesuai dengan kebutuhan.

Diagram yang sering digunakan adalah Diagram Use case, Diagram Aktivitas(Activity Diagram), Diagram Sequence, Diagram Class.

(8)

13 2.4.2.1 Use Case Diagram

Use case diagram merupakangambaran lengkap tentang interaksi yang terjadi antara actor dengan sistem/perangkat lunak yang sedang kita kembangkan secara tidak terperinci. Diagram ini memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor. Diagram ini sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna (Prabowo, 2011:10). Membuatuse case diagram yang komprehensif merupakan hal yang sangat penting dilakukan pada tahap analisis. Dengan menggunakan use case diagram, kita akan mendapatkan banyak informasi yang berkaitan dengan apa yang terjadi dalam sistem/bisnis.

Komponen pembentuk diagram use case adalah

1. Aktor (actor) ,menggambarkan pihak-pihak yang berperan dalam sistem.

2. Use case, aktifitas / sarana yang disiapkan oleh bisnis / sistem.

3. Hubungan (link) , aktor mana saja yang terlibat dalam use case, dan bagaimana hubungan use case dengan use case lain. ada hubungan antar use case. Digolongkan menjadi 2: yaitu extend digambarkan dengan keterangan <<extend>>, dan include digambarkan dengan keterangan <<include>> . berikut perbedaanya :

Tabel 2.1Perbedaan include dan extend pada use case( prabowo:2011)

Include Extend

Use case terpanggil (included use case) selalu diperlukan oleh use case dasar

Use case ekstensi tidak selalu dibutuhkan oleh use case dasar

Yang memutuskan kapan dipanggilnya use case included adalah use case dasar

Yang memutuskan kapan dipanggilnya use case extend adalah use case extend itu sendiri

Panah hubungan dari use case Panah hubungan dari use case

(9)

14

dasar ke use case include extend ke use case dasar

Use case biasanya disertai dengan penjelesan narasi yang dirangkum dalam tabel yaitu disebut Use case Description. Use case Description merupakan tabel yang digunakan untuk membuat dan menjelaskan keterangan terperinci mengenai tiap tiap use case. Terdapat istilah pre condition dan post condition, fungsinya adalah memberikan informasi penting mengenai keadaan sistem sebelum dan sesudah use case. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan singkat atau dapat pula berupa nama Use-case.

Gambar2.2 Contoh Use case (Prabowo, 2011) Tabel 2.2Relasi – relasi dalam Use Case ( adi, 2010:36)

(10)

15 2.4.2.2 Activity Diagram

Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas yang melalui program, dari titik mulai yang sudah didefinisikan sebelumnya, sampai ke titik akhir (Rudy, 2012:150). Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan dengan sistem.

Gambar 2.3Contoh Activity Diagram ( Adi : 2010)

(11)

16

Tabel 2.3 Komponen Activity Diagram (Adi : 2010)

2.4.2.3 Sequence Diagram

Diagram ini memperlihatkan interaksi yang menekankan pada urutan pertukaran pesan/data dalam suatu waktu tertentu yang dilakukan oleh sekumpulan objek atau aktor yang mengerjakan pekerjaan (Prabowo:2011) . Sequence diagram biasanya tersusun dari elemen obyek, interaction dan message.

Interaction menghubungkan 2 obyek dengan pesannya. Diagram ini menjelaskan aspek dinamis dari sistem yang sedang dibangun .Untuk satu use case bisa dibuat beberapa sequence diagram, karena satu use case biasanya terdiri dari beberapa aktivitas yang harus dilakukan dan masing-masing aktivitas ini bisa direpresentasikan dalam satu sequence diagram.

(12)

17

Gambar 2.4 Contoh Sequence Diagram (Rosa:2011) Berikut merupakan komponen utama dalam sequence diagram :

Tabel 2.4 Komponen Sequence Diagram

2.4.2.4 Class Diagram

Diagram Kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas – kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.

Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi (Rosa, 2011:122). Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas dan objek. Objek adalah entitas yang memiliki atribut(anggota komponen objek), karakter / sifat

(13)

18

(behaviour) dan kadangkala disertai kondisi .contoh: siswa, Negara, kota . sedangkan Kelas adalah penggambaran satu set objek yang memiliki atribut dan behavior yang sama. (Prabowo, 2011:39). Komponen class diagram :

Tabel2.5 Komponen Class Diagram

Gambar 2.5Contoh Class Diagram (Prabowo, 2011)

2.5 Perancangan Berorientasi Obyek

Secara prinsip obyek merupakan sebuah elemen yang akan diselidiki atau dipahami.Jika kita merujuk pada obyek dari sudut pandang yang nyata berarti obyek merupakan sesuatu yang nyata dan memiliki bentuk, akan tetapi berbeda jika kita berbicara konsep sistem bukan hanya bisa dilihat atau dirasakan tetapi sesuatu yang masih bersifat ide atau gagasan.

(14)

19

Menurut Stendy (2010:178) pemograman berorientasi obyek berbarti sebuah teknik pemograman yang didalam proses pengembanganya menggunakan terminologi obyek,dimana setiap obyek memiliki atribut beserta fungsi yang saling berinteraksi satu dengan yang lain seperti halnya obyek.

Pendekatan berorientasi objek merupakan suatu strategi pembangunan perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi yang diberlakukan terhadapnya (Rosa, 2011:82).

Pemograman berorientasi obyek memiliki tujuan untuk pemahaman sistem kepada user atau client.Hal ini karena user/client dapat dengan mudah memahami alur pemograman dengan kasus yang dihadapi.Dalam rekayasa perangkat lunak.

konsep pendekatan berorientasi objek dapat diterapkan pada tahap analisis.

perancangan. pemrograman, dan pengujian perangkat lunak. Ada berbagai teknik yang dapat digunakan pada masing-masing tahap tersebut, dengan aturan dan alat bantu pemodelan tertentu.

2.5.1 Karakteristik Dasar dalam Sistem Berorientasi Objek 1. Abstraksi (abstraction)

Abstraksi atau abstraction secara sederhana dikatakan sebagai proses memilah beberapa attribut dan beberapa operasi suatu objek hanya sampai pada yang benar-benar diperlukan saja dan membuang atribut dan operasi yang tidak diperlukan untuk persoalan yang dihadapi.

2. Pewarisan (inheritance)

Objek adalah anggota atau instan suatu kelas dan sebaliknya kelas adalah sebuah kategori dari beberapa objek yang mempunyai attribut dan operasi yang sama, maka objek mempunyai semua karakteristik dari suatu kelas.

Attribut dan operasi yang ditentukan dalam kelas dapat diwariskan ke masing-masing objek dalam kelas tersebut.

3. Banyak Bentuk (polymorphism)

Kadang-kadang sebuah operasi mempunyai nama yang sama pada kelas yang berbeda. Operasi–operasi tersebut walaupun mempunyai nama yang sama tetapi diberikan pada objek yang berbeda maka mempunyai makna

(15)

20

yang berbeda. Pada masing-masing persoalan dapat dilakukan operasi yang berbeda-beda walaupun dengan nama yang sama. Konsep tersebut dikenal dengan istilah banyak bentuk atau polymorphism, yaitu suatu operasi dengan nama yang sama, tetapi jika diberikan pada objek yang berbeda akan mengakibatkan operasi yang berbeda.

4. Pembungkusan (encapsulation)

Pembungkusan atau encapsulation adalah menyembunyikan kompleksitas dari luar dan hanya membuka operasi-operasi yang diperlukan saja terhadap objek–objek lain.

5. Pengiriman pesan (message sending)

Bagaimana objek–objekdalam sistem bekerjasama.Mereka melakukannya dengan mengirimkan pesan dari satu objek ke objek lainnya. Suatu objek mengirimkan pesan ke objek lain untuk melakukan sebuah operasi dan juga dapat menerima pesan dari objek lain untuk melakukan operasi lainnya.

6. Asosiasi (assosiation)

Pada saat seseorang melakukan turn-on pada sebuah televisi, maka menurut terminologi berorientasi objek, seseorang tersebut sedang berasosiasi dengan televisi.

7. Aggregasi (aggregation)

Aggregasi adalah bentuk khusus dari asosiasi yang lebih kuat, dimana asosiasi yang terjadi adalah “part of” antara objek yang satu dengan objek yang lainnya atau asosiasi antara “keseluruhan” dengan “sebagian”. Salah satu bentuk aggregasi meliputi hubungan yang kuat antara satu objek dan objek–objek lainnya sebagai komponen pembentuknya, hal ini dikenal dengan nama lain yaitu komposisi. Kunci komposisi bahwa komponen- komponen tersebut ada hanya sebagai penyusun dari objek gabungan tersebut.

2.6 Perancangan Basis Data

Merupakan tahap merancang basis data yang akan diterapkan oleh sistem.

Menurut Fathansyah (2012:2) basis data dapat didefisinikan dalam sejumlah sudut pandang seperti:

(16)

21

 Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

 Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

 Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

2.6.1 Sistem Basis Data

Sistem basis data merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan memungkinkan beberapa pemakai mengakses dan memanipulasinya (Yakub, 2008:14).

2.6.2 Komponen Sistem Basis Data

Sistem basis data terdapat komponen – komponen utama, yaitu : 1. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras (hardware) yang biasanya terdapat dalam sebuah sistem basis data adalah :

 Komputer untuk sistem stand alone

 Sistem jaringan (network)

 Memori sekunder yang online (harddisk)

 Memori sekunder yang offline (removable disk)

 Perangkat komunikasi untuk sistem jaringan

2. Sistem Operasi (Operating System)

Sistem operasi merupakan program yang mengaktifkan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi – operasi dasar dalam komputer, pengelolaan file dan lain – lain.

(17)

22 3. Basis Data (Database)

Basis data merupakan koleksi dari data yang terorganisasi dengan cara sedemikian rupa sehingga data tersebut mudah disimpan dan dimanipulasi.

Sebuah sistem basis data memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat memiliki sejumlah objek basis data seperti tabel, indeks dan lain – lain.

4. Sistem Pengelola Basis Data (Database Management System/DBMS) Database Management System (DBMS) merupakan kumpulan program aplikasi yang digunakan untuk membuat dan mengelola basis data. DBMS merupakan perangkat lunak yang menentukan bagaimana data tersebut diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Selain itu DBMS juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersamaan, dan konsistensi data.

5. Pemakai (user)

User atau pemakai adalah beberapa jenis atau tipe pemakai pada sistem basis data, berdasarkan cara mereka berinteraksi pada basis data, diantaranya adalah:

 Programmer Aplikasi

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui DML (Data Manipulation Language), yang disertakan dalam produk yang ditulis dalam bahasa pemograman induk (seperti pascal, cobol, clipper, foxpro dan lain – lain).

 User Mahir (Casual User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Pemakai menggunakan query (untuk akses data), dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS.

 User Umum (Naive User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen, yang telah ditulis atau disediakan sebelumnya.

 User Khusus (Specialized User)

(18)

23

Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional untuk keperluan khusus, seperti untuk aplikasi sistem pakar, pengolahan citra, dan lain – lain.

6. Perangkat Lunak Lain

Perangkat lunak lain ini berfungsi untuk melakukan pengisian, pengubahan dan pengambilan data. Program ini ada yang sudah disediakan bersamaan dengan DBMS-nya, ada juga yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan development tools.

2.7 Perangkat Pendukung Sistem

Saat ini telah tersedia berbagai paket perangkat lunak untuk banyak kebutuhan sistem.Dalam perangkat lunak, program yang digunakan telah diuji serta terbukti mampu menghemat waktu dan biaya pengembangan.

2.7.1 PHP (Hypertext Preprocessor)

PHP adalah bahasa pemograman web – server (server side) yang bersifat open source atau gratis. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahub 1995. Pada saat itu PHP bernama FI (Form Interpreted) adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Perkembangan selanjutnya pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0 yang merupakan cikal bakal PHP 3. Pada rilis ini interpreter sudah diimplementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakan juga modul – modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan. Kemudia pada Juni 1998 perusahaan Zend merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rislis tersebut menjadi PHP 3.0 dan dari versi 3 lah singkatan PHP muncul yaitu Hypertext Preprocessor.

Akhirnya pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interperter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi. Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interperter PHP mengalami perubahan besar dan dikenalkan model

(19)

24

pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemograman kearah pemrograman berorientasi objek (Rulianto, 2010:2).

2.7.2 Menggunakan PHP

Untuk membuat script atau kode PHP kita dapat mengawalinya dengan pembuka berupa tanda kurang dari dan tanda tanya ( <? ) serta diakhir dengan tanda ( ?> ). Semua data didalamnya akan dianggap sebagai script program PHP.

Dalam melakukan pengcodingan ada banyak editor yang dapat digunakan untuk pembuatan web seperti Dreamweaver,PHP designer,Delphi for PHP, notepad++, dan nuspherePHP dan masih banyak lagi.Bahasa pemograman ini juga bekerja dibawah beberapa database seperti Oracle,Sybase,PostgraseSQL dan MySQL.

Secara garis besar teknik penulisan PHP sebagai berikut : Contoh penulisan PHP 1 :

<?

... isi dari statement yang anda buat

?>

Contoh penulisan PHP 2:

<?php

... isi dari statement yang anda buat

?>

2.7.3 Code Igniter

Code Igniter adalah sebuah framework yang bersifat open source digunakan untuk membagun aplikasi PHP.Menggunakan Code Igniter membantu developer untuk mengerjakan aplikasi dengan cepat dari pada menulis kode dari awal.Code Igniter dibangun dengan konsep Model – View – Controller. Keuntungan menggunakan framework ini adalah ringan, terstruktur, mudah untuk dipelajari, dokumentasi lebih lengkap.

(20)

25 2.8 MySQL

MySQL adalah salah satu jenis database server yang terkenal. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System), itulah sebabnya istilah seperti table, baris, dan kolom digunakan dalam MySQL (Rulianto, 2010:148). Kepopuleran MySQL disebabkan karena menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses database yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu DDL, DML, dan DCL. Selain itu, MySQL bersifat open source jadi tidak perlu membayar untuk menggunakannya.

DDL (Data Definition Language), merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut – atribut database, tabel, atribut (kolom), batasan – batasan terhadap suatu atribut serta hubungan antar tabel.

DML (Data Manipulation Language), merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data dalam database, misalnya untuk pengambilan, penyisipan, pengubahan dan penghapusan data.

DCL (Data Control Language), berisi perintah – perintah untuk mengendalikan pengaksesan data. Pengendalian dapat dilakukan berdasarkan per-pengguna per-tabel, per-kolom maupun per-operasi yang boleh dilakukan.

2.9 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)

Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.504 pulau dengan panjang garis pantai kurang lebigh 81.000 km. Sebagai Negara Kepulauan terbesar, Indonesia memiliki potensi perikanan laut yang sangat besar.

Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) serta laut lepas mengandung sumberdaya ikan yang potensial dan sebagai lahan pembudidayaan ikan.

Melihat dari kondisi Indonesia yang terletak di antara dua samudera, Indonesia memiliki potensi sumberdaya perikanan tangkap yang sangat besar baik dari segi kuantitas maupun keanekagaramannya. Potensi lestari sumberdaya perikanan tangkap diperkirakan sebesar 6,52 juta ton. Pada tahun 2009, jumlah Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Indonesia mengalami perubahan dari 9 (sembilan) menjadi 11 (sebelas) WPP. Berikut ulasan satu per-satu 11 WPP yang ada di Indonesia :

(21)

26

1. WPP 571 meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Andaman

WPP selat malaka ini unik karena secara yuridis, perairan ini dibawah dua Negara, yaitu Indonesia dan Malaysia sehingga dalam pengelolaan perikanan ini menjadi tanggungjawab bersama (terutama untuk stok ikan yang bersifat stradling and shared).

2. WPP 572 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan Selat Sunda

WPP 572 berbatasan dengan perairan internasional dan mayoritas adalah laut dalam. Namun wilayah penangkapannya relatif sempit dan dekat pantai.

Dengan demikian, daerah penangkapan sumberdaya ikan di WPP ini masih terbatas di sekitar pantai.

3. WPP 573 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu dan Laut Timor bagian Barat

Secara administratif, WPP 573 di sebelah utara berbatasan dengan Pantai Selatan Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur;

di sebelah timur berbatasan dengan perbatasan Laut Teritorial Indonesia – Timor Leste; di sebelah selatan berbatasan dengan batas terluar ZEE Indonesia – Australia; dan di sebelah barat berbatasan dengan batas terluar ZEE Indonesia – Australia.

4. WPP 711 meliputi perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan

WPP 711 memilkik arti yang strategis baik ditinjau dari sumberdaya yang dikandungnya maupun dari segi lalu lintas pelayaran serta memiliki perbatasan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

5. WPP 712 meliputi perairan Laut Jawa

WPP Laut Jawa yang merupakan bagian dari paparan Sunda di mana seluruhnya merupakan perairan teritorial dengan kedalaman maksimal sekitar 70 meter dengan kegiatan penangkapan terbanyak terpusat di Pantai Utara jawa.

6. WPP 713 meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali

(22)

27

WPP ini meliputi perairan bagian paling utara yaitu perairan laut Tarakan dan Nunukan sampai dengan bagian paling selatan yang terletak di bagian perairan barat Sulawesi selatan.

7. WPP 714 meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda

Laut Banda sebagai kesatuan ekosistem merupakan perpaduan dari 3 keistimewaan, yaitu merupakan laut kontinen yang sempit, memiliki perairan oseanik (laut dalam), dan terletak di daerah tropis.Dengan demikian menghasilkan kondisi oseanografi sangat dinamis dan secara hidrografis memberikan sifat–sifatekologis yang sangat menguntungkan. Kondisi ekologis yang menguntungkan itu antara lain ditopang oleh masa air samudera, suhu yang hangat dan ketersediaan pakan yang melimpah pada lahan yang relatif sempit.

8. WPP 715 meliputi perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram dan Teluk Berau

Perairan di WPP 715 ini memiliki potensi sumberdaya perikanan yang besar dan potensial, tetapi pengelolaannya belum dilakukan secara optimal.

Disamping itu, kualitas sumberdaya manusia (nelayan) relatif masih rendah.

9. WPP 716 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara Pulau Halmahera

Perairan Sulawesi Utara dan sekitar merupakan salah satu daerah penagkapan ikan tuna dan cakalang yang terpenting di Timur Indonesia.Perikanan tunadan cakalang ini berkembang sejak didirikannya perusahaan negara yang berkecimpung dialam penangkapan ikan tuna dan cakalang.

10. WPP 717 meliputi perairan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik Perairan ini dieksploitasi bersama dengan Filipina. Di daerah ini telah berkembang suatu kerjasam regional antara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Di perairain ini sering terjadi pelanggaraan berupa penangkapan illegal yang melanggar batas maritime yang dilakukan oleh nelayan dari Filipina.

(23)

28

11. WPP 718 perairan Laut Aru, Laut Arafuru dan Laut Timor bagian Timur

Perairan di WPP 718 ini merupakan kawasan yang kaya akan sumberdaya ikan. Namun, maraknya penangkapan illegal di WPP ini menyebabkan status pengusahaan jenis ikan demersal dan udang masuk dalam tahap over exploited.

WPP ditujukan untuk memudahkan sistem pendataan sumberdaya ikan, yang selanjutnya digunakan untuk estimasi (pendugaan) stok sumberdaya ikan dilaut. Pembagian WPP ini lebih didasarkan pada daerah tempat ikan hasil tangkapan didaratkan di pelabuhan. Upaya ini adalah merupakan langkah maju dalam menerapkan tatanan pengelolaan perikanan yang bertanggungjawab atau berkelanjutan. Sebagaimana kita ketahui sumberdaya perikanan adalah termasuk sumberdaya alam yang diperbaharui. Akan tetapi, bila jumlahnya yang dieksploitasi lebih besar daripada kemampuan alami untuk kembali, maka sumberdaya tersebut akan berkurang, bahkan habis.

Penataan WPP hanya merupakan salah satu faktor essensial untuk menata sumberdaya perairan. Langkah selanjutnya adalah tetap dilakukan pengkajian stok ikan pada setiap WPP. Untuk itu, perlu dilakukannya solusi kelestarian sumberdaya perairan guna kesejahteraan nelayan dan bangsa kita, baik saat ini maupun pada masa yang akan datang. Melihat fenomena yang ada maka WPP harus dilakukan upaya – upaya pengelolaan pemanfaatan sumberdaya ikan yang lebih baik, sehingga sumberdaya ikan yang ada masih dapat menjadi modal bagi perbaikan stok dalam kaitan pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Gambar

Gambar 2.1Metode Waterfall (Adi:2010)
Diagram  yang  sering  digunakan  adalah    Diagram  Use  case,  Diagram  Aktivitas(Activity Diagram), Diagram Sequence, Diagram Class
Tabel 2.1Perbedaan include dan extend pada use case( prabowo:2011)
Diagram  aktivitas  atau  activity  diagram  menggambarkan  workflow  (aliran  kerja)  atau  aktivitas  yang  melalui  program,  dari  titik  mulai  yang  sudah  didefinisikan  sebelumnya,  sampai  ke  titik  akhir  (Rudy,  2012:150)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Ciri pokok sistem menurut Gapspert ada emapt, yaitu sistem itu beroperasi dalam suatu lingkungan, terdiri atas unsur- unsur, ditandai dengan saling berhubungan, dan mempunyai

Berdasarkan definisi diatas dapat dikatakan bahwa sistem adalah perangkat unsur yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan atau berkaitan dengan satu

Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponen mendefinisikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai

Berdasarkan definisi menurut para ahli diatas dapat disimpulkan sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berhubungan, saling ketergantungan satu sama

Dari definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem adalah suatu kumpulan atau kelompok dari elemen atau komponen yang saling berhubungan atau

Sebuah sistem yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama dalam membentuk satu kesatuan. Komponen atau elemen sistem dapat berupa suatu

Berdasarkan definisi di atas, sistem informasi kumpulan dari komponen sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai suatu

Menurut (O'Brien, 2019) Pengertian sistem secara sederhana adalah kumpulan yang saling berhubungan dengan batas definisi yang jelas seperti kumpulan himpunan