Teori Politik Keuangan Publik dan Kebijakan Anggaran
A. Pengertian Politik
Pengertian politik menurut para ahli adalah sebagai berikut:
- Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
- Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerjasama (Andrew Heywood)
- Politik adalah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia (Robert)
- Politik adalah aktivitas perilaku atau proses yang menggunakan kekuasaan untuk menegakkan peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan yang sah berlaku ditengah masyarakat (Kartini Kartolo)
- Politik adalah kgiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya (Rod Hague) (http://herma-putra.blogspot.com)
→ KESIMPULAN
masalah dan masyarakat atau negara. Dimana, politik dalam hal ini selalu berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan umum, dan distribusi kemakmuran.
B. Pengertian Politik Anggaran
- Politik anggaran adalah penetapan berbagai kebijakan tentang proses anggaran yang mencakupi berbagai pertanyaan bagaimana pemerintah membiayai kegiatannya; bagaimana uang publik didapatkan, dikelola dan disdistribusikan; siapa yang diuntungkan dan dirugikan; peluang-peluang apa saja yang tersedia baik untuk penyimpangan negati maupun untuk meningkatkan pelayanan publik (Noer Fauzi & R Yando Zakaria) (http://fia-ub.blogspot.com)
- Irene Rubbin, seorang ahli politik anggaran, menegaskan anggaran publik tidak berbeda dengan anggaran lainnya. Yakni bagaimana membuat pilihan antara kemungkinan-kemungkinan pengeluaran, keseimbangan dan proses memutuskannya. Akan tetapi, anggaran publik memiliki tipikal yang berbeda, seperti bersifat terbuka, melibatkan berbagai aktor dalam penyusunannya yang memiliki tujuan berbeda‐beda, mempergunakan dokumen anggaran sebagai bentuk akuntabilitas publik, dan keterbatasan yang harus diperhatikan (budget constraint) (http://aryonoputra.blogspot.com)
- Anggaran negara adalah suatu pernyataan tentang perkiraan pengeluaran dan penerimaan yang diharapkan akan terjadi dalam suatu periode di masa datang, serta data dari pengeluaran dan penerimaan yang sesungguhnya terjadi di masa lalu. Dalam pengertian yang sama, anggaran daerah memuat hal yang kurang lebih sama dalam lingkup daerah (http://matapenainstitut.com)
→KESIMPULAN
dalam peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat. Politik anggaran juga termasuk dalam isu atau kebijakan, baik yang langsung ataupun tidak langsung yang melibatkan kepentingan publik serta sebagian besar perhatianya dicurahkan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan kebijakan publik. Hal ini juga karena ekonomi politik pada dasarnya menyangkut keputusan politik mengenai kondisi anggaran dan siapa yang berhak menerima anggaran tersebut.
C. Teori Politik Keuangan Negara
- Aktivitas politik dalam keuangan negara tergantung pada derajat demokrasi, yang memberi keleluasaan/ kebebasan aktivitas politik dalam suatu negara. (David N Hyman, 2010)
- Dua golongan besar yang membedakan aktivitas politik dalam KN:
a. Negara dengan sistem otokrasi, yakni suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang atau kelompok kecil (oligarki). Yakni negara yang berbentuk monarki, sosialis, theokrasi, dsb, dimana segala aktivitas negara dipegang sepenuhnya oleh penguasa negara. Aktivitas politik sangat minim, meskipun ada biasanya berupa gerakan bawah tanah.
b. Negara dengan sistem demokrasi, yakni suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). Aktivitas politik sangat besar, termasuk di dalamnya pengelolaan KN, sebagaimana negara penganut liberalisme, globalisme, kapitalisme, termasuk ideologi pancasila sebagai ciri khas Indonesia. (http://nurjatiwidodo.lecture.ub.ac.id)
→KESIMPULAN
Politik bisa terlibat dalam keseluruhan urusan kenegaraan, termasuk di dalamnya urusan finansial publik, baik itu dalam perencanan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi. Teori politik Keuangan Negara yang baik adalah yang relatif menurut ideologi.
1. Glenn A Welsch mendefenisikan anggaran sebagai berikut: “Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management”.
2. Menurut Gomes (1995, p.87-88), anggaran merupakan dokumen yang berusaha untuk mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan yang diproyeksikan. Anggaran menggabungkan suatu pengumuman dari aktivitas organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang ditentukan dengan informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Menurut Mulyadi (2001, p.488), anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain yang menvakup jangka waktu satu tahun.
4. Menurut Supriyono (1990, p.15), penganggaran merupakan perencanaan keuangan perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian (pengawasan) keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang.
5. Menurut Garrison, Norren and Brewer (2007:4), “Anggaran adalah rencana terperinci tentang perolehan dan penggunaan sumber daya keuangan dan sumber daya lainnya selama suatu periode waktu tertentu”.
6.Menurut M. Nafarin (2004:12), Anggaran merupakan rencan tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitif dan umumnya dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu”. Menurut Herawati dan Sunarto (2004:2),” (http://kinanzahirah.wordpress.com)
→KESIMPULAN
juga dapat membantu manajemen dalam melakukan koordinasi dan penerapannya dalam upaya memperoleh tujuan yang tertuang di dalam anggaran. Jadi, pada intinya anggaran memberikan gambaran kepada manajemen tentang sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan dalam anggaran tersebut.
E. Kebijakan Anggaran
- Suatu teknik untuk mengubah pengeluaran atau penerimaan Negara saat perekonomian guncang baik karena inflasi atau deflasi.
- Suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah (http://nurjatiwidodo.lecture.ub.ac.id).
→KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas, maka kesimpulannya adalah bahwa kebijakan anggaran itu mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiscal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Tujuan kebijakan anggaran adalah untuk menemukan arah, tujuandan prioritas pembangunan nasional serta pertumbuhan ekonomi agar sesuai propenas yang pada gilirannya meningkatkan kemakmuran masyarakat.
F. Jenis Anggaran
Pada dasarnya, terdapat empat jenis kebijakan anggaran yang mungkin ditetapkan oleh pemerintah, yaitu:
1. Anggaran Surplus
Para pekerja baru ini juga akan memiliki banyak uang untuk dibelanjakan. Mereka akan makan di restoran, nonton bioskop, membeli VCD dan kaset, serta lain-lain. dari pembelanjaan ini, pemerintah akan memperoleh pemasukan dari pajak. Bila banyak orang berbelanja, maka keuntungan perusahaan akan bertambah. Perusahaan dapat memperluas usahanya dan menambah pekerja lebih banyak lagi. Begitu seterusnya. Uang yang berlebih ini dapat digunakan untuk membayar hutang negara.
2. Anggaran Defisit
Jika aktivitas perekonomian lambat dan pengangguran meningkat, maka anggaran negara bisa menjadi defisit. Anggaran tersebut defisit jika pengeluaran pemerintah diperkirakan lebih besar daripada pendapatan. Peningkatan pengeluaran pemerintah itu bisa terjadi di bidang pertahanan, kesejahteraan, transportasi dan lain-lain. Pengeluaran ini bisa menciptakan lapangan kerja baru. Bila banyak tenaga kerja yang diserap, maka masyarakat akan semakin mampu untuk membeli barang dan jasa. Dengan demikian, bisnis akan semakin berkembang dan pada akhirnya bisnis akan menciptakan lapangan kerja baru. Meskipun demikian terdapat bahaya dari anggaran defisit, yaitu munculnya inflasi karena pengeluaran pemerintah lebih besar daripada pendapatan. Selain itu, untuk mendapatkan dana biasanya pemerintah harus meminjam uang. Dengan demikian, utang pemerintah semakin meningkat.
3. Anggaran Berimbang
Anggaran berimbang dipakai jika pendapatan negara diperkirakan sama dengan pengeluaran negara. Manajemen Utang Negara Utang suatu negara tidak dapat dibayar sekaligus, namun harus dibayar dengan cara mencicil. Kalaupun negara bertekad membayar semua hutang secara sekaligus, pembayaran semacam ini dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi. Karena itulah suatu negara perlu melakukan pengaturan pembayaran utang dengan cara:
a. Mempertahankan keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran
b. Tidak menambah utang baru dengan membuat anggaran surplus tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
Adalah suatu bentuk anggaran apabila penerimaan Negara dari tahun ke tahun selalu meningkat dan terbuka dan diiringi meningkatnya pengeluaran Negara, dari sisi penerimaan yang perlu ditingkatkan adalah penerimaan pajak, tabungan dan pinjaman pemerintah (http://nurjatiwidodo.lecture.ub.ac.id).
→KESIMPULAN
Jenis anggaran itu ada 4 antara lain adalah sebagai berikut: Anggaran surplus, anggaran defisit, anggaran berimbang, anggaran dinamis
G. Fungsi Anggaran
Fungsi anggaran menurut Mardiasmo yaitu: 1. Alat perencanaan
Sebagai Alat Perencana (Planning Tool) : Anggaran sektor publik : merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah → berapa biaya yang dibutuhkan → berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerintah tersebut.
a. Menentukan tujuan dan sasaran kebijakan → visi dan misi
b. Merencanakan program dan kegiatan → tujuan organisasi, merencanakan alternatif sumber pembiayaan
c. Mengalokasikan dana → program dan kegiatan
d. Menentukan indicator kinerja dan tigkat pencapaian strategi
2. Alat pengendali
Sebagai Alat Pengendali (Controlling Tool) : Anggaran memberikan rencana detail ataspendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik
a. Membandingkan kinerja actual vs kinerja yang dianggarkan b. Menghitung selisih anggaran
c. Menentukan penyebab baik yang controllable maupun uncontrollable atas suatu masalah (virus)
3. Alat kebijakan fiskal
Sebagai Alat Kebijakan Fiskal
a. Bertujuan menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Anggaran → Dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah → prediksi-prediksi dan estimasi ekonomi
b. Anggaran dapat digunakan untuk mendorong, memfasilitasi, dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
4. Alat politik
Sebagai Alat Politik (Political Tool): Anggaran digunakan untuk memutuskan prioritas-prioritas dan kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut. Pada sektor publik, anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislative atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu.
5. Alat koordinasi dan komunikasi
Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi (Coordinating and Communication Tool) : Setiap unit kerja pemerintahan terlibat dalam proses penyusunan anggaran. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. Anggaran publik juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif.
6. Alat penilaian kinerja
Sebagai Alat Penilaian Kinerja (Performance Measurement Tool) : Anggaran merupakan wujud komitmen dari budget holder (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran dan efisiensi pelaksanaan anggaran. Kinerja manajer public dinilai berdasarkan berapa yang berhasil ia capai dikaitkan dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Sebagai Alat Motivasi (Motivation Tool) : Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara ekonomis, efektif dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang telahditetapkan.
8. Alat menciptakan ruang publik
Sebagai Alat Untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere) : Anggaran public tidak boleh diabaikan oleh kabinet, birokrat, dan DPR/ DPRD. Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, Perguruan Tinggi, dan berbagai organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam proses penganggaran publik (http://nurjatiwidodo.lecture.ub.ac.id). →KESIMPULAN
Fungsi anggaran adalah sebagai berikut : Alat perencanaan, alat pegendali, alat kbijakan fiscal, alat politik,alat koordinasi dan komunikasi, alat penilaian kerja, alat motivasi, dan alat menciptakan ruang.
H. Manfaat Anggaran
Anggaran merupakan alat manajemen dalam melaksanakan fungsinya, (planing, organizing, directing dan controlling). Mengenai manfaat anggaran ini akan penulis kutipkan pendapat para ahli. Manfaat anggaran menurut M Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan” adalah sebagai berikut.
1. Segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan bersama.
2. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan pegawai. 3. Dapat memotivasi pegawai.
4. Menimbulkan tanggung jawab tertentu pada pegawai.
5. Menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu.
6. Sumber daya seperti : tenaga kerja, peralatan, dan dana dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.
7. Alat pendidikan bagi para manajer. (2000:12-13)
Menurut Horgen dalam bukunya “Cost Accounting Amanagerial Emphasis”, adalah sebagai berikut:
kriteria prestasi, dan (c) Meninggkatkan komunikasi dan koordinasi dalam organisasi” (2003:510) (http://sucikurniawatikebumen.blogspot.com)
→KESIMPULAN
Dari kedua pendapat diatas, jelas manfaat dari anggaran adalah memberikan petunjuk kearah mana perusahaan, sehingga semua pihak dalam perusahaan dapat mengarahkan aktivitasnya sesuai dengan yang telah dianggarkan serta masing-masing akan saling menyesuaikan diri. Dengan demikian terciptalah koordinasi dan pengendalian yang baik.
I. Kelemahan Anggaran
Disamping mempunyai banyak manfaat, namun anggaran juga mempunyai beberapa kelemahan, menurut M Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan” adalah sebagai berikut:
1. Anggaran dibuat berdasarkan taksiran dan anggapan sehingga mengandung unsur ketidakpastian.
2. Menyusun anggaran yang cermat memerlukan waktu, uang, dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga tidak semua perusahaan mampu menyusun anggaran secara lengkap dan akurat.
3. Bagi pihak yang merasa terpaksa untuk melaksanakan anggaran dapat mengakibatkan mereka mengerutu dan menentang, sehingga anggaran tidak akan efektif (2000:13) (http://sucikurniawatikebumen.blogspot.com)
→KESIMPULAN
Daftar Pustaka
Kinan. 2012. Pengertian Penganggaran. (Online),
http://kinanzahirah.wordpress.com/2012/10/03/penganggaran/ diakses pada 11 oktober 2014
Kurniawati, Suci. 2012. Anggaran. (Online),
http://sucikurniawatikebumen.blogspot.com/2012/03/anggaran.html diakses pada 15 Oktober 2014
Mungil, Agiel. 2010. Tepri Politik Keuangan Publik dan Kebijakan Anggarann. (Online),
http://fia-ub.blogspot.com/2013/02/teori-politik-keuangan-publik-dan.html diakses pada 12 Oktober 2014
Putra, Aryono. 2011. Politik Anggaran di Indonesia. (Online),
http://aryonoputra.blogspot.com/2011/10/politik-anggaran-dan-pengelolaan.html
diakses pada 11 Oktober 2014
Putra, Herman. 2013. Pengertian Politik Menurut Para Tokoh dan Ahli. (online),
http://herma-putra.blogspot.com/2013/08/pengertian-politik-menurut-para-tokoh.html diakses pada 12 Oktober 2014
Widodo, Nurjati. 2012.Teori Politik Keuangan Publik dan Kebijakan Anggaran. (Online), (
http://nurjatiwidodo.lecture.ub.ac.id/files/2012/10/Pertemuan-5-Teori-Politik-KN-Kebijakan-Anggaran.pdf) dan
( http://nurjatiwidodo.lecture.ub.ac.id/files/2012/09/Pertemuan-2-Konsep-Manajemen-Keuangan-Publik.pdf) diakses pada 12 Oktober 2014
_______________, _______. Menyoal Poltik Anggaran Kita. (Online),
Teori Politik Keuangan Publik dan Kebijakan Anggaran
Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Mnajemen Keuangan Publik yang dibimbing oleh Bpk. Abdul Wachid, Drsss, M.AP
Oleh:
Wulan Fitriyawati (125030107111105)
No Absen (38)
Kelas ( )
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK