Bab I
Pendahuluan I.latar belakang
Organisasi sebagai kumpulan orang-orang (masyarakat0 tidak dapat dilepaskan dari lingkungan karena pada dasarnya organisasi juga merupakan bagian dari lingkungan dan masyarakat sebuah perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan tidak dapat menolak bahwa selain kegiatan bisnis yang dikelolanya, perusahaan tidak juga terlibat dengan lingkungan sekitar organisasi. Oleh karena itu, sebuah organisasi perlu memahami lingkungan apa saja yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan organisasi. Karena organisasi mmerupakan suatu sistem yang terbuka, sehingga sistem-sistem tersebut berinteraksi dengan berbagai dimensi dengan berbagai cara yang berbeda. Dalam hal ini terdapat 2 faktor yang saling berkaitan yaitu pengaruh lingkungan terhadap organisasi dan beberapa cara adaptasi organisasi dengan budaya dan lingkunganya.
Terdapat tiga perspektif dasar yang dapat digunakann untuk mendeskriptifkan pengaruh lingkungan terhadap organisasi yaitu meliputi perubahan dan kompleksitas kekuatan kompetitif dan pergolakan lingkungan . kemudian karena banyaknya persoalan masalah dan kesempatan dalam satu lingkungan, maka organisasi harus dapat beradaptas dengan berusaha untuk mempengaruhi lingkungan mereka yaitu melalui manajemen informasi, respon strategis, merger, pengambilalihan , akuisisi, aliansi, rancangan dan fleksibelitas organisasi serta pengaruh langsung.
Budaya organisasi sangat berkaitan dengan keberhasilan organisasi dikatakan budaya organisasi yang berhasil, apabila didasarkan kepada kemampuan untuk menyesuaikan diri, keterlibatan , misi yang jelas dan kemantapan dapat membantu perusahaan mencapai pertumbuhan penjualan , pengembalian modal , keuntungan , mutu, dan kepuasan karyawan yang lebih tinggi . dalam hal ini budaya perusahaan penting diterapkan agar karyawan-karyawan /anggota dalam organisasi tersebut mempunyai nilai-nilai, keyakinan dan sikap utama dalam pengambilan keputusan.
Masalah selanjutnya adalah bagaimana lingkungan dan budaya dapat mempengaruhi terhadap suatu organisasi dan bagaimana organisasi tersebut beradaptasi terhadapa lingkungan dan budaya yang berlaku. Oleh karena itu untuk lebih lanjutnya kita bahas dalam bab ii
2. tujuan penulisan 2.1. tujuan umum
Agar terdapat gambaran langsung tentang pengaruh lingkungan dan budaya dalam suatu organisasi sehungga akan tercapai tujuan dan cita-cita dari suatu organisasi.
2.2. tujuan khusus
a. dapat mengetahui secara umum budaya dan lingkungan sekitar organisasi
b. dapat secara teoritis dan praktis bentuk-bentuk keterkaitan lingkungan dan budaya dengan organisasi
c. dapat mengetahui bahwa dengan memahami lingkungan dan budaya secara lebih baik maka akan membantu menajemen dalam pencapaian tujuan dari suatu organisasi.
3. sistematika penulisan
Dalam menyusun makalah ini kami mencoba menyusun makalah ini secara sistematis. Adapaun makalh ini terdiri dari 4 bab yaitu sebagai berikut:
Bab I : pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan
Bab ii : tinjauan kepustakaan yang mencakup lingkungan dan organisasi bisnis ( organisasi bisnis bagian dari lingkungan , lingkungan internal dan lingkungan eksternal), lingkungan internasional dan kegiatan bisnis ( lingkungan internasional berbagai bentuk kegiatan bisnis internasional dan faktor-faktor yang berhubungan dalam bisnis internasional) budaya organisasi dan faktor penentu terbentuknya budaya organisasi dan manajemen bagai budaya organisasi.
Bab iii : pembahasan yang mencakup organisasi sebagai bagian dari lingkungan dan pengaruh lingkungan dan budaya terhadap organisasi.
Bab iv : penutup yang meliputi kesimpulan dan saran serta pada akhir penulisan makalah ini tidak lupa kami cantumkan daftar pustaka.
Bab ii
Tinjauan kepustakaan
I. Teoritis tentang lingkungan dan budaya organisasi
Menurut teori organisasi modern, suatu organisasi merupakan sistem terbuka, yang selalu beradaptasi dengan lingkunganya. Organisasi dengan sistem terbuka memiliki batas organisasi yang dapat ditembus diantara dirinya dengan supra sistem yang lebih luas. Hal inilah yang membedakannya dengan organisasi sistem tertutup, yang berciri kaku dan relatif tidak dapat ditembus.
Semua organisasi dengan sistem terbuka pasti dikelilingi dan mendapat pengaruh dari 2 macam lingkungan yaitu lingkungan umum dan lingkungan khusus. Lingkungan umum (indirect action) adalah keadaan yang sama yang mempengaruhi semua organisasi. Pengaruh tersebut tidak bersifat langsung. Faktor lingkungan umum ini antara lain faktor demografis, ekonomi, sosial budaya, politik, teknologi dan sebagainya. Lingkungan khusus (direct action) adalah keadaan yang hanya dialami oleh organisasi itu sendiri dan memiliki pengaruh langsung terhadap organisasi tersebut.
Organisasi harus memahami elemen – elemen dasar lingkungannya agar dapat bermanuver yang efektif dalam suatu organisasi adalah menentukan kecelakaan yang ideat antara lingkungan dan organisasi tersebut. Untuk melakukan hal tersebut mula – mula manager harus memahami hakikat lingkungan organisasi.
Budaya organisasi adalah seperangkat nilai, norma, keyakinan dan kepercayaan, dan pemahaman yang penting yang sama – sama dimiliki oleh para anggotanya. Kebudayaan memberikan pola cara – cara berpikir, merasa dan menanggapi, yang menuntun para peserta organisasi dalam mengambil keputusan dan dalam kegiatan – kegiatan organisasi lainnya. Organisasi yang sukses tampak memiliki kebudayaan yang kuat yang dapat menarik, memelihara dan mengimbali (reward = menghadiahi)
orang yang berhasil melaksanakan perannya dan mencapai sasaran. Salah satu peranan terpenting dari top management adalah membentuk kebudayaan dengan kepribadiannya sehingga berpengaruh penting terhadap filsafat dan gaya manajemen.
Faktor kebudayaan telah dipandang sebagai eksternal dari organisasi dan sebagai bagian dari lingkungan umum. Budaya sebagai suatu pola asumsi dasar yang dimiliki bersama yang didapat oleh kelompok ketika memecahkan masalah penyesuaian eksternal dan integrasi internal yang telah berhasil dengan cukup baik untuk dianggap sah dan oleh karena itu, diharapkan untuk diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang tepat untuk menerima, berpikir dan merasa berhubungan dengan masalah tersebut. Jadi budaya adalah bagaimana organisasi belajar berhubungan dengan lingkungan yang merupakan penggabungan dari asumsi, perilaku, cerita, mitos ide, metafora, dan ide lain untuk menentukan apa arti bekerja dalam suatu organisasi.
Budaya yang dibuat beberapa suku bahkan bangsa sangat berpengaruh terhadap manajemen kinerja . oleh karena itu, seorang manager/pimpinan hendaknya memahami budaya lokal setempat dimana ia memimpin. Tak ada budaya yang dapat dikatakan baik atau buruk. Apabila seorang pemimpin dapat menggunakan dimensi budaya yang ada untuk memenej kinerja pegawainya.
I.1.Linkungan dan organisasi bisnis
a. Organisasi bisnis sebagai bagaian dari lingkungan.
Organisasi sebagai kumpulan orang-orang tidak dapat dile[paskan dari lingkungan karena pada dasarnya juga merupakan bagian dari lingkungan dari masyarakat. Sebuah perusahaan /organisasi bisnis yang beroperassi disebuah lingkungan tidak dapat menafsirkan bahwa selain kegiatan bisnis yang dikelolanya organisasi tersebut juga terlibat dengan lingkungan disekitar lingkungan organisasi, oleh karena itu, sebuah organisasi perlu memahami lingkungan apa saja yang terkait secara langsung maupun tidak langsung.
Secara garis besar lingkungan organisasi dapat dibagi menjadi dua yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal ini dapat terbagi juga menjadai dua yaitu lingkungan yang terkait langsung maupun tidak langsung. Secara sederhana pembagian lingkungan organisasi ini ditunjukan dalam bagan dibawah ini.
Lingkungan organisasi
b.Lingkungan internal organisasi 9internal environment)
Adalah berbagai hal atau berbagai pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program. Kebijakan hingga denyut nadinya organisasi (Erni Trisnawati sule & kurniawan saifullah, 2005)
Adalah kejadian dan kecendrungan dalam suatu organisasi yang memepengaruhi manajemen, karyawan dan budaya organisasi (williams chuck, 2001).
Lingkungan internal suatu organisasi terdiri dari kondisi dan kekuatan yang berada di dalam organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu memahami sepenuhnya mengenai kekuatan lingkungan mana yang penting dan bagaimana arti penting dari kekuatan lingkungan lainya mungkin meningkat.
Adapaun yang termasuk ke dalam lingkungan internal organisasi adalah sebagai berikut:
1. Pemilik organisasi (owner)
Para pemiliki organisasi adalah mereka yang secara historis maupun hukum dinyatakan sebagai pemiliki akibat adanya penyertaan modal, ide, ataupun berdasarkan ketentuan lainya dinyatakan sebagai pemiliki organisasi. Dalam organisasi perusahanan, para pemilik oerganisasi misalnya adalah para pemegang saham, anggota (koperasi) atau juga individu jika perusahaan tersebut bersifat individu dari segi kepemilikan. Organisasi perlu memahami para pemilik organisasi karena setiap pemilik memiliki tujuan yang hendak dicapaunya melalui kepemilikanya atas organisasi. Tujuan yang hendak dicapai oleh Lingkungan Internal Lingkungan Eksternal Lingkungan makro Lingkungan Mikro internasio nal lokal internasio nal Lok al
pemilik ini merupakan salah satu sumber pertimbangan dari para pengelola organisasi ketika mereka menjalankan kegiatan organisasi.
Apabila organisasi dijalankan oleh pemilik sendiri, maka sang pemilik perlu menyadari apa sebenarnya yang hendakk dicapai oleh organisasi, bagaimana cara mencapainya dan apakah yang diinginkan oleh sang pemilik dapat diraih ataukah tidak dan seterusnya. Akan tetapi jika organisasi dijalankan bukan oleh pemiliknya maka mereka yang menjalankan organisasi perlu memahami apa yang diinginkan oleh sang pemilik.
2.tim manajemen (board or manager of direktors)
Adalah orang yang menurut para pemilik organisasi/perusahaan dinyatakan /ditunjuk sebagai pengelola organisasi dalam aktivitasnya sehari-hari untuk suatu periode tertentu. Orang ini bekerja secara profesional berdasarkan tugasnya masing-masing dan dalam periode tertentu harus melaporkan setiap kegiatanya kepada para pemilik perusahaan.
Dalam beberapa hal, tim ini memiliki kekebalan dan menentukan kebijakan organisasi dan dengan cara apa organisasi tersebut mencapai tujuanya. Akan tetapi dalam hal lain, tim manajemen ini memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan , apalagi jika keputusan tersebut berbeda dengan apa ynag diinginkan oleh para pemiliki perusahaan. Organisasi perlu memahami tim manajemen ini karena tim inilah yang akan menjadi penggerak arah dari kegiatan organisasi dan mencapai tujuan. Jika tidak tim tidak dapat mengarahkan organisasi ke arah pencapaian tujuannya maka dapat dikatakan tim tersebut secara efektif tidak dapat bekerja dan sulit untuk Dipertahankan. Tim manajemen perusahaan dipilih oelh para pemegang saham dan bertanggung jawab untuk mengawasi manajemen perusahaan secar umum untuk memastikan bahwa perusahaan telah dijalankan dengan cara yang sangat memuaskan untuk para pemegang saham.
Para anggota/para pekerja dalam sebuah organisasi merupakan unsur sumber daya manusia (SDM) yang sangat determinan dalam sebuah organisasi, karena biasanya jumlahnya yang biasanya yang paling besar dalam sebuah organisasi. Para pekerja inilah yang sehari-hari bergelut dengan aktivitas operasinal perusahaan dan menjalankan tugas-tugas keseharian, berdasrkan apa yang telah ditetapkan oleh tim manajemen perusahaan. Oleh karena tingginya peran para anggota/pekerja dalam sebuah organisasi, maka para pekerja juga merupakan aset bagi perusahaan . dapat dikatakan sekalipun tujuan organisasi yang dicapai sangat ideal, perencanaan yang disusun juga sangat baik, namun tanpa peran serta para pekerja ini, tujuan ideal organisasi bsangat mustahil untuk direalisasikan.
Organisasi perlu memahami para anggota/pekerja organisasi karena setiap anggota/pekerja memiliki karakteristiknya masing-masing. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh motif yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh adanya dorongan kkebutuhan yang jenisnya juga berbedasebagai konsekuensinya, para pengelola organisasi perlu memahami latar belakang dari setiap anggotanya/pekerjanya masing-masing untuk kemudian dapat ditugaskan dan diarahkan untuk pencpaian tujuan.