Resume Pengembangan Pembelajaran PKN
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran PKN SD Dosen Pengampu : Chairiyah, S.Pd. M.Pd.
Disusun oleh
Muhamad Syaban Subekti
5.A
( 11 015 001 )
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
2013
A. Metode Pembelajaran Pkn di SD
Pembelajaran PKn merupakan salah satu mata pelajaran pokok di sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan warga negara dalam dimensi spiritual, rasional, emosional dan sosial, mengembangkan tanggung jawab sebagai warga negara, serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagai warga negara supaya menjadi warga negara yang baik.
Menurut Udin S. Winataputra, dkk (2007: 5.52) Dalam pembelajaran PKn, kemampuan menguasai metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki guru. Metode yang dipilih dalam pembelajaran PKn harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran PKn, karakteristik materi pembelajaran PKn, situasi dan lingkungan belajar siswa, tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa, waktu yang tersedia dan kebutuhan siswa itu sendiri.
Aspek-aspek di atas harus diintegrasikan dalam proses pembelajaran menjadi suatu sinergi sehingga pesan pembelajaran dapat ditangkap oleh siswa secara benar dan optimal serta dapat diejawantahkan dalam perilaku sehari-hari. Guru dapat mengupayakan terwujudnya hal tersebut dengan cara melaksanakan proses pembelajaran yang tepat. Berikut ini beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran pkn
1. PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO
Portofolio adalah kumpulan karya siswa yang di susun secara sistematis dan terorganisir sebagai hasil dari usaha pembelajaran yang telah di lakukannya dalam kurun waktu tertentu. Portofolio dalam Pkn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik dan menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan suatu isu kebijakan politik yang telah di putuskan untuk di kaji, baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan (Udin S Winatapura, 2005)
Portofolio kelas berisi bahan bahan seperti pernyataan pernyataan tertulis, peta, grafik, photografi dan karya seni asli. Bahan-bahan ini menggambarkan :
a. Hal-hal yang telah di pelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah di pilih. b. Hal-hal yang telah di pelajari siswa berkenaan dengan alternative-alternative pemecahan
terhadap masalah tersebut.
d. Rencana tindakan yang telah di buat siswa untuk di gunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan.
Pembelajaran Pkn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang di pergunakan dalam proses politik. Pembelajaran Pkn bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara:
a. Membekali pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan untuk berpartisipasi secara efektif.
b. Membekali pengalaman praktis yang di rancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektifitas partisipasi.
c. Mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara.
2. MODELLING
Dalam pembelajaran Pkn guru merupakan modelling yang sangat berperan untuk mengajarkan materi-materi yang berisi nilai-nilai moral. Anak akan melihat dan mengamati apa yang di lakukan model kemudian menirukannya dalam perilaku. Selain guru model yang di gunakan dalam pembelajaran Pkn dapat berupa :
a. Manusia, misalnya tokoh masyarakat, aparat pemerintah, pemimpin negara, pahlawan bangsa.
b. Non manusia, misalnya mengunakan kancil dalam cerita dongeng.
3. DEMONTRASI
Metode Demonstrasi biasa digunakan untuk memperagakan atau menunjukan suatu prosedur yang harus dilakukan peserta didik yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan kata-kata saja. Metode demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasa yang harus di demonstrasi.
Tujuan metode demontrasi :
a. Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dimiliki peserta didik atau dikuasai peserta didik.
c. Mengembangkan kemampuan pengamatan dengan pendengaran dan penglihatan para peserta didik secara bersama-sama.
4. BERMAIN PERAN
Metode bermain peran adalah berperan atau memainkan peranan dalam dramatisasi masalah sosial atau psikologis. Bermain peran adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang digunakan untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandangan dan cara berfikir orang lain (Depdikbud, 1964:171). Melalui metode bermain peran siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi, dengan bantuan kelompok sosial yang anggotanya teman-temannya sendiri. Dengan kata lain metode ini berupaya membantu individu melalui proses kelompok sosial.
Melalui bermain peran, para siswa mencoba mengeksploitasi masalah-masalah hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya. Hasilnya didiskusikan dalam kelas. Proses belajar dengan menggunakan metode bermain peran diharapkan siswa mampu menghayati tokoh yang dikehendaki, keberhasilan siswa dalam menghayati peran itu akan menetukan apakah proses pemahaman, penghargaan dan identifikasi diri terhadap nilai berkembang: (Hasan, 1996: 266).
Tujuan dari penggunaan metode bermain peran adalah sebagai berikut : a. Untuk motivasi siswa,
b. Untuk menarik minat dan perhatian siswa,
c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi situasi dimana mereka mengalami emosi, perbedaan pendapat dan permasalahan dalam lingkungan kehidupan sosial anak,
d. Menarik siswa untuk bertanya,
e. Mengembangkan kemampuan komusikasi siswa,
f. Melatih siswa untuk berperan aktif dalam kehidupan nyata.
5. KARYA WISATA
Tujuan penggunaan metode karyawisata antara lain:
a. Untuk melengkapi pengetahuan yang diperoleh di sekolahatau kelas
b. Untuk melihat, mengamati, menghayati secara langsung dan nyata mengenai obyek tersebut
c. Untuk menanamkan nilai moral pada siswa
B.Media Pembelajaran PKn
Pengertian media pembelajaran PKn adalah media yang terpilih dan cocok untuk pembelajaran PKn . Mata pelajaran PKn mempunyai misi membina nilai, moral, dan norma secara utuh bulat dan berkesinambungan.
Untuk mencapai sasaran dan target tersebut, dalam pelaksanaan pembelajaran diperlukan penataan alat, bahan, dan sumber belajar agar dapat dilihat dan mudah digunakan oleh siswa. Sumber belajar dapat berupa media cetak, model, gambar-gambar, laporan, dan kliping. Media pembelajaran dalam PKn harus dapat menstimulus lahirnya proses pembelajaran yang aktif dan kreaktif. Dalam pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar PKn, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan untuk media PKn, yaitu:
a. membawakan sesuatu atau sejumlah isi pesan harapan b. memuat nilai atau moral kontras
c. diambil dari dunia kehidupan nyata d. menarik minat dan perhatian siswa e. terjangkau oleh kemampuan belajar siswa
Media-media yang digunakan dalam Proses Pembelajaran PKN
Merancang media pembelajaran PKn sangat tergantung dari jenis media yang digunakan. Di bawah ini diulas kembali jenis media yang dapat digunakan/dikembangkan dalam pembelajaran PKn, yaitu:
a. Hal-hal yang bersifat visual, seperti bagan, matriks, gambar, data , dan lain-lain b. Hal-hal yang bersifat materiil, seperti model-model, benda contoh
Berkaitan dengan hal di atas, maka pembelajaran PKn dapat menggunakan berbagai jenis media yaitu media visual, media audio video atau media berbasis komputer. Namun dari beberapa pilihan media diambil harus mampu memenuhi syarat dan karakterristik pembelajaran PKn, misalnya mampu mengajak siswa berfikir kritis, dan peka. Hal lain adalah penerapan suatu media dalam proses belajar mengajar PKn yang tentu saja harus disesuaikan dengan pokok bahasan yang ingin kita sampaikan kepada siswa. Sebagai contoh, pokok bahasan Sumpah Pemuda maka media yang sesuai untuk pokok bahasan tersebut adalah media video. Media video dapat menghadirkan gambaran tentang Tanah air Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, juga dapat menayangkan Peta Indonesia. Dengan demikian para siswa diharapkan dapat memahami pentingnya makna peristiwa Sumpah Pemuda bagi kemerdekaan Republik Indonesia.
a. Media Visual
Seperti halnya media yang lain, media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang termasuk media visual adalah:
1. Gambar atau foto
Kita sering menggunakan gambar atau foto sebagai media pembelajaran karena gambar merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja oleh siapa saja. Manfaat atau kelebihan gambar atau foto sebagai media pembelajaran adalah: a. Memberikan tampilan yang sifatnya konkrit
b. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
c. Gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita
d. Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja
e. Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus
2. Sketsa
3. Diagram
Berfungsi sebagai penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. Isi diagram pada umumnya berupa petunjuk-petunjuk. Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur dari objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada. Ciri-ciri dari sebuah diagram yang baik adalah:
a. benar, digambar rapi, diberi judul, label dan penjelasanpenjelasan yang perlu b. cukup besar dan ditempatkan strategis
c. penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
4. Bagan
Terdapat dua jenis bagan yaitu bagan yang menyajikan pesannya secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya sekaligus. Chart yang menyajikan pesannya secara bertahap misalnya adalah flipchart atau hidden chart, sementara bagan atau chart yang menyajikan pesannya secara langsung misalnya bagan pohon (tree chart), bagan alir (flow chart), atau bagan garis waktu (time line chart). Bagan atau chart Berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita menjumpai jenis media visual lain seperti gambar, diagram, atau lambanglambang verbal. Ciri-ciri bagan sebagai media yang baik adalah:
a. dapat dimengerti oleh pembaca
b. sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit
c. dapat diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap mengikuti perkembangan jaman juga tidak kehilangan daya Tarik
5. Poster
Poster dapat dibuat di atas kertas, kain, batang kayu, seng dan sebagainya. Poster tidak saja penting untuk menyampaikan pesan atau kesan tertentu akan tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Ciri-ciri poster yang baik adalah:
a. Sederhana
d. slogan yang ringkas dan jitu e. ulasannya jelas
f. motif dan desain bervariasi
b. Media Audio
Media audio adalah jenis media yang berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang uaditif. Beberapa jenis media yang dapat digolongkan ke dalam media audio adalah sebagai berikut:
1. Radio
Media ini dapat merangsang partisipasi aktif dari pendengar. Siaran radio sangat cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa. Bahkan radio juga dapat digunakan sebagai pemberi petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa dalam pembelajaran.
2. Alat perekam magnetic
Alat perekam magnetik atau tape recorder adalah salah satu media yang memiliki peranan yang sangat penting dalam penyampaian keakuratan sebuah informasi. Melalui media ini kita dapat merekam audio, mengulangnya dan menghapusnya. Selain itu pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume, sehingga dapat menimbulkan berbagai kegiatan diskusi atau dramatisasi.
c. Media Proyeksi Diam
Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya adalah:
1. Film Bingkai
Film bingkai adalah suatu film positif baik hitam putih ataupun berwarna yang berukuran 35 mm, dan umumnya dibingkai dengan ukuran 2 x 2 inchi. Untuk melihatnya perlu ditayangkan dengan proyektor slide. Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai sebagai media pembelajaran adalah:
a. materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kepada seluruh siswa secara serentak b. perhatian siswa dapat dipusatkan pada satu persoalan, sehingga dapat menghasilkan
keseragaman pengamatan
c. Fungsi berfikir siswa dirangsang dan dikembangkan secara bebas d. Penyimpanannya mudah dan praktis
2. Film Rangkai
Film rangkai hampir sama dengan film bingkai, bedanya pada film rangkai frame atau gambar tidak memerlukan bingkai dan merupakan rangkaian berurutan dari sebuah film atau gambar tertentu. Jumlah gambar pada 1 rol film rangkai adalah sekitar 50 sampai dengan 75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130 cm tergantung pada isi film itu. Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pembelajaran yang berbeda dalam satu rangkai sehingga cocok untuk mengajarkan keterampilan, penyimpanannya mudah serta dapat digunakan untuk bahan belajar kelompok atau individu
3. OHT
Over Head Transparancy (OHT) adalah media visual proyeksi, dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8,5 x 11 inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya yang dikenal dengan sebutan Over Head Projector (OHP). Beberapa keuntungan penggunaan OHT sebagai media pembelajaran diantaranya adalah:
a. gambar yang diproyeksikan lebih jelas bila dibandingkan jika digambarkan di papan tulis
b. ruangan tidak perlu digelapkan
c. sambil mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa
d. mudah dioperasikan sehingga tidak memerlukan bantuan operator e. menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang f. praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas atau ruangan
d. Media Proyeksi Gerak dan Audio Visual
Beberapa jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah:
1. Film gerak
Film gerak merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat meanrik karena mampu mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak, film juga dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan.
2. Program TV
3. Video
Pesan yang disajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Beberapa kelebihan penggunaan media video dalam pembelajaran adalah:
a. dengan alat perekam video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari para ahli
b. demonstrasi yang sulit dapat dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar seorang guru dapat memusatkan perhatian pada penyajiannya
c. menghemat waktu karena rekaman dapat diputar ulang
d. dapat mengamati lebih dekat dengan objek yang berbahaya ataupun objek yang sedang bergerak
e. ruangan tidak perlu digelapkan pada saat penyajian
4. Multimedia
Vaughan (2004) menjelaskan bahwa multimedia adalah sembarang kombinasi yang terdiri atas teks, seni grafik, bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna melalui komputer. Sejalan dengan hal di atas, Heinich et al (2005) multimedia merupakan penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu seperti teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem komputer. Namun kelemahan dari media ini adalah harus didukung oleh peralatan memadai seperti LCD projektor dan adanya aliran listrik. Keuntungan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep abstrak dengan lebih mudah, selain itu juga penggunaan media komputer dalam bentuk multimedia dapat memberikan kesan yang positif kepada guru karena dapat membantu guru menjelaskan isi pelajaran kepada pelajar, menghemat waktu dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
5. Benda
C. Sumber Belajar
1. Pesan (message)
Maksudnya segala informasi yang harus di salurkan oleh komponen yang lain yang berbentuk ide, fakta, pengertian dan data. Yang di maksud komponen lain yaitu guru. Dengan adanya guru dalam pembelajaran PKn di kelas akan dapat mempermudahkan siswa dalam menyerap informasi. Guru akan menyampaikan ilmu-ilmu PKn di dalam kelas
2. Orang
Yaitu orang yang bertindak sebagai penyimpan dalam penyalur pengolah dan pengkaji pesan. Misal guru mendatangkan para ahli untuk menyampaikan pesan seperti dokter menceritakan cara mengobati pasien di Puskesmas.
3. Bahan
Yaitu barang-barang yang lazim di sebut media/perangkat lunak (software) yang biasanya berisikan pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan, bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian. Media pembelajaran, sebagai salah satu sumber belajar, ikut membantu guru dalam memudahkan tercapainya pemahaman materi ajar oleh siswa, serta dapat memperkaya wawasan siswa.
4. Peralatan (device)
Yaitu sesuatu yang disebut media/hardware yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Misal vidio pembacaan teks Proklamasi oleh bapak Soekarno.
5. Teknik/metode
Yaitu prosedur yang disisipkan dalam mempergunakan bahan pelajaran, peralatan, situasi dan orang yang menyampaikan pesan. Contoh guru mendemonstrasikan (memberi contoh) mengenai bagaimana cara memegang bendera saat upacara.
6. Lingkungan/setting
Salah satu sumber yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran PKn di sekolah dasar adalah lingkungan. Lingkungan yang dapat digunakan untuk pembelajaran PKn di sekolah dasar adalah lingkungan alam, lingkungan social, dan lingkungan budaya
tetapi mereka mampu melakukan interaksi dengan lingkungan sekitarnya,. Hal ini akan sangat berguna bagi tercapainya tujuan pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran PKn di Sekolah Dasar dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Pemanfaatan lingkungan sosial
Pemanfaaatan lingkungan sosial dalam pembelajaran PKn di Sekolah Dasar ini terkait dengan beberapa standar kompetensi diantaranya memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan. Dalam proses pembelajaran untuk kompetensi dasar ini siswa diajak secara langsung mendatangi kantor kepala desa atau kantor kecamatan. Kemudian siswa diminta untuk mengamati tentang system pemerintahan yang ada di tingkat desa atau kecamatan, mislnya tentang struktur organisasinya. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak hanya memiliki bayangan, seperti yang didapatkan dari buku atau guru, tetapi secara langsung siswa mendapatkan pengalaman dari lingkungan sosial tentang apa yang mereka pelajari.
1. Pemanfaatan lingkungan budaya
Lingkungan budaya yang ada di sekitar siswa dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran PKn. Salah satu standar kompetensi yang ada dalam mata pelajaran PKn di sekolah dasar adalah bangga sebagai bangsa Indonesia. Di dalam standar kompetensi ini memuat beberapa kompetensi dasar yang akan dikembangkan pada siswa terkait dengan kebanggaan terhadap budaya bangsa kita.
Budaya nasional terbentuk berawal dari budaya daerah. Dengan demikian siswa dapat diberi materi pelajaran dengan memanfaatkan lingkungan budaya sekitarnya. Misalnya dengan cara mengenalkan system keagamaan, mata pencaharian, organisasi kemasyarakatan, bahasa, kesenian, dan usnsur-unsur budaya lainnya yang ada di lingkungan sekitar siswa. Dengan pembelajaran materi ini dengan memanfaatkan lingkungan budaya yang ada, siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan guru. Selain itu sikap bangga terhadap budaya siswa juga lebih mudah tertanam manakala siswa mengetahui langsung budaya daerahnya.
2. Pemanfaatan lingkungan alam
D. Model Pemelajaran PKn SD kelas rendah
A. Model Pembelajaran Induktif
Pendekatan ini dikembangkan oleh filosoft parancis Bacon yang menghendaki penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta-fakta yang kongkrit sebanyak mungkin.
Langkah-langkah yang harus ditempuh daalam model pembelajaran ini: 1. Guru memilih konsep
2. Guru menyajikan contoh-contoh khusus, prinsif atau aturan.
3. Guru menyajikan bukti yang berupa contoh tambahan untuk menunjang atau mengangkat perkiraan.
4. Guru menyusun pernyataan mengenai sifat umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah terdahulu.
5. Menyimpulkan dan tindak lanjut.
B. Pendekatan Deduktif
Pendekatan deuktif merupakan pendekatan yang mengutamakan penalaran dari umum ke Khusus. Langkah-langkah yang di tempuh dalam model pembelajaran ini:
1. Guru memilih konsep,prinsip,aturan yang akan disajikan.
2. Guru menyajikan aturan,prinsipyang bersifat umum, lengkap dengan definisi dan contoh-contohnya.
3. Guru menyajikan contoh-contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus dengan aturan prinsip umum yang didukung oleh media yang cocok. 4. Guru menyajikan bukti-bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan
umum itu merupakan gambaran dari keadaan khusus.
C. Model Ekspositori
Pendekatan Ekspositori merupakan suatu pendekatan yang menekankan pada integrasi guru dengan siswa. Dalam pendekatan ini terjadi komunikasi satu arah yaitu dari guru ke siswa sehingga guru jauh lebih aktif dari pada siswa.Di pendekatan ekspositori siswa sebagai objek. Langkah-langkah pembelajaran yang didasarkan pada pendekatan ini:
1. Guru menyiapkan materi dan perlengkapan lain yang akan di sampaikan. 2. Apersepsi dengan mengulangi sedikit materi yang lalu.
4. Guru yang kreatif akan menyiapkan perlengkapan yang mendukung. 5. Guru mulai mengadakan pembelajaran.
6. Guru menyimpulkan,menegaskan dan menyetel kaset yang sesuai dan memberikan tindak lanjut.
E. Model Pengembangan Pembelajaran PKn di Kelas Tinggi
Model pembelajaran di kelas tinggi merupakan model pembelajaran yang gunakan dalam proses pembelajarankelas IV sampai dengan VI .Model ini dimaksudkan agar peserta didik dapat menyerap materi pembelajaran,baik ranah kognitif, psikomotor, dan afektif secara optimal,sebabsiswa kelas tinggi pada dasarnya sudah pandai berkomunikasi baik melalui membaca,menulis, maupun berdiskusi.
Model pembelajaran PKn yang demokratis pada siswa kelas tinggi menekankan pendekatan berdiskusi menggunakan strategi cooperative learning
tipe think-pair-share.
1. Model Pembelajaran Cooperative Learning: Think-Pair-Share
Pendekatan pembelajaran ini pertama kali dikembangkan oleh Lyman (1981) dari Universitas Maryland, Amerika Serikat.Pembelajaran Cooperative Learning:
Think-Pair-Share merupakan model pembelajaran dengan cara siswa dikelompokkan menjadi beberapa grup diskusi dalam kelas. Pembentukan ini berujuan untuk meningkatkan partisipasi aktip siswa dalam mengekspresikanberbagai gagasan, curahanpendapat; menerima masukan yang imergen; dan menciptakan suasana saling menghargai.
Hasil diskusi kelompok kemudian disampaikan dalam diskusi antar kelompok(pair),sehingga siswa dapat membandingkan antara gagasan kelompok satu dan lainnya.Dengan demikian siswa dapat merasakan situasi diskusi dan menilai pendapat kelompok dari beberapa sudut pandang, serta dapat menemukan beberapa alternatif pemikiran. Perbedaan pendapat dalam proses diskusi juga dapat merangsang tumbuhnya gagasan dan pemikiran-pemikira kritis peserta.
1) Guru membagi kelas ke dalam 4-6 kelompok kecil, disesuaikan dengan rasio kelas. 2) Guru memberi tahu nama Team pada masing-masing kelompok, misalnyaTeam Mawar,
Team Melati,Team Kenanga, Team Kamboja. Masing-masing kelompok bersifat heterogen yang akan terlibat aktip mendiskusikan suatu topik atau tema pelajaran terkait dengan kompetensi dasar.
3) Guru memberi arahan kepada masing-masing kelompok agar memilih salah satu siswa sebagai ketua Team sekaligus sebagai moderator dan bertanggung jawab atas kelompoknya
4) Guru memberitahu masing-masing kelompok supaya memilih salah satu siswa sebagainotulis yang bertanggung jawab mencatat jawaban anggota dari masing-masing kelompok.
5) Guru memberitahu bahwa tiap-tiap anggota Team setidak-tidaknya harus memberikontribusi satu ide berdasarkan pertanyaan yang diberikan guru.
6) Guru memberitahu siswa bahwa melalui diskusi kelompok kecil siswa akan membandingkan pandangan atau gagasan dengan kelompok lain (pair).
7) Guru memberitahu untuk berbagi hasil diskusi keseluruh kelas (share) melalui notulis yang sudah dipilih masing-masing kelompok.
8) Selama proses diskusi guru membimbing siswa tentang pentingnya memelihara kerja sama, konsep pemimpin, serta pentingnya peran serta akuntabilitas individu atas keberhasilan kelompoknya
Cooperative Learning disebut juga berlajar dari kerjasama, yaitu pembelajaran dengan bekerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan seperangkat intruksi atau perintah-perintah pada kelompok kecil, sehingga siswa dapat menjalin kerjasama untuk memaksimalkan kerja setiap kelompok. Prinsip model pembelajaran ini untuk menciptakan saling ketergantungan positif antar siswa untuk mencapai tujuan dengan berpedoman bahwa tujuan akan tercapai jika keberhasilan diraih oleh setiap.
memberikan motivasi. Menurut Slavin (dalamAbrani dan Chamber, 1996), kerja sama meliputi tiga perspektif, sebagai berikut.
1) Perspektif motivasi, yaitu penghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling membantu.
2) Perspektif sosial,artinya melalui kerja sama setiap siswa akan saling membantu dalam belajar,karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan. Bekerjasecara tim dengan mengevaluasi kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan sendiri oleh kelompok merupakan iklim yang baik,karena setiap kelompok ingin semuanya berhasil.
3) Perspektif perkembangan kognitif, artinya dengan adanya interaksi antar anggota kelompok mendorong setiap peserta didik bersaha memahami dan mencari informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya dalam kelas dan kelompoknya .Siswa yang cerdas dan kurang cerdas dicampur secara seimbang dalam suatu kelompok, sehingga keberhasilan individu akan ditentukan oleh kelompoknya atas dasar saling merima dan memberi, membantu dan mengisi (elaborasi kognitif).
Pendekatan lain yang dapat diterapkan di kelas tinggi adalah Praktik Belajar PKn Berbasis Portofolio. Portofolio Merupakan kumpulan hasil karya seorang siswa.Sejumlah hasil karya seorang siswa yang sengaja dikumpulkan untuk digunakan sebagai bukti prestasinya; perkembangan siswa dalam kemampuan berfikir ; pemahaman siswa atas materi pokok; kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasan dan sikap siswa terhadap mata pelajaran tertentu; danlaporan singkat yang dibuat seorang siswa setelah melaksanakan kegiatan. Portofoliodapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
1)Portofolio kerja : berupa hasil proses kerja mandiri atau sekelompok siswa dimulai dari draf, pekerjaan yang belum selesai, pekerjaan terbaik. Hasil karya menjadi bahan diskusi antara peserta didik dan guru untuk mengetauikemajuandan membantusiswa merefleksi kemajuan belajar diri sendiri atau kelompok.
2)Portofolio dokumen : berupa koleksi hasil dan proses kerja peserta didik yang khusus dipakai dalam penilaian dan diseleksi denganmendokumentasikan hasil karya terbaik siswa.
Model Pembelajaran Berbasis Portofolio
Pengembangkan model pembelajaran berbasis portofolio untuk pembelajaran PKn.Model ini secara adaptif menerapkan konsep dan prinsip pedagogis Problem Solving dan Project(Dewey,1920) inquiry-oriented citizenship transmission (Barr,Barth, dan Shermis,1978), dan social involvement (Newmann,1977) yang bersifat fasilitatif, empirik, dan simulatif.
1) Kompetensi Nilai yang dikembangkan peserta didik mampu melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam hak, kewajiban,dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat. Nilai-nilai yang dimaksud antara lain peka, tanggap,terbuka, demokratis, kooperatif, kompetetif untuk kebaikan, empatik,argumentatif, dan prospektif dalam konteks kehidupan bermasyarakat atas dasar keyakinan yang didukung oleh pemahaman dan pengenalannya secara utuh, dalam praksis kehidupan sehari-hari di lingkungannya.
2) Sintaksmatik
Model ini mempunyai urutan langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut.
Langkah 1. Pendahuluan
Kegiatan pada langkah pertamaini guru membuka pelajaran dan memberi ilustrasi mengenai nilai-nilai sebagai hak, kewajiban,dan tanggung jawab anggotamasyarakat.Misalnya peka,tanggap, terbuka, demokratis, kooperatif, kompetetif untuk kebaikan, empatik, argumentatif, dan prospektif dalam konteks kehidupan bermasyarakat dengan memberi ilustrasi empirik mengenai berbagai isu dan trend dalam kehidupan masyarakat saat ini, khsusunya dalam proses pembangunan masyarakat.
Kegiatan selanjutnya,guru mengajak siswa merenungkan sebuah pertanyaan ,Bagaimana seharusnya kita sebagai anggota masyarakat memahami dan menjalankan nilai, konsep dan prinsip kehidupan bermasyarakat yang baik dalam konteks pembangunan masyarakat Indonesia?
Langkah 2. Kegiatan Inti
Strategi instruksional yang digunakan dalam model ini pada prinsipnya mengacu strategi inquiry learning, discovery learning, problem solving learning,
research- oriented learning yang dikemas dalam model Project ala John Dewey, yaitu menggunakan langkah-langkah sebagai berikut.
2)Memilih suatu masalah yang akan dikaji siswa.
3)Mengumpulkan informasi yang terkait pada masalah yang telah dipilih. 4)Mengembangkan portofolio kelas
5)Menyajikan portofolio
6)Melakukan refleksi pengalaman belajar
Kegiatan harus dilakukan dengan mengorganisasikan kelas ke dalam 2 kelompok besar beranggotakan sekitar 20 orang, kemudian masing-masing dibagi lagi menjadi empat sub kelompok kecil masing-masing terdiri atas 3-5 orang. Setiap kelompok ditugasi menjawaban pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya dengan cara studi kepustakaan, mengamati masyarakat sekitar, dan bertanya kepada nara sumber. Informasi yang telah diperoleh dari berbagai sumber tersebut kemudian didiskusikan dalam kelompok kecil. Setelah masing-masing kelompok kecil menyelesaikan tugasnya, kesimpulan hasil diskusi kelompok kecil tersebut ditulis dalam buku kerja siswa masing-masing dan selembar kertas manila atau karton hingga siap dipajang di depan kelas dan didiskusikan padapertemuan tatap mukadi kelas. Melalui berbagai kegiatan belajar inilah siswa mengembangkan berbagai keterampilan seperti: membaca, mendengar pendapat orang lain, mencatat, bertanya, menjelaskan, memilih, merumuskan, menimbang, mengkaji, merancang perwajahan, menyepakati, memilih pimpinan, membagi tugas, menarik perhatian, berargumentasi, dan membuat laporan dalam bentuk portofolio Portofolio adalah tampilan visual yang disusun secara sistimatis,cerminan proses berfikir berdasarkan data-data yang relevan, dan secara utuh melukiskan pengalaman belajar terpadu yang dialami siswa sebagai suatu kesatuan dalam kelas (integrated learning experiences).
Portofolio terbagidalam dua bagian,yakni Portofolio Tampilan dan Portofolio Dokumentasi. Portofolio Tampilan berbentuk papan empat muka berlipat yang secara
berurutan menyajikan:
1) Rangkuman permasalahan yang dikaji
2)Berbagai alternatif kebijakan pemecahan masalah 3)Usulankebijakan untuk memecahkan masalah 4)Pengembangan rencana kerja/tindakan
Sedangkan Portofolio Dokumentasi dikemas dalam Map Ordner atau sejenisnya yang disusun secara sistematis mengikuti urutan Portofolio Tampilan.
dalam suatu acaraShow Caseatau gelar kemampuan bersama dalam suatu acara sekolah, misalnya pada akhir semester. Bila dikehendaki arenashow case tersebut dapat pula dijadikan arena contest atau kompetisi untuk memilih kelas portofolio terbaik selanjutnya dikirim ke dalam Show Case and Contest” antar sekolah dalam lingkungan kabupaten/kota atau untuk acara regional propinsi atau nasional. Semua itu antara lain bertujuan untuk saling berbagi ide dan pengalam belajar antar young citizens yang secara psiko sosial dan sosio kultural dapat menumbuhkembangkan ethos demokrasi dalam konteks harmony in diversity.Setelah acara dengarpendapat, dengan difasilitasi guru diadakan kegiatanrefleksi.Tujuannya,baik secara individual maupun bersama merenungkan dan mengendapkan dampak kegiatan proses belajar bagi perkembangan pribadi siswa.
Langkah 3. Penutup
Sumber Situs :
http://www.subri-msi.net/berita-180-jenisjenis-sumber-belajar-dan-media-pembelajaran-ditk.html
http://eduocy.blogspot.com/2010/06/media-pembelajaran-dalam-pembelajaran.html
http://irwanarsenal.blogspot.com/2013/01/metode-pembelajaran-pkn-di-sd.html
http://gumilarridho.blogspot.com/2012/12/model-pemelajaran-pkn-sd-kelas-rendah.html
http://sang-aktor.blogspot.com/2013/07/media-pembelajaran-pkn.html