ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
UCAPAN TERIMA KASIH ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GRAFIK ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Identifikasi Masalah...6
C. Batasan Masalah ...7
D. Rumusan Masalah Penelitian...7
E. Tujuan Penelitian... 8
F. Manfaat Penelitian... 8
A. Menulis
1. Pengertian menulis...11
2. Manfaat Menulis... 12
3. Tujuan Menulis... 12
B. Menulis Teks Berita 1. Pengertian Teks Berita...15
2. Pengertian Berita... 15
3. Jenis-Jenis Berita... 16
4. Nilai Berita...17
5. Sifat Berita... 19
6. Anatomi Berita...20
7. Teknik Menulis Berita...22
C. Problem Based Learning 1. Pengertian Problem Based Learning ... 24
2. Ciri-ciri metode Problem Based Learning ... 26
B. Lokasi Penelitian... 35
C. Subjek Penelitian... 35
D. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian... 35
E. Prosedur dan Desain Penelitian 1. Studi Pendahuluan... 35
2. Perencanaan Tindakan... 36
3. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi... 37
4. Refleksi... 37
5. Instrumen Penelitian... 38
a. Wawancara... 38
b. Tes Tertulis... 41
c. Lembar Observasi... 44
d. RPP... 47
6. Teknik Pengumpulan Data... 53
B. Hasil Studi Pendahuluan... 55
C. Pelaksanaan Siklus I 1. Perencanaan Tindakan... 59
2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I... 60
3. Analisis Teks Berita Siswa... 61
4. Analisis Hasil Pengamatan Siklus I... 85
a. Lembar Observasi Aktivitas Guru... 85
b. Lembar Observasi Aktivitas Kelas... 86
c. Lembar Observasi Aktivitas Kelas... 87
d. Lembar Observasi Aktivitas Kelas... 87
5. Refleksi... 89
D. Pelaksanaan Siklus II... 91
1. Perencanaan Siklus II... 91
2. Pelaksanaan Tindakan Siklus... 93
3. Analisis Teks Berita Siswa... 94
4. Hasil Pengamatan Siklus II... 108
5. Refleksi... 112
E. Pelaksanaan Siklus III... 114
1. Perencanaan Siklus III... 114
2. Pelaksanaan Tindakan Siklus III... 115
5. Refleksi... 128
F. Pembahasan Hasil Pengamatan... 130
1. Penggunaan Metode Problem Based Learning dalam Pembelajaran
Menulis Teks Berita... 130
2. Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa... 132
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan... 137
B. Saran... 140
DAFTAR PUSTAKA... 142
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Wawancara Guru... 39
Tabel 3.2 Wawancara Siswa ... 40
Tabel 3.4 Format Penilaian Teks Berita... 42
Tabel 3.5 Lembar Observasi Aktifitas Guru... 45
Tabel 3.6 Lembar Observasi Aktifitas Guru... 46
Tabel 3.7Penilaian PAP Skala Lima... 55
Tabel 4.1 Wawancara Siswa... 56
Tabel 4.2 Wawancara Guru... 57
Tabel 4.3 Observer Aktifitas Guru siklus I... 85
Tabel 4.4 Observer Aktifitas Guru siklus I... 86
Tabel 4.5 Observer Aktifitas Siswa siklus I... 87
Tabel 4.6 Observer Aktifitas Siswa siklus I... 87
Tabel 4.7 Kategori Nilai Teks Berita Siswa Siklus I... 90
Tabel 4.8 Skor Penilaian Menulis Teks Berita Siklus 1... 90
Tabel 4.9 Observer Aktifitas Guru siklus II... 108
Tabel 4.10 Observer Aktifitas Guru siklus II... 109
Tabel 4.14 Observer Aktifitas Guru siklus III... 124
Tabel 4.15 Observer Aktifitas Guru siklus III... 125
Tabel 4.16 Observer Aktifitas Siswa siklus III... 126
Tabel 4.17 Observer Aktifitas Siswa siklus III... 127
Tabel 4.18 Kategori Nilai Teks Berita Siswa Siklus III... 129
Tabel 4.19 Skor Penilaian Menulis Teks Berita Siklus II... 129
Tabel 4.20 Skor Penilaian Menulis Teks Berita Siklus I, II, dan III... 132
Tabel 4.21 Kategori Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa... 133
Tabel 4.22 Jumlah Perolehan Nilai (Berdasarkan Kategori Nilai Siswa) Siklus I, II, dan III... 134
DAFTAR GRAFIK
Grafik 4.1 Persentase Perbandingan Nilai Kemampuan Siswa Siklus I,II, dan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Menulis merupakan keterampilan dan aktivitas yang dapat
dilakukan oleh semua orang. Asalkan mereka telah melek huruf dan
memiliki kemauan untuk menulis. Definisi menulis menurut Tarigan
(1994:21) menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang
grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang,
sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik
tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menulis adalah melahirkan
pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.
Jadi setiap orang pada dasarnya berpotensi untuk menjadi seorang penulis.
Menulis menuntut pengalaman, waktu, kesempatan, latihan,
keterampilan-keterampilan khusus dan pengajaran langsung menjadi
seorang penulis (Tarigan 1994: 8). Menulis merupakan keterampilan yang
cukup diminati siswa. Sayangnya, minat tersebut tidak diimbangi dengan
kemampuan siswa dalam mengorganisasi tulisannya. Hal ini terlihat dari
kalimat-kalimat yang dibuat siswa dalam tulisannya. Penggunaan
konjungsi yang berlebihan. siswa kurang memperhatikan ejaan dan tanda
Keterampilan menulis teks berita adalah mengungkapkan sesuatu
dengan jujur, menyajikan sesuai dengan fakta yang terjadi, tanpa rasa
emosional yang berlebihan, realitas dan tidak menghambur-hamburkan
kata secara tidak perlu. Teks berita ialah naskah yang berisi catatan
informasi kejadian atau peristiwa yang sedang hangat. Keterampilan ini
merupakan salah satu bagian dari keterampilan menulis.
Menulis teks berita merupakan salah satu kompentensi dasar yang
terdapat dalam kurikulum SMP kelas VIII semester 2. Menulis teks berita
tidak hanya dilakukan oleh wartawan. Hal ini juga dapat dilakukan oleh
siapapun termasuk siswa. Menulis berita sangatlah bermanfaat, jika kita
mampu menulis berita yang bagus maka kita bisa mempublikasikannya di
media massa dan akan menghasilkan uang. Akan tetapi, dalam pengajaran
bahasa Indonesia tujuan utama menulis berita bukan untuk mendapatkan
uang. Tujuannya adalah untuk memotivasi diri, dan menambah wawasan
dalam bidang kebahasaan.
Berdasarkan hasil pengamatan awal di SMPN 12 Bandung,
khususnya siswa kelas VIII, siswa lebih menyukai dan menguasai
pembelajaran menyimak, berbicara, dan membaca. Terbukti saat
pembelajaran menyimak dan membaca novel, siswa mampu
mengungkapkan kembali isi novel. Begitu juga pada pembelajaran
berbicara, siswa mampu membawakan acara dengan baik. Sedangkan
pembelajaran menulis dipandang sulit dan tidak menarik. Berdasarkan
dan Sastra Indonesia di SMPN 12 Bandung, Ibu Lina Malia, S.Pd,
terungkap dalam pembelajarn menulis, masih dirasa sebagai hal yang sulit
dan kegiatan pembelajaran yang terasa menjemukan, membuat siswa tidak
berani menuangkan kata-kata yang bergaya bahasa, bermajas, dan
ekspresif. Seringkali siswa tidak memahami tujuan pembelajaran menulis,
sehingga pembelajaran menulis terkesan monoton.
Metode dalam pembelajaran begitu banyak, tetapi setiap metode
belum tentu relevan dengan setiap materi. Dalam dunia pendidikan banyak
strategi bermunculan dengan model, metode dan media yang kreatif,
inovatif, variatif dan menarik. Hal tersebut dapat menumbuhkan motivasi
siswa dalam belajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu di
antaranya adalah metode Problem Based Learning, yakni suatu metode
pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu
konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan
keterampilan memecahkan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan
dan konsep yang esensial dari materi pembelajaran.
Peneliti memperoleh gambaran dari hasil wawancara dari beberapa
siswa kelas VIII. Dalam hasil wawancara tersebut ditemukan
kesulitan-kesulitan dalam keterampilan menulis teks berita, yakni siswa kurang
kreatif dalam menuangkan ide atau gagasannya serta mencari sumber data
atau informasi, dalam penulisannya masih kurang baik dan siswa
mendapatkan informasi yang sedikit karena kurang membaca serta
Permasalahan tersebut menjadi sebuah tantangan bagi pengajar
atau guru bahasa Indonesia untuk memberikan pengajaran yang lebih baik
khusunya dalam pembelajaran menulis teks berita yang mampu
merangsang motivasi siswa dan dapat mengatasi kesulitan siswa dalam
menulis teks berita. Dalam menulis teks berita, tentunya harus dibutuhkan
kesabaran, keuletan, dan kejelian. Dalam hal ini, guru harus mencari
alternatif pembelajaran dalam memilih dan menentukan metode atau
model yang sesuai sebagai salah satu cara untuk mengajar sekaligus
sebagai cara untuk menarik perhatian siswa dalam pembelajaran menulis
teks berita.
Metode pembelajaran dengan Problem Based Learning,
menawarkan kebebasan siswa dalam proses pembelajaran. Panen
(2001:85) mengatakan dalam pembelajaran dengan Problem Based
Learning, siswa diharapkan untuk terlibat dalam proses penelitian yang
mengharuskannya mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data,
dan menggunakan data tersebut untuk pemecahan masalah. Sama halnya
dengan mencari sumber untuk menulis teks berita, dan menggunakan
sumber tersebut menjadi suatu permasalahan, sehingga bisa jadi suatu teks
berita yang aktual.
Sebelumnya penerapan metode Problem Based Learning sudah
pernah dilakukan oleh beberapaorang, di antaranya Leny Nurdyaningsih
dalam skripsinya yang berjudul Pengembangan Pembelajaran dengan
Pendekatan PBL (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan
Bandung Tahun 2007/2008, diperoleh kesimpulan bahwa berdasarkan hasil
penelitian, data menunjukkan adanya perkembangan kemampuan menulis
siswa dalam menulis surat pembaca dengan menggunakan pendekatan PBL.
Nilai rata-rata pada setiap siklusnya mengalami peningkatan, anatara lain
kriteria nilai A pada siklus kedua 5%, pada siklus ketiga menjadi 17%.
Kriteria nilai B pada siklus kedua 7%menjadi 27% pada siklus ketiga. Kriteria
nilai C pada siklus kedua 42% menjadi 12% pada siklus ketiga dan kriteria
nilai D dari 12% pada siklus kedua menjadi 2% pada siklus ketiga.
Hal tersebut juga diungkapkan oleh Mulyati dalam jurnal Bahasa
dan Sastra “Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Pemecahan Masalah”, yang diungkapkan sebagai berikut.
Pembelajaran bahasa Indonesia secara komunikatif-integratif yang berwarnakan problem based-learning bukan saja dapat mendongkrak penguasaan empat aspek keterampilan berbahasa (sebagaimana diorientasikan dalam kurikulum sekolah kita dewasa ini), melainkan juga secara tidak langsung dapat dijadikan alat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritiskreatif siswa. Ancangan pembelajaranan dimaksud paling tidak harus tercermin dalam tiga aspek pokok proses belajar mengajar, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.
Selama ini, penelitian untuk meningkatkan keterampilan menulis
teks berita sudah banyak dilakukan di antaranya Ade Lia Alwiah (2010)
melakukan penelitian dengan judul “Strategi What? Now What? (Refleksi pengalaman) untuk meningkatkan pembelajaran menulis teks berita”.
Menurut penelitian Ade hasil pembelajaran menulis teks berita dengan
menggunakan Strategi What? Now What? (Refleksi pengalaman) pada
siswa kelas VIII E SMP Negeri 15 Bandung mengalami peningkatan. Hal
Peningkatan nilai tersebut sejalan dengan makin tingginya minat dan
motivasi siswa dalam menulis teks berita dengan Strategi What? Now
What? (Refleksi pengalaman).
Wira Apri Pratiwi (2009) pun melakukan penelitian dengan judul
“Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita dengan Menggunakan Media Rekam pada siswa”. Menurut penelitian Wira, hasil pembelajaran
mengalami peningkatan pada siklusnya. Motivasi dan minat siswa dalam
menulis teks berita pun ikut meningkat. Pembelajaran pun berjalan dengan
menyenangkan.
Oleh karena itu, untuk menumbuhkan minat siswa dalam
menulis serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menulisteks berita,
maka penulis menentukan judul penelitian Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Berita Melalui Metode Problem Based Learning (Penelitian Tindakan Kelas terhadap Siswa Kelas VIII D SMPN 12 Bandung Tahun Ajaran 2011-2012).
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang, penulis dapat mengidentifikasikan
masalah dalm pembelajarn menulis, yaitu
1. siswa tidak berani menuangkan kata-kata yang bergaya bahasa, bermajas,
dan ekspresif;
2. siswa tidak memahami tujuan pembelajaran menulis;
4. siswa mendapatkan informasi yang sedikit karena kurang membaca serta
penggunaan bahasa dalam teks berita masih sederhana.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis membatasi
masalah, yakni menulis teks berita dengan menggunakan metode Problem
Based Learning siswa kelas VIII D di SMPN 12 Bandung.
D. Rumusan Masalah Penelitian
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana perencanaan pembelajaran menulis teks berita dengan
menggunakan metode metode Problem Based Learning siswa kelas
VIII D di SMPN 12 Bandung ?
2. Bagaimana proses pembelajaran menulis menulis teks berita dengan
menggunakan metode metode Problem Based Learning siswa kelas
VIII D di SMPN 12 Bandung ?
3. Bagaimana hasil pembelajaran menulis menulis teks berita dengan
menggunakan metode metode Problem Based Learning siswa kelas
E. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menetapkan tujuan yang ingin dicapai
adalah sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis menulis teks berita
dengan menggunakan metode metode Problem Based Learning siswa
kelas VIII D di SMPN 12 Bandung;
2. Mendeskripsikan proses pembelajaran menulis menulis teks berita dengan
menggunakan metode metode Problem Based Learning siswa kelas VIII D
di SMPN 12 Bandung;
3. Mendeskripsikan hasil pembelajaran menulis menulis teks berita dengan
menggunakan metode metode Problem Based Learning siswa kelas VIII D
di SMPN 12 Bandung.
F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dapat bermanfaat baik secara teoretis maupun secara praktis.
1. Manfaat Teoretis
Penelitian ini dapat memberikan manfaat teoretis berupa metode yang
dapat dijadikan salah satu referensi untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran. Metode ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan
pembelajaran. Juga bisa menjadi referensi untuk penelitian dan
keterampilan berbahsa yang berbeda demi meningkatkan kualitas
2. Manfaat Praktis
Secara praktis penelitian ini bermanfaat bagi siswa dan guru. Siswa
mendapatkan metode baru yang dapat digunakan dalam pembelajaran
menulis teks berita. Guru mendapatkan referensi metode alternatif yang
dapat digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita.
G. Anggapan Dasar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia anggapan dasar atau postulat
adalah asumsi yang menjadi pangkal dalil yang dianggap benar tanpa perlu
membuktikannya (KBBI, 2005:890). Ada beberapa anggapan dasar yang
penulis rumuskan.
1. Menulis teks berita merupakan suatu kompetensi yang perlu diajarkan
kepada para siswa kelas VIII.
2. Metode pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
keberhasilan sebuah pembelajaran.
3. Metode Problem Based Learning yang memiliki dasar teoretis yang kuat
H. Definisi Operasional
Definisi operasional disini merupakan istilah-istilah teknis dalam judul
dan sub fokus yang perlu dijelaskan agar tidak terjadi kesalah pahaman antara
peneliti dan pembaca. Istilah-istilah tersebut antara lain.
1. Menulis teks berita adalah serangkai kata dan kalimat yang disusun
secermat mungkin oleh penulis yang berisi informasi mengenai sesuatu
yang sifatnya aktual dan dapat menarik perhatian pembaca atau pendengar
peserta didik.
2. Metode problem based learning yaitu proses pembelajaran yang titik awal
pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan lalu dari
masalah ini siswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah PTK (Penelitian
Tindakan Kelas). Suatu metode penelitian yang terpadu dalam pelaksanaan
pembelajaran sehari-hari sehingga tidak mengganggu pembelajaran dan
tidak memerlukan waktu khusus. PTK adalah bentuk penelitian yang
dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif.
PTK merupakan prosedur penelitian di kelas yang dirancang untuk
menanggulangi masalah nyata yang dialami pendidik berkaitan dengan
siswa di kelas tertentu. Ini berarti, bahwa rancangan penelitian diterapkan
sepenuhnya di kelas itu, termasuk pengumpulan data, analisis, penafsiran,
pemaknaan, perolehan temuan, dan penerapan temuan. Semuanya
dilakukan di kelas dan dirasakan oleh kelas itu. Menurut Supriyadi
(2005:1) menjelaskan bahwa “penelitian tindakan kelas adalah rangkaian
„riset-tindakan-riset-tindakan‟ yang dilakukan bersiklus untuk
Dalam prosesnya Penelitian Tindakan Kelas dilalui melalui sistem
yang berdaul ulang dari berbagai kegiatan pembelajaran, maka dari itu
terdapat empat tahap yang saling berkesinambungan. Tahap-tahap tersebut
meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan,dan refleksi.
Tahap-tahap tersebut membentuk satu siklus. Siklus-siklus itu
dilakukan secara berdaul ulang, berdasarkan hasil refleksi pada siklus
sebelumnya, sampai suatu masalah dianggap teratasi. Jumlah siklus pada
penelitian ini adalah dua siklus, akan tetapi jika pada siklus kedua masih
ada permasalahan yang belum teratasi atau pembelajaran harus
ditingkatkan lagi maka akan dilanjutkan pada siklus selanjutnya yaitu
siklus tiga. Berikut skema alur Penelitian Tindakan.
1. Tahap pra-PTK, meliputi:
a. Identifikasi masalah
b. Analisis masalah
c. Rumusan masalah
2. Tahap Pelaksanaan PTK meliputi:
a. Perencanaan (planning)
Tahap perencanaan disusun berdasarkan hasil studi
pendahuluan, pada siklus I perencanaan disusun berdasarkan hasil
observasi awal, perancanaan siklus II disusun berdasarkan reflekdi
siklus I, dan begitu seterusnya sampai tujuan dari penelitian
diputuskan apa yang akan menjadi fokus pembelajaran, teknik, dan
evaluasi seperti apa juga yang akan digunakan.
b. Pelaksanaan (acting)
Tahapan pelaksanaan adalah tahap berlangsungnya
kebiatan pembelajaran yang dimana sebelumnya tahap ini sudah
dipersiapkan pada tahap perencanaan.
c. Pengamatan (observing)
Selama proses pembelajaran berlangsung, guru dan para
observer diberikan format observasasi untuk mencatat
pengamatnnya mengenai prises pembelajaran. Hasil dari catatan
lapangan dan observasi tersebut akan menjadi bahan diskusi
balikan untuk melaksanakan siklus selanjutnya.
d. Refleksi (reflecting)
Pada tahap refleksi peneliti melakukan identifikasi untuk
memperbaiki pembelajaran pada tindakan siklus selanjutnya. Hasil
dari refleksi akan menjadi acuan untuk tahap perencanaan pada
siklus selanjutnya dan seterusnya sampai mencapai hasil yang
Berikut bagan yang menggambarkan daur atau siklus dari tindakan penelitian
Gambar 3. 1
Spiral Penelitian Tindakan Kelas (Hopkins, 1992)
Pelaksanaan Siklus I
Refleksi
Perencanaan
Pengamatan
Perencanaan
Siklus II Pelaksanaan
Refleksi
Pengamatan
Hasil Pengamatan Perencanaan
Siklus III Pelaksanaan
Refleksi
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 12
Bandung, Jl. Dr, Setyabudhi 195 Tlp. 022-2013947
C. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D SMPN 12 Bandung.
tahun ajaran 2011/2012 yang terdiri dari 38 orang siswa.
D. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 12 Bandung dengan subjek
penelitian kelas VIII-D. Penelitian ini lebih menekankan pada peningkatan
kemampuan menulis teks berita siswa. Hal yang mendasari penelitian ini
karena siswa kelas VIII-D SMPN 12 Bandung kesulitan dalam mengikuti
pelajaran menulis khususnya menulis teks berita. Siswa cenderung
kesulitan mengeluarkan ide-ide dan kurang fokus dalam mengikuti
pelajaran. Oleh karena itu peneliti berusaha menerapkan metode Problem
Based Learning sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks
berita siswa.
E. Prosedur dan Desain Penelitian
1. Studi Pendahuluan
Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan studi
pendahuluan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang perlu
pendahuluan yang dilakukan berupa wawancara dengan guru dan beberapa
siswa. Wawancara dilakukan dengan guru Bahasa Indonesia yaitu Ibu Lina
Malia, S.Pd, berdasarkan hasil wawancara terungkap kekurangan dalam
pembelajaran menulis, masih dirasa sebagai hal yang sulit dan kegiatan
pembelajaran yang terasa menjemukan, membuat siswa tidak berani
menuangkan kata-kata yang bergaya bahasa, bermajas, dan ekspresif.
Seringkali siswa tidak memahami tujuan pembelajaran menulis, sehingga
pembelajaran menulis terkesan monoton.
2. Perencanaan Tindakan
Perencanaan (planning) tindakan melakukan kegiatan observasi
untuk mengidentifikasi permasalahan yang menyangkut seperti kondisi
sekolah, motode pembelajaran, sumber ajar, media, dan format penilaian
dalam kegiatan pembelajaran. Pengamatan tersebut dijadikan sebuah awal
untuk memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Tahap
selanjutnya dalam perencanaan tindakan adalah sebagai berikut.
a. Menentukan waktu penelitian
b. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
c. Menyiapkan media pembelajaran yang akan digunakan selama
melaksanakan kegiatan penelitian
3. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Pada tahap ini peneliti melaksanakan langkah-langkah
pembelajaran yang sebelumnya telah disusun dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai
perancang rencana pelaksanaan pembelajaran juga sebagai praktisi.
Peneliti bertugas untuk melaksanakan rancangan pembelajaran yang telah
dibuat tentang menulis teks berita dengan menggunakan metode Problem
Based Learning sebagai metode pembelajaran. Pelaksanaan ini diobservasi
menggunakan lembar observasi aktivitas kelas yang dilakukan oleh
observer.
4. Refleksi
Pada tahapan ini peneliti melakukan evaluasi berdasarkan hasil
lembar observasi aktivitas kelas, serta melakukan evaluasi terhadap
langkah-langkah pembelajaran yang telah dilakukan untuk ditindaklanjuti
pada siklus berikutnya. Refleksi juga dilakukan bertujuan untuk
melakukan perubahan-perubahan atau penyempurnaan tindakan jika
ditemukan hal-hal yang masih kurang dari setiap tindakan yang telah
dilakukan. Peneliti melakukan refleksi dengan peneliti mitra pada setiap
siklus, mulai dari siklus pertama, kedua, sampai siklus selanjutnya hingga
5. Instrumen Penelitian
Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan
beberapa instrumen. Intrumen-instrumen tersebut adalah wawancara (guru
dan siswa), tes tertulis, lembar kriteria penilaian menulis teks berita,
lembar observasi aktivitas kelas, dan rencana pelaksanaan pembelajaran
menulis teks berita.
a. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan guru mata pelajaran bahasa
Indonesia kelas VIII dan pada siswa di kelas VIIId SMPN 12 Bandung.
Wawancara dilakukan untuk mengetahui gambaran umum mengenai
proses pembelajaran menulis teks berita yang selama ini dilaksanakan di
Tabel 3.1 Wawancara Guru
No Pertanyaan Jawaban
1 Bagaimana kemampuan belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 12 Bandung?
2 Apakah hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di atas rata-rata mata pelajaran lain?
3 Kompetensi apa yang paling menonjol dalam pembelajaran bahasa Indonesia, apakah keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis?
4 Keterampilan apa yang kurang dikuasai siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia ?
5 Mengapa keterampilan tersebut kurang dikuasai siswa?
6 Bagaimanakah cara ibu untuk menyiasati keterampilan yang kurang dikuasai siswa tersebut?
7 Saat mengajar kendala apa saja yang sering dialami bapak atau ibu?
8 Apakah dalam pembelajaran bahasa
Indonesia sering digunakan metode tertentu untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa di kelas?
Tabel 3.2 Wawancara Siswa
No Pertanyaan Jawaban
1 Bagaimana hasil belajar kalian pada mata pelajaran bahasa Indonesia di atas rata-rata mata pelajaran lain?
2 Keterampilan apa yang kurang dikuasai dalam pembelajaran bahasa Indonesia ?
3 Mengapa keterampilan tersebut kurang dikuasai?
4 Menurut kalian pembelajaran Bahasa Indonesia selama ini seperti apa?
5 Apakah dalam pembelajaran bahasa Indonesia guru sering menggunakan metode tertentu di kelas?
6 Jika ya atau pernah metode apa saja yang pernah digunakan?
Wawancara ini dilakukan, untuk mengetahui kendala-kendala yang
dihadapi guru dan siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia,
b. Tes Tertulis
Tes tertulis untuk mengetahui kemampuan proses belajar dalam
membuat menulis teks berita. Berikut ini adalah soal yang digunakan.
Petunjuk Pengerjaan:
1) Tulislah identitas (nama, nomor absen, dan kelas) pada lembar
jawaban yang telah disediakan
2) Tes berbentuk uraian
3) Lembar jawaban dan soal dikumpulkan kembali kepada guru.
1. Amatilah peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarmu (di sekolah atau
di sekitar tempat tinggalmu). Peristiwa-peristiwa itu, misalnya, kegiatan
pramuka, PMR, upacara bendera, kecelakaan lalu lintas, kerja bakti,
kebakaran, dan lain-lain sesuai kejadian terkini atau teraktual yang
dapat kamu amati.
2. Dari pertistiwa terkini yang paling menarik itu, catatlah inti dari
peristiwa itu dengan berpedoman pada jawaban atas pertanyaan berikut
ini!
a. Peristiwa apakah yang terjadi?
b. Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu?
c. Kapan tepatnya peristiwa itu terjadi?
d. Secara detil di mana kejadiannya?
e. Mengapa peristiwa seperti itu dapat terjadi?
f. Bagaimana duduk persoalan dan penyelesaian dari peristiwa
Tes tertulis merupakan sebuah acuan dalam mengumpulkan dan
menganalisis data menulis teks berita, sehingga kompetensi pembelajaran
menulis dan kemampuan siswa dalam menulis teks berita dapat terlihat
perkembangannya. Adapun format penilaian menulis teks berita sebagai
berikut.
Tabel 3.4
Format Penilaian Teks Berita
No Aspek yang Dinilai Bobot Tingkatan Skala
1 2 3 4
1. Kelengkapan Unsur 5W+1H
a. Tulisan siswa telah memenuhi
unsur 5W+1H
b. Tulisan siswa cukup memenuhi
unsur 5W+1H
c. Tulisan siswa kurang memenuhi
unsur 5W+1H
d. Tulisan siswa tidak memenuhi
unsur 5W+1H
4
3
2
1
2. Struktur Tulisan
a. Tulisan siswa telah memenuhi
struktur tulisan yang baik
b. Tulisan siswa cukup memenuhi
struktur tulisan yang baik
c. Tulisan siswa kurang memenuhi
struktur tulisan yang baik
d. Tulisan siswa tidak memenuhi
struktur tulisan yang baik
4
3
2
3. Keefektifan Kalimat
a. Kalimat yang digunakan singkat,
padat dan jelas
b. Kalimat yang digunakan panjang
tetapi jelas (berputar-putar)
c. Kalimat yang digunakan panjang
dan kurang jelas
d. Kalimat yang digunakan tidak jelas
dan terlalu panjang
4
3
2
1
4. Ejaan dan Tanda Baca
a. Sesuai dengan ejaan dan tanda
baca yang benar
b. Cukup sesuai dengan ejaan dan
tanda baca yang benar
c. Kurang sesuai dengan ejaan dan
tanda baca yang benar
d. Tidak sesuai dengan ejaan dan
tanda baca yang benar
4
3
2
1
Jumlah Skor
Nilai = � � �
c. Lembar Observasi
Observasi dilakukan setiap pembelajaran berlangsung. Observasi
dilakukan sebagai masukan dan gambaran dalam pelaksanaan refleksi.
Bentuk instrumen yang digunakan adalah lembar aktivitas kelas.
Pengamatan observasi ini bekerjasama dengan beberapa observer.
Penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif melibatkan pihak lain untuk
menjaga keabsahan dan kesahihan tindakan. Observer yang membantu
penelitan tindakan kelas ini adalah sebagai berikut.
Tabel 3.5
LEMBAR OBSERVASI
AKTIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING
Hari /tanggal :
Nama Observer :
Pokok Bahasan :
Subpokok Bahasan : Pertemuan ke- :
Petunjuk pengisian lembar observasi :
Berikan tanda ceklis (√) pada salah satu kolom, 1 (Sangat kurang), 2 (Kurang), 3 (Cukup), 4 (Baik), 5 (Baik sekali) untuk tiap pernyataan yang sesuai dengan pendapat anda.
No Aspek yang diamati Skor Penilaian
1 2 3 4 5
1. Melakukan apersepsi dengan bertanya untuk mengetahui kemampuan awal siswa.
2. Memberikan motivasi kepada siswa terhadap pembelajaran yang akan dipelajari.
3. Guru menjelaskan permasalahan yang ada pada LKS.
4.
Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar (penyelidikan) berhubungan dengan masalah yang disajikan.
5. Guru mengajak dan membimbing siswa untuk aktif melakukan identifikasi teks berita yang disajikan
6. Membimbing siswa dan kelompok yang mengalami kesulitan.
7. Memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi.
8.
Guru mengajukan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk memberikan penguatan akan kemampuan menulis teks berita siswa.
9. Guru membimbing siswa untuk melakukan refleksi mengenai materi yang baru dipelajari
Bandung,………
Tabel 3.6
LEMBAR OBSERVASI
AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING
Hari /tanggal :
Nama Observer :
Pokok Bahasan :
Subpokok Bahasan : Pertemuan ke- :
Petunjuk pengisian lembar observasi :
Berilah tanda ceklis (√) pada kolom sangat baik (SB), baik (B), cukup (C),
kurang (K), sangat kurang (SK) sesuai dengan hasil pengamatan anda:
NO Aspek yang diamati
Skor Penilaian SB 5 B 4 C 3 K 2 SK 1
1 Aktif menganalisis teks berita 2. Kerjasama siswa dalam kelompok.
3. Mengemukakan ide mengenai konsep yang akan dipelajari.
4. Mendiskusikan permasalahan yang diajukan guru.
5.
Mengajukan pertanyaan yang
berkaitan dengan situasi, soal atau masalah Bahasa Indonesia yang diajukan oleh guru.
6. Berani merepresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
7. Menjawab dan menanggapi pertanyaan guru atau siswa lain.
8.
Mampu membuat refleksi dan menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
Bandung,………
d. RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMPN 12 Bandung
Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : VIII/Semester 2
Standar Kompetensi : Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster
Kompetensi Dasar : Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Mampu menyusun data tentang pokok-pokok berita
2. Mampu merangkai data pokok-pokok berita menjadi berita yang singkat, padat, dan jelas
3. Mampu menyunting berita B. Materi Pembelajaran
Menulis berita merupakan suatu upaya menyampaikan kabar atau sebuah informasi mengenai sesuatu hal atau kejadian dalam bentuk tertulis. Seorang penulis berita yang baik dapat meuliskan sebuah berita dengan lengkap dan komunikatif, sehingga pembaca berita dapat memahami informasi yang disampaikan.
Adapun unsur-unsur tertentu yang harus diperhatikan, ketika akan menuliskan teks berita. Unsur itu yaitu 5W+1H adalah sebagai berikut:
1. what : apa peristiwa yang terjadi?
3. when : kapan peristiwa tersebut terjadi 4. where : di mana peristiwa itu berlangsung? 5. why : mengapa peristiwa tersebut terjadi
6. how : bagaimana berlansungnya peristiwa tersebut?
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penulisan berita, yaitu: 1. Tentukan peristiwa atau kejadian
Dalam menentukan peristiwa, pilihlah kejadian yang aktual/hangat dan unik.
2. Mencari sumber berita
Sumber berita adalah berbagai hal atau peristiwayang dapat kita jadikan dalam penulisan berita. Pada dasarnya sumber berita itu ada dimana-mana. Berbagai hal, peristiwa yang terjadi di sekitar kita dapat dijadikan sumber berita.
3. Melakukan wawancara berita
Wawancara berita dilakukan untk mengumpulkan bahan-bahan pembuatan berita, serta menggali informasi penting, menarik, dan benar, sehingga beritanya pun benar.
4. Mencatat hal-hal yang penting
Selama proses pencarian informasi, penulis dapat dipandu dengan pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana proses terjadinya peristiwa.
5. Menyususn berita
Penyusunan berita pada hakikatnya harus menggunakan kalimat yang sederhana dan bahasa yang singkat dan jelas.
C. Indikator
1. Kognitif a. Proses
o Mengidentifikasi unsur-unsur berita o Menyusun unsur-unsur berita
b. Produk
2. Afektif a. Karakter
o Kerja sama o Kritis o Teliti o Jujur
o Tanggung jawab o Apresiatif
b. Keterampilan sosial
o Menjadi penulis yang baik
o Menulis dengan bahasa yang baik dan benar o Bertanya dengan bahasa yang baik dan benar o Menyumbang ide
o Membantu teman yang mengalami kesulitan
D. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif a. Proses
Siswa dapat mengidentifikasi unsur-unsur berita
Siswa dapat menyusun unsur-unsur berita
b. Produk
Siswa dapat menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas
2. Afektif a. Karakter
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam berperilaku seperti kerja sama,kritis, teliti, jujur, bertanggung jawab, dan apresiatif.
b. Keterampilan sosial
E. Metode Pembelajaran
Problem Based Learning
F. Langkah-langkah Pembelajaran
No. Kegiatan Pembelajaran Setting/Format
Pembelajaran Pertemuan ke-1
Pendahuluan (±15menit)
1. Guru memeriksa kehadiran siswa Kelas
Memberikan orientasi permasalahan kepada siswa
2. Guru memberikan sugesti positif dengan kalimat
“Saya bisa berprestasi dalam pelajaran Bahasa Indonesia”
Kelas
3. Guru menginformasikan bahwa tujuan pembelajaran hari ini adalah menulis teks berita. Pelajaran ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Kelas
4. Guru memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran yang mengacu pada LKS.
Kelas
5. Guru memberikan apersepsi tentang materi yang berkaitan dengan menulis
Kelas
Kegiatan inti (±60 menit)
Mengorganisasi siswa untuk belajar
1. Siswa dikelompokkan kedalam beberapa kelompok (masing-masing kelompok beranggota 3-4 orang)
Kelas
2. Guru membagikan lembar kerja siswa (LKS) ke masing-masing kelompok yang bertemakan peristiwa.
Kelompok
Membimbing penyelidikkan individual maupun kelompok
3. Siswa dengan kelompoknya masing-masing menjawab permasalahan dalam lembar kerja siswa (LKS) dan saling berdiskusi.
Kelompok
4. Guru memantau kegiatan diskusi siswa dan membimbingnya. Jika dipandang perlu, guru mengarahkan kelompoknya dengan mengajukan pertanyaan yang membantu.
Kelompok
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
siswa perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya.
8. Kelompok yang lain diperbolehkan untuk
memberikan komentar atau pertanyaan yang akan dijawab oleh perwakilan kelompok yang presentasi.
Kelas
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
9. Guru mengevaluasi tentang proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa.
Kelas
10. Melalui diskusi kelas guru dan siswa menarik kesimpulan tentang unsur-unsur menulis teks berita
Kelas
11. Guru memberikan tugas mandiri yang dikerjakan secara individu.
Individu
Kegiatan penutup (±10menit)
1. Guru dan siswa mengadakan refleksi untuk
mengetahui pemahaman materi yang telah dipelajri
Individu
2. Guru melakukan proses evaluasi pelaksanaan pembelajaran dan membagikan jurnal harian.
Individu
G. Sumber, Alat, dan Bahan Belajar
1. Sumber
a. Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan Sastra Indonsia untuk SMP/Mts Kelas VIII. Jakarta: Pusat Pembukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
b. Asep Yudha Wirajaya dan Sudarmawati. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMP/Mts Kelas VIII. Jakarta: Pusat Pembukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
2. Alat
LCD dan Laptop, Lembar Kerja Siswa
3. Bahan
Teks berita peristiwa di masyarakat
H. Penilaian
[image:41.595.108.579.173.566.2]Tabel 3.6
Format Penilaian
No Nama
Aspek yang dinilai
Jumlah Kelengkapan
Unsur 5W+1H
Struktur Tulisan
Keefektifan Kalimat
Ejaan dan Tanda Baca
1. 2. 3. 4. 5.
Aspek yang dinilai Skor
maksimal
Kelengkapan Unsur 5W+1H 4
Struktur Tulisan 4
Ejaan dan Tanda Baca 4
Keefektifan Kalimat 4
Jumlah 16
Nilai = ∑ �
6. Teknik Pengumpulan Data
Data-data yang dikumpulkan, kemudian diolah dan diinterpretasikan.
Secara umum, pengumpulan data dapat diuraikan sebagi berikut.
1) Wawancara dilakukan guru dan siswa untuk mencurahkan
aspek-aspek yang tidak dapat terjaring oleh teknik lain. Wawancara sebagai
data tambahan, serta sebagai data penguat untuk memperkuat data
lain.
2) Tes tertulis, untuk mengetahui hasil proses belajar. Instrumen yang
gunakan dalam teknik ini adalah tes.
3) Mengobservasi aktivitas kelas, yakni antara guru dan tanggapan siswa
terhadap penggunaan media film dokumenter dalam menulis teks
berita disetiap siklusnya.
7. Teknik Pengolahan Data
Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data
yaitu observasi dengan melakukan wawancara, tes tertulis, lembar
observasi aktivitas kelas, aktivitas Guru dan rencana pelaksanaan
pembelajaran menulis teks berita. Data-data penelitian ini dikumpulkan
selama proses penelitian berlangsung, kemudian diadakan reduksi data
untuk mengkategorikan data. Analisis data kualitatif maupun kuantitatif
terlebih dahulu dianalisis, kemudian dideskripsikan dengan menampilkan
[image:42.595.137.515.253.521.2]dipersentasikan. Setelah data dianalisis dan dideskripsikan, maka
selanjutnya direfleksikan untuk menarik kesimpulan.
Setelah data terkumpul dari hasil penelitian, selanjutnya dilakukan
pengolahan data. Adapun langkah-langkah pengolahannya sebagai berikut.
1) Peneliti menginventarisasi data, yaitu menyimpulkan hasil wawancara,
mengumpulkan lembar observasi dan hasil menulis teks berita siswa.
2) Peneliti menganalisis data, yaitu memeriksa dan menafsirkan hasil
observasi catatan lapangan, serta menganalisis hasil menulis teks berita
siswa setiap siklusnya dengan menggunkan indikator keberhasilan produk
tindakan. Namun, sebelum menginterpretasikan data yang telah
dikumpulkan, ada beberapa hal yang harus lakukan, yaitu:
a) Mendeskripsikan pendahuluan,
b) Mendeskripsikan perencanaan pelaksanaan tindakan setiap siklus,
c) Mendeskripsikan pelaksanaan tindakan tiap siklus, dan
d) Menganalisis data berupa hasil belajar siswa dari setiap tindakan
untuk mengetahui keberhasilan penelitian yang telah dilakukan. Untuk
mengukur kemampuan siswa, digunakan penilaian sistem PAP skala
Tabel 3.7
Penilaian PAP Skala Lima
Interval Tingkat Penguasaan
Kategori Nilai Keterangan
85 – 100 A Baik Sekali
75 – 84 B Baik
60 – 74 C Cukup
40 – 59 D Kurang
0 – 39 E Kurang Sekali
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan rumusan dan hasil pembahasan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran menulis teks berita dengan menggunakan metode
Problem Based Learning, penulis dapat mengemukakan beberapa simpulan sebagai berikut.
1. Aspek Perencanaan
a. Dalam kegiatan perencanaan, Guru berperan sebagai perancang
kegiatan pembelajaran dalam bentuk skenario pembelajaran (RPP)
yang akan diberikan kepada siswa. Observer berperan sebagai
pemantau selama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung,
observer mengamati sesuai atau tidaknya kegiatan Guru dan respon
siswa selama di dalam kelas dengan apa yang dipaparkan di dalam
skenario pembelajaran. Hasil observasi atau pengamatan dari observer
akan sangat mempengaruhi dan menjadi bahan refleksi bagi peneliti
untuk memperbaiki skenario pembelajaran saat melakukan penelitian
b. Perencanaan penelitian tindakan siklus I menindaklanjuti temuan data
yang diperoleh pada studi pendahuluan. Hasil studi pendahuluan
tersebut menunjukan bahwa semua siswa di kelas VIIId SMPN 12
Bandung belum mampu menulis teks berita dengan baik dan benar.
Sedangkan Perencanaan tindakan siklus II dan siklus III
menindaklanjuti hasil refleksi dari siklus sebelumnya.
2. Aspek Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita dengan menggunakan
metode Problem Based Learning, dilaksanakan pada 3 siklus. Pada siklus 1, pelaksanaan dapat dilaksanakan dengan lancar. Aktivitas guru dan siswa termasuk
kategori baik. Aktivitas guru mendapatkan nilai rata-rata sebesar 3,4 dan termasuk
kategori baik. Aktivitas siswa juga mendapatkan nilai baik karena nilai persentase
rata-ratanya sebesar 4,3. Walaupun demikian, aktivitas guru dan siswa itu masih
banyak yang harus diperbaiki agar pelaksanaan tindakan dapat dilaksanakan
dengan maksimal. Pelaksanaan siklus II juga dapat dilaksanakan dengan lancar
bahkan lebih baik dari pelaksanaan siklus pertama karena nilai aktivitas guru dan
siswanya mengalami peningkatan. Walaupun demikian, pelaksanaan siklus ini
masih memiliki beberapa kekurangan dan kendala yang harus diperbaiki.
Kekurangan dan kendala itu berkaitan dengan aktivitas guru dan siswa. Aktivitas
guru memang mengalami peningkatan dan lebih baik dari siklus sebelumnya,
namun masih belum maksimal. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari
siklus sebelumnya, namun tetap masih harus diperbaiki karena belum dapat
sebesar 4,1. Rata-rata aktivitas siswa sebesar 4,3. Pelaksanaan siklus III dapat
dilaksanakan dengan sangat baik karena nilai aktivitas gurunya sebesar 6,2.
Rata-rata aktivitas siswa pada sikus ini sebesar 4,8. Dengan demikian, pelaksanaan
tindakan menunjukkan adanya peningkatan.
Kendala-kendala dan kekurangan pada siklus sebelumnya berkaitan
dengan proses pelaksanaan, metode yang digunakan dan aktivitas guru dan siswa.
Meskipun demikian kendala dan kekurangan-kekurangan tersebut tidak
mengganggu proses pembelajaran. Hal ini terbukti dari hasil pembelajaran pada
setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.
3. Hasil Pembelajaran
Hasil pelaksanaan tindakan setiap siklus sudah baik. Pelaksanaan setiap
siklus dapat dikatakan baik karena nilai rata-ata setiap siklus cukup besar dan
selalu mengalami peningkatan. Nilai rata-rata keterampilan menulis teks berita
siswa pada siklus I sebesar 63,32. Oleh karena itu, hasil tindakan siklus 1 sudah dapat termasuk kategori baik. Siswa sudah mulai paham dan menguasai tentang
cara menulis teks berita, walaupun masih banyak kekurangan. Hasil tindakan
siklus II mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya yaitu siklus pertama.
Pada siklus ini keterampilan menulis teks berita siswa sudah lebih baik karena
nilai rata-rata seluruh siswa mengalami peningkatan dari 63,32 menjadi 82,23. Teks berita yang ditulis siswa sudah hampir memenuhi syarat teks berita yang
baik seperti mengandung unsur-unsur berita, dan memiliki nilai berita. Hasil
tindakan siklus III sudah termasuk kategori sangat baik karena nilai rata-rata
siswa sudah mampu menulis teks berita sesuai dengan syarat teks berita yang
baik, seperti mengandung unsur-unsur berita, menggunakan bahasa yang jelas,
lugas, singkat, padat dan memiliki nilai berita.
Dengan demikian metode Problem Based Learning dapat digunakan untuk
meningkatkan keterampilan menulis teks berita siswa. Hal tersebut dapat dilihat
dengan adanya peningkatan keterampilan menulis teks berita siswa pada setiap
siklus.
B. Saran
Penelitian ini disarankan untuk guru bidang studi bahasa Indonesia agar
guru tersebut menggunakan metode Problem Based Learning pada pembelajaran
menulis teks berita. Penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut.
1. Saran untuk Perencanaan Pelaksanaan
Bagi guru bidang studi bahasa Indonesia yang akan menggunakan metode
Problem Based Learning pada pembelajaran menulis teks berita harus
mempersiapkannya
terlebih dahulu. Bentuk persiapan itu diantaranya menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dan memilih tema yang menarik serta berhubungan dengan
materi pembelajaran.
2. Saran untuk Pelaksanaan
Bagi guru bidang studi bahasa Indonesia yang akan menggunakan metode
Problem Based Learning pada pembelajaran menulis teks berita, harus
berkaitan dengan aktivitas guru mulai dari proses membuka pembelajaran sampai
proses menutup pembelajaran. Apabila seluruh kegiatan itu dapat dilaksanakan
dengan baik, maka keterampilan menulis teks berita siswa pun akan maksimal.
3. Saran untuk Hasil Pelaksanaan
Bagi guru bidang studi yang akan menggunakan metode Problem Based
Learning pada pembelajaran menulis teks berita, harus mengklasifikasikan
nilai-nilainya. Setelah pelaksanaan pembelajaran selesai, guru bidang studi harus
melihat kekurangan-kekurangan teks berita siswa. Hal tersebut akan
mempermudah guru dalam melakukan kegiatan evaluasi pembelajaran. Dengan
demikian guru bisa mengetahui letak kekurangan pada pembelajaran menulis teks
berita tersebut.
Selain disarankan pada guru bidang studi bahasa Indonesia, peneliti juga
menyarankan pada peneliti-peneliti berikutnya untuk melakukan penelitian
mengenai Problem Based Learning pada keterampilan berbahasa lainnya. Dengan
Bandung: Media Grafik
Astiti, Fitri Yuni. (2007). Model Pemebelajaran Berbasis Masalah Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Bangun Ruang Sisi Datar. {Online} Fakultas
Matematika dan Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. {12 Mei 2012}
Awaliah, Ade Lia. 2010. Strategi What? So What? Now What? (Refleksi
Pengalaman) untuk Meningkatkan Pembelajaran Menulis Berita. Skripsi
Sarjana Pendidikan pada FPBS Bandung: tidak diterbitkan.
Chaer, Abdul. (2010). Bahasa Jurnalistik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Kartono, St. Menulis Tanpa Rasa Takut, Memmbaca Realitas Kertas. Yogyakarta: Kanisius.
Komala. (2006). Impelementasi Pemebelajaran Matematika Berbasis Masalah untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Skripsi Sarjana FPMIPA UPI. Bandung. Tidak diterbitkan.
Mulyati, Yeti. (2011). “Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Pemecahan
Masalah”. Jurnal Bahasa dan Sastra. Vol. 10, No. 1 Mei 2011 Hal. 28,
Nurdyaningsih, Leny dalam skripsinya yang berjudul Pengembangan Pembelajaran dengan Pendekatan PBL (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Surat Pembaca Siswa. Skripsi Sarjana Pendidikan pada FPBS Bandung: tidak diterbitkan.
Nurgiyantoro, Burhan. (2011). Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia. Yogyakarta: BPFE.
Nurudin. (2010). Dasar – Dasar Penulisan. Malang: Umm Press.
Panen. 2001.Strategi Pembelajaran dengan Probelem Based Learing Itu Perlu. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Permata, dkk. (2010). Panduan EYD dan Tata Bahasa Indonesia. TransMedia Pustaka: Jakarta
Pratiwi, Wira Apri. 2009. Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita dengan
Menggunakan Media Rekaman Peristiwa pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Bandung Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi Sarjana
Sandjaja dan Heriyanto. (2006). Panduan Penelitian. Prestasi Pusaka: Jakarta
Sumadiria, AS Haris. (2008). Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset
Supardi, dkk. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Tarigan, H. G. 1994. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Indonesia. 2001.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka.
Wiyanto, Asrul. 2006. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grasindo