• Tidak ada hasil yang ditemukan

All Fiswan Indera Oke

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "All Fiswan Indera Oke"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

“PANCA INDERA”

“PANCA INDERA”

Disusun Oleh: Disusun Oleh: L

Liissttiia a AAddhhaayyuul l FFaarriiddaahh 110033220044000044 F

Fiittrriia a DDwwi i AApprriiyyaannttii 110033220044001166 S

Seelllla a DDeessi i AAnnggggaarraaiinnii 110033220044003366 IImmaam m GGhhoozzaallii 110033220044005500

Pendidikan Biologi 2010 A Pendidikan Biologi 2010 A

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU

PENGETAHUAN ALAM

PENGETAHUAN ALAM

 JURUSAN BIOLO

 JURUSAN BIOLOGI

GI

2013

2013

(2)
(3)

I.

I. JUDJUDUL UL PERPERCOBCOBAANAAN ALAT INDERA

ALAT INDERA

II.TUJUAN PERCOBAAN II.TUJUAN PERCOBAAN

A.

A. PEPENGNGECECAPAP a.

a. MenMenententukaukan n keckecermermataatan n penpengecgecap ap prpraktaktikaikan n padpada a penpengguggunaanaann beberapa bahan.

beberapa bahan. b.

b. MenMenententukaukan n daedaerarah h penpenyebyebaraaran n resresepteptor or dardari i keekeempampat t sensensasasisi kecap primer,

kecap primer, berdaberdasarksarkan an kepekepekaan kaan terttertinggi inggi terhaterhadap dap bahabahann yang bersangkutan

yang bersangkutan c.

c. MenMenententuksuksn n daedaerah penyerah penyebarbaran an reresepseptor kecap tor kecap selselain sensaain sensasisi primer.

primer. B.

B. PEPEMBMBAUAU

Mengetahui pentingnya pengaruh rangsang bau terhadap kepekaan Mengetahui pentingnya pengaruh rangsang bau terhadap kepekaan seseorang.

seseorang. C.

C. HUBUNHUBUNGAN PEMGAN PEMBAU DBAU DAN PENAN PENGECAPGECAP

Mengetahui pentingnya pengaruh bau terhadap kesan pengecap Mengetahui pentingnya pengaruh bau terhadap kesan pengecap .. D.

D. PENGAPENGARUH DINGIN TERHRUH DINGIN TERHADAP RASA SAADAP RASA SAKITKIT Mengetahui banyaknya reseptor panas dan dingin. Mengetahui banyaknya reseptor panas dan dingin. E.

E. KEPKEPEKAEKAAN SAN SENTENTUHAUHANN a.

a. Mengetahui letak Mengetahui letak kepekaan terhadkepekaan terhadap sentuhan darap sentuhan dari bagian kulit.i bagian kulit. b.

b. Melatih kMelatih kepekaan epekaan terhadap terhadap sentuhan.sentuhan. F.

F. BIBINTNTIK IK BUBUTATA

Menentukan jarak benda yang bayangannya jatuh pada bintik buta. Menentukan jarak benda yang bayangannya jatuh pada bintik buta. G.

G. REFLEKREFLEKS PUPIL TERHADAP INTENS PUPIL TERHADAP INTENSITAS CAHASITAS CAHAYAYA Mengatahui refleks pupil ketika ada cahaya yang masuk. Mengatahui refleks pupil ketika ada cahaya yang masuk. H.

H. REFLEKS PUPIL REFLEKS PUPIL TERHADAP TERHADAP AKOMODASI AKOMODASI MATAMATA Mengetahui refleks pupil terhadap akomodasi mata. Mengetahui refleks pupil terhadap akomodasi mata.

III.

III. KAJIAKAJIAN PN PUSTAUSTAKAKA A

(4)

Sem

Semua ua ororganganismisme e memmemiliiliki ki resresepteptor or sebsebagaagai i alaalat t penpenerierimama informasi. Informasi tersebut dapat berasal dari dalam dirinya atau informasi. Informasi tersebut dapat berasal dari dalam dirinya atau d

datatanang g ddarari i luluarar. . ReResesepptotor r didibbereri i nanamma a beberrddasasararkakan n jejeniniss ran

rangsgsangangan an yanyang g ditditerierimanmanya, ya, sepseperterti i kemkemoreoresepseptor tor (pe(penernerimaima ran

rangsgsang ang zat zat kimkimia)ia), , fotfotoreoresepseptor tor (p(peneenerimrima a ranrangsgsang ang cahcahayaaya),), aod

aodiorioreseeseptoptor r (pe(penernerima ima ranrangsgsang ang suasuara)ra), , dan dan memekankanororeseeseptoptorr (penerima rangsang fisik, seperti tekanan, sentuhan, dan getaran). (penerima rangsang fisik, seperti tekanan, sentuhan, dan getaran). Selain itu dikenal pula beberapa reseptor yang berfungsi mengenali Selain itu dikenal pula beberapa reseptor yang berfungsi mengenali p

peerruubbaahhaan n lliinnggkkuunnggaan n lluuaar r yayanng g diikd keelloommppookkkkaan n sseebbagagaaii eksoreseptor. Sedangkan kelompok reseptor yang berfungsi untuk eksoreseptor. Sedangkan kelompok reseptor yang berfungsi untuk me

mengngenenalali i lilingngkukungngan an dadalalam m tutububuh h didisesebubut t ininteterororereseseptptoror.. Interoreseptor terdapat diseluruh tubuh manusia.

Interoreseptor terdapat diseluruh tubuh manusia. Res

Resepteptor or ataatau u alaalat t penpenerierima ma ranrangsgsangangan an mermerupaupakan kan susuatuatu str

struktuktur ur yanyang g yanyang g mammampu pu menmendetdetekseksi i rarasansangan gan tertertententu tu yanyangg berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Pada hewan vertebrata, berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Pada hewan vertebrata, org

organ an indindranranya ya mermerupaupakan kan resresepteptor or ataatau u penpenerierima ma ranrangsgsangangan.an. Pada organ indra ini terdapatujung-ujung saraf sensori yang peka Pada organ indra ini terdapatujung-ujung saraf sensori yang peka terhadap rangsangan tertentu. Rangsangan yang diterima diteriskan terhadap rangsangan tertentu. Rangsangan yang diterima diteriskan melalui serabut saraf sebagai impuls.

melalui serabut saraf sebagai impuls.

Secara umum, setiap tipe reseptor sangat sensitive terhadap Secara umum, setiap tipe reseptor sangat sensitive terhadap satu jenis stimulus tertentu saja, yaitu stimulus khususnya daripada satu jenis stimulus tertentu saja, yaitu stimulus khususnya daripada terhadap stimuli yang lain. Misalnya reseptor-reseptor pada mata terhadap stimuli yang lain. Misalnya reseptor-reseptor pada mata sang

sangat at senssensitive terhadap cahaya, itive terhadap cahaya, resepreseptor tor dalam telinga dalam telinga sangsangatat sensitive terhadap gelombang bunyi, dan reseptor panas pada kulit sensitive terhadap gelombang bunyi, dan reseptor panas pada kulit sangat sensitive terhadap energi panas. Kita tidak dapat melihat sangat sensitive terhadap energi panas. Kita tidak dapat melihat de

dengngan an tetelilingnga a atatau au memendndenengagar r dedengngan an mamatata, , didikakarerennakakanan per

perbedbedaan aan sensensitsitiviivitas tas reresepseptor tor terterhadhadap ap stistimulmulus us khukhusussusnynya.a. Prinsip ini dikenal sebagai “

Prinsip ini dikenal sebagai “hokum kekhususan energi saraf hokum kekhususan energi saraf ..  Terdapat

 Terdapat dua dua jenis jenis struktur struktur efektor, efektor, yaitu yaitu efektor efektor saraf saraf  (susunannya ada yang sederhana dan ada pula yang susunannta (susunannya ada yang sederhana dan ada pula yang susunannta rum

rumit) it) dan dan efeefektoktor r bukbukan an sarsaraf. af. BegBegituitupun pun loklokasi asi ranrangsagsang ng dardarii efekt

(5)

bentuk energi lain (transduser) misalnya jika efektor menerima energi mka energi tersebut akan mengalami perubahan elektro kimia menjadi energi listrik dan menimbulkan potensial aksi. Ketika yang diterima rangsangan kecil, potensial aksi hanya cukup berubah menjadi potensial reseptor tetapi jika yang diterima merupakan rangsangan besar maka potensial aksi akan berubah menjadi potensial reseptor besar kemudian pindah ke membran sebelahnya lalu menuju ke sel saraf eferen. Selain pindah ke membran sel saraf  sebelahnya, potensial reseptor yang besar ini pula mindah ke membran sel yang lainnya. Potensial reseptor yang besar ini dapat menimbulkan potensial generator. Cara kerja reseptor misalnya pada mekanoreseptor. Mekanoresepor memiliki pintu ion yang dapat terbuka dan tertutup yang dipengaruhi oleh deportasi mekanik, yaitu perubahan bentuk protein penyusun pintu ion akibat rangsang mekanik, misalnya sentuhan atau peningkatan tekanan sehimgga bentuk fisik protein penyusun pintu ion berubah sedemikian rupa sehingga pintu untuk ion tertentu akan terbuka. Adanya rangsangan dan tanggapan yang memilki hubungan yang rumit dan erat tetapi menibulkan kekuatan tanggapan yang berbeda dengan kekuatan rangsangan yang diterima menciptakan terjadinya perbedaan kemampuan reseptor beradaptasi terhadap rangsang. Adaptasi rangsangan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu adaptasi fisik (reseptor beradaptasi dengan cepat) dan adaptasi tonik (reseptor beradaptasi sangat lambat).

a. Macam-macam reseptor

Reseptor berdasarkan jenis rangsang:

1. Kemoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa bahan kimia. Contoh: bau.

2. Mekanoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa deformasi mekanik. Contoh: sentuhan dan suara.

(6)

3. Termoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa suhu (baik itu suhu panas maupun suhu dingin). Contoh: ketika terkena api dan memegang es.

4. Fotoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa cahaya. Contoh: cahaya matahari.

5. Elektroreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa listrik. Misalnya dimiliki oleh hewan aqutik, yaitu belut listrik. Digunakan sebagai alat untuk mempertahankan diri.

6. Magnetoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa medan magnet. Contoh: medan magnet bumi (navigasi arah utara dan selatan), misalnya dimiliki oleh lebah madu yang digunakan untuk menemukan makanan.

C. pengertian afektor

Efektor merupakan alat penghasil tanggapan yang pada sistem kerjanya terlihan adanya gerakan tubuh tetapi tidak terlihat adanya sekresi hormon. Tanggapan yang dihasilkan tergantung pada jenis rangsangan dan jenis efektornya. Pada proses tanggapan ,baik itu tanggapan perubahan gerak atau pun tanggapan perubahan warna akan terjadi pelepasan arus listrik. Tanggapan perubahan gerak terjadi karena sel memilki sitoskeleton yang berfungsi untuk menghasilkan gerak. Gerak ini akan menimbulkan aliran sitoplasmik. Dalam perubahan gerak terjadi kontraksi otot (proses aktif) yang selalu diikuti relaksasi otot (proses pasif) yang berpasangan kerja secara antagonis. Aktivitas yang berulang memerlukan tulang atau rangka sebagai tempat bertumpu dan penahan tarikan otot. Pada hewan terdapat tiga jenis sistem rangka, yaitu:

1. Rangka hidrostatik, merupakan rangka yang terdapat pada invertebrata yang bertubuh lunak (contoh: annelida). Fungsinya mirip dengan gerakan ameboid.

2. Rangka luar, merupakan rangka yang terdapat di luar tubuh. (contoh: Moluska dan Artropoda). Fungsinya melindungi diri dan pelekatan otot.

(7)

3. Rangka dalam, merupakan rangka yang terdapat di dalam tubuh (contoh: vertebrata). Pada invertebrata rangka mengandung berbagai garam kalsium dan fungsi sama dengan hewan lain.

 Tanggapan perubahan warna pada hewan berfungsi untuk menyamar, komunikasi kawin, dan pertahanan diri. Zat yang berperanadalah kromatofor, yaitu sel yang mengandung pigmen. Selain itu, ada pula tanggapan pelepasan arus listrik yang hanya terjadi pada beberapa jenis ikan, misalnya pada Electrophorus electricus memiliki organ listrik yang disebut elektroplat. Organ ini berfungsi untuk orientasi, komunikasi, dan interaksi. Proses pembentukan arus listrik yang terjadi disebut elektrogenesis. Elektroplat merupan badan mioneural yang memiliki struktur bersifat seperti saraf dan otot. Elektroplat memiliki dua sisi dimana satu sisi mengarah ke daerah ekor (sisi ini mampu menanggapi rangsang/ innervated face) dan satu sisi lagi mengarah ke

daerah kepala (sisi ini tidak mampu menanggapi rangsang/ non innervated face).

Gambar 1. mekanisme rangsangan

Eksoreseptor yang kita kenal ada lima macam, yaitu indera penglihat(mata), pendengar (telinga), peraba (kulit), pengecap (lidah), dan pembau (hidung). Untuk lebih memahami kelima eksoreseptor tersebut, maka kami akan membahasnya dalam Sistem Indera.

B. ALAT INDERA

Alat indera merupakan organ-organ tertentu yang dispesialisasikan untuk menerima jenis rangsangan dengan perantara serabut syaraf yang membawa kesan tertentu dari organ indera menuju otak yang akhirnya akan ditafsirkan. Kesan tertentu

(8)

itu seperti sentuhan, pengecap, penglihatan, penciuman dan suara. Serabut syaraf-syaraf sensorik telah dilengkapi dengan ujung akhir khusus yang digunakan untuk mengumpulkan rangsangan perasaan khas tersebut pada setiap organ berhubungan (Pearce, 2002). Indera manusia terdiri atas organ-organ tubuh yang sangat peka terhadap rangsangan tertentu. Ada lima macam indera pada manusia, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Fungsi alat indera berfungsi antara lain:

Saraf-Saraf Yang Berfungsi Membawa RangsanganOtak Sebagai Pengolah Informasi

Alat-Alat indera tidak mempunyai kelainan baik bentuk dan

maupun fungsinya.

Alat indera yang dimaksud antara lain, sebagai berikut: 1.INDERA PENGECAP

a. Indera Pengecap (Lidah)

Gambar 2. Lidah

Indera pengecap (lidah) terletak di dalam rongga mulut. Lidah tersusun atas kumpulan otot rangka yang tersususn di bagian lantai mulut, yang diselubungi oleh selaput mukosa. Otot rangka yang menyusun lidah melekat pada tulang hyoideus , tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. Lidah dapat membantu pencernaan makanan

(9)

dengan menguyah dan menelan makanan, juga berfungsi dalam membantu proses berbicara.

Pada lidah terdapat papilla –papila (tonjolan) yang merupakan indera pengecap, yang membuat permukaan lidah kasar. Terdapat tiga jenis papila yaitu papila filiformis, papila sirkumvalata, papila fungiformis. Papila filiformis berasal dari kata fili yang berarti benang, sehingga papila filiformis adalah papila yang berbentuk seperti benang halus. Papila sirkumvalata berasal dari kata sirkum yaitu bulat, yang berarti Papila sirkumvalata memiliki bentuk yang bulat dan tersusun seperti huruf V di belakang lidah. Sedangkan, Papila fungiformis berasal dari kata fungi yang berarti jamur, sehingga papila fungiformis berbentuk seperti jamur.

Papila yang memiliki fungi sebagai indera pengecap memiliki bagian – bagian tertentu pada lidah yang dapat mengecap rasa. Tiap rasa yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda – beda. Seperti rasa manis dapat dirasakan pada lidah bagian depan. Rasa asin terletak di kedua sisi tepi bagian depan lidah. Rasa asam dapat dirasakan pada kedua sisi lidah bagian tepi belakang. Rasa pahit terletak didaerah lidah bagian tengah belakang.

b.Bagian-Bagian Indera Pengecap (Lidah)

Gambar 3. Struktur lidah dan pembagian daerah  perasanya

(10)

untuk pengawetan makanan antara 5-15% (Rahardjo, 1998). Lidah terbagi menjadi beberapa bagian daerah perasa, bagian-bagian tersebut adalah :

1)Rasa Pahit

Rasa pahit biasanya juga berasal dari zat-zat non ionik. Contohnya ialah alkohol,caffein,strychnine,brucine,quinin, beberapa glucasida linamarin dan beberapa ikatan polynitro seperti asam piktrat. Rasa pahit pada umumnya tidak dikehendaki. Tetapi untuk beberapa makanan atau minuman diperlukan sedikit rasa pahit, seperti bir,rokok,kopi dan teh. 2)Rasa Asam

Rasa asam sebenarnya hanya berasal dari ion hidrogen (H+). Zat-zat yang dapat berionisasi dan melepaskan ion hidrogen yang hanya dapat menghasilkan rasa asam. Ion H+ selalu diimbangi dengan adanya anion. Jika anion yang mengimbanginya OH maka terjadilah netral, karena ion H+ itu segera membentuk HO dan diturunkan konsentrasinya menjadi tinggal 10. Agar konsentrasi H+ tetap tinggi, kation tersebut harus diimbangi dengan anioon lain. Dalam hal ini larutan disebut asam.

Bedasarkan jenis anionnya asam dapat digolongkan menjadi asam organik dan asam anorganik. Asam organik ialah jika anionnya zat organik (asetat, sitrat) dan asam anorganik jika anionnya anorganik (Cl -, SO4-, NO3-).

Intensitas rasa masam suatu asam disebabkan olah kecepatan penetrasi asam ke sel. Meskipun demikian tidak dapat mengkorelasikan penetrasi dengan keasaman (acidity). Umumnya stimulasi rasa asam berhubungan dengan kenaikan solubilitas lipoid, dengan bertambahnya panjag rantai , dan dengan gugus-gugus fungional tertentu yang mengurangi solubilitas air. Masuknya gugus-gugus

(11)

dan rupanya juga kemasamanya.Rasa asam jauh lebih rumit dalam cairan-cairan biologis yang komplek daripada dalam larutan murni yang sederhana.

3)Rasa Manis

Rasa manis biasanya berasal dari zat non ionik, seperti gula, aldehida, ikatan nitro, beberapa khlorida alifatis (misalnya khloroform), sulfida, benzoik (saccharine). Zat – zat ionik yang mempunyai rasa manis sangat terbatas, misalnya pada garam timbel (Pb) dan garam berilium (BeMeskipun zat-zat tersebut menimbulkan rasa manis, tidak semuanya digunakan sebagai bahan pemanis makanan. Ada dua golongan bahan pemanis makanan (sweeteners), yaitu golongan pemanis bergizi dan golongan pemanis tidak bergizi. Golongan pertama disebut golongan gula sedangkan golongan kedua termasuk : antara lain sakharin dan cyclamat. Rasa manis biasanya dinyatakan dengan gula (sukrosa), dengan nilai 100. Tingkat kemanisan zat-zat lain diukur berdasarkan rasa manis gula pasir.

4)Rasa Asin

Biasanya rasa asin berasal dari zat-zat ionik yaitu anionik dan kationik. Beberapa zat yang ternasuk anionik adalah Cl -, F -, CO2-, SO4-, sedangkan yang termasuk zat-zat kationik adalah Na+, K+, Ca++, Mg++, dan NH4+. Rasa asin dibentuk oleh garam terionisasi yang kualitas rasanya berbeda-beda antara garam yang satu dengan yang lain karena garam juga membentuk sensasi rasa lain selain rasa asin. Garam akan menimbulkan rasa ketika ion natrium (Na+) masuk melalui kanal ion pada mikrovili bagian apikal (atas), selain masuk lewat kanal pada lateral (sisi) sel rasa.

Rasa asin yang biasa digunakan untuk makanan adalah yang berasal dari garam dapur, NaCl. Makan garam terlalu

(12)

banyak akan menimbulkan rasa pahit. Hal ini disebabkan oleh garam magnesium (Mg) yang terdapat dalam garam dapur. Penggunaan garam untuk rasa asin pada masakan biasanya antara 1-2%, sedangkan untuk pengawetan makanan antara 5-15% (Rahardjo, 1998).

c. Mekanisme Kerja Alat Pengecap

Zat kimia dalam bentuk larutan yang sampai ke puting pengecap di lidah, menyebabkan terjadinya depolarisasi yaitu masuknya Na+ dan keluarnya K + dari sel reseptor. Depolarisasi

berlanjut menyebabkan terbentuknya potensial aksi yang dihantarkan oleh saraf sensoris dalam bentuk impuls listrik ke otak untuk diolah sehingga timbul sensasi rasa. Kombinasi dari rasa-rasa ini berhubungan dengan tekstur, temperatur, bau busuk dan sensasi dari “sense” kimia umum yang memproduksi sebuah rasa. Ini adalah rasa yang membuat kita tahu apakah benda yang kita makan adalah kacang atau kaviar. Banyak rasa dikenal melalui indera penciuman. Apabila anda memegang/menekan hidung anda selagi memakan cokelat, contohnya, anda akan mendapatkan masalah dalam mengidentifikasi rasa cokelat itu, walaupun anda dapat membedakan kemanisan dan kepahitan makanan. Ini karena rasa yang tidak asing lagi dari cokelat diinderai secara luas oleh odor. Jadi sebagai rasa yang dikenal dari kopi, inilah sebabnya mengapa seseorang yang berharap dapat menikmati sepenuhnya sebuah rasa yang lezat ( contoh : seorang koki ahli mencicipi kreasinya sendiri) akan menghirup melalui hidungnya setelah beberapa kali menelan.

Sel-sel penciuman dan pengecapan adalah satu-satunya sel yang ada di sistem syaraf yang dapat digantikan pada saat mereka mulai menua atau rusak. Ilmuwan meneliti fenomena ini sembari mempelajari cara untuk menggantikan sel syaraf  lain yang juga rusak.

(13)

2.INDERA PEMBAU

Hidung adalah indera yang kita gunakan untuk mengenali lingkungan sekitar atau sesuatu dari aroma yang dihasilkan. Kita mampu dengan mudah mengenali makanan yang sudah busuk dengan yang masih segar dengan mudah hanya dengan mencium aroma makanan tersebut. Di dalam hidung kita terdapat banyak sel kemoreseptor untuk mengenali bau.

Hidung berfungsi sebagai indera pembau. Ujung-ujung saraf pembau terletak pada selaput lender rongga hidung bagian atas, kerang hidung atas dan permukaan atas kerang hidung yang tengah. Pada ujung saraf pembau terdapat selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab. Bau yang busuk pada rongga hidung waktu kita menarik napas ditangkap oleh ujung saraf  kemudian dibawa ke pusat pembau di otak sehingga kita dapat menerima rangsang bau.

Indra pembau berfungsi untuk menerima bau suatu zat terlarut dalam udara atau air. Reseptor pembau terletak pada langit-langit rongga hidung, pada bagian yang disebut epitelium olfaktori. Epitelium olfaktori terdiri dari sel-sel reseptor dan sel-sel penyokong. Sel resptor olfaktori berbentuk silindris dan mempunyai filamen-filamen seperti rambut pada permukaan bebasnya. Akson sel olfaktorius berjalan menuju bulbus olfaktorius pada sistem saraf pusat. Sel-sel olfaktorius didampingi oleh sel-sel penunjang yang berupa sebaris sel-sel epitel silindris berlapis banyak semu.

(14)

Gambar 4. Gambar sel resptor olfaktori

Hidung merupakan alat visera (alat dalam rongga badan) yang erat hubungannya dengan gastrointestinalis. Sebagian rasa berbagai makanan merupakan kombinasi penciuman dan pengecapan. Reseptor penciuman merupakan kemoreseptor yang dirangsang oleh molekul larutan di dalam mukus. Reseptor penciuman juga merupakan reseptor jauh (telereseptor). Jaras penciuman tidak disalurkan dalm talamus dan tidak di proyeksikan neokorteks bagi penciuman. Olfaktori adalah organ pendeteksi bau yang berasal dari makanan. Pada manusia, bau mempunyai muatan afeksi yang bisa menyenangkan atau membangkitkan rasa penolakan dan keterlibatan memori, selain itu bau juga penting untuk nafsu makan.

1. Mekanisme Kerja Pembau

Gas yang masuk ke dalam hidung larut dalam lendir hidung di bagian atas rongga hidung. Gas ini akan merangsang ujung saraf pembau dan menyebabkan terjadinya depolarisasi yaitu Na+ masuk dan K+ keluar dari reseptor (ujung saraf). Depolarisasi dapat menyebabkan terjadinya potensial aksi dan dihantarkan dalam bentuk impuls ke otak untuk diolah.

(15)

Secara anatomi, hidung adalah penonjolan pada vertebrata yang mengandung nostril, yang menyaring udara untuk pernafasan. Hidung sebagai suatu istilah, dapat juga digunakan untuk menunjukkan ujung sesuatu, seperti hidung pada pesawat terbang. Secara anatomi, hidung adalah penonjolan pada vertebrata yang mengandung nostril, yang menyaring udara untuk pernafasan. Hidung adalah bagian yang paling menonjol di wajah, yang berfungsi menghirup udara pernafasan, menyaring udara, menghangatkan udara pernafasan, juga berperan dalam resonansi suara.

Hidung terdiri daripada bagian eksternal dan internal. Bagian eksternal terdapat dipermukaan muka dan terdiri daripada rangka penyokong yang dibentuk oleh tulang dan rawan. Rangka hidung diliputi oleh kulit dan permukaan dalamnya dilapisi oleh membran mukus. Di bawah hidung terdapat dua pembukaan yang disebut lubang hidung atau nares eksternal. Bagian internal hidung terdiri daripada kaviti yang besar di tengkorak terletak atas dari mulut dan di antara dua kaviti orbit. Bagian dalam hidung eksternal dan internal dibahagikan kepada bagian kanan dan kiri oleh pembahagi vertikal yang dikenali sebagai septum hidung. Setiap kaviti hidung mempunyai atap, lantai, dinding lateral dan dinding medial (septum hidung). Kaviti hidung membuka di anterior melalui lubang hidung. Posterior, kaviti ini berhubung dengan farinks melalui pembukaan hidung internal.

3. Bagian-bagian hidung

Hidung merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua lubang yang dipisahkan oleh sekat hidung. Bagian luar dinding hidung terdiri dari kulit, lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan, lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan konka hidung (konka nasalis) (Syaifuddin, 1995).

(16)

Gambar 5. Kerangka luar hidung (Ballenger, 1994) Keterangan :

1) Kartilago lateralis superior 2) Septum

3) Kartilago lateralis inferior 4) Kartilago alar minor

5) Processus frontalis tulang maksila 6) Tulang hidung

Pada gambar 2 tampak kerangka luar hidung yang terdiri dari dua tulang hidung, processus frontal tulang maksila, kartilago lateralis superior, sepasang kartilago lateralis inferior dan tepi anterior kartilago septum nasi. Tepi medial kartilago lateralis superior menyatu dengan kartilago septum nasi dan tepi atas melekat erat dengan permukaan bawah tulang hidung serta processus frontal tulang maksila. Tepi bawah kartilago lateralis superior terletak di bawah tepi atas kartilago lateralis inferior. Hidung berbentuk piramid, kira-kira dua per lima bagian atasnya terdiri dari tulang dan tiga per lima dibawahnya tulang rawan.

Bagian puncak hidung biasanya disebut apeks, agak ke atas dan belakang dari apeks disebut batang hidung atau

(17)

menyatu dengan dahi, yang disebut kolumela membranosa mulai dari apeks, yaitu di posterior bagian tengah bibir dan terletak sebelah distal dari kartilago septum. Titik pertemuan kolumela dengan bibir atas dikenal sebagai dasar hidung (Ballenger, 1994).

Gambar 6. Septum nasi tanpa mukosa (Ballenger,1994) Keterangan :

1) Tulang frontal 2) Spina frontalis 3) Tulang hidung 4) Kartilago septalis

5) Kartilago lateralis superior 6) Kartilago alar

7) Kartilago vomerohidung 8) Spina hidungis anterior 9) Incisura canal

10) Lamina perpendikularis tulang ethmoid 11) Sinus spenoid

12) Tulang vomer 13) Krista palatum 14) Krista maksila

(18)

Hidung terlindung dari lapisan tulang rawan dan bagian rongga dalam mengandung sel-sel epitel yang berfungsi untuk menerima rangsang kimia. Bagian tersebut dilengkapi lendir dan rambut-rambut pembau.

1) Saraf pembau yang terletak pada selaput lendir di rongga hidung atas, kerang hidung atas dan permukaan atas kerang hidung tengah.

2) Selaput lendir, berfungsi untuk menahan kotoran yang terbawa oleh udara yang kita hirup

3) Bulu-bulu hidung, berfungsi untuk menahan kotoran yang terbawa oleh udara yang kita hirup.

4. Fungsi hidung a.Alat Penciuman

Nervus olfaktorius atau saraf kranial melayani ujung organ pencium. Serabut-serabut saraf ini timbul pada bagian atas selaput lender hidung, yang dikenal sebagai bagian olfaktorik hidung. Nervus olfaktorius dilapisi sel-sel yang sangat khusus, yang mengeluarkan fibril-fibril halus untuk berjalin dengan serabut-serabut dari bulbus olfaktorius. Bulbus olfaktorius pada hakekatnya merupakan bagian dari otak yang terpencil, adalah bagian yang berbentuk bulbus (membesar) dari saraf olfaktorius yang terletak di atas lempeng kribiformis tulang ethmoid. Dari bulbus olfaktorius, perasaan bergerak melalui traktus olfaktorius dengan perantaraan beberapa stasiun penghubung, hingga mencapai daerah penerimaan akhir dalam pusat olfaktori pada lobus temporalis otak, dimana perasaan itu ditafsirkan (Pearce, 2002).

b.Saluran Pernapasan

Rongga hidung dilapisi selaput lender yang sangat kaya akan pembuluh darah, dan bersambung dengan lapisan faring dan dengan selaput lender semua sinus yang

(19)

pernapasan dilapisi dengan epithelium silinder dan sel epitel berambut yang mengandung sel cangkir atau sel lender. Sekresi dari sel itu membuat permukaan nares basah dan berlendir. Diatas septum nasalis dan konka selaput lender ini paling tebal, yang diuraikan di bawah. Adanya tiga tulang kerang (konkhae) yang diselaputi epithelium pernapasan dan menjorok dari dinding lateral hidung ke dalam rongga, sangat memperbesar permukaan selaput lendir tersebut. Sewaktu udara melalui hidung, udara disaring oleh bulu-bulu yang terdapat di dalam vestibulum, dan arena kontak dengan permukaan lender yang dilaluinya maka udara menjadi hangat, dan oleh penguapan air dari permukaan selaput lender menjadi lembab (Pearce, 2002).

c. Resonator

Ruang atas rongga untuk resonansi suara yang dihasilkan laring, agar memenuhi keinginan menjadi suara hidung yang diperlukan. Bila ada gangguan resonansi, maka udara menjadi sengau yang disebut nasolalia (Bambang, 1991).

d.Regulator atau Pengatur (Bambang, 1991)

Konka adalah bangunan di rongga hidung yang berfungsi untuk mengatur udara yang masuk, suhu udara dan kelembaban udara.

e.Protektor Atau Perlindungan

Hidung untuk perlindungan dan pencegahan (terutama partikel debu) ditangkap oleh rambut untuk pertikel yang lebih kecil, bakteri dan lain-lain melekat pada mukosa. Silia selanjutnya membawa kebelakang nasofaring, kemudian ditelan (Bambang, 1991).

3.HUBUNGAN PEMBAU DAN PENGECAP

Organ yang khusus kaitannya dengan indera pengecap adalah lidah. Lidah terdiri atas dua kelompok oto yaitu otot

(20)

intrinsik digunakan untuk gerakan halus dan otot ekstrinsik digunakan untuk gerakan-gerakan kasar. Lidah terletak pada dasar mulut (Pearce, 2002).

Gambar 7. Bagian - bagian Lidah (Pearce, 2002)

Menurut Syaifuddin (2009), ditemukan paling sedikit terdapat empat kesan pengecap primer yaitu asam, asim, manis, dan pahit, namun terkadang seseorang dapat merasakan beraratus-ratus rasa yang diduga merupakan gabungan dari empat kesan primer tersebut dengan komposisi yang berbeda-beda. Rasa manis dirasakan oleh ujung lidah, bagian anterolateral sensitif  terhadap rasa asin, bagian  posterolateral sensitive terhadap rasa asin dan pangkal lidah sensitif terhadap rasa pahit.

Indera penciuman atau pembau adalah alat dalam rongga badan yang erat hubungannya dengan indera perasa. Sebagian rasa makanan merupakan kombinasi dari indera perasa dan pembau. Pada manusia, bau memiliki muatan afeksi yang bisa menyenangkan atau membangkitkan rasa penolakan atau nafsu makan. Hidung merupakan organ indera penciuman. Hidung memiliki bentuk dan struktur menyerupai kerucut. Olfaktory bulb adalah organ pendeteksi bau yang berasal dari makanan. Reseptor olfaktorius berada pada bagian khusus mukosa hidung

(21)

dan berpigmen kekuningan. Pada setiap reseptor olfaktorius merupakan satu neuron (Syaifuddin, 2009).

Gambar 8. Anatomi Hidung (Wasida, 2010)

Gambar 9. Reseptor pada organ pembau

Indra pembau berfungsi untuk menerima bau suatu zat terlarut dalam udara atau air. Reseptor pembau terletak pada langit-langit rongga hidung, pada bagian yang disebut epitelium olfaktori. Epitelium olfaktori terdiri dari sel-sel reseptor dan sel-sel penyokong. Sel resptor olfaktori berbentuk silindris dan mempunyai filamen-filamen seperti rambut pada permukaan bebasnya. Akson sel olfaktorius berjalan menuju bulbus olfaktorius pada sistem saraf pusat. Sel-sel olfaktorius didampingi oleh sel-sel penunjang yang berupa sebaris sel-sel epitel silindris berlapis banyak semu.

(22)

Pembau dan pengecap saling bekerja sama, sebab rangsangan bau dari makanan dalam rongga mulut dapat mencapai rongga hidung dan diterima oleh reseptor olfaktori. Keadaan ini akan terganggu ketika kita sakit pilek, di mana hubungan antara rongga hidung dan rongga mulut terganggu, sehingga uap makann dari makanan di mulut tidak dapat mencapai rongga hidung dan makanan seakan-akan kehilangan rasanya.

4.INDERA PERABA

Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.

a.Susunan Kulit

Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar,  pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.

(23)

Gambar 10. Penampang kulit manusia beserta reseptor-reseptornya

Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.

Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.

b. Fungsi Kulit

Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.

Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptorreseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh

(24)

dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis

Rasa sakit, setuhan ringan (rabaan), tekanan, sensasi suhu, propriosepsi (sensasi posisi tubuh dan anggota tubuh), merupakan indra umum tubuh. Dikelompokkan menjadi indra umum sebab reseptor indera tersebut terdapat diseluruh bagian tubuh yaitu dipermukaan tubuh, pada organ-organ dalam, persendian, dan otot-otot.

Berdasarkan strukturnya, reseptor indra umum dibagi menjadi dua kelompok yaitu saraf telajang dan ujung saraf  yang dibungkus (berkapasul).

Ujung saraf telanjang

Merupakan dendrit dari saraf sensoris. Reseptor ini bertanggung jawab paling tidak terhadap tiga sensasi yaitu: sakit, suhu, dan sentuhan ringan (rabaan).

Ujung saraf berkapsul

Merupakan ujung saraf yang dibungkus oleh lebih dari satu lapisan sel. Reseptor pertama dan terbesar adalah badan Panici (Pacinian corpuscle), terletak pada lapisan kulit terdalam, merupakan reseptor tekanan, misalnya tekanan yang kita rasakan pada saat kia duduk dikursi. Reseptor berkapsul kedua adalah badan Meissner. Badan Meissner teletak di dermis tepat dibawah epidermis dan diduga merupakan mekanoreseptor yang merespon terhadap sentuhan ringan. Reseptor berkapsul selanjutnya adalah badan Krause dan badan Ruffini. Badan Krause merupakan reseptor dingin dan badan Ruffini merupakan reseptor panas. Tetai menuru para ahli reseptor panas dan dingin adalah ujung-ujung saraf telanjang.

(25)

 Terdapat 2 jenis organ indera suhu: organ yang berespons secara maksimum terhadap suhu sedikit diatas suhu tubuh, dan organ yang berespons secara maksimum terhadap suhu sedikit dibawah suhu tubuh. Yang pertama adalah organ indera untuk suhu yang kita sebut panas, dan yang kedua untuk suhu yang kita sebut dingan. Meskipun demikian, rangsangan adekuat yang sebenarnya adalah perbedaan antara dua derajat panas, karena dingin bukan merupakan suatu bentuk energi.

Penelitian-penelitian dengan pemetaan memperlihatkan bahwa terdapat daerah peka-dingin dan daerah peka-panas yang terpisah dikulit. Daerah dingin 4-10 kali lebih banyak daripada daerah panas. Organ indera suhu adalah ujung-ujung saraf “telanjang” yang berespons terhadap suhu mutlak, bukan terhadap gradien suhu dikulit. Reseptor dingin berespon terhadap suhu 10 sampai 38oC,

dan reseptor panas terhadap suhu suhu dari 30 sampai 45oC. Aferen untuk suhu dingin adalah serat C dan Aδ,

sedangkan aferen untuk panas adalah serat C. Aferen-aferen ini memancarkan informasi ke girus pascasentralis melalui traktus spinotalamikus lateral dan radiasi talamus.

Karena organ-organ indera terletak didaerah subepitel, suhu jaringan subkutislah yang menentukan respons. Benda logam dingin terasa lebih dingin daripada benda kayu dengan suhu yang sama karena logam menghantarkan panas keluar kulit lebih cepat, sehingga menyebabkan  jaringan subkutis lebih dingin. Pada suhu kulit dibawah 20oC

dan diatas 40oC tidak terjadi adaptasi, tetapi diantara suhu

20oC dan 40oC ada adaptasi, sehingga sensasi yang

ditimbulkan oleh perubahan suhu secara perlahan-lahan menghilang menjadi suatu keadaan netralis panas. Di atas 45oC, mulai terjadi kerusakan jaringa, dan sensasinya

(26)

d. Indera Sakit

Respon indera sakit adalah ujung dendrit saraf  telanjang, dan terdapat dalam kulit, tulang, persendian dan organ-organ dalam (viseral). Dua tipe sensasi sakit yaitu sensasi sakit somatik (sakit tubuh) dan sensasi sakit viseral (sakit organ dalam).

Sensasi sakit somatik terjadi bila reseptor rasa sakit dalam kulit, tulang, persendian, otot dan tendon mendapat rangsang. Reseptor sakit somatik merespon stimuli mekanik dan kimia. Reseptor sakit somatik mudah dikenali, tetapi sensasi sakit viseral kabur dan sering sulit ditentukan tempatnya.

e. Nyeri

1) Reseptor dan Jalur

Organ-organ indera untuk nyeri adalah ujung-ujung saraf “telanjang” yang dijumpai pada hampir semua  jaringan tubuh. Impuls nyeri disalurkan keseluruh saraf 

pusat oleh 2 sistem serat. Satu sistem nosiseptor terbentuk oleh serat-serat Aδ kecil bermielin dengan garis tengah 2-5μm. Sistem ini menghantarkan dengan kecepatan12-30 m/det. Yang satunya terdiri dari serat C tak bemielin dengan garis tengah 0,4-1,2 μm. Serat-serat yang terakhir ini ditemukan dibagian sebelah lateral akar dorsal dan sering disebut serat C akar dorsal. Serat-serat ini menghantarkan dengan kecepatan lambat sebesar 0,5-2 m/det. Kedua kelompok serat ini berakhir ditanduk dorsal; serat A (berakhir terutama di neuron-neuron laminal dan V, sementara serat C akar dorsal berakhir dineuron dilaminal I dan II. Terdapat banyak bukti bahwa transmiter sinaptik yang disekresi oleh serat aferen primer yang menghantarkan nyeri adalah substansi P.

(27)

kesistem anterolateral, termasuk traktus spinotalamikus lateral. Beberapa naik dibagian posterolateral medula spinalis. Sebagian serat asendens membentuk proyeksi keinti pemancar sensorik spesifik ditalamus dan dari sini ke korteks serebrum. Kajian-kajian dengan PET dan MRI pada orang normal menunjukkan bahwa ragsang nyeri mengaktifkan 3 daerah korteks: SI, SII, dan girus singuli di sisi korteks yang berlawanan dengan rangsangan. Girus singuli berperan dalam emosi, dan girektomi singuli dilaporkan mengurangi distress yang timbul karena nyeri kronik.

Banyak serat diaktifkan oleh rangsang nyeri berakhir disistem retikularis, yang membentuk proyeksi ke garis tengah dan inti proyeksi non spesifik intralaminar ditalamus dan dari sini ke berbagai bagian yang berbeda dari korteks. Yang lain menuju ke hipotalamus, dan sebagian berakhir di substansia gresia periakuaduktus, suatu daerah yang sudah dikenal berkaitan dengan nyeri. 2) Nyeri Cepat dan Lambat

Adanya 2 jalur nyeri, satu lambat dan yang lain cepat, menjelaskan pengamatan fisiologik bahwa terdapat 2 jenis nyeri. Suatu rangsangan nyeri akan menimbulkan suatu sensasi yang “jelas”, tajam, dan terlokalisasi, yang kemudian diikuti oleh sensasi yang tumpul, dfusi, kuat (intens), dan tidak menyenangkan. Kedua sensasi ini diberi nama nyeri cepat dan lambat, atau nyeri pertama dan kedua. Semakin jauh suatu rangsang dari otak, makin besar perbeaan waktu antara kedua komponen tersebut. Hal ini dan bukti-bukti lainnya menjelaskan bahwa nyeri cepat dapat disebabkan oleh kegiatan diserat nyeri Aδ, sedangkan nyeri lambat disebabkan oleh kegiatan diserat C.

(28)

Reseptor nyeri bersifat spesifik, dan nyeri tidak timbul karena lajak rangsang (overstimulation) pada reseptor lain. Dipihak lain, rangsang yang adekuat untuk reseptor nyeri tidak terlalu spesifik apabila dibandingkan dengan rangsang untuk reseptor yang lain, karena reseptor nyeri dapat dirangsang oleh aneka macam rangsang kuat. Misalnya, reseptor nyeri memberi respon terhadap panas, tetapi setelah dihitung bahwa ambang untuk energi termalnya adalah 100 kali besar daripada ambang untuk reseptor panas. Reseptor nyeri juga berespons terhadap energi listrik, mekanis, dan khususnya kimia.

Ada bahwa nyeri diperantarai oleh proses kimia dan bahwa semua rangsang yang mencetuskannya memiliki kemampuan membebaskan suatu bahan kimia yang merangsang ujung-ujung saraf. Bahan kimia tersebut mungkin histamine, yang enimbulkan nyeri pada suntikan local.

Tabel 1. Respon Kulit Pada Aplikasi Dingin Taha

p

Waktu Pemberian Aplikasi Dingin Respon

1 0-3 menit Sensasi dingin

2 2-7 menit Rasa terbakar, Nyeri 3 5-12 menit Anestesi relatif kulit Tabel 2. Efek Fisiologis Tubuh pada Terapi Dingin

Variabel Efek  

Spasme otot Menurun

Persepsi Nyeri Menurun

Aliran darah Menurun sampai 10 menit pertama Kecepatan

metabolisme

Menurun

Elastisitas kolagen Menurun

(29)

tapi relatif tidak menghentikan pembengkakan yang sudah terjadi. 5.KEPEKAAN SENTUHAN

a. Indera Peraba (Kulit)

Kulit merupakan indera peraba. Kulit adalah alat indera kita yang mampu menerima rangsangan temperatur suhu, sentuhan, rasa sakit, tekanan, tekstur, dan lain sebagainya. Pada kulit terdapat reseptor yang merupakan percabangan dendrit dari neuron sensorik yang banyak terdapat di sekitar ujung jari, ujung lidah, dahi, dll.

Kulit berfungsi sebagai indera perasa dan peraba. Kulit peka terhadap rangsang yang berupa panas, dingin, tekanan, sentuhan dan sakit atau nyeri.

1. Susunan Kulit

Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.

Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis atau lentur, sehingga kulit dapat mengembang. Stratum

(30)

germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.

Gambar 11. Penampang kulit manusia beserta reseptor-reseptornya

Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya

(31)

menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.

b. Fungsi Kulit

Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang, sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan, sebagai alat ekskresi, serta pengatur suhu tubuh. Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak didekat epidermis.Selain itu kulit  juga berfungsi sebagai tempat keluarnya keringat dan menjaga masuknya kotoran atau bibit penyakit ke dalam tubuh. Bagian kulit yg peka tehadap rangsang adalah ujung jari dan bibir.

a) Bagian-bagian kulit

- Lapisan ari, merupakan lapisan yang paling tipis.  Terdapat : 1) Sel-sel hidup. 2) Sel-sel mati. 3) Pembuluh darah. 4) Kelenjar keringat. 5) Ujung-ujung syaraf.

- Lapisan jangat, merupakan lapisan yang tebal. Terdapat akar rambut.

- Syaraf - syaraf peraba yang tersebar pd lapisan kulit. b) Mekanisme kerja kulit

Kulit meraba suatu benda kemudian rangsangan diterima oleh ujung-ujung syaraf peraba, rangsang

(32)

diteruskan ke otak, otak memproses sehingga kita dapat merasakan kasar, halus, panas atau dingin suatu benda.

C. BINTIK BUTA

Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata.

1)Bola Mata

Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

Gambar 12. Struktur bola mata a. Sklera

Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak

(33)

mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

b. Koroid

Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.

c. Retina

Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.

Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar.

Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh

(34)

darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis.

Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis. Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.

2) Otot Mata

Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).

3) Fungsi Mata

Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.

Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus) dan sel batang (sel basilus). Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Oleh karena itu, pigmen pada sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang, sedangkan pigmen dari sel konus berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna, makin ke tengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuning hanya ada sel konus saja.

(35)

Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin, yaitu suatu senyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya sinar matahari, maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A. Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untuk pembentukan kembali memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rodopsin). Pada waktu adaptasi, mata sulit untuk melihat.

Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang merupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitu sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga macam sel konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna.

 Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum proximum). Jarak terjauh saat benda tampak  jelas tanpa kontraksi disebut titik jauh (punctum remotum).  Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang masuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dari obyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak paralel. Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat jelas. Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut pemfokusan.

(36)

Gambar 13. (a). Akomodasi mata saat melihat jauh, (b). Akomodasi mata saat melihat dekat

Cahaya dibiaskan jika melewati konjungtiva kornea. Cahaya dari obyek yang dekat membutuhkan lebih banyak pembiasan untuk pemfokusan dibandingkan obyek yang jauh. Mata mamalia mampu mengubah derajat pembiasan dengan cara mengubah bentuk lensa. Cahaya dari obyek yang jauh difokuskan oleh lensa tipis panjang, sedangkan cahaya dari obyek yang dekat difokuskan dengan lensa yang tebal dan pendek. Perubahan bentuk lensa ini akibat kerja otot siliari. Saat melihat dekat, otot siliari berkontraksi sehingga memendekkan apertura yang mengelilingi lensa. Sebagai akibatnya lensa menebal dan pendek. Saat melihat jauh, otot siliari relaksasi sehingga apertura yang mengelilingi lensa membesar dan tegangan ligamen suspensor bertambah. Sebagai akibatnya ligamen suspensor mendorong lensa sehingga lensa memanjang dan pipih.Proses pemfokusan obyek pada jarak yang berbeda-berda disebut daya akomodasi.

Cara kerja mata manusia pada dasarnya sama dengan cara kerja kamera, kecuali cara mengubah fokus lensa.

(37)

Pada anak-anak, titik dekat mata bisa sangat pendek, kira-kira 9 cm untuk anak umur 11 tahun. Makin tua, jarak titik dekat makin panjang. Sekitar umur 40 tahun - 50 tahun terjadi perubahan yang menyolok, yaitu titik dekat mata sampai 50 cm, oleh karena itu memerlukan pertolongan kaca mata untuk membaca berupa kaca mata cembung (positif). Cacat mata seperti ini disebut presbiopi atau mata tua karena proses penuaan. Hal ini disebabkan karena elastisitas lensa berkurang. Penderita presbiopi dapat dibantu dengan lensa rangkap. Mata jauh dapat terjadi pada anak-anak; disebabkan bola mata terlalu pendek sehingga bayang-bayang jatuh di belakang retina. Cacat mata pada anak-anak seperti ini disebut hipermetropi.

Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang disebabkan oleh bola mata terlalu panjang sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuh di depan retina. Pada mata dekat ini orang tidak dapat melihat benda yang jauh, mereka hanya dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Untuk cacat seperti ini orang dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif). Miopi biasa terjadi pada anak-anak.

Astigmatisma merupakan kelainan yang disebabkan bola mata atau permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama, sehingga fokusnya tidak sama, akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yang sama. Untuk menolong orang yang cacat seperti ini dibuat lensa silindris, yaitu yang mempunyai beberapa fokus.

(38)

Katarak adalah cacat mata, yaitu

Katarak adalah cacat mata, yaitu buramnya dan berkurangburamnya dan berkurang el

elasastitisisitatasnsnya ya lelensnsa a mamatata. . HaHal l inini i teterjrjadadi i kakarerena na adadananyaya pen

pengapgapururan an padpada a lenlensa. sa. PadPada a oraorang ng yanyang g terterkenkena a katkatararakak pandangan menjadi kabur dan

pandangan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang.daya akomodasi berkurang.

5)

5) MekaMekanisme Kernisme Kerja Indera Peja Indera Penglihanglihatantan Si

Sinanar r dadari ri luluar ar mamasusuk k ke ke mamata ta memelalalului i kokornrneaea, , pupupipil,l, aqueous humor, lensa, viterous humor dan sampai ke retina. aqueous humor, lensa, viterous humor dan sampai ke retina. Sinar yang sampai ke retina akan menyebabkan perubahan Sinar yang sampai ke retina akan menyebabkan perubahan po

potetensnsiaial l liliststririk k di di sesel l resereseptptor or yayang ng didisesebababkbkan an ololeheh masuknya ion Na+ dan keluarnya ion K+. Perubahan potensial masuknya ion Na+ dan keluarnya ion K+. Perubahan potensial listrik ini disebut dengan depolarisasi. Depolarisasi di reseptor listrik ini disebut dengan depolarisasi. Depolarisasi di reseptor men

menyebyebabkabkan an potpotensensial ial resresepteptor. or. PoPotentensiasial l resresepteptor or yanyangg mencap

mencapai ai ambaambang ng letup dapat letup dapat mencemencetusktuskan an potenpotensial sial aksi.aksi. Po

Potetensnsiaial l akaksi si akakaan n didihhanantatarrkkan an ololeh eh sesel l ssararaf af dadalalamm me

membmbenentutuk k imimpupuls ls liliststririk k ke ke ototak ak babagigian an ososkikipipitatalilis s (o(otatakk besar bagian kepala belakang) untuk diolah. Dari mata kanan besar bagian kepala belakang) untuk diolah. Dari mata kanan di

dihahantntararkakan n ke ke lolobubus s kikiriri, , sesebabaliliknknya ya mamata ta kikiri ri ke ke ototakak lobuskanan.

lobuskanan. Di

Di bbagagiaian n bebellakakanang g adadalalah ah khkhoololorrooid id yyanang g babannyyakak men

mengangandundung g pempembulbuluh uh dardarah. ah. FunFungsi gsi pempembulbuluh uh dardarah ah iniini adalah menyuplai makanan dan oksigen ke sel-sel mata. Di adalah menyuplai makanan dan oksigen ke sel-sel mata. Di bagian depan

bagian depan kholokholoroid roid terbterbuka uka membmembentuk lubang entuk lubang bundbundarar yan

yang g disdisebuebut t puppupil il terterletletak ak di di belbelakaakang ng korkorneanea. . KhoKholorloroidoid mengandung pigmen. Kholoroid yang terletak di sekitar pupil mengandung pigmen. Kholoroid yang terletak di sekitar pupil di

disesebubut t dedengngan an iririsis. . FuFungngsi si iriris is adadalalah ah memengngatatur ur babanynyakak sed

sedikiikitnytnya a sinsinar ar yanyang g datdatangang, , sedsedangangkan kan khokholorloroid oid adaadalahlah me

menynyererap ap sisinanar r yayang ng dadatatang ng sesehihingngga ga titidadak k mememamantntulul kem

kembalbali i ke ke retretinaina.Di .Di bagbagian ian belbelakaakang ng puppupil il terterdapdapat at lenlensasa ya

yang ng jejernrnih ih fafan n trtrananspspararan an sesebabab b tetersrsususun un ololeh eh prprototeieinn ki

(39)

Kem

Kemampampuan uan akoakomodmodasi asi matmata a diadiatur tur oleoleh h otootot t yanyang g disdisebuebutt dengan

dengan muskulus smuskulus siliaris. Ruangan iliaris. Ruangan diantara kodiantara kornea dan rnea dan lensalensa terisi cairan yang encer yang disebut dengan aqueous humor, terisi cairan yang encer yang disebut dengan aqueous humor, sedangkan di bagian dalam mata terisi oleh cairan yang pekat sedangkan di bagian dalam mata terisi oleh cairan yang pekat dan transparan yang biasa disebut

dan transparan yang biasa disebut dengan vitreous humor.dengan vitreous humor. 6)

6) BiBintntik Buik Butata

Bintik buta adalah tempat saraf optik meninggalkan bagian Bintik buta adalah tempat saraf optik meninggalkan bagian d

daallaam m bboolla a mmaattaa. . BBeenndda a yyaanng g tteerrkkeenna a ccaahhaayya a aakkaann mem

membiabiaskskan an cahcahayaayanynya a melmelalualui i korkornea nea dan dan ditditerueruskaskan n keke aqe

aqeus us humhumor, or, puppupil, il, lenlensa sa matmata, a, vitvitrourous s humhumoror, , kemkemudiudianan ret

retinaina. . CaCahayhaya a yanyang g mamasuk suk ke ke bagbagian ian binbintik tik kunkuning ing retretinaina ak

akan an memengngenenai ai sesel-l-sesel l bbatatanang g dadan n kekerurucucut. t. SeSel l kekerurucucutt se

sebabagagai i fofototorereseseptptor or yayang ng pepeka ka cacahahaya ya akakan an memenanangngkakapp rangsang dan mengubahnya menjadi impuls

rangsang dan mengubahnya menjadi impuls yang dihantarkanyang dihantarkan k

ke e ssaarraaf f ooppttiik k kke e oottaak k bbeessar ar bbaaggiiaan n bbeellaakkaanng g ((lloobbuuss oksipitalis). Pada lobus oksipitalis ini terjadi asosiasi berupa oksipitalis). Pada lobus oksipitalis ini terjadi asosiasi berupa kesan melihat benda

kesan melihat benda Pe

Pembmbiaiasasan n cacahahaya ya dadari ri susuatatu u bebendnda a akakan an memembmbenentutukk bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini kuning pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini a

akkaan n mmeennggeennaai i sseell--sseel l babattaanng g ddaan n kekerruuccuut t yyaanngg meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik meneruskannya meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Sebaliknya, bayangan ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Sebaliknya, bayangan suatu benda akan tidak nampak, jika pembiasan cahaya dari suatu benda akan tidak nampak, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada

suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina.retina.

D.PUPIL DAN TERHADAP INTENSITAS CAHAYA D.PUPIL DAN TERHADAP INTENSITAS CAHAYA

1.Pupil 1.Pupil

Pu

Pupipil l adadalalah ah cecelalah h lilingngkakararan n yayang ng didibebentntuk uk ololeh eh iririsis,, dibelakang iris terdapat lensa. Pupil mata tergantung dari iris

dibelakang iris terdapat lensa. Pupil mata tergantung dari iris atauatau semacam otot kecil. Sifat-sifat iris:

semacam otot kecil. Sifat-sifat iris: a.

a. MendMendekat ekat jika jika cahaycahaya a masumasuk k terlaterlalu lu teraterang, ng, dan dan menjamenjauhuh  jika cahaya masuk ter

(40)

b.

b. Jika Jika mata mata tidak tidak saat saat terkterkena ena cahaycahaya a maka maka pupil pupil mengmengecilecil atau meredup secara langsung, kalau mata dalam keadaan atau meredup secara langsung, kalau mata dalam keadaan siap pupil mengecil secara perlahan

siap pupil mengecil secara perlahan Pu

Pupipil l dadapapat t memengngececil il papada da akakomomododasasi i dadan n kokonvnverersisi.. Akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk mencembung Akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk mencembung akibat kontraksi otot siliaris. Otot siliaris atau otot polos dapat akibat kontraksi otot siliaris. Otot siliaris atau otot polos dapat merenggang dan mengendorkan selaput yang menggantungkan merenggang dan mengendorkan selaput yang menggantungkan len

lensa. sa. AkoAkomodmodasi asi dapdapat at menmenyebyebabkabkan an daydaya a pempembiabiasan san lenlensasa be

bertrtamambabah h kukuatat. . SeSelalain in akakomomododasasi, i, teterjrjadadi i kokonvnverersi si susumbmbuu pen

pengliglihathatan an dan dan konkontrtriksiksi i puppupil il bilbila a sesseseoreorang ang melmelihaihat t benbendada yang dekat.

yang dekat.

Mengecilnya pupil karena cahaya ialah lebarnya pupil diatur Mengecilnya pupil karena cahaya ialah lebarnya pupil diatur ole

oleh h iriiris s sesesuasuai i dendengan gan intintensensitaitas s cahcahaya aya yanyang g ditditerierima ma oleolehh mat

mata. a. DitDitempempat at yanyang g gelgelap ap dimdimana ana intintensensitaitas s cahcahayaayanya nya keckecilil ma

maka ka pupupipil l akakan an memenbnbesesarar, , agagar ar cacahahaya ya dadapapat t lelebibih h babanynyakak masuk kemata. Ditempat yang sangat terang dimana intensitas masuk kemata. Ditempat yang sangat terang dimana intensitas cahayanya cukup tinggi atau besar maka pupil akan mengecil, cahayanya cukup tinggi atau besar maka pupil akan mengecil, agar cahaya lebih sedikit masuk kemata untuk menghindari mata agar cahaya lebih sedikit masuk kemata untuk menghindari mata agar tidak selalu, bila mata diarahkan kesalah satu mata pupil agar tidak selalu, bila mata diarahkan kesalah satu mata pupil akan berkontraksi, kejadian tersebut dinamakan refleks pupil atau akan berkontraksi, kejadian tersebut dinamakan refleks pupil atau refleks cahaya pupil.

refleks cahaya pupil. 2.

2. ReflRefleks pupileks pupil Refleks

Refleks adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar yangadalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar yang melibatkan SSP dalam memberikan jawaban atau respons segera melibatkan SSP dalam memberikan jawaban atau respons segera set

setelah elah adaadanya nya ranrangsgsang ang padpada a resresepteptor. or. PadPada a manmanusiusia a gergerakak refleks terjadi melalui

refleks terjadi melalui refleks arcrefleks arc. . GeraGerak k reflerefleks ks dapat digunadapat digunakankan pada pemeriksaan neurologis untuk mengetahui kerusakan atau pada pemeriksaan neurologis untuk mengetahui kerusakan atau pemfungsian dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Gerak pemfungsian dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Gerak refleks dapat dilatih misalnya pengulangan dari gerakan motorik refleks dapat dilatih misalnya pengulangan dari gerakan motorik pada latihan olah raga atau pengaitan dari rangsang oleh reaksi pada latihan olah raga atau pengaitan dari rangsang oleh reaksi otomatis selama pengkondisian klasikal.

otomatis selama pengkondisian klasikal.

Refleks pupil dapat dilihat dari mengecil dan membesarnya Refleks pupil dapat dilihat dari mengecil dan membesarnya

(41)

dalam menanggapi satu perubahan dalam melihat jarak dan kemampuan berakomodasi disebut tempo akomodasi.

Daya akomodasi mata diatur melalui syaraf parasimpatis, perangsangan syaraf parasimpatis menimbulkan kontraksi otot siliaris yang selanjutnya kan mengendurkan gligamen lensa dan meningkatkan daya bias. Dengan meningkatkan daya bias, mata mampu melihat objek lebih dekat dibanding waktu daya biasnya rendah. Akibatnya dengan mendekatnya objek kearah mata frekuensi impuls parasimpatis kedotsiliaris progresif ditingkatkan agar objek tetap dilihat dengan jelas.

3.Macam-Macam Refleks Pupil

Respon cahaya langsung: Jika pupil terkena sinar dari

samping (sehingga pupil tidak memfokus dalam cahaya dan tidak berakomodasi) ke arah salah satu pupil untuk melihat reaksinya terhadap cahaya, maka pada keadaan normal terkena cahaya, pupil yang disinari akan mengecil.

Respon cahaya konsensual: Jika pada pupil yang satu

disinari maka secara serentak pupil lainnya mengecil dengan ukuran yang sama.

E. PUPIL DAN TERHADAP AKOMODASI MATA

Pada organ penglihatan terdapat retina yang sangat peka terhadap cahaya. Retina berhubungan dengan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Pada retina ini bayangan benda akan terbentuk sehingga dapat melihat suatu benda, tapi jarak antara lensa mata dan retina selalu tetap, sehingga dalam melihat benda-benda pada jarak tertentu perlu mengubah kelengkungan lensa mata.

Mengubah kelengkungan lensa mata berarti mengubah jarak titik fokus lensa. Untuk mengubah kelengkungan lensa mata dilakukan oleh otot siliar. Hal ini dimaksudkan agar bayangan yang

(42)

dibentuk oleh lensa mata selalu jatuh di retina. Pada saat mata melihat dekat lensa mata harus lebih cembung (otot-otot siliar menegang) dan pada saat melihat jauh lensa harus lebih pipih (otot-otot siliar mengendor). Mencembung dan menipisnya lensa mata ini lah yang disebut dengan akomodasi. Daya akomodasi mata diatur melalui syaraf parasimpatis, perangsangan syaraf parasimpatis menimbulkan kontraksi otot siliaris yang selanjutnya kan mengendurkan gligamen lensa dan meningkatkan daya bias. Dengan meningkatkan daya bias, mata mampu melihat objek lebih dekat dibanding waktu daya biasnya rendah. Akibatnya dengan mendekatnya objek kearah mata frekuensi impuls parasimpatis kedotsiliaris progresif ditingkatkan agar objek tetap dilihat dengan  jelas.

Kemampuan akomodasi mata akan meningkat bila mata melihat kabur dan pada waktu melihat dekat. Bila benda tersebut didekatkan maka bayangan akan bergeser ke belakang retina. Akibat benda ini didekatkan penglihatan menjadi kabur, maka mata akan berakomodasi dengan mencembungkan lensa. Semakin dekat benda yang akan dilihat maka benda akan berakomodasi semakin kuat hingga batas maksimum.

Daya akomondasi mata berarti kemampuan memfokuskan bayangan agar jatuh tepat pada bintik kuning sehingga kita dapat meliat objek. Apabila melihat objek yang letaknya jauh lensa mata menjadi pipih, tetapi jika melihat objek yang letaknya dekat maka lensa mata menjadi lebih cembung. Pengaturan kecembuangn lensa ini diatur oleh otot-otot lensa yang melingkar (otot siliaris). Saat melihat objek yang jauh otot lensa berelaksasi, sedangkan saat melihat objek yang dekat otot lensa berkontraksi. Jarak titik dekat adalah jarak terpendek antara benda atau objek dengan mata sehingga mata masih mengenali benda itu dengan jelas. Usia seseorang dapat mempengaruhi parubahan jarak titik dekat. Pada usia anak-anak jarak titik dekat pendek, tetapi dengan

(43)

akomodasi ditentukan dengan satuan Dioptri (D), lensa 1 D mempunyai titik fokus pada jarak 1 meter.

Manusia memiliki dua batas daya akomodasi (jangkauan penglihatan) yaitu:

 Titik dekat mata yang disebut juga punctum proximum adalah

 jarak benda terdekat di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal (emetropi) titik dekatnya berjarak 10cm s/d 20cm (untuk anak-anak) dan berjarak 20cm s/d 30cm (untuk dewasa). Titik dekat disebut juga jarak baca normal.

 Titik jauh mata yang disebut juga punctum romutum adalah jarak

benda terjauh di depan mata yang masih dapat dilihat dengan  jelas. Untuk mata normal titik jauhnya adalah “tak terhingga”.

IV. METODE PERCOBAAN 1. Jenis Percobaan

 Jenis penelitian yang kam gunakan adalah eksperimen karena kami menggunakan suatu pembanding dan beberapa variabel diantaranya variabel kontrol, variabel manipulasi, dan variabel respon.

2. Variabel Percobaan A. Indera Pengecap

1) Variabel manipulasi : Macam larutan.

2) Variabel kontrol : subyek uji coba (praktikan)

3) Variabel respon : respon pengecapan praktikan dan daerah penyebaran reseptor kecap.

B. Indera Pembau

1) Variabel manipulasi : Macam minyak/parfum 2) Variabel kontrol : Subyek uji coba (praktikan) 3) Variabel respon : Kepekaan rangsang bau C. Hubungan Pembau dan Pengecap

1) Variabel manipulasi : Macam bahan (bengkoang, kentang, apel, air putih)

(44)

3) Variabel respon : Kesan bau terhadap pengecapan D. Pengaruh Dingin Terhadap Rasa Sakit

1) Variabel manipulasi : Ada tidaknya Es batu

2) Variabel kontrol : Subyek uji coba (praktikan) 3) Variabel respon : Rasa sakit/nyeri

E. Kepekaan Sentuhan

1) Variabel manipulasi : Permukaan kulit

2) Variabel kontrol : Subyek uji coba (praktikan), daerah cubitan

3) Variabel respon : Jarak terpendek merasakan 2 titik F. Bintik Buta

1) Variabel manipulasi : Jarak uang logam

2) Variabel kontrol : Jumlah uang logam, mata praktikan 3) Variabel respon : Jumlah uang logam yang tampak G. Refleks Pupil terhadap Intensitas Cahaya

1) Variabel manipulasi : Intensitas cahaya 2) Variabel kontrol : Praktikan

3) Variabel respon : Diameter pupil

H. Refleks Pupil terhadap Akomodasi Mata 1) Variabel manipulasi : Jarak pandang 2) Variabel kontrol : Praktikan

3) Variabel respon : Diameter pupil 3. Tempat dan Waktu Penelitian

Waktu : Rabu, 27 Februari 2013

Tempat : Laboratorium Fisiologi (C10) FMIPA Unesa 4. Alat dan Bahan

A. Indera Pengecap Alat Θ Cotton bud Θ Cawan Petri Θ Gelas kimia Θ Sapu tangan Bahan

Θ Larutan NaCl (asin) Θ Larutan cuka (asam) Θ Larutan glukosa (manis) Θ Larutan kopi (pahit)

(45)

Θ Peta rasa (gambar lidah) Θ Tissue/kapas Θ Larutan cabe/merica (pedas) Θ Air putih B. Indera Pembau Alat Θ Spluit Θ Sapu tangan Θ Kapas Bahan Θ Minyak angin Θ Minyak menthol Θ Parfum Θ Minyak cengkih

C. Hubungan Pembau dan Pengecap Alat Θ Tusuk gigi Θ Pisau Θ Sapu tangan Θ Tissue/kapas Bahan Θ Bengkoang Θ Apel Θ Air putih Θ Kentang

D. Pengaruh Dingin Terhadap Rasa Sakit Alat Θ Jam/stopwatch Θ Tissue Bahan ΘEs batu E. Kepekaan Sentuhan Alat Θ Sapu tangan Θ Spidol Θ Penggaris Θ Jangka F. Bintik Buta Alat

Θ Mata uang logam 5 buah Θ Kertas karton

Θ Penggaris

G. Refleks Pupil terhadap Intensitas Cahaya Alat

Gambar

Gambar 1. mekanisme rangsangan
Gambar 2. Lidah
Gambar 3. Struktur lidah dan pembagian daerah  perasanya
Gambar 4.  Gambar sel resptor olfaktori
+7

Referensi

Dokumen terkait

Abstraksi. Tulisan ini dilatar belakangi beberapa fenomena di masyarakat yang menunjukkan rendahnya karakter anak. Fenomena itu antara lain masih banyaknya kasus

Hasil penelitian menunjukkan (1) penyebab terjadinya varians biaya bahan baku adalah kenaikan harga bahan bakar solar, peningkatan produksi batako, dan kesalahan penggunaan bahan

Dalam analisis Saussure, kita menganggap tanda yang berulang atau jalan yang direkonstruksi sebagai tanda atau jalan yang sama karena kita tidak melihat unsur material

Ruang lingkup hyperkes dapat dijelaskan sebagai berikut (Rachman, 1990) : a. Kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan aspek

[r]

Selain itu boron berperan dalam metabolisme karbohidrat, mengatur kebutuhan air di dalam tanaman karena boron diserap tanaman dalam bentuk molekul yang harus

untuk dipandang oleh masyarakat bahwa perusahaan yang menerapkan etika didalam perusahaan. bisnis adalah sebagai perusahaan yang memiliki perilaku etis

Orang-orang dengan tipe bebas mengungkapkan kepuasan pada kehidupannya, tetapi dengan sukarela melepaskan diri dari berbagai peran (Indriana, 2012). Sebelum tinggal di wisma