Analisis Pengaruh Kebijakan Ekonomi Paska re-elected Rousseff
Pasca terpilihnya kembali Dilma Rousseff sebagai Presiden Brasil, muncul berbagai reaksi dan impacts yang terjadi di negeri samba. Pengaruh tersebut berimbas pada sektor ekonomi, sosial dan keamanan. Hal paling signifikan yang terlihat pasca terpilihnya Rousseff adalah pasar saham Brasil mengalami penurunan sebesar 6,8%. Hal ini patut untuk dijelaskan secara gamblang berbagai faktor penyebabnya.
Untuk kemudian menganalisis lebih jauh, digunakanlah the decision-making approach sebagai kerangka teori untuk menjelaskan dinamika yang terjadi. Seperti yang diungkapkan oleh Richard C. Snyder, bapak dari the decision-making approach, kunci penjelasan mengapa sebuah negara berperilaku demikian terletak pada para pembuat keputusan yang menginterpretasikan keadaan.1
Dilma Rousseff yang menjadi subjek analisis, secara lebih lanjut di jelaskan melalui the rational actor model. Terdapat banyak sekali model ataupun teori yang berkaitan dengan rational actor namun miliknya Janice Gross Stein lah yang dijadikan kerangka acuan penjelasan. Disebutkan bahwa bagaimana kita memahami foreign policy decision-making, Stein mengatakan sebagai bagian dari proses pemilihan pilihan yang cukup terinformasi, pembuat kebijakan rasional harus menghadirkan informasi terbaru. Mereka butuh
update estimasi respon yang dihasilkan terhadap informasi baru yang dapat dipercaya yang mengandung berbagai fakta signifikan.
Sejauh ini penggambaran tentang rational decision maker mendekati nalar yang wajar. Orang yang membuat pilihan penting tentang kebijakan harus logis, diskriminatif sementara juga terbuka kepada fakta baru yang dimana harus coherent dan konsisten dalam merespon argumen logis. Pembuat kebijakan rasional adalah mereka yang terbuka pada pendapat dan fakta, dan yang paling memikirkan tentang konsekuensi dari opsi yang dipilih. Secara minimal, persyaratan dari pembuat kebijakan rasional adalah sang pembuat kebijakan dapat belajar dari sejarah, dapat mengambil persoalan dari masa lampau dan mengaplikasikannya dengan cara yang tepat di masa mendatang dengan konsekuensi yang akan mereka hadapi. Selain itu, para pembuat kebijakan rasional memilih opsi yang paling memiliki nilai paling baik kepada mereka. Rational choosers, dapat mengestimasi paling baik kemungkinan dan efesiensi dalam pilihin yang mereka buat. Berikut model dari rational choice miliknya Stein:
Dilma Rousseff yang di masa lampaunya pernah memimpin sebagai presiden, berdasarkan kebijakan-kebijakan yang di ambil sebelumnya menimbulkan impacts yang tidak begitu baik. Rousseff yang merupakan leftist workers party, cenderung membuat kebijakan yang ‘ramah’ kepada rakyat, sesuai janjinya pada saat kampanye. Oposisinya Aécio Neves, yang mengedepankan international financial interests. Hal ini merupakan salah satu faktor turunnya harga saham di Brasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi investor, yang menganggap Rousseff tidak dapat mengakomodir kepentingan mereka.
Hal diatas dapat membantu memberikan informasi mengenai latar belakangnya dalam pemilihan kebijakan yang akan Rousseff ambil. Operasionalisasi model miliknya Stain dapat dijelaskan sebagai berikut, Roussef yang cenderung ramah dengan kebijakan pro-rakyat dihadapkan dengan realita dan fakta yang menunjukkan perekonomian mereka sedang tidak
Identify the
dalam keadaan baik dengan inflasi sebesar 6,75%2. Walaupun ia harus tetap berusaha
memenuhi janji kampanyenya, namun ia harus segera membuat keputusan politik untuk mengakhiri keadaan yang dapat mengancam perekonomian negaranya. Rousseff kemudian dengan segera mengumumkan rencananya untuk menunjuk menteri keuangan yang baru menggantikan Guido Mantega. Dengan keputusannya mengganti menteri keuangan yang baru diharapkan dapat memperbaiki keadaan ekonomi yang fragile. Menurut Tony Volpon, managing director dan kepala dari EM research Americas di Nomura Securities International, New York menyatakan bahwa “If she is able to bring somebody with autonomy and stature to deal with the country’s economic problems…it will be a sign of her willingness to change and to adopt different policies,”
Walau demikian, para ekonom berpendapat bahwa kebijakan-kebijakannya masih belum banyak yang mampu mengembalikan pertumbuhan ekonomi seperti dahulu, karena dipengaruhi oleh latar belakangnya sebagai seorang Marxist yang mempengaruhi pertimbangan rasionalnya.
2 Reed Johnson, Rogerio Jelmayer, dan Luciana Magalhaes. 28 oktober 2014. Investors Give Thumbs Down on Brazil Vote: Currency, Stocks Fall After President Rousseff Is Re-Elected; Choice of Finance Minister Awaite. Wall Street Journal.