• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Efek Diuretik Ekstrak Etanol daun Senduduk (Melastoma malabathricum Linn.) Terhadap Tikus Jantan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Efek Diuretik Ekstrak Etanol daun Senduduk (Melastoma malabathricum Linn.) Terhadap Tikus Jantan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

44

DAFTAR PUSTAKA

Arliani, R.L., Bodhi, W., Wullur, A.C. (2015). Uji Efek Diuretik Infusa Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Blume) Miq.) Pada Tikus Putih jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus). PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi. Manado: Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT. Vol. 4 No. 4.

Asif, M., Qaiser, J., Atif, M., Amin, M., dan Muhammad, Q. (2014). Diuretic Activity of Achyranthes aspera Linn. Crude Aqueous Extract in Albino Rats. University Of Benin, Benin City, Nigeria. Tropical Journal of Pharmaceutical Research. 13(12): 2039-2045.

Badan POM. (2008). Informatorium Obat Nasional Indonesia. Jakarta: KOPERPOM. Halaman 137.

Balamurugan, K., Nishanthini, A., Lalitharani, S., dan Mohan, V.R. (2012). GC-MS Determination of Component of Melastoma malabathricum L. India. International Journal of Current Pharmaceutical Research. 4(4): 24-26.

Barasi, M.E. (2007). At a Glance Ilmu Gizi. Jakarta: Erlangga. Halaman 52.

Dalimartha, S. (1999). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.Jilid I. Jakarta: Trubus Agriwidya. Halaman 130-131.

Dalimartha, S. (2008). 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya. Halaman 5-6.

Depkes RI. (1995). Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta: DepartemenKesehatan Republik Indonesia. Halaman 321-337.

Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: DepartemenKesehatan RI. Halaman 32-33.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 1-6.

Dowling, T.C. (2008). Renal Disorder. Editor: Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke G.R., Wells, B.G., et al. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach. Seventh edition. United States of America: The McGraw-Hill Companies, Inc. Halaman 706.

Farnsworth, N.R. (1966). Biological and Phytochemical Screenning of Plants. Journal of Pharmaceutical Science. 55(3): 257.

Gandjar, I.,dan Abdul, R. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Halaman 298-305.

(2)

45

Guyton dan Hall. (2007). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi XI. Jakarta: EGC. Halaman 331-359.

Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia Penuntun cara Modern MenganalisaTumbuhan.Edisi II. Bandung: ITB. Halaman 152.

Harris, D.C. (2007). Quantitative Chemical Analysis. Seventh edition. New York: W.H. Freeman and Company. Halaman 455.

Jackson, E.K. (2007). Diuretik. Dalam: Goodman and Gilman. Dasar Farmakologi Terapi. Edisi X. Jakarta: EGC.Halaman 735-741.

Junior, A.G., Gasparotto, F.M., Boffo, M.A., Emerson, L.B.L., Maria, E.A.S., et al. (2010). Diuretic and Potassium-Sparing Effect of Isoquercitrin-An active Flavonoid of Tropaeolum majus L. Brazil. Journal of Ethnopharmacology. 134: 210-215.

Kebamo, S., Eyasu, M., Asfaw, D., dan Bekesho, G. (2015). Evaluation of Diuretic Activity of Different Solvent Fractions of Methanol Extract of Carissa edulis Root Bark in Rats. Ethiopia. Medicinal Chemistry. 5(11): 472-478.

Kusuma,F.R dan Muhammad, Z. (2005). Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat.Jakarta: Agro Media Pustaka. Halaman 31.

Mutschler. E. (1991). Dinamika Obat. Edisi V. Bandung: Institut Teknologi Bandung. Halaman 565.

Nafrialdi. (2007). Diuretik dan Antidiuretik. Dalam: Gunawan, S.G. Edisi V. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Gaya Baru. Halaman 389.

Neal, M.J. (2006). At Glance Farmakologi Medis. Edisi V. Jakarta: Erlangga.Halaman 34.

Nugroho, A.E. (2012). Farmakologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Halaman 110-112.

Parmar, N.S., dan Prakash, S. (2006). Screening Methods in Pharmacology.Kawali: Institute of Pharmacheutical Science and Technology. Halaman241-245.

Permadi, A. (2006). Tanaman Obat Pelancar Air Seni. Cetakan I. Jakarta:Penebar Swadaya.Halaman 16-20.

Price, S.A. (2005). Patofosiologi. Volume 2. Jakarta: EGC. Halaman 867.

(3)

46

Rahmatullah, M., Israt, J. M., Fahmidul, H., Ariful, H. M., Kanta, P., Rownak, J., et al. (2009). An ethnobotanical survey and pharmacological evaluation of medicinal plants used by the Garo tribal community living in Netrakona district, Bangladesh. Advances in Natural and Applied Sciences. 3(3): 402–418.

Sherwood, L. (2011). Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. Edisi VI. Alih Bahasa: Brahm U. Jakarta: EGC. Halaman 554-598.

Siswandono., dan Soekardjo, B. (2008). Kimia Medisinal. Edisi II. Surabaya:Airlangga University Press. Halaman 222.

Suratman., Listyawati, S., Sutomo. (2003). Sifat Fisik Kandungan NaCl UrinTikus Putih (Rattus norvegicus L.) Jantan Setelah Pemberian EkstrakRimpang Alang-Alang (Imperata Cylindrica L.) Secara Oral. JurnalBiofarmasi. Surakarta: Jurusan Biologi FMIPA. UNS. 1(1): 7-12.

SNI. (2004). Air dan Air Limbah: Cara Uji Kalsium (Ca) dengan metodetitrimetri. Bagian 13: Badan Standardisasi Nasional. Halaman 4.

WHO. (1998). Quality Control Methods For Medicinal Plant Materials.Switzerland: Geneva press. Halaman 31-33.

Wijayakusuma, H. (1996). Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jilid I.Cetakan II.Jakarta: Pustaka Kartini. Halaman 24-28.

Referensi

Dokumen terkait

Tumbuhan senggani merupakan salah satu tumbuhan obat yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pereda demam (antipiretik), penghilang nyeri (analgesik), peluruh kencing

Tumbuhan sembukan (kentutan) merupakan tumbuhan liar yang melilit di pagar dan mempunyai banyak manfaat.Tumbuhan sembukan digunakan sebagai penghilang radang pada bisul, peluruh

Tumbuhan senggani merupakan salah satu tumbuhan obat yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pereda demam (antipiretik), penghilang nyeri (analgesik), peluruh kencing

Bahan Pewarna, Bahan Pengawet, dan Bahan Tambahan dalam Makanan, Obat dan Kosmetika.. Publishing Sains dan Teknologi Lembaga

Loop diuretic merupakan obat diuretik yang paling efektif, karena bagian asendens bertanggung jawab untuk reabsorpsi 25- 30% NaCl yang difiltrasi dan tubulus distal

Ekstraksi (dalam istilah farmasi) yaitu proses pemisahan bagian senyawa aktif yang berkhasiat sebagai obat dari jaringan tanaman atau hewan dengan menggunakan

Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.. Tumbuhan Obat

dari ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana daun senduduk,. sehingga dapat dijadikan salah satu upaya untuk