• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

59 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1. Profil Kabupaten Karanganyar a. Letak Geografis

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan :67

- Sebelah Utara : Kabupaten Sragen - Sebelah Timur : Provinsi Jawa Timur

- Sebelah Selatan : Kab. Wonogiri dan Kab. Sukoharjo - Sebelah Barat : Kota Surakarta dan Kabupaten Boyolali

Bila dilihat dari garis bujur dan garis lintang, maka Kabupaten Karanganyar terletak antara 110° 40” – 110° 70” Bujur Timur dan 70°

28” – 70° 46” Lintang Selatan. Ketinggian rata-rata 511 meter di atas permukaan laut serta beriklim tropis dengan temperatur 22 – 31 °C.

b. Ketinggian Wilayah

Rata-rata ketinggian wilayah di Kabupaten Karanganyar berada di atas permukaan laut yakni 511 meter, adapun wilayah terendah di Kabupaten Karanganyar berada di Kecamatan Jaten yang hanya 90 meter diatas permukaan laut dan wilayah tertinggi berada di Kecamatan Tawangmangu yang mencapai 2000 meter diatas permukaan laut.

c. Luas Wilayah

Luas wilayah Kabupaten Karanganyar adalah 77.378,64 Ha, dengan wilayah administrasi yang terbagi dalam 17 Kecamatan, 15 Kelurahan, dan 162 Desa.

67 www.karanganyarkab.go.id diakses pada tanggal 5 Januari 2017 jam 20.00 WIB

(2)

commit to user

60 Tabel 1

Wilayah Administrasi Kabupaten Karanganyar

No. Wilayah Jumlah

1. Kecamatan 17

2. Kelurahan 15

3. Desa 162

4. Dusun 1.091

5. Dukuh 2.313

6. RW 1.876

7. RT 6.130

Sumber : www.karanganyarkab.go.id tahun 201568

Tabel 2

Kecamatan dan Luas Wilayah

No. Wilayah (Kecamatan) Luas (Ha)

1. Jatipuro 4.036,50

2. Jatiyoso 6.176,49

3. Jumapolo 5.567,02

4. Jumantono 5.355,44

5. Matesih 2.626,63

6. Tawangmangu 7.003,16

7. Ngargoyoso 6.533,94

8. Karanganyar 3.411,08

9. Karangpandan 4.302,64

10. Tasikmadu 2.759,73

11. Jaten 2.554,81

12. Colomadu 1.564,81

13. Gondangrejo 5.679,95

14. Kebakkramat 3.645,63

68 Ibid

(3)

commit to user

61

15. Mojogedang 5.330,90

16. Kerjo 4.682,27

17. Jenawi 5.608,28

Sumber : www.karanganyarkab.go.id tahun 201569

2. Profil Pemerintah Kabupaten Karanganyar

Pemerintah Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Karanganyar resmi terbentuk sebagai daerah otonom pada tanggal 27 April 1999 dimana keberadaannya ditetapkan berdasarkan Undang- undang Nomor 12 Tahun 1999. Luas wilayah Kabupaten Karanganyar adalah 6.874 Ha dengan jumlah penduduk berdasarkan hasil pendataan Badan Pusat Statistik Kabupaten Karanganyar (BPS) Tahun 2010 kurang lebih sebanyak 145.346 jiwa. Perda Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Karanganyar : 1. Sekretariat Daerah

2. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 3. Inspektorat

4. Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan 5. Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil 6. Dinas Kesehatan

7. Dinas Komunikasi Dan Informatika 8. Dinas Lingkungan Hidup

9. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga 10. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 11. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

12. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana

13. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 14. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

69 Ibid

(4)

commit to user

62

15. Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Dan Menengah

16. Dinas Perhubungan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman 17. Dinas Perikanan dan Peternakan

18. Dinas Pertanian dan Pangan 19. Dinas Sosial

20. Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia 21. Badan Keuangan Daerah

22. Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan 23. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

24. Badan Penanggulangan Bencana Daerah

25. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karanganyar 26. Satuan Polisi Pamong Praja

27. Kecamatan Karanganyar 28. Kecamatan Tasikmadu 29. Kecamatan Jaten

30. Kecamatan Karangpandan 31. Kecamatan Tawangmangu 32. Kecamatan Matesih 33. Kecamatan Ngargoyoso 34. Kecamatan Jenawi 35. Kecamatan Kerjo 36. Kecamatan Mojogedang 37. Kecamatan Kebakkramat 38. Kecamatan Colomadu 39. Kecamatan Jumantono 40. Kecamatan Jumapolo 41. Kecamatan Jatipuro 42. Kecamatan Jatiyoso 43. Kecamatan Gondangrejo 44. Kelurahan Karanganyar

(5)

commit to user

63 45. Kelurahan Bejen

46. Kelurahan Popongan 47. Kelurahan Gedong 48. Kelurahan Jantiharjo 49. Kelurahan Bolong 50. Kelurahan Jungke 51. Kelurahan Delingan 52. Kelurahan Gayamdompo 53. Kelurahan Cangakan 54. Kelurahan Tegalgede 55. Kelurahan Lalung

56. Kelurahan Tawangmangu 57. Kelurahan Kalisoro 58. Kelurahan Blumbang

3. Profil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar

a. Profil BKPSDM Kabupaten Karanganyar

Urusan Kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar ditangani oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar yang dipimpin oleh seorang Kepala BKPSDM.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Karanganyar, maka susunan Organisasi BKPSDM Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut :

1. Sekretariat, terdiri atas :

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian b. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan

(6)

commit to user

64

2. Bidang Pengangkatan dan Mutasi, terdiri atas : a. Sub Bidang Pengadaan dan Penempatan b. Sub Bidang Kenaikan Pangkat

c. Sub Bidang Mutasi

3. Bidang Informasi dan Pengembangan Daya Manusia, terdiri atas:

a. Sub Bidang Informasi dan Pelaporan b. Sub Bidang Diklat Aparatur

c. Sub Bidang Pengembangan dan Dokumentasi 4. Bidang Pembinaan, terdiri atas :

a. Sub Bidang Disiplin Aparatur b. Sub Bidang Kesejahteraan c. Sub Bidang Pensiun

BKPSDM Kabupaten Karanganyar mempunyai tugas pokok menyelenggarakan sebagian kewenangan daerah di bidang manajemen kepegawaian, serta melaksanakan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati berdasarkan Peraturan Perudang-undangan yang berlaku. Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, BKPSDM Kabupaten Karanganyar mempunyai fungsi :

b. Perumusan kebijakan teknis dibidang pengadaan dan pemberhentian pegawai, mutasi dan pengembangan pegawai, pendidikan dan pelatihan pegawai, dokumentasi dan informasi kepegawaian.

c. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pengadaan dan pemberhentian pegawai, mutasi dan pengembangan pegawai, pendidikan dan pelatihan pegawai, dokumentasi dan informasi kepegawaian.

d. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pengadaan dan pemberhentian pegawai, mutasi dan pengembangan pegawai, pendidikan dan pelatihan pegawai, dokumentasi dan informasi

(7)

commit to user

65 kepegawaian.

e. Penyelenggaraan kesekretariatan Badan.

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

b. Struktur Organisasi BKPSDM Kabupaten Karanganyar 70

70 BKPSDM Kabupaten Karanganyar

Kepala BKPSDM

Kasubag Umum Dan Kepegawaian

Kasubag Perencanaan Dan

Keuangan Kepala Jabatan

Fungsional

Kabid Informasi Dan Pengembangan SDM Kabid Pengangkatan

Dan Mutasi

Kasubid Mutasi Kasubid Pengadaan

Dan Penempatan

Sekretariat

Kasubid Informasi Dan Pelaporan

Kasubid Diklat Aparatur Kasubid Kenaikan

Pangkat

Kasubid Kesejahteraan

Kasubid Disiplin Aparatur

Kasubid Pengembangan Dan

Dokumentasi

Kasubid Pensiun Kabid Pembinaan

(8)

commit to user

66

c. Jumlah PNS dan CPNS Kabupaten Karanganyar

Sebagai gambaran, saat ini jumlah PNS dan CPNS di Pemerintah Kabupaten Karanganyar yaitu 9.787 orang.71 Terdiri dari 9.596 orang berstatus PNS dan 191 orang berstatus CPNS.

d. Jumlah PNS dan CPNS dilihat dari Tingkat Pendidikan Tabel 3

Rekap Data Terpilah Berdasarkan Tingkat Pendidikan CPNS/ PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar

Keadaan Per : 28/ 11/ 2016

No. Pendidikan Jenis Kelamin

Jumlah Laki-laki Perempuan

1. Pascasarjana (S3) 1 1 2

2. Pascasarjana (S2) 522 339 861

3. Sarjana (S1) 2554 3559 6113

4. Diploma III 180 484 664

5. Diploma II 163 148 311

6. Diploma I 18 47 65

7. SLTA 955 465 1420

8. SLTP 242 23 265

9. SD 103 12 115

Jumlah 4378 5078 9816

Sumber : Sim-ASN BKPSDM tanggal 28 November 2016 jam 14:55 WIB72

e. Komposisi PNS dan CPNS dilihat dari Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional

Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 7 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, jabatan struktural pada Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

71 Sim-ASN BKPSDM tanggal 23 Januari 2017 jam 13:09 WIB

72 Ibid

(9)

commit to user

67

Tabel 4

Rekap Data Terpilah Berdasarkan Eselon Pejabat Struktural Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar

Keadaan Per : 28/ 11/ 2016

No. Eselon Jenis Kelamin

Jumlah Laki-laki Perempuan

1. II.a 1 0 1

2. II.b 26 2 28

3. III.a 45 6 51

4. III.b 57 28 85

5. IV.a 277 137 414

6. IV.b 80 58 138

7. V.a 26 20 46

Jumlah 512 251 763

Sumber : Sim-ASN BKPSDM tanggal 28 November 2016 jam 14:56 WIB73

f. Jumlah PNS dan CPNS menurut Pangkat Golongan Ruang Tabel 5

Rekap Data Terpilah Berdasarkan Golongan Ruang/ Pangkat CPNS/ PNS di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten

Karanganyar

Keadaan Per : 28/ 11/ 2016

No. Golongan/ Pangkat Jenis Kelamin

Jumlah Laki-laki Perempuan

1. IV/ e 0 1 1

2. IV/ d 2 4 6

3. IV/ c 34 19 53

4. IV/ b 189 143 332

5. IV/ a 1593 1674 3267

73 Ibid

(10)

commit to user

68

6. III/ d 427 422 849

7. III/ c 406 537 943

8. III/ b 581 601 1182

9. III/ a 260 756 1016

10 II/ d 211 335 546

11. II/ c 372 326 698

12. II/ b 237 195 432

13. II/ a 200 43 243

14. I/ d 92 9 101

15. I/ c 77 6 83

16. I/ b 39 2 41

17. I/ a 17 5 22

Sumber : Sim-ASN BKPSDM tanggal 28 November 2016 jam 15:10 WIB74

B. Hasil Wawancara

Hasil Wawancara dengan Kepala Sub Bidang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil BKPSDM Kabupaten Karanganyar, Ibu Isniari Dewi, SSTP.75

Periode kenaikan pangkat PNS ditetapkan tanggal 01 April dan 01 Oktober setiap tahun. Berkas usulan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil periode 01 April sudah dapat diterima pada BKPSDM Kabupaten Karanganyar mulai tanggal 01 November tahun sebelumnya sampai dengan 31 Februari tahun berikutnya dan untuk periode 01 Oktober pengiriman berkas dilakukan paling lambat bulan Juli dengan ketentuan : a. Semua berkas agar dikirim lengkap dengan persyaratan dan disusun

dengan urutan ketentuan masing-masing jenis kenaikan pangkat.

b. Semua berkas foto copy dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

c. Berkas usul golongan ke I/b sampai dengan III/b dibuat rangkap 3 (tiga).

74 Ibid

75 Wawancara dengan Ibu Isniari Dewi, SSTP Kasubid Kenaikan Pangkat PNS BKPSDM Kabupaten Karanganyar tanggal 10 Januari 2017

(11)

commit to user

69

d. Berkas usul golongan ke IV/a sampai dengan IV/b dibuat rangkap 4 (empat).

e. Berkas usul golongan ke IV/c sampai dengan IV/d dibuat rangkap 5 (lima).

Periode kenaikan pangkat dilakukan dua kali dalam setahun.

Yaitu periode 01 April dan 01 Oktober. Dan untuk pengiriman berkas sesuai dengan surat dari BKN/ BKD Provinsi, yaitu untuk periode April paling akhir bulan Februari, untuk proses Oktober paling akhir Juli.

Apabila berkas kenaikan pangkat yang dikumpulkan tidak memebuhi syarat (berkas TMS), maka berkas akan dikembalikan lagi ke SKPD masing-masing dengan surat resmi beserta alasan-alasan mengapa berkas tidak memenuhi syarat.

C. PEMBAHASAN

1. Kebijakan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian On-Line (SAPK On-Line) untuk mewujudukan E-Government di Pemerintah

Kabupaten Karanganyar.

Suatu kebijakan merupakan pedoman bagi unsur pelaksana.

Karena pelaksanaan perlu penyesuaian dengan waktu dan lokasi setempat. Kebijakan tidak boleh kaku seperti petunjuk pelaksanaan.

Menurut Jones, kebijakan setara dengan strategi yaitu bahwa strategi adalah suatu kebijakan mencakup wawasan yang luas, menjangkau jangka waktu yang panjang, mengandung resiko yang besar dan melibatkan banyak pihak terutama pihak-pihak yang langsung terkait (actors). Suatu kebijakan tidak mengharapkan terjadi kegagalan. Dengan kata lain, kebijakan tidak mengenal istilah trial and error. Seperti kebijakan yang telah dibuat di negeri kita Indonesia hanya dengan coba- coba kemudian jika tidak cocok dicabut kembali. Kebijakan publik yang telah dilakukan selama pemerintahan orde baru misalnya bisa disoroti dari sisi kebijakan apakah memenuhi ciri-ciri yang diinginkan atau tidak.

(12)

commit to user

70

Ciri adalah keterangan yang mennujukkan sifat khusus dari sesuatu.

Demikian juga dengan kebijakan. Tanpa mengetahui sifat khusus atau ciri-ciri kebijakan sulit dibedakan antara kebijkan dengan keputusan biasa dalam birokrasi pemerintahan. Kebijakan adalah keputusan, tetapi tidak semua keputusan adalah kebijakan.

Anderson dan teman-temannya mengemukakan beberapa ciri dari kebijakan, yaitu : 76

a) Public policy is purposive, goal-oriented behaviour rather than random or change behaviour. Setiap kebijakan mesti ada tujuannya.

Artinya, pembuatan suatu kebijakan tidak boleh sekedar asal buat atau karena kebetulan ada kesempatan membuatnya. Bila tidak ada tujuan, maka tidak perlu ada kebijakan.

b) Public policy consist of course of action – rather than separate, discrete decision or actions – performed by government officials.

Maksudnya, suatu kebijakan tidak berdiri sendiri, terpisah dari kebijakan yang lain, tetapi berkaitan dengan berbagai kebijakan dalam masyarakat, dan berorientasi pada pelaksalnaan, interpretasi dan penegakan hukum.

c) Policy is what government do – not what they say will do ora what they intend to do. Kebijakan adalah apa yang dilakukan pemerintah, bukan apa yang ingin atau diniatkan akan dilakukan pemerintah.

d) Public policy may be either negative or positive. Kebijakan dapat berbentuk negatif atau melarang dan juga dapat berupa pengarahan untuk melaksanakan atau menganjurkan.

e) Public policy is based on law and is authorative. Kebijakan didasarkan pada hukum, karena itu memiliki kewenangan untuk memaksa masyarakat mematuhinya.

76 Mukti Sitompul, Implementasi Kebijakan Publik : Pengalaman Masa Lalu, Jurnal Harmony Sosial, September 2006, Volume I, No. 1, hlm. 47-48

(13)

commit to user

71

Dari kelima ciri tersebut dapat dipahami, pertama, orientasi pada tujuan suatu kebijakan sangat berarti jika dilihat dalam praktik politik dan kehidupan birokrasi di banyak negara. Para pejabat biasanya perlu membuat suatu kebijakan baru hanya untuk sekedar menunjukkan keberadaannya. Kedua, dalam bidang yang sama, suatu kebijakan berhubungan dengan kebijakan terdahulu dan akan diikuti oleh kebijakan lain seterusnya.77

Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan program strategis tersebut diatas antara lain dengan kegiatan pengelolaan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah. Pengelolaan kenaikan pangkat sebagai bagian dan pekerjaan sektor publik, menuntut kinerja yang baik.

Tuntutan ini memerlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk mewujudkannya karena kinerja birokrasi pemerintah saat ini ditengarai masih belum menunjukkan kinerja yang tinggi. Hal ini ditandai salah satunya adalah masih rendahnya kualitas pelayanan yang diberikan birokrat kepada masyarakat dan ini pula yang sering dituding sebagai salah satu faktor penyebab terpuruknya Negara ini.

Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat bukanlah hal yang mudah, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak sekali kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh pemerintah selama ini. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Undang- undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik bahwa tujuan pelayanan publik adalah terwujudnya batasan dan hubungan yang jelas tentang hak, tanggung jawab, kewajiban, dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan publik yang layak dan sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik.

Program pendayagunaan aparatur Negara tidak berhasil menyuguhkan tampilan birokrasi yang efisien dan bersemangat melayani masyarakat.

Menurut Tedjosuminto, kesulitan dan hambatan yang sering dikeluhkan dalam menerima pelayanan dari aparat pada umumnya meliputi :

77 Ibid

(14)

commit to user

72

1. Pelayanan dan tata cara pelayanan yang kurang/ tidak jelas;

2. Persyaratan yang memberatkan atau sering berubah-ubah;

3. Pelayanan tidak tepat waktu dan waktu pelayanan/ penyelesaian terlalu lama;

4. Mekanisme pelayanan yang sering berbelit-belit, terlalu birokratis, dan biaya pelayanan yang tidak pasti.

Kegiatan pengelolaan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah di BKPSDM Kabupaten Karanganyar tampak fenomena- fenomena yang menunjukkan kesulitan dan hambatan yang sering dikeluhkan dalam menerima pelayanan dari aparat seperti tersebut di atas, yang berhubungan dengan kinerja atau indikasi ketidakpuasan terhadap kualitas pengelolaan kenaikan pangkat.

Pengelolaan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil setiap tahun dibagi dua periode, yaitu setiap tanggal 01 April dan 01 Oktober.

Pengelolaan kenaikan pangkat bisa tepat waktu, bisa tidak tepat waktu.

Tepat waktu artinya pengelolaannya tepat di setiap periode usulannya, misalnya apabila seorang Pegawai Negeri Sipil diusulkan kenaikan pangkatnya periode 01 April, maka pegawai tersebut seharusnya menerima Surat Keputusan kenaikan pangkatnya sebelum tanggal 01 April tahun yang bersangkutan. Tidak tepat waktu artinya pengelolaan kenaikan pangkat diselesaikan melebihi periode usulannya, sehingga Surat Keputusan kenaikan pangkat itu sendiri diterima oleh pegawai yang bersangkutan setelah tanggal periode kenaikan pangkatnya. Hal ini berakibat keterlambatan penerimaan gaji pada pangkat dan golongan ruang yang baru, sehingga secara finansial merugikan pegawai yang bersangkutan. Kenyataan yang ada, bahwa sejak tahun 2011 sampai 2016 dalam pengelolaan kenaikan pangkat cenderung masih tidak tepat waktu.

Electronic Government (E-Government) adalah istilah yang sangat populer saat ini, dimana secara umum E-Government adalah upaya mengaplikasikan pelayanan kepemerintahan melalui sistem

(15)

commit to user

73

informasi berbasis komputer. Salah satu upaya BKPSDM Kabupaten Karanganyar dalam mendukung E-Government adalah dengan melaksanakan perencanaan pengembangan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian On Line (SAPK On Line). Tujuan dari SAPK On Line yaitu terciptanya database kepegawaian mulai dari tingkat Kabupaten/

Kota, Provinsi dan Departemen Dalam Negeri yang dapat menampung, mengolah, menyimpan, menemukan kembali, dan mendistribusikan data pegawai yang akan dijadikan sebagai penunjang pimpinan untuk pengambilan keputusan dibidang kepegawaian.

E-Government merupakan bentuk implementasi pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, sebagai media informasi dan sarana komunikasi interaktif antara Pemerintah dengan pihak-pihak lain baik kelompok masyarakat, kalangan bisnis maupun antar sesama lembaga pemerintahan. Implementasi E-Government dalam penerapannya dimulai dari bentuk layanan yang sederhana yaitu penyediaan informasi dan data-data berbasis komputer tentang pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sebagai bentuk wujud keterbukaan (transparancy) dalam pelaksanaan pelayanan publik. Bentuk layanan sederhana lainnya, E-Government dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi baik intern di kalangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun komunikasi interaktif dengan masyarakat melalui media e-mail, chatting atau teleconperence.

Dalam perkembangannya, implementasi E-Government dikalangan pemerintahan menjadi sebuah trend di seluruh penyelenggaraan pemerintahan. Hampir keseluruhan jenis aplikasi yang dipergunakan pasti melibatkan pengolahan data menjadi informasi yang selanjutnya akan dipergunakan oleh pemerintah ataupun stakeholders dalam proses pengambilan keputusan. Di dalam pemerintahan hampir setiap hari para birokrat di pemerintahan harus mengambil keputusan- keputusan penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan atau keberadaan pemerintahan yang bersangkutan.

(16)

commit to user

74

Inisiatif E-Government di Indonesia telah diperkenalkan melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government. Pada intinya, Inpres tersebut membahas tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E- Government. Lebih jauh lagi, E-Government wajib diperkenalkan untuk tujuan yang berbeda di kantor-kantor pemerintahan. Administrasi publik adalah salah satu area dimana internet dapat digunakan untuk menyediakan akses bagi semua masyarakat yang berupa pelayanan yang mendasar dan mensimplifikasi hubungan antar masyarakat dan institusi pemerintah.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang merupakan institusi pemerintah yang mempunyai tugas menyelenggarakan pengkajian kebijakan pengembangan sumber daya dan manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD). Dalam hal kenaikan pangkat, BKPSDM Kabupaten Karanganyar telah terintegrasi secara online dengan menggunakan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian On Line (SAPK On Line). Dimana staff pada sub bidang kenaikan pangkat mengakses situs website on line Nasional, kemudian log in dengan menggunakan Hak akses User Administrator lnstansi dan Password.

Sejak tahun 2012 sampai 2016 Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar Regional Jawa Tengah telah menggunakan aplikasi sistem pelayanan kepegawaian online yang dinamakan SAPK On Line (Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian On Line). Dasar dari penggunaan SAPK On Line (Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian) ini adalah Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengembangan Data Base Pegawai Negeri Sipil dalam rangka mendukung pelaksanaan rnanajemen kepegawaian Nasional dan peningkatan pelayanan kepegawaian terhadap Pegawai Negeri Sipil dibutuhkan database Pegawai Negeri Sipil yang akurat dan terkini.

(17)

commit to user

75

Program SAPK On Line yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara ini sebagai tindak lanjut dari Kebijakan Pemerintah tentang implementasi E-Government Tahun 2003 yang menekankan untuk menggunakan informasi teknologi di instansi pemerintah pusat maupun daerah, yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang kepegawaian bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam bidang pengolahan data dan pengelolaan informasi kepegawaian, sehingga mampu memberikan pelayanan kepegawaian yang lebih baik, transparan dan akuntabel. Dalam pemanfaatan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian dikoordinasi oleh BKN dan pelaksanaanya berpedoman pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian yang selanjutnya disingkat SAPK adalah sistem pelayanan kepegawaian yang terintegrasi dan terhubung secara on line dengan seluruh instansi untuk memberikan pelayanan kepegawaian. Dengan digunakan aplikasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian on line ini, data PNS adalah informasi PNS yang merupakan informasi perorangan dan data riwayat sejak pengangkatan sampai dengan berhenti dan atau pensiun.

Setiap User Administrator diberikan hak akses, yaitu kewenangan-kewenangan yang diberikan di dalam penggunaan sistem aplikasi pelayanan kepegawaian secara on line. Peremajaan data yaitu peremajaan data PNS terkini melalui media elektronik yang dilakukan oleh pengelola kepegawaian baik di BKN maupun instansi pusat dan daerah sesuai dengan kewenangan masing-masingdan selanjutnya disimpan dalam database PNS. User Administrator lnstansi teridir atas satu user sebagai administrator di setiap instansi yang bertugas dan berwewenang mernberikan wewenang kepada pengguna sistern sesuai tugas dan wewenangnya yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.

Sesuai dengan lnstruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang

(18)

commit to user

76

Kebijakan dan Strategi Nasional Dalarn Pengembangan E-Government dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nornor 20 Tahun 2008 tentang Pedornan Pernanfaatan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian bahwa pengelolaan data PNS dilakukan melalui SAPK yang dilakukan oleh BKN Pusat, Kanreg BKN, Biro Kepegawaian lnstansi Pusat, Biro BKD Provinsi dan Bagian BKD Kabupaten/ Kota.

Pemanfaatan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian merujuk pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 20 Tahun 2008 beserta buku pedoman operasional SAPK dengan prosedur sebagai berikut :

1. Setiap instansi harus memanfaatkan sistem aplikasi pelayanan kepegawaian yang dapat diakses melalui jaringan komunikasi data yang ada di instansi.

2. Setiap instansi mengajukan permohonan user sebagai administrator instansi dalam penggunaan SAPK kepada BKN c.q. Kedeputian lnformasi Kepegawaian.

3. Setiap instansi menetapkan staf pengelola kepegawaian untuk proses penetapan Nomor lndentitas PNS (NIP), proses kenaikan pangkat PNS, proses pensiun PNS dan proses peremajaan data PNS.

Peraturan Kepala BKN Nomor 20 Tahun 2008 semula hanya berlaku di lingkup wilayah BKN pusat saja belum berlaku di Badan Kepegawaian Daerah baik tingkat Propinsi maupun tingkat Kabupaten.

Kemudian dikeluarkan lagi Perka BKN Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Database Pegawai Negeri Sipil. Bahwa untuk standarisasi dan tertib administrasi dalam pelayanan kepegawaian pengelolaan database Pegawai Negeri Sipil, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik, maka perlu disusun pedoman pengembangan pengelolaan database Pegawai Negeri Sipil yang didalamnya mencakup seluruh kegiatan mutasi data kepegawaian, pertukaran data/ informasi

(19)

commit to user

77

kepegawaian serta pemeliharaan dan penyimpanan data kepegawaian untuk dipedomani oleh pengelola data kepegawaian instansi pusat/ daerah sesuai dengan perundangan-undangan yang berlaku. Tujuan dari Pedoman Pengembangan Database Pegawai Negeri Sipil adalah sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengembangan database Pegawai Negeri Sipil guna mewujudkan database yang akurat dan terkini.

Ruang lingkup pengelolaan database Pegawai Negeri Sipil yang diatur dalam Peraturan Kepala BKN ini meliputi :

1. Prosedur penggunaan SAPK web base;

2. Standarisasi database;

3. Prosedur peremajaan data;

4. Prosedur perbaikan data;

5. Prosedur penyimpanan dan pemeliharaan data; dan 6. Penyajian data dan informasi.

Standarisasi data elektronik disesuaikan dengan struktur data yang tercantum dalam data elektronik PNS yang bersumber pada data pendaftaran ulang PNS Tahun 2003 (PUPNS 2003) dan analisa kebutuhan struktur data kepegawaian yang disimpan dalam media komputer terdiri dari :

1. Data Kepegawaian;

2. Tabel Referensi Kepegawaian;

3. Tabel Data Historis Kepegawaian; dan 4. Kompetensi Jabatan PNS

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian. Disamping itu, ada pula kenaikan pangkat yang dalam hal ini merupakan penghargaan yang diberikan atas

(20)

commit to user

78

pengabdian Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan terhadap Negara.

Pada dasarnya, kenaikan pangkat yang objektif berkaitan erat dengan pendidikan atau latihan. Disamping itu, promosi atau kenaikan pangkat berhubungan pula dengan penghasilan. Menurut M. Manullang, promosi atau kenaikan pangkat adalah sesuatu yang pada umumnya diidam- idamkan oleh masing-masing pegawai, sebab dengan demikian ia memiliki hak-hak dan kekuasaan yang lebih besar dari sebelumnya, dan berarti menaikkan penghasilannya.78

Bentuk kebijakan penerapan E-Government lainnya yang dapat digunakan untuk mengakses website adalah dengan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian On Line (SAPK On Line) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008 dengan dikeluarkan Perka BKN Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Pemanfaatan Sistem Aplikasi Kepegawaian. Kemudian disempurnakan lagi dengan Perka BKN Nomor 18 Tahun 2010 tentang Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian On Line. Kebijakan ini masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian khususnya pasal 43 ayat (2) menyatakan perlunya penyelenggaraan dan pemeliharaan Informasi Kepegawaian kemudian digantikan oleh Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 yang kemudian diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2000 tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Departemen Dalam Negeri Dan Pemerintah Daerah menggantikan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 1985 tentang Komputerisasi Kepegawaian. Berdasarkan beberapa pertimbangan bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 34 ayat (2) Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang- undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, perlu diselenggarakan dan dipelihara sistem informasi, yang dikembangkan

78 M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, Penerbit Gadjah Mada Press, Yogyakarta, 2004, hlm.

141

(21)

commit to user

79

dan dioperasikan melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Pengembangan sistem informasi dimaksud, sangat penting dan menjadi kebutuhan sebagai instrumen komunikasi data yang tepat dalam rangka aktualisasi otonomi daerah.

Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) adalah aplikasi yang digunakan dalam berbagai proses layanan kepegawaian seperti penetapan NIP, pencetakan surat keputusan pengangkatan CPNS, pemberian nota persetujuan/ pertimbangan teknis kenaikan pangkat, penetapan dan pencetakan surat keputusan pemberhentian dengan hak pensiun dan updating data mutasi. Latar belakang munculnya aplikasi ini, karena belum terintegrasinya data PNS satu sama lain dan sering mengakibatkan terjadinya duplikasi data yang kemudian menyebabkan inefisiensi dalam penanganan masalah kepegawaian. Menyikapi hal tersebut, BKN mengembangkan SAPK online yang menggunakan satu basis data PNS.

Dalam pelaksanaanya, kebijakan penerapan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian On Line BKPSDM Kabupaten Karanganyar ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki dan dibenahi. Berdasarkan pengamatan Penulis, faktor yang menjadi kendala dalam penerapan kebijakan E-Government melalui SAPK On Line ini adalah dalam proses updating pemutakhiran data kepegawaian dikarenakan yang masih menggunakan SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) dimana sifatn dari sistem tersebut adalah offline dan data yang diinput tersebut berbeda dan tidak bisa dikonversi ke dalam SAPK On Line.

Dalam lampiran Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12 Tahun 2002 tanggal 17 Juni 2002, disebutkan pengertian- pengertian tentang kenaikan pangkat sebagai berikut :

1. Pangkat adalah kedudukan yang menunjukkan tingkat seseorang Pegawai Negeri Sipil berdasarkan jabatannya dalam rangkaian

(22)

commit to user

80

susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian.

2. Kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Pegawai Negeri Sipil terhadap Negara.

3. Kenaikan pangkat berdasarkan sistem kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan, namun kenaikan pangkat bisa juga diberikan bagi Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan tewas (kenaikan pangkat anumerta) dan kenaikan pangkat pengabdian bagi yang meninggal dunia, mencapai batas usia pensiun atau cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan Negeri.

4. Nama dan susunan serta golongan ruang Pegawai Negeri Sipil dari yang terendah sampai yang tertinggi.

No Pangkat Golongan Ruang

1 Juru Muda I A

2 Juru Muda Tingkat I I B

3 Juru I C

4 Juru Tingkat I I D

5 Pengatur Muda II A

6 Pengatur Muda Tingkat I II B

7 Pengatur II C

8 Pengatur Tingkat I II D

9 Penata Muda III A

10 Penata Muda Tingkat I III B

11 Penata III C

12 Penata Tingkat I III D

13 Pembina IV A

14 Pembina Tingkat I IV B

15 Pembina Utama Muda IV C

16 Pembina Utama Madya IV D

(23)

commit to user

81

17 Pembina Utama IV E

Sumber : lampiran PP nomor 99 tahun 2000 tentang kenaikan pangkat PNS79

LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK

INDONESIA NOMOR : 100 Tahun 2000 Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural.

ESELON DAN JENJANG PANGKAT JABATAN STRUKTURAL

79 PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil

No Eselon

Jenjang Pangkat, Golongan/ Ruang

Terendah Tertinggi

Pangkat Gol/ Ruang Pangkat Gol/ Ruang

1 Ia Pembina Utama

Madya

IV/d Pembina

Utama

IV/e

2 Ib Pembina Utama Madya

IV/d Pembina

Utama

IV/e

3 IIa Pembina Utama Muda

IV/c Pembina

Utama Madya

IV/d

4 IIb Pembina Tingkat I IV/b Pembina

Utama Muda

IV/c

5 IIIa Pembina IV/a Pembina

Tingkat I

IV/b

6 IIIb Penata Tingkat I III/d Pembina IV/a

7 IVa Penata III/c Penata

Tingkat I

III/d

(24)

commit to user

82

Sumber : lampiran PP nomor 100 tahun 2000 tentang kenaikan pangkat PNS80

Masa kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil ditetapkan tanggal 01 April dan 01 Oktober setiap tahun, kecuali kenaikan pangkat anumerta dan kenaikan pangkat pengabdian. Masa kerja untuk kenaikan pangkat pertama Pegawai Negeri Sipil dihitung sejak pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. Kenaikan pangkat yang dikelola BKPSDM Kabupaten Karanganyar adalah kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Kelengkapan administrasi Kenaikan Pangkat meliputi :

a. Kenaikan Pangkat Reguler 1) Fotocopy Kartu Pegawai,

2) Fotocopy SK Kenaikan Pangkat terakhir atau SK CPNS dan SK Pengangkatan PNS bagi yang diusulkan kenaikan pangkatnya pertama kali,

3) Fotocopy Ijazah terakhir,

4) SKP 2 (dua) tahun terakhir dengan nilai minimal berkategori BAlK (76),

5) STLUD bagi usul kenaikan pangkat II/d ke III/a atau III/d ke IV/a atau Diklat Struktural (bagiyangsudahmemiliki).

b. Kenaikan Pangkat Pilihan 1) Fotocopy Kartu Pegawai,

2) Fotocopy SK Kenaikan Pangkat terakhir, 3) Fotocopy Ijazah terakhir,

4) SKP 2(dua) tahun terakhir dengan nilai minimal berkategori BAlK (76),

5) Untuk yang menduduki Jabatan Struktural melampirkan SK

80 Lampiran PP nomor 100 tahun 2000 tentang kenaikan pangkat PNS

8 IVb Penata Muda Tingkat I

III/b Penata III/c

(25)

commit to user

83

Pengangkatan dalam Jabatan dan Surat Pemyataan Pelantikan.(minimal telah 2 tahun menduduki jabatan struktural) 6) Untuk yang menduduki Jabatan Fungsional melampirkan PAK

(Penilaian Angka Kredit) Asli,

7) Untuk Penyesuaian Ijazah melampirkan Surat Tanda Lulus Ujian Kenaikan Pangkat (tidak berlaku bagi yang tugas belajar, tetapi harus dilampiri Surat Penunjukan Tugas Belajar) dan Uraian Tugas yang ditandatangani serendah-rendahnya oleh Pejabat Eselon II.

Mekanisme pengelolaan kenaikan pangkat :

a. Satuan Kerja Perangkat Daerah mengirim surat pengantar usul Kenaikan Pangkat dan berkas PNS yang akan mendapatkan Kenaikan Pangkat ke Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Karanganyar

b. Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Karanganyar melakukan entry data usul PNS yang akan mendapatkan Kenaikan Pangkat melalui web SAPK On Line dan mencetak surat pengantar dan Nota Persetujuan PNS yang akan mendapatkan Kenaikan Pangkat.

c. Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Karanganyar mengirimkan Nota Persetujuan kenaikan pangkat Golongan IV/a ke atas melalui BKD provinsi Jateng dan Nota Persetujuan Kenaikan Pangkat Golongan III/d ke bawah langsung ke Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta.

d. Penyelesaian Surat Keputusan Kenaikan Pangkat oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah (sampai Golongan Ruang IV/b), sedangkan Golongan Ruang IV/c keatas Surat keputusan Kenaikan Pangkat ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia.

e. Penyerahan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat.

f. Penataan arsip Nota Persetujuan dan arsip Surat Keputusan Kenaikan Pangkat.

(26)

commit to user

84

Prosedur kenaikan pangkat Golongan I sampai dengan Golongan III

Prosedur kenaikan pangkat Golongan IV/a dan IV/b

Penelitian Berkas Persetujuan nota

pertimbangan teknis dari BKN Regional I

Verifikasi data

Cetak Pengantar Kirim pengantar dan berkas ke BKN

Regional I

Satker masing- masing Cetak SK

kenaikan pangkat BKD

kabupaten Verifikasi data di

BKN Regional I Input data

(on line system)

Penelitian Berkas

Verifikasi Data

Cetak Pengantar

Persetujuan nota pertimbangan teknis dari

BKN

Kirim pengantar dan berkas ke BKN

Kirim pengantar dan berkas ke BKD Provinsi

Cetak SK kenaikan pangkat di BKD

Provinsi

Satker Masing-Masing Kirim SK ke BKD

kabupaten Verifikasi Data

Input Data (On Line System)

(27)

commit to user

85

Prosedur kenaikan pemgkat golongan IV/c sampai dengan IV/e

Berdasarkan wawancara dengan Ibu Isniari81 Kepala Sub Bidang Kenaikan Pangkat, bahwa BKPSDM Kabupaten Karanganyar selama 1 (satu) tahun mengusulkan 2 kali periode kenaikan pangkat PNS yaitu periode TMT 01 april dan 01 Oktober setiap tahunnya. Dalam tahun 2016 BKPSDM mengusulkan Kenaikan Pangkat. Kenaikan Pangkat periode 01 April 2016 jumlah usul masuk dari SKPD ke BKPSDM 703 berkas dimana 133 berkas dikembalikan ke SKPD pengusul dan 603 berkas dikirim ke BKN, usul kenaikan pangkat yang ACC sebanyak 601 berkas dan 2 berkas Tidak Menenuhi Syarat 2 berkas. Kenaikan Pangkat periode 01 Oktober 2016 jumlah usul masuk dari SKPD ke BKPSDM 560 berkas dimana 20 berkas dikembalikan ke SKPD pengusul dan sebanyak 540 berkas dikirim ke BKN. Sebanyak 540 berkas usul Kenaikan Pangkat

81 Ibid

Penelitian Berkas

Verifikasi data

Kirim berkas dan pengantar ke BKN

Kirim SK ke BKD Kabupaten

Satker masing- masing Kirim pengantar dan

berkas ke BKD provinsi

Cetak SK kenaikan pangkat BKN Persetujuan nota

pertimbangan teknis dari BKN

Cetak Pengantar Verifikasi Data

Input Data (On Line System)

Presiden

(28)

commit to user

86

yang di ACC. Menurut beliau, bahwa BKPSDM Kabupaten Karanganyar masih menggunakan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang selanjutnya disingkat SIMPEG off line dalam pemuktahiran database PNS.

Permasalahan-permasalahan yang menyebabkan PNS tertunda atau tidak memenuhi syarat diusulkan kenaikan pangkatnya antara lain : 1. Nama berbeda dengan kartu pegawai yang telah dimiliki.

2. Terjadi kesalahan tanggal lahir atau tahun kelahiran sehingga berbeda dengan NIP (Nomor Induk Pegawai) nya. Kesalahan tersebut antara lain :

a. Tempat lahir, harusnya Kabupaten/ Kota, bukan Kecamatan, bahkan Desa.

b. Masa Kerja berbeda dengan data di SAPK dan berdampak pada besaran gaji.

c. Inputan Unit Organisasi dan Eselonering.

d. Keseragaman penulisan gelar, misal : 1) S.PD seharusnya S.Pd

2) Dr./ DR. (dokter) seharusnya dr.

3. Mendapat hukuman disiplin penurunan pangkat selama 3 tahun diusulkan Kenaikan Pangkat.

4. Belum 1 tahun dalam pangkat semula setelah selesai menjalani hukuman disiplin.

5. Penilaian Angka Kredit Auditor tidak sesuai dengan Permenpan Nomor 220 tahun 2008.

6. Pengembangan profesi tidak mencukupi.

7. Belum diangkat alih jenjang jabatan dari ahli muda ke madya (pustakawan).

8. Belum diangkat dalam jabatan perawat pertama.

9. Yang bersangkutan telah memenuhi pangkat puncak.

10. Angka Kredit tidak mencukupi.

11. Ijazah tidak relevan.

(29)

commit to user

87

12. Tidak ada pembebasan dan pengangkatan kembali segabai penilik / pengawas.

13. Uraian tugas tidak relevan.

14. Nilai capaian dalam SKP cukup.

15. SK jabatan lebih dari 6 tahun.

16. Angka Kredit pada publikasi dan karya ilmiah tidak mencukupi.

17. Ijazah KPAA melanjutkan S1.

18. Unsur penunjang lebih dari 10%.

19. Ijazah Pasca Sarjana terindikasi kelas jauh.

20. Nilai jumlah Angka Kredit tidak memenuhi syarat (III/a – III/b = 148.665).

21. Nilai Angka Kredit pada pengembangan diri tidak mencukupi.

22. Yang bersangkutan belum 1 tahun dalam jabatan dan belum 4 tahun dalam pangkat terakhir.

23. PAK untuk Kenaikan Pangkat April ditetapkan 15 Februari, seharusnya ditetapkan paling lambat 3 bulan sebelum periode KP (Januari).

24. Yang bersangkutan diangkat dalam jabatan struktural sehingga usul KP JFT Penilik tidak dapat diproses.

25. Pangkat melampaui pangkat atasannya langsung

26. Oleh karena itu dengan SK pembebasan sementara dan pengangkatan kembali karena yang bersangkutan tidak bisa mengumpulkan angka kredit, masa penilaian harus dimulai sejak yang bersangkutan diangkat sebagai penilik.

27. Yang bersangkutan belum diangkat dalam jabatan perawat pertama.

28. Jumlah pembelajaran / pembimbingan kurang.

29. Jabatan guru yang bersangkutan, ijazah D3 dan D2 tidak bisa diusulkan ke golongan IV/a (Data BKPSDM karanganyar)

Masih menurut Kepala Sub Bidang Kenaikan Pangkat Ibu Isniari SSTP. Kenaikan Pangkat PNS periode April dan Oktober 2016 baru bisa

(30)

commit to user

88

diberikan kepada PNS yang bersangkutan setelah tanggal 01 april dan 01 oktober dikarenakan proses pencetakan dan penetapan Nota persetujuan Teknis yang membutuhkan proses yang lama. Berikut daftar Pegawai Negeri Sipil yang Tidak Memenuhi Syarat pada Kenaikan Pangkat periode 01 April 2016 dengan menggunakan sample acak :

No. Nama / NIP Pangkat / Gol / Jabatan

Satuan

Kerja Permasalahan

1 2 3 4 5

1. Sri Ngatun, S.E.

19700225200801201 6

Penata Muda Tk.I/ III/b Pengadministra si SLTP

SMPN 03 Gondangrejo

Akan melebihi pangkat atasan langsungnya.

2. Parwoto

19790202200801101 7

Juru Tk.I/ I/d Petugas Kebersihan

SMPN 01 Matesih

Belum 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir untuk kenaikan

pangkat reguler.

3. Tamsiroh

19660219198610200 2

Pengatur Tk.I/

II/d

Pengadministra si Keuangan

SMPN 01 Gondangrejo

Tidak

melampirkan syarat STLUD (Surat Tanda Lulus Ujian Dinas) Tk.II.

4. Suharno, S.Pd.

19820420200604100 4

Penata Muda / III/a

Guru Pertama

SDN 04 Tawangmang u

PAK Inpassing dengan nilai 161.51 tidak terlampir.

5. Maryani, S.Pd.

19710504200801201 4

Penata Muda / III/a

Guru Pertama

TK 01 Kalisoro

Nilai kumulatif PAK tidak cukup untuk proses Kenaikan Pangkat ke Golongan III/b.

(31)

commit to user

89 6. Sriyati, S.Pd.

19670401200801201 0

Penata Muda / III/a

Guru Pertama

SDN 06 Tawangmang u

- Nilai kumulatif PAK tidak cukup untuk proses Kenaikan Pangkat ke Golongan III/b;

- Lembar penilaian prestasi kerja SKP tahun 2015 tidak terlampir.

7. Endang

Setyoningsih, A.Ma.

19800626200801202 7

Pengatur Muda Tk.I/ II/b Pengadministra si Kegiatan

SDN 02 Tawangsari

PNS yang bersangkutan belum ada 2 (dua) tahun berturut-turut pada DP3 2013 dan SKP 2014, karena TMT CPNS 07- 01-2013, sehingga belum dapat diusulkan Kenaikan Pangkatnya pada tahun 2015.

(sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat

Pegawai Negeri

(32)

commit to user

90

Sipil, Pasal 7 (b).)

8. Triyono

19670122200701100 1

Juru Tingkat I/

I/d Satuan Pengamanan Kantor

SMPN 03 Jumantono

PNS yang bersangkutan belum ada 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir, dan TMT Kenaikan Pangkat terakhir 01-10-2011.

(sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat

Pegawai Negeri Sipil, Pasal 7 (a).)

9. Irwan Budi Prasetyana, S.E.

19680510199403100 9

Penata Muda Tk.I/ III/b Asisten Apoteker Pelaksana Lanjutan

Rumah Sakit Umum Daerah

Tidak

melampirkan SK Jabatan Asisten Apoteker Penyelia 10. Eko Febry Sigit

Jatnanto, A.Ma.Pd.SD

19720211201001100 9

Pengatur / II/c Guru

SDN 03 Kemuning

Penetapan Ijin Belajar PNS yang

bersangkutan dimiliki ketika berstatus CPNS, sehingga Ijazah S.1 tidak dapat diakui secara kedinasan dan dipergunakan untuk Kenaikan Pangkat

(33)

commit to user

91

Penyesuaian Ijazah.

11. Danang

Kusumawardana, S.E.

19801004201001102 7

Penata Muda/

III/a

Pengadministra si Keuangan

Dinas

Kependuduka n dan Catatan Sipil

Database pada sistem online SAPK tidak dapat dibuka dan dikirim sampai dengan batas waktu yang ditentukan oleh Kanreg I BKN

Yogyakarta karena proses pindah/ mutasi 12. Suwarno

19580417200701100 1

Pengatur Muda Tingkat I/ II/d Sekretaris Desa

Kecamatan Kerjo

Database pada sistem online SAPK tidak dapat dibuka dan dikirim sampai dengan batas waktu yang ditentukan oleh Kanreg I BKN

Yogyakarta karena proses pensiun Sumber : Surat Pengembalian Berkas Tidak Meneuhi Syarat Periode 01 April 2016

Tidak Memenuhi Syarat Kenaikan Pangkat periode 01 Oktober 2016 (sampel diambil secara acak):

No. Nama / NIP Pangkat / Gol / Jabatan

Satuan

Kerja Permasalahan 1. Drs. Sukadi

19591010 199103 1 007

Pembina (IV/a) Pamong Belajar Madya

SKB

Karanganyar

telah lebih 5 tahun terhitung mulai kenaikan pangkat terakhir (01-04-2011) tidak naik pangkat.

(34)

commit to user

92

(harus memiliki SK pembebasan

& pengangkatan kembali)

2. Retno Prihandayani, S.Pd.

19671006 199310 2 001

Pembina (IV/a) Guru Madya

SDN 02 Selokaton

Pendidikan tidak linier, sehingga usul KP ke IV/b tidak dapat dipertimbangka n

3. Siti Muryati, S.Pd.

19640328 198508 2 001

Pembina (IV/a) Guru Madya

SDN 02 Tengklik

Pendidikan tidak linier, sehingga usul KP ke IV/b tidak dapat dipertimbangka n

4. Sri Nuryati, S.Pd.SD 19690803 200701 2 017

Pengatur Tk.I (II/d)

Guru

SDN 03 Tohkuning

- tidak melampirkan PAK lama - PAK yg dikonversi 65%

belum ada - PAK tahunan 2015 asli belum ada

- nilai capaian SKP tidak sama dgn nilai

prestasi kerja x 60%

5. Winarni, S.Pd.SD.

19710507 200801 2 009

Pengatur (II/c) Guru

SDN 01 Tengklik

Nilai PAK terbaru tidak sesuai dengan PAK

sebelumnya 6. Wahyu Priyanti,

S.Pd.

19840430 200604 2 008

Pengatur Tk.I (II/d)

Guru

SDN 03 Bandardawun g

- PAK inpassing belum ada - PAK yg dikonversi 65%

belum ada - capaian SKP 2014 & 2015 ada nilai mati - SK Jabatan

(35)

commit to user

93

Fungsional Guru Pertama belum ada 7. Sri Suwanta

196907052008 01 1 006

Pengatur Tk.I (II/d)

Guru

SMPN 3 Tasikmadu

PAK yg

dikonversi 65%

belum ada 8. Elvia Evi Rahayu

19790208 200902 2 005

Pengatur Tk.I (II/d)

Pengadministras i kepegawaian

UPT PUD, NFI dan SD Kec.Jenawi

Ijazah tidak relevan dengan tugas jabatan (JFU)

Sumber : Surat Pengembalian Berkas Tidak Meneuhi Syarat Periode 01 April 2016

Kekurangan berkas Kenaikan Pangkat berdasarkan ajuan usul kenaikan pangkat dari beberapa SKPD di Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut :82

1. PAK lama/PAK Inpassing/PAK terbaru tidak terlampir atau terdapat kesalahan;

2. Nilai kumulatif PAK tidak cukup untuk proses Kenaikan Pangkat;

3. SK jabatan fungsional guru tidak terlampir;

4. SKP tidak terlampir/ tidak lengkap;

5. Belum cukup waktu untuk proses kenaikan pangkat pilihan fungsional, paling cepat dilaksanakan dalam waktu 4 (empat) semester atau 2 (dua) tahun;

6. Nilai unsur pengembangan diri pada PAK kurang;

7. Surat Tanda Lulus Ujian Penyesuaian Ijazah tidak terlampir;

8. PAK pertama kali sebagai dasar pengangkatan jabatan fungsional Guru Pertama tidak terlampir;

9. Belum diangkat dalam jabatan fungsional Guru Pertama.

(bagi formasi JFT, hanya diberikan 1 (satu) kali kesempatan naik pangkat secara reguler, dan proses kenaikan pangkat selanjutnya harus diusulkan dalam jabatan fungsional tertentu);

82 Surat Pemberitahuan Pengembalian Berkas Tidak Memenuhi Syarat tanggal 11 Mei 2016

(36)

commit to user

94

10. Ijazah S-1 terlampir, (namun tidak dilengkapi dengan ijin belajar, ijin gelar dan tidak dinilaikan pada PAK);

11. Belum cukup waktu untuk proses kenaikan pangkat reguler, paling cepat dilaksanakan dalam waktu 4 (empat) tahun;

12. Asli uraian tugas tidak terlampir;

13. PAK belum dikonversi 65%;

14. Penjumlahan nilai pada PAK inpassing salah, sehingga pendidikan yang dilampirkan meragukan;

15. Ijazah S-1 Pendidikan Luar Biasa tidak linier sbg Guru SD;

16. Ijazah S.1 PPKn diperoleh tahun 2010 (sesuai Permendiknas No.16 tahun 2007, Ijazah yg linier untuk kualifikasi Guru SD/MI adalah S- 1 dalam bidang pendidikan SD/MI (D-IV/S-1 PGSD/PGMI dan Psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi).

Berdasarkan uraian diatas dapat terlihat bahwa tujuan dikeluarkannya SAPK On Line yang merupakan program berbasis web dari BKN yang tujuan awalnya dibentuk adalah untuk mewujudkan pelayanan E-Government yang efisien dan efektif dalam pelayanan kenaikan pangkat ternyata belum dapat tercapai di BKPSDM Kabupaten Karanganyar dikarenakan BKPSDM Kabupaten Karanganyar belum melaksanakan secara keseluruhan kebijakan dari PERKA BKN tentang SAPK yang diharuskan melaksanakan up date data secara berkesinambungan melalui aplikasi SAPK tetapi masih menggunakan basis data dari SIMPEG off line yang tidak bisa direkonsilasi dengan aplikasi SAPK karena berbeda jenis type database.

Kebijakan dikatakan sebagai suatu program yang diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan, nilai-nilai dan praktek-praktek yang telah ditetapkan. Kebijakan penerapan E-Government disesuaikan dengan tujuan- tujuan, nilai-nilai, dan praktek-praktek yang telah ditentukan yaitu berorientasi pada pelayanan baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

(37)

commit to user

95

Wirman Syafri dan Israwan Setyoko dalam bukunya yang berjudul Implementasi Kebijakan Publik dan Etika Profesi Pamong Praja, Heinz Eulau dan Kenneth Prewitt mengemukakan bahwa kebijakan adalah :83

“Kebijakan dirumuskan sebagai suatu keputusan yang teguh yang disifati oleh adanya perilaku yang konsisten dan pengulangan pada bagian dari keduanya, yaitu bagi orang-orang yang membuatnya dan bagi orang yang melaksanakannya.”

Kebijakan publik menurut Thomas R. Dye adalah “Whatever Governments choose to do not or not to do”. Kebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan dan yang tidak dikerjakan oleh Pemerintah.84 Kebijakan publik pada dasarnya adalah suatu keputusan yang dimaksudkan untuk mengatasi kesalahan tertentu, melakukan kegiatan tertentu, atau untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan oleh instansi yang mempunyai wewenang dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan Negara dan pembangunan, berlangsung dalam satu kebijakan tertentu. Dalam kehidupan administrasi negara, secara formal keputusan tersebut lazimnya dituangkan dalam berbagai bentuk peraturan perundang-undangan.

Bila pemerintah memilih untuk melakukan sesuatu maka harus ada tujuannya dan kebijakan itu meliputi seluruh tindakan Pemerintah, bukan semata-mata merupakan pernyataan keinginan pemerintah atau pejabat pemerintah saja. Termasuk didalamnya sesuatu yang tidak dilaksanakan oleh Pemerintah, karena yang tidak dilakukan oleh Pemerintah mempunyai akibat yang sama besarnya dengan sesuatu yang dilakukan oleh Pemerintah.85

Kebijakan SAPK On Line di BKPSDM Kabupaten Karanganyar masih belum efektif berjalan. Apabila disinkronkan dengan pendapat

83 Wirman dan Israwan, Op. Cit, hlm. 18

84 http://ratuagung78.blogspot.co.id/2010/08/teori-kebijakan-publik.html, diakses pada tanggal 17 November 2016, jam 08:59 WIB

85 Jamal Wiwoho, Hukum Dan Kebijakan Publik, Bahan Kuliah Pasca Sarjana Ilmu Hukum, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2011

(38)

commit to user

96

Thomas R. Dye, mengenai kebijakan pemerintah terkait SAPK On Line tersebut belum berjalan seimbang. Karena di BKPSDM Kabupaten Karanganyar sendiri belum menerapkan SAPK On Line untuk meng- input database Pegawai Negeri Sipil termasuk dalam hal kenaikan pangkat. BKPSDM masih menggunakan SIMPEG yang masih bersifat offline. Hal-hal yang menyebabkan input data kepagawaian masih menggunakan SIMPEG antara lain karena Sumber Daya Manusia yang masih belum faham dengan komputerisasi, dan karena pada SAPK On Line berlaku secara Nasional langsung ke BKN Pusat, maka server error dan down menjadi kendala utama dalam proses input nama PNS termasuk dalam hal kenaikan pangkat PNS.

Dalam Pasal 10 ayat (1) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Asas-asas Umum Pemerintahan Yang Baik meliputi :

a. Kepastian hukum;

b. Kemanfaatan;

c. Ketidakberpihakan;

d. Kecermatan;

e. Tidak menyalahkan gunakan kewenangan;

f. Keterbukaan;

g. Kepentingan umum; dan h. Pelayanan yang baik.

Asas Umum Pemerintahan yang Baik dalam mewujudkan E- Government seharusnya dapat meningkatkan pelayanan publik terutama di bidang kepegawaian dan Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Di BKPSDM Pemerintah Kabupaten Karanganyar belum terwujud asas umum pemerintahan yang baik karena dalam penerapan SAPK On Line masih banyak terjadi permasalahan seperti pada contoh tabel yang telah Penulis uraikan di atas.

(39)

commit to user

97

2. Formulasi kebijakan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian On- Line (SAPK On-Line) di Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mewujudkan pelayanan E-Government yang ideal

E-Government merupakan bentuk implementasi pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, sebagai media informasi dan sarana komunikasi interaktif antara Pemerintah dengan pihak-pihak lain baik kelompok masyarakat, kalangan bisnis maupun antar sesama lembaga pemerintahan. Implementasi E-Government dalam penerapannya dimulai dari bentuk layanan yang sederhana yaitu penyediaan informasi dan data-data berbasis komputer tentang pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sebagai bentuk wujud keterbukaan (transparancy) dalam pelaksanaan pelayanan publik. Bentuk layanan sederhana lainnya, E-Government dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi baik intern di kalangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun komunikasi interaktif dengan masyarakat melalui media internet, chatting atau teleconperence.

Dalam perkembangannya, implementasi E-Government dikalangan pemerintahan menjadi sebuah trend di seluruh penyelenggaraan pemerintahan. Hampir keseluruhan jenis aplikasi yang dipergunakan pasti melibatkan pengolahan data menjadi informasi yang selanjutnya akan dipergunakan oleh pemerintah ataupun stakeholders dalam proses pengambilan keputusan. Didalam pemerintahan hampir setiap hari para birokrat di pemerintahan harus mengambil keputusan- keputusan penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan/ keberadaan pemerintahan yang bersangkutan.

Di Kabupaten Karanganyar khususnya di BKPSDM yang mempunyai tugas di bidang kepegawaian antara laian pangakt PNS.

Kenaikan pangkat merupakan penghargaan yang diberikan kepada PNS.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa pangkat bagi Pegawai

(40)

commit to user

98

Negeri Sipil dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian. Disamping itu, ada pula kenaikan pangkat yang dalam hal ini merupakan penghargaan yang diberikan atas pengabdian Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan terhadap Negara. Pada dasarnya, kenaikan pangkat yang objektif berkaitan erat dengan pendidikan atau latihan. Disamping itu, promosi atau kenaikan pangkat berhubungan pula dengan penghasilan. Menurut M. Manullang, promosi atau kenaikan pangkat adalah sesuatu yang pada umumnya di idam- idamkan oleh masing-masing pegawai, sebab dengan demikian ia memiliki hak-hak dan kekuasaan yang lebih besar dari sebelumnya, dan berarti menaikkan penghasilannya.86

Dari definisi tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan merupakan tindakan-tindakan atau keputusan yang dibuat oleh pemerintah, dimana tindakan atau keputusan tersebut memiliki pengaruh terhadap masyarakat. Analisis kebijakan sangat diperlukan untuk mengetahui kebijakan apa yang cocok dalam proses perumusan kebijakan yang akan dibuat, sehingga kebijakan tersebut sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi. Selain itu analisis kebijakan dapat membantu dalam penerapan suatu kebijakan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, analisis dapat di awal penerapan suatu kebijakan ataupun di akhir penerapan kebijakan.

Permasalahan-permasalahan yang timbul diatas seharusnya tidak terjadi. Adapun kriteria atau ukuran mengenai pencapaian tujuan efektif atau tidak, sebagaimana dikemukakan oleh S.P. Siagian, yaitu :

a) Kejelasan tujuan yang hendak dicapai, hal ini dimaksudkan supaya karyawan dalam pelaksanaan tugas mencapai sasaran yang terarah dan tujuan organisasi dapat tercapai.

86 M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, Penerbit Gadjah Mada Press, Yogyakarta, 2004, hlm.

141

(41)

commit to user

99

b) Kejelasan strategi pencapaian tujuan, telah diketahui bahwa strategi adalah “pada jalan” yang diikuti dalam melakukan berbagai upaya dalam mencapai sasaran-sasaran yang ditentukan agar para implementer tidak tersesat dalam pencapaian tujuan organisasi.

c) Proses analisis dan perumusan kebijakan yang mantap, berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai dan strategi yang telah ditetapkan artinya kebijakan harus mampu menjembatani tujuan-tujuan dengan usaha-usaha pelaksanaan kegiatan operasional.

d) Perencanaan yang matang, pada hakekatnya berarti memutuskan sekarang apa yang dikerjakan oleh organisasi dimasa depan.

e) Penyusunan program yang tepat suatu rencana yang baik masih perlu dijabarkan dalam program-program pelaksanaan yang tepat sebab apabila tidak, para pelaksana akan kurang memiliki pedoman bertindak dan bekerja.

f) Tersedianya sarana dan prasarana kerja, salah satu indikator efektivitas organisasi adalah kemamapuan bekerja secara produktif.

Dengan sarana dan prasarana yang tersedia dan mungkin disediakan oleh organisasi.

g) Pelaksanaan yang efektif dan efisien, bagaimanapun baiknya suatu program apabila tidak dilaksanakan secara efektif dan efisien maka organisasi tersebut tidak akan mencapai sasarannya, karena dengan pelaksanaan organisasi semakin didekatkan pada tujuannya.

h) Sistem pengawasan dan pengendalian yang bersifat mendidik mengingat sifat manusia yang tidak sempurna maka efektivitas organisasi menuntut terdapatnya sistem pengawasan dan pengendalian.

SIMPEG adalah suatu totalitas yang terpadu terdiri atas perangkat pengolah meliputi pengumpul, prosedur, tenaga pengolah dan perangkat lunak. Perangkat penyimpan meliputi pusat data dan bank data serta perangkat komunikasi yang saling berkaitan, berketergantungan dan

(42)

commit to user

100

saling menentukan dalam rangka penyediaan informasi di bidang kepegawaian.

Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) adalah sistem informasi berbasis komputer yang disusun sedemikian rupa untuk pelayanan kepegawaian. SAPK lahir dari adanya tuntutan terhadap BKN untuk memanfaatkan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam bidang pengolahan data dan pengelolaan informasi kepegawaian, agar mendapatkan data PNS yang akurat melalui sistem informasi kepegawaian yang terintegrasi antar instansi BKN dan Instansi Pusat serta Daerah (Perka BKN No.20 Tahun 2008)

Kepegawaian berasal dari kata pegawai yang artinya orang yang melakukan pekerjaan dengan mendapatkan imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan dari pemerintah. Unsur manusia sebagai pegawai maka tujuan badan (wadah yang telah ditentukan) kemungkinan besar akan tercapai sebagaimana yang diharapkan. Pegawai inilah yang mengerjakan segala pekerjaan atau kegiatan-kegiatan penyelenggaraan pemerintahan.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka sistem aplikasi pelayanan kepegawaian adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pegawai untuk melakukan pekerjaan dengan tujuan untuk menghasilkan sumber daya aparatur atau pegawai yang profesional.

Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara elektronik yang selanjutnya disingkat E-PUPNS adalah proses pendataan ulang PNS melalui sistem teknologi informasi yang meliputi tahap pemutakhiran data oleh setiap PNS, serta validasi dan verifikasi data secara menyeluruh oleh instansi pusat/instansi daerah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Dasar hukum PUPNS yakni Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dan Perka BKN Nomor 19 Tahun 2015 tanggal 22 Mei 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Secara Elektronik (E-PUPNS).

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penghitungan nilai variabel perilaku keberagamaan orang tua dan akhlak remaja dari bentuk kualitatif ke dalam bentuk kuantitatif, maka diketahui nilai

Halaman manajemen perangkat adalah Halaman akses untuk admin, Admin dapat menambahkan data perangkat baru baik.. menggunakan manual ketik atau juga menggunakan

10) Penetapan Perangkat Desa. Penetapan perangkat desa memiliki anggaran dana yaitu sebesar Rp 1.335.000 untuk belanja alat tulis kantor yang digunakan serta

Pernyataan tentang pola komunikasi yang dilakukan oleh keluarga NL dan FTR adalah pola komunikasi Otoriter dimana anak Ibu NL merasakan bahwa komunikasi yang

Lebih mencintai Allah SWT, serta lebih memantapkan keimanan kepada rukun iman yang kelima yaitu iman kepada hari kiamat (hari akhir). 2) Bentuk komunikasi dua

Pada mata kuliah Desain Traning Second Life dapat dimanfaatkan untuk memperlihatkan proses traning dalam sebuah perusahaan, sehingga diharapkan dengan melihat

Kenyataannya dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah guru belum memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, perangkat pembelajaran yang digunakan guru baik

Beberapa hasil dari wawancara yang di lakukan kepada para informan diantaranya, Bapak Darmawansya selaku Teller di Bank Muamalat Parepare mengatakan bahwa: “Segala bentuk komunikasi di