• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media dan Pendidikan Politik pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Media dan Pendidikan Politik pptx"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

SIKAP KRITIS DAN

KETERLIBATAN TERHADAP

MEDIA

(2)

“Media is the most

powerful in the world. It

has power to control

mindset”

(3)

-Fokus Diskusi

A.Media sebagai pendidikan

politik

B. Media dan Wacana

(4)

A. MEDIA,

POLITIK,

(5)

Media dan Wacana I

Media adalah Wacana yang berbentuk

Artikel, Bacaan, Ceramah, Dialog, Diskusi,

Khotbah, Komunikasi, Lektur

(KBBI)

Wacana:

Word, Expression (Literature).

Discourse (Linguistic).

(Echols)

Selanjutnya Echols mengartikan

Discourse: Pidato atau Tulisan,

Percakapan, Ceramah.

Discourse: Speech, Lecture,, treatise,

(6)

Media dan Wacana II

Proses komunikasi menggunakan simbol, yang

berkaitan dengan interpretasi

peristiwa-peristiwa, di dalam sistem kemasyarakatan

yang luas. Melalui, pesan-pesan komunikasi, seperti kata-kata , tulisan,

gambar-gambar, dan lain-lain tidak bersifat netral dan steril. Eksistensinya tergantung pada

orang-orang yang menggunakannya, konteks peristiwa yang berkenaan dengannya, situasi masyarakat luas yang melatarbelakangi

keberadaannya, dan lain-lain. Kesemuanya itu dapat berupa ideologi, nilai, emosi,

(7)

POLITIK

(8)

PENDIDIKAN

(9)

Simpulan A

Media sebagai pendidikan politik yaitu

sebuah proses

transfer of values

yang

berupaya untuk mempengaruhi, merubah,

menggerakkan dan keterlibatan audiens

terhadap kepentingan dan kekuasaan

politik.

Audiens yang menjadi objek media harus

menyadari media tidaklah netral. Maka

harus bersikap kritis dan melek media

(

media literacy

).

Audiens harus terlibat partisipasi aktif dalam

(10)

B. MEDIA DAN

(11)

Tiga Masalah Media

Kepemilikan

(12)

Demokratisasi Media?

Kebebasan media

menyampaikan kebenaran

untuk Rakyat, tanpa ada

(13)

Pilar Demokrasi

Trias Politica

: Eksekutif, Yudikatif,

Legislatif (Montesqiue)

(14)

Peran Media

Pembentukan Opini Publik

Kontrol Sosial

Membangun citra

Institusi diskursus sosial

Struktur mewujudkan hak politik

Ruang publik aspirasi

Networking

(15)

Konsep Media dan

Wacana 1

Norman Fairclough

Wacana merupakan

bahasa yang digunakan untuk

merepresentasikan suatu praksis sosial, dari

sudut pandang tertentu.

John Fiske

mengatakan bahwa wacana harus

diartikan sebagai suatu pernyataan atau

ungkapan yang lebih dari satu ayat.

W’O’Bar,

menyatakan bahwa wacana

merupakan penyampaian ide-ide dari

seseorang kepada yang lainnya.

(16)

Media dalam Psikologi Sosial

Psikologi Sosial

dalam Politik,

Media berkaitan dengan penggunaan

bahasa, karena bahasa merupakan

aspek sentral dalam suatu subjek

yang digambarkan. Lewat bahasa

ideologi terserap di dalamnya, inilah

yang harus disikapi kritis bagi

(17)

Hegemoni Media 1

Media is a political commodity, a

phenomenon of exclusion, limitation,

prohibition.

(Focault)

berkenaan dengan potensi politis dan

kekuasaan, media adalah elemen taktis

yang bergerak dalam relasi kekuasaan.

(18)

Hegemoni Media 2

Media merupakan arena pergulatan

antar ideologi yang saling

berkompetisi (

the battle ground for

competing ideologies

). Konsep ini

disebut Gramsci sebagai hegemoni,

yaitu yang kuat mendominasi yang

lemah atau pemaksaan cara

pandang melalui ideologi, hegemoni

ini berlangsung secara sadar

(19)

Kepentingan dibalik

Media

Media diciptakan oleh kepentingan kekuasaan

untuk mendapatkan efek legitimasi politik dari kepentingan-kepentingan yang bertentangan. Olehkarena itu diskursus dalam media

merupakan bentuk pernyataan-pernyataan

rasional, hati-hati dan teroganisir yang dibuat para ahli. Serious speech act, yaitu pernyataan dengan berbagai prosedur validasi yang

diciptakan di dalam suatu komunitas para ahli.

Serious speech act memperlihatkan

keteraturan dengan apa yang disebut Foucault

(20)

Kesimpulan Media dan

Wacana

Media merupakan sebuah proses komunikasi

menggunakan simbol, yang berkaitan dengan interpretasi peristiwa-peristiwa, di dalam

sistem kemasyarakatan yang luas. Melalui, pesan-pesan komunikasi, seperti kata-kata , tulisan, gambar-gambar, dan lain-lain yang tidak bersifat netral dan steril. Eksistensinya tergantung pada orang-orang yang

menggunakannya, konteks peristiwa yang

berkenaan dengannya, situasi masyarakat luas yang melatarbelakangi keberadaannya, dan

lain-lain. Kesemuanya itu dapat berupa

(21)

C. Media dan

Permasalahannya

Konglomerasi

Publik belum benar-benar berdaulat

Tsunami Informasi

Sikap masyarakat terhadap

(22)

D. Keterlibatan Audiens

Memanfaatkan Sosial Media (Face

Book, Twitter, dll) sebagai interaksi

akademis, politis dan dialog

bermakna.

Terlibat aktif menyampaikan gagasan

di media on line.

Menjadi agen pemasaran “audiens

(23)

Penutup

“ Kehidupan kolektif modern

ibarat panser raksasa

(

Juggernaut

) yang tengah

melaju hingga taraf tertentu bisa

dikemudikan, tetapi juga

terancam akan lepas kendali

hingga menyebabkan dirinya

hancur lebur.

Juggernaut

ini akan

menghancurkan orang yang

menentangnya dan meski

kadang-kadang menempuh jalur

yang teratur, namun

sewaktu-waktu dapat berbelok ke arah

yang tak terbayangkan

sebelumnya….” (Giddens dalam

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini perbandingan yang dilakukan yaitu membandingkan hasil belajar dengan media alat sebenarnya dan media animasi pada kompetensi menggunakan alat

Jika media sosial hanya dij adikan alat untuk menyebarkan informasi dan menjaring masa dirasa masih sangat mungkin, tetapi gerakan sosial di media online mustahil dapat terwujud

Apakah memang penggunaan media sosial di kalangan para pemuda tani dapat menjadi subsitusi atau hanya komplementer bagi saluran komunikasi politik berbasis

Iklam politik nasdem sebenarnya ada berbagai macam versi dan itu menunjukkan berbagai macam aspek sosial politik yang melenceng di Indonesia dan harus diubah

Oleh yang demikian, trend penggunaan media sosial guru pelatih penting dikenal pasti dalam kajian ini bagi mengetahui sama ada penggunaan media sosial memberi

Kajian ini ingin mengetahui bagaimana kesenian ketoprak agar tetap ada, walaupun di tengah berkembangnya media sosial saat ini. Kajian “Media Sosial dan Ketoprak” ini menggunakan

Dengan demikian, media sosial telah menjadi alat penting dalam komunikasi politik modern, dan menjadi platform yang penting bagi politisi, partai politik, dan pemerintah untuk

Menggunakan media sosial dalam pendidikan adalah tantangan besar, tetapi sebenarnya tidak tak terhindarkan, lalu jadikan itu pengalaman belajar yang luar biasa siswa Whatsapp media