• Tidak ada hasil yang ditemukan

Refrat TIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Refrat TIA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

REFERAT

REFERAT

TRANSIENT ISCHEMIC ATTACK 

TRANSIENT ISCHEMIC ATTACK 

Disusun untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik  Disusun untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik 

di Bagian Saraf  di Bagian Saraf 

Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Sukanto Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Sukanto

Diajukan Kepada : Diajukan Kepada :

Pembimbing : dr. Albert Teddy, Sp.S Pembimbing : dr. Albert Teddy, Sp.S

Disusun Oleh : Disusun Oleh : Finidya Septiani Finidya Septiani (1110221046) (1110221046)

Kepaniteraan Klinik Departemen Saraf  Kepaniteraan Klinik Departemen Saraf 

FAKULTAS KEDOKTERAN – UPN ”VETERAN” JAKARTA FAKULTAS KEDOKTERAN – UPN ”VETERAN” JAKARTA

Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Sukanto Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Sukanto

PERIODE 26 Maret – 28April 2012 PERIODE 26 Maret – 28April 2012

(2)

Kata Pengantar

Kata Pengantar

Puj

Puji i syusyukur kur penupenulis panjatklis panjatkan an ke ke hadhadirairat t TuhaTuhan n YesYesus us KriKristustus s ataatas s limlimpahapahann  berkat

 berkat dan dan karuniakarunia-Nya -Nya Tuhan Tuhan sehinggsehingga a referat yang referat yang berjudul “Stroke berjudul “Stroke IskemiIskemik” k” dapatdapat terselesaikan dengan baik. Referat ini dibuat sebagai salah satu tugas dalam kepaniteraan terselesaikan dengan baik. Referat ini dibuat sebagai salah satu tugas dalam kepaniteraan klinik Departemen Saraf Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Sukanto Jakarta.

klinik Departemen Saraf Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Sukanto Jakarta. Ki

Kiraranya nya dapdapat at pepenulnulis is kekemukmukakaakan n bahbahwa wa titidak dak mumungkngkin in prpresesus us ini ini dadapatpat diselesaikan tanpa bantuan, dorongan serta kerjasama berbagai pihak dengan sepenuh diselesaikan tanpa bantuan, dorongan serta kerjasama berbagai pihak dengan sepenuh hati, sehingga dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang hati, sehingga dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada :

setulus-tulusnya kepada :

1.

1. dr. Marjanti, Sp.S selaku dosen penguji presus.dr. Marjanti, Sp.S selaku dosen penguji presus.

2.

2. Seluruh staf Departemen Saraf Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS SukantoSeluruh staf Departemen Saraf Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Sukanto Jakarta.

Jakarta.

3.

3. Rekan-rekan kepaniteraan klinik Departemen Saraf Rumah Sakit BhayangkaraRekan-rekan kepaniteraan klinik Departemen Saraf Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Sukanto Jakarta.

Tingkat I RS Sukanto Jakarta. Penu

Penulis lis menmenyadayadari ri bahwbahwa a refereferat rat ini ini masmasih ih jaujauh h dardari i semsempurnpurna. a. KarKarena ena ituitu  penulis mohon

 penulis mohon maaf maaf bila bila terdapat terdapat kesalkesalahan ahan di di dalamnydalamnya. a. Penulis juga Penulis juga mengharmengharapkanapkan ki

kirirititik k dan dan sasararan n yayang ng memembmbangangun un untuntuk uk memempemperbarbaikiki i kekekurkurangangan an rerefeferarat t ini ini didi kemudi

kemudian hari. an hari. Akhir kata, semoga referat ini Akhir kata, semoga referat ini bisa bermanfaabisa bermanfaat bagi t bagi para pembaca. Ataspara pembaca. Atas  perhati

 perhatian yang dian yang diberikan, pberikan, penulis menulis mengucapengucapkan terkan terima kasih.ima kasih.

Jakarta, April 2012 Jakarta, April 2012 Penulis Penulis

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

(3)

Halaman

Halaman Judul Judul ... .... ii Kata

Kata Pengantar Pengantar ... ... iiii Daftar

Daftar Isi Isi ... iii... iii

BA

BAB IB I DADATA PTA PASASIEIEN ...N ... 11

I.1

I.1 Identitas Identitas PasienPasien... 11 I.2

I.2 Anamnesis Anamnesis ... 11 I.3

I.3 Pemeriksaan Pemeriksaan Fisik Fisik ... 33 I.4

I.4 Pemeriksaan Pemeriksaan Penunjang Penunjang ... 77 I.5

I.5 DiaDiagnosgnosis is ... 88 I.6

I.6 Diagnosis Diagnosis BandingBanding... 88 I.7

I.7 PenaPenataltalaksaaksanaannaan... 88 I.8

I.8 ProPrognosgnosis is ... 88 I.9

I.9 FolFollow low Up Up ... 99

BA

BAB B IIII TINTINJAUJAUAN AN PUPUSTASTAKA KA ... 1313

II.1

II.1 AnatomAnatomi i ... 1313 II.2

II.2 STROKSTROKE E ... 1515 a.

a. DefiniDefinisi si Stroke Stroke ... 1515  b.

 b. EpidemEpidemiologi iologi ... 1515 c.

c. KlasifKlasifikasi ikasi Stroke Stroke ... 1616 d.

d. Faktor Faktor Resiko Resiko ... 1919 e.

e. ManifeManifestasi stasi Klinis Klinis ... 2020 f.

f. DiagnosDiagnosis is ... 2121 g. Pe

g. Penatalaksnatalaksanaan...anaan... 2323 h.

h. PrognosiPrognosis s ... 2323

BAB

BAB III III PEMPEMBAHBAHASAASAN ..N ... 2424 DAFTA

DAFTAR R PUSTAKPUSTAKA A ... ... 2727

BAB I BAB I

(4)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN II..11 LLaattaar Br Beellaakkaanngg

CV

CVD D (Ce(Cerebrebro ro VasVasculacular r DeDeseassease) e) ataatau u strstroke oke mermerupakupakan an penypenyakit akit ketketigaiga yang menyebabkan kematian dibeberapa negara berkembang setelah jantung dan yang menyebabkan kematian dibeberapa negara berkembang setelah jantung dan kank

kanker. er. SetSetiap iap tahutahunnya sekitannya sekitar r 4,5 4,5 jutjuta a oranorang g menmeninginggal gal karkarena ena strstroke. oke. StrStrokeoke seb

sebagai salah agai salah satsatu u penypenyebab kematebab kematian ian dan dan keckecacatacatan an neuneurolrologi ogi yang utama yang utama didi In

Indodonesnesiaia. . SeSerarangangan n otaotak k ini ini memeruprupakaakan n kekegagawawatdtdararurauratatan n memedis dis yanyang g harharusus ditangani secara cepat, tepat, dan cermat.

ditangani secara cepat, tepat, dan cermat.1,21,2

Data di Indonesia menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus stroke Data di Indonesia menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus stroke  baik

 baik dalam dalam hal hal kematikematian, an, kejadian kejadian dan dan kecacatkecacatan. an. InsideInsiden n stroke stroke 51,6/10051,6/100.000.000  penduduk dan

 penduduk dan kecacatakecacatan n 1,6% tidak 1,6% tidak berubah dan berubah dan 4,3% semakin memberat.4,3% semakin memberat.33 AngkaAngka kematian berdasarkan umur sebesar 15,9% (usia 45-55 tahun), 26,8% (usia 55-64 kematian berdasarkan umur sebesar 15,9% (usia 45-55 tahun), 26,8% (usia 55-64 tahun), dan 23,5% (usia >65 tahun).

tahun), dan 23,5% (usia >65 tahun).44 Stroke dapat terjadi pada semua umur tapiStroke dapat terjadi pada semua umur tapi sebagian dialami oleh orang yang berusia lebih dari 70 tahun.

sebagian dialami oleh orang yang berusia lebih dari 70 tahun.55 Ot

Otak ak memengongontntrol rol fufungsngsi i tutububuh h kikitata, , bagbagaiaimanmana a kikita ta beberpirpikikir, r, memelilihathat,,  berbic

 berbicara, dan ara, dan bergerbergerak. Sinyal-ak. Sinyal-sinyal ke sinyal ke dan dari dan dari otak yang otak yang ditraditransmisinsmisikan melaluikan melalui medulla spinalis ke seluruh tubuh. Sisi kanan otak mengendalikan sisi kiri tubuh, medulla spinalis ke seluruh tubuh. Sisi kanan otak mengendalikan sisi kiri tubuh, dan sisi kiri otak mengendalikan sisi kanan tubuh.

dan sisi kiri otak mengendalikan sisi kanan tubuh.66

Suplai darah ke otak berasal dari arteri karotis (dikenal sebagai sirkulasi Suplai darah ke otak berasal dari arteri karotis (dikenal sebagai sirkulasi anterior) dan arteri vertebralis yang berasal dari medulla spinalis (disebut sebagai anterior) dan arteri vertebralis yang berasal dari medulla spinalis (disebut sebagai sirkulasi posterior). Ketika area otak kehilangan atau terhentinya suplai darah dan sirkulasi posterior). Ketika area otak kehilangan atau terhentinya suplai darah dan  bagian

 bagian tubuh tubuh yang yang dikendaldikendalikan ikan juga juga berhenti berhenti bekerjabekerja, , hal inilahal inilah h yang yang menjadimenjadi  penyebab

 penyebab stroke stroke atau atau CVD CVD (Cere(Cerebro bro VasculVascular ar DeseDesease).ase).66 PenyPenyebab ebab strstrokeoke didominasi oleh plak arteriosklerotik yang terjadi pada satu atau lebih arteri yang didominasi oleh plak arteriosklerotik yang terjadi pada satu atau lebih arteri yang me

membmbereri i alaliriran an dadararah h beberurupa pa nunutrtrisisi i dadan n mamakakananan n ke ke ototakak. . PlPlak ak bibiasasananyaya me

mengakngaktiftifkan kan mekmekanisanisme me pempembekubekuan an dardarah, ah, dan dan mengmenghasihasilkalkan n bekubekuan an untuntuk uk  mem

membentbentuk uk dan dan mengmenghambhambat at artearteri, ri, dengdengan an demdemikiaikian n memenyebnyebabkaabkan n hilhilangnangnyaya fungsi otak secara akut pada area yang terlokalisasi.

fungsi otak secara akut pada area yang terlokalisasi.77

Ketika otak kehilangan suplai darah, otak akan mencoba memulihkan aliran Ketika otak kehilangan suplai darah, otak akan mencoba memulihkan aliran darah. Jika suplai darah dapat dipulihkan, maka fungsi dari sel-sel otak yang terkena darah. Jika suplai darah dapat dipulihkan, maka fungsi dari sel-sel otak yang terkena

(5)

dapa

dapat t berberfungfungsi si kemkembalbali. i. Hal Hal inilinilah ah yang yang terterjadi jadi pada pada TIA TIA (Tr(Transansient ient IscIschemhemicic Attack) atau serangan stroke sementara atau mini stoke.

Attack) atau serangan stroke sementara atau mini stoke.66 Sek

Sekitaitar r satsatu u dardari i serseratus orang atus orang dewdewasa asa mengmengalamalami i palpaling ing sedsedikit 1 ikit 1 kalikali serangan iskemik sesaat (TIA) seumur hidup mereka. Jika diobati dengan benar, serangan iskemik sesaat (TIA) seumur hidup mereka. Jika diobati dengan benar, sekitar 1/10 dari para pasien ini kemudian akan mengalami stroke dalam 3,5 bulan sekitar 1/10 dari para pasien ini kemudian akan mengalami stroke dalam 3,5 bulan setelah serangan pertama, dan sekitar 1/3 akan terkena stroke dalam lima tahun setelah serangan pertama, dan sekitar 1/3 akan terkena stroke dalam lima tahun setelah serangan pertama. Risiko TIA untuk terkena stroke 35-60% dalam waktu setelah serangan pertama. Risiko TIA untuk terkena stroke 35-60% dalam waktu lima tahun.

lima tahun.

II..22 TTuujjuuaan n PPeennuulliissaann a

a.. TuTujujuaan n UUmmuumm

Tujuan umum penulisan referat ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan Tujuan umum penulisan referat ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai CVD (Cerebro Vascular Desease) gambaran secara menyeluruh mengenai CVD (Cerebro Vascular Desease) Transient Ischemic Attack.

Transient Ischemic Attack.

b.

b. TuTujujuan an KKhuhusususs

Tujuan khusus penulisan referat ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang Tujuan khusus penulisan referat ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang  berhubu

 berhubungan dengangan dengan CVD (Cn CVD (Cerebro Verebro Vascular Dascular Deseaseesease) ) TransiTransient Ischeent Ischemicmic Attack, yaitu

Attack, yaitu aa.. DDeeffiinniissii  b.

 b. AnatomAnatomi pembuli pembuluh darah uh darah otak otak  c.

c. KKllasasiififikkasasii d

d.. EEttiioollooggii ee.. FFaaktktor or rreessiikoko ff.. PPaattoofifissioiollooggii

g.

g. Gejala dan tanda klinisGejala dan tanda klinis h.

h. PePememeririksksaaaan n pepenununjnjanangg i.

i. PPeenanattaallakakssaananaaann  j.

 j. KomplKomplikasiikasi

k.

(6)

II..33 MMaannffaaaat Pt Peennuulliissaann a.

a. BaBagi gi InInstistitutusi si PePendindidikdikanan

Dihara

Diharapkan refrat ini pkan refrat ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapat menambah ilmu pengetahuan dan membermemberikanikan wawasan ilmu pengetahuan kedokteran khususnya neurologi.

wawasan ilmu pengetahuan kedokteran khususnya neurologi.

b

b.. BBaaggi Pi Penenuuliliss

Penulis

Penulisan an refrarefrat t yang dilakukan menambah pengetahuan penulis mengenaiyang dilakukan menambah pengetahuan penulis mengenai Transient Ischemic Attack dan Stroke.

Transient Ischemic Attack dan Stroke.

cc.. BBaaggi i PPemembabaccaa

Penu

Penulislisan an ini ini dihadiharaprapkan kan menmenambaambah h ilmilmu u pengpengetaetahuan huan dan dan dihadiharapkrapkanan menambah keingintahuan pembaca tentang Neurologi.

menambah keingintahuan pembaca tentang Neurologi.

BAB II BAB II

(7)

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA II

II.1.1 AnAnaatotommi Pi Pemembubululuh Dh Dararah ah OtOtak ak 

Darah dialirkan ke otak melalui dua arteri karotis interna dan dua arteri Darah dialirkan ke otak melalui dua arteri karotis interna dan dua arteri ver

vertebtebraliralis s ArtArteri eri karokarotis tis inteinterna, rna, setsetelaelah h memmemisaisahkan hkan diri diri dardari i artarteri eri karkarotisotis ko

komumunisnis, , nainaik k dadan n mamasusuk k ke ke roronggngga a tetengkngkororak ak memelalalului i kankanalalis is kakarotrotikuikus,s,  berjal

 berjalan an dalam sinus kavernosusdalam sinus kavernosus, mempercabang, mempercabangkan arteri untuk kan arteri untuk nervus optikusnervus optikus dan

dan retretina, ina, akhiakhirnya bercabrnya bercabang ang duadua: : artarteri eri serserebri ebri anteanteriorior r dan dan artarteri eri serserebrebrii media.

media.88 Arteri karotis interna memberikan vaskularisasi pada regio sentral danArteri karotis interna memberikan vaskularisasi pada regio sentral dan lateral hemisfer. Arteri serebri anterior memberikan vaskularisasi pada korteks lateral hemisfer. Arteri serebri anterior memberikan vaskularisasi pada korteks fronta

frontalis, parietalis bagian tengah, lis, parietalis bagian tengah, korpus kalosum dan korpus kalosum dan nukleus kaudatus. Arterinukleus kaudatus. Arteri serebri media memberikan vaskularisasi pada korteks lobus frontalis, parietalis serebri media memberikan vaskularisasi pada korteks lobus frontalis, parietalis dan temporalis.

dan temporalis.99 Art

Arteri eri ververtebtebraliralis s mermerupakupakan an cabacabang ng perpertamtama a dardari i artarteri eri subsubklaklavia,via, men

menuju uju dasdasar ar tengtengkorakorak k melmelalui alui kanakanalis lis tratransvensversalrsalis is di di kolukolumna mna ververtebrtebralisalis se

servrvikaikalilis, s, mamasusuk k roronggngga a krakraniunium m memelallalui ui foforaramemen n mamagngnumum, , memenenembumbuss du

duraramamateter r dadan n ararakaknonoididmamateter r ununtutuk k mamasusuk k ke ke ruruanang g susubabararaknknoioid d lalalulu

Gambar 1.

(8)

mempe

mempercabangkarcabangkan n masing-masing-masing sepasang masing sepasang arteri serebeli arteri serebeli inferiinferior.or.88 Pada batasPada batas medula oblongata dan pons, keduanya bersatu menjadi arteri basilaris dan setelah medula oblongata dan pons, keduanya bersatu menjadi arteri basilaris dan setelah men

mengelgeluaruarkan kan 3 3 kelkelompoompok k cabacabang ng artarterieri, , pada pada tintingkat gkat mesmesenseensefalofalon, n, artarterieri  basila

 basilaris ris berakhiberakhir r sebagai sebagai sepasasepasang ng cabang cabang arteri arteri serebrserebri i posterposterior.ior.1010 ArteriArteri vertebralis memberikan vaskularisasi pada batang otak dan medula spinalis atas. vertebralis memberikan vaskularisasi pada batang otak dan medula spinalis atas. Arter

Arteri i basilabasilaris ris membememberikan vaskularisasrikan vaskularisasi i pada pada pons. Arteri pons. Arteri serebrserebri i posterposterior ior  memberikan vaskularisasi pada lobus temporalis, oksipitalis, sebagian kapsula memberikan vaskularisasi pada lobus temporalis, oksipitalis, sebagian kapsula inte

interna, rna, taltalamuamus, s, hipohipokamkampus, pus, korkorpus pus genigenikulkulatum atum dan dan mammamilarilaria, ia, plepleksusksus koroid dan batang otak bagian atas.

koroid dan batang otak bagian atas.1010

IIII..22 SSttrrookkee a.

a. DeDefifininisi si StStrorokeke

Stroke menurut WHO adalah manifestasi klinis dari gangguan fungsi Stroke menurut WHO adalah manifestasi klinis dari gangguan fungsi cerebral, baik fokal maupun menyeluruh (global), yang berlangsung dengan cerebral, baik fokal maupun menyeluruh (global), yang berlangsung dengan cepa

cepat, t, berberlanglangsung lebih sung lebih dardari i 24 24 jamjam, , atau berakhatau berakhir ir dengdengan an maumaut, t, tantanpapa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vaskular.

ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vaskular.1010

b.

b. EpEpididememioiolologigi

St

Stroroke ke memerurupapakakan n sasatu tu mamasasalalah h kekesesehahatatan n yayang ng bebesasar r dadalalamm kehidupan modern saat ini. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi kehidupan modern saat ini. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5 % atau 125.000 orang 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5 % atau 125.000 orang mening

meninggal, dan sisanya cacat gal, dan sisanya cacat ringan maupun beratringan maupun berat. . Pada 1999, 50 Pada 1999, 50 juta orangjuta orang telah mengalami kecacatan akibat stroke. Jumlah ini merupakan 3,5 % dari telah mengalami kecacatan akibat stroke. Jumlah ini merupakan 3,5 % dari sel

seluruh uruh pendpenderierita ta cacacacat. t. ProProyeksyeksi i hinghingga ga 2020 2020 nantnanti i menmenunjuunjukan kan bahwbahwaa setiap tahun sekitar 61 juta orang akan mengalami kecacatan akibat stroke. setiap tahun sekitar 61 juta orang akan mengalami kecacatan akibat stroke.

c.

c. Klasifikasi StrokeKlasifikasi Stroke

Stroke diklasifikasikan sebagai berikut: Stroke diklasifikasikan sebagai berikut:1515 1. Berdasarkan kelainan patologis

1. Berdasarkan kelainan patologis a. Stroke hemoragik 

a. Stroke hemoragik 

1) Perdarahan intra serebral 1) Perdarahan intra serebral

2) Perdarahan ekstra serebral (subarakhnoid) 2) Perdarahan ekstra serebral (subarakhnoid)

(9)

 b. Stro

 b. Stroke non-hemke non-hemoragik (oragik (stroke istroke iskemik, skemik, infark oinfark otak, penyumtak, penyumbatan)batan) 1) Trombosis serebri 1) Trombosis serebri 2) Emboli serebri 2) Emboli serebri 3) Hipoperfusi sistemik  3) Hipoperfusi sistemik  2. Berdasarkan waktu terjadinya 2. Berdasarkan waktu terjadinya

1) Transient Ischemic Attack (TIA):

1) Transient Ischemic Attack (TIA): Gejala neurologik akibat gangguanGejala neurologik akibat gangguan  peredar

 peredaran darah dan darah di otak yag i otak yag menghilmenghilang < 24 ang < 24 jam.jam. 2)

2) ReveReversirsible ble IscIschemhemic ic NeuNeurolorologic gic DefDeficit icit (RI(RIND)ND):: Gejala Gejala neuroloneurologik gik  yang menghilang dalam 24 jam sampai tiga seminggu.

yang menghilang dalam 24 jam sampai tiga seminggu. 3)

3) StrStroke oke In In EvoEvolutilution on (SI(SIE) E) / / ProProgresgressinsing g StrStroke:oke: Gejala Gejala neuroloneurologik gik  makin lama makin berat.

makin lama makin berat. 4) Completed stroke:G

4) Completed stroke:Gejala klinis sudah menetap.ejala klinis sudah menetap. 3. Berdasarkan lokasi lesi vaskuler 

3. Berdasarkan lokasi lesi vaskuler  aa.. SSiisstteem m kkaarroottiis s ((aanntteerriioorr))

1)

1) MotMotorik orik : he: hemipamiparesrese koe kontrntralaalaterateral, dl, disarisartritriaa 2)

2) SensSensoriorik : hek : hemihimihipespestestesi koi kontrantralatelateralral, par, parestestesiesiaa

3)

3) Gangguan visual: hemianopsia, amaurosis fugaksGangguan visual: hemianopsia, amaurosis fugaks 4)

4) GaGanggngguan uan funfungsgsi lui luhur hur : af: afasasia, aia, agnognosisiaa  b.Sistem

 b.Sistem vertebrvertebrobasiler obasiler (poste(posterior)rior) 1)

1) MotorMotorik : ik : hemiparhemiparese alternans, disartese alternans, disartriaria 2)

2) SensoriSensorik : k : hemihiphemihipestesestesi i alteralternans, parestesianans, parestesia 3)

3) GangguGangguan lain : an lain : gangguagangguan keseimbangan keseimbangan, vertigo, diplopian, vertigo, diplopia

1.

1. Stroke Iskemik Stroke Iskemik 

Stroke iskemik adalah

Stroke iskemik adalah gangguan suplai darah ke otak akibat adanyagangguan suplai darah ke otak akibat adanya ob

obststruruksksi i atatau au pepenynyeemmpipitatan n pepemmbubululuh h dadararah h ototak ak yayang ng dadapapatt menyebabkan gangguan neurologik mendadak dan dapat dilihat melalui menyebabkan gangguan neurologik mendadak dan dapat dilihat melalui CT-Scan kepala berupa gambaran infark. 83% pasien mengalami stroke CT-Scan kepala berupa gambaran infark. 83% pasien mengalami stroke  jenis

 jenis ini.ini. Penyumbatan pada stroke iskemik dapat terjadi di sepanjangPenyumbatan pada stroke iskemik dapat terjadi di sepanjang  jalur

 jalur pembulpembuluh uh darah darah arteri arteri yang yang menuju menuju ke ke otak.otak. PenyumbatanPenyumbatan disebabkan oleh:

(10)

• SuaSuatu tu aterateroma oma (tr(trombombus) us) pada pada pempembulbuluh uh dardarah ah artarteri eri karkarotisotis

sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak. sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak.

• Emboli serebral yaitu trombus berupa bekuan darah dinding arteriEmboli serebral yaitu trombus berupa bekuan darah dinding arteri

yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung yang terlepas dan yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung yang terlepas dan men

mengalgalir ir di di daladalam m daradarah, h, kemkemudiaudian n menmenyumyumbat bat artearteri ri yang lebihyang lebih kecil

kecil yaitu arteri karotis dan arteri vertebralis di otak.yaitu arteri karotis dan arteri vertebralis di otak.

2

2.. SSttrrookke e HHeemmoorraaggiik  k  

Str

Stroke oke hemhemoragoragik ik adaladalah ah strstroke oke yang yang terterjadi jadi karekarena na pecapecahnyahnya  pembulu

 pembuluh h darah darah di di otak, otak, sehinggsehingga a menyebmenyebabkan abkan perdaraperdarahan han di di otak.otak. Peny

Penyebaebab b umuumum m pada stroke pada stroke hemhemoragoragik ik adaladalah ah tektekanan anan dardarah ah yangyang sang

sangat at tintinggiggi. . StrStroke oke hemhemorrorragik agik melmeliputiputi i pendpendaraarahan han di di daldalam am otak otak  (perdarahan intracerebral) dan pendarahan di antara bagian dalam dan (perdarahan intracerebral) dan pendarahan di antara bagian dalam dan luar lapisan pelindung otak (perdarahan subarachnoid).

luar lapisan pelindung otak (perdarahan subarachnoid).

a) Perdarahan intraserebral a) Perdarahan intraserebral

Perdarahan intraserebral ditemukan pada 10% dari seluruh kasus Perdarahan intraserebral ditemukan pada 10% dari seluruh kasus stroke, terdiri dari 80% di hemisfer otak dan sisanya di batang otak dan stroke, terdiri dari 80% di hemisfer otak dan sisanya di batang otak dan serebelum.

serebelum.1010 GejGejala ala kliklinis nis : : menmendadadadak, k, saat saat aktaktivitivitas, as, tektekanan anan daradarahh me

meninningkgkatat, , nyenyeri ri kekepalpala, a, pepenurnurunaunan n kekesasadardaran an beberarat t sasampmpai ai komkomaa disert

disertai ai hemiplhemiplegia/ hemiparesegia/ hemiparese e dan disertai kejang dan disertai kejang fokal / fokal / umum, mual,umum, mual, muntah, gangguan memori, bingung,

muntah, gangguan memori, bingung, pupil unilateral, refleks pergerakanpupil unilateral, refleks pergerakan  bola

 bola mata menghilang, mata menghilang, perdarahaperdarahan n retina berupa retina berupa perdaraperdarahan han subhialsubhialoid,oid,  papilede

 papiledema dan episma dan epistaksis.taksis.

b) Perdarahan subarakhnoid b) Perdarahan subarakhnoid

Per

Perdaradarahan han subsubaraarakhnokhnoid id adaladalah ah suatsuatu u keakeadaan daan dimdimana ana terterjadijadi  perdara

 perdarahan han di di ruang ruang subaraksubarakhnoid hnoid yang yang timbul timbul secara secara primerprimer..1010 GejalaGejala klinis : nyeri kepala mendadak seperti meledak dalam 1–2 detik sampai 1 klinis : nyeri kepala mendadak seperti meledak dalam 1–2 detik sampai 1 me

menitnit, , ververtitigogo, , mumualal, , mumuntantah, h, babanyanyak k kekerinringagat, t, memengingigigil, l, mumudadahh terangsang, gelisah dan kejang, penurunan kesadaran dan kemudian sadar  terangsang, gelisah dan kejang, penurunan kesadaran dan kemudian sadar  dalam bebe

dalam beberapa rapa menit sammenit sampai beberapa japai beberapa jam, bradikarm, bradikardi atau takikardi atau takikardi,di, hipotensi atau hipertensi, banyak keringat, suhu badan meningkat, atau hipotensi atau hipertensi, banyak keringat, suhu badan meningkat, atau

(11)

gang

gangguan guan pernpernafasafasan. an. PerPerdardarahan ahan retretina ina berberupa upa perperdaradarahan han subsubhialhialidid merupakan karakteristik perdarahan subarachnoid.

merupakan karakteristik perdarahan subarachnoid.

d.

d. FaFaktktor Ror Resesikiko Sto Strorokeke

Faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi (

Faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi (modifiablemodifiable) diantaranya) diantaranya adalah hipertensi, penyakit jantung (fibrilasi atrium), aterosklerosis, diabetes adalah hipertensi, penyakit jantung (fibrilasi atrium), aterosklerosis, diabetes mel

melituitus, s, mermerokokokok, , konskonsumsumsi i alkalkoholohol, , disdislipilipidemdemia, ia, kurkurang ang aktaktifitifitas, as, dandan stenosis arteri karotis. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi stenosis arteri karotis. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi ((nonmodifiablenonmodifiable) adalah usia, jenis kelamin, ras/suku, dan genetik.) adalah usia, jenis kelamin, ras/suku, dan genetik.15,1615,16

e.

e. GeGejajala la KlKlininis is StStrorokeke

Gej

Gejala ala kliklinis nis berbergantgantung ung pada pada neurneuroanaoanatomtomi i dan dan vasvaskulakularisrisasiasinya.nya. Gejala klinis dan defisit neurologis yang ditemukan berguna untuk menilai Gejala klinis dan defisit neurologis yang ditemukan berguna untuk menilai lokasi iskemi. Berikut ini merupakan gejala klinis yang sering ditemukan: lokasi iskemi. Berikut ini merupakan gejala klinis yang sering ditemukan:

• GaGangngguguan an pepereredadararan n dadararah h ararteteri ri sesererebrbri i ananteteririor or memenynyebebababkakann

hemiparesis

hemiparesis dan dan hemihipestesi hemihipestesi kontralateralkontralateral

• GaGangnggguauan n pepereredadararan n dadararah h ararttereri i sesererebrbri i memedidia a memenynyebebababkakann

hemiparesis dan hemihipestesi kontralateral terutama mengenai lengan hemiparesis dan hemihipestesi kontralateral terutama mengenai lengan disertai gangguan fungsi luhur.

disertai gangguan fungsi luhur.

• GaGanggngguan uan pepereredardaran an dardarah ah ararteteri ri sesererebri bri posposteteririor or memenimnimbulbulkankan

hemianopsi homonim atau kuadranopsi kontralateral hemianopsi homonim atau kuadranopsi kontralateral

• Gangguan peredaran darah batang otak menyebabkan gangguan saraf Gangguan peredaran darah batang otak menyebabkan gangguan saraf 

kranial kranial

• InfInfark ark laklakunar unar mermerupakaupakan n infainfark rk keckecil il dengdengan an kliklinis nis ganggangguaguan n murmurnini

motorik atau sensorik tanpa disertai gangguan fungsi luhur. motorik atau sensorik tanpa disertai gangguan fungsi luhur.

f.

f. PePenanatatalalaksksananaaaan n StStrorokeke 1.

1.BrBreaeathithingng :: jajalalan nafn nafas haas harurus tes terbrbukauka, his, hisap leap lendindir dan br dan bereri oksi oksigigen.en.

2.

2.BBlloooodd : : PPeerrttaahahanknkaan n tteekakananan n dadarraah h yayang cung cukukup, ep, evavalluuaassi i ffuungngssii  jantung

 jantung dan dan organ organ vital vital lain. lain. Tekanan Tekanan darah darah tidak tidak bolehboleh seg

segera era ditdituruurunkan nkan karekarena na dapadapat t memmemperbperburuuruk k keadkeadaan,aan, kecuali pada tekanan darah sistolik >220 mmHg dan atau kecuali pada tekanan darah sistolik >220 mmHg dan atau diastolik >120mmHg.

(12)

3.

3.BrBraiainn :: jjikika ta tererjajadi di pepeniningngkakattan an tetekakananan in intntra ra krkrananiaial dl denengagan gn geejajalala sakit kepala, muntah proyektil dan bradikardi relatif, segera sakit kepala, muntah proyektil dan bradikardi relatif, segera  beri manitol 20% 1-1,5 gr/kgBB lanjutka

 beri manitol 20% 1-1,5 gr/kgBB lanjutkan dengan n dengan 6x100cc6x100cc (0,5gr/kgBB) dalam 15-20 menit.

(0,5gr/kgBB) dalam 15-20 menit.

4.

4.BlBladaddederr :: peperrtatahahanknkaan n blbladaddeder r dadan n rrekektutumm, , hihindndarari i iinfnfekekssi i sasalulurarann kemih, jika terjadi retensio urin pasang kateter.

kemih, jika terjadi retensio urin pasang kateter.

5.

5.BBoowweell :: kkeebbuuttuuhhaan n ccaaiirraan n ddaan n kkaalloorri i ppeerrllu u ddiippeerrhhaattiikkaann, , hhiinnddaarrii obstipasi, pasang NGT jika kesulitan menelan.

obstipasi, pasang NGT jika kesulitan menelan.  Non Far

 Non Farmakologmakologisis 1.

1. MMenengegendndalalikikan fan fakaktotor rir risisikoko 2.

2. RehRehabilabilitaitasi mesi medik ddik dilailakukakukan sedn sedini mini mungkungkin, dein, dengangan tujun tujuan :an :

• Memperbaiki fungsi motorik Memperbaiki fungsi motorik  •

• Mencegah kontraktur sendiMencegah kontraktur sendi •

• Agar penderita dapat mandiriAgar penderita dapat mandiri •

• Rehabilitasi sosial.Rehabilitasi sosial.

BAB III BAB III

TRANSIENT ISCHEMIK ATTACK  TRANSIENT ISCHEMIK ATTACK 

(13)

IIIIII..11 DDeeffiinniissii

Serangan iskemik sesaat (Transient Ischemic Attack) adalah gangguan Serangan iskemik sesaat (Transient Ischemic Attack) adalah gangguan fung

fungsi si otak otak akibakibat at berberkurakurangnyngnya a alialiran ran daradarah h otak otak untuuntuk k semsemententara ara wakwaktutu (kurang dari 24 jam).

(kurang dari 24 jam).1010

IIIIII..22 EEttiioollooggii

TIA terjad

TIA terjadi i karkarena ena tertersumbsumbatnyatnya a pempembulbuluh uh daradarah h di di otak untuk otak untuk wakwaktutu singkat, akibat aliran darah ke daerah otak melambat atau berhenti. Kurangnya singkat, akibat aliran darah ke daerah otak melambat atau berhenti. Kurangnya darah (dan oksigen) menyebabkan gejala sementara, misalnya bicara cadel atau darah (dan oksigen) menyebabkan gejala sementara, misalnya bicara cadel atau  pandangan

 pandangan kabur kabur ..

IIIIII..33 FFaakkttoor Rr Reessiikkoo

Resiko TIA meningkat pada: Resiko TIA meningkat pada:

• HipertensiHipertensi

• Peningkatan kolesterol (terutama LDL)Peningkatan kolesterol (terutama LDL)

• AterosklerosisAterosklerosis

• Penyakit jantung (kelainan katup atau irama jantung)Penyakit jantung (kelainan katup atau irama jantung)

• DiabetesDiabetes

• Merokok Merokok 

• Usia (pria > 45 tahun dan perempuan > 55 tahun)Usia (pria > 45 tahun dan perempuan > 55 tahun)

IIIIII.4.4 PPaatotofifisisioolologigi

• PePenyenyempimpitatan n pepembmbululuh uh dardarah ah di di ototak ak akakibaibat t adadanyanya a susuatatu u atatereromaoma

(trombus) yang terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga (trombus) yang terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak.

menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak.

• Emboli serebral yaitu trombus berupa bekuan darah dinding arteri yangEmboli serebral yaitu trombus berupa bekuan darah dinding arteri yang

 berasa

(14)

dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil yaitu pembuluh dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil yaitu pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis di otak.

darah arteri karotis dan arteri vertebralis di otak.

Trombus ataupun emboli menyebabkan otak kehilangan suplai darah, Trombus ataupun emboli menyebabkan otak kehilangan suplai darah, sehingg

sehingga a otak akan otak akan mencoba memulihmencoba memulihkan aliran kan aliran darah dengan darah dengan vasodilvasodilatasi. Jikatasi. Jikaa suplai darah dapat dipulihkan, maka fungsi dari sel-sel otak yang terkena dapat suplai darah dapat dipulihkan, maka fungsi dari sel-sel otak yang terkena dapat  berfung

 berfungsi kembalisi kembali. Hal inilah yang terjadi pada TIA (Tr. Hal inilah yang terjadi pada TIA (Transient Ischeansient Ischemic Attacmic Attack)k) atau serangan stroke sementara atau mini stoke.

atau serangan stroke sementara atau mini stoke.

IIIIII..55 GGeejjaallaa

Ter

Terjadi jadi secsecara ara tibtiba-ta-tiba, iba, berberlanglangsung sung 2-30 2-30 menmenit. it. TIATIA, , sepeseperti rti strstroke,oke, dimana gejalanya berupa defisit neurologis jelas seperti kelumpuhan. Namun, dimana gejalanya berupa defisit neurologis jelas seperti kelumpuhan. Namun, gejala juga mungkin halus, seperti mati rasa atau pembakaran anggota badan, gejala juga mungkin halus, seperti mati rasa atau pembakaran anggota badan, atau kesulitan menggunakan tangan atau berjalan.

atau kesulitan menggunakan tangan atau berjalan.66 Gejala tergantung dari otak Gejala tergantung dari otak  yang mengalami kekurangan darah:

yang mengalami kekurangan darah:

• JikJika a memengenngenai ai artarteri eri yang yang berberasal asal dari arteri dari arteri karokarotistis, , terterjadi jadi kebkebutaautaann

 pada sal

 pada salah satu mah satu mata ataata atau kelainan u kelainan rasa dan rasa dan kelemakelemahanhan

• Jika mengenai arteri yang berasal dari arteri vertebralis, terjadi pusing,Jika mengenai arteri yang berasal dari arteri vertebralis, terjadi pusing,

 pengliha

 penglihatan ganda tan ganda dan keledan kelemahan memahan menyeluruhnyeluruh Gejala lain yang ditemukan :

Gejala lain yang ditemukan :

• HemihipestesiaHemihipestesia

• HimipareseHimiparese

• Hemianopsia atau pendengaranHemianopsia atau pendengaran

• DiplopiaDiplopia

• Sakit kepalaSakit kepala

• Bicara tidak jelasBicara tidak jelas

(15)

• Tidak mampu mengenali bagian tubuhTidak mampu mengenali bagian tubuh

• Ketidakseimbangan dan terjatuhKetidakseimbangan dan terjatuh

Gejala ini juga dapat ditemukan pada Stroke namun TIA lebih bersifat Gejala ini juga dapat ditemukan pada Stroke namun TIA lebih bersifat se

semementntarara a dadan n rereveversrsibible le dadan n TITIA A cecendndererunung g kakambmbuhuh, , pependndereritita a dadapapatt men

mengalgalami serangami serangan an bebebeberapa kali rapa kali daladalam m 1 1 harhari i ataatau u hanyhanya a 2-3 kali 2-3 kali daladalamm  bebera

 beberapa tahun.pa tahun. Dua gejala

Dua gejala tambahatambahan dari n dari TIA adalah "Drop Attack". DrTIA adalah "Drop Attack". Drop attack op attack adalahadalah ketika orang yang terkena jatuh tiba-tiba tanpa peringatan. Yang kedua adalah ketika orang yang terkena jatuh tiba-tiba tanpa peringatan. Yang kedua adalah amaurosis Fugax yang merupakan jenis khusus dari TIA mana ada tiba-tiba amaurosis Fugax yang merupakan jenis khusus dari TIA mana ada tiba-tiba kehilangan penglihatan di sebelah mata. Hal ini terjadi ketika puing-puing dari kehilangan penglihatan di sebelah mata. Hal ini terjadi ketika puing-puing dari arteri karotid di sisi yang sama menyumbat atau menutup dari salah satu arteri arteri karotid di sisi yang sama menyumbat atau menutup dari salah satu arteri tetes mata dan menghentikan suplai darah ke retina.

tetes mata dan menghentikan suplai darah ke retina.1717

IIIIII..66 DDiiaaggnnoossiiss

Gej

Gejala ala dan dan tandtanda-ta-tanda anda TIA TIA mungmungkin kin menmenghilghilang ang pada pada saasaat t indiindividviduu

yang terkena tiba di rumah sakit. Oleh karena itu, riwayat kesehatan orang yang

yang terkena tiba di rumah sakit. Oleh karena itu, riwayat kesehatan orang yang

terkena mungkin menjadi dasar konfirmasi diagnosis TIA. Setelah tiba di rumah

terkena mungkin menjadi dasar konfirmasi diagnosis TIA. Setelah tiba di rumah

sak

sakit, it, pempemerieriksaksaan an fisfisik ik melmeliputiputi i pemepemerikriksaasaan n neurneurologologis is dan dan pempemerieriksaaksaann

tek

tekanan anan dardarah ah harharus us diladilakukakukan.n. Pada Pada TIA TIA diadiagnosgnosa a ditditegaegakkan kkan berberdasadasarkanrkan gejala dan belum terjadi kerusakan otak, maka diagnosis tidak dapat ditegakkan gejala dan belum terjadi kerusakan otak, maka diagnosis tidak dapat ditegakkan dengan CT scan maupun MRI. Kalaupun dilakukan CT scan atau MRI hanya dengan CT scan maupun MRI. Kalaupun dilakukan CT scan atau MRI hanya untuk me

untuk mengetahui apangetahui apakah terjakah terjadi perdaradi perdarahan atau han atau tidak.tidak. Ada beberapa teknik Ada beberapa teknik 

untuk menilai adanya penyumbatan pada salah satu atau kedua arteri karotis.

untuk menilai adanya penyumbatan pada salah satu atau kedua arteri karotis.

• AliraAliran n darah pada darah pada pembulpembuluh uh darah yang menyempit dapat menyebabkandarah yang menyempit dapat menyebabkan

suara (bruit) yang terdengar melalui stetoskop.

suara (bruit) yang terdengar melalui stetoskop.

• Skening ultrasonik dan teknik Doppler secara bersamaanSkening ultrasonik dan teknik Doppler secara bersamaan menghasilkanmenghasilkan

cont

continuinuous ous wave wave untuuntuk k menmendetdetekseksi i derderajat ajat stestenosinosis,s, ukuran ukuran sumbatsumbatan,an,

 jumla

 jumlah h darah darah mengalmengalir ir di di sekitasekitarnyarnya dandan untuntuk uk memelilihat hat sesejaujauh h mamanana anastomosis membantu daerah yang tersumbat.

anastomosis membantu daerah yang tersumbat.

(16)

• Pemeriksaan neurologis penuh untuk mencari defisit neurologis.Pemeriksaan neurologis penuh untuk mencari defisit neurologis.

• Untuk menilai arteri karotis lakukan pemeriksaan MRI atau Angiografi,Untuk menilai arteri karotis lakukan pemeriksaan MRI atau Angiografi,

sedangkan untuk menilai arteri vertebralis lakukan pemeriksaan ultrasonic sedangkan untuk menilai arteri vertebralis lakukan pemeriksaan ultrasonic karotis dan teknik dopler. Sumbatan di dalam arteri vertebral tidak dapat karotis dan teknik dopler. Sumbatan di dalam arteri vertebral tidak dapat diangkat karena pembedahannya lebih sulit dibandingkan pembedahan pada diangkat karena pembedahannya lebih sulit dibandingkan pembedahan pada arteri karotis.

arteri karotis.

• CBC (complete blood count) untuk mencari anemia atau masalah denganCBC (complete blood count) untuk mencari anemia atau masalah dengan

trombosit (untuk mencegah pembekuan darah dari fibrilasi atrium) untuk  trombosit (untuk mencegah pembekuan darah dari fibrilasi atrium) untuk  memastikan dosis obat yang tepat.

memastikan dosis obat yang tepat.

II

III.I.77 DiDiagagnonosisis s BaBandndiningg

Diagnosis banding untuk TIA adalah stroke. Diagnosis banding untuk TIA adalah stroke.

T

TIIAA SSttrrookkee o

onnsseett mmeennddaaddaakk MMeennddaaddaak  k   d

duurraassii < < 224 4 jjaamm > > 224 4 jjaamm C

CTT--ssccaan n aattaau u MMRRII TTiiddaak k aadda a ppeerruubbaahhaann HHiippooddeennss//HHiippeerrddeennss

IIIIII.8.8 PPenenaatatalalakksasannaaanan

Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah stroke dengan:

Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah stroke dengan:66

• Langkah pertama yang dilakukan adalah mengurangi faktor-faktor resikoLangkah pertama yang dilakukan adalah mengurangi faktor-faktor resiko

stroke seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, merokok dan

stroke seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, merokok dan

diabetes.

diabetes.

• ObObatat-o-obabatatan n sesepepertrti i asaspipiririn,n, bibisulsulfatfate e clopiclopidogdogrerel l atatau au asaspirpirinin

dipyri

dipyridamole damole ER ER (Aggr(Aggrenox)enox) dibdiberierikan kan untuntuk uk mengmenguranurangi gi pempembentbentukanukan

 bekuan dar

 bekuan darah.ah.

• Luasnya penyumbatan pada arteri karotis membantu dalam menentukanLuasnya penyumbatan pada arteri karotis membantu dalam menentukan

 pengobat

 pengobatan. an. Jika Jika lebih lebih dari dari 70% 70% pembulpembuluh uh darah darah yang yang tersumtersumbat bat dandan

 penderi

 penderita ta memilmemiliki iki gejala menyerupai stroke gejala menyerupai stroke selama 6 selama 6 bulan terakhir, bulan terakhir, makamaka

 perlu

 perlu dilakukdilakukan an pembedapembedahan han untuk untuk mencegmencegah ah strokestroke. . Pada Pada sumbatsumbatan an kecilkecil

 pembed

(17)

Pada pembedahan Endarterektom

Pada pembedahan Endarterektomi, i, endapan lemak endapan lemak (ater(ateroma) di oma) di dalamdalam arteri dibuang. Pembedahan ini memiliki resiko terjadinya stroke sebesar 2%. arteri dibuang. Pembedahan ini memiliki resiko terjadinya stroke sebesar 2%. Pada sumbatan kecil yang tidak menimbulkan gejala sebaiknya tidak dilakukan Pada sumbatan kecil yang tidak menimbulkan gejala sebaiknya tidak dilakukan  pembeda

 pembedahan, han, karena karena resiko pembedahan resiko pembedahan lebih lebih besar. besar. RisikRisiko o operasi meningkatoperasi meningkat  jika

 jika terjaterjadi di stroke sebelumnya, tekanan stroke sebelumnya, tekanan darah lebih darah lebih dari 180, dari 180, usia lebih usia lebih dari 75dari 75 tahun, riwayat penyakit pembuluh darah perifer dan lesi pembuluh darah.

tahun, riwayat penyakit pembuluh darah perifer dan lesi pembuluh darah.1717

ABCD

ABCD22Penilaian RisikoPenilaian Risiko

F

Faakkttoor r RRiissiikkoo YYa a aattaau u TTiiddaakk JJuummllaah h PPooiinn Sebuah

Sebuah ggee> > 6600 YYaa Tidak  Tidak  1 Point 1 Point 0 Poin 0 Poin B BPP> > 114400//9900 YYaa Tidak  Tidak  1 Point 1 Point 0 Poin 0 Poin C

Clinlinical ical fitfitur ur TIATIA:: KelKelemaemahan han unilunilateateral ral dengdengan an atau atau tanptanpaa gangguan berbicara ATAU

gangguan berbicara ATAU

Gangguan bicara tanpa kelemahan Gangguan bicara tanpa kelemahan

2 Poin 2 Poin 1 Point 1 Point

D

Duurraassii 660 0 mmeenniit t aattaau u lleebbiihh 10-59 menit 10-59 menit <10 menit <10 menit 2 Poin 2 Poin 1 Point 1 Point 0 Poin 0 Poin D

Diiaabbeetteess YYaa Tidak  Tidak  1 Point 1 Point 0 Poin 0 Poin ABCD

ABCD 22ScoringScoring

ABCD

ABCD22SSkokorr 2 H2 Haari ri StStrrookke Re Risisikikoo 0 0--33 11%% 4 4--55 44%% 6 6--77 88%% A

ABBCCD D SSkkoorr 7 7 HHaarri i SSttrrookke e RRiissiikkoo

0

0--44 00,,44%% 5

5 1122%%

6 a

6 attaau lu leebibih bh beessarar 3311%%

IIIIII..99 PPeenncceeggaahhaann

Pencegahan untuk penyakit Transient Ischemik Attack yaitu: Pencegahan untuk penyakit Transient Ischemik Attack yaitu:18,1918,19

(18)

• Pengendalian faktor resiko, meliputi:Pengendalian faktor resiko, meliputi:

Berhenti merokok dan minum alkohol, kurangi stress, hindari kegemukan, Berhenti merokok dan minum alkohol, kurangi stress, hindari kegemukan, kurangi konsumsi garam berlebihan, mengkonsumsi obat antihipertensi pada kurangi konsumsi garam berlebihan, mengkonsumsi obat antihipertensi pada  penderi

 penderita ta hipertehipertensi, nsi, mengkomengkonsumsi nsumsi obat obat hipoglikhipoglikemik emik pada pada penderpenderitaita diabetes, diet rendah lemak dan mengkonsumsi obat antidislipidemia pada diabetes, diet rendah lemak dan mengkonsumsi obat antidislipidemia pada  penderi

 penderita ta dislipidislipidemia, demia, dan dan mengemengendalikan ndalikan penyakit penyakit jantung jantung (misa(misalnyalnya fib

fibrilrilasi atriasi atrium, infarum, infark miokark miokard d akutakut, , penypenyakit jantakit jantung ung reureumatmatik), danik), dan  penyakit

 penyakit vasculavascular ateror aterosklerotsklerotik lainnyaik lainnya..

• Modifikasi gaya hidup dengan berolah raga secaraModifikasi gaya hidup dengan berolah raga secara teratur, konsumsi giziteratur, konsumsi gizi

yang

yang seiseimbambang ng sesepertperti, i, sayusayuran, ran, buahbuah-bua-buahan, han, serserealealia ia dan dan susu susu rendrendahah lemak serta minimalkan

lemak serta minimalkan junk food  junk food ..

• SoSosisialalisaisasi si TITIA A memelalalului i seselelebarbaran an atatau au posposteter r dadan n prpromomososi i prprogograramm

 pendidi

 pendidikan kesehatan dengan membekan kesehatan dengan memberikan informarikan informasi melalui semisi melalui seminar, medianar, media cetak, media elektronik dan

cetak, media elektronik dan billboard.billboard.

II

III.I.1010 KoKommplplikikasasii

Komplikasi dari TIA adalah stroke. Risiko kumulatif dari stroke pada Komplikasi dari TIA adalah stroke. Risiko kumulatif dari stroke pada orang yang mempunyai TIA itu adalah sekitar 18% pada pasien yang tidak  orang yang mempunyai TIA itu adalah sekitar 18% pada pasien yang tidak  diobati, dan sekitar 10% pada pasien yang diobati. Risikonya adalah tertinggi diobati, dan sekitar 10% pada pasien yang diobati. Risikonya adalah tertinggi  pada bula

 pada bulan pertama n pertama (4-8%(4-8%), dan 12-1), dan 12-13% pada t3% pada tahun pertahun pertama.ama.1313

II

III.I.1111 PrProgognonosisiss

Prognosis untuk TIA adalah baik, hal ini karena penanganan yang benar  Prognosis untuk TIA adalah baik, hal ini karena penanganan yang benar  dan adanya usaha dari penderita untuk mengurangi faktor resiko.

(19)

BAB IV BAB IV KESIMPULAN KESIMPULAN

Transient Ischemic Attack adalah gangguan fungsi otak yang merupakan akibat Transient Ischemic Attack adalah gangguan fungsi otak yang merupakan akibat dari berkurangnya aliran darah otak untuk sementara waktu (kurang dari 24 jam). Resiko dari berkurangnya aliran darah otak untuk sementara waktu (kurang dari 24 jam). Resiko TIA

TIA menmeningkingkat at padapada: : HipHipertertensiensi, , hipehiperkolrkolestesteroerol, l, ateaterosrosklerklerosisosis, , penpenyakiyakit t jantjantungung (kelainan katup atau irama jantung), diabetes, merokok, riwayat stroke dan usia (pria (kelainan katup atau irama jantung), diabetes, merokok, riwayat stroke dan usia (pria >4

>45 5 tatahuhun n dadan n pepererempmpuauan n >5>55 5 tatahuhun)n).. GeGejaljala a padpada a TITIA A yayaititu u hemhemihiihipepestestesisia,a,

hem

hemiparipareseese, , hhilangnyilangnya a sebsebagiagian an pengpenglihlihataatan n ataatau u pendpendengengaraaran, n, dipldiplopia opia dan dan sakisakitt kepala. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis yang lengkap,

kepala. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis yang lengkap, skening ultrasonik danskening ultrasonik dan

teknik Doppler, angiografi serebral dan pemeriksaan darah lengkap. Penatalaksanaan

teknik Doppler, angiografi serebral dan pemeriksaan darah lengkap. Penatalaksanaan

TI

TIA A obaobat-t-obaobatatan n seseperperti ti asaspirpirin,in, bisbisulfaulfate te cloclopidogpidogrel rel ataatau u aspaspiriirin n dipydipyridridamolamolee ER 

ER untuntuk uk menmengurgurangi angi kecekecendernderungaungan n pempembentbentukaukan n bekubekuan an daradarah, h, yang yang mermerupakupakanan

 penyebab

 penyebab utama utama dari dari stroke stroke dan dan pembedapembedahan han endarterendarterektomi ektomi jika jika tidak tidak dapat dapat diatasdiatasii

dengan obat-obatan. Adapun pencegahan untuk TIA dengan mengurangi faktor resiko,

dengan obat-obatan. Adapun pencegahan untuk TIA dengan mengurangi faktor resiko,

modifi

modifikasi gaya hidup sehat kasi gaya hidup sehat dan mengikuti serdan mengikuti serta berperan aktif dalam sosialta berperan aktif dalam sosialisasi TIA.isasi TIA.

TIA dapat menyebabkan stroke jika pengobatan dan pencegahan tidak adekuat.

(20)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA 1.

1. Mansjoer, Arief, et al. 2000.Mansjoer, Arief, et al. 2000. Stroke dalam Kapita Stroke dalam Kapita Selekta KedokteranSelekta Kedokteran. Jakarta :. Jakarta : Media Aesculapius FKUI, pp.17-20

Media Aesculapius FKUI, pp.17-20

2.

2. Sidharta P, Mardjono M. 2004.Sidharta P, Mardjono M. 2004. Mekanis Mekanisme Gangguan Vaskular Susunan Saraf.me Gangguan Vaskular Susunan Saraf.  Neuro

 Neurologi Klinlogi Klinis Dasais Dasar r . Surabaya : Dian Rakyat, pp. 269-293. Surabaya : Dian Rakyat, pp. 269-293 3.

3. SoeSoertirtidewdewi i L. 1998. HiperL. 1998. Hipertenstensi i sebsebagai Faktagai Faktor Resikor Resiko o StrStroke. Tesioke. Tesis Magists Magister er  Epidemiologi Klinik. Jakarta: FKUI.

Epidemiologi Klinik. Jakarta: FKUI. 4.

4. RisRiskeskesdas Depkdas Depkes. 2008es. 2008. . ProProporsporsi Penyebi Penyebab Kematab Kematian pada Keloian pada Kelompok Umumpok Umur r  55-64 tahun Menurut Tipe Daerah.

55-64 tahun Menurut Tipe Daerah.

5.

5. Gubitz G, Sandercock P. 2000. Extracts from Clinical Evidence. Acute IschemicGubitz G, Sandercock P. 2000. Extracts from Clinical Evidence. Acute Ischemic Stroke.

Stroke. BMJ  BMJ ; 320: 692-6; 320: 692-6

6.

6. Rothwell, PM .2007. "Effect of urgent treatment of transient ischemic attack andRothwell, PM .2007. "Effect of urgent treatment of transient ischemic attack and minor stroke on

minor stroke on early recurrent stroke (EXPRESearly recurrent stroke (EXPRESS S study)study): : a prospective population-a prospective population- based

 based sequentsequential ial comparcomparison." Teison." Tersedia:rsedia: ht

htttp:p:////wwwww.w.ememededicicinineehehealaltth.h.cocomm/t/traransnsieientnt_i_iscschehemmicic_ _ atatttacack_k_miminini-

-stroke/article_em.htm

stroke/article_em.htm Diunduh pada 12 Maret 2012Diunduh pada 12 Maret 2012

7.

7. GuGuytytonon, , A A et et alal. . 20200505..  Aliran  Aliran Darah Darah SerebrSerebral, al, Aliran Aliran SerebroSerebrospinal spinal dandan  Metabo

 Metabolisme Olisme Otak . Fistak . Fisiologi Kiologi Kedokteraedokteran edisi 9n edisi 9 editor Setiawan editor Setiawan I. Jakarta I. Jakarta : : EGC.EGC. 8.

8. DuDuusus, , PetPeterer. . 2002006. 6. DiDiagagnosnosis is ToTopipik k NeNeurourologlogi i AnAnatatomomi, i, FiFisisioloologigi, , TaTandanda,, Gejala. Jakarta: EGC.

Gejala. Jakarta: EGC.

9.

9. Widjaja, L 1993.Widjaja, L 1993. Stroke Patofisiologi dan PenatalaksanaanStroke Patofisiologi dan Penatalaksanaan. Surabaya : Ilmu. Surabaya : Ilmu Penyakit Saraf FK. UNAIR/RSUD Dr. Soetomo Press, pp. 1-48

(21)

10.

10.Harsono. 2008.Harsono. 2008. Buku Ajar Neurologi Klinis Buku Ajar Neurologi Klinis.. Gangguan Peredaran Darah Otak.Gangguan Peredaran Darah Otak. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, pp. 59-133

Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, pp. 59-133 11.

11. FeiFeigin, gin, ValValery. ery. 2002006. 6. StrStroke oke PandPanduan uan BerBergamgambar bar TenTentang Pencegatang Pencegahan han dandan Pemulihan Stroke. Jakarta: Gramedia, pp. 8-16

Pemulihan Stroke. Jakarta: Gramedia, pp. 8-16

12.

12.Harsono. 2003.Harsono. 2003.  Kapita  Kapita Selekta Selekta NeuroloNeurologi gi Ed.2.Ed.2. Gangguan Peredaran DarahGangguan Peredaran Darah Otak.

Otak. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, pp. 81-115Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, pp. 81-115

13.

13.Toole, J. 1991.The Willis lecture: transient ischemic attacks, scientific methodToole, J. 1991.The Willis lecture: transient ischemic attacks, scientific method and new realities. Stroke,:22:99-104

and new realities. Stroke,:22:99-104

14.

14.EasEastoton, n, JDJD, , SaSaverver, , JLJL, , AlAlberbers, s, GWGW, , dkdkk. k. 2002009. 9. DeDefinfinititioion n and and evevalaluatuationion

transient ischemic attack. AHA / ASA Ilmiah Pernyataan. Stroke; 40:2276

transient ischemic attack. AHA / ASA Ilmiah Pernyataan. Stroke; 40:2276

15.

15. Goetz ChrisGoetz Christopher G. 2007. Cerebrtopher G. 2007. Cerebrovascular Disovascular Diseases. In : Goetz: Textbook of eases. In : Goetz: Textbook of  Clinical Neurology, 3rd ed. Philadelphia : Saunders.

Clinical Neurology, 3rd ed. Philadelphia : Saunders. 16.

16. RoppRopper AH, er AH, BroBrown wn RH. CerebRH. Cerebrovarovasculscular ar DisDiseaseases. es. In In : : AdaAdam m and Victorand Victor’s’s Priciples of Neurology. Eight edition. New York : Mc Graw-Hill. 2005.

Priciples of Neurology. Eight edition. New York : Mc Graw-Hill. 2005. 17

17.. StStraraususs s SESE, , MaMajumjumdar SMdar SM, , McMcAlAlisisteter r F. 2002F. 2002. . NeNew w evevideidence for stronce for strokeke  preve

 prevention. JAMntion. JAMA288;138A288;1388-13958-1395

18.

18.Gubitz G, Sandercock P. 2000. Extracts from Clinical Evidence. Acute IschemicGubitz G, Sandercock P. 2000. Extracts from Clinical Evidence. Acute Ischemic Stroke.

Stroke. BMJ  BMJ ; 320: 692-6; 320: 692-6 19.

19. KelomKelompok Studi Stroke PERDOSSpok Studi Stroke PERDOSSI. 2011. Pencegahan Primer StrokeI. 2011. Pencegahan Primer Stroke. Dalam :. Dalam : Guideline Stroke 2011. Jakarta.

Gambar

Gambar 1. Vaskularisasi pembuluh darah otak  Vaskularisasi pembuluh darah otak 

Referensi

Dokumen terkait

Karya tulis dengan judul “Pengenalan Kesenian Wayang Melalui Quizt Games Bagi Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Demak.” ini diajukan dalam rangka

Pada Gambar 5 merupakan struktur dari sintesis senyawa 4–dimetilaminobenzal– dehida dan anilina yang telah berhasil disintesis, struktur ini dihasilkan dari karakterisasi

Tetapi pada penelitian ini, bentuk spesimen yang tidak seragam menjadi penyebab kesimpangsiuran data, seperti pengujian tarik pada spesimen mula-mula tanpa las dengan

Penambahan Besi (III) klorida digunakan untuk mengetahui adanya senyawa fenolik termasuk flavonoid. Terbentuknya warna hijau biru menunjukkan adanya flavonoid. Dari hasil

Terkait dengan perkembangan tersebut ketertarikan kepada berbagai pola aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat dalam upaya menikatkan kualitas hidup,yang tidak

Jurnal ini bertujuan untuk mengupas secara detail pola-pola patronase yang diterapkan dibaik kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar hingga mampu memunculkan

Skripsi Pengaruh tingkat persepsi pelanggan .... Agung

Untuk tujuan memastikan sama ada seorang peguam memenuhi tempoh kepakaran guaman yang relevan dan pengalaman yang diperlukan, mana-mana tempoh yang digunakan untuk