• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUKLAK PENYIARAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JUKLAK PENYIARAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

JUKLAK PENYIARAN

PEMILIHAN KEPALA DAERAH

DAN WAKIL KEPALA DAERAH

(2)

I

ARAN

LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA

(3)

KATA PENGANTAR

Lembaga Penyiaran Publik RRI dalam mengembangkan kehidupan demokrasi di tanah air, menyelenggarakan siaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah melalui RRI bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi, pendidikan serta kontrol sosial kepada masyarakat, dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip sebagai Lem bag a Penyiaran Publik yakni menyampaikan informasi secara berimbang (cover both sides), netral (tidak berpihak) dan independen (tidak bergantung pada pihak-pihak tertentu).

Tujuan lain yang paling penting dari Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah untuk mendorong proses pencerdasan masyarakat dalam berdemokrasi, mengingat R.RI sebagai media massa merupakan salah satu pilar demokrasi. ··

Petunjuk Pelaksanaan Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ini dibuat untuk menjadi pedoman bagi angkasawan di seluruh stasiun RRI di Indonesia dalam menyelenggarakan Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah di daerahnya masing-masing.

Petunjuk Pelaksanaan Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ini berisi :

• Standar nilai Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wal<il Kepala Daerah, dimaksudkan agar dapat menjadi acuan dalam melaksanakan siaran seputar Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yang tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip radio publik.

(4)

• Ketentuan Teknis Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dimaksudkan untuk mengatur pelaksanaan siaran baik berita dan non-berita.

• Pola Siaran dan Pemberitaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dimaksudkan untuk mengklasifikasikan berita-berita yang dapat disiarkan secara lokal, regional-, nasional dan internasional.

• Format dan durasi, Materi, Waktu, Frekuensi Siaran dan Pemberitaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dimaksudkan untuk mengatur frekuensi, waktu dan materi siaran baik berita dan non-berita.

• Sponsor program dan iklan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dimaksudkan untuk memberi rambu-rambu dalam menyiarkan sponsor program dan iklan. Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ini diharapkan dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab.

Jakarta, 6 Februari 2008

Direktur Program dan Produksi I Penanggung Jawab Tim Penyusunan Juklak Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Ora. 'ken Widiastuti, M.Si NIP. 05 037702

(5)

INSTRUKSI DIREKTUR UTAMA LPP RRI

Ten tang

PETUNJUK PELAKSANAAN PENYIARAN

PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

DAN WAKIL KEPALA DAERAH

MELALUI RADIO REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 18/INSTR/DIRUT/2008

Menimbang:

a. Bahwa Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil -Wakil . Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota dan para wakilnya) merupakan sarana kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. b. Bahwa RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk

badan Hukum yang didirikan oleh negara, wajib ikut menyukseskan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Menginga{:

1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah 2. Undang-Undang No.22 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan

Pemilihan Umum

3. Undang-Undang No. 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

4. UU No.32 tahun 2002 Tentang Penyiaran Memperhatikan :

I . Saran Direksi LPP RRI

2. Butir rekomendasi Raker LPP RRI tahun 2007

4

(6)

3. Konsep Tim Penyusun Ketentuan Pelaksanaan Siaran dan Pemberitaan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil

Kepala Daerah.

1ENGINSTRUKSIKAN Pertama:

Bagi stasiun RRI yang daerahnya akan melaksanakan Pemilihan Umum

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, harus melaksanakan siaran

clan pemberitaannya.

Kedua:

Pelaksanaan Siaran dan Pemberitaan Pemilihan Umum Kepala Daerah

dan Wakil Kepala Daerah mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan

Penyiaran Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

(Pemilihan Umum Kepala Daerah) melalui RRI.

Ketiga:

Pada setiap stasiun RRI yang daerahnya akan melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, agar dibentuk Tim Pelaksana Siaran dan Pemberitaan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dengarl Penanggung Jawab adalah Kepala RRI setempat.

Keempat:

Apabila terdapat kekeliruan dalam penerbitan Instruksi ini, akan diadakan

perbaikan sebagaimana mestinya.

Dikeluarkan di : Jakarta

Pada Tanggal: 18 Januari 2008.

DIREKTUR UTAMA LPP RRI

PARNIHADI

(7)

PETUNJUK PELAKSANAAN

PENYIARAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH

DAN WAKIL KEPALA DAERAH

MELALUI

LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK

RADIO REPUBLIK INDONESIA

I.

PENDAHULUAN

Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur/ Bupati dan Wakil Bupati/Walikota dan Wakil Walikota) merupakan sarana pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan, pemerataan dan kesejahteraan masyarakat di daerah, sejalan dengan pengembangan sarana demokrasi dalam Negara Kepatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sesuai amanat UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dipilih secara langsung oleh rakyat, dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil melalui pemungutan suara.

Media massa merupakan salah satu pilar demokrasi yang dapat memfasilitasi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atau pendapatnya.

Radio Republik Indonesia sebagai Lembaga Penyiaran Publik berkewajiban untuk menumbuh kembangkan kehidupan demokrasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, melalui pelaksanaan penyiaran tentang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara jujur, adil, netral dan independen.

Tujuan disusunnya Petunjuk Pelaksanaan Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ini, urituk

(8)

menjaga independensi, netralitas, keadilan dan kese-imbangan penyiaran bagi semua calon peserta pemilihan. II. PENGERTIAN

A Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat di wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,

untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur di tingkat Provinsi, Bupati dan Wakil Bupati di tingkat Kabupaten,

Walikota dan Wakil Walikota di tingkat Kota, yang ditetapkan oleh KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah).

B. Pelaksanaan Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil

Kepala Daerah, adalah penyiaran seluruh proses kegiatan Pemilihan Kepala Dcierah dan Wakil Kepala Daerah yang

ditetapkan oleh KPUD, yang menurut sifat penyiarannya disebut dengan program Berita (Pemberitaan ) dan non

Serita (Siaran) yang dilakukan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) di daerah setempat, dengan mengedepankan prinsip-prinsip atau kaidah-kaid~ah Lembaga Penyiaran Publik sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, dan tetap menjaga azas keseimbangan

(cover both sides).

C. Proses Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah seluruh rangkaian kegiatan atau tahapan dalam pelaksanaan pemilihan yang ditetapkan oleh KPUD. Tahapan Pemilihan Kepala Daerah meliputi :

1. Persiapan pemilihan 2. Pendataan pemilih 3. Penetapan pemilih

4. Pendaftaran pasangan calon 5. Penetapan pasangan calon 6. Kampanye

7. Pemungutan dan penghitungan suara 8. Penetapan pasangan terpilih

(9)

.

-

-

-9. Pengesahan pasangan terpilih 10. Pelantikan pasangan terpilih Ill. DASAR PENYELENGGARAAN

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

2. Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pe-merintahan Dae rah.

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pember-hentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. 4.

5.

IV.

1.

Undang-Undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Pedoman Penyelenggaraan Siaran LPP RRI tahun 2007. STANDAR NILAI PENYIARAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

Penyelenggaraan Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah, baik pogram Serita maupun non Serita, harus mengedepankan keadilan atau kesempatan yang sama dalam hal durasi, frekuensi, bentuk dan substansi siaran kepada seluruh peserta Pemilihan Kepala Daerah.

2. Penyampaian materi Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa yang santun dan komunikatif.

3. Seluruh bentuk penyelenggaraan siaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, harus memegang teguh prinsip-prinsip radio publik yang bersifat independen, netral dan profesional sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Siaran LPP RRI tahun 2007.

4. Peserta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang berkampanye melalui siaran RRI wajib mematuhi peraturan perundangan yang berlaku dan sesuai dengan

(10)

ketentuan yang diatur oleh KPUD tentang kampanye Pemilihan Kepala Daerah.

5. Penyampaian b$rita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dilakukan secara jujur, akurat dan berimbang, serta berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik Indonesia dan Kode Etik Angkasawan LPP RRI.

6. Penyiaran Serita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dilakukan secara cerdas dan menghindari hal-hal yang merugikan perorangan

I

kelompok, agama dan suku. 7. Penyiaran Serita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Daerah diarahkan untuk menciptakan suasana yang tenang, aman dan damai, serta memberi pencerahan kepada pemilih dalam melaksanakan hak konstitusionalnya agar terpilih pemimpin daerah terbaik.

8. Serita tentang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tidak bermuatan iklan dan sponsorship.

V. POLA PENYIARAN PEMIUHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH~

1.

POLA SIARAN

1.1. Siaran Regional.

Siaran Regional adalah siaran yang berisi kegiatan Pemilihan Kepala· Daerah dan Wakil Kepala Daerah mulai dari persiapan pemilihan sampai dengan pelantikan pasangan terpilih yang disiarkan oleh RRI di lbukota Provinsi setempat.

Khusus untuk Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di tingkat provinsi, penyiaran dapat dilakukan dalam bentuk sindikasi dan jaringan regional antar stasiun dalam satu provinsi.

(11)

1.2. Siaran Lokal.

Siaran Lokal adalah siaran yang berisi ke i:.

-Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala

mulai dari tahapan persiapan pemilihan sampai d

pelantikan pasangan terpilih, yang disiarkan ale

setempat atau RRI terdekat.

2. POLA PEMBERITAAN

2. 1. Siaran Berita Sentral

Siaran Serita Sentral adalah siaran berita Pe

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang disi~-.

-secara sentral melalui Programa 3 dan direlay

semua Programa RRI di seluruh Indonesia.

2.2. Siaran Berita Nasional

Siaran Serita Nasional yang dimaksud adalah si~

-berita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Ke =

Daerah yang disiarkan secara berjaringan dari Progra~

3.

2.3. Siaran Berita Regional

Siaran Serita Regional adalah siaran berita Pemili

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang disia

oleh RRI di ibukota provinsi dan direlay oleh RRI

wilayah provinsi setempat atau berjaringan dalam

provinsi.

2.4. Siaran Berita Lokal

Siaran Serita Lokal adalah siaran berita Pemili

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang disia

(12)

VI. FORMAT DAN DURASI, MATERI, WAKTU, FREKUENSI

PENYIARAN

Vl.1. FORMAT DAN DURASI SIARAN 1. 1. Siaran Kampanye :

111 Format Siaran Kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan

Wakil Kepala daerah dapat dilakukan dengan cara Pidato Monolog, Dialog lnteraktif, atau gabungan antara

pidato monolog, wawancara, interaktif dan radio spot

yang berisi visi, misi dan program masing-masing pasangan calon.

m

Durasi siaran kampanye monologis maksimum 5 menit,

direkam sebelumnya. RRI berhak mengedit materi kampanye, apabila materi kampanye menyalahi pasal 60 UU No. 6 tahun 2005.

11 Durasi siaran kampanye Dialogis I interaktif maksimum

30 menit.

II Durasi siaran kampa_Flye gabungan (monologis dan

dialogis/interaktif) maksimum 45 menit terdiri atas:

1.2.

Tune buka (30 detik)

Pengantar (1 menit)

0 Pidato monolog (maksimal 5 menit)

Spot (1 menit)

Wawancara (7 menit)

Spot (1 menit)

lnteraktif (30 menit)

Tune tutup (30 detik)

Polling.

Pengumpulan hasil jajak pendapat perolehan suara terbanyak Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dapat dilaksanakan dengan polling melalui saluran telepon/SMS, dan harus memberikan informasi

(13)

12

secara terbuka, jujur dan adil. Hasil polling disiarkan dengan menginformasikan bahwa polling merupakan jajak pendapat yang tidak ada kaitannya dengan penghitungan suara resmi dari KPUD.

Vl.2. FORMAT DAN DuRASI BERITA

2.1. Berita Lempang (Straight News) maksima1 50 detik. 2.2. Laporan Singkat (Voice Report) maksimal 1 menit. 2.3. Sisipan Pegas (Actuality Insert) maksimal 1 menit. 2.4. Laporan /angsung dari lokasi (Report on the spot)

maksimal 3 menit.

2.5. Wawancara (News Interview) maksimal 5 menit. 2.6. Laporan Peristiwa maksimal 4 menit.

2.7. Ficer Berita (News Feature) maksimal 5 menit. 2.8. Debat Kandidat 45-

60 menit

Vl.3. MATER! SIARAN DAN SERITA

3.1. Materi Siaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah informasi dan pesan-pesan yang dikemas dalam berbagai bentuk paket siaran, mulai dari tahap persiapan pemilihan sampai dengan pelantikan pasangan terpilth:

-3.2. Materi Serita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah peristiwa atau kejadian dan pendapat mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan Pemilihan, mulai dari tahap persiapan pemilihan $ampai dengan pelantikan pasangan terpilih. Vl.4. WAKTU PENYIARAN

4.1. Waktu siaran paket non berita, disesuaikan dengan program daerah setempat, dan khusus untuk siaran Kampanye berkoordinasi dengan KPUD.

(14)

4.2. Waktu siaran berita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara sentral dan nasional, diatur oleh Pusat Pemberitaan.

4.3. Waktu siaran berita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara lokal dan regional diatur oleh RRI setempat.

Vl.5. FREKUENSI / KEKERAPAN PENYIARAN

Frekuensi/kekerapan Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, baik untuk program siaran Serita maupun non Serita yang menyangkut pasangan calon peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah, diatur oleh RRI setempat yang disusun secara adil dan merata (berimbang), dan untuk program Serita agar tetap memper-hatikan nilai berita (news value) VII. KETENTUAN TEKNIS PENYIARAN PEMILIHAN

KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH VII. 1. KETENTUAN TEKNIS ~!ARAN (NON SERITA)

1.1. Pelaksanaan siaran kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah disesuaikan dengan jadwal yang disusun oleh KPUD.

1.2. Alokasi jadwal waktu siaran kampanye yang telah ditetapkan untuk peserta tetapi tidak dapat diisi oleh peserta bersangkutan, tidak dapat digantikan oleh peserta yang lain.

1.3. Naskah siaran kampanye monologis telah diterima RRI minimal 2 hari sebelum jadwal penyiaran dan telah mendapat persetujuan KPUD.

1.4. Tempat rekaman/editing adalah di studio RRI. 1.5. Dalam pelaksanaan rekaman peserta Pemilihan

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Dae rah hanya

(15)

-

·.

diperkenankan membawa simpatisan maksimal 5 (lima) orang.

1.6. Peserta dan simpatisan harus menjaga keamanan dan ketertiban (tidak boleh membawa senjata tajam/ api, meneriakkan yel-yel, membawa spanduk/poster, atau membuat suasana gaduh).

1.7. Setiap stasiun RRI harus membentuk Tim pelaksana siaran kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, serta aktif melakukan koordinasi dengan KPUD, Panwas Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan unsur-unsur terkait. 1.8. Dokumentasi siaran kampanye Pemilihan Kepala

Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam bentuk kaset/ CD serta naskah.

1.9. RRI berhak melakukan editing apabila durasi rekaman melebihi waktu yang ditetapkan, tanpa mengurangi/ mengubah substansi materi kampanye, berkoordinasi dengan peserta P~milihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang bersangkutan.

1.10. RRI tidak merelay siaran kampanye dari Lembaga Penyiaran lain.

1.11. Apabila terjadi hambatan penyiaran yang disebabkan hal-hal non-teknis seperti bencana alam, aliran listrik terputus, kebakaran, dsb., RRI berkewajiban menyiarkan kembali pada kesempatan pertama dengan terlebih dahulu memberitahu peserta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang bersangkutan.

1.12. lklan komersial kampanye peserta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah maksimal 10 spot dalam sehari, dan 1 (satu) iklan layanan masyarakat (tidak berbayar), yang penyiarannya ditentukan oleh RRI.

(16)

Siaran kampanye melalui pergelaran hiburan dan esenian diperkenankan dalam bentuk dialog/monolog maksimum berdurasi 20 menit sebagai bagian dari acara pergelaran.

_ 4. lsi siaran dalam pergelaran hiburan dan kesenian tidak menokohkan peserta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tertentu.

1.15. Karyawan RRI tidak diperkenankan menjadi juru bicara, tim sukses, MC, atau pun sejenisnya untuk peserta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Dae rah.

VII. 2. KETENTUAN TEKNIS SiARAN BERITA

2.1. Siaran Serita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah menghindari konflik antar peserta dan kelompok pendukung peserta Pemilihan.

2.2. Dalam memberitakan hasil quick count, pendengar diberitahu bahwa hasil akhir yang sah adalah yang berdasarkan hasil penghitungan resmi oleh KPUD. 2.3. Siaran berita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil

Kepala Daerah yang menyangkut sengketa dilakukan dengan cermat, berimbang (cover both sides), tidak provokatif serta tetap berpegang pada pernyataan resmi lembaga berkompeten atau dari masing-masing peserta yang berseng-keta, terutama pernyataan yang menyejukkan.

2.4. Tim Pelaksana Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wa.kil Kepe}la Daerah, melalui Dewan Redaksi Daerah memberikan perhatian secara proporsional terhadap setiap keberatan mengenai isi berita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serta memberikan hak jawab pada kesempatan pertama.

(17)

2.5. Siaran berita Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah wajib didokumentasikan.

Vll.3. TIM PELAKSANA PENYIARAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

3.1. Setiap stasiun RRI membentuk Tim Pelaksana Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Dae rah.

3.2. Tim Pelaksana Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah aktif melakukan koordinasi dengan KPUD, Panwas dan seluruh unsur terkait termasuk tim sukses semua peserta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Dae rah.

3.3. Tim Pelaksana Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah melakukan koordinasi pengiriman Report On The Spot (ROS) ke Pusat Pemberitaan di Jakarta.

3.4. Kebijakan Penytaran Pemilihan Kepala Daerah, khususnya Pemilih~:m Gubernur dan Wakil Gubernur, diselenggarakan berkoordinasi antara Korwil dengan stasiun-stasiun di wilayahnya.

VIII. SPONSOR PROGRAM DAN IKLAN

Sponsor Program dan lklan Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah semua bentuk promosi dan sosialisasi peserta yang disiarkan RRI secara komersial dan layanan masyarakat. Siaran ini dilaksanakan untuk menarik minat pemilih dalam menentukan pilihannya. Promosi dan sosialisasi tersebut disiarkan dalam bentuk: ·

Vlll.1. SPONSOR PROGRAM (NON 8ERITA)

• 088 (opening bill board) dan C88 (closing bill board).

(18)

• Dialog lnteratif I Debat Publik

• Siaran Berjaringan

• Pergelaran Kesenian

• (Pesan sponsor boleh muncul dengan durasi maximum 20 menit; Frekuensi/kekerapan pelaksanaan 1 kali per wilayah)

• Advertorial

• Public Service Announcement I ILM sesuai

kesepakatan

• Promosi sesuai standar Layanan Usaha

Vlll.2. IKLAN

• Spot lepas (loose spot). Spot maksimal 60 detik, 10 kali dalam kampanye, 1 kali gratis. Tarif sesuai standar Layanan Usaha.

• Adlibs maksimal 200 karakter (2 kalimat), 5 kali dalam masa kampanye, tarif sesuai daerah.

• Polling SMS dapat dimulai setelah verifikasi calon dan berakhir 3 hari sebelum masa tenang.

• Ucapan selamat/Greeting, tarif sesuai kondisi daerah.

• Jingle Promo (Musik), durasi 150 detik, tarif sesuai standar Layanan Usaha.

• Time signal (non berita), durasi 15 detik, untuk promosi peserta, tarif sesuai koridisi daerah.

(19)

Catatan:

1. Seluruh asset RRI tidak boleh disewakan/dipinjamkan untuk kepentingan kampanye

2. Siaran kampanye dimungkinkan dalam bentuk Three in one

(audio-video-teks) untuk Dialog interaktif, Kesenian tradisional, Greeting dan Siaran·Berjaringan.

IX.

BIAVA OPERASIONAL PENYIARAN PEMILIHAN KE PALA DAERAH DAN WAKIL KE PALA DAERAH

Siaya operasional Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dibebankan kepada masing masing stasiun RRI dari APSN/APSD dan Jasinonsi (Jasa siaran dan non siaran )

X. PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENYIARAN

Tim Pelaksana Penyiaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, melakukan pemantauan terhadap seluruh pelaksanaan penyiaran, baik program Serita maupun non Serita, serta melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan penyiaran.

Laporan pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan penyiaran

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dikirimkan kepada Direktur Utama RRI, dengan tembusan kepada Direktur Program dan Produksi LPP RRI

(20)

UP

'11::11~::11 ai yang belum diatur dalam Ketentuan Pelaksanaan

·aran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala

disusun berdasarkan situasi dan kondisi stasiun RRI

~~na· t serta dikonsultasikan dengan Direktur Program

oduksi LPP-RRI.

anuari 2008

rogram dan Produksi LPP RRI

"ken Widiastuti, M.Si. 037702

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan suatu pengertian yang dimaksud pelaku usaha adalah seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 angka (3) UUPK, yaitu setiap

(**) Yabanıllık (Vahşet) ve Barbarlık şeklinde yapılan bu sınıflama ünlü tarih öncesi araştırmacılarından Morgan'a aittir. Burada Barbarlık olarak belirtilen

Dari hasil pengolahan data FGD dari pembahsan kasus-kasus moral yang diberikan selama proses diskusi kelompok berlangsungdan juga dari hasil wawancara dengan

Setelah memperhatikan beberapa pendapat diatas, maka penulis mendefinisikan tindak pidana adalah perbuatan yang oleh aturan hukum dilarang dan diancam dengan pidana,

Pertumbuhan pada tanaman cabai merupakan proses bertambahnya ukuran dari kecil hingga sampai dewasa yang sifatnya kuantitatif, artinya dapat kita ukur yang dapat dinyatakan dengan

Perubahan arah gelombang karena refraksi tersebut menghasilkan konvergensi (pengucupan) atau divergensi (penyebaran) energi gelombang dan mempengaruhi energi gelombang

Berdasarkan latar belakang cerita tersebut, maka rumusan masalahnya adalah bentuk patung yang solid dan tidak memiliki kaki akan menjadi tantangan dalam

gerak sendi yang tidak ada pengaruh peregangan adalah pada fleksi lengan