• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini peneliti akan membahas mengenai hasil dari penelitian serta pembahasan yang akan peneliti paparkan. Dari penelitian yang telah dilakukan dilapangan yakni di SKH Bina Citra Anak. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah media kotak suka-suka ini dapat meningkatkan pengetahuan dalam pembelajaran tematik pada tema makhluk hidup untuk anak tunagrahita SMPLB di SKH Bina Citra Anak. Adapun peneliti mengambil sempel 5 orang siswa kelas VIII. Adapun dalam penelitian ini peneliti memiliki 10 instruemen yang akan diujicobakan pada setiap sempel nantinya. Isi dari instruement tersebut tentang seputar pembelajaran ttentang makhluk hidup yakni mengenal hewan,buah dan sayur.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan menggunakan desain kelompok tunggal (One Group Pretest-Postest Design).

Dilaksanakan mulai dari bulan April sampai dengan selesai. Peneltian ini dilaksanakan di SKh Bina Citra Anak. Tergambar pada laporan hasil danpembahasan yang dapat diuraikan sebagai berikut:

A. HASIL PENELITIAN

Berdasarkan kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan di Sekolah Khusus Bina Citra Anak dengan menggunakan metode eksperimen. Adapun dalam penggunaan metode eksperimen ini guna melihat pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Kemudian dalam pelaksanaanya metode eksperimen ini

(2)

menggunakan design kelompok tunggal (one grouppretest-posttest) dengan cara memberikan test awal (Pretest) sebelum dilakukan pembelajaran dan test akhir (Posttest) setelah melakukan pembelajaran.

Berikut adalah hasil dari pretest dan posttest yang dilaksanakan di SKh Bina Citra Anak pada anak dengan hambatan intelektual (Tunagrahita) adalah sebagai berikut:

TABEL 4.1 SKOR PRETEST

NO SEMPEL Skor Pembelajaran tematik tema Makhluk Hidup i.1 i.2 i.3 i.4 i.5 i.6 i.7 i.8 i.9 i.10

1. A 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0

2. B 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0

3. C 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4. D 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

5. E 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

TABEL 4.2 SKOR POSTTEST

NO SEMPEL Skor Pembelajaran tematik tema Makhluk Hidup i.1 i.2 i.3 i.4 i.5 i.6 i.7 i.8 i.9 i.10

1. A 2 1,3 2 2 2,3 3 2 2,6 3 2

2. B 3 2 1,6 1,3 2,3 2 2,6 2 2 2,6

3. C 2,6 3 3 3 3 2,3 3 1 2,6 2

(3)

4. D 1 2 2 2 2 2 1 2 1 3

5. E 2 1 1 1 1 1 2 3 2 1

Pada tabel 4.1 dan 4.2 adalah hasil dari pretest dan posttest tentang pembelajaran tematik dengan tema Makhluk Hidup yang telah diteekan pada anak dengan hambatan intelektual kelas VIII SMPLB di SKh Bina Citra Anak. Oleh karena itu untuk lebih jelas nya akan di sertakan dengan diagram batang yang akan menampilkan skor pretest dan posttest per instrumen, adalah sebagai berikut:

. Grafik 4.1 Skor Pretest dan Posttest Menyebutkan 3 nama Hewan Buas (Harimau, Srigala, Badak)

Diagram batang diatas merupakan hasil skor yang diperoleh dari pretest dan posttest menyebutkan 3 nama hewan buas (harimau, srigala, badak). Dapat dilihat selisih skor

1

0 0 0 0

2

3 2,6

1

2 1

3 2,6

1

2

0 1 2 3 4

A B C D E

Menyebutkan 3 Hewan Buas (Harimau, Srigala, Badak)

Pretest Posttest Selisih

(4)

pretest dan posttest, bahwa pada menyebutkan 3 nama hewan buas (harimau, srigala badak) ini terdapat peningkatan yang sangat signifikan. Karena sebelum dilakukan perlakuan (Treatment) pada sempel tidak dapat atau belum bisa menyebutkan 3 nama hewan buas (harimau, srigala, badak), akan tetapi setelah diberikan perlakukan semua sempel dapat menyebutkan 3nama hewan buas dengan baik atau mengalami peningkatan pengetahuannya, meskipun setiap sempelnya mendapatkan nilai yang berbeda.

Grafik 4.2 Skor Pretest dan Postest Menyebutkan 3 Nama Buah (Apel, Pisang, Nanas)

Diagram batang diatas menunjukan hasil akhir skor pretest dan posttest dalam menyebutkan 3 nama buah (Apel, Pisang, Nanas). Dilihat dari selisih skor pretest dan posttest terlihat peningkatan yang sangat signifikan. Karena sempel sebelum dilakukan perlakuan setiap sempel belum bisa menyebutkan 3 nama buah (Apel, Pisang, Nanas), akan tetapi setelah diberikan perlakukan semua sempel dapat

0 0 0 0 0

2 1,6

3

2

1

2 1,6

3

2

1

0 1 2 3 4

A B C D E

Menyebutkan 3 nama Buah (Apel, Pisang, Nanas)

Pretest Posttest Selisih

(5)

menyebutka 3 nama buah (Apel, Pisang, Nanas) atau mengalami peningkatan pengetahuannya, walaupun setiap smpel memperoleh nilai yang berbeda.

Grafik 4.3 Skor Pretest dan Posttest dalam Menyebutkan 3 nama Sayuran (Kubis, Terong, Brokoli)

Diagram batang ini adalah hasil skor dari pretest dan posttest dalam menyebutkan 3 nama sayuran (Kubis, Terong, Brokoli), dapat dilihat dari skor selisih pretest dan posttest. Dari selisih tersebut dapat dilihat bahwa dari setiap sempel mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dimana sebelumdiberikan perlakukan setiap sempel belum bisa menyebutkan 3 nama sayuran (Kubis, Terong, Brokoli). Tetapi setelah diberikan perlakukan setiap sempel menunjukan peningkatan dalam pengetahuannya dapat menyebutkan 3 nama sayuran (Kubis, Terong, Brokoli), meskipun setiap sempelnya memperoleh nilai yang berbeda.

0 0 0 0 0

2

1,3

3

2

1 2

1,3

3

2

1

0 1 2 3 4

A B C D E

Menyebutkan 3 Nama Sayuran (Kubis, Terong, Brokoli)

Pretest Posttest Selisih

(6)

Grafik 4.4 Menjumlahkan Kaki Hewan Buas (Harimau, Srigala, Badak)

Pada diagram batang diatas menunjukan hasil skor dari pretest dan posttest pada instrumen siswa mampu menjumlahkan kaki hewan buas (harimau, srigala, badak).

Pada diagaram batang menunjukan selisih yang cukup signifikan meningkat dalam peningkatan pengetahuan pembelajaran tematik dengan tema makhluk hidup. Karena pada awal tes siswa belum mampu menjumlahkan kaki hewan buas (harimau,srigala, badak), tetapi setelah diberikan perlakuan siswa menunjukan peningkatan dalam menjumlahkan kaki hewan buas (harimau, srigala, badak). Walaupun setiap sempel nya menunjukan skor yang berbeda.

0

1

0 0 0

2 2,3

3

2

1 2

1,3

3

2

1 0

1 2 3 4

A B C D E

Menjumlahkan Kaki Hewan Buas (Harimau, Srigala, Badak)

Pretest Posttest Selisih

(7)

Grafik 4.5 Menjumlahkan buah yang telah dipelajari (Apel, Pisang, Nanas) Pada grafik atau diagram batang diatas menunjukan skor hasil dari pretest dan posttest yang telah diberikan pada siswa, dan hasilnya menunjukan peningkatan pengetahuan dalam menjumlahkan buah yang telah dipelajari (apel, pisang, nanas), hal ini dapat dilihat daro skor selisih yang ditunjukan oleh diagram batang diatas. Dimana siswa sebelum dilakukan perlakuan siswa belum mampu menjumlahkan buah, tetapi setelah diberikan perlakuan setiap semepl mampu menjumlahkan buah yang telah dipelajari (apel, pisang, nanas),walapun setiap sempelnya memperoleh nilai yang berbeda.

0 0 0 0 0

2,3

3 3

2

1 2,3

3 3

2

1

0 1 2 3 4

A B C D E

Menjumlahkan buah yang telah dipelajari (Apel Pisang, Nanas)

Pretest Postest Selisih

1 1

0

1

0

2,3 2,6 3

2

1,3 1,6 1

3

2

1

0 1 2 3 4

A B C D E

Menjumlahkan Sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli)

Pretest Posttest Selisih

(8)

Grafik 4.6 Menjumlahkan Sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli)

Pada diagram batang diatas menunjukan skor dari hasil pretest dan posttest yang telah dilaksanakan menunjukan hasil yang sangatsignifikan. Hal ini dapat dilihat dari skor selisih ini dalam peningkatan pengetahuan dalam menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli). Dimana sempel sebelum diberikan perlakukan sempel belum bisa menjumlahkan ssyuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli). Tetapi setalah diberikan perlakukan setiap sempel dapat menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari dengan baik walaupun setiapsempel memperoleh skor yang berbeda.

Grafik 4.7 Menyebutkan Warna Hewan Buas (Harimau, Srigala, Badak)

Pada diagram batang menunjukan skor hasil dari pretest dan posttest yang telah dilaksanakan pada sempel. Menunjukan hasil yang signifikan dapat dilihat dari skor selisih nya yang menunjukan peningkatan sempel dalam menyebutkan warna hewan buas (harimau, srigala, badak). Dimana sebelum diberikan perlakukan sempel

0 0 0 0 0

2

2,6 3

1

2 2

2,6 3

1

2

0 1 2 3 4

A B C D E

Menyebutkan warna hewan buas (Harimau, Srigala, Badak)

Pretest Posttest Selisih

(9)

belum bisa dalam menyebutkan setiap warna darihewan buasyang telah dipelajari, tetapi setelah diberikan perlakuan setiap semepldapamenyebutkan setiap warna hawan buas (harimau, srigala, badak) walaupun setiap sempel berbeda dalam memperoleh skor.

Grafik 4.8 Menyebutkan Warna Buah yang telah dipelajari (Apel, Pisang, Nanas)

Pada diagram batang diatas menunjukan skor hasil dari pretest dan posttest yang dilakukan ada sempel yang menunjukan peningkatan pengetahuan secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari skor selisih yang cukup signifikan menunjukan bahwa sempel mengalami peningkatan pengetahuan dalam menyebutkan warna dari setiap buah yang telah dipelajari. Dimana sebelum diberikan perlakukan sempel belum bisa menyebutkan warna dari setiap buah, tetapi setelah diberikan perlakuan setaipsempel mengalami peningkatan.

0 0 0 0 0

2,6

2

1

2 2,6 3

2

1

2

3

0 1 2 3 4

A B C D E

Menyebutkan Warna Buah yang telah dipelajari (Apel, Pisang, Nanas)

Pretest Posttest Selisih

(10)

Grafik 4.9 Menyebutkan Warna Sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli)

Pada diagram batang diatas menunjukan skor hasil dari pretest dan posttest yang dilakukan ada sempel yang menunjukan peningkatan pengetahuan secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari skor selisih yang cukup signifikan menunjukan bahwa sempel mengalami peningkatan pengetahuan dalam menyebutkan warna dari setiap sayuran yang telah dipelajari. Dimana sebelum diberikan perlakukan sempel belum bisamenyebutkan warna dari setiap buah, tetapi setelah diberikan perlakuan setaipsempel mengalami peningkatan.

0 0 0 0 0

3

2

2,6

1

2 3

2

2,6

1

2

0 1 2 3 4

A B C D E

Menyebutkan Warna Sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli)

Pretest Posttest Selisih

(11)

Grafik 4.10 Menyebutkan Bentuk dari (Kubis, Terong, Apel)

Pada diagram batang diatas menunjukan skor hasil dari pretest dan posttest yang dilakukan ada sempel yang menunjukan peningkatan pengetahuan secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari skor selisih yang cukup signifikan menunjukan bahwa sempel mengalami peningkatan pengetahuan dalam menyebutkan bentuk dari (kubis, terong, apel) yang telah dipelajari. Dimana sebelum diberikan perlakukan sempel belum bisa menyebutkan bentuk dari (Kubis, Terong, Apel), tetapi setelah diberikan perlakuan setaipsempel mengalami peningkatan.

Dapat dilihat dari gambar grafik menunjukan bahwa kemampuan setiap sempel dalam pengetahuan tentang pembelajaran tematik dengan tema makhluk hidup ini mengalami peningkatan secara signifikan. Dimana dilihat dari skor selisih antara skor yang diperoleh ketika pretest dan posttest mengalami

0 0 0 0 0

2

2,6

2

3

1 2

2,6

2

3

1

0 1 2 3 4

A B C D E

Menyebutkan Bentuk dari (Kubis, Terong, Apel)

Pretest Posttest Selisih

(12)

peningkatan walapun tiap sempel memperoleh nilai yang berbeda. Adapun skorterendah adalah 0 dan skor tertinggi adalah 2.

Berdasarkan dari hasil skor pretest dan posttest yang diperoleh tiap sempelnya dengan jumlah instruemen yang ujikan sebanyak 10 butir instruemen dan peneliti mengambil 5 sempel untuk diujikan. Dimana 5 sempel yang ujikan mengalami selisih skor antara pretest dan posttest meningkat disetiap penelitian ini. Maka dapat diketahui bahwa hasil secara keseluruhan kemampuan dalam pengetahuan pembelajaran tematik dengan tema makhluk hidup ini mengalami peningkatan yang signifikan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan data dengan uji statistik nonparametrik.

1. Pengolahan Data

Setelah skor data siswa terkumpul maka selanjutnya diolah dan dianalisis, dalam pengolahan data memiliki langkah – langkah sebagai berikut:

a. Penilaian

Setelah semua hasil lembar jawaban sampel terkumpul, kemudian dilakukan penilaian sesuai dengan kriteria penilaian yang telah ditentukan.

b. Pengelompokan Jenis Data

Lembar jawaban yang telah diberi nilai pretest dan posttest dikelompokkan dan disesuaikan dengan jenis tes yang dilakukan.

c. Perhitungn

(13)

Data yang telah dinilai dan dikelompokan selanjutnya dihitung dengan menggunakan uji wilcoxon. Adapun hasil perhitungan dalam pengolahan data ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menyebutkan 3 nama hewan buas (Harimau, Srigala, Badak)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 1 2 1 1,5 1,5 0

2. B 0 3 3 5 5 0

3. C 0 2,6 2,6 4 4 0

4. D 0 1 1 1,5 1,5 0

5. E 0 2 2 3 3 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.3 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan

(14)

signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

Tabel 4.4 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menyebutkan 3 nama buah (Apel, Pisang, Nanas)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 0 1,3 1,3 2 2 0

2. B 0 2 2 3,5 3,5 0

3. C 0 3 3 5 5 0

4. D 0 2 2 3,5 3,5 0

5. E 0 1 1 1 1 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.4 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

(15)

Tabel 4.5 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menyebutkan 3 nama sayuran (Kubis, Terong, Brokoli)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 0 2 2 3,5 3,5 0

2. B 0 1,6 1,6 2 2 0

3. C 0 3 3 5 5 0

4. D 0 2 2 3,5 3,5 0

5. E 0 1 1 1 1 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.5 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

Tabel 4.6 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menjumlahkan kaki hewan buas yang telah dipelajari (Harimau, Srigala, Badak)

(16)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 0 2 2 3,5 3,5 0

2. B 1 2,3 1,3 5 5 0

3. C 0 3 3 4 4 0

4. D 0 2 2 3,5 3,5 0

5. E 0 1 1 1 1 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.6 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

Tabel 4.7 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menjumlahkan buah yang telah dipelajari (Apel, Pisang, Nanas)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda

(17)

Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 0 2,3 2,3 3 3 0

2. B 0 3 3 4,5 4.5 0

3. C 0 3 3 4,5 4,5 0

4. D 0 2 2 2 2 0

5. E 0 1 1 1 1 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.7 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

Tabel 4.8 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

(18)

1. A 1 2,3 1,3 3 3 0

2. B 1 2,6 1,6 4 4 0

3. C 0 3 3 5 5 0

4. D 1 2 1 1,5 1,5 0

5. E 0 1 1 1,5 1,5 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.8 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

Tabel 4.9 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menyebutkan warna hewan buas yang telah dipelajari (Harimau, Srigala, Badak)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 0 2 2 2,5 2,5 0

2. B 0 2,6 2,6 4 4 0

(19)

3. C 0 3 3 5 5 0

4. D 0 2 2 2,5 2,5 0

5. E 0 1 1 1 1 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.9 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

Tabel 4.10 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menyebutkan warna buah yang telah dipelajari (Apel, Pisang, Nanas)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 0 2,6 2,6 4 4 0

2. B 0 2 2 2,5 2,5 0

3. C 0 1 1 1 1 0

(20)

4. D 0 2 2 2,5 2,5 0

5. E 0 3 3 5 5 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.10 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

Tabel 4.11 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menyebutkan warna Sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 0 3 3 5 5 0

2. B 0 2 2 2,5 2,5 0

(21)

3. C 0 2,6 2,6 4 4 0

4. D 0 1 1 1 1 0

5. E 0 2 2 2,5 1,5 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.11 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0. Oleh karena itu HO ditolak.

Tabel 4.12 Perhitungan Dengan Uji Wilcoxson menyebutkan bentuk (Apel, Pisang, Kubis, Terong)

NO Sempel Pretest Posttest D Rank Rank dengan tanda Penelitian (Xi) (Yi) (Yi-Xi) (d) Positif Negatif

1. A 0 2 2 2,5 2,5 0

(22)

2. B 0 2,6 2,6 4 4 0

3. C 0 2 2 2,5 2,5 0

4. D 0 3 3 5 5 0

5. E 0 1 1 1 1 0

Jumlah T= 15 T= 0

Pada tabel 4.12 diatas menunjukan bahwa perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukan tidak ada sempel yang mendapatkan skor selisih negatif, melainkan setiap sempel mendapatkan skor positif. Kemudian hasil dari rank dapat dilihat untuk tanda positif dan negatif dijumlahkan dari hasilakhir penjumlahan maka dapat diperoleh jumlah skor terkeciluntuk dijadikan nilai Thitung. Maka dapat diperoleh Thitung = 0, karena berdasarkan nilai kritis untuk uji Wilcoxon pada tingkatan signifikan 0,05 dengan jumlah N=5, maka dapat di peroleh Ttable = 0, maka Thitung = Ttabel yaitu 0.

Oleh karena itu HO ditolak.

2. Pengujian Hipotesis

Dalam pengujian hipotesis merupakan hal yang paling inti dari sebuah penelitian atau sangat penting, karena untuk menguji kebenaran dari hipotesis yang telah diajukan oleh peneliti. Adapun hipotesis yang diajukan pada penelitian ini “ Penggunaan Media Kotak Suka-Suka untuk Meningkatkan

(23)

Pengetahuan Pembelajaran Tematik dengan Tema Makhluk Hidup untuk Anak Tunagrahita di SKh Bina Citra Anak.” Sedangkan hipotesis statistiknya adalah:

Ho = XA = XB

Ho = XA XB

XA = Nilai setelah ada perlakuan XB = Nilai sebelum ada perlakuan

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan terhadap H0, dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

H0 ditolak : Thitung ≤ Ttabel H0 diterima : Thitung > Ttabel

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon pada kemampuan dalam pengetahuan pembelajaran tematik dengan tema Makhluk Hidup pada siswa Tunagrahita. Dimana dengan 10 instrumen yakni siswa mampu dalam menyebutkan 3 nama hewan buas (harimau, serigala, badak), siswa mampu menyebutkan 3 nama buah (apel, pisang, nanas), siswa mampu dalam menyebutkan 3 nama sayuran (kubis, terong, brokoli), siswa mampu menjumlahkan kaki hewan buas (harimau, serigala, badak), siswa mampu menjumlahkan buah yang telah di pelajari (apel, pisang, nanas), siswa mampu menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli), siswa mampu menyebutkan warna hewan buas (harimau, srigala, badak), siswa mampu menyebutkan warna buah yang telah

(24)

dipelajari (apel, pisang, nanas), siswa mampu menyebutkan warna sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli), dan siswa mampu menyebutkan bentuk dari (kubis, terong, pisang). meperoleh Thitung = 0 dan berdasarkan nilai kritis untuk uji wilcoxon pada tingkat signifikansi 0,05 dengan jumlah N

= 5, diperoleh Ttabel = 0, maka H0 ditolak karena Thitung = Ttabel, artinya hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan media kotak suka-suka dalam peningkatan pengetahuan pembelajaran tematik dengan tema makhluk hidup untuk anak tunagrahita SMPLB kelas VIII di SKh Bina Citra Anak.

B. PEMBAHASAN

Menurut Sutjihati Somantri (2017: 19), menyatakan bahwa pada dasarnya setiap anak memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda.

Kemudian setiap pemahaman dan tingkat daya tangkap setiap anak juga berbeda. Sehingga khususnya anak tunagrahita memerlukan media pembelajaran yang menarik menurut dia agar anak dapat belajar secara nyaman dan bahagia. Karena itu dalam proses pembelajaran ini sangat memerhatikan kebutuhan yang diperlukan anak tunagrahita dalam mengoptimalkan proses pembelajaran yang diterapkan untuk anak tunagrahita.

Maka dapat disimpulkan bahwa suatu pendidikan dan pengetahuan sangat penting bagi anak tunagrahita untuk memahami dan belajar tentang suatu hal yang baru. Maka dapat dilihat dari permasalahan yang ada di lapangan yakni khusus nya di SKh Bina Citra Anak yang telah diamati oleh peneliti masih

(25)

banyak siswa yang belum menyeluruh dalam pengetahuan pembelajaran tematik dalam proses pembelajaran yang di laksanakan di SKh Bina Citra Anak. Oleh karena itu peneliti ingin mengoptimalkan dalam pembelajaran tematik terutama dengan tema Makhluk Hidup.

Oleh karena itu peneliti membuat media pembelajaran kota suka suka ini bertujuan untuk membantu siswa tunagrahita untuk memahami dalam pembelajaran tematik dengan tema Makhluk Hidup. Selaras dengan itu Menurut Sutjihati Somantri (2017: 19), menyatakan bahwa pada dasarnya setiap anak memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda. Kemudian setiap pemahaman dan tingkat daya tangkap setiap anak juga berbeda.

Sehingga khususnya anak tunagrahita memerlukan media pembelajaran yang menarik menurut dia agar anak dapat belajar secara nyaman dan bahagia.

Karena itu dalam proses pembelajaran ini sangat memerhatikan kebutuhan yang diperlukan anak tunagrahita dalam mengoptimalkan proses pembelajaran yang di terapkan untuk anak tunagrahita. Oleh sebab itu peneliti membuat media pembelajaran yakni media kotak suka-suka ini dapat dijadikan sarana dan alat penunjang bagi anak tunagrahita memahami suatu materi dengan menyenangkan.

Adapun media pembelajaran menurut Menurut Sadiman (2003: 12) Kata “media” berasal dari bahasa Latin “medium” yang berarti “medium”

yang berarti “perantara”. Berarti merupakan sarana penyalur pesan atau informasi belajar yang hendak disampaikan oleh sumber pesan kepada sasaran

(26)

atau penerima pesan tersebut. Ditegaskan oleh Danim (2014: 15) bahwa hasil penelitian telah banyak membuktikan efektivitas penggunaan alat bantu atau media dalam proses belajar-mengajar di kelas, terutama dalam hal peningkatan pengetahuan siswa. Seperti yang sudah di teliti oleh Wiwiek Zaniar Sri Utami pada tahun 2017 dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Minat Belajar Siswa Tunagrahita” Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memodifikasi media pembelajaran dengan menggunakan game Adobe Flash untuk pembelajaran matematika dalam meningkatkan konsentrasi dan minat belajar siswa tunagrahita. Hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran ini sangatlah berperan penting dalam proses pembelajaran khususnya bagi anak tunagrahita untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam penelitian di SKh Bina Citra Anak ini menggunakan metode eksperimen dengan design One Group Pretest-Postest. Maka dalam hal ini Penelitian yang dilakukan memiliki beberapa tahapan yakni tahap pertama adalah melakukan pretest pada subjek penelitian tahap ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang di miliki subjek penelitian terhadap pembelajaran tematik dengan tema makhluk hidup dengan cara menggunakan media kotak suka-suka dijadikan sebagai bahan ajar dan peneliti tidak membiarkan subjek penelitian mengeksplorasi media kotak suka-suka sesuai keinginan mereka. Selanjutnya setelah dilakukan pretest kemudian

(27)

akan dilakukan posttest ini dilakukan setelah diterapkan nya perlakukan atau penggunaan media pembelajaran.

Adapun pada pertemuan pertama pada kegiatan pretest dengan siswa A, B, C, D, dan E dalam proses pembelajaran tematik ini dengan menggunakan media kotak suka suka hanya siswa yang memperoleh nilai 1 pada item mengenal hewan buas dengan bantuan. Namun keempat siswa lainnya masih belum mengetahui sehingga mendapatkan skor 0. Dan pada item lainnya semua siswa belum menganl atau tahu seperti menyebutkan 3 buah, 3 sayur, baik dari segi bentuk, warna dan lainnya, sehingga mendapatkan skor 0.

Kemudian setelah dilakukan pretest yaitu langkah selanjutnya adalah memberikan perlakuan pada setiap siswa, dengan cara peneliti akan mengenal mulai dari nama, bentuk, warna, jumlah kaki hewan buas, nama-nama buah, nama-nama sayuran beserta bentuk dan warnanya baik dalam bentuk gambar maupun dalam bentuk konkret dengan menggunakan media kotak suka-suka ini menggunakan teknik mencocokan antara bentuk hewan dengan nama hewan, ataupun buah serta sayuran. Dalam kegiatan ini siswa sangat antusias dalam proses pembelajaran berlangsung. Secara tidak langsung hal ini dapat menambah daya ingat dan pengetahuan mereka tentang makhluk hidup.

Setelah diberikan perlakukan atau treatment, maka akan dilakukan posttest ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan siswa dalam pembelajaran tematik khususnya pada tema makhluk hidup dengan menggunakan media kotak suka-suka. Adapun siswa A dan E pada

(28)

item menyebutkan 3 nama hewan buas mendapatkan skor 2 karena dapat menyebutkan tetapi dengan clue dari peneliti, tetapi siswa B dapat menyebutkan 3 nama hewan buas dengan baik sehingga mendapatkan skor penuh yakni 3. Adapun untuk siswa C mendapatkan skor 2,6 karena dapat menyebutkan tetapi menggunakan clue karena hanya menyebutkan 2 saja, sedangkan siswa D mendapatkan skor 1 karena ia dapat menyebutkan tetapi dengan bantuan. Adapun dalam item menyebutkan 3 nama buah siswa A mendapatkan skor 1,3 karena hanya dapat menyebutkan 1 nama buah dengan bantuan. Tetapi siswa B dan D mendapatkan skor masing-masing 2 karena mereka dapat menyebutkan tetapi menggunakan clue. Siswa C mendapatkan skor 3 karena mampu menyebutkan 3 nama buah dengan baik. Tetapi siswa E mendapat skor 1 karena mampu menyebutkan nama buah dengan bantuan.

Dalam item menyebutkan 3 nama sayuran siswa A dan D memperoleh skor 2 karena mampu menyebutkan 3 nama sayuran dengan clue. Untuk siswa B hanya menjawab 2 dari 3 nama sayur sehingga mendapat skor 1,6 dengan bantuan. Untuk siswa C mendapat skor 3 karena dapat menyebutkan 3 nama sayuran dengan baik. Siswa E mendapat skor 1 karena dapat menyebutkan 3 nama sayuran dengan bantuan. Kemudian dalam item menjumlahkan kaki hewan buas siswa A dan D mendapat skor 2 karena mampu menjumlahkan dengan clue atau instruksi. Siswa B mendapat skor 1,3 dan siswa C mendapatkan skor 3 karena mampu menjumlahkan kaki hewan buas dengan baik. Adapun siswa E mendapatkan skor 1. Dalam item menjjlakn bauh yang

(29)

telah dipelajari (apel, pisang, nanas) siswa A dan B mendapat skor 2,3, dan siswa C mendapat skor 3 dan siswa D mendapat skor 2 dan siswa E mendapat skor 1. Pada item siswa mampu menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari siswa A mendapatkan skor 3 dan siswa B dan D mendapat skor 2. Siswa C mendapat skor 2,3 dan siswa E mendapat skor 1. Pas item siswa mampu menyebutkan warna hewanb buas (harimau, srigala, badak) siswa A dan E mendapat skor 2 karena mampu menyebutkan tapi dengan clue. Siswa B mendapat skor 2,6 mampu menyebutkan tetapi hanya 2 hewan dengan clue . Siswa C mendapat skor 3 karena mampu menyebutkan warna hewan buas dengan baik. Siswa D mendapat 1 karena mampu menyebutkan warna hewan buas tetapi dengan bantuan. Selanjutnya pada item menyebutkan warna buah siswa A mendapat skor 2,6 mampu menyebutkan namun hanya 2 dengan clue dan siswa B dan D mendapat skor 2 karena mampu menyebutkan warna buah namun dengan clue. Siswa C mendapat skor 3 karena siswa mampu menyebutkan warna buah dengan baik. Pada item siswa mampu menyebutkan warna sayuran siswa A mendapatkan skor 3 karena siswa mampu menyebutkan warna sayuran dengan baik. Siswa B dan E mendapat skor masing-masing 2 karena siswa mampu menyebutkan warna sayur namun dengan clue . Siswa C mendapat skor 2,6 dan siswa D mendapat skor 1 karena siswa mampu menyebutkan warna sayuran namun dengan bantuan. Pada item terakhir ini siswa mampu menyebutkan bentuk dari (kubis, terong, pisang, apel) siswa A dan C mendapat skor 2 masing-masing karena siswa mampu

(30)

menyebutkan bentuk namun dengan clue. Siswa B mendapat skor 2,6 karena mampu menyebutkan bentuk namun dengan clue dan hanya 2 saja sedangkan siswa D mendapat skor 3 karena mampu menyebutkan bentuk (kubis, terong, apel pisang) dengan baik. Dan siswa E mandapat skor 1 karena siswa mampu menyebutkan bentuk namun dengan bantuan.

Dapat di lihat dari hasil penelitian yang telah di lakukan peneliti bahwa penggunaan media kotak suka-suka ini berpengaruh pada peningkatan pengetahuan pembelajaran tematik dengan tema makhluk hidup khusus nya untuk anak tunagrahita kelas VIII di SKh Bina Citra Anak dengan Sempel 5 orang siswa setelah diberikan nanya perlakukan tau treatment baru siswa mengalami peningkatan dalam hal pengetahuan tentang menyebutkan nama hewan buas, menjumlahkan, menyebutkan warna baik hewan buas, buah dan sayuran hal sangat berdampak baik pada siswa.

Pada penelitian yang telah dilakukan peneliti menemukan beberapa kelebihan dan kekeringan yang terdapat pada penelitian ini. Adapun kelebihan yang di miliki penelitian ini dalam penggunaan media kotak suka-suka ini dirasa sangat efektif dan efisien dan siswa sangat antusias dalam melakukan proses pembelajaran tematik dengan tema makhluk hidup. Adapun kekurangan pada yang terdapat dalam penelitian ini terdapat pada kemampuan anak tunagrahita masih kebingungan ketika pembelajaran dan mengulang- ngulang agar anak dapat lebih memahami dan keterbatasan ruang lingkup pembelajaran serta terbatas dalam waktu dalam pelaksanaan penelitian.

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Perumusan Kebijakan: Perumusan Sasaran Permusan Kebijakan Implementasi Kebijakan Monitoring Kebijakan Evaluasi Kebijakan •Politik •Ekonomi •Administr asi •Teknologi •Sosial,

kalangan syafi’iyah, bahwa rukun wadiah ada empat yaitu, dua pihak yang berakat, barang yang dititipkan, ijab dan Kabul. Pihak yang menitipkan dan pihak yang

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Hubungan Caregiver Self-efficacy dengan

Untuk membantu anak dalam bersosialisasi, program bimbingan dan konseling di sekolah dasar sebaiknya memasukan kegiatan permainan kelompok, hasil penelitian Landreth

Suawardi Endraswara (2005:5) membuat definisi bahwa, “penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tidak menyertakan angka-angka, tetapi mengutarakan kedalaman

Oleh karena itu iman kepada takdir memberikan arti dimana kita wajib mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini, dalam kehidupan dan diri manusia, adalah menurut

Dipping dengan Menggunakan Larutan Kaporit terhadap Tampilan Total Bakteri dan Derajat Keasaman Susu Sapi Perah” dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai

Selain dari perintah Pasal 43 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20