• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Interior Panti Wreda dengan Konsep Home not Alone.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Interior Panti Wreda dengan Konsep Home not Alone."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Proses penuaan adalah suatu proses yang pasti dilalui oleh setiap manusia. Setiap hari manusia semakin bertambah tua, dengan bertambah tua maka manusia memiliki kemunduran fungsi-fungsi tubuh seperti fungsi fisik dan fungsi psikologis. Kemunduran fungsi tersebut adalah sesuatu hal yang tidak dapat dihindari tetapi dapat dicegah dengan cara memperlambat kemunduran fungsi tersebut. Dalam melakukan aktivitas sehari-hari lansia memiliki keterbatasan fisik yang pada akhirnya menciptakan ketergantungan hidup terhadap orang lain. Tetapi masyarakat ataupun anggota keluarga pada masa kini merupakan manusia yang cendrung disibukan dengan aktivitasnya sendiri sehingga tidak memiliki waktu dalam hal memperhatikan orang lain termasuk lansia. Hal tersebut membuat para lansia menjadi terlantar, kurang produktif, dan berusaha untuk mandiri. Padahal seharusnya dimasa tersebut lansia harus terus produktif dan mandiri untuk memperlambat kemunduran fungsi fisik dan psikologi.

Panti wreda merupakan salah satu tempat yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan lansia baik secara fisik maupun psikologi. Di dalam panti wreda, lansia dapat lebih diperhatikan, sehingga tidak terlantar. Tetapi panti wreda yang ada pada umumnya hanya menyediakan fasilitas standar yang minim akan fasilitas dan aktivitas yang dapat membangun semangat lansia untuk produktif dan mandiri. Oleh karena itu dalam perancangan panti wreda ini, disediakan beberapa fasilitas yang dapat menunjang aktivitas lansia ke arah yang lebih baik. Aktivitas tersebut antara lain menyanyi, bermain musik, mengobrol, membaca, menonton, merajut, menjahit, memasak dan berolahraga. Selain itu disediakan juga fasilitas kamar tidur untuk beristirahat. Seluruh ruangan dalam panti wreda ini diciptakan untuk membuat lansia merasa nyaman dan bahagia sehingga dapat menjadi lansia yang produktif dan mandiri. Oleh karena itu panti wreda ini menggunakan konsep home not alone dan bergaya American classic.

(2)

ABSTRACT

Aging is inevitable process happening to all humans. The older someone is, the less productive the physic and psychology of a person is. It is again unavoidable but somehow preventable. Aging process also ales a person become dependent on others. However, the hectic lives that people have at present makes them have less concern over others particularly the elderly. They are abandoned, less productive but they still need to be independent to prevent the aging from engrossing their lives.

The retirement house is the answer to all of those things. The seniors are supposed to gain proper treatments there but ironically the institution only provides standard facilities and activities to allow them to more active. Therefore, the house needs to have facilities that can advance their lives with active activities like singing, playing music, watching movies, sewing, cooking and doing sports. Nice beds are also facilitated to give the sense of comfort become productive and independent. That is they, this retirement house makes use of the home not alone concept with Classic American atmosphere.

(3)

DAFTAR ISI

COVER i

LEMBAR PENGESAHAN ii

PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN TUGAS AKHIR iii

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN iv

KATA PENGANTAR v

ABSTRAK vi

ABSTRACT vii

DAFTAR ISI viii

DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I – PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Identifikasi Masalah 3

1.3 Ide / Gagasan Perancangan Interior Panti Wreda 3

1.4 Rumusan Masalah 4

1.5 Tujuan Perancangan Panti Wreda 4

1.6 Manfaat Perancangan Panti Wreda 4

1.7 Ruang Lingkup Perancangan Panti Wreda 4

1.8 Sistematika Penulisan 5

BAB II – STUDI LITERATUR LANSIA DAN PANTI WREDA

2.1 Pengertian Lansia 6

2.1.1 Pengertian Lansia Produktif dan Tidak Produktif 7 2.1.2 Kategori Umur Penduduk Lanjut Usia 8

2.1.3 Klasifikasi Lansia 8

2.1.4 Karateristik Lansia 9

2.1.5 Tipe Lansia 10

2.1.6 Mitos dan Stereotip Seputar Lansia 11

2.1.7 Kesehatan Lansia 12

(4)

2.2.1 Sejarah dan Perkembangan Panti Wreda 14

2.2.2 Tujuan Panti Wreda 14

2.2.3 Tipe Panti Wreda 15

2.2.4 Program Kegiatan Panti Wreda 15

2.3 Standar Desain Interior Lansia 19

2.3.1 Jarak Jangkauan 19

2.3.2 Kursi Roda dan Walker 20

2.3.3 Aktivitas dan Kebutuhan Ruang 21

2.3.4 Lantai 25

2.3.5 Tangga dan lift 26

2.3.6 Pencahayaan 26

2.3.7 Kontrol 26

2.3.8 Kamar Mandi 27

2.3.9 Teori Warna 27

2.4 Studi Banding Panti Wreda Graha Wreda AUSSI Kusuma Lestari 28

(5)

2.4.2 Fasilitas Graha Wreda AUSSI Kusuma Lestari 31

2.4.3 Sumber Dana 31

2.4.4 Program Panti 31

2.4.5 Kegiatan Lansia 32

2.4.6 Peran Strategis 32

2.5 Studi Banding Panti Sosial Tresna Wreda Senjarawi 32 2.5.1 User Panti Sosial Tresna Wreda Senjarawi 33 2.5.2 Fasilitas di Panti Sosial Tresna Wreda Senjarawi 34

2.5.3 Program Kegiatan 36

2.5.4 Psikologi Panti Sosial Tresna Wreda Senjarawi 36 BAB III – PANTI WREDA

3.1 Deskripsi Objek Studi 38

3.1.1 Deskripsi Lokasi 38

3.1.2 Deskripsi Fungsi Objek Studi 39

3.1.3 Analisa Site 39

3.1.4 Analisa Bangunan 43

3.2 Implementasi Konsep 47

3.2.1 Konsep Bentuk 47

3.2.2 Teori Warna 47

3.2.3 Konsep Tekstur 48

3.2.4 Konsep Material 48

3.2.5 Konsep Pencahayaan 48

3.2.6 Konsep Penghawaan 49

3.3 Studi Image 49

BAB IV – PERANCANGAN PANTI WREDA

4.1 Perancangan General 50

4.2 Perancangan Ruang 52

4.2.1 Resepsionis 52

4.2.2 Ruang Baca dan Ruang Santai 55

4.2.3 Ruang Menonton Bersama 57

4.2.4 Ruang Makan dan Dapur 58

(6)

4.2.6 Ruang Merajut dan Menjahit 60

4.2.7 Ruang Bersama 63

4.2.8 Kamar Tidur 66

BAB V – SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan 72

5.2 Saran 73

DAFTAR PUSTAKA 74

(7)

DAFTAR TABEL

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.3.1.1 Jarak Jangkau Gambar 2.3.2.1 Kursi Roda Gambar 2.3.2.2 Walker Gambar 2.3.3.1 Kursi Roda Gambar 2.3.3.2 Walker Gambar 2.3.3.3 Handrail

Gambar 2.3.3.4 Dimensi Tempat Tidur Gambar 2.3.3.5 Sirkulasi Tempat Tidur Gambar 2.3.3.6 Tempat Duduk

Gambar 2.3.3.6 Tempat Duduk Gambar 2.4.1 Lambang AUSSI

Gambar 2.4.2 Peta Lokasi Graha Wreda AUSSI

Gambar 2.4.3 Tampak Depan Graha Wreda AUSSI Kusuma Lestari Gambar 2.4.1.1 Kamar Tidur VVIP

Gambar 2.4.1.2 Kamar Tidur VIP Gambar 2.4.1.3 Kamar Tidur Standar

Gambar 2.4.2.1 Fasilitas Graha Wreda AUSSI Kusuma Lestari Gambar 2.5.1 Tampak Depan Panti Sosial Tresna Wreda Senjarawi Gambar 2.5.2.1 Tempat Ibadah

Gambar 2.5.2.2 Rumah Kecil 1 / 2 Kamar Tidur Gambar 2.5.2.3 Sall

Gambar 2.5.2.4 Ruang Menonton Gambar 2.5.2.5 Ruang Pertemuan Gambar 2.5.2.6 Ruang Makan Gambar 2.5.2.7 Ruang Kesehatan Gambar 2.5.2.8 Alat Kesehatan Gambar 2.5.2.9 Dapur

Gambar 2.5.2.10 Dapur

Gambar 2.5.2.11 Ruang Persiapan Makanan

Gambar 3.1.3.1 – Peta Lokasi Hotel Bumi Bandhawa

(9)

Gambar 3.1.4.1 – Tampak Depan Bangunan

Gambar 3.1.4.7 – Kamar Hotel Bumi Bandhawa Gambar 3.2.1.1 - Bentuk Dasar

Gambar 3.2.2.1 – Skema Warna Bersih Gambar 3.2.2.3 – Skema Warna Kontras Gambar 3.3.1 – Study Image

Gambar 4.2.1.1 – Layout Furniture Resepsionis Gambar 4.2.1.2 – Tampak Potongan Resepsionis A-A’ Gambar 4.2.1.3 – Tampak Potongan Resepsionis B-B’ Gambar 4.2.1.4 – Tampak Potongan Resepsionis C-C’ Gambar 4.2.1.5 – Perspektif Resepsionis 1

Gambar 4.2.1.6 – Perspektif Resepsionis 2

Gambar 4.2.1.7 – Hasil Rendering Perspektif Resepsionis 1 Gambar 4.2.1.8 – Hasil Rendering Perspektif Resepsionis 2 Gambar 4.2.2.1 – Layout Furniture Ruang Baca

Gambar 4.2.2.2 – Potongan A-A’ Ruang Baca Gambar 4.2.2.3 – Potongan B-B’ Ruang Baca Gambar 4.2.2.4 – Potongan C-C’ Ruang Baca Gambar 4.2.2.5 – Perspektif 1 Ruang Baca Gambar 4.2.2.6 – Perspektif 2 Ruang Baca

Gambar 4.2.2.7 – Hasil Rendering Perspektif Ruang Baca Gambar 4.2.3.1 – Hasil Rendering Perspektif Ruang Nonton

Gambar 4.2.3.2 – Hasil Rendering Perspektif Ruang Tamu Bersama Gambar 4.2.4.1 – Layout Furniture Ruang Makan dan Dapur

Gambar 4.2.4.2 – Potongan A-A’ Ruang Makan dan Dapur Gambar 4.2.4.3 – Potongan B-B’ Ruang Makan dan Dapur

Gambar 4.2.4.4 – Hasil Rendering Perspektif Ruang Makan dan Dapur

(10)

Gambar 4.2.6.1 – Layout Furniture Ruang Merajut dan Menjahit Gambar 4.2.6.2 – Potongan A-A’ Ruang Merajut dan Menjahit Gambar 4.2.6.3 – Potongan B-B’ Ruang Merajut dan Menjahit Gambar 4.2.6.4 – Perspektif 1 Ruang Merajut dan Menjahit Gambar 4.2.6.5 – Perspektif 2 Ruang Merajut dan Menjahit

Gambar 4.2.6.6 – Hasil Rendering Perspektif Ruang Merajut dan Menjahit Gambar 4.2.7.1 – Denah Ruang Bersama

Gambar 4.2.7.2 – Tampak Potongan Ruang Bersama A-A’ Gambar 4.2.7.3 – Tampak Potongan Ruang Bersama B-B’ Gambar 4.2.7.4 – Tampak Potongan Ruang Bersama C-C’ Gambar 4.2.7.5 – Perspektif 1 Ruang Bersama

Gambar 4.2.7.6 – Perspektif 2 Ruang Bersama Gambar 4.2.7.7 – Perspektif 3 Ruang Bersama

Gambar 4.2.7.8 – Hasil Rendering Perspektif Ruang Bersama Gambar 4.2.7.9 – Hasil Rendering Perspektif Ruang Bersama Gambar 4.2.8.1 – Layout Furniture Kamar Tidur

Gambar 4.2.8.2 – Tampak Potongan A-A’ Kamar Tidur Gambar 4.2.8.3 – Tampak Potongan B-B’ Kamar Tidur Gambar 4.2.8.4 – Tampak Potongan C-C’ Kamar Tidur Gambar 4.2.8.5 – Perspektif 1 Kamar Tidur

Gambar 4.2.8.6 – Perspektif 2 Kamar Tidur Gambar 4.2.8.7 – Perspektif 1 Kamar Mandi Gambar 4.2.8.8 – Perspektif 2 Kamar Mandi

Gambar 4.2.8.9 – Hasil Rendering Perspektif Kamar Tidur Gambar 4.2.8.10 – Hasil Rendering Perspektif Kamar Tidur

(11)

| 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan data dari berbagai sumber, salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam pembangunan nasional adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduknya. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut undang-undang nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia, yang dikategorikan dengan lanjut usia adalah penduduk yang usianya sudah mencapai 60 tahun ke atas.

(12)

| 2 Tabel 1.1 proyeksi penduduk Indonesia, menurut kelompok umur dan jenis kelamin tahun 2008-2014 (x 1000)

Umur 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

0-4 10,490.1 10,523.1 10,567.2 10,590.5 10,613.4 10,640.1 10,663.7 5-9 10,229.4 10,270.4 10,311.4 10,357.8 10,402.7 10,446.4 10,488.0 10-14 10,458.0 10,255.2 10,056.2 10,100.4 10,149.3 10,195.0 10,243.5 15-19 10,904.5 10,964.5 11,036.1 10,828.7 10,627.8 10,425.5 10,224.0 20-24 10,598.4 10,627.2 10,656.8 10,718.9 10,781.5 10,850.2 10,912.9 25-29 10,175.2 10,336.2 10,443.8 10,482.6 10,527.5 10,562.2 10,577.8 30-34 9,341.5 9,432.6 9,554.9 9,757.0 9,938.9 10,111.6 10,260.3 35-39 8,702.1 8,814.1 8,925.0 9,026.6 9,124.4 9,224.0 9,339.7 40-44 7,897.4 8,059.4 8,211.6 8,346.9 8,475.7 8,597.2 8,708.9 45-49 6,874.0 7,051.0 7,230.9 7,401.7 7,571.4 7,744.8 7,908.5 50-54 5,651.9 5,879.9 6,098.0 6,297.6 6,482.3 6,658.6 6,836.3 55-59 4,236.2 4,461.1 4,685.1 4,911.9 5,142.4 5,370.8 5,590.6

60-64 3,032.4 3,172.3 3,328.6 3,504.2 3,695.5 3,898.7 4,109.7

65-69 2,229.7 2,284.6 2,360.7 2,442.6 2,537.8 2,645.9 2,780.9

70-74 1,623.2 1,676.1 1,710.4 1,767.1 1,812.2 1,848.3 1,885.3

75+ 1,607.1 1,651.0 1,699.1 1,753.0 1,816.1 1,881.2 1,956.2

Total 114,051.1 115,458.7 116,875.8 118,287.5 119,698.9 121,100.5 122,486.3

Sumber : www.datastatistik-indonesia.com

(13)

| 3 Perubahan tersebut akan memberikan pengaruh terhadap aspek kehidupan penduduk lanjut usia, terutama bagi kesehatannya. Oleh karena itu, kesehatan dan kehidupan lanjut usia seharusnya mendapatkan perhatian yang khusus sehingga sebisa mungkin hidup dengan produktif.

Panti wreda atau panti jompo adalah tempat bagi orang yang sudah tua. Pertumbuhan panti wreda di Indonesia pada umumnya berkembang sangat pesat, akan tetapi dengan fasilitas dan aktifitas kegiatan yang minim. Fasilitas minim tersebut timbul karena kurangnya pengetahuan dalam perawatan penduduk lanjut usia. Padahal seharusnya fasilitas-fasilitas yang sangat lengkap yang dibutuhkan oleh orang-orang lanjut usia agar dapat produktif. Aktifitas kegiatan yang minim pun memberikan dampak psikologis pada lansia, yaitu para lansia seringkali merasa kesepian dan butuh untuk bersosialisasi.

Oleh karena itu perlu didirikannya sebuah panti wreda atau panti jompo yang dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan dari penduduk usia lanjut sehingga mereka dapat memaksimalkan kehidupannya dengan produktif dan mandiri.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian di atas, didapatkan sebuah permasalahan yaitu bagaimana merancang sebuah tempat yang nyaman, berfasilitas lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan lansia secara jasmani dan rohani sehingga menjadi lansia yang produktif dan mandiri.

1.3 Ide / Gagasan Perancangan Interior Panti Wreda

(14)

| 4 1.4 Rumusan Masalah

Sesuai dengan pokok pembahasan makalah ini, yaitu mengenai perancangan panti wreda maka permasalahan yang dapat dirumuskan yaitu :

1. Bagaimana merancang fasilitas interior yang dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani lansia?

2. Bagaimana merancang fasilitas dan suasana ruang yang dapat menunjang atau memberikan dampak positif sehingga para lansia dapat menjadi produktif dan mandiri?

3. Bagaimana merancang fasilitas ruang sosial yang dapat membuat penghuni panti wreda merasa nyaman untuk menghabiskan waktu secara bersama-sama?

1.5 Tujuan Perancangan Panti Wreda Tujuan perancangan panti wreda yaitu :

1. Untuk merancang fasilitas olahraga dan fasilitas ibadah sesuai dengan ergonomi lansia sehingga kebutuhan jasmani dan rohani lansia terpenuhi. 2. Untuk merancang berbagai fasilitas seperti fasilitas kerajinan tangan dan

kesenian sehingga membuat lansia menjadi produktif dan mandiri.

3. Untuk merancang interior panti wreda dengan nyaman sehingga para penghuninya merasa nyaman untuk menghabiskan waktu secara bersama-sama.

1.6 Manfaat Perancangan Panti Wreda

1. Memberikan kenyamanan jasmani dan rohani bagi para lansia.

2. Memberikan fasilitas yang dapat menunjang kehidupan lansia sehingga menjadi produktif dan mandiri.

1.7 Ruang Lingkup Perancangan Panti Wreda

(15)

| 5 berolahraga, taman bercocok tanam, ruang tidur, ruang kesehatan, ruang menjahit, ruang merajut, ruang spa.

1.8 Sistematika Penulisan

Penyusunan laporan tugas akhir diuraikan menjadi beberapa bab, yaitu : BAB I – PENDAHULUAN

Berisi pembahasan mengenai latar belakang, identifikasi masalah, ide / gagasan perancangan interior panti wreda, rumusan masalah, tujuan perancangan panti wreda, manfaat perancangan panti wreda, ruang lingkup perancangan panti wreda, dan sistematika penulisan.

BAB II – STUDI LITERATUR LANSIA DAN PANTI WREDA

Berisi pembahasan mengenai pengertian lansia, pengertian panti wreda, standar ergonomi lansia, teori warna, dan studi banding panti wreda.

BAB III – DESKRIPSI PERANCANGAN PANTI WREDA

Berisi pembahasan mengenai deskripsi proyek, deskripsi site, zoning-blocking, implementasi konsep dan gaya pada perancangan.

BAB IV – PERANCANGAN PANTI WREDA

Berisi pembahasan tentang ide perancangan yang sudah dituangkan ke dalam bentuk lembar kerja yang disertai dengan pembahasan secara singkat.

BAB V – SIMPULAN DAN SARAN

(16)

| 72 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Dalam merancang panti wreda banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan dengan seksama. Hal-hal seperti ergonomi, pola aktivitas dan rutinitas lansia, aksebilitas, kebutuhan lansia, dan hal-hal kecil yang mungkin akan berampak sangat besar untuk kehidupan lansia. Kebutuhan lansia sangat berbeda dengan manusia dewasa pada umumnya. Sehingga sisi fungsionalitas dan aspek keamanan lansia merupakan suatu hal yang harus sangat diperhatikan.

(17)

| 73 bagi lansia pada saat mencapai titik lelah tersebut. Hal-hal tersebut seperti pemasangan handrail di dinding untuk membantu lansia dalam berjalan.

Dalam perancangan panti wreda dengan konsep Home Not Alone dan bergaya American classic diharapkan dapat menimbulkan efek psikologis yang nyaman pada lansia dan membuat lansia menjadi semakin produktif dan mandiri.

5.2 Saran

(18)

| 74 DAFTAR PUSTAKA

Buku :

Chiara, Joseph De, Michael J. Crosbie. 1973. Time-Saver Standards for Building Types, Third Edition. New York : Mc. Grow Hill Book Company

Ernst Neufert. 2002. Data Arsitek Jilid 2, cetakan I. Jakarta : Erlangga

Julius Panero, & Martin Zelnik. 2003. Dimensi Manusia dan Ruang Interior, cetakan I. Jakarta : Erlangga

R Siti Maryam, S.Kp ; Ns Mia Fatma Ekasari, S.Kep ; Rosidawati, S.K.M ; Ahmad Jubaedi, S.K.M ; & Irwan Batubara, S.Pd. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya, cetakan I. Jakarta : Salemba Medika

Sri Surini Pudjiastuti, SMPh, S.Pd & Budi Utomo, AMF. 2002. Fisioterapi Pada Lansia, cetakan I. Jakarta : EGC

Suprajitno, S.Kp. 2003. Asuhan Keperawatan Keluarga : Aplikasi Dalam Praktik, cetakan I. Jakarta : EGC

Judith Torrington. 1988. Care Homes For Older People

Buildings Research Team School of Architecture Oxford Brookes University (HMSO). 1993. Buildings Design And Delivey Of Day Care Services To Elderly People.

Building And Construction Authority. 2013. Code On Accessibility In The Built Environment 2013

(19)

| 75 Website :

Diunduh tanggal 06 Maret 2014 : www.menegpp.go.id

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja& uact=8&ved=0CGQQFjAH&url=http%3A%2F%2Fdigilib.esaunggul.ac.id%2Fpubli

c%2FUEU-Undergraduate-26-UEU-Undergraduate-200833010-Chapter1.pdf&ei=A6oXU433FejJiAfuwIHQCQ&usg=AFQjCNFaT7CttSHufpli9tlD XOrdD2WcIQ

www.depkes.go.id

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja& uact=8&ved=0CCUQFjAA&url=http%3A%2F%2Fdigilib.its.ac.id%2Fpublic%2FIT

S-Undergraduate-16718-Paper-838362.pdf&ei=SrIXU-n4C4LTkwXtqoCIDg&usg=AFQjCNHCIbfZ8N8ByAHUvl4xWWJCU-PycQ http://id.shvoong.com

Diunduh tanggal 18 maret 2014 : www.datastatistik-indonesia.com Diunduh tanggal 20 Maret 2014 : http://lansiapeduli.com

http://kbbi.web.id

Diunduh tanggal 27 Maret 2014 :

http://herodessolutiontheogeu.blogspot.com

http://psychologynews.info/psikologi-perkembangan/ciri-ciri-dan-karakteristik-masa-tua/

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja& uact=8&ved=0CC0QFjAB&url=http%3A%2F%2Farihdyacaesar.files.wordpress.co

m%2F2010%2F05%2Fpermasalahan-pada-masa-tua.doc&ei=xS00U- e8GIjxrQe0lYHIAg&usg=AFQjCNHjgx-i-JL_JXny-wUcmwoMarw7Aw&bvm=bv.63808443,d.bmk Diunduh tanggal 4 april 2014 :

http://www.lkc.or.id

(20)

| 76 http://www.balisruti.or.id

http://kadek-suwartana.blogspot.com http://waspada.co.id

https://www.kemsos.go.id http://www.pesona.co.id

Diunduh tanggal 14 April 2014 : http://carapedia.com

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja& uact=8&ved=0CDUQFjAC&url=http%3A%2F%2Felib.unikom.ac.id%2Fdownload. php%3Fid%3D61302&ei=sMZLU5mmFsizrgfdyoCADA&usg=AFQjCNGbHqep3E Nm40rO5rNI4t-thbHW3A&bvm=bv.64542518,d.bmk

Diunduh tanggal 15 April 2014 : http://properti.kompas.com

http://elderlaw.uslegal.com http://www.koran-sindo.com

http://welisaseftaandani.blogspot.com http://forum.kompas.com

http://kinetafisioterapi.wordpress.com http://remizapratama.blogspot.com Diunduh tanggal 29 April 2014 : http://news.detik.com/

Gambar

Tabel 1.1 proyeksi penduduk Indonesia, menurut kelompok umur dan jenis

Referensi

Dokumen terkait

Dengan melaksanakan pengembangan produk perusahaan diyakini akan mampu bersaing untuk mempertahankan dan meningkatkan volume penjualan, maka atas dasar pemikiran

Dalam penjelasan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,

Relevansi ialah kesesuaian antara scope yang terdapat dalam silabus dengan RPP mapel PAI kelas VIII dan sequence yang terdapat dalam silabus dengan RPP mapel

Dengan demikian menyusun kata puisi yaitu puisi namaku merupakan bagian dari model puisi akrostik, karena huruf awal dalam larik (baris) pada puisi membentuk nama

Analyse der Anwendung von Gemeinsamen europäischen Referenzrahmen beim Deutschlernen an den Oberschulen in Bandung.. Eine Abschlussarbeit an der

2) Kemudian double klik untuk menginput rincian penghapusan, isi data UPB, Kode barang, Nilai, Alasan dan Keterangan, sebagaimana tampilan berikut :.. Halaman 44 dari 61 3) Untuk

Sahabat MQ/ Lembaga penggiat antikorupsi Indonesia Corruption Watch/ mengecam pernyataan Menteri Dalam Negeri -Gamawan Fauzi/ soal honor dari Bank Pembangunan

Customer Relationship Management disingkat CRM adalah suatu jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara