48
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.(1984). Bahan Pewarna, Bahan Pengawet, dan Bahan Tambahan dalam Makanan, Obat dan Kosmetika. Publishing Sains dan Teknologi Lembaga Penelitian USU. Medan. Hal. 32.
Anonim. (2008). Pewarna Kosmetik Sintetik : @.Html Diakses pada tanggal: 12 Desember 2013.
Anonim. (2009). Pewarna Alami dan Sintesis : /2009/05/ pewarna-alami.html. Diakses pada tanggal : 2 April 2010. Anonim. (2010). Pokok senduduk
Diakses pada tanggal : 2 April 2010.
Abu-izza., Khawla, A.L., Vincent, H.L., Jee, L.P., Graham D.S., dan Matthew, K. (2009). Fast Dissolving Tablet. Dalam: Bhupendra G Prajapati and Nayan Ratnakar. A Review On Recent Patents On Fast Dissolving Drug Delivery System. International Journal of PharmTech Research.
1(3): 790-798.
Arief Hariana. (2011). Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Seri 3. cetakan 6. Jakarta: Penebar Swadaya. Hal.65.
Banker, G.S, dan Anderson N.R. (1994). Tablet. Dalam: Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi III. Jiliid II. Editor: Lachman, L Penerjemah: Siti Suyatmi, Jakarta: UI-Press. Hal. 643-703.
BSN. (2006). Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. Jilid I. Departemen kesehatan RI. Hal. 1,5-11.
Cartensen, J.T. (1977). Pharmaceutical of Solid Dosage Forms. New York: A Wiley Interscience Publication John Wiley and Son. Hal. 133-135
Dalimartha, S. (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid 1. Jakarta: Trubus Agriwidya. Hal 130-132.
Depkes RI. (2012). Pewarna Makanan. http://depkes.go.id /index.php/ berita/ pressrelease//923html. Diakses pada tanggal: 15 Desember 2013.
Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi III. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal. 6-7.
Ditjen POM. (1989). Materia Medika Indonesia. Jilid IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 194-197,
49
Ditjen POM. (1995). Farmakope Indonesia. Jilid IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 1087.
Ditjen POM. (1995). Materia Medika Indonesia. Jilid V. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 321, 325, 333-337.
Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tanaman. Cetakan Pertama. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal. 1,9-12.
Ditjen POM. (2010). Farmakope Herbal Indonesia. Jilid I. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 140-141.
Farnsworth, N.R. (1966). Biological and Phytochemical Screening of Plants.
Journal of Pharmaceutical Sciences. 55(3): 263.
Harbone, J.B. (1987). Metode Fitokimia, Penuntun Cara Moder Menganalisa Tumbuhan. Terjemahan Kosasih Padmawinata. Edisi II. Bandung: ITB Press. Hal. 147.
Heyne. K (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid III. Cetakan – I. Yayasan Sarana Wana Jaya. Jakarta. Hal. 1534.
Parrot, L.(1971). Pharmaceutical Technology. Amerika: Burges Publishing Company. United Stated of America. Hal. 82.
Saati, E.A. dan Hidayat, N. (2006). Membuat Pewarna Alami. Cetakan I. Trubus Agrisana. Hal 1-10.
Sentra Imformasi IPTEK. (2009). Senggani.
Desember 2013.
Sharma, R., Rajput, M., Prakash, P., dan Sharma, S. (2011). Fast Disolving Delivery Sytem On review. International Journal of Pharmacy. 2(10): 21-29
Siregar, C.J.P., dan Wikarsa, S. (2010). Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-Dasar Praktis. Cetakan II. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Hal. 1, 2, 8, 416-418.
Soekarto, S. T. (1985). Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhatara Aksara. Jakarta. Hal. 57.
Soekemi, R.A. Yuanita, T. Fat Aminah, Salim Usman. (1987). Tablet. Mayang Kencana. Hal 18-19.
50
Voigt, R. (1995). Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Cetakan II. Penerjemah: Soedani Noerono. Yogyakarta: UGM-Press. Hal. 159.
WHO. (1992). Quality Control Methods for Medicinal Plant Materials.
Switzerland: WHO/PHARM/. 92(559). Hal. 25.