commit to user BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sebuah kota pasti mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Hal ini dikarenakan kota merupakan perwujudan dari aktivitas manusia yang akan selalu mengalami perubahan.
Semakin banyak aktivitas manusia yang tinggal di dalam kota maka semakin besar perkembangan yang terjadi pada kota tersebut. Perkembangan yang dimaksud dapat berupa perkembangan fisik suatu perkotaan. Perkembangan wilayah kota biasanya merupakan wujud dari keinginan masyarakat di suatu daerah untuk tumbuh dan berkembang dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan keamanan, dalam dimensi geografis (Harmantyo, 2011).
Perkembangan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek baik itu internal maupun eksternal.
Faktor eksternal dari perkembangan wilayah adalah faktor yang muncul dari atau datang dari luar wilayah perkotaan seperti adanya kebijakan nasional maupun regional yang berkaitan dengan kota tersebut maupun tingginya tingkat perpindahan penduduk dari luar ke dalam kota tersebut. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam kota itu sendiri seperti pertumbuhan alami penduduk serta adanya pengembangan aktivitas kota tersebut. Kedua faktor tersebut menyebabkan adanya pertumbuhan dan perkembangan penduduk beserta aktivitas yang dilakukan. Peningkatan aktivitas, akan menuntut bertambahnya ruang pada wilayah kota (Pontoh dan Kustiawan, 2009)
Madiun sebagai salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki fungsi sebagai pusat SWP bagian Barat juga selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Kota Madiun yang ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur Bagian Barat terus menyerap tenaga kerja untuk sektor industri, perdagangan dan jasa-jasa. Menurut RPJP Kota Madiun Tahun 2005-2025, penyerapan tenaga kerja dari ketiga sektor tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan pemanfaatan ruang yang ada di Kota Madiun juga mengalami perkembangan seiring dengan peningkatan aktivitas yang ada.
Namun, dinamika perkembangan kota yang cepat serta adanya faktor-faktor lain memunculkan beberapa permasalahan dalam perkembangan Kota Madiun. Salah satu permasalahan itu adalah perkembangan wilayah kota yang cenderung memusat di kawasan pusat kota. Jika dilihat dari perkembangan Kota Madiun dapat dilihat bahwa kecenderungan perkembangan pemanfaatan ruang di Kota Madiun adalah ke arah Utara-Selatan (Lihat Gambar 1.1). Kecenderungan perkembangan lahan terbangun tinggi dalam Kota Madiun
commit to user
cenderung terjadi hanya pada bagian pusat kota yaitu pada Kecamatan Taman dan Kartoharjo.
Sedangkan kecenderungan perkembangan lahan ke arah Barat masih sangat sedikit.
Sumber : Google Earth, 2003
Gambar 1.1 Arah Perkembangan Pemanfaatan Ruang Kota Madiun
Dalam RTRW Kota Madiun Tahun 2002-2012 dijelaskan bahwa penyebaran penggunaan tanah di wilayah Kota Madiun cenderung terpusat di wilayah pusat kota. Hal ini menyebabkan penyediaan infrastruktur dan fasilitas penunjang kegiatan wilayah kota lebih banyak terdapat di pusat kota. Akibatnya perkembangan wilayah Kota Madiun cenderung kurang merata karena perkembangan wilayah pinggiran kota cenderung lambat. Selain itu, jika dilihat dari pertumbuhan penduduk, terjadi ketidak merataan penyebaran kepadatan penduduk dan pertumbuhan penduduk di Kota Madiun. Kecenderungan pemusatan penduduk berada di pusat kota yang merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi, sedangkan di daerah barat sungai atau wilayah barat Kota Madiun kepadatan penduduknya relatif rendah.
Menurut RPJP Kota Madiun, pada tahun 2002 tingkat kepadatan penduduk di pusat kota adalah 131 jiwa per hektar. Sedangkan kepadatan penduduk di bagian barat Kota Madiun hanya mencapai 32 jiwa per hektar (Gambar 1.2)
Menurut Sujarto (1992) ada tiga faktor utama yang sangat menentukan pola perkembangan dan pertumbuhan kota, yaitu faktor manusia, faktor kegiatan manusia dan faktor pola pergerakan. Faktor pergerakan merupakan salah satu hal penting dalam perkembangan wilayah, hal ini dikarenakan pergerakan itu sendiri muncul akibat adanya faktor manusia dan kegiatan atau aktivitas wilayah tersebut. Tanpa adanya sebuah pergerakan dari wilayah tersebut ke wilayah lain, maka suatu wilayah tidak akan bisa berkembang.
Pusat Kota
Arah Perkembangan Kota Sungai Madiun
commit to user
Sumber : RPJP Kota Madiun, 2005-2025
Gambar 1.2 Kepadatan Penduduk Per BWK di Kota Madiun
Pembangunan suatu fasilitas transportasi baru seperti jalan, akan meningkatkan aksesibilitas pada suatu wilayah, karenanya permintaan untuk membangun lahan akan meningkat. Peningkatan aksesibilitas juga akan menyebabkan nilai lahan meningkat. Dan pada akhirnya tata guna lahan pada wilayah tersebut akan berubah lebih padat (Khisty dan Lall, 2005). Perkembangan transportasi yang pesat memberikan peningkatan terhadap kualitas hidup masyarakat. Hal ini karena transportasi dinilai mampu meratakan hasil-hasil pembangunan dan memberikan pelayanan pergerakan orang dan barang hampir keseluruh penjuru negeri sehingga memberi andil bagi pengembangan serta kemajuan daerah dan membuka isolasi daerah terpencil.
Perkembangan lahan yang masih sedikit pada wilayah Barat Kota Madiun tersebut diakibatkan kurangnya akses menuju wilayah tersebut karena adanya batasan fisik berupa Sungai Madiun (RTRW Kota Madiun 2002-2012). Karena adanya batasan tersebut, wilayah bagian barat Kota Madiun menjadi sebuah wilayah yang cenderung terisolir dari kawasan pusat kota sehingga perkembangan wilayah barat cenderung lambat.
Dengan adanya kecenderungan perkembangan yang kurang merata pada Kota Madiun, RTRW Kota Madiun Tahun 2002-2012 mengarahkan pengembangan ke segala arah secara merata untuk mengurangi beban di pusat kota dengan membentuk pusat-pusat pelayanan baru yang akan merangsang perkembangan wilayah Kota Madiun pada bagian barat dan timur
BWK Pusat BWK Barat
BWK Selatan
BWK Utara
Kepadatan Penduduk 32 Jiwa/Ha 48 Jiwa/Ha 70 Jiwa/Ha 131 Jiwa/Ha
Skala 1 : 85.000 Kabupaten
Madiun
Kabupaten Madiun Kabupaten
Madiun Kabupaten
Madiun
Kabupaten Madiun Kabupaten
Madiun
commit to user
sehingga pola penyebaran fasilitas dan pelayanannya akan merata di seluruh wilayah. Dalam RTRW juga dijelaskan beberapa upaya yang akan dilakukan pemerintah Kota Madiun untuk mengembangkan BWK Barat yang terdiri dari Kelurahan Sogaten, Kelurahan Ngegong, Kelurahan Winongo, Kelurahan Manguharjo, Kelurahan Nambangan Lor, Kelurahan Nambangan Kidul dan Kelurahan Kejuron.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Madiun yaitu dengan membangun Jalan Lingkar Barat Kota Madiun. Pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun ini dalam RTRW Kota Madiun Tahun 2002-2012 ditujukan dalam rangka pengembangan dan pemerataan pembangunan di Kota Madiun, maka pemerintah kota membangun sebuah Jalan Lingkar untuk meningkatkan aktivitas yang ada di wilayah Madiun bagian barat. Jalan Lingkar adalah sebuah jalan yang dibangun di luar pusat kota atau mengelilingi pusat kota (Tamin, 2000). Jalan lingkar sebenarnya merupakan solusi pemerintah untuk mengurangi kemacetan yang muncul di tengah kota, namun pembangunan jalan lingkar sebagai bagian dari sistem transportasi seharusnya juga dapat menjadi sebuah prasarana pergerakan bagi wilayah perkotaan. Karena sebagai salah satu bagian dari sistem transportasi, jalan lingkar tentu juga dapat menjadi akses bagi wilayah di sekitarnya dan menjadi salah satu faktor dalam perkembangan wilayah.
Pembangunan Jalan Lingkar Barat ditujukan untuk mengurangi konsentrasi atau pemusatan jalur kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan di pusat/tengah kota khususnya bagi jalur kendaraan angkutan berat (RTRW Kota Madiun 2002-2012).
Pembangunan Jalan Lingkar Barat ini juga akan memudahkan akses yang ada di Kota Madiun mengingat Kota Madiun diarahkan menjadi pusat industri dan perdagangan jasa bagi Wilayah Pengembangan Madiun yaitu Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan.
Pada tahun 2003 Pemerintah Kota Madiun membangun Jalan Lingkar Barat yang berada di bagian barat Kota Madiun. Jalan Lingkar Barat dibangun di Kecamatan Mangunharjo dan menghubungkan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Urip Sumuharjo. Jalan Lingkar Barat Kota Madiun ini melewati 5 kelurahan yaitu Kelurahan Mangunharjo, Winongo, Ngegong, Sogaten dan Patihan. Namun, kelurahan yang masuk kedalam BWK Barat hanya 4 Kelurahan yaitu Winongo, Ngegong, Sogaten dan Manguharjo. Kurang lebih 10 tahun setelah pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun ini, mulai terjadi perubahan guna lahan yang semula pertanian menjadi pendidikan, perdagangan jasa dan perkantoran serta peribadatan. Hal ini juga merupakan salah satu strategi Pemerintah Kota Madiun yaitu dengan mengarahkan BWK Barat sebagai pusat pendidikan dan peribadatan. Karena itu, setelah pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun, pembangunan sarana pendidikan
commit to user
seperti SMA 3 Kota Madiun, SMP IT Bakti Ibu, Poltekkes Muhammadiyah serta sarana pendidikan lainnya diarahkan ke BWK Barat. Namun perubahan guna lahan yang terjadi pada wilayah di sekitar Jalan Lingkar Barat Kota Madiun tidak terlalu signifikan dan tidak merata karena pembangunan hanya berpusat pada beberapa titik.
Tabel 1. 1 Luas Penggunaan Lahan Sebelum dan Sesudah Pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun
Kelurahan
Luas Wilayah
(Ha)
Sebelum Pembangunan Jalan Lingkar Barat
Tahun 2003 (Ha)
Setelah Pembangunan Jalan Lingkar Barat
Tahun 2014 (Ha)
Terbangun % Terbangun %
Manguharjo 203 62,48 31 98,87 49
Winongo 206 55,43 27 66,6 32
Ngegong 134 31,34 23 48,45 36
Sogaten 122 29,43 24 38,36 31
Sumber : BPS, 2003-2014
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa kelurahan dengan perubahan guna lahan paling besar selama 10 tahun yaitu di Kelurahan Manguharjo dengan perubahan guna lahan dari non terbangun ke terbangun sebanyak 36,38 Ha. Namun persentase perubahan lahan tersebut hanya 18% dari luas keseluruhan Kelurahan Manguharjo.
Data awal pada wilayah di sekitar Jalan Lingkar Barat Kota Madiun menunjukkan hal yang bertolak belakang dengan teori yang menyatakan bahwa pengembangan Jalan akan merangsang pertumbuhan pembangunan pada suatu wilayah. Karena hal itu maka perlu adanya penelitian yang mengkaji pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap perkembangan wilayah di sekitarnya.
1.2. Rumusan Masalah
Dalam RTRW Kota Madiun Tahun 2002-2012, tujuan pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun selain untuk mengurangi konsentrasi kendaraan di pusat kota, juga untuk mengarahkan pertumbuhan kota ke Madiun bagian Barat. Hal ini dikarenakan adanya ketimpangan pembangunan di Madiun Bagian Barat. Namun selama 10 tahun setelah pembangunan Jalan Lingkar Barat, tidak banyak terjadi pertumbuhan pada wilayah di sekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari tidak banyaknya perubahan penggunaan lahan yang ada di wilayah sekitar Jalan Lingkar tersebut. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap perkembangan wilayah di sekitarnya?
commit to user 1.3. Tujuan dan Sasaran
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap perkembangan wilayah di sekitarnya.
Sedangkan sasaran yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan itu adalah : a) Mengidentifikasi karakteristik Jalan Lingkar Barat Kota Madiun.
b) Mengidentifikasi perkembangan kondisi fisik lingkungan pada wilayah di sekitar Jalan Lingkar Barat Kota Madiun.
c) Mengidentifikasi perkembangan ekonomi pada wilayah di sekitar Jalan Lingkar Barat Kota Madiun
d) Mengidentifikasi perkembangan sosial dan demografi di sekitar Jalan Lingkar Barat Kota Madiun.
e) Menganalisis pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap perkembangan wilayah di sekitarnya.
1.4. Posisi Penelitian
1.4.1 Dalam Disiplin Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota
Perencanaan Wilayah Kota merupakan proses penyusunan rencana tata ruang kota dan wilayah yang didalamnya terkandung arahan penataan ruang kota. Penelitian ini berkaitan erat dengan disiplin Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota karena membahas tentang pertumbuhan wilayah yang disebabkan adanya pertumbuhan aktivitas , demografi dan guna lahan pada suatu wilayah. Pertumbuhan wilayah itu sendiri sangat dipengaruhi oleh keberadaan transportasi terutama sarana transportasi berupa jalan.
Sumber : Penulis, 2015
Gambar 1.3 Posisi Penelitian Dalam Ilmu PWK
commit to user 1.4.2 Terhadap Penelitian Terdahulu
Posisi penelitian ditunjukkan dengan perbandingan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yang berkaitan, yaitu mengenai dampak pembangunan jalan lingkar dan perkembangan wilayah.
Tabel 1. 2 Posisi Penelitian Terhadap Penelitian Terdahulu Judul Penelitian Tahun
Penelitian
Nama
Peneliti Tujuan Penelitian Hasil Institusi
Dampak Pembangunan
Jalan Lingkar Selatan Salatiga
Terhadap Perkembangan UKM di Sekitar
Jalan Lingkar Selatan Salatiga
2012
M. Roziqin Herianto
Hardi Utomo
Mengetahui dampak pembangunan Jalan Lingkar Selatan Salatiga terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya pada khususnya dan Kota Salatiga pada umumnya, melalui UKM yang tumbuh dan berkembang di Jalan Lingkar Selatan Salatiga. Serta untuk mengetahui kendala- kendala yang dihadapi oleh pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Jalan Lingkar Selatan Salatiga.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa faktor yang menjadi alasan berkembangnya UKM di sekitar Jalan Lingkar Selatan Salatiga karena banyaknya masyarakat yang melihat peluang yang ada untuk berusaha, selain itu juga karena ada pangsa pasar yang besar. Dengan adanya hal ini
mempengaruhi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat karena akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan.
Kesimpulannya adalah bahwa adanya Jalan Lingkar Selatan Salatiga ini mempengaruhi perkembangan UKM di sekitarnya.
STIE AMA Salatiga
Dampak Keterkaitan Infrastruktur Jaringan Jalan
Terhadap Pertumbuhan Sektoral Wilayah
di JABODETABEK
2009
Poerwaning sih S.
Legowo
Penelitian ini bertujuan untuk mengenalisis dampak dari jaringan jalan terhadap
pertumbuhan ekonomi wilayah dan juga dengan wilayah tetangganya. Selain itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk membandingkan dampak investasi dari beberapa jaringan jalan seperti jalan tol, jalan raya,rel
terhadap
pertumbuhan sektoral wilayah.
Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan dari investasi infrastruktur jaringan di satu wilayah terhadap aktivitas ekonomi di wilayah tersebut dan wilayah sekitarnya.
Keterkaitan antar wilayah secara signifikan
diperlihatkan oleh kombinasi kategori jaringan jkalan (jalan tol, jalan raya) dari dua wilayah atau lebih yang mempengaruhi aktivitas ekonomi tertentu di satu wilayah.
Terhadap kebijakan
Universitas Kristen
Petra Surabaya
commit to user
Judul Penelitian Tahun Penelitian
Nama
Peneliti Tujuan Penelitian Hasil Institusi pembangunan jalan tol
umumnya menghasilkan dampak positif terhadap pertumbuhan sektoral, sebaliknya untuk kebijakan pembangunan jalan raya umumnya menurunkan pertumbuhan sektoral wilayah.
Analisis Pengaruh Pembangunan
Jalan Lingkar Dalam (Inner
Ring Road)Terhadap Pengembangan
Aktivitas Ekonomi Kota
Medan
2000 Arnis Djuri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelancaran arus manusia, barang dan jasa dari dan ke tempat tinggal atau dari dan ke pusat kota serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui kesesuaian penggunaan lahan pada ruas-ruas jalan lingkar dengan masterplan Kotamadya Medan Tahun 1974 dan faktor yang mendorong masyarakat
melakukan kegiatan usaha di sepanjang jalan lingkar dalam Kota Medan.
Keadaan tingkat
kelancaran arus manusia, barang dan jasa ridak dalam keadaan yang sangat baik, hal ni karena akses masyarakat mudah dengan adanya Jalan Lingkar namun ada sedikit hambatan dan kemacetan.
Keadaan penggunaan lahan pada ruas-ruas jalan umumnya digunakan sebagai tempat kegiatan usaha.
Faktor-faktor yang mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan usaha adalah kemudahan memperoleh tempat usaha, izin usaha, dan kedekatan dengan pusat kegiatan.
Universitas Sumatera
Utara, Medan
Sumber : Penulis, 2015
Jika dilihat berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, penelitian ini memiliki topik yang sama dengan beberapa penelitian sebelumnya yaitu terkait pengaruh pembangunan suatu prasarana transportasi berupa jalan. Namun dalam penelitian ini, pengaruh tersebut dihubungkan dengan perkembangan wilayah yang dilihat dari indikator fisik lingkungan, ekonomi dan sosial demografi. Selain itu penelitian ini juga dilakukan pada wilayah yang berbeda yaitu pada Jalan Lingkar Barat Kota Madiun.
commit to user 1.5. Manfaat Penelitian
1.5.1 Keilmuan
Penelitian ini sangat erat kaitannya dengan disiplin ilmu akademik yaitu Perencanaan Wilayah dan Kota. Dimana dalam penataan ruang kota sistem transportasi merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Karena transportasi juga akan mempengaruhi pertumbuhan wilayah yang berkaitan dengan pemerataan pembangunan. Menurut Wahab (2009) penyediaan prasarana transportasi dalam suatu wilayah/kawasan akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan wilayah/kawasan tersebut. Infrastruktur transportasi memiliki keterkaitan yang kuat dengan proses pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dan juga terhadap kesejahteraan sosial serta kualitas lingkungan pada wilayah tersebut (Departemen Pekerjaan Umum, 2006). Manfaat secara akademik dari penelitian ini adalah untuk membuktikan premis teori bahwa pembangunan sarana transportasi (jalan) akan merangsang atau berpengaruh terhadap pertumbuhan wilayah di sekitarnya.
1.5.2 Implementasi (Praktis)
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pemerintah kota dalam melakukan perencanaan pengembangan wilayah. Penelitian ini dapat menjadi bahan untuk memperkaya kajian intervensi pemerintah dalam pengembangan BWK Barat Kota Madiun.
1.6. Ruang Lingkup dan Batasan
1.6.1 Batasan Aspek atau Substansi Pembahasan
Ruang lingkup dalam penelitian ini berkaitan dengan aspek jalan lingkar dan perkembangan wilayah. Dimana lingkup aspek jalan lingkar meliputi tujuan jalan lingkar dalam transportasi wilayah serta karakteristik dari jalan lingkar. Pembahasan dalam penelitian ini hanya fokus kepada bentukan fisik Jalan Lingkar Barat Kota Madiun. Pembahasan pada penelitian ini tidak melihan sistem transportasi yang ada pada jalan tersebut.
Sedangkan ruang lingkup aspek perkembangan wilayah, berkaitan dengan perkembangan fisik dan lingkungan, perkembangan ekonomi serta perkembangan sosial dan demografi. Ruang lingkup pembahasan dalam penelitian ini difokuskan pada pengaruh aspek jalan lingkar tersebut terhadap perkembangan wilayah yang dapat diukur dari fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial dan demografi.
1.6.2 Batasan Waktu
Ruang lingkup waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebelum dan sesudah pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun. Dimana Jalan Lingkar Barat Kota Madiun
commit to user
selesai dibangun pada tahun 2004, maka penelitian ini membutuhkan data dari tahun 2003 hingga tahun 2014. Untuk data primer dan sekunder penelitian sebelum pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun, digunakan data pada tahun 2003. Sedangkan untuk data sekunder setelah pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun digunakan data sekunder tahun 2014.
Namun untuk data primer setelah pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun, digunakan data tahun 2015 bulan Maret dan April. Hal ini dikarenakan survey primer dilakukan pada bulan tersebut.
Data primer dan sekunder setelah pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun memiliki perbedaan. Dimana data primer diperoleh pada tahun 2015, sedangkan data sekunder pada tahun 2014. Hal ini memungkinkan adanya data yang bias karena range waktu yang berbeda.
1.6.3 Batasan Area
Berdasarkan arahan dalam RTRW Kota Madiun Tahun 2002-2012, perkembangan wilayah diarahkan ke BWK Barat Kota Madiun. Dalam penelitian ini, area penelitian yang akan diambil adalah Kelurahan yang ada di BWK Barat Kota Madiun yang diarahkan untuk berkembang, khususnya kelurahan yang dilewati oleh Jalan Lingkar Barat Kota Madiun.
Pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun ini juga berada dekat dengan beberapa wilayah di Kabupaten Madiun, namun dalam penelitian ini wilayah yang akan diteliti adalah kelurahan yang ada di Kota Madiun saja sesuai dengan arahan RTRW Kota Madiun Tahun 2002-2012. Kelurahan tersebut adalah Kelurahan Manguharjo, Kelurahan Sogaten, Kelurahan Ngegong dan Kelurahan Winongo (Lihat Peta 1.1).
Dimana rincian batasan wilayah penelitian adalah sebagai berikut : Sebelah Utara : Kabupaten Madiun
Sebelah Selatan : Kelurahan Kejuron dan Nambangan Lor Sebelah Barat : Kabupaten Madiun
Sebelah Timur : Kelurahan Patihan dan Madiun Lor
11
Ke Surabaya
Ke Surakarta
Kabupaten Madiun
Kabupaten Madiun
commit to user 1.7. Alur Penelitian
Sumber : Analisis Penulis, 2015 Gambar 1. 4 Alur Penelitian
Analisis Deskriptif Eksplanatif Pengaruh Pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap Perkembangan Wilayah di
sekitarnya
Pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap perkembangan wilayah di
sekitarnya
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan
Sasaran
Pengumpulan Data
Arahan pengembangan ke segala arah secara merata dan merangsang adanya perkembangan wilayah di Kota Madiun Bagian Barat
Pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun tidak menimbulkan perubahan yang signifikan
Tujuan
Mengetahui Pengaruh Pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap Perkembangan Wilayah di Sekitarnya
Jalan Lingkar Sebagai Bagian Sistem Transportasi
Wilayah
Perkembangan Wilayah di Sekitarnya
Pengaruh Pembangunan Jalan
Lingkar terhadap Perkembangan
Wilayah
Tujuan Karakteristik Dampak Fisik
Lingkungan Ekonomi Sosial Demografi
Studi literatur, Observasi, Wawancara dan Kuisioner kepada pihak terkait tentang karakteristik Jalan Lingkar dan
tujuan jalan lingkar
Kuisioner, Studi Literatur dan wawancara kepada masyarakat dan pihak terkait tentang perkembangan wilayah yang dilihat dari indikator
fisik lingkungan, ekonomi dan sosial demografi
Analisis secara menyeluruh berdasarkan hasil survey terkait jalan lingkar sebagai sistem transportasi wilayah dan
perkembangan wilayah yang ada di sekitarnya.
Analisis Deskriptif Naratif
Karakteristik Jalan Lingkar Analisis Paired T-
Test Analisis
Bagaimana pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap perkembangan wilayah di sekitarnya?
Teori
Analisis Deskriptif
Naratif
commit to user 1.8. Sistematika Pembahasan
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang dari permasalahan yang diambil dalam penelitian ini.
Dalam bab ini juga dibahas mengenai tujuan dan sasaran yang akan dilakukan, ruang lingkup atau batasan yang mencakup batasan substansi, waktu dan batasan area. Selain itu juga akan dibahas mengenai posisi penelitian, alur penelitian dan sistematika penulisan dalam laporan penelitian.
BAB II JALAN LINGKAR DAN PERKEMBANGAN WILAYAH
Bab ini berisi tentang tinjauan teori dari literatur yang menjadi dasar dan menunjang penelitian ini yaitu terkait jalan lingkar sebagai bagian dari transportasi wilayah dan perkembangan wilayah. Teori yang telah diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam perumusan variabel dan indikator penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang metode yang dilakukan dalam penelitian baik itu metode untuk pengumpulan data, metode pengolahan data maupun metode untuk analisis data. Pada bab ini juga dijelaskan terkait jenis penelitian, variabel penelitian serta kebutuhan data dalam penelitian agar penelitian dapat berjalan efektif sesuai tujuan yang telah dirumuskan.
BAB IV GAMBARAN JALAN LINGKAR BARAT KOTA MADIUN DAN PERKEMBANGAN WILAYAH DI SEKITARNYA
Bab ini berisi tentang gambaran Jalan Lingkar Barat Kota Madiun serta gambaran perkembangan wilayah yang terjadi di sekitar Jalan Lingkar Barat Kota Madiun yang diperoleh dari hasil studi literatur maupun observasi lapangan sesuai dengan kebutuhan data.
Pada bab ini akan dijelaskan hasil olahan data yang telah diperoleh dari hasil survey dan digunakan sebagai dasar dalam analisis.
BAB V PEMBAHASAN
Bab ini berisi analisis yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Madiun terhadap perkembangan wilayah di sekitarnya. Analisis yang dilakukan pada bab ini berupa analisis deskriptif berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya.
BAB VI PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian serta rekomendasi yang diberikan penulis berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya.