• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

6 2.1. Konsep Dasar Sistem

2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut (O'Brien, 2019) Pengertian sistem secara sederhana adalah kumpulan yang saling berhubungan dengan batas definisi yang jelas seperti kumpulan himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling ketergantungan satu sama lainnya terpadu.

Menurut (Prof, Dr. Azhar Susanto Mbus, AK. CPA, 2017) Sistem adalah kumpulan/ grup dari sub sistem/ atau bagian komponen ataupun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Menurut (Destimulyati, 2019) Sistem suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau pariabel yang terorganisir, saling berintraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.

2.1.2. Pengertian Informasi

“Informasi adalah suatu data yang telah diproses memiliki arti dan berguna untuk pengguna serta mengangandung kapasitas yang akurat.” (O'Brien, 2019)

Menurut (Munawir, 2018:7) “Informasi merupakan hasil pemprosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan dan dibutuhkan dalam pemahaman fakta-fakta yang ada”.

(2)

Menurut Gardon B. Davis “Informasi yaitu data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang memiliki arti dalam penerima dan memiliki nilai nyata yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan saat ini maupun saat mendatang.” (Munawir, 2018:7).

Menurut Sutabri “Informasi adalah data yang telah diklasifikasi atau diolah atau interpretasi untuk digunakan untuk proses pengambilan keputusan.” (Permatasari, 2018).

2.1.3. Pengertian Sistem Informasi

Menurut (Raymond Mc. Leod dalam Muslihudin, 2016)“Sistem informasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem baik fisik maupu non fisik yang saling berhubungan satu sama dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna”.

Menurut Laudon “Sistem informasi merupakan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, kordinasi, pengendalian dan untuk memberikan gambar aktivitas didalam perusahaan.” (Raymond Mc. Leod dalam Muslihudin, 2016).

Menurut McKeown “Sistem informasi merupakan gabungan dari komputer dan user yang mengelola perubahan data menjadi informasi serta menyimpan data dan informasi tersebut.” (Raymond Mc. Leod dalam Muslihudin, 2016).

(3)

2.1.4. Pengertian Sistem Informasi Booking Servis

Secara sederhana, istilah servis mungkin bisa diartikan sebagai “melakukan sesuatu bagi orang lain”. Sebagai jasa, servis umumnya mencerminkan produk tidak berwujud fisik (intangible) atau sektor industri spesifik, seperti bengkel, pendidikan, kesehata, telekomunikasi, transportasi, asuransi, perbankan. Sebagai layanan, istilah servis menyiratkan segala sesuatu yang dilakukan pihak tertentu. Dalam konteks layanan/jasa dirumuskan sebagai aplikasi kompetensi (pengetahuan dan keterampilan) khususnya melalui perbuatan/tindakan, proses, dan kinerja demi manfaat bagi entitas bersangkutan atau entitas lain. (Fandy Tjiptono, 2016:3).

2.1.5. Website a. Website

Menurut Taufik “Website merupakan tempat penyimpanan data dan informasi dengan menggunakan topik tertentu, Diumpamakan situs web ini adalah sebuah buku yang berisikan sebuah topik tertentu, website atau situs web merupakan kumpulan dari halaman-halaman web yang saling berkaitan di dalam web tersebut”. (Destimulyati, 2019).

b. Internet

“Internet merupakan jaringan komputer raksaksa yang mengintegrasikan jaingan komputer diseluruh dunia, berbagai informasi ditawarkan oleh internet yang pada intinya membantu para pemakai komputer untuk saling bertukar informasi/komunikasi.” (Susanto, 2017:316).

“Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer seluruh dunia, dengan internet sebuah komputer bisa mengakses data yang terdapat pada komputer yang lain dibenua yang berbeda” (Permatasari, 2018).

(4)

c. Web Browser

Menurut Edy , et al “Web browser adalah perangkat lunak yang fungsinya menerima dan menyajikan informasi diinternet. Sumber infomasi bisa dilihat dengan menggunakan web browser, baik yang berupa halaman web, gambar, video atau jenis konten lainnya.” (Fathansyah Prayitno, 2019).

d. Web Server

“Web server adalah suatu program komputer yang mempunyai tanggung jawab atau tugas menerima permintaan HTTP dari komputer klien, yang dikenal dengan nama web browser dan melayani mereka dengan menyediakan repon HTTP berupa konten data.” (Permatasari, 2018).

2.1.6. Basis Data a. MySQL

“MySQL adalah DBMS open source untuk database berbasi web.”

Menurut MADCOMS “MySQL adalah sistem manajemen Database SQL yang bersifat Open Seurce dan paling popular saat ini. Sistem Database

MySQLmendukung beberapa fitur seperti multithreaded, multiuser, dan SQL Database system (DBMS)”. (Permatasari, 2018).

b. XAMPP

Menurut MADCOMS “XAMPP adalah adalah paket kumpulan software yang terdiri dari Apache , MySQL, PhpMyAdmin, PHP, Perl, Filezilla, dan lain”. (Permatasari, 2018).

(5)

Menurut Raharjo “XAMPP adalah software yang membungkus Apache,

HTTP Server, MariaDB, PHP, dan Perl”. (Destimulyati, 2019).

c. PHP MyAdmin

PhpMyAdmin adalah aplikasi web PHP sebagai administrator

MySQL,PhpMyAdmin mendukung sebagai aktivitas MySql seperti pengolahan data,

table, relasi antar table dan sebagainya. (Yanto., 2016).

2.2. Teori Pendukung

2.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)

Teknik pemodelan entity relationship diagram (ERD) sering digunakan menggambarkan relasi/hubungan antar entitas yang berada pada basis data. Relasi/hubungan tersebut menandakan terjadinya interaksi-interaksi antar setiap entitas/tabel yang berada pada basis data.

Menurut (Sukamto, 2015:50) Model E-R (ERD) adalah “Penyimpanan basis data menggunakan OODBMS”.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa entity relationship diagram (ERD) merupakan model yang menggambarkan suatu penyimpanan basis data yang menggunakan susunan data dalam sistem secara abstrak dan menjelaskan relasi yang terjadi.

(6)

Berikut adalah contoh bentuk hubungan relasi dalam ERD

a. One to One: Hubungan antara file yang satu dengan file yang kedua adalah satu berbanding satu.

Sumber: (Sukamto & Shalahuddin, 2016)

Gambar II, 1. Entity Relational Diagram One to One.

b. One to Many: Hubungan antara file yang satu dengan file yang kedua adalah satu berbanding banyak.

Sumber: (Sukamto & Shalahuddin, 2016)

Gambar II, 2. Entity Relational Diagram One to Many.

c. Many to Many: Hubungan antara file yang satu dengan file yang kedua adalah

banyak berbanding banyak.

Sumber: (Sukamto & Shalahuddin, 2016)

(7)

Gambar atau simbol yang terdapat pada entity relationship diagram (ERD) sering disebut dengan komponen. Komponen entity relationship diagram (ERD) disajikan ke dalam bentuk tabel.

Sumber : (sukamto, 2015:50)

Gambar II,4. Entity Relationship Diagram

2.2.2. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Ladjamudin menyatakan bahwa: Logical record structure (LRS) atau yang dikenal sebagai record-base model digunakan untuk menggambarkan hasil rancangan basis data untuk merepresentasikan data dan relasi. Logical record

structure (ERD) memiliki fungsi yang sama entity relationship diagram (ERD) yaitu

untuk menggambarkan rancangan basis data. (Sukamto & Shalahudin., 2016). LRS merupakan hasil transformasi diagram E-R (ERD) menggunakan aturan-aturan tertentu. Aturan-aturan-aturan tersebut yaitu:

a. Setiap entityakan diubah ke dalam bentuk sebuah kotak dengan namaentity berada di luar kotak dan atribut berada di dalam kotak.

(8)

b. Sebuah relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bersama entity, kadang dipisah dalam sebuah kotak tersendiri.

Dari pernyataan diatas dapat dapat disimpulkan bahwa LRS merupakan hasil kardinalitas dari diagram E-R (ERD) menjadi LRS yang memiliki hubungan searah dari beberapa record dan akan mengikuti pola pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan konversi LRS. Aturan pokok yang telah diuraikan mempengaruhi langkah pentransformasian yaitu kardinalitas.

Adapun kardinalitas tersebut Ladjamudin (Sukamto & Shalahudin., 2016) yaitu: a. 1:1 (one to one) Relasi 1:1 akan membentuk 2 tabel.

b. 1:M (one to many) Relasi 1:M akan membentuk 2 tabel.

c. M:N (many to many) Relasi M:N akan membentuk 2 tabel utama dengan 1 tabel bantuan (tabel detail).

Sumber: (sukamto, 2015:50)

Gambar II,5. Logical Record Structure

2.2.3. Unified Modeling Language (UML)

Menurut (Sukamto & Shalahudin, 2016:133) mengemukakan bahwa: Pada perkembangan teknik pemprograman berorientasi objek, munculah sebuah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangunan berorientasi objek, yaitu Unified

(9)

Modeling Language (UML). UML muncul karena adanya kebutuhan pemodelan

visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak. UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung.

“UML singkatan dari Unified Modeling Language yang berarti Bahasa pemodelan standar.” (Sukamto & Shalahudin., 2016)

Menurut (Sukamto & Shalahudin., 2016) UML diaplikasikan untuk maksud tertentu, biasanya antara lain untuk:

a. Merancang perangkat lunak.

b. Sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis.

c. Menjabarkan sistem secara rinci untuk analisis dan mencari apa yang diperlukan sistem.

d. Mendokumentasi sistem yang ada, proses-proses dan organisasinya.

Para pengembang sistem berorientasi objek menggunakan Bahasa model untuk menggambarkan, membangun dan mendokumentasikan sistem yang mereka rancang. Yang termasuk kedalam UML yaitu use case diagram, activity diagram,

class diagram dan sequence diagram.

2.2.4. Activity Diagram

“Diagram Aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam suatu sistem serta pemodelan fungsi-fungsi suatu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.” (Shalahudin, 2016:161).

(10)

Menurut Fowler “usecase menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya seperti usecase atau interaksi.” (Fathansyah Prayitno N. , 2016).

Sumber: (Shalahudin, 2016:161)

Gambar II,6.Activity Diagram

2.2.5. Use Case Diagram

Menurut Suhedar dan Gunandi “Use case diagram adalah rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah actor. Use case digunakan untuk membentuk tingkah-laku benda/things dalam sebuah model serta direalisasikan oleh sebuah collaboration.” (Shalahudin., 2016:155)

“Diagram ini memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan

(11)

memodelkan perilaku suatu system yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.” (Yanto., 2016).

Menurut Fowler menyatakan bahwa: Use case adalah abstraksi dari interaksi antara sistem dan aktor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai. Use case merupakan konstruksi untuk mendeskripsikan bagaimana sistem akan terlihat di mata user. Sedangkan use case diagram memfasilitasi komunikasi diantara analis dan pengguna serta antara analis dan client. (Yanto., 2016).

Sumber: (Shalahudin., 2016:155)

Gambar II,7. Use Case Diagram

2.2.6. Class Diagram

Menurut Fowler menyatakan bahwa: class adalah deskripsi kelompok obyek- obyek dengan properti, perilaku (operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan global atas sebuah sistem. Hal tersebut tercermin dari class-class yang ada dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visualisasi struktur kelas dari suatu sistem. (Yanto., 2016)

(12)

Sumber: (Yanto., 2016)

Gambar II.8. Class Diagram

2.2.7. Sequence Diagram

Menurut (Fathansyah Prayitno N. &., 2019)Sequence diagram (diagram urutan) adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna, display dan sebagainya berupa pesan/message. Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai sebuah respon dari suatu kejadian/even untuk menghasilkan output tertentu.

Menurut Fowler sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah scenario. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antar object juga interaksi antar object, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. (Fathansyah Prayitno N. &., 2019).

(13)

Sumber: (Fathansyah Prayitno N. &., 2019)

Gambar

Gambar  atau  simbol  yang  terdapat  pada  entity  relationship  diagram  (ERD)  sering  disebut  dengan  komponen
Diagram  ini  terutama  penting  dalam  suatu  sistem  serta  pemodelan  fungsi-fungsi  suatu  sistem  dan  memberi  tekanan  pada  aliran  kendali  antar  objek.”  (Shalahudin,  2016:161)
Gambar II.8. Class Diagram
Gambar II.9. Sequence Diagram

Referensi

Dokumen terkait

Dilihat dari dua pengertian diatas maka, pengertian sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan, himpunan, unsur, komponen atau variable yang terorganisasi,

“Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variable-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung

Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel–variabel yang terorganisir, saling berinteraksi,

Secara umum suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen yang terorganisir, saling beinteraksi, saling ketergantungan satu

1. Kumpulan file atau tabel atau arsip yang saling berkaitan/berhubungan yang disimpan kedalam suatu media elektronik. Himpunan data yang saling berhubungan yang diatur

Secara umum suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen yang terorganisir, saling berinteraksi, saling ketergantungan

Jadi dari pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian, unsur-unsur atau komponen yang saling berhubungan satu sama

Pengertian database atau basis data menurut (Indrajani, 2011) adalah sebagai berikut: a. Basis data merupakan kumpulan terpadu dari elemen data logis yang saling