• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembajakan Kapal Di Laut Lepas Ditinjau Dari Hukum Internasional (Studi Kasus Kapal Mv Jahan Moni)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembajakan Kapal Di Laut Lepas Ditinjau Dari Hukum Internasional (Studi Kasus Kapal Mv Jahan Moni)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBAJAKAN KAPAL DI LAUT LEPAS DITINJAU DARI

HUKUM INTERNASIONAL

(Studi Kasus Kapal MV Jahan Moni)

S K R I P S I

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Memperoleh

Gelar Sarjana Hukum

Oleh :

YUDI TRIANANTHA

NIM: 070200298

DEPARTEMEN :HUKUM INTERNASIONAL

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

PEMBAJAKAN KAPAL DI LAUT LEPAS DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL (STUDI KASUS KAPAL MV JAHAN MONI)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dan Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Rangka Memperoleh Gelar Sarjana Hukum

Oleh :

YUDI TRI ANANTHA NIM: 070200298

DEPARTEMEN HUKUM INTERNASIONAL Disetujui Oleh :

Ketua Departemen Hukum Internasional

NIP. 196403301993031002 Arif, S.H.,M.H.

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Arif, S.H.,M.H.

(3)

KATA PENGANTAR

Segala Hormat dan Puji dan Syukur hanya bagi-Nya. Yang menciptakan segala yang ada di bumi dan di surga dan memampukan penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas skripsi ini dengan baik . Didalam Kasih Anugerah-Nya yang begitu besar, yang sama sekali tidak terpikirkan oleh akal budi Penulis, membuat Penulis selalu bersyukur dan menyadari bahwa semuanya adalah karena Penulis begitu berharga sebagai ciptaan-nya

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengakui dengan sadar bahwa skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan.Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pihak manapun demi kesempurnaan skripsi ini.

Skrips ini berjudul “PEMBAJAKAN KAPAL DI LAUT LEPAS DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL (STUDI KASUS KAPAL MV JAHAN MONI ) terlepas dari pihak-pihak yang membantu penulis dalam pengerjaan skripsi ini serta membantu penulis dalam menghadapi masa-masa kuliah di Fakultas Hukum USU baik dengan dukungan moril maupun materil sehingga penulis akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Teristimewa buat kedua orang tuaku yang selama ini telah mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih dan sabar. Terima Kasihku kepada Ayah dan Ibuku yang selalu mendoakanku.

2. Bapak Prof.Dr.Runtung Sitepu, S.H.,M.H., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.s

3. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, M.Hum.,selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Syafruddin Hasibuan, SH, M.Hum, DFM, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

(4)

6. Bapak Arif, S.H.,M.H., selaku Ketua Departemen Hukum Internasional Universitas Sumatera Utara dan Dosen Pembimbing I yang sangat banyak membantu penulis dan meluangkan waktunya untuk membaca, memeriksa serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Deni Purba. S.H.,LLM.selaku Dosen Pembimbing I yang sangat banyak membantu penulis dan meluangkan waktunya untuk membaca, memeriksa serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Bapak Dr.Jelly Leviza, S.H.,M.Hum., selaku Sekretaris Departemen Hukum Internasional Universitas Sumatera Utara.

9. Serta seluruh staf pengajar dan staf pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

10.Kepada Bang Dedi, selaku asisten di Departemen Hukum Internasional yang turut membantu dan menemani penulis dalam mengurus skripsi. 11.Dan kepada semua pihak yang membantu penulis selama menjalani masa

kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara ini dan tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu.

Dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa tanpa dukungan dan bantuan dari semua pihak maka penulis tidak akan mungkin mampu menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan dan kekurangan selama ini, baik itu kata-kata maupun perbuatan.

Semoga yang penulis sajikan dalam skripsi ini dapat membawa manfaat bagik kita semua.

Medan, Juli 2013 Hormat Penulis,

(5)

DAFTAR ISI

ABSTRAK

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan Masalah ... 6

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan ... 6

D. Keaslian Penulisan ... 7

E. Tinjauan Kepustakaan ... 7

F. Metode Penelitian ... 18

G. Sistematika Penulisan ... 20

BAB II : PENGATURAN PEMBAJAKAN DI LAUT LEPAS BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL A. Sejarah Pembajakan di laut lepas ... 22

B. Pengaturan Hukum Internasional mengenai pembajakan di laut lepas... 28

C. Ketentuan Pembajakan laut lepas berdasarkan konvensiJenewa 1958 dan Konvensi Hukum laut PBB 1982 ... 47

BAB III PEMBAJAKAN KAPAL MV JAHAN MONI A. Pembajakan terhadap Kapal MV Jahan Moni ... .... 61

B. Penyebab terjadinya pembajakan kapal MV Jahan Moni ... .... 65

(6)

BAB IV : Upaya-Upaya dalam Menangani Permasalahan Pembajakan Di laut Lepas pada kasus Kapal MV Jahan Moni

A. Pengamanan atau penangkapan terhadap pembajakan kapal di

laut lepas ... .... 74

B. Kerjasama pesisir Indian Ocean Region (IOR) atau Wilayah

Samudera India dalam penanganan Pembajakan kapal laut lepas .. 81 C. Solusi Pembajakan Kapal MV Jahan Moni ... .... 84

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... .... 91 B. Saran ... .... 92

(7)

ABSTRAK

Pembajakan di laut lepas baik yang dilakukan oleh kapal-kapal asing, maupun oleh kapal-kapal domestik di wilayah perairan internasional akhir-akhir ini telah menimbulkan keresahan bagi pelayaran internasional.Penindakan kejahatan pembajakan laut lepas tersebut, didasarkan pada berlakunya hukum internasional yang berkaitan dengan pembajakan laut lepas.Sebuah kapal M.V. Jahan Moni berbendera Bangladesh di lepas pantai India di Laut Arab dibajak oleh orang Somalia.Para pembajakan Somalia mulai naik kapal setelah mengejar M.V. Jahan Moni di Laut Arab.

Adapun permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimanapengaturan pembajakan di laut lepas berdasarkan hukum internasional, bagaimana pembajakan kapal MV Jahan Moni dan bagaimanaupaya-upaya dalam menangani permasalahan pembajakan di laut lepas pada kasus kapal MV Jahan Moni?

Adapun metode penelitian dilakukan dengan Penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan dilakukan dengan cara meneliti bahan kepustakaan, dan Penelitian hukum empiris. Penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian hukum normatif atau disebut juga dengan studi kepustakaan (library research) dengan perolehan data sekunder yang bersumber sari majalah, buku-buku, jurnal, surat kabar, website online, dan dokumen pustaka lainnya.

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikutAksi pembajakan di laut lepas tersebut pada awalnya dan pada umumnya adalah dilatarbelakangi oleh faktor-faktor ekonomi.Namun pada perkembangannya dan dalam situasi dewasa ini, fenomena pembajakandalam konteks tindakan kekerasan di Laut Lepas yang lebih luas.Hal ini mengingat semakin dimungkinkannya ancaman aksi terorisme di kedua Selat ini yang dilatarbelakangi masalah non ekonomi (ideologi), dimana sangat dimungkinkan bahwa aksi-aksi tersebut juga dilakukan di Laut Lepas, serta kapal-kapal di laut.Pengaturan pembajakan di Laut Lepas berdasarkan hukum internasional yakni berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB 1982. Konvensi Jenewa juga senada dengan Pasal 105 UNCLOS yang menyatakan Di Laut Lepas, atau disetiap tempat lain di luar yurisdiksi Negara manapun setiap Negara dapat menyita suatu kapal atau pesawat udara pembajakan atau suatu kapal atau pesawat udara yang telah diambil oleh pembajakan dan berada di bawah pengendalian pembajakan dan menangkap orang-orang yang menyita barang yang ada di kapal. Perubahan atau peninjauan ulang (revisi) dapat dilakukan dengan cara memperluas yurisdiksi internasional dengan protocol tambahan, menambah protocol dalam United Nations Convention On Law of the Sea (UNCLOS 1982) mengenai mekanisme untuk mengadili para perompak, amandemen UNCLOS 1982 melalui ketentuan pasal 311 menambahkan pembajakan di laut sebagai salah satu tindak pidana yang dapat diadili dalam Mahkamah Pidana Internasional atau

International Criminal Court (ICC) dan membentuk pengadilan khusus yang menangani pembajakan di laut.

Referensi

Dokumen terkait

KEWENANGAN NEGARA TERHADAP PENYELIDIKAN KECELAKAAN PENERBANGAN SIPIL INTERNASIONAL DI LAUT LEPAS MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi Kasus Pesawat Malaysia Airlines MH370)2. Fakultas

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KAPAL ASING YANG MELAKUKAN ILLEGAL FISHING DI WILAYAH ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA DITINJAU DARI HUKUM LAUT INTERNASIONAL (STUDI KASUS

Jika tindakan pembajakan terjadi di laut lepas atau diluar wilayah perairan suatu Negara maka semua Negara dapat melakukan penyitaan atas kapal atau pesawat perompak

Kajian Hukum Terhadap Tindak Pidana. Pembajakan Kapal Asing di Perairan

wilayah teritorial suatu negara pantai. Ketentuan Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982 yang mengatur tentang. pembajakan, sebenarnya mengambil alih ketentuan-ketentuan yang terdapat

diatas kapal tersebut yang terjadi di laut lepas di luar yurisdiksi dari

Konvensi Jenewa juga senada dengan Pasal 105 UNCLOS yang menyatakan Di Laut Lepas, atau disetiap tempat lain di luar yurisdiksi Negara manapun setiap Negara dapat menyita

wilayah teritorial suatu negara pantai. Ketentuan Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982 yang mengatur tentang. pembajakan, sebenarnya mengambil alih ketentuan-ketentuan yang terdapat